SRI Penggiat Haji

Penulis :
28 Desember 2013

Bogor-Sebanyak 280 orang pegawai Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah berkumpul bersama berkomitmen untuk sinergi,responsif, dan integritas (SRI). Kegiatan ini dilangsungkan selama 2 hari, mulai tanggal 27 sd 28 Desember di The Highland Park Resort Bogor.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Kita Bisa” ini, merupakan refleksi dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan. Pembekalan pembangunan karakterpun tak luput untuk dilakukan. Hanya untuk memupuk rasa cinta, sayang antara sesama penggiat haji. Karena tanpa bermodalkan itu semua, penggiat haji bagaikan mesin-mesin produksi pelayanan. Pelayan yang kering, tandus dan tak berekspresi.

Semakin menantangnya arus untuk melakukan yang terbaik bagi jemaah haji, adalah hal  tersendiri dan harus disikapi secara  bijak serta santun. Sukses haji kemarin tidak menjadikan para penggiat haji ini cepat puas, namun menjadi monumental  untuk menjadi lebih baik dalam penyelenggaraan ke depan.

Apalagi kalau bukan mematangkan rasa cinta, dan mempertebal sayang dalam memberikan pelayanan nantinya. jika kita berkaca pada penyelenggaraan haji kemarin, mayoritas jemaah haji adalah jemaah yang sudah berusia lanjut dan potensi resiko kesehatan yang tinggi.

Menurut Syarif Rahman selaku salah seorang panitia penyelenggara bahwa dengan mengasah kedua sikap itu, penggiat haji akan siap dan matang untuk melakukan hal yang terbaik dalam melayani tamu allah ini. Ditambahkannya lagi bahwa SRI yang cantik dan indah akan menuai kesenangan dan ketenangan dalam melakukan pelayanan total nantinya. (Affan Rangkuti)

Dibaca : 386 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1016

Tiga Penerbangan Jamaah Alami Keterlambatan Sampai Empat Jam

Penulis :
07 November 2013

Madinah (Sinhat)–Tiga dari delapan penerbangan yang diterbangkan dari Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, mengalami keterlambatan keberangkatan mulai dari 36 menit sampai empat jam.

Berdasarkan data dari Siskohat Kementrian Agama, tiga penerbangan yang mengalami keterlambatan yakni Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 38, JKS 39, dan Jakarta Pondok Gede (JKG) 24. Untuk keberangkatan 5 November pukul 19.20 WAS hingga 6 November pukul 07.13 WAS.

JKS 37 yang seharusnya berangkat pukul 04.20 WAS, mengalami penundaan keberangkatan hingga pukul 05.60 WAS atau terlambat 36 menit. Sedangkan untuk JKS 39 mengalami keterlambatan 40 menit, dari pukul 06.20 WAS diberangkatkan pukul 07.10 WAS.

Sementara itu untuk keberangkatan JKS 24, mengalami keterlambatan hingga 4 jam 27 menit. Seharusnya jamaah diberangkatkan pukul 07.13 WAS, namun baru diberangkatkan pukul 11.40 WAS.

Sedangkan lima penerbangan lainnya tepat waktu atau on schedule sebanyak tiga penerbangan yakni Debarkasi Surabaya (SUB) 34, Batam (BTH) 17, dan Medan (MES) 14.

Dan keberangkatan lebih cepat dari jadwal sebanyak dua penerbangan yakni JKG 23 dan JKS 37. (MCH/Okezone)

Dibaca : 95 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1014

Tak Sadarkan Diri di Bandara, Baihaqi Gagal Balik ke Tanah Air

Penulis :
07 November 2013

Madinah(Sinhat)–Baihaqi gagal diberangkatkan ke tanah air akibat pingsan di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jamaah haji asal Debarkasi Surabaya (SUB) 37 itu menderita serangan jantung dan harus mendapat perawatan khusus di Rumah Sakit King Fahd, Arab Saudi.

Pantauan di lapangan, Baihaqi tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri saat berada di ruang tunggu atau plaza Bandara Madinah. Petugas kesehatan kloter kemudian memberikan bantuan udara dengan memompa bagian dada korban.

Tak lama berselang, dokter dan para medis bandara langsung menolong korban dan dievakuasi ke klinik bandara.

Fathurrahman, dokter klinik bandara, memastikan korban mendapat serangan jantung. Dokter pun tidak merekomendasi korban melakukan perjalanan udara untuk pulang ke tanah air.

Sang istri yang setia menunggu Baihaqi, terpaksa ikut menunda pemulangannya ke tanah air.

Agus Iman Santoso, petugas kesehatan kloter, menjelaskan, pria berusia 48 tahun itu termasuk kategori jamaah risiko tinggi. Korban diketahui pernah menderita jantung dan kencing manis bahkan pernah mendapat perawatan di BPHI Makkah. (MCH/Okezone)

Dibaca : 87 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1013

6.650 Jamaah Pulang Lewat Bandara AMAA Madinah

Penulis :
07 November 2013

Madinah (Sinhat)–Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, telah memberangkatkan 6.650 jamaah selama dua hari, 4-5November.

Berdasarkan data dari Siskohat Kemenag Selasa (5/11/2013), hingga pukul 17.00 Waktu Arab Saudi, jumlah tersebut berasal dari 15 kelompok terbang yang menggunakan dua maskapai penerbangan, Garuda dan Saudi Arabian Airlines.

Pada Senin 4 November diberangkatkan enam penerbangan yakni Jakarta Bekasi (JKS) 32 (447 jamaah), JKS 33 (445 jamaah), Medan (MES) 12 (434 jamaah), Surabaya (SUB) 29 (447 jamaah), Jakarta Pondok Gede (JKG) 21 (454 jamaah), dan SUB30 (443 jamaah).

Sedangkan pemberangkatan Selasa 5 November sebanyak sembilan penerbangan yaitu SUB 31 (449 jamaah), JKG 22 (453 jamaah), Batam (BTH) 16 (443 jamaah), JKS 34 (437 jamaah), JKS 35 (436 jamaah), JKS 36 (445 jamaah), MES 13 (439 jamaah), SUB 32 (447 jamaah), dan SUB 33 (431 jamaah).

“Satu jamaah SUB 30 meninggal dunia atas nama Sishadi Yahji. Sedangkan penerbangan kedua, diwarnai tanzul dan jamaah sakit,” kata Kepala Seksi Siskohat Daker Madinah Wahju Yulijanto kepada Media Centre Haji Madinah. (MCH/Okezone)
 

Dibaca : 1007 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1012

Jamaah yang Wafat di Tanah Suci 227 orang

Penulis :
06 November 2013

Madinah (Sinhat)–Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci hingga Rabu (6/11/2013),berjumlah 227 orang.

Berdasarkan data dari Sikohatkes Rabu,  pukul 00.56 WAS (Waktu Arab Saudi), jumlah jamaah yang menjalani rawat inap mencapai 1.974 jamaah, baik dirawat di BPHI maupun di RSAS.

Sedangkan jamaah yang menjalani rawat jalan mencapai 5.833 orang jamaah. Sementara itu, total jamaah yang kini tengah melakukan salat Arbain di Masjid Nabawi, Madinah mencapai 41.877 jamaah yang berasal dari 103 kelompok terbang.

Sedangkan jamaah yang diberangkat ke Jeddah untuk dipulangkan ke tanah air mencapai 14.075 orang. Total jamaah yang sudah kembali ke Indonesia mencapai 91.227 jamaah. (MCH/Okezone)

Dibaca : 121 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1011

Kalbar Usulkan Pemberian Sertifikat Haji

Penulis :
06 November 2013

Pontianak(Sinhat)–Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, M Zeet Hamdy Assovie mengusulkan Kementerian Agama setempat untuk memberikan sertifikat haji bagi jemaah yang telah menyelesaikan ibadah tersebut di Tanah Suci.

“Contohnya seperti Kepulauan Riau, yang sudah memberikan sertifikat bagi jemaah yang pulang dari haji,” kata M Zeet Hamdy Assovie, saat dihubungi di Batam dari Pontianak, Selasa.

Ia berada di Batam untuk menyambut kedatangan Kloter 16 jemaah haji Kalbar yang tiba di Lapangan Terbang Hang Nadim setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.

Ia melanjutkan, bagi umat Muslim, haji merupakan kewajiban bagi yang mereka mampu secara lahir maupun batin. “Sudah menjadi hal yang biasa bagi yang telah melaksanakan ibadah haji, status sosialnya akan lebih dihormati masyarakat dan lingkunganya,” kata dia.

Ia berharap, predikat haji yang sudah dimiliki itu hendaknya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan serta berbangsa dan bermasyarakat. “Bukan sebaliknya, justru melakukan hal yang dapat menciderai dan menodai predikat haji yang dimiliki,” kata dia.

Menurut M.Zeet, sepulang dari perjalanan ibadah haji harus ada sikap dan perilaku yang membawa suatu perubahan untuk menciptakan masyarakat Kalbar yang cerdas beriman dan berahlak mulia. “Sesuai dengan salah satu visi dan misi Pemerintah Kalbar yakni menciptakan masyarakat Kalbar yang beriman,” katanya mengingatkan.

Ia menyadari, setiap tahun jumlah jemaah haji asal Kalbar terus meningkat dan tidak semua dapat difasilitasi karena tergantung kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Pelaksanaan yang semakin baik, berkat kerja sama semua pihak terkait untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada masyarakat guna melaksanakan Rukun Islam ini,” kata dia.

M Zeet menuturkan, kehadiran pemimpin wilayah asal jemaah haji, menunjukkan adanya kepedulian. Misalnya Bupati Sintang , Kapuas Hulu, Wakil Bupati Melawi dan Sekretaris Daerah Kota Singkawang.(Ant)

Dibaca : 96 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1010

Bayi Makkiyah Pulang ke Tanah Air

Penulis :
06 November 2013

Makkah(Sinhat)–Bayi yang lahir di pemondokan haji di Makkah, Makkiyah
Marwah sudah pulang ke Tanah Air bersama kelompok terbang (kloter) JKS-34 Jakarta-Bekasi, Selasa dinihari.

Makkiyah didampingi ayah dan ibunya terbang dari Madinah setelah diberangkatkan dari Makkah dengan ambulans pada Minggu (3/11) malam. Mereka diperkirakan akan tiba di Jakarta Selasa siang.

Seluruh dokumen yang diperlukan untuk pemulangan Makkiyah dan orangtuanya di antaranya paspor orangtua, surat pengganti laksana paspor dan akte kelahiran Makkiyah, serta surat keterangan medis (medical information form/medif), dan boarding pas Makkiyah sudah lengkap.

“Barokah untuk petugas-petugas yang sudah memperjuangkan saya pulang ke rumah. Dengan ridha Allah, semoga saya sekeluarga selamat, dan saya yakin Allah akan melindungi anak saya meski ada kabar bayi tidak boleh naik pesawat,” kata Ika Binti Abdurrozak (43) seperti dikutip Media Center Haji Madinah.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah dr. Suharto mengatakan, bayi Makkiyah cukup sehat untuk penerbangan selama sembilan jam ke Indonesia. Namun pada saat tinggal landas dan mendarat harus disusui.

Makkiyah yang lahir di Makkah pada 26 Oktober 2013, akan diterbangkan dengan pesawat Saudi Arabian dengan nomor penerbangan SV5100. Semula Ika dan Jaman Bin Mismin (50) dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 27 Oktober bersama Kloter JKS-14, namun mereka tidak bisa pulang bersama kloternya karena Ika melahirkan.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 249 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1009

78.068 Jamaah Haji Telah Pulang ke Tanah Air

Penulis :
06 November 2013

Jeddah (Sinhat)–Jamaah haji Indonesia yang sudah dipulangkan ke Tanah Air mencapai 78.068 orang, pada Selasa malam(5/11).  Jumlah tersebut dibagi dalam 191 kloter. Penerbangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air hingga 18 November mendatang sepenuhnya dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia, karena penerbangan Saudi Arabian Airlines (Saudia) sudah berakhir sejak 4 November.

Madinah mencapai puncak kepadatan jamaah haji Indonesia pada Selasa lalu. Pasalnya, Selasa menjadi hari terakhir bagi jamaah haji Indonesia gelombang II untuk bergerak dari Makkah ke Madinah. Di Madinah, jamaah diberi kesempatan selama delapan hari untuk melaksanakan shalat sunnah arbain di Masjid Nabawi. Mereka kemudian akan bergerak ke Jeddah untuk pemulangan ke Tanah Air.

Di Jeddah, mereka akan ditempatkan di hotel transito sebelum bergerak ke Bandara King Abdulaziz Jeddah. Proses pemulangan gelombang II dari Jeddah telah dimulai 4 November. Namun, beberapa kloter seperti JKS (debarkasi Bekasi), MES (Medan), dan SUB (Surabaya) akan dipulangkan langsung dari Madinah tanpa melalui Jeddah.  

Jamaah yang pulang

Hotel Rotana I, Hotel Rotana II, dan Hotel Norcom berfungsi sebagai hotel transito. Seorang jamaah yang ditempatkan di Hotel Rotana II, H Basri (56), menilai fasilitas di hotel transito cukup memuaskan. “Makanan juga enak. Tadi malam saya makan ikan dan rasanya pas dengan lidah,” kata ketua rombongan di kloter BPN 12 ini. Ia menilai secara umum penyelenggaraan ibadah haji kali ini lebih baik dari pada keberangkatannya pada 2007.

Salah satunya, soal katering yang pada 2007 masih pransmanan.  “Tapi menu sekarangjuga perlu diperbaiki. Saat saya di Madinah, sejak awal hingga pulang menu sayurnya selalu sama,” katanya sambil tertawa.

“Kalau lauknya tidak masalah, tapi sayurnya kacang panjang dan wortel terus. Ini merepotkan untuk penderita asam urat tinggi,” tambah H Basri. Sementara H Mursidi (58) juga menilai ibadahnya berjalan lancar, termasuk fasilitasnya. Mengenai hotel transito, ia menyayangkan karena satu kamar mandi harus berbagi dengan 14 orang. “Tapi karena kita hanya satu malam di sini, yang tidak masalah,” katanya. “Secara umum penyelenggaraan haji nilainya 90, tapi kalau bisa mendapat nilai 100mengapa tidak?”

Sementara itu, hingga Selasa malam atau hari ke-54 selama di Arab Saudi, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 217 orang. Jumlah ini  lebih kecil dari tahun 2012 yang mencapai 382 orang. Mereka yang wafat mayoritas jamaah berusia di atas 70 tahun.(MCH/Rep)

Dibaca : 1582 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1008

Jemaah Asal Kalbar Mulai Tiba di Tanah Air

Penulis :
05 November 2013

Pontianak (Sinhat)–Kelompok terbang pertama rombongan jemaah haji asal Kalimantan Barat mulai tiba secara bertahap di Pontianak pada Senin hingga Jumat (8/11).

Koordinator Penyambutan Jemaah Haji Kementerian Agama Kalbar, Djasman mengatakan penerbangan pertama terdiri atas 146 jemaah haji dari Kabupaten Kubu Raya plus satu petugas.

Ia melanjutkan, barang bawaan yang juga tiba di Kalbar terdiri atas tas tentengan, koper besar dan setiap jemaah membawa 10 liter air zam-zam.

Ia menambahkan, jumlah tas tentengan dan air zam-zam yang ada di Asrama Haji Pontianak hingga pukul 14.00 WIB sama dengan jumlah jemaah haji. Namun untuk koper besar hanya 56 buah.

Menurut Djasman, sisanya masih koordinasi dengan panitia di Debarkasi Batam dan segera dikirim.

“Pengambilan barang-barang bisa dilakukan oleh jemaah haji ataupun keluarga yang mewakili,” ujar dia. Sedangkan keluarga yang membantu mengambilkan barang harus menunjukkan paspor asli milik jemaah.

Sementara penerbangan kedua terdiri atas 28 jemaah haji asal Kalbar, 72 jemaah Kota Pontianak, dan PPHD 1 orang.

Abdul Rojak mengungkapkan jemaah haji Kalbar terdiri atas kloter 14, 15, 16, 17, dan 18. Kloter 14 berasal dari Kubu Raya sebanyak 225 orang, Kota Pontianak 73 orang, dan satu Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), sehingga totalnya sebanyak 299 orang.

Kloter 15 terdiri atas 235 jemaah calon haji dari Sambas, 80 orang dari Kota Pontianak, 85 orang dari Sanggau, 44 orang dari Sekadau, dan satu TPHD.

Kloter 16 terdiri atas 75 jemaah calon haji dari Singkawang, 101 orang dari Sintang, 76 orang dari Melawi, 93 orang dari Kota Pontianak, 95 orang dari Kapuas Hulu, dan satu TPHD. Kloter 17 terdiri atas 134 jemaah calon haji dari Kabupaten Pontianak, 185 orang dari Ketapang, 55 orang dari Kayong Utara, 70 orang dari Kota Pontianak, dan satu TPHD.

Kloter 18 terdiri atas 46 jemaah calon haji dari Bengkayang, 39 orang dari Landak, dan 140 orang dari Kota Pontianak, serta satu TPHD.(Ant)
 

Dibaca : 68 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1005

Wagub Jatim: Biro Haji Umrah Bohong itu Ndeso

Penulis :
05 November 2013

Surabaya(Sinhat)– Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf menegaskan bahwa biro haji dan umrah yang berbohong itu “ndeso” (terbelakang) karena biro haji dan umrah pun tetap bisa untung tanpa berbohong.

“Minat masyarakat kita untuk haji dan umrah itu luar biasa, karena indikator orang naik haji itu bukan uang, tapi niat, bahkan kebanyakan orang pergi haji itu dengan menabung, meski ada juga yang mendapat rejeki nomplok,” katanya di Surabaya, Senin.

Saat membuka “Haji Umrah Exhibition 2013″ yang diprakarsai Majalah AULA terbitan NU Jatim dan diikuti 30 peserta itu, ia menjelaskan membeludaknya orang Indonesia naik haji itu harus diikuti dengan perbaikan kuota oleh pemerintah Arab Saudi dan pelayanan oleh travel haji-umrah.

“Kalau pemerintah Arab Saudi tidak mengubah rumus kuota haji setiap negara, maka antrean haji di Indonesia bisa mencapai 15-20 tahun,” katanya dalam acara yang dihadiri Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar dan Kabid Penyelenggara Haji Kemenag Jatim Drs H Asyhuri itu.

Menurut dia, perubahan juga harus dilakukan pemilik biro atau travel haji dan umrah. “Travel haji dan umrah harus memperbaiki diri dengan pelayanan yang maksimal dan tidak berbohong. Acara ini penting untuk panggung para travel, tapi saya minta yang bener, jangan nipu,” katanya.

Bahkan, kata Wagub Jatim yang akrab disapa Gus Ipul itu, maskapai penerbangan Garuda pun membuka rute Surabaya-Mekkah mulai bulan November 2013. “Kalau sukses pun akan membuka rute Surabaya-Madinah, bahkan rute yang dibuka bisa lebih dari sekali dalam sehari,” katanya.

Oleh karena itu, bila ada biro haji dan umrah yang sering dikomplain orang karena menipu atau berbohong, maka biro seperti itu tidak akan bertahan lama. “Saya mendukung pameran Majalah Aula ini setiap tahun agar masyarakat menjadi cerdas dalam memilih biro haji-umrah,” katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Panitia Hj Sri Ummu Habibah, tujuan pameran yang diselenggarakan untuk kedua kalinya itu untuk memperkenalkan travel-travel penyelenggara haji dan umrah yang sah dan dapat dipercaya.

“Semua travel yang ikut dalam pameran ini adalah travel yang memiliki izin resmi dari pemerintah. Jadi, orang tidak perlu ragu untuk memilih mana travel yang dapat dipercaya atau tidak dengan mendatangi pameran ini di Plasa Surabaya pada 4-10 November itu,” katanya.

Didampingi koordinator humas panitia M Subhan, ia menjelaskan pameran kali ini diikuti 30 peserta yang meliputi 23 travel haji dan umrah serta tujuh perusahaan terkait haji-umrah (bank syariah, aksesoris, kosmetik, motivator, dan sebagainya).

“Kegiatan pendukung pameran di Golden Hall dan satu hall lain adalah muslim make up, live streaming dari Makkah, motivator kiat hidup tanpa masalah, talk show bank syariah, talk show tentang narkoba dari inabah, tausiyah kiai, motivasi manajemen dosa, tips hijab dan make up pesta, talk show haji dan umrah, dan sebagainya.” katanya.(Ant)

Dibaca : 119 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1004

Imam Masjidil Haram Pimpin Shalat Gerhana

Penulis :
05 November 2013

Makkah (Sinhat)–Imam Masjidil Haram Sheikh Khaalid al Ghamdi sempat terbata-bata saat memimpin shalat gerhana matahari, Ahad sore waktu setempat.

“Imam seringkali menangis,” ujar Johan Salam, jemaah haji asal Indonesia yang mengikuti shalat gerhana di Masjidil Haram, Makkah, sekitar pukul 16.30 waktu setempat.

Pada shalat dua rakaat tersebut imam membacakan Surat Yasin dan Al Hujurat.

Menurut Johan, banyak jemaah yang tidak mengetahui bahwa akan dilaksanakan shalat gerhana matahari karena tidak diumumkan.

“Tidak ada persiapan atau kabar apapun sebelumnya. Tiba-tiba ada panggilan sholat tiga kali, dan yang ketiga disebutkan shalat gerhana,” katanya.

“Orang Iran di sebelah saya bertanya tanya shalat apa,” tambah Johan, jemaah haji asal Jakarta itu.

Ia memaparkan, pada saat shalat dilaksanakan, tampaknya bulan tepat menutup matahari sehingga suasana di sekitar masjid menjadi gelap.

“Pikiran saya waktu itu, bulan mulai menutup matahari karena tempat saya sholat di lantai tiga yang langsung terkena sinar matahari, tiba-tiba gelap,” katanya.

Menurut laman timeanddate.com, gerhana mahatari total dapat dilihat di Gulu, Uganda, namun yang parsial dapat dilihat di beberapa tempat termasuk Makkah di Arab Saudi.

Dari Madinah, Media Center Haji Madinah melaporkan bahwa Masjid Nabawi juga menyelenggarakan shalat gerhana. (MCH/Ant)

Dibaca : 1488 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/1003

Mayoritas Jamaah Haji Asal Jatim Dari Kalangan Biasa

Penulis :
03 November 2013

Surabaya (Sinhat)–Mayoritasjamaah  haji asal Jawa Timur dari kalangan biasa, seperti petani, ibu rumah tangga, PNS, pelajar, pedagang, swasta, anggota TNI/Polri, dan lainnya.

“Mungkin yang bisa dianggap dari kelompok kaya adalah kalangan BUMN, tapi jumlahnya hanya 1,13 persen,” kata Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya HM Asyhuri kepada Antara di Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan haji asal Jatim tahun 2013 berjumlah 28.448 orang yang meliputi swasta sebanyak 9.060 orang atau 31,85 persen, lalu ibu rumah tangga yang mencapai 5.390 orang atau 18,95 persen.

Selanjutnya, petani sebanyak 5.118 orang atau 17,99 persen, PNS sebanyak 4.685 orang (16,47 persen), pedagang 2.231 orang (7,84 persen), dan pelajar 519 orang (1,82 persen).

Dari kalangan TNI/Polri mencapai 304 orang atau 1,07 persen dan kelompok lain-lain sebanyak 820 orang atau 2,88 persen. “Satu lagi dari kalangan BUMN sebanyak 321 orang atau 1,13 persen,” katanya.

Menurut dia, data haji di Jatim dari tahun ke tahun juga menunjukkan data yang hampir sama dengan dominasi kalangan swasta, petani, PNS, ibu rumah tangga, dan pedagang.

“Kalangan swasta itu bisa nelayan, tukang becak, dan sejenisnya, sedangkan pedagang juga umumnya pedagang kecil di pasar, pracangan (pedagang kelontong). Jadi, 90 persen lebih orang tak mampu,” katanya.

Namun, katanya, jika kalangan swasta dianggap mampu dan ditambah dengan kalangan BUMN, maka jumlahnya pun mencapai 9.381 orang atau 32,98 persen.

“Artinya, haji Jatim berasal dari kalangan yang tidak mampu masih berjumlah 67,02 persen orang atau hampir 70 persen, padahal kalangan swasta umumnya juga bukan swasta kelas atas,” katanya.

Ia mencontohkan di Jawa Timur pada musim haji 2013 ada tukang becak, juru parkir, pemulung, pedagang rongsokan, loper koran, dan kalangan miskin lainnya yang menunaikan ibadah haji.

“Mereka bisa menunaikan ibadah haji dengan berbagai cara, seperti menabung selama 10-20 tahun, bahkan tukang becak itu menabung selama 26 tahun atau pemulung yang menabung hampir 20 tahun,” katanya. (Ant)

Dibaca : 9 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/999

Ika Ibu yang Melahirkan di Makkah Mohon Maaf

Penulis :
03 November 2013

Makkah (Sinhat)–Ika binti Abdurrozak (43), yang terpaksa melahirkan di pemondokan haji Indonesia di Sektor 6 Makkah, pekan lalu, meminta maaf karena telah mengecewakan banyak pihak.

“Mohon maaf, mungkin saya sudah mengecewakan semua petugas, saya sudah merepotkan,” ujar Ika saat dijenguk di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu siang (2/11) waktu setempat.

Hal yang membuat ibu empat anak itu tidak “enak hati” adalah, dia hanya ingin melaksanakan ibadah haji bukannya ingin melahirkan di Tanah Suci.

“Terima kasih kepada dokter dan pengurus … Saya hanya ingin ibadah, bukan ingin melahirkan di Arab,” kata perempuan yang sudah memiliki cucu itu. Bayi mungilnya yang lahir di Tanah Suci itu perempuan, diberi nama Makkiyah Marwah.

Sebelum melahirkan Makkiyah, Ika dan suaminya, Jaman Bin Mismin (50), sudah dikaruniai tiga anak, masing-masing berusia 28, 24, dan 22 tahun.

Meski sudah lama tidak mengandung dan melahirkan, Ika mengaku selama hamil hingga melahirkan Makkiyah tidak ada keluhan berarti. “Kondisi dari hamil sampai melahirkan tidak ada keluhan, sehat,” katanya.

Meski demikian, dia memastikan tidak akan mengijinkan anaknya pergi haji dalam keadaan hamil, karena ibadah haji cukup melelahkan dan membutuhkan fisik yang kuat.

“Ibadah haji itu capek. Saya kira tempat-tempatnya berdekatan, ternyata cukup jauh dan melelahkan. Kalau anak saya hamil mau pergi haji tidak akan saya ijinkan,” katanya.

Saat ditanya siapa yang memberi nama Makkiyah Marwah pada bayinya, Ika mengaku dialah yang memilih nama itu.

“Saat istirahat di Marwah usai sai, saya berpikir akan memberi nama anak saya Siti Marwah, ternyata lahirnya di Makkah jadi sekalian dinamai Makkiyah Marwah,” katanya.(MCH/Ant)

Dibaca : 10 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/998

47 Orang Jamaah Sakit Belum Laik Terbang Untuk Dipulangkan

Penulis :
03 November 2013

Makkah (Sinhat)– Sebanyak 47 orang jamaah haji Indonesia masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi dalam keadaan belum laik untuk diterbangkan ke tanah air.

“Kondisi pada Jumat (1/11) malam, di rumah sakit masih 47 jemaah dalam kondisi belum layak terbang, belum layak keluar, masih memakai ventilator, oksigen,” kata dokter Subagyo Sunarto, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah saat ditemui di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, Sabtu.

Ia merinci sebanyak 19 jemaah dirawat di RS Az Zahir, lima di RS Hera, 10 di RS King Faisal, empat di RS King Abdullah dan sembilan di RS An Nur.

Sebagian dari mereka, kata Subagyo, sudah ditinggalkan kloternya kembali ke Tanah Air, namun sebagian lagi adalah jemaah gelombang dua yang kloternya masih berada di Arab Saudi.

“Kewajiban kami untuk mentanazul-akhirkan (memulangkan mundur dari jadwal semula),” kata Subagyo. Ia mengatakan BPHI Makkah akan bekerja hingga 9 November, dan petugasnya akan pulang ke Indonesia pada 11 November.

“Kalo sampai tanggal 11 November masih ada jemaah yang belum sadar akan dibiarkan di sini (Makkah) sampai sadar. Ada tim advance yang akan sweeping ke rumah-rumah sakit,” katanya.

Menurut dia, jadwal pemulangan jemaah dari Madinah masih akan berlangsung hingga 20 November, sehingga jika masih memungkinkan jemaah tersebut diikutkan ke kloter-kloter itu. Namun jika hingga jadwal pemulangan habis jemaah sakit belum dapat dipulangkan, maka akan ada petugas yang mengantarnya pulang.

“Tim advance akan sebarkan ke Konsul Jenderal data jemaah terakhir di Makkah. Kalau sampai terakhir, 23 November (jadwal pulang tim advance) belum bisa pulang, akan disampaikan ke Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, beliau yang akan mengatur pemulangannya,” katanya.

Akan ada petugas yang mengantar pulang sampai kampung halaman jemaah bersangkutan, dan bagi jemaahnya sudah disiapkan baju untuk pulang sehingga barang-barangnya bisa dipulangkan terlebih dahulu.

Sementara jemaah yang dirawat di BPHI, kata Subagyo, ada 18 orang. Tiga di antaranya perlu menunggu kondisinya membaik, sedangkan sisanya sudah layak untuk terbang dan jalan.

“Yang layak terbang akan diantar ke Jeddah untuk pemulangan ke Tanah Air sedangkan yang lain jalan ke Madinah, disesuaikan dengan kondisi kloternya (apakah harus pulang atau menjalani shalat Arbain di Madinah),” jelasnya.

Hingga Sabtu sore pukul 16.29 waktu setempat, jemaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 213 orang dengan rincian di delapan di Arafah, tiga di Jeddah, 18 di Madinah, 172 di Makkah, 11 di Mina, dan satu di Muzdalifah.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 14 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/997

Jamaah Disediakan Plaza dan Ruang Tunggu Baru di Bandara AMAA Madinah

Penulis :
03 November 2013

Madinah (Sinhat)–Otoritas Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah telah menyiapkan ‘hadiah’ untuk jamaah Indonesia.

Iya, tahun ini jamaah Indonesia tidak lagi perlu menunggu persiapan pesawat pemulangan ke tanah air di dalam bus. Otoritas bandara telah menyiapkan plaza atau ruang tunggu baru yang akan digunakan jamaah asal Indonesia.

“Tahun ini ada perbaikan layanan di Bandara Madinah, jika tahun sebelumnya tidak ada tempat untuk jamaah istirahat ketika turun dari bus sambil menunggu kesiapan gate imigrasi, alhamdulillah saat ini sudah dibangun dan dioperasikan plaza yang cukup luas,” kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Akhmad Jauhari.

Ini dikatakan Akhmad Jauhari saat memantau kesiapan persiapan kepulangan jamaah Indonesia di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Sabtu (2/11/2013).

Plaza atau ruang tunggu itu bisa menampung ratusan jamaah hingga delapan penerbangan.”Diharapkan dengan adanya plaza ini, jamaah bisa istirahat dengan baik,” tuturnya.

Pria yang sudah menjabat sebagai Kadaker Madinah sejak 2009 lalu itu memastikan, ada jadwal 100 penerbangan untuk memulangan jamaah melalui Bandara Madinah. “Mereka tergabung dalam 101 Kloter,” paparnya.

Pemulangan perdana di Bandara Madinah pada 4 November pukul 00.20 WAS yakni jamaah dari JKS 33 yang menggunakan Saudi Arabia Airline. (MCH/Okezone)

Dibaca : 86 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/996

95 Persen Jamaah Haji Kutai Timur Terserang Flu

Penulis :
02 November 2013

Kutai Timur (Sinhat)–Jamaah haji asal Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang berjumlah 134 orang, dan saat ini berada di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan 95 persen terserang penyakit influenza.

“Jamaah haji Kutai Timur lebih dari 95 persen terkena flu dan terjadi infeksi berulang-ulang,” demikian dr Nirmasari Idha Wijaya, salah seorang tenaga medis dan jamaah Kutai Timur, melalui pesan singkatnya kepada  Antara News, Sabtu.

Ia mengemukakan, influenza itu menyerang jemaah secara bergantian, dan kalaupun sembuh dapat terserang kembali.

Nirmalasari, yang juga Ketua Divisi Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kutai Timur, dari Masjid Nabawi melaporkan bahwa banyak jamaah Kutai Timur terkena influenza, namun semuanya saat ini berada Madinah untuk tetap melaksanakan ibadah

“Kami di Madinah selama 10 hari untuk melaksanakan Sholat Arbain dan ziarah ke beberapa tempat, seperti makam Rasulullah, Masjid Qiblatain, Masjid Quba dan Jabbal Uhud,” catatnya.

Ia menimpali, “Insya Allah pada minggu pagi akan menuju Bandara King Abdul Azis di Jeddah, dan hari Selasa terbang kembali ke Indonesia. Insya Allah hari Selasa sudah sampai di Sangatta. Kami mohon doa untuk keselamatan kami, agar menjadi haji mabrur.”

Kepala kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, H. Fahmi Rasyad, beberapa waktu lalu mengemukak an bahwa secara umum semua jamaah haji dari wilayahnyadalam kondisi sehat walafiat.

”Kalaupun ada yang terkena influenza akibat perubahan cuaca, dan semuanya bisa diatasi dan ditangani oleh tim kesehatan yang dikirim, ”katanya.(Ant)

Dibaca : 45 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/995

Barang yang Tertinggal Sudah Diterima Jamaahnya

Penulis :
02 November 2013


Madinah (Sinhat)–Ketelitian Ketua Rombongan (karom) dan Ketua Regu (karu) untuk mengawasi ‘pasukkannya’ dan barang milik jamaah memang harus lebih intens. Jika tidak, sejumlah barang milik jamaah bisa terselip.

Inilah yang terjadi saat kedatangan jamaah asal Solo (SOC) 42 pada 28 Oktober dan Surabaya (SUB) 34 pada 27 Oktober di Madinah. Akibatnya, 16 tas terselip dan kembali ke Makkah.

Ketua Seksi Pengamanan Daker Madinah, Maskat, mengatakan, 16 tas yang terselip tersebut terdiri dari empat tas koper dan 12 tas jinjing.

“Optimalisasi kinerja struktuk kloter harus ditingkatkan, karena kloter bersifat pengawasan. Di setiap bus terdiri dari satu orang karom dan empat karu,” kata Maskat di Daerah Kerja Madinah.

Seharusnya, kelima ketua tersebut bisa melakukan sinergi, sehingga kejadian tersebut bisa dihindarkan. “Karom dan Karu ke depan bisa memastikan seluruh kelengkapannya, ketika mau evakuasi sampai tujuan harus terus melakukan cek and ricek,” paparnya.

Meski demikian, Maskat memastikan seluruh barang sudah dikembalikan kepada jamaah. “Semua sudah dikembalikan dengan utuh,” tandasnya. (MCH/Okezone)

Dibaca : 45 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/994

Pasca Armina, Jamaah Masih Semangat Laksanakan Arbain

Penulis :
02 November 2013

Madinah (Sinhat)–Jamaah Indonesia masih semangat untuk melakukan salat Arbain atau 40 waktu di Masjid Nabawi. Ini terlihat dari banyaknya jamaah Indonesia yang memenuhi Masjid Nabawi.

Pantauan Media Center Haji (MCH), jamaah Indonesia bergabung dengan jamaah lainnya saat melakukan salat Jumat, Ashar, Maghrib, dan Isya. Mereka salat tersebar tidak hanya di dalam masjid, namun juga di pelataran Masjid Nabawi.

Antusias mereka terlihat saat salat belum dimulai, jamaah sudah berkumpul di pelataran masjid. Sebagaian dari mereka langsung memilih untuk melakukan salat sunah, sebagian lainnya sibuk membaca Alquran.

Iros, salah seorang jamaah asal JKS 36, mengatakan dirinya dan teman satu kloternya masih semangat untuk mengikuti salat Arbain.

“Masih semangat mas, ini baru selesai salat isya bersama teman-teman. Minta doanya biar bisa terlaksana Arbainnya,” tutur wanita berusia sekira 50 tahun tersebut. (MCH/Okezone)

Dibaca : 264 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/993

35 Ribu Lebih Jamaah Berada di Madinah

Penulis :
01 November 2013

Madinah (Sinhat)–Puluhan ribu jamaah asal Indonesia memadati Madinah. Mereka akan melaksanakan ibadah salat arbain atau 40 waktu di Masjid Nabawi sebelum meninggalkan tanah suci.

Kepala Seksi Perumahan Madinah, M Budi Santosa, menjelaskan, hingga 31 Oktober jumlah jamaah yang tiba di Madinah mencapai 35.300 jamaah yang tergabung dalam 87 kelompok terbang (kloter).

“Ada 6.178 jamaah yang tergabung dalam 15 kloter tiba mulai 30 Oktober malam pukul 22.30 WAS hingga 31 Oktober pukul 17.50 WAS,” kata Budi Santosa kepada MCH.

Jumlah tersebut masih masih 45 persen dari total jamaah yang akan didatangkan ke Madinah. “Totalnya mencapai 78 ribu jamaah,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah jamaah yang meninggal dunia hingga 31 Oktober pukul 23.29 WAS tercatat 205 jamaah. Sedangkan jamaah yang menjalani rawat jalan sebanyak 5.435 dan jamaah menjalani rawat inap sebanyak 1.728 orang.

Data dari Siskohatkes, jumlah jamaah meninggal terbanyak di Makkah dengan 166 orang, Madinah sebanyak 16 orang, Mina 11 jamaah, Arafah sebanyak 8 orang, Jeddah sebanyak 3 orang, dan Muszdalifah 1 orang. (MCH/Okezone)

Dibaca : 33 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/992

Dinkes Kota Madinah Gunakan Alat Canggih untuk Deteksi Katering Jamaah Haji

Penulis :
01 November 2013

Madinah (Sinhat)– Kepala Dinas Kesehatan Lingkungan Kota Madinah Moh Abdullah Sulaihim mengaku, pemerintah kota telah mengeluarkan dana besar untuk mendeteksi katering jamaah haji.

Ini dilakukan agar pemilik katering di Kota Madinah menyediakan makanan yang berkualitas kepada jamaah. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dikeluarkan bisa sampai puluhan ribu riyal atau ratusan juta rupiah.

“Satu tim dilengkapi satu set alat yang harganya 40.000 riyal (sekira Rp120 juta) dan ada beberapa tim yang melakukan pengecekan secara acak ke sejumlah perusahaan katering,” kata Moh Abdullah Sulaihim saat bertandang ke Kantor Urusan Haji Indonesia di Madinah.

Dia menjelaskan, alat tersebut bisa mengukur kandungan kalori, protein, lemak, kadar garam, dan suhu serta bisa mengukur berapa lama lagi masakan yang dihasilkan katering itu akan basi.

“Suhu makanan minimal 70 derajat celcius sehingga mampu tetap segar sampai beberapa jam setelah makanan diterima jamaah haji,” tuturnya.

Untuk melakukan pemantauan, setidaknya ada 108 petugas yang diterjunkan untuk memantau lokasi katering. Mereka terdiri dari berbagai keahlian seperti dokter, ahli gizi, ahli kimia, ahli masak, dan ahli peralatan elektonik.

“Pengawasan dilakukan setiap bulan, namun khusus musim haji pengawasan dilakukan setiap hari dan secara acak atau random,” kata Abdullah dengan menggunakan bahasa Arab.

Tidak hanya itu, untuk menjaga higenitas makanan maka pemeriksaan juga dilakukan terhadap karyawan katering tersebut. “Ada ukuran standar lokasi tempat masaknya pemilik katering, seperti luas ruangan minimal 1.000 meter persegi. Ini dilakukan agar terjadi sirkulasi udara serta memudahkan pergerakan karyawan,” paparnya.

Jika dalam inspeksi tersebut terjadi pelanggaran, Dinas Kesehatan Lingkungan mempunyai kewenangan untuk memberi peringatan hingga pencabutan izin katering tersebut. (MCH/Okezone)

Dibaca : 60 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/991

Barang Bawaan Jamaah Gelombang Dua Mulai Tertib

Penulis :
01 November 2013

Madinah (Sinhat)–Kelompok terbang (Kloter) pertama dari gelombang Dua mulai memersiapkan diri untuk melakukan perjalanan kembali ke tanah air.

Pada Kamis (31/10) sore, jamaah asal Banjarmasin (BDJ), Lombok (LOP), dan Balikpapan (BPN) melakukan timbang koper. Sesuai dengan ketentuan maskapai penerbangan, berat koper ukuran besar maksimal 32 kilogram.

Pantauan MCH, di pemondokkan tiga kloter tersebut, sebagian besar koper besar milik jamaah tidak melebihi kapasitas tersebut. Walaupun ada, jumlahnya masih dalam hitungan belasan koper.

“Asalkan tidak ada air zamzam di dalamnya dan masih dalam batas wajar total, maka kasus itu tidak terlalu bermasalah,” kata Indra Nur Alamsyah, petugas penimbang tas jamaah.

Pria yang ditugaskan kargo atas kerja sama maskapai penerbangan mengatakan, sebagian besar jamaah memiliki berat tas di bawah 30 kilogram.

“Ada satu jamaah di LOP yang memiliki berat 35 kilogram, kita lakukan cara persuasif agar dia bisa mengurangi berat kopernya dan dia akhirnya mau mengerti,” tuturnya.

Sekadar diketahui jumlah jamaah kloter BDJ sebanyak 325 orang, kloter LOP sebanyak 325 orang, dan BPN ada 360 jamaah. Sedangkan keberangkatan kloter awal gelombang dua di Jeddah pada 4 November. (MCH/Okezone)

Dibaca : 57 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/990

Seorang Jamaah Haji Kulonprogo Wafat di Pesawat

Penulis :
31 Oktober 2013

Kulonprogo (Sinhat)–Seorang jamaah haji asal Kulonprogo wafat dalam pesawat saat perjalanan pulang dari Jeddah ke Indonesia, Kamis (31/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Rasi, 80, Warga Pedukuhan III, Desa Krembangan, Kecamatan Panjatan, meninggal karena sakit.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kulonprogo, Edhi Gunawan, menuturkan, sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, Rasi sudah mengalami pembengkakan paru-paru dan membawa obat dokter.

Saat di Mekkah, Rasi sempat dirawat di rumah sakit, tetapi saat pulang sudah sehat. “Saat di pesawat justru beliau wafat,” tukasnya.

Ia memperkirakan, jenazah akan tiba di rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB.

Terkait izin keberangkatan untuk calon haji yang sakit, Edhi menuturkan, yang bersangkutan memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji dan dokter juga memberikan rekomendasi.(solopos)

Dibaca : 111 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/987

Garuda Ubah Delapan Jadwal Pemulangan Jamaah

Penulis :
31 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)– Garuda Indonesia mengubah delapan jadwal pemulangan jamaah dari Jeddah menuju sejumlah dembarkasi.

Jadwalkan yang diubah yakni debarkasi Lombok (LOP) 003 dan 004; Jakarta Pondok Gede (JKG) 009 dan 018; Solo (SOC) 032 dan 071; Banjarmasin (BDJ) 003; dan Medan (MES) 011.

Berikut perubahan jadwal yang diterima Sekretariat Makkah yang dikirimkan oleh Senior Manager Hajj Policy and Planning Garuda Indonesia, Sofyan Anwar:

Debarkasi LOP 003 yang sebelumnya berangkat dari Jeddah pada 23 Oktober pukul 17.13 diubah menjadi 23 Oktober pukul 15.08 Waktu Arab Saudi (WAS) dengan nomor penerbangan GA 5203.

Sedangkan LOP 004 yang seharusnya berangkat pada 24 Oktober pukul 20.15 diubah menjadi 24 Oktober pukul 19.08 WAS nomor penerbangan GA 5204.

Debarkasi JKG 009 dijadwalkan berangkat pada 26 Oktober pukul 21.15 WAS menjadi 27 Oktober pukul 04.20 WAS dengan nomor penerbangan GA7405 WAS. Sementara JKG 018 yang dijadwalkan berangkat pada 2 November pukul 05.20 WAS menjadi 2 November pukul 06.20 WAS.

Debarkasi berikutnya yaitu SOC 032 yang dijadwalkan pemulangan 1 November pukul 22.39 WAS menjadi 1 November 03.10 WAS. Dan SOC 071 dijadwalkan 18 November pukul 21.13 WAS menjadi 18 November pukul 20.10 WAS.

Jadwal debarkasi BDJ 003 yang sebelumnya 1 November pukul 19.30 WAS menjadi 1 November 23.40 WAS. Terakhir debarkasi MES 011 diberangkatkan 2 November pukul 02.10 WAS menjadi 2 November 06.20 WAS. (MCH/Okezone)

Dibaca : 151 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/986

Jamaah Haji Lombok Barat dan Utara Tiba Dini Hari

Penulis :
31 Oktober 2013

Praya (Sinhat)–Pesawat Garuda yang membawa 325 jamaah haji asal kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Rabu (30/10) dini hari dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi. Ke 325 jamaah haji ini  tergabung dalam kloter 7 embarkasi Lombok.

Menurut Kakanwil Kemenag  NTB Usman, secara umum proses pemulangan jamaah debarkasi Lombok berjalan lancar, sampai saat ini kloter ke 7 seluruh jamaah tiba di tanah air dengan selamat. “Kecuali dua orang menetap atau wafat di Arab Saudi,” kata  Usman.

Ia mengatakan, setelah tiba di bandara internasional Lombok para jamaah haji  langsung di bawa menuju asrama haji di Kota Mataram guna dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan administasi lainnya. Selanjutnya jamaah akan di kirim menggunakan bus ke pendopo Kabupaten masing-masing di Lombok Barat dan Utara.

Mengenai kondisi kesehatan para jemaah haji,  Kabid PHU NTB  Ma’ad Umar  mengatakan, rata-rata kondisi kesehatan para jemaah haji secara umum sehat wal afiat. Meski demikian, ada satu dua orang diantaranya yang mengalami gangguan kesehatan karena faktor usia.

Ma’ad Umar mengatakan, pada musim haji tahun 1434/2013 ini setelah pemotongan kuota 20 persen, NTB memberangkatan 3.594 orang. “Jamaah rata-rata berusia diatas 50 tahun,” ujarnya.(Rep)

Dibaca : 50 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/985

Jamaah Haji Kloter Pertama Banjarmasin Tiba

Penulis :
31 Oktober 2013

Banjarbaru(Sinhat)–Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tiba di Bandara Syamsudin Noor, Rabu (30/10) malam.

Pesawat pengangkut jamaah gabungan dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mendarat di bandara sekitar pukul 19.10 Wita.

Kedatangan jamaah kloter perdana yang berjumlah 322 orang disambut Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor dan Bupati Kabupaten HSU Abdul Wahid.

Penyambutan jamaah dilakukan wakil gubernur yang juga didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kalsel Abdul Halim H Ahmad di atas pesawat yang berangkat dari Jedah.

“Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh jamaah kloter pertama dan patut disyukuri karena seluruh jamaah dalam kondisi sehat,” ucap wagub melalui alat pengeras suara di kabin pesawat.

Orang nomor dua di lingkungan Pemprov Kalsel itu juga mendoakan agar seluruh jamaah mendapat haji mabrur setelah mengikuti rangkaian ibadah haji di tanah suci.

“Semoga seluruh jamaah menjadi haji mabrur dan menjalankan perilaku sesuai tuntunan agama setelah menunaikan ibadah haji,” ujar mantan wali kota Banjarbaru dua periode itu.

Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor juga menyampaikan ucapan yang sama kepada seluruh jamaah dan berharap jamaah mendapat ganjaran haji mabrur.

“Pesan saya, jamaah bisa menjaga kesehatan setelah kembali ke rumah karena perjalanan jauh dan banyak tamu berdatangan mengucapkan selamat,” pesan wali kota.

Bupati HSU Abdul Wahid berpesan kepada jamaah dari kabupaten itu agar turut berperan dalam membangun daerah sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera dan religius.

“Harapan kami, jamaah haji dapat memberikan kontribusi membangun daerah terutama di bidang keagamaan sehingga lingkungan masyarakat menjadi religius,” katanya.(Ant)
 

Dibaca : 65 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/984

Bagasi Bus Tak Muat Karena Jamaah Kurang Disiplin

Penulis :
31 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)–Munculnya peristiwa bagasi bus yang tidak muat untuk membawa koper jamaah haji Indonesia lebih disebabkan jamaah kurang disiplin mengatur barang bawaan sehingga kapasitas koper berlebihan serta adanya barang-barang lain yang tidak penting tetapi ikut dibawa.

“Jika jamaah disiplin, bahwa bagasi koper jamaah itu 32 kilogram dan untuk tas jinjing 7 kilogram, maka tidak ada kejadian bus tidak bisa memuat koper jamaah,” kata Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama Sri Ilham Lubis di Madinah, Rabu.

Sri Ilham mengaku, berbagai sosialisasi telah dilakukan baik di embarkasi maupun saat jamaah tiba di pondokan agar jamaah tidak membawa barang berlebih dan barang yang dilarang.

“Saat pemberangkatan jamaah telah menandatangani sejumlah ketentuan. Apabila membawa barang berlebih menjadi tanggungan jamaah itu sendiri, namun sulit juga kenyataannya, dan setiap tahun selalu terulang kelebihan bawaan jamaah ini,” paparnya.

Sebelumnya, jamaah asal Kloter 8 Palembang yang akan bergerak dari Mekkah ke Madinah, mengaku dimintai uang untuk menyewa kendaraan tambahan berupa truk oleh pihak maktab dengan alasan kendaraan tambahan tersebut diperlukan untuk mengangkut barang bawaan jamaah.

Ketua Kloter 8 Palembang Syarif Husain mengatakan, untuk memenuhi permintaan itu akhirnya mengumpulkan uang lima riyal setiap jamaah. Namun ternyata harga sewa truk tidak sebesar yang diminta Maktab sehingga jamaah akhirnya mendapat pengembalian dua riyal per jamaah.

Ternyata, sambung Syarif, kejadian pungutan tambahan itu bukan hanya dialami kloter yang ia pimpin tapi juga oleh kloter lain. Salah satu rekannya yang juga menjadi pemimpin kloter menelepon padanya mengenai praktik tersebut.

“Pihak maktab malah meminta tambahan biaya transportasi sebesar 7 riyal per jamaah. Nah, untuk kejadian yang menimpa kami, saya sudah buatkan kronologi kejadian dan sudah diserahkan kepada petugas sektor,” ujarnya.

Terkait kasus itu, Sri menegaskan, sudah ada larangan tegas menyewa kendaraan lain untuk mengangkut barang jamaah, apalagi mengumpulkan uang dengan dikoordinir maktab. “Ini tidak dibenarkan dan bisa dimanfaatkan pihak luar,” kata Sri Ilham Lubis di Media Centre Haji Madinah.

Dia juga menambahkan, menyewa mobil tambahan untuk mengangkut barang bawaan jamaah dinilai tidak mendidik, padahal kita ingin jamaah disiplin mengatur barang bawaan.

“Kalau berlebihan juga silahkan, asalkan ada barang yang dikirimkan dulu ke tanah air melalui jasa kargo sehingga barang bawaan selama ibadah tetap sesuai ketentuan,” katanya. (MCH/Ant)
 

Dibaca : 974 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/983

Delay Penerbangan Haji karena Non Teknis

Penulis :
30 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)– Garuda Indonesia mencatat angka keterlambatan pemulangan pesawat jamaah haji mengalami penurunan. Hingga hari ini tercatat dari 71 penerbangan hanya 17 yang delay. Penundaan itu pun rata-rata hanya sekitar 1 jam 54 menit.

“1 Penerbangan karena teknis dan 16 penundaan lainnya karena non teknis, seperti bus transport di airport, refulling bahan bakar, kemacetan di airport dan lainnya,” kata General Manager Garuda Indonesia Fikdanel Taufik di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (29/10/2013).

Kondisi airport haji berada di terminal east Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Seluruh jamaah haji dari seluruh dunia memang melalui bandara ini, bisa dibayangkan kepadatan lalu lintas penerbangannya.

“19 Flight mencatat before schedule. Kita juga minta dedicated gate kepada otoritas penerbangan di sini,” imbuhnya.

Sebenarnya jumlah jamaah haji ini sekarang ini cukup berkurang. Pemerintah Saudi memberlakukan pemotongan di setiap negara. Hal ini cukup mengurangi kepadatan.

“Hingga hari ini dari 89 ribu jamaah haji yang terbang dengan Garuda, 27 ribu sudah terbang pulang. Jadi sekitar 30 persen,” terang Taufik.

Penerbangan pemulangan jamaah haji reguler ini akan dilakukan hingga 20 November mendatang.(MCH/Detik)

Dibaca : 98 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/982

Nikmatnya Susu Segar Unta Hudaibiyah

Penulis :
30 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–”Rasanya enak dan segar, seperti susu sapi. Saya suka,” komentar Siti, jamaah haji Embarkasi JKS usai menyeruput susu unta di peternakan unta di Hudaibiyah, Makkah. Susu segar unta banyak khasiatnya.

Ranch-ranch unta dan domba menghiasi sepanjang Jalan Jeddah Qadim, Hudaibiyah, Makkah. Peternakan itu berada di antara bukit pasir dan bebatuan cadas.

Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan berkunjung ke peternakan unta di Hudaibiyah pada Sabtu 28 Oktober 2013. Peternakan ini menjadi salah satu obyek wisata primadona yang dikunjungi jamaah haji beberapa negara, termasuk Indonesia.

Jamaah haji datang berbondong-bondong dengan bus-bus guna menikmati destinasi unik ini.

Unta-unta betina lahap menyantap rumput hijau segar di dalam kandang. Gerombolan unta sesekali meneguk air dan berlalu lalang di kandangnya. Aroma khas peternakan juga menyengat hidung.

Keberadaan hewan berbulu mata lentik itu menjadi obyek foto bagi pengunjung. Mereka berpose bersama unta-unta. Ada juga pengunjung yang terlihat berpose mengelus-elus tubuh hewan berpunuk itu.

Tidak hanya menikmati suasana peternakan unta, pengunjung bisa menikmati kesegaran susu perahnya.

Susu unta dijual dengan harga 5 riyal per botol.

“Susu unta menambah energi, rasanya juga enak,” kata Hasan seorang pengunjung.

Penjual susu unta, Umar, asal Sudan mengatakan susu unta banyak khasiatnya antara lain dapat menyembuhkan penyakit asma, dan alergi.

“Kita juga jual kencing unta. Rasanya pahit, harganya 20 riyal. Khasiatnya untuk menyembuhkan penyakit diabetes dan gatal-gatal,” kata Umar dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Puas menikmati kesegaran susu unta, jamaah haji yang telah mengenakan baju ihram itu selanjutnya bergerak ke Masjid Hudaibiyah untuk miqat umrah.(MCH/Detik)

Dibaca : 29 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/981

Pencetakan Alquran Madinah Produksi 30 Juta Eks Per Tahun

Penulis :
30 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)–Di Madinah, salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh jemaah haji ataupun umrah adalah Pusat Percetakan Alquran Madinah. Percetakan yang beroperasi sejak tahun 1984 itu kini mampu memproduksi Kitab Alquran hingga mencapai 30 juta eksemplar per tahun, dengan 26 jenis mushaf.

Selain mushaf, percetakan bernama resmi Majma’ Malik Fahd Lithiba’ah Mushhaf Syariif itu juga memproduksi rekaman tilawah dalam bentuk CD, program komputer, serta karya ilmiah yang terkait dengan Alquran dan ilmu Alquran.

Yang menarik, percetakan tersebut juga memproduksi Alquran dan terjemahan dalam 47 bahasa, dengan jumlah eksemplar yang tak bisa dibilang sedikit. Saat ini, Alquran dan terjemahan berbahasa Indonesia yang sudah tersebar mencapai 160 juta eksemplar (mencakup wilayah Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam).

Mereka juga memproduksi Alquran dan terjemahan berbahasa Mandar (Sulawesi Selatan) dengan sebaran mencapai 1 juta eksemplar.

Selain itu, ada juga terjemahan dalam bahasa Uighur (beredar di Senzhen dan Turkistan timur) sebanyak 7 juta eksemplar, bahasa Persia (Iran, Afghanistan, Tajikistan, dan sekitarnya) 75 juta eksemplar, bahasa Khazaki (Kazakhstan, Cina, Mongolia) 8 juta eksemplar, bahasa Turki (Turki, Bulgaria) 65 juta eksemplar, bahasa Korea (Korea Utara dan Selatan serta sebagian Cina dan Jepang) 60 juta eksemplar, bahasa Cina (Taiwan dan wilayah Cina daratan) 1 miliar eksemplar.

Percetakan itu pun telah mencetak Alquran dan terjemahan berbahasa Inggris sebanyak 1,9 miliar eksemplar (untuk disebarkan ke Inggris Raya, Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru), Jerman (323 juta eksemplar), Yunani (12 juta eksemplar), Bosnia (19 juta eksemplar), Prancis (359 juta eksemplar), Spanyol (618 juta eksemplar), Macedonia (3 juta eksemplar), Portugis (160 juta eksemplar), Rusia (455 juta eksemplar), bahasa Albania (6 juta eksemplar), bahasa Thai (74 juta eksemplar), bahasa Burma (42 juta eksemplar), bahasa Vietnam (60 juta eksemplar), dan bahasa Iran (1 juta eksemplar).

Tak hanya itu, percetakan Alquran pun mencetak Alquran dan terjemahan dalam bahasa yang digunakan oleh etnis tertentu di wilayah Asia Selatan. Beberapa di antaranya Alquran dengan terjemah berbahasa Sindhi (14 juta eksemplar), Kashmir (5 juta eksemplar), Urdu (126 juta eksemplar), Brahui (1 juta eksemplar), Malayalam (26 juta eksemplar), dan Pashto (19 juta eksemplar), dan Tamil (60 juta eksemplar).

Mereka pun mencetak Alquran dengan terjemahan menggunakan bahasa sejumlah etnis di Afrika, seperti Anku, Husa, Zulu, Urumiyah, dan Amhuriyah. (MCH/Pr)

Dibaca : 25 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/980

Jamaah yang Wafat di Tanah Suci 192 Orang

Penulis :
30 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)– Hingga hari ke-9 jadwal pemulangan jemaah haji Indonesia, tercatat sudah 192 jemaah wafat di Arab Saudi.

Menurut data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu bidang Kesehatan, Selasa, hingga pukul 18.04 waktu setempat (22.04 WIB) sudah 192 jemaah haji yang wafat.

Jumlah tersebut dengan rincian delapan di Arafah. Tiga di Jeddah, 16 di Madinah, 11 di Mina, satu di Muzdalifah dan 153 di Makkah.

Sementara itu, hingga saat ini total jemaah yang dirujuk ke RS Arab Saudi sebanyak 823 jemaah, sedangkan yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia 1.573 jemaah.

Adapun jemaah yang menjalani rawat jalan hingga saat ini tercatat sebanyak 5.266 jemaah.

Saat ini sebanyak 185 kloter dengan total 75.397 jamaah telah meninggalkan Makkah. Sebanyak 131 kloter menuju Jeddah untuk pulang ke Tanah Air dan 54 kloter ke Madinah untuk menjalani shalat Arbain selama delapan hari.
(MCH/Ant)

Dibaca : 25 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/979

Dirjen PHU: 90 Persen Jamaah Puas Terhadap Pondokan

Penulis :
30 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu  menyatakan, secara umum lebih dari 90 persen jamaah merasa puas dengan pemodokan yang diberikan. Hal itu diungkapkan Dirjen PHU di Jeddah, beberapa waktu lalu.

Jika ada ketidakpuasan dengan kondisi pemondokan, sebagian besar mereka memakluminya. “Namun, kami masih mendapati rumah-rumah di Makkah yang kurang layak huni,” ujarnya.

Tahun depan, rumah-rumah tersebut tidak akan lagi dimanfaatkan. Di samping itu, pemerintah sedang mengkaji kembali kriteria pemilihan pemondokan di Makkah.

Dengan keberhasilan menambah dan meningkatkan bis salawat, kriteria jarak pemondokan ke Masjidil Haram tidak lagi menjadi faktor terpenting dalam pemilihan pemondokan.

Anggito pun yakin dengan pemetaan pemondokan di Makkah serta situasi pasar pascapemotongan kuota 20 persen, tahun depan ongkos sewa pemondokan akan lebih rasional.

Pemerintah juga akan meningkatkan kualitas transportasi bagi para jamaah haji. Penggunaan bus-bus tua untuk mengangkut jamaah di Arab Saudi akan ditekan.

Hal ini sudah dimulai sejak musim haji tahun ini. Tak heran bila indeks kepuasan jamaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah soal transportasi meningkat dari 74 persen pada tahun lalu menjadi 83,14 persen tahun ini.

“Penggunaan bus-bus yang baru menjadi faktor utama yang menyebabkan tingkat kepuasan jamaah Indonesia meningkat,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari di Madinah.

Tahun lalu, menurut Jauhari, kinerja bidang transportasi merosot karena sekitar 30 persen pelayanan masih menggunakan bus tua dari perusahaan Abu Syarhad yang juga mempunyai kapasitas bagasi terbatas.

Menurutnya, pada pelayanan gelombang kedua masih ada penggunaan bus-bus tua yaitu untuk perjalanan dari pemondokan ke Bandara Amir Mohammad Abdul Aziz (AMMA). Sementara perjalanan dari pemondokan ke Bandara King Abdul Aziz (KIAA) Jeddah menggunakan bus-bus yang relatif baru.

Dalam pemulangan jamaah, otoritas AMMA akan menyiapkan bus pengangkut jamaah di depan hotel jamaah menginap delapan jam sebelum keberangkatan.

Ini dengan harapan empat jam sebelum penerbangan para jamaah sudah berada di bandara. Sedangkan, untuk jamaah yang dipulangkan melalui bandara KIAA Jeddah, bus sudah siap 17 jam sebelum keberangkatan.(MCH/Rep)
 

Dibaca : 653 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/978

Melayani Kesehatan Haji Harus Ikhlas

Penulis :
29 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Ada saja cerita yang dirasakan kaum muslimin–baik jemaah maupun petugas haji–saat berada di Tanah Suci Mekah. Salah satunya dialami Rokayah, yang bertugas sebagai dokter di kloter JKS14.

“Saat itu ada jemaah yang rewel karena sakit gigi, saya sempet ngedumel di dalam hati, ‘duh ini kenapa rewel banget sih’,” kata Rokayah mengenang peristiwa itu, Ahad (27/10).

Akhirnya Rokayah mengantar jemaah itu ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Setelah satu kali pengobatan, sakit gigi yang dialami jemaah itu sembuh. Namun, rasa sakit di rongga mulut itu kini dirasakan Rokayah.

“Padahal sebelum ke Arab Saudi saya sudah berobat gigi, karena kan di penerbangan itu tekanannya tinggi,” tutur dia.

Rokayah pun menyadari kesalahannya, yaitu sempet ‘ngedumel’ dalam hati ketika dirinya mendapat pasien sakit gigi. Seketika ia sadar dan beristigfar memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Kalau jemaah waktu itu cuma satu kali (berobat), saya sampai harus empat kali. Kalau melayani jemaah haji itu memang harus betul-betul ikhlas dan benar-benar bersabar rupanya. Apalagi di Tanah Suci ini apapun bisa terjadi.”(MCH/Metrotvnews)

Dibaca : 61 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/977

Jamaah Yang Melahirkan Sengaja Menyembunyikan Kehamilannya

Penulis :
29 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Jamaah haji yang melahirkan di pemondokan di Makkah, Ika binti Abdurrozak (43) sengaja menyembunyikan kehamilannya sejak awal.

“Sejak dari Tanah Air dia memang tahu bahwa hamil. Namun pada saat yang bersamaan dia tahu juga bahwa setiap orang yang hamil tidak boleh berangkat haji,” kata Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi dr. Fidiansjah di Mekkah, Minggu.

Dengan pertimbangan bahwa dia sudah mengantre selama empat tahun, kemudian ada pemotongan kuota 20 persen, maka sejak awal dia sudah menyiapkan segala macam cara untuk menyembunyikan
kehamilan itu.

Mulai dari tahap di Puskesmas, Ika tidak menyatakan kehamilannya dan kondisi itu didukung oleh hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif. “Negatif ini pada kehamilan yang sudah cukup bulan itu memang bisa terjadi karena dia sudah perkiraan pada saat pemeriksaan kehamilan di Puskesmas sudah hampir 4 bulan,” katanya.

Tekadnya semakin bulat untuk pergi haji setelah dokter kandungan yang memeriksanya memperkirakan kelahiran bayinya pada Desember.

Menurut Fidiansjah pada pemeriksaan kesehatan kedua Ika mengaku sedang menstruasi kepada dokter sehingga dokternya yakin dia tidak sedang mengandung.

“Dengan informasi tersebut, apalagi bagi orang yang mau pergi haji, tidak terpikir bahwa orang akan menipu dan membuat data-data yang tidak benar, maka dokter pun percaya sehingga lolos pada pemeriksaan tahap kedua di rumah sakit,” papar Fidiansjah.

Pada tahap embarkasi, Ika mengaku berusia 53 tahun karena mendapat informasi wanita di atas 50 tahun –karena dianggap sudah melewati usia subur– tidak diperiksa intensif sehingga ia pun lolos berangkat ke Arab Saudi.

Semua proses ibadah berjalan lancar dan tidak ada seorang pun yang curiga karena Ika selalu mengenakan kerudung longgar dan menutupi perutnya dengan tas hingga saat kelahiran bayi perempuan tersebut pada Sabtu (26/10), kata Fidiansjah.

“Sekarang sedang disiapkan Surat Pengganti Laksana Paspor (SPLP). Akte kelahiran sudah kami buatkan. Kemudian kesiapan bayi menurut penerbangan itu kalau sudah 7-10 hari,” demikian Fidiansjah(MCH/Rep)

Dibaca : 20 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/976

Seorang Jamaah Haji Wafat Setiba di Tanah Air

Penulis :
29 Oktober 2013

Batam(Sinhat)–Seorang haji asal Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau dari kelompok terbang tujuh Debarkasi Batam,  wafat setiba di Tanah Air setelah dirawat di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam sekitar 14 jam.

“Haji Suarlis Rusli meninggal Senin dini hari setelah kami rujuk ke RSBP,” kata Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Haji Debarkasi Batam Handarlin Umar di Batam, Senin.

Haji dengan nomor manifes 088 itu dirujuk ke RSBP setibanya di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (27/10) akibat menderita CHF.

Handarlin mengatakan, jenazah Suarlis Rusli segera dibawa di Tanjungpinang menumpang kapal cepat pada Senin pagi untuk dikembalikan ke keluarga.

Seluruh biaya pengobatan Suarlis Rusli di RSBP ditanggung oleh PPIH.Keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan polis senilai biaya perjalanan ibadah haji.

“Yang bersangkutan tetap mendapatkan asuransi, karena asuransi dihitung sejak jamaah ke luar rumah sampai tiba kembali ke rumah,” kata Handarlin.

“Dana asuransi yang diberikan sesuai dengan BPIH yang disetor, misalnya Rp32 juta, diberikan Rp32 juta,” kata dia.(Ant)

Dibaca : 15 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/975

Jamaah Haji Aceh Peroleh Dana Baitul Asyi

Penulis :
29 Oktober 2013

Banda Aceh(Sinhat)–Jemaah haji asal  Provinsi Aceh memperoleh pembagian dana “Baitul Asyi” di Mekkah, yangmasing-masing senilai 1.500 Riyal Arab Saudi atau berkisar Rp4,5 juta.

“Dana `Baitul Asyi` itu telah dibagikan  sejak jemaah tiba di Tanah Suci, dan masing-masing memperoleh 1.500 Rial Arab Saudi,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Ibnu Sakdan di Banda Aceh, Senin (28/10).

Ia menjelaskan, besarnya dana “Baitul Asyi” yang diterima para jemaah haji asal Aceh pada tahun pemberangkatan 2013 itu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tersebut dikarenakan dampak dari pengurangan jemaah.

Pada tahun sebelumnya, para jemaah haji asal Aceh memperoleh dana Baitul Asyi senilai 1.200 Riyal atau setara Rp3,6 juta.

“Karena adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang mengurangi kuota jamaah sehingga berdampak kompensasi dana Baitul Asyi yang harus diberikan kepada jemaah haji Aceh lebih besar pada tahun ini,” katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, sejarah Baitul Asyi itu berawal dari seorang warga Arab Saudi keturunan Aceh di Mekkah sempat membangun rumah di Tanah Suci. Kemudian rumah itu diwakafkan.

“Yang menarik adalah dokumen wakaf tersebut masih tersimpan utuh diMahkamah Syariah Arab Saudi. Dalam surat itu tertera agar rumah tersebut dapat dimanfaatkan bagi orang Aceh yang sedang menunaikan ibadah haji,” kata Ibnu Sakdan.

Selain jemaah haji, rumah yang diwakafkan keturunan Aceh itu juga dapat diperuntukkan bagi mahasiswa asal Serambi Mekah yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi, katanya menambahkan.

Namun, Ibnu Sakdan menjelaskan dalam perjalanannya saat perluasan Masjidil Haram maka rumah tersebut terkena dampak dan Pemerintah Arab Saudi membayarnya.

“Kemudian, ganti rugi rumah tersebut dibangun di tempat lain dan pengelolaannya juga cukup baik sehingga dari tahun ke tahun berkembang. Itu dijadikan sebagai sumber dari pemberian dana Baitu Asyi kepada jemaah haji asal Aceh,” kata dia menambahkan.(Ant)

Dibaca : 11 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/974

Pamflet Himbauan Jamaah Jangan Bawa Zamzam di Tas

Penulis :
29 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Imbau kepada jamaah agar tidak membawa air zamzam di dalam tas besar terus dilakukan. Salah satunya dengan menempel pamflet yang berisi peringatan disertai gambar pembongkaran tas jamaah haji.

Kasi Pengamanan Madinah, Maskat, mengatakan, imbauan ini dilakukan agar jamaah tidak nekat memaksakan membawa air zamzam ke dalam tas.

“Dengan cara apapun, air zamzam yang disembunyikan di tas akan terlihat dengan menggunakan x-ray. Jika hal itu terjadi, maka tas jamaah tersebut harus dibongkar,” kata Maskat seusai menempel pamflet imbauan di pemondokkan Kloter PLM 8 dan JKS 34, Senin (28/10/2013).

Apabila tas jamaah dibongkar, lanjutnya, risiko kehilangan barang berharga lainnya akan besar. “Sangat berisiko kehilangan barang lain yang berharga karena tasnya dibongkar, apalagi jamaah tersebut tidak melihat sendiri saat tasnya dibongkar,” paparnya.

“Kerusakan lainnya yakni kunci tas bisa rusak, barang jamaah yang lainnya bisa tercecer. Kita berharap dengan usaha (penempelan pamflet) yang dilakukan itu, memberi bukti nyata bahwa air zamzam yang sampai disimpan di tas dan akan dibongkar, bukan informasi katanya-katanya,” tandasnya.

Penempelan informasi itu, tuturnya, dilakukan di sejumlah tempat-tempat strategis. “Bisa ditempel tempat strategis seperti di lobi dan di dalam lift,” tuturnya

Pantauan MCH, penempelan imbaun tak membawa zamzam di tas itu dilakukan di pemondokkan PLM 8 dan JKS 34. Pamflet tersebut di tempel di lobi utama dandi dalam lift.

“Saat jamaah akan menuju lantai yang dituju, bisa sekaligus melihat dan membacanya,” tutupnya.

Pemasangan imbauan itu disambut baik oleh Ketua Kloter 8 PLM, Syarif Husain. Menurut dia, imbauan inisangat bermanfaat dan bisa mengurangi keterlambatan pemberangkatan akibat pembongkaran tas jamaah. (MCH/Okezone)

Dibaca : 31 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/973

Jamaah Keluhkan Barang Hilang di Asrama Haji

Penulis :
28 Oktober 2013

Palu (Sinhat)–Jamaah haji asal Sulawesi Tengah meminta kepada pengelola asrama haji agar lebih memperketat penjagaan barang jamaah karena sebagian barang bawaan mereka hilang.

“Khususnya air zam-zam. Ada beberapa jamaah air zam-zamnya hilang, saya tidak tahu persis apakah mereka yang salah simpan atau diambil orang lain yang mengaku keluarga jamaah karena banyak sekali orang yang datang mengambil barang,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sigi Moh Junaedi di Palu, Ahad (27/10).

Dia mengatakan keluhan itu disampaikan jamaah haji yang berada dalam bimbingannya di kelompok terbang 03. Junaedi mengungkapkan jamaah haji meminta petugas di asrama haji memperketat lagi pengawasan barang haji karena sejumlah jamaah mengeluh kehilangan air zam-zam.

Diduga barang bawaan tersebut hilang di asrama haji transit Palu. “Mungkin saja ada yang datang mengaku keluarga jamaah lalu mengambil barang itu atau bisa juga karena jamaah yang lupa dimana barang itu dititip,” katanya.

Junaedi mengatakan saat ini seluruh barang jamaah haji kelompok terbang 03 sudah berada di tangan masing-masing jamaah.

Kelompok terbang 03 tiba di Palu pada Jumat (25/10) pagi dalam dua kali penerbangan dari embarkasi Balikpapan. Jumlah jamaah haji dalam kelompok terbang ini sebanyak 355 orang, terdiri atas jamaah haji asal Kabupaten Parigi Mourong, Tojo Unana, Morowali, Parigi Moutong, sebagian Kota Palu dan Kabupaten Sigi sebanyak 107 orang.

Seluruh jamaah haji asal Sulawesi Tengah sudah tiba di tanah air dengan empat kelompok penerbangan. Kelompok terbang 04 tiba di Palu, Minggu dalam dua kali penerbangan dari embarkasi Balikpapan.(Rep)

Dibaca : 111 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/972

Pemulangan Jamaah Haji yang Melahirkan Ditunda Untuk Pemulihan

Penulis :
28 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Kadaker Makkah Arsyad Hidayat kaget mendengar kabar ada jamaah haji asal Bogor, Ika binti Abdurrozak, melahirkan di pemondokan. Ia meminta pemulangan Ika dan bayi Makiah Marwah
ditangguhkan.

“Saya pukul 06.00 WAS ditelepon oleh Kasektor 6 Ali Zakiyuddin. Katanya, Pak Arsyad, sampean dapat cucu. Saya bilang, cucu darimana? Wong saya masih muda kok sudah dapat cucu. Kata Ali, ini ada jamaah haji yang melahirkan. Saya kaget, kok bisa,” cerita Arsyad Hidayat saat dihubungi Tim Media Center Haji (MCH), Minggu (27/10/2013).

Arsyad bersyukur Ika dan bayi mungilnya dalam kondisi sehat dan langsung ditangani tim kesehatan. “Saya minta pagi itu juga untuk segera ditanazulkan karena informasinya, JKS/14 akan pulang pada malam harinya. Saya minta tolong ditanazulkan sampai jamaah yang bersangkutan bersama bayinya betul-betul layak untuk dipulangkan,” kata Arsyad.

Ia mengatakan jamaah tersebut harus layak terbang. Mereka harus menunggu proses recovery. Sang bayi juga harus lebih sehat. Kedua, lanjutnya, berkaitan dengan pembuatan akte kelahiran dan Surat Pengganti Laksana Paspor (SPLP) bagi bayi tersebut supaya bisa dipulangkan ke tanah air.

Menurut dia, pengalaman jamaah haji melahirkan merupakan pengalaman kedua. Sebelumnya, pernah terjadi pada tahun 2010 dan lahirnya di Madinah (MCH/Detik)

Dibaca : 146 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/971

Pemulangan Jamaah Haji yang Melahirkan Ditunda

Penulis :
28 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Kadaker Makkah Arsyad Hidayat kaget mendengar kabar ada jamaah haji asal Bogor, Ika binti Abdurrozak, melahirkan di pemondokan. Ia meminta pemulangan Ika dan bayi Makiah Marwah
ditangguhkan.

“Saya pukul 06.00 WAS ditelepon oleh Kasektor 6 Ali Zakiyuddin. Katanya, Pak Arsyad, sampean dapat cucu. Saya bilang, cucu darimana? Wong saya masih muda kok sudah dapat cucu. Kata Ali, ini ada jamaah haji yang melahirkan. Saya kaget, kok bisa,” cerita Arsyad Hidayat saat dihubungi Tim Media Center Haji (MCH), Minggu (27/10/2013).

Arsyad bersyukur Ika dan bayi mungilnya dalam kondisi sehat dan langsung ditangani tim kesehatan. “Saya minta pagi itu juga untuk segera ditanazulkan karena informasinya, JKS/14 akan pulang pada malam harinya. Saya minta tolong ditanazulkan sampai jamaah yang bersangkutan bersama bayinya betul-betul layak untuk dipulangkan,” kata Arsyad.

Ia mengatakan jamaah tersebut harus layak terbang. Mereka harus menunggu proses recovery. Sang bayi juga harus lebih sehat. Kedua, lanjutnya, berkaitan dengan pembuatan akte kelahiran dan Surat Pengganti Laksana Paspor (SPLP) bagi bayi tersebut supaya bisa dipulangkan ke tanah air.

Menurut dia, pengalaman jamaah haji melahirkan merupakan pengalaman kedua. Sebelumnya, pernah terjadi pada tahun 2010 dan lahirnya di Madinah (MCH/Detik)

Dibaca : 28 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/971

Jamaah Melahirkan di Pemondokan

Penulis :
28 Oktober 2013

Mekkah(Sinhat)– Seorang jemaah haji asal Bogor, Ika Binti Abdurrozak (43) melahirkan di pemondokannya di Sektor 6 Makkah dengan bantuan dukun bayi.

Menurut Ketua Sektor 6 Ali Zakiyyudin yang dihubungi, Sabtu (26/10) malam, Ika melahirkan bayi perempuan seberat dua kilogram pada Sabtu pukul 4.30 waktu setempat di pemondokan 610 dengan peralatan sekedarnya tanpa bantuan dokter maupun petugas medis.

“Sejak awal sampai melahirkan sehat, tidak pernah bersentuhan dengan masalah kedokteran sehingga tidak terdeteksi juga kalau dia hamil. Ketika proses lahir, kebetulan dalam kloter itu ada dukun bayi,” kata Ali Zakiyyudin.

Ali menjelaskan, sejak awal pihak sektor maupun kloternya (Kloter JKS/14 Jakarta-Bekasi) tidak tahu jika ada jemaahnya yang sedang hamil.

“Karena merasa sudah bersalah dari awal karena tidak mengikuti prosedur, maka dia berusaha untuk melahirkan sendiri,” kata Ali lalu mengatakan kebetulan dalam kloter itu ada dukun bayi profesional yang mampu menangani kelahiran bayi yang posisinya sungsang.

“Setelah prosesi melahirkan selesai, pihak kloter baru melaporkan kepada saya bahwa ada perihal seperti itu,” katanya.

“Setelah itu saya coba cek untuk melihat kondisi bayinya, memang benar-benar sehat. Tapi untuk lebih meyakinkan dari sisi medis, akhirnya saya panggil dokter sektor yang sedang piket untuk mengontrol bayi dan ibunya. Hasilnya keduanya sehat,” tambah Ali.

Karena Sabtu malam adalah jadwal kepulangan JKS/14 ke Tanah Air, maka jemaah tersebut akan ditangguhkan kepulangannya dan kemungkinan sementara akan ditempatkan di Balai Pengobatan Haji Indonesia sampai dokter memastikan yang bersangkutan layak untuk diterbangkan.

“Malam ini baru saja dilakukan aqiqah di mushalla sektor dan bayi tersebut diberi nama Makiyyah Marwah Jaman. Sekarang dalam proses membuatkan semacam pengganti paspor untuk persiapan pemulangan,” kata Ali mengenai anak ketiga pasangan Ika dan Jaman itu.(MCH/Ant) foto: Merdeka

Dibaca : 29 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/970

Seorang Jamaah Haji Asal Bojonegoro Negatif Virus Corona

Penulis :
28 Oktober 2013

Surabaya (Sinhat)–Pihak RSUD dr. Soetomo Surabaya menyatakan hasil pemeriksaan pertama terhadap seorang haji asal Bojonegoro, Tasmian bin Rasiman Siru (63), yang mengalami “suspect” Virus Corona adalah negatif.

Meski negatif, tim dokter masih melakukan pemeriksaan kedua yang hasilnya baru bisa diketahui dalam 1-2 hari mendatang.

“Jika dalam pemeriksaan kedua ini hasilnya negatif, maka pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan umum. Kondisinya sekarang sudah stabil, panasnya juga sudah normal,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD dr. Soetomo Surabaya dr. Joni Wahyuadi, Sabtu.

Sampai saat ini pasien masih dirawat intensif di ruang isolasi khusus. Pasien dirawat dengan sangat steril, baik perawat atau dokter yang memeriksa harus memakai baju khusus. “Ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan penularan virus,” katanya,

Tasmian merupakan jamaah dari Kloter 7 Bojonegoro. Saat datang Rabu (22/10) malam, tubuhnya mengalami panas tinggi hingga 39 derajat celcius dan mengalami batuk-batuk.

Namun setelah menjalani proses stabilisasi, kondisi pasien kini berangsur membaik dengan suhu tubuhnya saat ini 37 derajat celcius.

Untuk memastikan seseorang terinfeksi Corona memang tidak mudah, mengingat gejala yang ditunjukkan bisa saja sama dengan flu biasa atau gangguan pernafasan akut, seperti demam dan sesak nafas. Namun kondisi suhu biasanya di atas 38 derajat celsius.

“Makanya perlu PCR, cek darah, dan identifikasi virus untuk memastikannya,” kata dia.(Ant)

Dibaca : 17 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/969

Jamaah Haji Bisa Pulang Langsung dari Madinah

Penulis :
28 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Jamaah haji gelombang kedua yang terbang ke Madinah dapat pulang langsung ke Tanah Air. Saat ini baru beberapa kloter saja yang pulang langsung tanpa melalui proses transit melalui Jeddah.

“Untuk pertama kalinya kloter JKG (debarkasi Jakarta) dan MES (debarkasi Medan) dapat pulang langsung dari Madinah. Nanti semakin lama jamaah gelombang dua bisa pulang langsung dari Madinah,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu, akhir pekan ini.

“Kasihan jamaah jika harus ke Jeddah dahulu untuk pulang ke Indonesia,” tambahnya.

Jamaah haji gelombang kedua mulai diberangkatkan ke Madinah pada Kamis (24/10). Mereka menjalani ibadah arbain sebelum pulang ke Indonesia dari Madinah atau pun melalui Jeddah.

Namun, jika jamaah harus ke Jeddah dahulu sebelum terbang ke Tanah Air, kata Anggito, mereka akan kelelahan. Perjalanan dari Madinah ke Jeddah memang memakan waktu 5-6 jam dengan bus. Mereka yang berangkat dari Jeddah akan mendapat fasilitas hotel transito sebelum diterbangkan ke Indonesia.

Sementara itu di Bandara King Abdulaziz Jeddah masih berlangsung pemulangan jamaah gelombang pertama yang dijadwalkan berlangsung 20 Oktober sampai 3 November. Untuk pertama kalinya, mereka tidak akan menggunakan hotel transito. Namun, Anggito optimistis bahwa tidak akan ada penumpukan di bandara Jeddah jika terjadi keterlambatan pesawat.

Hady Syahrean, Vice President Haji, VVIP and Charter Garuda Indonesia, mengatakan pada Jumat lalu bahwa penundaan terlama untuk penerbangan haji ke Indonesia adalah tiga jam. “Masalahnya pada refueling dan fasilitas pengangkutan penumpang dengan bus, menuju pesawat. Itu lama,” kata Hardy.

Namun, penundaan itu dinilai lebih baik dari pada tahun lalu. Saat itu, penundaan terkadang mencapai 5 hingga 6 jam jam. Tahun ini Garuda menargetkan on time performance atau ketepatan waktu penerbangan mencapai 70 persen.(MCH/Rep) foto; MI
 

Dibaca : 233 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/968

Dirjen PHU: Tender Penerbangan Haji Terbuka

Penulis :
27 Oktober 2013


Makkah(Sinhat)–Tender operator pelaksana angkutan udara haji tahun 1435 Hijriah akan dilakukan secara terbuka bagi semua maskapai penerbangan, kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu di Makkah, Sabtu.

“Siapa saja boleh mengajukan penawaran dalam tender terbuka jangka menengah yang akan kita mulai tahun depan,” katanya.

Ia mengatakan, sistem kontrak jangka panjang dan menengah bisa menekan biaya pengangkutan jamaah dan mengurangi risiko kekurangan pesawat.

“Tahun ini karena kontraknya dibuat lebih awal, kita bisa berhemat 50 dolar Amerika per jamaah,” ujar Anggito.

Sementara Hady Syahrean, Wakil Presiden urusan Haji Garuda Indonesia, mengatakan, pihaknya siap bersaing dengan maskapai lainnya seperti yang sudah dilakukan tahun sebelumnya.

“Tahun ini kami bersaing dengan maskapai Saudi Arabian Airlines dan faktanya, Saudia hanya berani bermain untuk pengangkutan jamaah di embarkasi tertentu saja,” katanya.

Sebelumnya Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia dan Aviastar Mandiri juga akan mengajukan penawaran menjadi operator pelaksana angkutan udara haji pada tahun depan menyusul belum terpenuhinya persyaratan pada tahun ini.

Manager Corporate Communication Indonesia AirAsia Audrey Progastama Petriny mengungkapkan pihaknya mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk ikut tender tahun depan.

Commercial Manager Aviastar Mandiri Petrus Budi juga mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan penawaran angkutan haji tahun depan jika Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan membuka kesempatan.

Pada tahun ini ada empat syarat utama menjadi operator angkutan udara haji yakni pertama, pesawat udara yang dioperasikan minimal produksi 1995 ke atas kecuali jenis Boeing 747 minimal produksi 1991.

Kedua, pesawat juga memenuhi standar kelaikan udara sesuai dengan peraturan penerbangan sipil negara asal pesawat didaftar. Ketiga, maskapai menyampaikan data pesawat dan dokumen penyewaan pesawat udara.

Dan terakhir, pemeriksaan kelaikan pesawat udara yang akan digunakan berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan sipil Indonesia.  (MCH/Ant)

Dibaca : 21 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/967

Tim Kesehatan Blusukan Periksa Kloter 32 JKS

Penulis :
27 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)– Tim “blusukan” Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah mulai melakukan “jemput bola”  memeriksa puluhan jemaah haji di Kloter 32 Jakarta-Bekasi (JKS) di Hotel Al Andalus, Madinah, Sabtu malam.

Tim yang terdiri atas dua dokter dan dua perawat langsung menuju Pos Kesehatan Kloter di lantai enam.

Tim itu tiba bersamaan dengan kepulangan jamaah dari Mesjid Nabawi sekitar pukul 20.00 waktu setempat sehingga muncul antrean cukup padat di depan lift hotel yang hanya tersedia empat buah.

Tim “blusukan” yang dipimpin langsung Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah Dr Suharto menuju ke lantai enam dengan menggunakan tangga darurat.

Kedatangan tim sengaja tanpa pemberitahuan sehingga membuat jamaah ada yang bertanya-tanya mengapa di lantai enam begitu banyak tenaga kesehatan.

Sejumlah jamaah dengan keluhan penyakit kemudian diperiksa di lorong hotel menggunakan dua meja.

Salah seorang dokter tim, dr Zam Zamariah  menyatakan ada empat jenis pemeriksaan kepada setiap jamaah risiko tinggi yaitu tekanan darah, kondisi nafas, dan pemeriksaan urine.

“Kami mengecek setiap jamaah risti (risiko tinggi,red) sehingga jika ada yang ditemukan mempunyai kondisi yang memburuk maka akan dirujuk ke BPIH Madinah untuk dirawat,” katanya.(MCH/Ant)

Dibaca : 31 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/966

Petugas Terminal Hijrah Ingatkan Soal Bagasi Pesawat

Penulis :
27 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Petugas di Terminal  Hijrah Madinah, pos pemeriksaan sebelum masuk Madinah, akan mengingatkan jamaah haji tentang ketentuan bagasi pesawat sehingga mereka tidak belanja berlebihan karena banyak ditemukan kasus kelebihan bagasi di Bandara Jeddah.

“Di Terminal Hijrah, petugas akan memberikan penjelasan tentang ketentuan bagasi pesawat sehingga jamaah tidak perlu belanja berlebihan dan tidak perlu membawa air zamzam dalam koper,” kata Kepala Daker Madinah Ahmad Jauhari di Madinah, Jumat.

Ketentuan bagasi pesawat yang diperkenankan yaitu 35 kilogram per jamaah sementara barang bawaan maksimal tujuh kilogram, sehingga menurut Jauhari jika merasa barang bawaanya melebihi ketentuan maka segera dikirimkan melalui jasa kargo.

“Koper bagasi adalah koper resmi sementara barang tentengan hanya diperkenankan dua buah yaitu tas dokumen dan tas troli resmi yang diberikan pihak penerbangan,” katanya.

Pada saat rombongan kloter 5 Banjarmasin yang tiba di Terminal Hijrah, Jumat dinihari, Ahmad Jauhari yang menemui rombongan di bus ke-7 mengingatkan ketentuan soal bagasi pesawat dan larangan membawa air zamzam serta mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi tubuh.

“Kami ingatkan jangan mengisi koper dengan air Zamzam, karena pasti akan digeledah saat dilakukan pemeriksaan,” katanya.

Ia juga berencana akan memasang poster peringatan bagasi pesawat yang disertai foto-foto tentang razia bagasi di Bandara dan barang hasil razia petugas.  

“Poster peringatan akan ditempel di pemondokan sehingga setiap saat jamaah selalu diingatkan,” katanya.

Selain soal bagasi pesawat, Ahmad Jauhari juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas berlebihan, apalagi cuaca di Madinah pada pagi dan malam hari mempunyai perbedaan yang cukup besar.(MCH/ant)

Dibaca : 17 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/965

Tahun Depan, Garuda Upayakan Jamaah Dapat Air Zamzam 10 Liter

Penulis :
27 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)– Maskapai Garuda Indonesia akan mengupayakan agar tahun depan jamaah haji yang diangkutnya mendapatkan jatah air zamzam 10 liter. Namun, jatah ini juga terkait dengan izin pemerintah Arab Saudi.

“Kami melihat penerbangan Saudi dan Mesir menggunakan empty flight untuk mengangkut air zamzam,” kata Hady Syahrean, Vice President Haji, VVIP and Charter Garuda Indonesia, Jumat (25/10).                      

Garuda memberi jatah air zamzam 5 liter per jamaah. Musim haji tahun ini maskapai nasional ini sempat mengumumkan akan memberi jatah 10 lliter sebelum akhirnya mengembalikan kebijakannya ke jatah semula.

Kebijakan tersebut sempat mendapat protes dari jamaah. Apalagi, jamaah yang diterbangkan dengan Saudi Airlines akan mendapat jatah 10 liter.

“Awalnya memang dimungkinkan membawa 10 liter per jamaah untuk onboard dan empty flight, namun ada miscommunication dengan pihak gaca (otorita penerbangan Saudi). Sampai akhirnya tidak ada kepastian,” kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, Jumat. “Mudah-mudahan tahun depan per jamaah bisa mendapat 10 liter.”

Masalah keterbatasan kapasitas juga menjadi alasan. Untuk penerbangan haji, Garuda mengoperasikan 12 pesawat, terdiri dari dua pesawat Boeing 747, satu pesawat 777, dan sembilan Airbus 330.

“Bayangkan, kalau untuk satu kloter Solo misalnya, jika kita memaksa menambah jatah 5 liter menjadi 10 liter maka kita harus menambah daya angkut 1,8 ton. Kita tidak bisa,” kata Hardy.(MCH/Rep)

Dibaca : 14 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/964

Kemenag Siap Ikat Maskapai dengan Kontrak Jangka Panjang

Penulis :
27 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)– Kementerian Agama siap mengikat maskapai penerbangan dengan kontrak jangka panjang untuk penerbangan haji.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu menyebutkan, kontrak jangka panjang akan mempermudah perkiraan biaya penyelenggaraan haji.

“Ke depan kita menginginkan kontrak jangka panjang. Silakan Garuda juga melalui proses tender,” kata Anggito, Jumat (25/10). “Kita akan persiapkan segala sesuatunya. Kalau kontrak jangka panjang, perkiraan biaya bisa lebih baik.”

Apalagi, musim haji mendatang sudah masuk musim panas. Biasanya, selama musim panas, banyak pesawat yang dicarter sehingga biayanya pun meningkat.

Garuda Indonesia merespons positif tawaran Kementerian Agama tersebut. Hady Syahrean, Vice President Haji, VVIP and Charter Garuda Indonesia, menyatakan siap bersaing dengan maskapai lain.

“Terima kasih tawarannya. Pada hakikatnya kami (Garuda) siap bersaing dengan siapa saja,” ucap Hady.

Secara umum Anggito menilai kerja sama Kementerian Agama dengan Garuda selama ini berjalan baik. Ia mengaku tidak melihat keterlambatan berarti selama pemulangan gelombang I jamaah haji ke Tanah Air.

“Meski tidak menggunakan Terminal Barat (di Bandara King Abdulaziz Jeddah), namun penerbangan relatif on time,” kata Anggito. (MCH/Rep)

Dibaca : 570 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/963

Seorang Jamaah Haji Bojonegoro Diduga Suspek Virus Corona

Penulis :
26 Oktober 2013

Surabaya (Sinhat)–Seorang jamaah haji  kloter 7 asal Bojonegoro yang tiba Rabu (23/10) malam diduga suspek virus  corona. Setelah dirujuk ke RSUD Dr  Soetomo, pasien tersebut langsung ditempatkan ke ruang isolasi khusus.

“Memang ada pasien kiriman dari RS Haji dan langsung ditempatkan di ruang  isolasi. Sampai saat ini pemeriksaan  masih terus dijalankan,” kata Kabid  Pelayanan Medis RSUD dr Soetomo, Joni Wahyuhadi pada wartawan kemarin.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan,  pasien atas nama Tasmian bin Rasiman  Siru (63 tahun) ini terjangkit virus corona atau tidak. Menurut dia, hasilnya  baru bisa diketahui dua atau tiga harike depan. Meski, kondisinya, kata Joni,  terpantau kurus, dan sering batuk.

Virus corona merupakan wabah penyakit  yang menyerang paru-paru dan tengah  melanda kawasan Timur Tengah. Para jamaah haji yang tiba di bandara pun,  mendapat pengecekan suhu tubuh melalui  alat pengukur suhu tubuh untuk  mengindikasi kesehatan mereka.

Pada saat diukur oleh alat tersebut di  Bandara Juanda, suhu tubuh Tasmian  menunjukan angka 38 derajat celcius.  Namun, Joni menambahkan, saat ini mulai  ada penurunan hingga 36,9 derajat celsius hingga Kamis (24/10). “Kalau memang postif virus corona, kami baru akan ambil tindakan,” ujar dia.(Rep)

Dibaca : 88 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/962

Ada Dua Investor Berminat Bangun Pondokan Jamaah Indonesia di Makkah

Penulis :
26 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh  Anggito Abimanyu menjelaskan, ada dua  investor yang berminat membangun pondokan jamaah haji dan sudah menghubungi Islamic Development Bank (IDB) untuk bekerja  sama.

“Mereka menyatakan minatnya dan saya  dukung seratus persen, karena ini bisa meringankan jamaah haji,” kata Anggito  seusai pertemuan dengan para petinggi IDB di markas IDB di Jeddah.

Lokasi hotel tersebut direncanakan di  Misfalah, tidak jauh dari Masjidil  Haram. Para investor mempunyai kerja  sama berupa tanah yang dikontrak selama  30 tahun. Meski proyek tersebut diserahkan ke swasta, namun Anggito berkeinginan agar pemerintah, dalam hal  ini Kementrian Agama, bisa ikut dalam  proyek ini.

“Kalau UU mengizinkan Kemenag bisa berinvestasi, kita akan ikut juga.  Paling tidak, kita ikut belanja atau  terlibat pengadaan barang, sehingga harganya (sewa) bisa lebih murah,” sebut  Anggito.

Anggito tidak menjelaskan total investasi yang akan digelontorkan dalam proyek tersebut.

Sekadar diketahui, Pemerintah Arab Saudi  selama ini tidak mengizinkan Indonesia ikut membangun pemondokan atau hotel di tanah haram. Biaya pemondokan di Arab Saudi menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar jamaah haji Indonesia. (MCH/okezone)

Dibaca : 159 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/961

Jamaah Papua Barat Pulang Gunakan Kapal Pelni

Penulis :
26 Oktober 2013

Makassar(Sinhat)–Jamaah haji asal Papua Barat yang tergabung dalam Kloter 5 Debarkasi Hasanuddin Makassar, pulang ke daerahnya dengan menggunakan Kapal Pelni yakni KM Tidar.


“Yang diberangkatkan dengan Kapal Pelni itu dari Fakfak sebanyak 53 orang, sedangkan sisanya diberangkatkan besokdan ada pula yang memilih menginap dirumah keluarga di Makassar,” kata KepalaKantor Kementerian Agama Wilayah Papua Barat Yuliana Laong di Asrama HajiSudiang, Makassar, Jumat.

Menurut dia, jamaah haji terpaksadipulangkan dengan kapal laut karena tidak ada seat pesawat dalam jumlah banyak ke sejumlah daerah di Papua Barat.

Dia mengatakan, selama ini untuk wilayah Fakfak hanya dilayani dengan pesawat berkapasitas kecil seperti Wings.

Sementara untuk satu kloter jumlah jamaahnya mencapai 375 orang sudah termasuk petugas pelayanan haji.

“Jadi, sebagian terpaksa dipulangkandengan kapal laut,” katanya.

Mengenai kompensasi atau sisa biaya transpor bagi jamaah haji yang
menggunakan kapal laut, dia mengatakan, belum mengetahui pasti, karena masih akan dihitung dan dibahas dalam rapat.

Sementara itu, jamaah haji asal Papua Barat yang tergabung dalam Kloter 5 dijadwalkan tiba di Makassar pada pukul 16.41 Wita, Jumat, namun baru tiba sekitar pukul 18.40 Wita.

Keterlambatan jamaah haji tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar juga dialami jamaah haji Kloter 6 yang merupakan gabungan jamaah haji asal Papua Barat dan dua daerah di Sulsel yakni Kabupaten Gowa dan Kota Palopo.

Kloter 6 dijadwalkan tiba di Makassar pukul 17.41 Wita, namun baru tiba di asrama sekitar pukul 21.00 Wita. Khusus Kloter enam dari 375 orang yang diberangkatkan seorang di antaranya meninggal dunia di tanah suci
Mekkah.(Ant)

Dibaca : 87 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/960

Jamaah Gelombang Dua Masuk Kota Madinah

Penulis :
26 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)–Jamaah haji Indonesia gelombang II mulai memasuki Kota Madinah, Jumat (25/10/2013). Sepanjang hari ini, sebanyak enam kelompok terbang dijadwalkan bergerak dari Kota Mekah menuju Madinah.

Rombongan pertama yang tiba di Madinah, Jumat (25/10/13) dini hari berasal dari Kloter 5 embarkasi Banjarmasin (BDJ) setelah menempuh perjalanan dalam waktu 6 jam.

Berdasarkan pemantauan MCH, rombongan pertama itu tiba satu jam lebih awal dari jadwal. Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari mengatakan hal tersebut terjadi karena kloter BDJ 5 memang didorong lebih awal dari pemondokan mereka di Bakhutmah, Mekah.

Selain Kloter 5 BDJ, terdapat enam kloter lain yang akan tiba di Madinah sepanjang Jumat ini. Selanjutnya, setiap harinya hingga 9 November mendatang, rata-rata 11 kloter akan diberangkatkan dari Mekah ke Madinah. Berdasarkan data, terdapat 192 kloter jemaah gelombang II yang akan diberangkatkan menuju Madinah, dengan total jemaah mencapai 78.000 orang.

Saat menyambut rombongan jemaah yang baru datang, Jauhari meminta agar mereka memperhatikan situasi dan kondisi cuacaMadinah yang berbeda dengan Mekah. “Di sini lebih dingin, tapi kering. Jadi, bapak/ibu harus banyak minum (meski tidak haus) untuk menghindari dehidrasi,” katanya. (MCH/Pr)
 

Dibaca : 111 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/959

Kepuasan Jamaah Soal Transportasi Meningkat

Penulis :
26 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)–Indeks kepuasan jamaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah soal transportasi meningkat dari 74 pada tahun lalu menjadi 83,14 tahun 1434 Hijriah karena adanya penggunaan bus-bus baru yang mengantarkan jamaah dari Mekkah ke Madinah.

“Penggunaan bus-bus yang baru menjadi faktor utama yang menyebabkan tingkat kepuasan jamaah Indonesia meningkat,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari di Madinah, Jumat.

Tahun lalu menurut Jauhari, kinerja bidang transportasi merosot karena sekitar 30 persen pelayanan masih menggunakan bus tua dari perusahaan Abu Syarhad yang juga mempunyai kapasitas bagasi terbatas.

“Saat ini penggunaan bus Abu Syarhad bisa ditekan, apalagi perusahaan yang lain menggunakan bus-bus baru yang sudah dilengkapi toilet,” katanya.

Ia mengingatkan, pada pelayanan gelombang kedua masih ada penggunaan bus-bus tua yaitu untuk perjalanan dari pondokan ke Bandara Amir Mohammad Abdul Aziz (AMMA), sementara perjalanan dari pondokan ke Bandara King Abdul Aziz (KIAA) Jeddah menggunakan bus-bus yang relatif baru.

“Kita harus memberikan sosialisasi agar jamaah yang pulang melalui Bandara Madinah bisa memahami karena perjalanan bus ke Bandara Madinah hanya 20 menit, berbeda dengan perjalanan dari Madinah ke Jeddah yang memakan waktu empat jam,” katanya.

Ia mengungkapkan, sehari sebelumnya telah digelar pertemuan antara Muassasah Adilla bersama kementerian haji Madinah dan otoritas bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis (AMAA) untuk koordinasi pemulangan jamaah haji, Kamis (24/10) di Hotel Le Meridien, Madinah.

Pertemuan tersebut membahas problematika pemulangan jamaah haji baik dari bandara AMAA dan bandara KAAI, Jeddah. Jauhari menjelaskan, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa untuk pemulangan jamaah yang melalui bandaraAMAA, delapan jam sebelum keberangkatan bus pengangkut jamaah sudah disiapkan di depan hotel jamaah menginap, dengan harapan empat jam sebelum penerbangan para jamaah sudah berada di bandara.

Sedangkan untuk jamaah yang dipulangkan melalui bandara KIAA Jeddah bus sudah siap 17 jam sebelum keberangkatan.(MCH/Ant)

Dibaca : 988 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/958

Evaluasi Katering, Banyak Jamaah Keluhkan Jeruk Asam

Penulis :
25 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Hasil evaluasi tingkat kepuasan jamaah soal katering pada pelaksanaan katering di Madinah untuk jamaah gelombang pertama, masih ada keluhan soal buah jeruk yang ternyata asam.

“Jamaah mengeluhkan jeruk yang rasanya asam, sehingga untuk pelayanan jamaah gelombang kedua, akan diganti dengan buah pear,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari di Madinah, Kamis.

Namun, menurut Jauhari, indeks kepuasan jamaah soal katering pada pelayanan gelombang pertama tahun ini meningkat menjadi 81, sementara tahun lalu secara keseluruhan tercatat di bawah angka 80.

“Indeks kepuasan pelayanan harus bisa naik lagi pada pelayanan gelombang kedua dengan memperhatikan keluhan jamaah,” katanya.

Petugas Katering Daker Madinah Nani Ratnasih menjelaskan, semula perusahaan katering akan menyiapkan buah sesuai yang kita pesan yaitu jenis jeruk yang manis, namun karena harga jeruk itu mahal akhirnya diganti jeruk sunkis yang asam.

Selain soal jeruk, jamaah juga ada yang mengeluhkan acar yang dibuat perusahaan katering terlalu masam karena kebanyakan cuka sehingga menu acar akan diganti dengan menu olahan kentang.

Jauhari juga mengingatkan petugas di lapangan untuk segera melaporkan ke bagian katering jika dua jam sebelum waktu makan habis, ada pondokan yang belum mendapat kiriman katering.

“Jangan sampai tingkat kepuasan pelayanan katering menurun gara-gara ada distribusi katering yang terlambat,” katanya.

Selain soal katering, indeks kepuasan jamaah pada gelombang pertama di Madinah soal transportasi juga meningkat menjadi 83, padahal tahun sebelumnya indeks transportasi di bawah 80.

“Tahun lalu memang rendah karena 30 persen transportasi masih menggunakan bus-bus milik Abu Sharhad yang kondisinya kurang baik, sementara tahun ini banyak bus up grade yang digunakan,” katanya.

Namun ia mengingatkan, pelayanan transportasi gelombang kedua ini sebagian akan menggunakan bus yang kondisi kurang bagus yaitu untuk melayani transportasi dari pondokan ke Bandara Madinah, sementara yang diantar ke Bandara Jeddah menggunakan bus yang sudah up grade.

“Perlu dijelaskan ke jamaah untuk memakluminya karena jarak antara pondokan ke Bandara Madinah hanya 20 menit, berbeda dengan ke Jeddah yang mencapai empat jam,” katanya.(MCH/Rep)
 

Dibaca : 189 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/957

Jamaah Diimbau Jangan Beri Tip Untuk Sopir Bus

Penulis :
25 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Jemaah haji Indonesia yang melakukan perjalanan dari Makkah menuju bandara di Jeddah untuk pulang ke Tanah Air diimbau tidak memberi tip kepada sopir bus yang mengantar mereka.

“Pada saat pemulangan diinstruksikan kepada perusahaan-perusahaan angkutan (ada 8 perusahaan) untuk menjaga jemaah dari permintaan-permintaan itu,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat di Makkah, Kamis.

Menurut Arsyad, instruksi itu keluar setelah pihaknya mendapat laporan dari lembaga-lembaga pengawas bahwa pada periode pra wukuf ada sopir yang minta tip dari jemaah saat perjalanan dari Madinah ke Makkah.

“Kita berupaya supaya jemaah tidak terganggu oleh permintaan-permintaan seperti itu. Kalau dalam pelaksanaannya mereka melakukan pelanggaran, laporkan ke nomor yang tertera di bus masing-masing,” kata Arsyad.

Pada setiap bus yang mengantar jemaah ke Jeddah ditempeli pengumuman agar jemaah tidak memberi tip kepada sopir. Pada pengumuman tersebut tertera nomor telepon perusahaan angkutan yang bisa dilapori jika sopir nakal.

“Perusahaan dengan tegas akan memecat sopir-sopir yang mengutip uang dari jemaah,” ujarnya.

Tahun lalu, kata Arsyad, ada sopir yang mengemudi secara ugal-ugalan saat penumpang menolak memberi tip, akibatnya terjadi tabrakan beruntun. “Saya harap tahun ini tidak terjadi,” katanya.

Selain itu, Arsyad mengingatkan kembali agar jemaah tidak terburu-buru meninggalkan pemondokan menuju Jeddah karena akan terlalu lama menunggu di bandara.

“Ketentuan yang berlaku jemaah berangkat dari Makkah ke Jeddah delapan jam sebelum take off,” katanya. Waktu tersebut kata dia sudah mempertimbangkan lamanya perjalanan dari Makkah ke Jeddah, antrian check in, imigrasi hingga naik ke pesawat.

“Sayangnya banyak maktab yang memberangkatkan lebih awal sehingga jemaah terlalu lama menunggu, sementara ruang tunggu bandara terbatas,” kata Arsyad.

Ia mengaku sudah meminta para ketua sektor agar memastikan jemaah berangkat tepat waktu dan memberikan informasi yang benar mengenai keberangkatan kepada jemaah.(MCH/Ant)

Dibaca : 113 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/956

Tawaf Jamaah Pakai Kursi Roda Dijadwalkan Malam Hari

Penulis :
25 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan pemberitahuan bahwa tawaf bagi jamaah yang memakai kursi roda dialokasikan pada malam hari.

“Ada edaran dari Kementerian Haji yang disampaikan melalui Muasassah Asia Tenggara bahwa tawaf kursi roda dialokasikan waktunya pada pukul 21.00-03.00 (waktu setempat),” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat di Mekkah, Saudi Arabia, Kamis.

Pengalokasian waktu tersebut, kata Arsyad, sebagai upaya pemerintah Arab Saudi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan khususnya bagi jamaah yang menggunakan kursi roda.

Surat edaran tersebut dikeluarkan Kementerian Haji Arab Saudi pada 21 Oktober dan diterima Daker Mekkah dua hari kemudian.

“Dari kita sudah membuat edaran ke seluruh kloter untuk disampaikan kepada jamaah agar berpedoman pada edaran tersebut,” kata Arsyad seraya menambahkan bahwa saat ini banyak jamaah yang umroh maupun tawaf wada (perpisahan) dan di antaranya pasti ada yang menggunakan kursi roda.

Arsyad mengatakan, pengaturan waktu itu dilakukan antara lain karena keterbatasan area tawaf bagi mereka.

“Kursi roda lain dengan jalan kaki, kalau tidak dialokasikan tempat dan waktu khusus dikhawatirkan akan mengganggu yang jalan kaki karena kenyataannya banyak yang jalan kaki di tempat tawaf khusus kursi roda,” katanya.

Setelah puncak ibadah haji berlalu, banyak jamaah yang menunaikan ibadah umroh dan tawaf wada sebelum pulang ke negara masing-masing.(MCH/Ant) foto: muslimdaily

Dibaca : 119 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/955

Jamaah Indonesia Tak Ada yang Terinfeksi coronavirus

Penulis :
25 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)–Ketua Tim Pengawasan dan Pengendalian (WasDal) Kesehatan Haji Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan tidak ada  jamaah haji Indonesia yang terinfeksi coronavirus selama berada di Arab Saudi.

“Tidak ada jamaah yang terkena virus corona, status suspect yang diberikan kepada seorang jemaah di Surabaya hanya merupakan tindakan kehati-hatian saja,” katanya di Madinah, Kamis.

Meski demikian, ia menjelaskan, prosedur untuk mendeteksi kemungkinan penularan sindrom pernafasan Timur Tengah (Middle East Respiratory Syndrome/MERS) dilakukan di debarkasi untuk mengantisipasi kemungkinan penularan.

Alat pemindai suhu digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh jemaah saat kembali ke Tanah Air. Selain itu antisipasi juga dilakukan pada jemaah haji yang saat pulang menderita batuk dan demam.

“Jadi jamaah yang masuk rumah sakit dengan gejala itu belum tentu suspect corona,” kata Tjandra, yang juga Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Ia mengungkapkan, sebelumnya ada anggota jemaah umroh yang demam dan batuk dan diduga terinfeksi coronavirus namun hasil pemeriksaan menunjukkan pasien itu tidak terserang coronavirus.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 99 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/954

Dirjen PHU Minta Petugas Harus Tegas Saat Lakukan Penimbangan Barang Jamaah

Penulis :
25 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Dirjen Penyelanggaran Haji dan Umrah Anggito Abimanyu meminta agar petugas sektor lebih tegas saat melakukan penimbangan barang bawaan jamaah. Ini dilakukan agar tidak ada barang bawaan jamaah yang disita saat di bandara.

“Dengan perubahan kebijakan tidak ada hotel transit, maka setiap pemondokan bertanggung jawab terhadap proses dokumen dan penimbangan barang bawaan. Petugas sektor kita memang belum terbiasa melakukan tindakan-tindakan yang agak tegas,” kata Anggito kepada Media Centre Haji.

Dalam pengamatannya selama di lapangan, Anggito mendapati bahwa setiap kali barangnya ditimbang dan melebihi kapasitas, jamaah selalu menawar dan mengatakan bahwa itu tanggungjawabnya di Airport.

“Jadi memang banyak jamaah yang coba-coba, siapa tahu lolos di bandara. Di sini meski dikurangi, barangnya tetap dibawa juga,” tuturnya.

Dia berharap, dengan berjalannya waktu petugas di sektor bisa belajar. “Jamaah juga pasti mendengar informasi tentang jamaah sebelumnya, dan mereka belajar juga bahwa kalau di bandara itu tidak ada kompromi lagi karena menyangkut masalah safety,” paparnya.

Anggito juga meminta petugas sektor aktif mendatangkan perusahaan kargo sehingga barang-barang jamaah bisa dikirim ke Tanah Air.

“Sudah mulai jalan, penumpukan juga sudah tidak ada, mudah-mudahan dengan berjalannya waktu, akan lebih normal dan kepatuhan jamaah mulai meningkat,” harap Anggito.(MCH/Okezone)

Dibaca : 715 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/953

BPHI Madinah Bentuk Tim Blusukan Pantau Kesehatan Jamaah

Penulis :
24 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)– Balai Pengobatan Haji Indonesia atau BPHI Madinah telah membentuk Tim Blusukan yang akan mengunjungi jamaah di sejumlah pemondokan untuk memantau kondisi jamaah haji Indonesia.

“Setiap hari, tim yang terdiri atas dua dokter dan dua perawat itu akan mengunjungi pemondokan jamaah secara acak untuk mengetahui kondisi kesehatan khususnya jamaah berisiko tinggi atau risti,” kata Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah dr Suharto di Media Center Haji, Rabu (23/10) malam.

Usai mengikuti Rapat Koordinasi Daker Madinah itu, Suharto menjelaskan, setelah melakukan kegiatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina, banyak jamaah yang kondisi kesehatannya menurun dan bisa memunculkan penyakit bawaan sebelumnya.

“Saat ini saja, semakin banyak keluhan flu dan batuk. Jika menimpa jamaah yang risti maka perlu penanganan yang hati-hati karena bisa menimbulkan dampak lain seperti pnemonia,” katanya.

Ia menyarankan agar jamaah sering minum air putih hangat dan banyak makan buah-buahan.

Menurut Suharto, Tim Blusukan juga bertugas untuk mengimbau jemaah agar jangan terlalu banyak beraktifitas karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pasca-Armina banyak jemaah yang tak lagi mempedulikan kondisi kesehatan.

“Cuaca Kota Madinah akhir-akhir ini sudah agak lebih sejuk, namun tetap diwaspadai karena dehidrasi akan tetap mengancam, jadi jemaah harus tetap banyak minum meskipun tidak haus,” ucapnya.

Ia tetap akan meminta ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu untuk memperhatikan kondisi kesehatan jamaah khususnya yang berusia lanjut dan risti.

Tim lain yang dibentuk menurut Suharto yaitu Tim Tanazul yang akan mempersiapkan kepulangan bagi jamaah yang sakit.

“Ada yang meminta pulang lebih cepat atau tanazul awal agar bisa dirawat di Tanah Air dan ada yang meminta pulang ditunda atau tanazul akhir karena harus mendapat perawatan terlebih dulu sebelum kondisinya siap untuk perjalanan ke Tanah Air,” katanya.  (MCH/Ant)
 

Dibaca : 128 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/952

Daker Madinah Siap Layani 78.000 Jamaah Gelombang Dua

Penulis :
24 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah siap melayani sekitar 78.000 jamaah haji gelombang dua yang akan datang ke Madinah secara bertahap mulai Jumat (25/10) dini hari.

“Jamaah haji gelombang dua mulai datang pada Jumat (25/20) sebanyak tujuh kloter. Dua kloter tiba dini hari sementara lima lainnya siangnya. Semua petugas sudah siap memberikan pelayanan,” kata Kepala Daker Madinah Akhmad Jauhari di Madinah, Rabu malam.

Ia menjelaskan, yang pertama akan datang yaitu Kloter 5 Banjarmasin sekitar pukul 01.30 dan tak berapa lama direncanakan tiba kloter 11 Lombok. Sementara Jumat siang akan datang kloter 11 Balikpapan, kloter 37-38 Solo, serta kloter 32 dan 33 Jakarta-Bekasi.

“Hari pertama akan tiba tujuh kloter. Selanjutnya setelah normal kami akan menerima sekitar 11 kloter setiap hari,” katanya usai melakukan Rapat Kordinasi Daker Madinah.

Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi pelayanan jamaah haji gelombang satu, diketahui banyak yang bingung untuk kembali ke pondokan setelah shalat di Masjid Nabawi.

Karena itu petugas yang tidak siaga diminta untuk ikut bersama-sama melakukan shalat di Masjid Nabawi, khususnya saat shalat subuh.

Dijelaskan banyak kloter yang datang pada malam hari dan jamaah baru shalat di Nabawi pada waktu subuh sehingga mereka belum sempat orientasi medan.

“Begitu shalat subuh selesai mereka akan kebingungan untuk kembali kepondokan. Kurangnya petugas di sekitar Nabawi usai shalat subuh itulah yang dikeluhkan jamaah gelombang pertama,” kata Akhmad Jauhari.

Hal lain yang akan berusaha diperbaiki yaitu pelayanan katering khususnya menyangkut menu dan ketepatan distribusi makanan.

“Sebagian jamaah gelombang pertama mengeluhkan buah jeruk yang asam, sehingga akan diganti dengan jenis lain,” katanya.

Demikian juga soal ketepatan waktu distribusi, ia sudah meminta petugas melapor ke bagian katering jika dua jam sebelum waktu makan habis belum mendapat distribusi katering lagi.(MCH/Rep)
 

Dibaca : 177 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/951

Kloter 7 Surabaya Tinggalkan Makkah Tanpa Ngajiran

Penulis :
24 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Kloter tujuh Debarkasi Surabaya meninggalkan Makkah, Selasa (22/10) malam menuju Jeddah untuk terbang ke Tanah Air pada Rabu pagi pukul 07.05 waktu setempat, namun tanpa Ngajiran (53) seorang jamaah haji yang higga kini belum diketahui keberadaannya.

Ngajiran, anggota jemaah haji asal Bojonegoro itu terakhir diketahui dirujuk ke Rumah Sakit Mina Emergency pada 19 Oktober, kata Kepala Pengamanan Sektor 2 Makkah, M Amin.

“Kloter ini semula jumlahnya 444 orang, tetapi berkurang satu menjadi 443. Kemudian ditambah enam jemaah tanazul,” katanya.

Ia menjelaskan, pada 18 Oktober, Ngajiran dibawa ke RS Mina Aljisr dengan ambulans milik Kerajaan Arab Saudi, yang kemudian dirujuk ke RS Mina Emergency.

Sementara menurut Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah Letkol Caj Asep Abdullah, saat akan dijenguk, Ngajiran telah dirujuk ke rumah sakit lain.

“Ketika esok harinya dijenguk, ternyata RS tersebut sudah bubar karena itu RS sementara (selama masa Armina),” katanya.

“Sejak itulah kita kehilangan jejak,” kata Asep yang sehari-hari berdinas sebagai Wakabintal Kodam III Siliwangi.

Hingga kloter tujuh Embarkasi Surabaya dilepas meninggalkan Makkah oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Anggito Abimanyu, Selasa malam, Ngajiran belum ditemukan.

Asep menyebutkan, petugas Balai pengobatan Haji Indonesia oleh tim Sanitasi dan Surveilance pada 20-21 Oktober telah menyisir rumah sakit di Makkah namun tidak menemukan Ngajiran.

Pencarian akan tetap dilaksanakan hingga petugas meninggalkan Makkah pada 11 November.

“Kalaupun petugas sudah kembali ke Tanah Air, ada pihak Konjen yang akan melanjutkan pencarian,” katanya.

Sementara hingga Rabu pukul 09.22 waktu setempat, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 145 orang, sedangkan yang masih dirawat inap 1.337 orang.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 209 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/950

Jasman Menangis di Nabawi Karena Kuat Jalan Kaki

Penulis :
24 Oktober 2013

Jeddah(Sinhat)–Jasman (64), pensiunan guru SMP di Padang, Sumbar ini akhirnya bisa memenuhi mimpinya sejak 38 tahun lalu. Mimpi seorang Jasman tak lain naik haji. Sejak 1975, dia menyisihkan uang gajinya sedikit demi sedikit.

“Saya harus menafkahi istri dan 3 anak juga,” kata Jasman yang ditemui di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (23/10/2013).

Kabar gembira akhirnya datang. Pada tahun ini, dia berkesempatan mengunjungi tanah suci. “Gembira rasanya,” terang Jasman.

Pada 13 September, akhirnya dengan pesawat Garuda dia terbang bersama rombongan jamaah haji dari Padang untuk menunaikan ibadah haji. Pesawat yang ditumpanginya mendarat di Madinah.

“Begitu menginjakkan kaki di Madinah, merinding rasanya,” terang dia.

Akhirnya, setelah beristirahat dia berkesempatan menunaikan salat zuhur berjamaah di Madinah. “Tak terasa saya nangis, akhirnya Alllah mengizinkan saya ke sini,” tuturnya dengan terbata.

Seluruh rasa capek dan lelah hilang. Kegembiraan datang selama mengikuti ibadah haji. Berjalan kaki sekurangnya 2 Km sehari tak terasa. Tak hanya itu saja, saat berjalan dari tempat menginap di Mina ke tempat melontar jumrah yang berjarak bolak balik 8 Km pun ditempuhnya dengan ringan.

“Enteng saja, ikhlas kita ibadah. Nggak kerasa,” tuturnya.

Tak hanya Jasman, Sumiatun (55) jamaah haji asal NTB pun mengaku merasa mendapatkan kekuatan kala beribadah. Jalan kaki untuk beribadah terasa enteng.

“Rasanya senang saja, saya lihat juga banyak anak-anak gembira berlari-lari. Pokoknya senang,” terang Sumiatun dengan senyum.

Sumiatun yang merupakan petani di kampungnya ini menikmati beribadah di tanah suci. Dia mengaku berat meninggalkan Mekkah dan Madinah.

“Semoga bisa kembali lagi,” tutur dia sambil mengangkat koper menuju ke pesawat yang membawanya kembali ke Indonesia.(MCH/Detik)


 

Dibaca : 264 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/949

Dirjen PHU: Jatah Air Zamzam Kemungkinan Diseragamkan

Penulis :
24 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu mengatakan, jatah air zamzam dari Tanah Suci Mekkah melalui maskapai penerbangan bagi jamaah haji Indonesia kemungkinan akan diseragamkan.

“Itu komplain ya kita terima saja. Tapi kita nggak bisa ngapa-ngapain. Tahun depan kita mungkin akan turunkan jadi lima liter saja, baik (maskapai) Saudi maupun Garuda,” kata Anggito di Mekkah, Selasa.

Pernyataan tersebut menanggapi keluhan jamaah yang menggunakan maskapai Garuda Indonesia yang hanya mendapat jatah lima liter air zamzam, sementara yang naik Saudi Arabia Airlines mendapat 10 liter.

Menurut Anggito, masalah tersebut muncul karena pesawat yang digunakan berbeda, terutama untuk bandara yang tidak bisa didarati oleh pesawat besar. Selain itu Garuda hanya diperbolehkan memesan kemasan lima liter.

“Kalau Boeing 747 bisa, tapi kan nggak bisa order dengan dua zamzam. Garuda hanya bisa order lima liter,” kata Anggito, sementara, tambahnya, kalau pesawatnya Airbus A330 tidak dapat mengangkut 10 liter.

Sementara, lanjutnya, maskapai Saudi sudah telanjur memesan zamzam kemasan 10 liter.

Sebelumnya, jamaah haji asal Embarkasi UPG-5 Makassar di Pemondokan 908, Makkah, mengeluhkan perbedaan jatah tersebut saat menimbang koper mereka sebelum pulang ke Tanah Air.

Mereka mengeluh karena tidak boleh membawa air zamzam di dalam koper, namun mereka hanya mendapat jatah lima liter.

“Kalau Saudi Arabian Airlines diberi 10 liter, kenapa Garuda hanya lima liter? Padahal awalnya Garuda mau memberi 10 liter, mengapa tiba-tiba ada edaran kedua yang menyebut hanya diberi lima liter saja,” kata Ketua Rombongan Hasan Mahua.

Ia mengatakan rombongannya telah memahami adanya larangan membawa air zamzam. “Kita berharap juga diberi zamzam 10 liter, biar adil,” katanya.

Batas bawaan bagasi jamaah haji seberat 32 kg dan tas tentengan jamaah seberat 7 kg. Ketentuan tersebut demi keamanan penerbangan.

Penimbangan barang dilakukan oleh PT Al Mazro`i yang ditunjuk oleh PT Garuda Indonesia.

Sementara itu, jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga Selasa sore pukul 17.47 waktu setempat sebanyak 143, sedangkan yang dirawat inap 1.326 jamaah.(MCH/Ant)

Dibaca : 786 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/948

Suami Wafat di Tanah Suci, Salehah Hanya Menjemput Koper

Penulis :
23 Oktober 2013

Makassar (Sinhat)–Di saat keluarga jamaah haji bersuka cita menyambut orang kesayangan mereka tiba di Tanah Air, seorang perempuan malah tampak sedih.

Ia tidak mendapati suaminya dalam rombongan kloter 1 Debarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, yang tiba Senin, 22 Oktober 2013 malam.

Perempuan bernama Salehah itu hanya bisa mencari koper suaminya, Sudirman Usman, di antara banyak koper jamaah lainnya. Sudirman tidak kembali ke Tanah Air karena wafat di Makkah.

Sambil menahan tangis, Salehah menanyakan kepada para jamaah lainnya tentang keberadaan koper dan barang-barang milik suaminya.

Meski telah berkeliling beberapa lama, koper dan barang-barang sang suami tak kunjung ditemukan. Petugas haji pun mencoba menenangkan Salehah dan menunjukkan barang-barang suaminya.

Kepada Salehah, petugas menerangkan bahwa suaminya meninggal akibat kelelahan setelah berjalan kaki dari pemondokan menuju Masjidil Haram.

Salehah mengaku, suaminya yang berusia 60 tahun itu dalam kondisi bugar saat berangkat ke Tanah Suci. Namun, ia tidak menampik bahwa sang suami memiliki riwayat penyakit jantung.(Sindo tv) foto: Tribunnews

Dibaca : 175 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/947

Jamaah Haji Penuhi Masjid Jin

Penulis :
23 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Masjid Jin yang berlokasi di Jalan Masjid Al Haram di kawasan Mala itu dipenuhi jamaah saat shalat Maghrib tiba.

Wartawan MCH yang ikut shalat Maghrib di masjid Jin itu Senin menyaksikan jamaah haji dari berbagai negara membludak sampai ke trotoar di tepi jalan.

Barangkali mereka ingin merasakan bagaimana shalat di masjid yang dikenal sebagai Masjid Jin, yang konon di sanalah sejumlah jin memutuskan untuk masuk Islam.

Dari tampilannya, masjid tersebut tidak tampak istimewa. Hanya berupa bangunan dua lantai tidak terlalu besar. Ukurannya mungkin hanya sekitar 10×20 meter saja.

Sebuah menara yang cukup tinggi menjadi penanda bahwa bangunan tersebut adalah masjid. Masjid itu tidak punya pelataran, kecuali trotoar yang menghubungkannya dengan lingkungan sekitar.

Masjid yang dipugar 13 tahun yang lalu (1421 Hijriah) itu, semula dibangun dengan bata merah. Namun saat ini dibalut marmer abu-abu, sebagian berwarna merah bata.

Tidak jelas kapan masjid tersebut dibangun, namun dalam beberapa tulisan disebutkan bahwa masjid itu dibangun di tempat para jin masuk Islam setelah mendengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibaca Rasulullah Muhammad SAW.

Dikisahkan bahwa Nabi sedang membaca Al Quran pada waktu shalat subuh di tempat itu, ketika serombongan jin melintas dan terpukau.

Peristiwa itu diungkapkan di antaranya dalam Al Quran Surat Al Ahqaf ayat 29: “Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, mata tatkala mereka berkata: `Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).` Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.”

Sekarang, masjid tersebut ramai dikunjungi, terutama pada saat musim haji karena lokasinya pun tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram, hanya sekitar satu kilometer saja.

Untuk mencapai Masjid Jin dari Masjidil Haram paling mudah melalui Pintu Marwah tempat berakhirnya sai, kemudian ambil jalan di sisi kiri sampai bertemu Jalan Masjid Al Haram.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 24 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/944

Banyak Jamaah Tak Sadar Berpenyakit Berat

Penulis :
23 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Banyak jamaah haji Indonesia yang baru mengetahui menderita penyakit berat setelah tiba di Tanah Suci. Infeksi saluran napas atas (ISPA) merupakan kasus terbanyak yang ditangani tim kesehatan haji Indonesia.

Menurut Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Arab Saudi, Fidiansjah, penyakit berat itu baru muncul setelah terpicu oleh hal lain.

Fidiansjah menyebutkan, ada beberapa penyakit berat yang kurang rujukan, seperti ISPA. Umumnya penderita bukan semata terinfeksi, namun terjangkiti karena penurunan daya tahan tubuh.

“Jamaah mungkin sudah punya kelemahan, lalu penyakit tersebut muncul pada daya tahan tubuh turun. Misalnya, gangguan hati sudah ada sejak di Tanah Air, tapi baru diketahui setelah terjadi kelelahan fisik,” katanya Senin (21/10).

Jamaah di pondokan rata-rata kurang antisipasi terhadap pengaruh iklim, aktivitas, kelelahan, dan lain-lain. Dehidrasi juga memicu penurunan kondisi fisik jamaah.

Salah satu kasus yang banyak terjadi oleh jamaah adalah hipertensi. Penyakit ini seharusnya bisa dikelola dengan baik jika sudah diketahui sejak awal.

Keluhan lain yang kerap dirasakan jamaah adalah myalgia atau pegal-pegal. Hal ini terkait aktivitas fisik yang seharusnya bisa dikelola dengan baik. Jamaah seharusnya bisa memilah antara ibadah wajib dan sunah.

“Jangan diforsir. Satu sistem terganggu maka sistem kekebalan akan terganggu. Apalagi, jika orangnya cemas. Psikosomatis terbanyak adalah mag, lalu merembet ke asupan makanan dan seterusnya,” ujarnya menjelaskan.

Sebetulnya, Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan video berhaji sehat. Salah satunya berisi teknik acupressure, yaitu teknik-teknik pijat refleksi di beberapa titik untuk merangsang relaksasi saraf-saraf yang tegang.

Teknik ini bisa dilakukan sendiri dengan mengetuk-ngetuk atau memijat beberapa titik di wajah, dada, lengan, dan kaki.

Selain itu, terkait jamaah yang wafat, kata Fidiansjah, sebagian besar wafat di rumah sakit Arab Saudi. “Hal ini menunjukkan sistem rujukan sudah semakin baik dan mereka sudah mendapat perawatan yang optimal,” katanya.

Ia menambahkan petugas pun tetap harus meningkatkan kewaspadaan deteksi dini terhadap kesehatan jamaah. Hingga Ahad malam, jumlah jamaah wafat sebanyak 113 orang yang sebagian besar berusia di atas 60 tahun.(MCH/Rep)
 

Dibaca : 25 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/943

Keberangkatan Jamaah dari Makkah ke Jeddah Diperlambat

Penulis :
23 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Jeddah untuk dipulangkan ke Tanah Air akan diperlambat untuk mengurangi kepadatan di bandara.

“Prinsipnya bagaimana mengurangi kepadatan jamaah di bandara. Bagaimana kita bisa menahan jamaah agar tidak berangkat terlalu cepat. Kalau bisa sembilan atau delapan jam sebelum take off,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat di Makkah, Selasa.

Berdasarkan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Haji Arab Saudi, jamaah haji Indonesia harus sudah diberangkatkan ke Jeddah minimal 12 jam sebelum take off. Ketentuan tersebut tidak bisa dilanggar.

Menurut Arsyad Hidayat, kebijakan tersebut diambil karena pada tiga hari pertama dikhawatirkan akan terjadi kemacetan di jalan atau keterlambatan di check point sehingga pemberangkatan jamaah dari Makkah ke Jeddah diberi rentang waktu yang cukup panjang.

Namun kenyataannya, pada dua hari pertama pemulangan jemaah Indonesia, perjalanan jemaah dari Makkah ke Jeddah berjalan lancar sehingga membuat mereka terlalu lama menunggu di bandara.

“Di luar dugaan, proses pemberangkatan jamaah dari Makkah ke Jeddah berjalan cepat, sehingga waktu 12 jam menjadi terlalu lama. Masa menunggu jamaah di bandara pun menjadi terlalu panjang,” jelas Arsyad.

Sehubungan itu, Arsyad menjelaskan bahwa Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sudah melayangkan surat resmi kepada Kementerian Haji Arab Saudi agar pemberangkatan jamaah bukan 12 jam, tapi minimal 10 jam dengan perhitungan 2 jam persiapan, 2 jam pemberangkatan, dan 6 jam menunggu di bandara.

“Surat dikirim kemarin malam. Mudah-mudahan saya kira ketika melihat kondisi di bandara, mereka juga harus tahu,” katanya.

Arsyad juga mengatakan telah berkomunikasi dengan muasassah dan pihak maktab agar tidak meminta jamaah untuk segera berangkat, sementara jemaaah diminta untuk tidak terburu-buru berangkat saat bus pengantar sudah datang.(MCH/Ant)

Dibaca : 28 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/942

Kelebihan Bagasi Satu Kloter Bisa capai 1,6 ton

Penulis :
23 Oktober 2013

Jeddah(Sinhat)–Kelebihan bagasi jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) yang di amankan petugas di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, bisa mencapai 1,6 ton.

“Kebanyakan adalah air zam-zam yang berusaha disimpan di bagasi, padahal sudah diberitahukan sebelumnya larangan membawa air di bagasi. Satu kloter dari Solo kelebihan bagasinya mencapai 1,6 ton,” kata Hady Syahrean, Wakil Presiden Urusan Haji Garuda Indonesia Airways, di Jeddah, Selasa.

Selain itu, ia menjelaskan, juga ada barang-barang jemaah yang dikeluarkan dari bagasi karena melebihi batas maksimal barang bawaan.

“Batas maksimal bagasi 32 kilogram dan batas barang tentengan untuk kabin pesawat hanya tujuh kilogram,” katanya.

Barang bawaan jemaah yang diamankan petugas karena melebihi batas maksimal bagasi antara lain tas tentengan, mainan anak-anak, sajadah, kerudung, dan pakaian bekas.

Kepala Daerah Kerja Jeddah, Endang Jumali, mengatakan sebagian jemaah nekat menyembunyikan air zam-zam sehingga petugas harus memeriksa tas seluruh jemaah.

“Ada satu kloter dari SOC yang seluruh barang bawaan mereka dibongkar semua karena menyembunyikan air zam-zam,” katanya.

Jemaah haji Indonesia banyak yang melanggar ketentuan batasan bagasi pesawat dan larangan membawa air zam-zam.

Petugas sampai menyita empat troli barang dari sembilan kloter pertama yang diberangkatkan Senin (21/10).Petugas juga menyita kelebihan tas tentengan jemaah.

Petugas hanya membolehkan dua tas tentengan yaitu tas dada yang berisi dokumen dan tas resmi dari Garuda berwarna biru.

Namun ada jamaah yang memaksa membawa satu atau dua tas tambahan sehingga terpaksa mereka memilah lagi barang apa yang harus dibawa dan mana yang harus ditinggalkan.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 182 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/941

Kloter Pertama Jamhaj NTB Tiba di Mataram

Penulis :
22 Oktober 2013

Mataram(Sinhat)–Sebanyak 325 haji haji asal Nusa Tenggara Barat kelompok terbang pertama kembali dari Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, dan tiba di Mataram, Senin petang.

“Ini pemulangan pertama musim haji 2013, dan akan ada kloter berikutnya sesuai jadwal,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama NTB H Ma`ad Umar di Mataram, Senin.

Kloter pertama jamaah haji NTB yang kembali dari Makkah itu, diterima oleh Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, di Asrama Haji NTB, di Mataram.

Selanjutnya, para haji yang semuanya berasal dari Lombok Tengah itu bertolak menuju kampung halamannya, setelah singgah sejenak di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, di Praya.

“Kloter kedua asal Lombok Timur yang juga jumlahnya 325 orang akan tiba di Mataram, pada 23 Oktober pukul 02.30 Wita,” ujar Ma`ad.

Setelah itu, kloter ketiga sebanyak 325 orang asal Kabupaten Sumbawa, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Bima, yang dijadwalkan kembali ke Lombok pada 24 Oktober pukul 09.28 Wita.

Kloter keempat sebanyak 325 orang asal Kota Mataram, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 25 Oktober pukul 12.30 Wita.

Kloter kelima sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Timur, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 26 Oktober pukul 17.28 Wita.

Kloter keenam sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 27 Oktober pukul 23.28 Wita.

Kloter ketujuh sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Barat, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 30 Oktober pukul 01.28 Wita.

Kloter kedelapan sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Timur, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 31 Oktober pukul 01.28 Wita.

Kloter kesembilan sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 1 November pukul 15.41 Wita.

Kloter kesepuluh sebanyak 325 orang asal Kabupaten Lombok Tengah, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 3 November pukul 15.25 Wita.

Kloter kesebelas sebanyak 325 orang asal Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima, dijadwalkan kembali ke Lombok pada 5 November pukul 15.25 Wita.

Kloter keduabelas sebanyak 84 orang asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur, Kota Mataram, dan Kabupaten Sumbawa, yang bergabung dengan Kloter 40 Embarkasi Jakarta, dijadwalkan kembali ke Lombok, 8 November 2013.

Rombongan JCH asal NTB sebanyak 3.599 orang, ditambah 11 orang petugas haji TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia), 11 orang TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia), dan 33 orang TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), sehingga totalnya mencapai 3.654 orang.

Tiga haji meninggal dunia, sebelum mengakhiri semua rangkaian ibadah haji, yakni Amaq Lemuh Bin Amaq Sunaye, asal Lombok Tengah, dan Amaq Safoan Bin Amaq Safar, asal Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Lombok Timur, serta Amaq Ramli asal Desa Pengkelak Emas Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur.

Ketiganya meninggal Dunia di Mekkah dan dikebumikan di Pemakaman Umum Ma`la dan Baqik. (Ant)

Dibaca : 67 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/940

Kedatangan Kloter Pertama Sumut, Diwarnai Suasana Haru

Penulis :
22 Oktober 2013

Medan(Sinhat)–Kedatangan Kloter pertama Debarkasi Haji  Sumut diwarnai susana haru. Kloter pertama inio tmendarat di bandara Kualanamu, Medan Senin (21/10) sekitar Pukul 08.30 WIB,  ditandai doa dan sujud syukur di lantai bandara tersebut.

Kedatangan Kloter pertama disambut Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho dan wakilnya Tengku Erry Nuradi, Kepala Kantor Kementerian Agama setempat Abdul Rahim dan sejumlah pejabat lainnya. Para tamu Allah itu disambut ditangga pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300.

Sebelumnya Gubernur Pujo bersama Ketua Majelis Ulama (MUI) Sumut H. Abdullah Syah berdiri di pintu pesawat, dengan bantuan pengeras suara, menyampaikan ucapan selamat datang dan mendoakan kepada seluruh jemaah yang baru tiba sebanyak 440 orang dapat meraih haji mabrur.

Lantas Ketua MUI membaca doa dan seluruh jemaah mengangkat tangan sambil mengamini.

Menurut Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumut, Abdul Rahim, pihaknya bersyukur seluruh jemaah dalam keadaan sehat.

Hanya seorang yang sakit dan langsung dibawa dengan ambulan untuk dirawat. Selain itu, ada pula jemaah membawa barang tentengan lebih dari tujuh kg, yang seharusnya dilarang, oleh maskapai Garuda diberi toleransi.

Secara umum tak ada hambatan dalam pemulangan jemaah haji. Penundaan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah selama dua jam masih bisa dipahami karena padatnya penerbangan di kota Jeddah, ia menjelaskan.

Jumlah Jemaah haji Sumut sebanyak 6575 orang dan berangkat dengan 15 kloter dan satu kloter lainnya tergabung dengan kloter Aceh dan Palembang.

Sampai saat ini Jemaah yang meninggal tercatat delapan orang, kata Kasi Haji Sumut Hasful Huznain.

Untuk penyelenggaraan ibadah haji 2013, kata Hasful, diakui sedikit repot setelah Bandara Polonia Pindah ke Kualanamu. Dulu, keberangkatan dari Asrama Haji cuma 15 menit, sekarang bisa mencapai satu jam. Belum lagi Bandara yang baru diresmikan itu tak memiliki pelayanan untuk Jemaah haji.

Karena ia mengimbau pihak pemangku kepentingan ke depan bisa memikirkan pengadaan fasilitas untuk Jemaah haji pada tahun 2014.
(Ant)

 

Dibaca : 112 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/939

Jamaah Haji Banyak Langgar Ketentuan Bagasi Pesawat

Penulis :
22 Oktober 2013

Jeddah(Sinhat)–Jamaah haji Indonesia banyak yang melanggar ketentuan batasan bagasi pesawat dan larangan membawa air zam-zam sehingga dari sembilan kloter pertama yang diberangkatkan Senin (21/10) tidak kurang empat troli barang disita petugas bandara.

Pantauan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Senin, dari tiga kloter yaitu Kloter 1 Jakarta, Kloter 1 Makassar dan Kloter 1 Solo petugas menyita puluhan tas tentengan yang ternyata melebihi ketentuan maksimal 7 kilogram, demikian juga disita ribuan liter air zam-zam dari bagasi penumpang.

Petugas hanya membolehkan dua tas tentengan yaitu tas dada yang berisi dokumen dan tas resmi dari maskapai penerbangan seperti Garuda yang berwarna biru. Namun ada jamaah yang memaksa membawa satu atau dua tas tambahan sehingga terpaksa mereka memilah lagi barang apa yang harus dibawa dan mana yang harus ditinggalkan.

Ada juga jamaah yang memaksa berlari akan diperiksa petugas Garuda, namun tidak bisa masuk pada pemeriksaan kedua dan akhirnya pasrah meninggalkan barang yang melebihi batasan.

Sebelumnya petugas sudah memberikan peringatan berulang kali baik melalui ketua kloter maupun ketua rombongan, tetapi karena ada satu dua orang jamaah yang memaksa memasukkan air zam-zam ke bagasi akhirnya diikuti jamaah lain, bahkan di Kloter 1 Solo hampir semua bagasi ditemukan air zam-zam baik dalam kemasan botol kecil sampai ukuran lima liter.

Kepala Daerah Kerja Makkah Kantor Urusan Haji Indonesia, Arsyad Hidayat, mengaku prihatin dengan adanya jamaah yang mencoba-coba mengakali larangan bagasi itu, padahal tidak ada toleransi untuk soal bagasi itu.

Padahal menurut dia, petugas sudah berulang kali menyampaikan ketentuan tentang barang bawaan saat pulang itu kepada para jamaah, baik secara langsung melalui petugas sektor, kloter hingga melalui poster atau selebaran di lokasi pemondokan jamaah.

“Kalau sampai membawa barang-barang yang dilarang itu, pasti akan ketahuan, demikian juga kalau yang kelebihan bagasi maka tidak ada toleransi sehingga harus ditinggal,” katanya.

Terkait dengan air zam-zam, Arsyad menjelaskan bahwa pihak maskapai sudah menyiapkan air zam-zam untuk para jamaah setiba di debarkasi masing-masing dimana untuk Garuda Indonesia menyiapkan sebanyak 5 liter per jamaah, sedangkan Saudi Airlines sebanyak 10 liter air zam-zam per jamaah.

Proses pemulangan jamaah haji Indonesia hingga Senin malam waktu setempat, tercatat sudah 29 kloter yang bergerak dari Makkah ke Bandara Jeddah, sementara yang sudah tiba di tanah air, sebanyak 17 kloter.

Hingga hari ke-41 (20/10), jumlah jamaah asal Indonesia yang wafat di Arab Saudi sebanyak 114 orang dengan rincian antara lain berasal dari embarkasi Surakarta (Solo) mencapai 26 orang, Bekasi 20 orang, Surabaya 12 orang, Jakarta 11 orang, serta Medan dan Batam masing-masing tujuh orang. (MCH/Ant)

Dibaca : 175 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/938

Antisipasi Bawa Zam-zam Petugas Bandara Periksa Koper Jamaah Haji

Penulis :
22 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Jamaah haji Indonesia harus merelakan koper mereka diperiksa petugas Bandara Internasioal King Abdul Aziz Jeddah yang diduga membawa air zamzam karena melanggar aturan penerbangan.

Pemeriksaan air zamzam itu dilakukan terhadap jamaah asal Solo kelompok terbang SOC 3 yang dijadwalkan terbang ke Tanah Air, Senin pukul 07.13 waktu setempat.

Meski demikian, Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Jeddah Abdullah Suwarno, Senin, mengatakan bahwa pemeriksaan itu tidak hanya dilakukan pada kloter SOC 3 saja. “Semua diperiksa, tidak SOC 3 saja. Kloter lain pun demikian, tidak ada pengecualian dan tidak ada negosiasi,” ujar Abdullah.

Abdullah juga menegaskan bahwa yang terjadi bukan pembongkaran, melainkan pemeriksaan untuk mengeluarkan air zamzam karena tidak sesuai dengan ketentuan penerbangan. Sebelumnya, Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat telah mengingatkan kepada jamaah agar memperhatikan tiga hal sebelum pulang ke Tanah Air.

Ketika hal tersebut adalah, memastikan kelengkapan dokumen seperti paspor dan boarding pass, kelengkapan ibadah, serta tidak membawa air zamzam baik di bagasi maupun kabin pesawat.

Arsyad meminta jamaah tidak memaksakan diri membawa air zamzam dan “menyembunyikannya” dalam koper karena dikhawatirkan akan memperlambat pemberangkatan.

Pada Senin, sebanyak 11 kloter jemaah haji Indonesia dipulangkan ke Tanah Air yakni JKS 2, SUB 2, JKS 3, SUB 3, LOP 1, JKG 2, SOC 3, PDG 2, UPG 2, BTH 2, dan BPN 2.

Sementara itu, hingga pukul 15.47 waktu setempat jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi sebanyak 133, sedangkan yang masing menjalani rawat inap 1.238 jemaah.(MCH/Ant/Rep)

Dibaca : 211 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/937

Masjidil Haram Masih Padat

Penulis :
22 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Masjidil Haram menjelang shalat Dzuhur tetap dipadati jamaah dari berbagai negara. Area tawaf mau pun sa’i dipenuhi jamaah meski relatif lebih lengang ketimbang menjelang puncak haji atau sehari setelah jamaah melaksanakan mabit di Mina.

Pantauan MCH di Masjidil Haram, Senin (21/10), pukul 09.30 hingga 11.00, suasana relatif longgar terasa di area tawaf mau pun sa’i. Jamaah tidak terlalu berdesak-desakan di lantai dasar area tawaf, asalkan tidak mendekat ke Ka’bah.

Kondisi yang lebih lengang terasa di lantai dua area tawaf. Namun di lantai ini jamaah enggan memanfaatkannya karena jarak lintasannya yang lebih panjang ketimbang di lantai dasar.

Kasi Media Center Haji Khoiron Durori menjelaskan, kondisi ini karena adanya jamaah haji gelombang pertama yang sudah pulang ke Tanah Air dan gelombang kedua yang beberapa hari lagi mulai didorong ke Madinah secara bertahap. “Beberapa jamaah lainnya juga ada yang melakukan umrah sunnah,” kata Khoiron.

MCH menemui sejumlah rombongan jamaah yang baru menyelesaikan umrahnya. Mereka keluar dari kawasan Masjidil Haram sekitar pukul 10.00. Namun ada juga sejumlah kelompok jamaah berpakaian ihram yang masuk Masjidil Haram dari arah pintu Marwah.

Maryani, jamaah haji asal Kabupaten Pati, Embarkasi Solo (SOC-34), mengaku baru menyelesaikan umrahnya yang keenam. Saat ditemui, Maryani saling menggunting rambut dengan teman-temannya sebagai tanda tahalul. “Empat umrah sebelum puncak haji, dua umrah yang lainnya setelah haji,” kata Maryani.

Maryani sudah mengambil miqat (tempat dimulainya niat umrah dan berpakaian ihram) dari dua tempat, yakni di Tanim dan Ji’ranah. Padahal, Maryani adalah jamaah gelombang kedua. Bagi jamaah gelombang kedua, tujuan mereka langsung ke Makkah setiba di Jeddah, bukan ke Madinah. “Ke Madinah nanti, 4 November,” katanya.

Pembangunan dan renovasi Masjidil Haram memang belum selesai. Namun, jamaah saat ini bisa berjalan memutari Masjidil Haram tanpa terhalang proyek pemugaran. Akses di depan pintu depan Masjid Abdullah yang masih dalam proses pembangunan sudah dibuka. Jamaah bisa berjalan menyusuri masjid dari arah Marwah ke pelataran di bawah Tower Zamzam.(MCH/Rep) foto: Afp

Dibaca : 633 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/936

Kloter Pertama Debarkasi Haji Surabaya Tiba

Penulis :
21 Oktober 2013

Surabaya(Sinhat)–Ratusan haji yang merupakan kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Debarkasi Surabaya yang berasal dari Kabupaten Lamongan, tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

“Insya-Allah, setiba di bandara pada pukul 13.35 WIB, mereka langsung diterima Wagub Jatim H Saifullah Yusuf di Asrama Haji Debarkasi Surabaya,” kata Humas Kanwil Kemenag Jatim, H Fatchul Arif, di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan sembilan kloter pertama dari jamaah haji Indonesia dilepas Menag Suryadharma Ali di Tanah Suci pada Minggu malam, termasuk kloter pertama SUB (Surabaya).

“Kloter SUB berjumlah 64 kloter dengan proses pemberangkatan kloter pertama ke Tanah Suci pada 10 September dan kloter pertama itu tiba di Surabaya pada 21 Oktober. Jadi, mereka berada di Tanah Suci selama 51 hari, termasuk penerbangan,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Bidang Pemberangkatan dan Penerimaan PPIH Debarkasi Surabaya, H Erfan Rosuli menjelaskan, jamaah haji dari Debarkasi Surabaya berjumlah 28.213 orang dari Jatim, NTT, dan Bali.

“Selama ini PPIH Embarkasi/Debarkasi Surabaya memberangkatkan 90-an kloter ke Tanah Suci, namun tahun ini berkurang 20 persen akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk kepentingan perbaikan kawasan Masjidil Haram,” katanya.

Hingga pemberangkatan kloter teralhir (64) pada 8 Oktober lalu, jamaah haji yang gagal dan tunda berangkat dari Asrama Haji Surabaya mencapai 147 orang.

Namun, tercatat 46 orang akhirnya berangkat dengan kloter berikutnya, sehingga hanya 101 orang yang benar-benar gagal/tunda berangkat.

Ke-101 calon haji yang gagal dan tunda berangkat itu meliputi 26 calon haji wafat di daerah, dua calon haji wafat di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), 13 calon haji sakit di daerah, dan 28 calon haji sakit di AHES.

Selain itu, dua calon haji hamil di daerah, empat calon haji (ketahuan) hamil di AHES, dan 116 calon haji tunda karena menjadi pendamping dari calon haji yang gagal/tunda berangkat.

“Kejadian khusus selama pemberangkatan 64 kloter juga hanya haji dari Sumenep dan Sampang yang merupakan kloter khusus karena membawa minyak goreng, jamu, cobek, dan benda cair lainnya yang dilarang,” katanya.(Ant)
 

Dibaca : 5 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/935

374 Jamaah Haji Jateng Kloter Pertama Tiba

Penulis :
21 Oktober 2013

Boyolali(Sinhat)–374 jamaah haji asal Tegal Jawa Tengah yang tergabung kelompok terbang pertama tiba di Bandara Adi Soemarmo di Boyolali, Senin, pukul 07.01 WIB.

Empat dari 374 jamaah haji menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6501 tersebut setibanya di bandara, terpaksa harus dinaikkan mobil ambulance menuju Asrama Donohudan karena kondisi kesehatannya terganggu.

Rombongan jamaah haji kloter pertama lainnya langsung dipindahkan ke sembilan bus milik penerbangan menuju Gedung Muzdalifah di Asrama Donohudan, dan sambut oleh Asisten Kesra Pemerintah Provinsi Jateng, Djoko Sutrisno mewakili Gubernur Ganjar Pranowo yang berhalangan hadir.

Empat jamaah haji yang harus dinaikan mobil ambulance menuju asrama, yakni Sri Muji Rahayu (61), Wirsat, Ny Sukar, dan Nassuhan.Keempat haji asal Tegal itu, kebanyakan karena kelelahan sehingga kondisi fisiknya lemah.

Haji kloter pertama asal Tegal setibanya di asrama Donohudan langsung mengikuti acara penyambutan dan penyerahan kepada Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) daerah untuk dibawa pulang ke daerahnya.

Menurut Wakil Ketua II PPIH Debarkasi Surakarta, Rudy Apriyantono, bahwa pihaknya dalam kegiatan penyambutan kedatangan haji telah menyiapkan 272 Satgas PPIH.

Jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan pada saat kepulangan dari Tanah Suci, setibanya di Asrama Donohudan langsung di bawa di Poliklinik PPIH untuk mendapat perawatan sementara dengan harapan tidak sampai dirujuk di rumah sakit.

Jamaah haji kloter pertama yang mengalami gangguan kesehatan setelah mendapat perawatan langsung dibawa mobil ambulance ke daerahnya, sedangkan lainnya dengan dipersipakan sembilan bus menuju Kota Tegal.

Menurut General Manager (GM) Garuda Indonesia Solo, Flora Izza, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak empat pesawat terbang Airbus Tipe 330 untuk melayani kepulangan jamaah haji asal Debarkasi Surakarta.

Adanya keterlambatan kedatangan pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan haji kloter pertama asal Jateng dari Tanah Suci, sekitar 25 menit, kata dia, karena bandara di Jedah kondisinya masih padat.

Menurut dia, pihaknya penerbangan Garuda melakukan penerbangan dari Tanah Suci menuju Tanah Air, telah sesuai jadwalnya, tetapi karena kondisi bandara di Jedah masih padat akibat bersamaan pulangnya haji di seluruh dunia.

Namun, kata dia, kondisi tersebut akan kembali normal sekitar hari ke lima hingga 10 kepulangan haji di Tanah Air. (Ant)
 

Dibaca : 9 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/934

Kloter Pertama Jabar Tiba Hari ini

Penulis :
21 Oktober 2013

Jakarta(Sinhat)– Kloter Pertama Jawa Barat (JKS) dijadwalkan akan tiba Senin (21/1)di Bandara Halim Perdanakusumah.Hal itu diungkapkan Ketua PPIH yang juga Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H. Saeroji di Asrama Haji Bekasi.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan kedatangan para jamaah haji. Persiapan tersebut, di antaranya dengan mengantisipasi jika terjadi hujan di embarkasi Bandara Intenasional Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

Kondisi Bandara Halim Perdanakusumah tidak memiliki ruang tunggu yang memadai, sehingga para jamaah haji yang turun dari dari pesawat terbang akan masuk ke bus-bus jemputan yang telah disediakan. “Saat ini, mulai masuk musim hujan, kita harus mengantisipasi terjadinya hujan,” kata  H. Saeroji.

Menurut dia, jikatidak terjadi hujan, maka para jamaah haji akan masuk dulu ke ruang di Bandara Halim Perdanakusumah lalu masuk ke bus. Untuk pemberian stempel kepulangan dari pihak Imigrasi akan dilakukan di bus sambil menunggu pembongkaran koper-koper besar para jamaah haji dari pesawat.

Dijelaskannya, pembongkatan koper dari badan pesawat diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar dua jam. “Nah, kalau hujan turun, maka bus-bus jemputan para jamaah haji akan langsung mendekati pesawat. Para jamaah haji turun dari pesawat langsung menuju ke bus-bus yang akan membawanya ke Asrama Haji Bekasi,” jelasnya.

Koper-koper besar para jamaah haji, akan berangkat dulu ke Asrama Haji Bekasi lalu diikuti bus-bus para jamaah. “Saya berharap keluarga menjemput para jamaah haji di kabupaten/kota masing-masing dan tidak usah ke asrama haji apalagi ke bandara,” imbuhnya.

Terkait dengan air zam-zam, pihak penerbangan Saudi Airlines sudah mengirimkan 29.888 kemasan air zam zam 10 liter per orang untuk dibagikan kepada jemaah haji Jabar.

Para jamaah haji tidak perlu membawa air zam zam tambahan karena pihak penerbangan tidak memperbolehkan membawa cairan,masuk ke kabin pesawat. Pembagian air zam zam dilakukan di Asrama Haji Bekasi.

Pengiriman air zam zam, menurut Saeroji, dilakukan oleh pesawat terbang yang pulang dari tanah suci. “Saat pesawat pulang dan kosong dimanfaatkan untuk membawa air zam zam. Alhamdulillah air zam zam sudah tersedia di Asrama Haji Bekasi,” ujarnya.

Saat ini, tambahnya, air zam zam telah tersimpan rapi di tiga ruangan di Asrama Haji Bekasi. “Jumlah jemaah haji Jabar 29.888 orang sehingga jumlah air zam zam disesuaikan,” katanya.(MCH/Pr)


 

Dibaca : 292 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/933

Pemulangan Lebih Awal Prioritas Bagi Jamaah Sakit

Penulis :
21 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Panitia penyelenggara haji akan memrioritaskan pemberian izin tanazzul atau pulang lebih awal bagi jemaah yang sakit.

“Sakit menjadi prioritas utama pemenuhan permohonan tanazzul jemaah haji Indonesia,” kata Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Daerah Kerja Makkah Miftahul Maulana di Makkah, Minggu dinihari.

Menurut dia, jemaah yang sakit bisa mengajukan permohonan untuk dipulangkan lebih awal dari jadwal agar bisa mendapat pengobatan di Tanah Air dengan rekomendasi dan izin dari dokter untuk melakukan penerbangan.

Ia menambahkan, pengajuan permohonan tanazzul juga bisa dilakukan oleh jemaah yang ada keperluan dinas dan pendidikan.

Tanazzul, lanjut dia, juga bisa diberikan kepada jemaah yang keberangkatannya dari Tanah Air tertunda karena sakit dan saat pulang dapat bergabung kembali dengan kloter semula.

Hingga Sabtu (19/10) malam, kata Miftahul, anggota jemaah haji Indonesia yang mengajukan tanazzul sudah 368 orang.

“Jumlah ini biasanya akan terus bertambah sesuai dengan pengajuan yang masuk,” kata Miftahul.

Permohonan tanazzul disampaikan kepada Kepala Daerah Kerja Makkah, yang kemudian akan membuat skala prioritas sesuai ketersedian kursi dalam penerbangan.

Menurut data Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) sembilan kloter jemaah dipulangkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, pada Minggu.

Kelompok terbang jemaah yang hari ini dipulangkan berasal dari Jakarta, Padang, Solo, Balikpapan, Makassar, Medan, Batam, Bekasi dan Surabaya.

Adapun jemaah yang meninggal dunia selama di Arab Saudi hingga Minggu(20/10)  pukul 08.52 waktu setempat tercatat 114 orang. (MCH/Ant)

 

Dibaca : 148 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/932

Jamaah Kecurian Dapat Ganti Dari Pemilik Pondokan

Penulis :
21 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Jemaah haji Indonesia yang kecurian barangnya di pemondokan pada saat ditinggal ke Armina, sudah mendapat penggantian dari pemilik pondokan.

“Sudah diganti rugi. Malah sudah saya belikan yang baru,” ujar Damayati (42) yang kehilangan dua buah cincin dengan total harga 1.120 riyal saat ditemui di pemondokannya di Hotel Basma rumah no.210 di Mahbas Jin, Makkah, Minggu.

Damayati, penghuni kamar 105, bukan satu-satunya yang kecurian di rumah tersebut. Faqiudin dan Yunarti, penghuni kamar yang sama, masing-masing kehilangan telepon genggam dan uang.

Selain itu, Khusnudhan (penghuni kamar 111), M Idris Usman ( kamar 303) dan Akhmad Basok (kamar 503) juga kecurian.

Total ganti rugi yang diberikan kepada keenam jemaah tersebut sebesar 7.000 riyal dengan rincian Damayati 1.120 riyal, Faqiudin 1.200 riyal, Yunarti 1.700 riyal, Khusnudhan 45 riyal, Idris Usman 1.400 riyal, serta Akhmad Basok 1.535 riyal.

Menurut Ketua Sektor II Makkah Abdullah Abdurrahman yang membawahi wilayah tersebut, pencurian terjadi saat jemaah meninggalkan pemondokan menuju Arafah-Muzdalifah dan Mina, atau sekitar 13-17 Oktober.

Penghuni lantai 1 mengetahui kamarnya kecurian ketika kembali dari Mina pada Kamis (17/10) pagi sekitar pukul 05.00 waktu setempat, sementara yang di lantai 3 dan 5 sehari kemudian.

Abdullah mengatakan, kasus tersebut sudah ditangani polisi Arab Saudi.

Sementara itu, untuk berjaga-jaga agar tidak kembali kecurian lagi, Mudofar (50) suami Damayati mengatakan, “jangan sekali-kali meninggalkan barang berharga terutama uang. Kalau bisa terus menempel di badan.” (MCH/Ant)
 

Dibaca : 182 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/931

JK Puji Pelaksanaan Ibadah Haji

Penulis :
21 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)Pelaksanaan ibadah haji tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya karena terjadi pengurangan jumlah kuota haji untuk seluruh dunia sebesar 20 persen termasuk bagi jamaah haji Indonesia. Menanggapi hal tersebut, mantan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla, yang juga Ketua Dewan Mesjid Indonesia, menilai  pelaksanaan haji tahun 2013 ini berjalan dengan baik terutama jamaah haji Indonesia terkelola dengan baik dan lancar oleh Kementerian Agama RI.

Pengurangan kuota dan ketatnya Kemenag RI dalam menerapkan pengurangan tersebut membuat pelayanan bagi jamaah haji Indonesia lebih maksimal. Hal ini terlihat pada saat wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan melontar jumarah di Mina. Yang menurut JK sapaan akrab Jusuf Kalla, adalah momen sangat penting bagi pelaksanaan haji.

Bus yang digunakan Kementerian Agama RI untuk para jamaah bagus, makanan juga tersedia cukup, perjalanan lancar praktis tanpa kemacetan selain karena hambatan kepadatan kendaraan di saat jamaah haji bergerak serentak dari Arafah menuju Mina.(jusufkalla.info)
 

Dibaca : 598 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/930

Jamaah di Mina Diusulkan Naik Kereta

Penulis :
20 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Jamaah haji yang ditempatkan di Mina Jadid akan diusulkan dapat menggunakan kereta menuju Jamarat untuk melontar jumroh karena terlalu jauh jika berjalan kaki.

“Seandainya tidak ada tempat lainnya, kita akan minta izin menggunakan kereta. Jarak dari Mina Jadid ke stasiun sekitar 2 km, sedangkan dari Mina Jadid ke Jamarat sekitar 6-8 km,” ujar Amirul Haj yang juga Menteri Agama Suryadharma Ali di Jeddah, Sabtu.

Amirul Haj mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah pihak antara lain Irjen Kemenag, BPS, dan KPHI yang harus ditindaklanjuti antara lain adalah jemaah haji tidak ditempatkan di Mina Jadid karena terlalu jauh.

Amirul Haj mengatakan, rencana mengajukan izin menggunakan kereta kepada pemerintah Arab Saudi itu disampaikannya dalam pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar Al Hajjar di Jeddah, Sabtu.

Pada musim haji 2013 ini, terdapat empat maktab jemaah haji Indonesia yang ditempatkan di Mina  Jadid dengan jumlah jemaah sekitar 13.000 orang saat mabit di Mina dan melontar jumroh di Jamarat.

Jarak dari Mina Jadid ke Jamarat yang cukup jauh, sekitar 7 km membuat jemaah sangat kelelahan saat harus bolak balik untuk melontar jumroh. Sejak 2010 sudah dioperasikan kereta yang menghubungkan Arafah, Muzdalifah dan Mina yang khusus untuk melayani jemaah haji padamasa-masa Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Pada saat yang sama,  Airul Haj menyampaikan rasa  puas jemaah mengenai transportasi terutama pada masa Armina, mengenai keberhasilan dalamperjalanan dari Makkah menuju Arafah, Arafah-Muzdalifah dan Muzfalifah-Mina serta Muzdalifah-Makkah.

“Semua lancar dan sukses,” kata Suryadharma Ali.(MCH/Ant) Foto: terappin.com

Dibaca : 50 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/929

Presiden Sampaikan Terima Kasih ke Raja Arab Saudi

Penulis :
20 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan terima kasih kepada Raja Saudi Arabia atas pelayanan yang baik terhadap jamaah haji Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Amirul Hajj  sekaligus Menteri Agama Suryadharma Ali kepada Menteri Urusan Haji Arab Saudi Bandar Hajjar di
Jeddah, Sabtu.

“Atas nama Presiden dan jamaah Indonesia, saya sampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi terhadap pelayanan yang baik selama musim haji tahun ini,” katanya usai pertemuan.

Meskipun demikian, Indonesia akan memberikan sejumlah masukan agar pelayanan semakin baik pada tahun-tahun mendatang. Menag menilai ada perbaikan dalam berbagai  bidang pelayanan, seperti transportasi selama puncak haji, katering di Armina, baik yang dilakukan oleh muassasah maupun muta`ahhidin serta kesiapan semua lantai Masdjidil Haram  untuk tawaf ifadah.

“Alhamdulillah, pada tahun ini, tak ada satu pun kasus keracunan yang dialami oleh jemaah haji Indonesia,” tuturnya.

Suryadharma pun mengapresiasi perbaikan mutu  pada sejumlah fasilitas seperti adanya toilet di Arafah yang dibangun bertingkat meski belum semua ada di setiap maktab.

Suryadharma mengaku sebenarnya sudah tak sabar ingin menyampaikan kritik dan solusi kepada  Menteri Haji Bandar Hajjar namun momentumnya kurang tepat kalau disampaikan pada pertemuan itu.

“Menteri Haji Arab Saudi berjanji akan segera mengundang kami untuk mendapat masukan. Insya Allah dalam dua bulan ke depan,” katanya

Beberapa masukan kepada Pemerintah Arab Saudi tersebut antara lain pemasangan penunjuk arah dalam bahasa Indonesia dan berharap renovasi Masdjidil Haram selanjutnya bisa selesai sebelum musim haji tiba sehingga tidak ada pemotongan kuota haji.

Usulan soal kuota itu berkaca dari kenyataan yang terjadi tahun ini dimana pemotongan lantai tawaf bisa selesai sebelum waktu puncak haji. (MCH/Ant)
 

Dibaca : 67 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/928

Debarkasi Balikpapan Siap Sambut Kedatangan Jamaah Haji

Penulis :
20 Oktober 2013

Balikpapan (Sinhat)–Setelah sukses melaksanakan kegiatan keberangkatan jamaahcalon haji ke tanah suci, Embarkasi Haji Balikpapan bersiap-siap menunaikan tugas baru,  yaitu menerima kedatangan jamaah haji yang dijadwalkan mulai 21 Oktober 2013.

“Kini seluruh jamaah haji sudah memasuki babak akhir. Jumat ini (18/10 seluruh jamaah haji asal Kaltim khususnya yang melaksanakan nafar tsani, sudah meninggalkan Mina menuju Makkah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah haji yaitu thawaf ifadhah, sya`i dan tahalul tsani, yang selanjutnya akan bersiap-siap kembali ke tanah air,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) Debarkasi Balikpapan, Kusasi yang juga Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim di Balikpapan, Jumat.

PPIH Debarkasi Balikpapan, berkonsentrasi penuh pada pemulangan jamaah yang dimulai tanggal 21 Oktober 2013. Pada tanggal itu kedatangan jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Sulteng yang diangkut menggunakan pesawat Garuda Airlines dengan nomor flight GA 4201, dijadwalkan tiba di Balikpapan pukul 08.00 Wita.

Rencananya pukul 10.00 Wita, akan disambut secara resmi oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Asrama Haji Balikpapan.. “Alhamdulillah kita dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, dan sekarang kita mempersiapkan segala sesuatunya berkaitan dengan kepulangan jamaah haji yang dimulai 21 Oktober hingga 6 November 2013 nanti,” kata Kusasi. (Ant)
 

Dibaca : 6 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/927

Kondisi Kebersihan Tenda dan Toilet di Mina Sudah Lebih Baik

Penulis :
20 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Kondisi kebersihan di tenda dan toilet saat jamaah mabit di Mina cukup baik karena ada tambahan tenaga kebersihan 16 orang setiap maktab, kata Kepala Satuan Tugas Mina, Akhmad Jauhari, di Jeddah, Sabtu.

“Adanya tambahan 16 petugas kebersihan setiap  maktab yang direkrut oleh muassasah ternyata memang efektif menciptakan lingkungan bersih di sekitar tenda maupun di toilet, dan tidak ada sampah yang berserakan,” katanya.

Berbeda dengan tahun lalu, pada 11 Dzulhijjah, sampah berupa botol air minum kemasan sudah menumpuk di sekitar toilet dan banyak genangan di sekitar toilet. “Tahun ini, keadaan itu tidak terjadi,” tuturnya

Ia mengaku bersyukur lantaran pelayanan jamaah  haji selama berada di Mina lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, antara lain tidak ada keluhan jamaah yang tidak kebagian tenda dan tidak ada keluhan berarti soal makanan.

Ia mengakui, ada belasan jamaah dari China yang sempat berdiam di maktab 72, namun kemudian mereka mau kembali ke maktab mereka di maktab 78 yang memang dikhususkan untuk haji nonkuota.

Demikian juga soal, distribusi makanan sempat ada kloter yang terlambat mendapatkan makan pada hari pertama di Mina karena sebagian besar jatahnya terambil oleh kloter lain sehingga perlu waktu bagi pihak katering untuk memasak kembali.

“Ada juga kompor gas yang meledak pada hari ketiga di dapur di salah satu maktab, di Mina sehingga ada keterlambatan menyelesaikan masakan akibatnya distribusi juga terlambat sekitar dua jam,” katanya.

Secara keseluruhan, tahun ini terjadi kemajuan soal pelayanan transportasi dari pemberangkatan dari Muzdalifah ke Mina dan saat pemberangkatan jemaah dari perkemahan Mina ke pemondokan di Mekah.

“Tahun lalu, pemberangkatan terakhir dari Muzdalifah baru dilakukan pada pukul 11.45 Waktu Arab Saudi . Sementara tahun ini, pemberangkatan terakhir pukul 6.00 Waktu Arab Saudi,” katanya.

Demikian juga pada musim haji tahun ini  sebanyak 54 persen jamaah yang memilih nafar awal, yakni meninggalkan perkemahan Mina pada tanggal 12 Dzulhijjah, semuanya bisa bergerak ke pondokan di Mekkah, sebelum Magrib.

“Pada tahun lalu, sebagian jamaah yang sebenarnya memilih nafar awal terpaksa menjalankan nafar tsani atau tinggal satu hari lagi di Mina, lantaran ada keterlambatan bus,” katanya.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 6 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/926

Jamaah Perlu 10 jam Untuk Persiapan Pulang

Penulis :
20 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Jemaah haji Indonesia membutuhkan waktu 10 jam untuk persiapan pulang ke Tanah Air hingga pesawat tinggal landas.

“Untuk pemulangan perlu 10 jam,” ujarAmirul Haj yang juga MenteriAgama Suryadharma Ali kepada media di Jeddah, Sabtu.

Menurut Amirul Haj, 10 jam itu terbagi atas dua jamyang diperlukan untuk persiapan jemaah di Mekah, dan dua jam berikutnya adalah lama
perjalanan yang diperlukan dari Mekah keJeddah.

“Lalu, enam jam persiapan pemberangkatan di bandara. Jemaah yang sudah `didorong` ke Jeddah akan mendapat makan,” tambah Suryadharma Ali.

Dijadwalkan kloter pertama kepulangan jemaah haji Indonesia akan dipersiapkan berangkat Sabtu sekitar pukul 22.00 WAS menuju Jeddah dan akan terbang ke Tanah Air Minggu (20/10) pagi.

“Besok kloter pertama pemulangan jemaah ke Indonesia menuju daerah masing-masing. Ada sembilan penerbangan kloter pertama, antara lain ke Surabaya, Batam, Solo, dan Jakarta,” kata Amirul Haj.

“Kita doakan perjalanannya lancar dan jemaah bisa kembali dengan selamat dan sehat,” katanya.

Sementara itu jumlah jemaah haji yang wafat di Arab Saudi hingga Sabtu pukul 16.57 WAS (20.57 WIB) sebanyak 110 orang.(MCH/Ant)

 

Dibaca : 235 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/925

Jamaah Haji Saat Pulang Hanya Dibolehkan Membawa Bagasi 32 Kg dan Tas Tenteng 7 Kg

Penulis :
19 Oktober 2013

Jeddah (MCH)–Jamaah haji Indonesia harus memilah barang apa saja yang akan dibawa ke tanah air. Garuda Indonesia memberi batas berat barang bawaan yang bisa dibawa di pesawat.

“Untuk bagasi 32 Kg dan tas tenteng 7 Kg,” kata Hajj Schedule Coordinator Garuda Yudi Dewanto di Jeddah, Jumat (18/10/2013) malam.

Para jamaah haji diimbau bijak soal barang bawaan ini. “Kita nanti kasi air zam zam 5 liter,” tambah Yudi.

Pembatasan barang bawaan ini juga tentunya untuk keamanan penerbangan. Bagi yang kelebihan bagasi akan dipersilakan menguranginya.

“Nanti akan ada pengecekan,” tutupnya.(MCH/Detik)

 

Dibaca : 7 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/924

Jamaah Haji Diimbau Saat Pulang, Tak Bawa Barang yang Aneh-aneh

Penulis :
19 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)–Kloter pertama jamaah haji Indonesia akan segera pulang ke tanah air. Mereka akan terbang pada Minggu (20/10) pagi. Agar di bandara lancar, para jamaah diimbau tak membawa barang yang aneh-aneh.

“Diharapkan jamaah tidak membawa rice cooker, karpet, alat potong kuku, atau pisau,” kata Vice President Hajj, VVIP and Charter Garuda, Hady Syahrean di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (19/10/2013).

Barang bawaan jamaah akan diperiksa di bandara oleh petugas Garuda. Hal ini dilakukan untuk memudahkan di bagian pemeriksaan Saudi. Jadi, sebelum diperiksa petugas Saudi lebih dahulu diperiksa petugas Indonesia. Untuk koper berat yang diizinkan 32 Kg dan tas tenteng 7 Kg.

“Ini untuk keamanan dan kelancaran,” terang Hady yang sudah memegang urusan penerbangan jamaah haji sejak 2005.

Barang bawaan jamaah haji yang diamankan petugas pemeriksa akan diberikan kepada pihak Daker Mekkah Kemenag.

“Kita tidak akan kirimkan ke Indonesia, kita serahkan ke Kadaker,” jelasnya.

Penerbangan kloter pertama yakni jamaah haji Jakarta yang akan mendarat di Halim. Kemudian menyusul dengan jarak 2-3 jam, jamaah haji tujuan Padang, Sumbar; Balikpapan, Kaltim; Medan, Sumut; Makassar, Sulsel; Solo, Jateng.

“Dalam sehari ada 7 penerbangan. Kita menggunakan pesawat Airbus, 744, dan 777, total 12 pesawat,” tuturnya.(MCH/Detik)
 

Dibaca : 12 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/923

Pangerang Khaled Nyatakan Haji Tahun Ini Sukses

Penulis :
19 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Penyelenggaraan Haji tahun ini menurut Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al Faisal sebagai kesuksesan yang luar biasa, dalam hal pelayanan kesehatan, keamanan dan pengaturan lalulintas.

Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al Faisal menyatakan hal itu dalam pada konferensi pers. di Makkah, Kamis.

Haji tahun ini, kata Pangeran Khaled merupakan tonggak bersejarah bagi panitia haji pusat.

“Semua lembaga pemerintah, aparat keamanan , relawan, pelayanan , dan para pekerja bekerja dalam satu tim untuk keberhasilan haji tahun ini,” jelas Panegran Khale.

Dia mengatakan kepemimpinan negara dan rakyatnya bertekad untuk meningkatkan pelayanan haji .

” Ini adalah upaya kami untuk membuat haji lebih baik dan lebih baik lagi setiap tahun sampai kita memenuhi harapan  seluruh dunia Muslim , ” katanya . ” Insya Allah , setiap tahun akan lebih baik dari sebelumnya , ” katanya . (Arabnews.com/Foto :Saudi Gazette)

Dibaca : 28 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/922

Jumlah Jamaah Haji Wafat saat Armina Menurun

Penulis :
19 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Fidiansjah, mencatat jumlah jamaah haji yang meninggal tahun ini hingga hari kedua rangkaian prosesi puncak haji di Arafh, Musdalifah, dan Mina mengalami penurunan.

“Berdasarkan data 2011, jamaah yang meninggal 145 (rasio jamaah 0,65); pada 2012 tercatat sebanyak 141 (rasio jamaah 0,67) jamaah; dan pada 2013 hanya 94 (rasio jamaah 0,55) jamaah. Jumlah tersebut sesuai dengan pelaksanaan dan waktu yang sama,” kata Fidiansjah kepada Media Centre Haji.

Fidiansjah berharap, tren positif itu bisa bertahan meski jumlah pasien yang mendapat perawatan di hari kedua pelontaran jumrah mencapai 400-an.

“Jumlah ini melonjak drastis dari sebelumnya hanya 80-an saja pada saat pelemparan aqobah. Pasien yang sakit umumnya kambuhan dari tanah air,” tuturnya.

Tiga Ikhtiar yang Dilakukan

Untuk menekan jumlah kematian jamaah haji, lanjut Fidiansjah, ada tiga hal besar yang telah dilakukan.

“Ikhtiar pertama yakni penguatan dari sistim data. Itu sangat penting bahwa kesehatan terpantau secara baik dan bisa mempercepat pertolongan terhadap jamaah tersebut. Salah satunya dengan penggunaan gelar khusus pasien berisiko tinggi (Risti),” tuturnya.

Dengan menggunakan gelang tersebut, perawat atau dokter dapat mengetahui tipe penyakit yang diderita pasien, sehingga tidak salah dalam diagnosa. “Jika tahu mengenai data awal pasien, kita cepat melakukan antisipasi,” paparnya.

Kedua yakni hikmah dari penyakit korona ini. Masyarakat kemudian melakukan perilaku hidup bersih sehingga Fidiansjah mencatat kesadaran jamaah untuk pola hidup bersih meningkat.

“Dengan melakukan hal tersebut, secara tidak sadar mereka menerapkan terhadap semua penyakit, akibatnya ini sangat baik untuk jamaah,” tandasnya.

Ketiga, kerja sama dengan Kementrian Agama dan pembimbing ibadah. Ketika pelatihan dilakukan, pihaknya secara proaktif memberikan penjelasan mengenai bahayanya virus korona. (MCH/Okezone)


 

Dibaca : 33 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/921

Jamaah Kloter Pertama JKG Tiba di Tanah Air, Ahad Malam

Penulis :
19 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Kloter pertama Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG/01) akan menjadi rombongan pertama jamaah haji Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air.

Berdasarkan jadwal pemulangan jamaah haji Indonsia di Arab Saudi Tahun 1434H/2013M yang dikeluarkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, JKG/01 akan diberangkatkan dari Makkah ke Jeddah pada Sabtu (19/10), pukul 23.20 WAS.

Dijadwalkan mereka akan diterbangkan dari King Abdul Aziz International Airport (KAAI) Jeddah, pada Minggu (20/10), pukul 07.20 WAS, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-7401.

Kloter pertama asal DKI Jakarta ini dijadwalkan akan tiba di Tanah Air pada Minggu (20/10), pukul 20.55 WIB. Kloter 1 Embarkasi DKI Jakarta.

Berikut ini jamaah haji Indonesia yang akan diterbangkan dari Jeddah ke Tanah Air pada Ahad (20/10):

1. PDG/01_Terbang ke Indonesia 09.30_Garuda Indonesia GA-3401

2. SOC/01_Terbang ke Indonesia 12.20_Garuda Indonesia GA-6501

3. BPN/01_Terbang ke Indonesia 14.20_Garuda Indonesia GA-4201

4. SOC/02_Terbang ke Indonesia 17.10_Garuda Indonesia GA-6601

5. MES/01_Terbang ke Indonesia 18.13_Garuda Indonesia GA-3201

6. UPG/01_ Terbang ke Indonesia 21.10_Garuda Indonesia GA-1301

7. BTH/01_ Terbang ke Indonesia 22.20_Saudi Airlines SV-5710

8. JKS/01_ Terbang ke Indonesia 22.35_Saudi Airlines SV-5700

9. SUB/01_ Terbang ke Indonesia 23.05_Saudi Airlines SV-5706(MCH)

Dibaca : 143 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/920

Perlunya Fasilitas Kesehatan Jamaah Haji di Maktab

Penulis :
18 Oktober 2013

Makkah (Sinhat) –Perawat di kloter 6 BTJ Aceh terpaksa menginfus jemaah yang dehidrasi di dalam tenda jemaah di Mina.

Tenda mereka yang berada di dalam maktab 1 terletak di Mina Jadid, lokasi terjauh dari Jamarat, jaraknya sekitar 7km dari area melontar jumroh tersebut.

Otomatis, maktab tersebut juga jauh dari Kantor Misi Haji Indonesia di Mina yang berlokasi tidak jauh dari terowongan Muasim, jaraknya sekitar 2km dari Jamarat.

“Kami terpaksa menginfus jemaah di tenda karena tidak bisa membawa mereka ke kantor misi haji, jaraknya jauh dan kami tidak tahu harus membawa mereka dengan (kendaraan) apa,” kata Ainal, perawat tersebut.

Menurutnya, kebanyakan jemaah sakit akibat dehidrasi. “Dikasih infus dua kantung saja biasanya sudah sehat lagi, makanya saya infus saja di sini,” kata dia.

Bagi jemaah, jarak yang cukup jauh dari Jamarat sering membuat mereka kelelahan ketika harus bolak-balik untuk melempar jumroh. Paling tidak mereka harus berjalan kaki 14km untuk pergi pulang.

Dengan kondisi cuaca yang sangat panas dan situasi yang sangat ramai oleh jemaah dari berbagai negara, jemaah seringkali kelelahan dan mengalami dehidrasi.

ltulah yang membuat Ainal nekad memberi infus jemaah di tenda mereka daripada membawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia di Kantor Misi Haji.

“Terlalu jauh. Hari pertama mabit saja sudah empat jemaah yang harus dia infus. Belum lagi yang hanya membutuhkan obat-obat ringan atau vitamin,” katanya saat ditemui pada malam pertama jemaah mabit di Mina, Selasa.


Pelayanan Kesehatan Satelit

Melihat kesulitan pelayanan kesehatan di kloter meskipun mempunyai dokter dan perawat sendiri, Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Fidiansjah, menganggap perlu adanya pelayanan kesehatan satelit di maktab-maktab.

“Konsepnya di maktab apalagi di Mina Jadid yg cukup jauh dibuat maktab satelit. Dokter dalam setiap kloter bergabung di tempat strategis, berbagi tugas. Sehingga jemaah kloter-kloter lain kalo mau berobat ke situ,” katanya.

Satu maktab terdiri atas delapan sampai 10 kloter atau sekitar 3.000-an jemaah. Masing-masing kloter biasanya didampingi tiga petugas kesehatan, bisa satu dokter dua perawat, atau dua dokter satu perawat.

Menurut Fidiansjah, Dokter dan perawat kloter tidak akan memadai bagi jemaahnya yang jumlahnya mencapai 450-an orang.

Sebenarnya, kata dia, dokter dan perawat kloter hanya bertanggung jawab terhadap kloternya pada saat penerbangan. Di luar penerbangan, jemaah menjadi tanggung jawab bersama. “Karenanya lebih baik membentuk sektor satelit.”

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron mengatakan, akan mengusahakan menambah kamar untuk pelayanan kesehatan kloter agar tidak dilakukan di kamar petugas kesehatan.

“Semoga tahun depan tidak terjadi lagi dokter putra dan putri jadi satu kamarnya termasuk untuk pelayanan karena secara etis, syariah, dan secara kenyamanan tidak bisa diterima,” katanya.

Ia mengaku sudah bertemu dengan DPR, Komisi VIII dan wakil ketua DPR berkomitmen untuk tahun depan tidak terjadi lagi,” katanya.

Menurutnya diperlukan anggaran sekitar Rp28 miliar untuk menambah kamar agar petugas kesehatan berbeda jenis kelamin tidak berada dalam satu kamar termasuk pelayanan kesehatannya. (MCHJ/Ant) Foto; Arabnews.

Dibaca : 6 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/919

Jamaah Haji Mulai Tinggalkan Mina

Penulis :
18 Oktober 2013

Mina (Sinhat)Setelah dua malam masa mabit (bermalam) di Mina untuk melontar jumrah, gelombang kepulangan jemaah haji kembali ke Mekah mulai berlangsung, Kamis (17/10).

Gelombang kepulangan lebih dulu atau ‘nafar awal’ dilakukan jemaah haji setelah melakukan mabit (menginap) dua malam di Mina sejak 10 Dzulhijah atau 15 Oktober lalu. Sedangkan bagi jemaah yang melakukan ‘nafar tsani’ baru meninggalkan Mina pada 13 Dzulhijah.

Koordinator Laporan Kloter, Data, Dan Siskohat Satgas Mina Wahyu Juliyanto Sarpandi mengatakan sampai dengan berita ini ditulis jemaah yang melapor akan melakukan nafar awal ada 47.640 ribu orang. Sementara itu yang memilih nafar tsani ada 39.879. Jumlah tersebut, lanjutnya, mungkin lebih besar karena masih ada ketua kloter yang belum melaporkan rombongannya.

Sebelum pelaksanaan wukuf awal pekan ini, secara keseluruhan jemaah yang menyatakan akan melakukan nafar awal ada 52.199 orang dan 62.928 yang memilih nafar tsani. Kepala satgas Mina Akhmad Jauhari menerangkan jumlah jemaah yang ikut nafar awal atau tsani kadang berubah saat pelaksanaan.

“Karen itu kesepakatan (memilih nafar awal dan tsani) jemaah dengan pengurus maktab,” tukas Akhmad kepada reporter MCH, Kamis (17/10) dini hari waktu setempat.

Sebelumnya, Selasa (15/10), Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu menegaskan nafar awal atau nafar tsani adalah hak jemaah. Meskipun begitu, ia menyatakan pemerintah telah membayar maktab bagi jemaah dengan kondisi nafar tsani. Oleh karena itu ia meminta para jemaah untuk melaporkan bila ada pengurus maktab yang mendorong jemaah untuk melakukan nafar awal.

Pasalnya, lanjut Anggito, pengurus maktab akan mendapat untung besar. Ia menjelaskan pemerintah membayarkan uang makan 3 kali 10,5 riyal untuk skenario nafar tsani. Artinya seluruh jemaah Indonesia dihitung tiga hari berada di Mina, bukan dua hari (nafar awal). (MCH/MI)

Dibaca : 209 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/918

Enam Orang Jamaah Haji Wafat di Mina

Penulis :
18 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Hingga malam kedua mabit di  Mina, Rabu malam waktu setempat, sudah enam jemaah haji Indonesia wafat.

Menurut data dari Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan, Kamis dinihari, selain enam jemaah yang wafat,terdapat tiga jemaah yang harus menjalani rawat inap.

Sedangkan jemaah yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 16 orang.  Adapun yang menjalani rawat jalan di BalaiPengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mina sebanyak 147 jemaah.

Hingga saat ini total jemaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 89 orang. Sementara itu, jemaah di Jamarat yang akan melontar jumroh semakin padat. Ribuan jemaah yang hendak melempar jumroh bergabung dengan yang mereka yang mabit dengan mengelar tikar disekeliling Jamarat membuat lokasi tersebut  semakin padat. (MCH/Ant) 

Dibaca : 196 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/917

Ruangan BPHI Mina Tak Akan Pernah Representatif

Penulis :
18 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Fasilitas ruangan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mina tidak akan pernah representatif. Hal itu diakui oleh Menteri Agama selaku Amirulhaj Suryadharma Ali saat meninjau BPHI di Mina, Rabu (16/10) malam WAS.

“Tidak akan pernah representatif karena memang serbadarurat. Yang kita butuhkan adalah ruangan yang lebih luas sehingga bisa menampung lebih banyak pasien,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengaku bersyukur karena puncak musim haji tahun ini, hingga hari tasyrik pertama, tingkat kunjungan pasien menurun. “Itu pun sebagian besar lantaran kelelahan dan penyakit bawaan dari tanah air, seperti darah tinggi, diabetes, dan vertigo. Selain itu, sebagian besar dari mereka mengalami dehidrasi karena kurang minum. Akibatnya penyakit yang selama ini tersembunyi jadi muncul,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dr Fidiansjah. Ia pun mengaku bersyukur lantaran jumlah jemaah wafat, hingga Rabu (16/10/2013) pukul 18.00 WAS, “hanya” 89 orang. “Sementara tahun 2012, pada periode yang sama, jumlah jemaah wafat mencapai 141 orang dan tahun 2011 mencapai 145 orang. Alhamdulillah, perbaikan sistem yang kami lakukan berjalan dengan baik, yakni pendekatan koordinasi,” ucapnya. (MCH/Pr)
 

Dibaca : 161 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/916

Jamarat Padat, Polisi Pagar Betis

Penulis :
18 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Puncak kepadatan di Jamarat,  tempat melempar jumroh di Mina terjadi Kamis  siang atau setelah Zawal, posisi matahari tergelincir ke arah Timur, sehingga kepolisian setempat membuat pagar betis ketat agar jamaah tidak saling bertabrakan.

Diperkirakan setengah dari tiga juta jamaah haji dari seluruh dunia melakukan Nafar Tsani yaitu meninggalkan Mina pada hari tasrik kedua (12 Dzulhijah) paling lambat sebelum magrib dan sebagian besar juga menunggu saat afdol yaitu  waktu yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat  melempar jumroh, mulai waktu Zawal sampai shalat Ashar tiba.

Walaupun sudah diperluas menjadi lima lantai, namun padatnya jamaah memaksa kepolisian menerapkan pagar betis di setiap lantai jamarat agar arus jamaah tetap satu arah dan tidak bertabrakan.

Sehari sebelumnya penjagaan masih longgar  karena masih ada pergerakan dua arah di lantai pertama, namun mulai Kamis pukul 10.00 waktu setempat polisi melakukan pagar betis dan semua pergerakan diatur dimulai dari Jamarat Ula, Wustha dan Aqabah.

Menjelang waktu Zawal tiba, tampak ratusan ribu  orang menunggu di sekitar Jamarat sambil duduk-duduk sehingga menyulitkan pergerakan orang yang baru selesai melempar Jumroh.

Begitu Zawal tiba, semua jamaah serentak bergerak sehingga menimbulkan antrian panjang menjelang pintu masuk di lantai satu, serta  jamaah yang masuk melalui Terowongan Muaisim II dan petugas terpaksa membelokkan gelombang jamaah di lantai satu ke lantai dua.

Pantauan di lapangan, hanya sedikit saja jamaah  Indonesia yang memaksakan ikut di waktu melempar setelah Zawal karena petugas sudah memberikan peringatan untuk menghindari waktu  afdol itu menghindari kelelahan akibat atrean  dan paparan sinar matahari. (MCH/Ant)

Dibaca : 424 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/915

Ojek Mulai Marak di Kota Makkah

Penulis :
17 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)– Macetnya sejumlah jalan utama di kota Makkah pada puncak ibadah haji, memunculkan sarana tranportasi alternatif bagi jamaah haji dari Mina ke Masjidil Haram atau di seputar tempat lainnya di kota Mekkah, yaitu Ojek.

Jasa ojek yang dilakukan oleh sejumlah anak muda Makkah ini, semakin marak, namun dengan tarif yang relatif mahal. Untuk Jamarat (Mina) ke Masjidil haram mereka memasang tarif 200-300 SR.

Ojek sepeda motor ini di Makkah, menurut harian Saudi Gazette,dikenal  sebagai “taksi terbang,” yang lebih cepat dan  terhindar dari kemacetan lalulintas.Tapi aparat Saudi tetap menilai, ojek merupakan sarana transportasi yang berbahaya.

Musa Faisal Seorang pengojek mengatakan, musim haji identik diperolehnya pengasilan yang tinggi dan mereka bisa mendapatkan  dolar ekstra. ” Jamaah haji lebih memilih menggunakan ojek karena kami membawa mereka ke tempat tujuan dengan cepat,tidak terhambat oleh kemacetan lalu lintas,” katanya .

Ia mengeluh, polisi lalu lintas selalu mengejar mereka dan menyita sepeda motor serta negenakan denda pada mereka.

Kolonel Mohammed Al-Bassami dari Polisi lalu lintas Makkah memperingatkan, menggunakan sepeda motor untuk mengangkut jamaah haji adalah pelanggaran yang dikenakan hukuman. “Siapa pun yang mengangkut jamaah haji menggunakan sepeda motor,  akan dihukum sesuai dengan aturan,” katanya .

Direktur lalu lintas Makkah Kolonel Solaiman Al -Jumaie mengatakan, selama ini pihaknya telah menyita  sekitar 630 sepeda motor dan memperingatkan pemiliknya. (ts)

Dibaca : 129 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/914

Tak Paham Bahasa Arab, Ratusan Jamaah Haji Tersasar

Penulis :
17 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Sekitar 500 jamaah haji Indonesia tersesat dan tidak mengetahui arah pulang ke maktab mereka karena tak paham papan petunjuk arah yang memakai bahasa Arab dan Melayu.

Data itu didapat dari sejumlah pos petugas. Jumlah yang tersesat dipastikan lebih banyak lagi karena banyak juga yang diselesaikan antarjamaah sendiri.

“Petugas yang sudah pernah mukim di Mekkah saja ada yang tersesat, apalagi jamaah haji terutama yang berusia lanjut,” kata Amirul Haj/Menteri Agama, Suryadharma Ali, saat mengunjungi Media Center Haji di Daerah Kerja (Daker) Makkah, Rabu (16/10).

Menag yang juga Amirul Haj Amirul Haj itu mengakui lokasi Jamarot sekarang memang cukup membingungkan, karena ada jembatan layang dan persimpangan. Sehingga mereka yang sudah berkali-kali datang juga sering harus menghafal lebih dulu.

“Lokasinya sekarang banyak perbedaan, terutama adanya beberapa terowongan baru,” katanya.

Menurut Suryadharma, jika izin untuk membuat petunjuk berbahasa Indonesia itu dikabulkan Pemerintah Arab Saudi, maka pihaknya akan memasang papan arah, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti Jamarot, Masjidil Haram, Mina dan Arafah. “Kami akan terus melobi, agar upaya ini bisa dipenuhi,” katanya.

Terkait dengan sebelas kendaraan roda dua yang membantu mengantarkan jamaah tersesat, Menag mengakui jumlah kendaraan itu tidak cukup sehingga tahun depan kalau memungkinkan akan ditambah sampai 50 kendaraan.

“Nanti akan ditempatkan di pos-pos tertentu agar jamaah yang tersesat segera diantarkan ke pondokan atau maktabnya,” tutup Menag.(MCH/Rep)

 

Dibaca : 223 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/913

Banyak Jamaah Mabit di Sekitar Jamarat

Penulis :
17 Oktober 2013

Mekkah (Sinhat)–Banyak jamaah memilih melakukan “mabit” atau bermalam di sekitar Jamarat di Mina dan tidak di maktab yang sudah ditentukan, sebagian merupakan warga lokal Arab Saudi dan jamaah mandiri yang tidak mempunyai maktab.

Pantauan Selasa malam sampai Rabu pagi, ribuan orang terus berdatangan memenuhi halaman jamarat, bahkan meluber sampai trotoar jalan dan median jalan mulai depan Al Malik sampai bagian bawah lorong menuju Jamarat.

Petugas kepolisian setempat dibuat kelabakan karena begitu mengusir satu keluarga akan muncul belasan keluarga lain yang menggelar tikar. Mereka bilang “maktab-maktab” artinya diminta bermalam di tenda masing-masing.

Satu keluarga dari lokal Arab Saudi sampai bersitegang karena dipaksa pindah, padahal mereka sudah menjelaskan tidak punya maktab dan sudah berkali-kali diusir, sehingga hanya trotoar jalan yang menjadi pilihannya.

Tidak hanya troroar yang menjadi incaran, tetapi juga lantai atas sebuah toilet di Jamarat yang hanya dihubungkan dengan tangga kecil juga diburu para jamaah. Mereka memilih dekat dengan jamarat karena setelah bermalam maka pagi hari mereka langsung melempar jumroh yang ada di depan mereka.

Polisi kesulitan membubarkan mereka, sehingga sampai selepas tengah malam, akhirnya polisi membiarkan mereka menguasai halaman Jamarat dan berbagai sudut lain di sekitar Jamarat.

Baru sekitar pukul 03.00 dini hari tiga mobil patroli masuk ke halaman Jamarat dan terus membunyikan sirine untuk membubarkan kerumunan jamaah yang tengah tertidur. Suara sirine terus meraung sampai menjelang subuh, sehingga halaman Jamarat mulai terbebas dari kerumunan jamaah.

Bagi mereka yang mendapat maktab di Mina Jadid maka bermalam di sekitar Jamarat menjadi pilihan tepat karena jarak tempuh dari Mina Jadid sampai Jamarat sekitar sembilan kilometer karena harus memutar melalui Terowongan Muaisim.

Mereka bisa bergerak sehabis magrib ke Jamarat, lalu bermalam dan pagi subuh mereka melempar jumroh. Setelah Shalat Subuh mereka bisa kembali ke Maktab saat udara masih segar.

Sebagian kecil jamaah haji Indonesia juga melakukan pola itu, namun tidak semua tertarik karena melempar jumroh saat menjelag subuh dianggap tidak afdol.

Sayangnya, keterbatasan toilet di areal Jamarat membuat jamaah harus antre sampai setengah jam untuk mendapat giliran.

Bagi jamaah yang ingin bergerak ke Jamarat lebih baik membuang air seni lebih dulu, dan jangan terlalu banyak minum untuk menghindari keinginan buang air seni.(MCH/Ant)

Dibaca : 271 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/912

Amirul Haj Wacanakan Perbanyak Visa untuk Pembimbing Ibadah KBIH

Penulis :
17 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Proses pembimbingan ibadah terhadap jemaah selama di Mekah dinilai belum maksimal. Oleh karena itu, Amirul Haj yang juga Menteri Agama Suryadharma Ali mewacanakan untuk memperbanyak pemberian visa bagi pembimbing ibadah dari KBIH.

“Banyak kasus yang terjadi terkait dengan ibadah. Ada jemaah yang tak mau tawaf dan sa’i karena sudah mencium Hajar Aswad. Ada yang tidak tahu apa itu sa’i dan tahallul. Banyak sekali yang begitu,” katanya ketika ditanya Tim MCH, di Kantor Daerah Kerja (Daker) Mekah, Rabu (16/10).

Menurut dia, selama ini, ada dua pihak yang bertugas dalam pembimbingan ibadah, yakni pembimbing KBIH dan petugas yang direkrut oleh Kementerian Agama. “Selama ini, kuota pembimbing KBIH masih sedikit. Oleh karena itu, selama berada di Arab Saudi, tugas mereka dibantu oleh para petugas yang direkrut oleh Kementerian Agama. Sekarang, persoalannya, apakah jemaah mau ‘nurut’ sama petugas kita ataukah kepada pembimbing KBIH. Mana yang lebih efektif?” ujarnya.

Atas dasar itulah, ia mengaku akan mewacanakan penambahan visa untuk pembimbing KBIH. Soalnya ia memandang bahwa hal itu akan lebih efektif untuk memaksimalkan ibadah jemaah. (MCH/Pr)
 

Dibaca : 194 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/911

Jamaah Haji Nonkuota Menurun Drastis

Penulis :
17 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Jumlah haji Indonesia nonkuota pada musim haji 1434 hijriah menurun drastis karena aturan Pemerintah Saudi sangat ketat termasuk memberikan sanksi bagi penduduk setempat yang memfasilitasi mereka.

Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansur kepada wartawan di Media Center Haji Daker Mekkah, Rabu, mengatakan jumlahnya sekarang sangat sedikit sekitar puluhan orang sementara biasanya mencapai ribuan orang.

“Orang Indonesia yang terbukti melanggar aturan menggunakan visa haji maka akan segera dideportasi dan mereka tidak boleh masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun,” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan, bagi penduduk setempat yang kedapatan memberikan fasilitas untuk haji bagi para mukiman (istilah untuk pelanggar visa haji) maka akan dibawa ke meja hijau dengan tuntutan satu tahun penjara serta fasilitas haji lainnya disita termasuk kendaraan yang mengangkut para mukimin.

Ia mengungkapkan, saat ini Staf di Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang akan umroh saja tetap harus menggunakan jasa travel dan tidak bisa seperti dulu dengan hanya dikoordinir KJRI Jeddah. “Ada seorang diplomat dari negara lain yang tidak tahu aturan umroh, tetap saja dihukum,” katanya.

Tidak hanya untuk negara lain, Pemerintah Arab Saudi juga mulai membatasi haji bagi warganya sendiri sampai 50 persen dari kuota sebelumnya.

Pantauan di lapangan, masih ada jamaah haji yang tidak menggunakan visa haji sehingga otomatis mereka tidak mendapat fasilitas kendaraan antar jemput serta tidak mendapat maktab di Arafah dan Mina. Mereka biasanya tidur di masjid-masjid bahkan saat mabit mereka berdiam di sembarang tempat mulai dari trotoar jalan sampai kawasan perbukitan.(MCH/Rep)

 

Dibaca : 626 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/910

Dubes Arab Saudi: Pergerakan Jamaah Haji Catat Rekor Tercepat

Penulis :
16 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)– Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak mengungkapkan pergerakan 1,4 juta jemaah haji dari Muzdalifah ke Mina menjelang puncak ibadah haji pada 1434 Hijriah mencatat rekor tercepat.

“Pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina kemarin itu mencatat rekor tercepat selama ini, yaitu selesai dalam delapan jam saja. Sebelumnya jauh melebihi delapan jam,” kata Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak di kediamannya di Jakarta, Selasa.

Cepatnya pergerakan jemaah haji itu menyusul adanya berbagai upaya perbaikan pelayanan oleh Pemerintah Arab Saudi, yang sebagian sudah terselesaikan.

Dubes Al-Mubarak menyampaikan informasi tersebut saat acara ramah tamah dengan korps diplomatik dan media sehubungan dengan perayaan Idul Adha 1434 Hijriyah di kediamannya. Acara tersebut antara lain dihadiri Duta Besar Palestina, Qatar, Brunei Darussalam dan Marokko.

Menurut Dubes Al-Mubarak, pencatatan rekor tercepat pergerakan sedikitnya 1,4 juta jamaah haji dari Muzdalifah ke Mina mulai Sabtu petang pekan lalu itu membuktikan upaya perbaikan pelayanan haji oleh Pemerintah Saudi telah membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, sudah terlihat ada kemajuan dalam pelayanan haji tahun ini,” katanya.

Pekerjaan berbagai proyek di Mekkah dan berbagai tempat lainnya yang sudah berlangsung dua tahun terakhir, kata Al-Mubarat, memang telah membuat Pemerintah Saudi membuat keputusan yang sulit, yaitu mengurangi jumlah jemaah dari seluruh dunia sampai 20 persen dari biasanya.

Pemerintah Arab Saudi mengatakan sekitar 1,4 juta orang jemaah dari segenap penjuru negara di Mina  melaksanakan wukuf Selasa ini. Jumlah itu merupakan bagian dari jemaah tahun 2013 yang diperkirakan mencapai 2,4 juta orang, turun dari jamaah tahun 2012 sebanyak 3,2 juta orang.

Dubes Al-Mubarak juga menyatakan rasa syukur bahwa kekhawatiran tentang wabah penyakit yang menyerang jamaah tidak terjadi dan secara umum tingkat kesehatan mereka dalam keadaan baik.

Pemindahan para jamaah ke tempat-tempat suci dimulai pada Sabtu (12/10) malam waktu setempat. Pemindahan berlangsung tertib dan aman ke tempat ibadah di Mina dan Arafat dengan menggunakan bus dilengkapi panduan jalan-jalan dan kawasan yang mudah dipahami dan efektif membantu para jamaah.

Bus pulang-pergi akan melayani 563.000 jamaah haji dari Turki, Eropa, Asia Tenggara, Afrika dan Iran. Sementara transportasi reguler akan melayani jamaah dari Asia Selatan dan negara-negara Arab.

Prosesi haji resmi dimulai pada tanggal 8 Dzulhijah 1434 Hijriah (13 Oktober 2013) dan berlangsung selama lima hari. Pada tanggal 8 Dzulhijah, setelah Shalat Subuh di Makkah, jamaah mulai melakukan perjalanan ke Mina, sejauh delapan kilometer.

Para jamaah di Mina akan mengisi hari-harinya siang dan malam untuk berdoa dan membaca pujian kepada Allah SWT. Pada 9 Dzulhijah, Sholat Subuh dilakukan di Mina setelah itu jamaah bergerak ke Arafah sejauh 14 kilometer. (Ant)
 

Dibaca : 153 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/909

Makkah Macet, Jalan Kaki Lebih Cepat Sampai

Penulis :
16 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Hampir semua jalanan di Kota Mekkah yang mengarah ke Masjidil Haram dan areal Jamarat di Mina macet total Selasa pukul 05.00 hingga 15.00 waktu setempat sehingga banyak jamaah haji berjalan kaki menuju kedua tempat itu.

Jutaan orang jamaah bergerak dari Mina menuju Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadhah setelah itu mereka kembali ke Mina, demikian juga ada jutaan jamaah juga yang memilih lebih dulu ke Jamarat untuk melempar jumroh aqoba setelah itu bergerak ke Masjidil Haram untuk tawaf ifadah.

Kemacetan terjadi hampir empat kilometer antara mulut terowongan Mina atau Muaisim sampai ke kawasan Masjidil Haram. Perempatan Al Malik menjadi titik kemacetan terparah karena petugas memberhentikan kendaraan rata-rata setengah jam sekali untuk masing-masing jalur sehingga ekor antrean mencapai dua sampai tiga kilometer di masing-masing jalur.

Macetnya sejumlah ruas jalan membuat jalan kaki menjadi solusi terbaik sebagai catatan waktu tempuh yang dialami rekan-rekan Media Center Haji yaitu berjalan kaki cepat dari mulut terowongan Mina sampai Masjidil Haram sekitar satu jam, sementara jalan santai bisa lebih lama yaitu sekitar satu setengah jam.

Walaupun kemacetan terjadi, namun tidak menghalangi pengemudi taksi untuk menawarkan jasanya yang rata-rata dari mulut terowongan Mina sampai Masjidil Haram sekitar 10 riyal per orang, sementara dari Masjidil Haram ke kawasan perkemahan Mina tanpa melalui terowongan Mina sekitar 15 sampai 20 riyal.

Ojek juga menjadi pilihan jamaah apalagi mereka yang sudah terlanjur berjalan kaki dengan tarif sekitar 10 riyal minimal untuk jarak dua kilometer sementara jarak yang lebih jauh tergantung tawar menawar.

Sebelumnya Amirul Haj Suryadarma Ali mengatakan, kemacetan di dalam kota Mekkah serta jalan menuju Arafah, Musdalifah, merupakan hal yang lumrah karena ada 15.000 bus yang akan mengantarkan jamaah calon haji sementara jarak Mekkah sampai Arafah hanya 13 kilometer sehingga antrean kendaraan sepanjang jalan cukup panjang.

Panjangnya antrean itu dari Mekkah ke Arafah sampai Mina yang berjarak hanya 13 sampai 15 kilometer bila naik bus berangkat pagi baru sampai sore, katanya.

Beruntung pada musim haji kali ini Pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah bus yang masuk ke kawasan Arafah Muzdalifah dan Mina dengan pemasangan stiker. Kendaraan apapun tanpa kelengkapan striker maka tidak bisa masuk kawasan itu.

Pembatasan itu cukup efektif membuat pergerakan jamaah haji dari Mekkah-Arafah, Arafah-Muzdalifah dan Muzdalifah-Mina menjadi relatif tidak mengalami kemacetan parah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu mengungkap, sebuah catatan rekor pergerakan haji dari Muzdalifah sampai Mina yang biasanya baru selesai pukul 11.00 siang seperti tahun lalu, namun musim haji kali ini bisa selesai pukul 06.00 waktu setempat.

“Jamaah jadi mempunyai waktu istirahat yang cukup untuk melakukan lontar jumroh Aqobah atau ada yang memilih tawaf ifadah dulu di Masjidil Haram,” katanya. (MCH/Ant)

 

Dibaca : 286 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/908

Dirjen PHU: Jamaah Punya Hak Ambil Nafar Tsani

Penulis :
16 Oktober 2013

Makkah (Sinhat) – Jamaah haji Indonesia mempunyai hak untuk mengambil Nafar Tsani atau Nafar Awal, mereka tidak bisa dipaksa untuk mengambil Nafar Awal, kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Ambimayu.

“Saya dengar ada pengurus Maktab yang mendorong jamaah untuk mengikuti Nafar Awal. Saya tegaskan jamaah punya kebebasan untuk memilih dan tidak bisa dipaksa,” katanya kepada wartawan Media Centre Haji di Makkah, Selasa.

Ia menjelaskan, Pemerintah Indonesia sudah membayar biaya pondokan dan makan selama tiga hari di Mina atau Nafar Tsani untuk semua jamaah Indonesia.

“Kita bayar untuk Nafar Tsani semua, kalau ada yang mau Nafar Awal berarti ada penghematan pengeluaran dari pengelola Maktab karena mereka tidak melayani makan untuk hari ketiga,” kata Anggito .

Menurut dia, kemungkinan desakan Maktab agar jamaah Indonesia mengambil Nafar Tasni adalah faktor ekonomi karena dengan demikian pengeluaran bisa dihemat minimal uang makan 10,5 riyal per porsi per jamaah dikali tiga kali sehari.

“Hitung saja penghematan pengelola maktab jika jamaah satu maktab yang rata-rata 3.250 orang tidak mendapat pelayanan makan,” katanya.

Terkait dengan pergerakan jamaah dari Arafah-Muzdalifah-Mina, Anggito mengatakan, baru kali ini jamaah Indonesia bisa seluruhnya masuk Mina pukul 06.00, sementara tahun sebelumnya baru selesai prosesi itu sampai pukul 11.00, bahkan dua tahun yang lalu baru selesai pukul 15.00.

“Ini rekor, pergerakan jamaah dengan kendaraan bus berjalan lancar,” katanya.

Beberapa faktor yang menyebabkan lancarnya pergerakan jamaah itu antara lain karena bus yang digunakan semuanya relatif bagus yaitu dari Rawahel dan Saptco, dua perusahaan otobus di Arab Saudi.

Kedua adalah adanya koordinasi yang baik antara Nakobah (Asosiasi Perusahaan Otobus setempat) dengan Panitia Penyelengggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

“Mereka punya telepon hotline yang bisa koordinasi kapan saja,” katanya.

Menurut Anggito, setelah menyelesaikan prosesi wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah, jemaah haji reguler umumnya memilih ke Mina dahulu untuk melempar jumroh, sedangkan haji khusus ke Masjidil Haram untuk tawaf ifadhah dan sai.

Sementara itu menurut data terakhir Siskohatkes Depkes, selama jemaah berada di Arafah untuk melaksanakan wukuf, sebanyak delapan jemaah wafat.

Selain itu, terdapat 49 jemaah menjalani rawat jalan, 10 harus dirujuk ke RS Arab Saudi dan yang menjalani rawat inap sebanyak 10 jemaah.

Sementara itu, situasi lalu lintas di Makkah sangat padat karena kendaraan-kendaraan jemaah dari Arafah sebagian sudah kembali ke Makkah untuk pelaksanaan tawaf ifadhah dan sai.
(MCH/Ant)

Dibaca : 231 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/907

Motor Pengantar Jamaah Tersesat Akan Ditambah

Penulis :
16 Oktober 2013

Mina (Sinhat)– Sepeda motor yang digunakan untuk mengantar jemaah tersesat jalan selama di Mina akan ditambah.

“Kami berencana mau beli lagi tahun depan, jemaah tersesat menumpuk, (motor) akan ditambah sebanyak-banyaknya,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu di Mina, Selasa.

Saat ini, jumlah motor operasional pengantar jemaah tersesat di Mina sebanyak 11 unit yang dibeli tahun 1980-an.

Menurut Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari yang juga adalah Kepala Satuan Tugas Mina, penambahan tersebut akan dilakukan jika sisi legalitas kepemilikannya memungkinkan.

Ia mengatakan, motor pengantar jemaah tersesat itu penting karena mobilisasi jemaah di Mina sangat tinggi sehingga potensi jemaah tersesat sangat besar.

“Mobilisasi jemaah di Mina sangat tinggi sementara areanya sangat luas, perlu ada moda transportasi yang sangat cepat mengantar jemaah ke perkemahan jemaah terutama yang kondisinya agak lemah atau kelelahan,” kata Jauhari.

Selain mengantar jemaah tersesat, sepeda motor itu juga digunakan mengantar jemaah yang tendanya jauh dan terpisah dari rombongan.

Kesibukan para pengantar dengan sepeda motor itu cukup tinggi karena dalam sekali waktu bisa beberapa jemaah datang ke kantor misi haji Indonesia di Mina, minta diantar ke tenda mereka.

Jemaah haji Indonesia terbagi dalam 72 maktab di Mina dengan yang terjauh berada di Mina Jadid yang jaraknya sekitar 7-9km dari lokasi melempar jumroh di Jamarat. (MCH/Ant)

Dibaca : 268 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/906

Jamaah Haji Lakukan Lempar Jumrah

Penulis :
16 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Ribuan jamaah haji terus berdatangan ke Mina untuk melakukan jumrah aqabah. Mereka datang secara bergelombang sejak semalam. Sampai malam nanti diperkirakan jemaah terus berdatangan ke Mina.

Sejak Selasa (15/10) pagi waktu Arab Saudi, empat lantai jamarat dipenuhi lautan manusia. Lantai satu tempat turun jemaah menggunakan bus tampak lebih sesak. Sebaliknya lantai empat atau tempat turun penumpang kereta api dari arah Arafah lebih longgar.

Ritual suci ini sempat dinodai oleh sejumlah peminta-minta yang menghadang jemaah di pintu masuk jamarat. Namun petugas dengan sigap menghalau agar keberadaan mereka tak mengganggu.

Setelah melempar jumrah tujuh kerikil ke dinding jumarah, jemaah melakukan tahallul yakni memotong rambut. Ini menandai keadaan seseorang telah dihalalkan perbuatan yang semula dilarang selama berihram.

Jemaah haji melakukan jumrah aqabah di Mina setelah wukuf di Arafah dan mabit atau menginap di Muzdalifah. Di Muzdalifah, jemaah mencari kerikil untuk jumrah.

Di luar itu, sebagian jemaah menempuh alur lain, Setelah menginap di Muzdalifah, jemaah ke Mekah untuk melakukan tawaf ifadhah dan sa’i. Setelah itu, barulah kemudia mereka ke Mina untuk jumrah Aqabah.(MCH/Metrotvnews)

Dibaca : 156 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/905

Seluruh Jamaah Haji Indonesia Sudah di Mina

Penulis :
15 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Seluruh jamaah haji Indonesia sudah berada di Mina pada Selasa pukul 06.00 waktu setempat, setelah mabit (bermalam) di Muzdalifah.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu, jamaah haji Indonesia secara bertahap meninggalkan Muzdalifah mulai Senin (14/10) pukul 23.40 waktu Arab Saudi untuk menuju ke Mina.

“Armada untuk rute ini memakai bus SAPTCO  dengan kapasitas maksimal 75 orang,” katanya kepada Media Center Haji.

Setelah menyelesaikan prosesi wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah, Anggito menjelaskan, jemaah haji reguler umumnya memilih menuju ke Mina dahulu untuk melempar jumrah sementara jemaah haji khusus menuju ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadhah dan sa’i, berjalan kaki atau berlari kecil bolak-balik tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah.

Lalu lintas di Makkah hari ini sangat padat karena sebagian jemaah sudah kembali dari Arafah ke Makkah untuk melaksanakan tawaf ifadhah dan sa’i.

Sementara itu menurut data terakhir pada Sisten Komputerisasi Haji Terpadu, delapan anggota jemaah haji Indonesia meninggal dunia selama berada di Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Selain itu ada 49 anggota jemaah haji Indonesia yang harusmenjalani rawat jalan, 10 orang harus dirujuk ke Rumah Sakit  Arab Saudi dan 10 orang harus menjalani rawat inap karena sakit selama wukuf.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 118 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/904

Jamaah Haji Bergerak ke Muzdalifah

Penulis :
15 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)–Setelah menunaikan wukuf di Arafah dari tergelincirnya matahari hingga terbenam pada Senin (14/10), jamaah haji seluruh dunia yang berkumpul di Arafah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam, termasuk jamaah haji Indonesia.

Pantauan Republika, jalanan menuju Muzdalifah dipenuhi bus besar dan minibus jenis coaster (kapasitas 30 orang). Bus terus mengalir keluar masuk dari Arafah ke Muzdalifah dan sebaliknya. Sedangkan, jamaah haji Indonesia telah berkemas-kemas merapikan tas dan perlengkapan lainnya setelah Maghrib, bahkan ada yang diminta bersiap sebelum Maghrib.

Sekretaris Kepala Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina) Solihuddin Nasution mengatakan, sebanyak 160 kloter sudah tiba di Muzdalifah pada pukul 21.30 waktu Saudi. Ada 380 kloter jamaah haji Indonesia. “Jadi sudah setengahnya,” kata Solihuddin di Arafah, Senin malam.

Menurut Solihuddin, arus jalan menuju Muzdalifah dari Arafah relatif lancar, sehingga pergerakan jamaah menuju Muzdalifah terus mengalir. Bus-bus taradduddi (shuttle bus) juga relatif tak mengalami kemacetan di jalan.

Faktor lainnya, kata Solihuddin, mobil-mobil liar sudah tak ada lagi di kawasan Armina seperti tahun-tahun sebelumnya. Kepolisian Saudi tak mengizinkan masuk kendaraan tak berstiker ke wilayah Armina. Kendaraan liar itu selama ini menjadi biang kemacetan karena parkir sembarangan.(MCH/Rep)

Dibaca : 166 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/903

Amirul Haj Sampaikan Terimakasih dan Minta Maaf

Penulis :
15 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)–Pelaksanaan ibadah haji sudah mencapai puncak dengan dijalaninya wukuf di Arafah, Senin (14/10) selepas matahari tergelincir ke arah barat. Jamaah kini bersiap untuk mabit di Muzdalifah dan menuju Mina selepas Maghrib.

Amirul Haj yang juga Menteri Agama Suryadharma Ali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu kesuksesan terlaksananya semua prosesi haji, bahkan sejak persiapan di Tanah Air, di embarkasi, dan di Tanah Suci. Menurut Suryadharma, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan sukses meski tak menutupi adanya kekurangan.

Semua kekurangan pada tahun ini dijadikan penyempurnaan haji tahun mendatang. “Memang ada yang tidak puas mengenai pemondokan, transportasi, katering, dan lainnya,” kata Menag yang juga sebagai Amirul Haj saat memberikan kata sambutan menjelang wukuf.

“Selaku Menag dan Amirul haj yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan haji, kami memohonkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Kami berupaya sekuat tenaga memberi yang terbaik bagi jamaah. Meski kami akui ada keterbatasan,” kata Menag. Pernyataan maaf serupa disampaikan Menag saat mengunjungi tenda jamaah asal Embarkasi Lombok.

Amirul Haj juga mengimbau jamaah memperbanyak amal ibadah. Para tamu Allah itu juga diharapkan berdoa untuk kebaikan bangsa agar terhindar dari hal-hal negatif.(MCH/Rep)
 

Dibaca : 69 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/902

Dirjen PHU Jenguk Jamaah Haji yang Jalani Safari Wukuf

Penulis :
15 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)– 166 Calon jamaah haji Indonesia menjalani safari wukuf di Arafah. Mereka berbaring dan duduk lengkap dengan bantuan peralatan medis di dalam bus yang dimodifikasi.

Usai prosesi wukuf, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu mengunjungi para tamu Allah yang tengah sakit tersebut pada Senin (14/10/2013).

Ada 9 unit bus yang dikerahkan melayani jamaah haji yang disafariwukufkan. 6 Bus dimodifikasi untuk pasien-pasien yang berbaring dan 3 bus lainnya digunakan untuk pasien-pasien yang duduk.

Di depan bus dipasangi spanduk besar bertuliskan “Kafilah Safari Wukuf Jamaah Sakit Indonesia” dan dilengkapi dengan nomor bus. Bus safari wukuf telah ‘parkir’ selama 20 menit di area Arafah.

Melongok ke dalam bus, jamaah haji yang sakit berbaring di kasur yang digelar di bawah lantai bus. Peralatan medis seperti infus bergelantungan dan tabung oksigen juga disiagakan. Tim medis siaga mendampingi para jamaah haji.

Anggito terlihat menyapa dan menengok satu per satu jamaah haji.

“Ada 157 jamaah sakit yang berbaring dan 9 jamaah sakit yang duduk. Yang sakit tidak bisa wukuf sendiri, maka disafariwukufkan. Yang penting sudah masuk Arafah, walau semenit sudah haji,” papar Anggito

Menurut dia, jamaah haji yang sakit juga sekaligus dibadaljumrohkan.

“Badal dilakukan oleh tenaga musiman yang terbaik, amanah, sudah berhaji. 1 Orang melayani badal untuk 1 jamaah,” kata Anggito.

Ia mengaku sempat khawatir apabila jamaah sakit tidak bisa disafariwukufkan karena pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan pembatasan ambulans.

“Alhamdulillah bisa disafariwukufkan. Kita cari akal menggunakan bus yang didesain. Tidur ya tidur, duduk ya duduk sesuai kondisi kesehatannya. Sebenarnya bisa memakai ambulans tetapi dibatasi dan harus berstiker,” kata Anggito.(MCH/Detik)
 

Dibaca : 82 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/901

166 Orang Jamaah Sakit Disafariwukufkan

Penulis :
15 Oktober 2013

Arafah (sinhat)–Sebanyak 166 jemaah haji Indonesia yang sakit mengikuti safari wukuf (dengan menggunakan kendaraan), 57 di antaranya dengan cara berbaring dan 109 dalam posisi duduk.

Mereka ditempatkan dalam sembilan bus yang sudah dicopot bangkunya dan dibuat seperti ambulans. Enam bus untuk pasien berbaring dan tiga untuk yang duduk.

“Alhamdulllah tahun ini bisa menyelenggarakan safari wukuf karena sebelumnya sudah deg-degan karena ambulans dibatasi. Sekarang bisa pake ambulans tapi ambulans Saudi,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Anggito Abimanyu usai meninjau jemaah safari wukuf, Senin.

Bus yang membawa jemaah safari wukuf tersebut sempat berhenti di Arafah sekitar 20 menit, sebelum kembali ke Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makkah.

Sejak awal, kata Anggito Abimanyu , pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah kendaraan untuk efisiensi, karena dulu banyak kendaraan yang dimanfaatkan bukan untuk keperluan haji.

Sementara itu, sebanyak 202 jemaah haji Indonesia dibadal-hajikan (diwakilkan), dengan rincian 75 karena wafat dan 127 karena sakit.

“Realisasi badal 202 orang, 75 wafat 127 sakit berat,” ujar Anggito.

Badal dilakukan oleh temus (tenaga musiman) terbaik yang sudah haji. Satu temus membadalkan satu jemaah, tambahnya.

Mengenai pelaksanaan wukuf secara keseluruhan, Anggito mengatakan semuanya berjalan lancar.

“Allhamdulilah penyelenggaraan wukuf berjalan lancar mulai dari kedatangan, penginapan, katering, fasilitas MCK, sholat jamaah, penanganan safari, badal dan kotbah wukuf,” katanya. (MCH/Ant)

Dibaca : 347 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/900

Mobil Dirjen PHU Berstiker Arafah Mendadak Jadi Ambulans

Penulis :
14 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)– Mobil operasional Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu, mendadak disulap menjadi ambulans. Mobil berstiker khusus Arafah ini dikerahkan mengantar calon jamaah haji yang jatuh sakit ke RS Jabal Rahmah di Arafah.

Pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan mobil berstiker khusus Arafah yang boleh wara wiri keluar masuk Padang Arafah. Untuk mobil yang tidak berstiker dilarang masuk ke Arafah menjelang puncak haji ini.

Mobil operasional Anggito dikerahkan membantu mengantar seorang kakek, calon jamaah haji yang menderita penyakit paru-paru kronik.

Anggito turun tangan langsung membantu ‘evakuasi’ sang pasien. Ia dan seorang dokter mengatur posisi kursi-kursi di mobil agar pasien dan peralatan kesehatan dapat masuk ke dalam mobil berwarna hitam berpelat 1381 ETA itu.

“Ada yang bisa berbahasa Arab untuk mendampingi?” kata Anggito.

Prof Dr Suradi lalu menjawab nanti akan ada petugas penunjuk jalan. Setelah persiapan oke, kakek tersebut lalu dibawa masuk ke dalam mobil Anggito.

Kakek itu didorong petugas Teta (Petugas Evakuasi Tanpa Alat) menuju mobil Anggito. Peralatan tabung oksigen juga dibawa.

Kakek yang terbalut kain ikhram itu lalu didudukkan di kursi. Sementara Anggito sempat duduk di samping sang kakek sambil memegangi peralatan tabung oksigen.

Kakek yang didampingi perawat itu akhirnya bergegas di antar ke RS Jabal Rahmah.

“Pasien sakit paru kronik. Sudah lama sakit dan kini memburuk. Bisa karena kelelahan dan harus dirawat,” kata dr Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan.

Menurut dia, pasien diberangkatkan dengan mobil operasional Anggito Abimanyu agar mendapat perawatan segera. “Biar cepat saja. Karena kan mobilnya berstiker dan tidak harus melalui proses pemeriksaan saat keluar masuk di Arafah,” ujar Tjandra.

Rencananya, ada 1 pasien lagi yang akan dirujuk karena keadaan umum lemah, tensi rendah, dehidrasi, dan kesadaran rendah.(MCH/Detik)

Dibaca : 26 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/899

KH: Maruf Amin: Semoga Pemilu 2014 Lahirkan Pemimpin yang Beriman dan Bertakwa

Penulis :
14 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)–Di padang Arafah yang mulia, jamaah haji Indonesia diajak memanjatkan doa semoga Pemilu 2014 melahirkan pemimpin yang beriman kuat dan bertakwa serta mampu membawa bangsa menjadi jaya nan sejahtera.

Penyelenggaraan Pemilu mendatang menjadi salah satu topik yang disampaikan KH Ma’ruf Amin saat menyampaikan khutbah wukuf di Arafah, Senin (14/10). Ma’ruf mengatakan para ulama sepakat mengangkat pemimpin Indonesia, hukumnya adalah wajib.

Ia berpendapat memilih pemimpin yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan utama bangsa merupakan perkara yang sangat penting.

“Kelayakan menjadi pemimpin tidak semata-mata harus pintar tetapi memerlukan ketegasan, keistiqomahan, dan sadar kepemimpinan yang diemban adalah amanahn,” ujar dia.

Ia menyoroti beberapa proses Pemilukada yang menghasilkan pemimpin di daerah yang berasal dari trah pemimpin sebelumnya atau yang mempunyai harta lebih banyak, walau sebenarnya ada orang yang lebih layak untuk itu.

Fenomena itu, kata dia, memunculkan adigium, “Jangan berharap seseorang bisa menjadi pemimpin di negeri kita, selayak apapun dia, kalau tidak mempunyai harta yang banyak.”

Uang menjadi determinan paling utama dalam perpolitikan di Indonesia.

“Kita harus melawan keserakahan politikus berharta banyak yang akan semakin menancapkan dominasinya di negeri kita,” kata Ma’ruf.

“Perlawanan itu bisa dimulai dari orang yang sedikit berkumpul, berwukuf di padang Arafah ini. Karena sejarah telah menunjukkan banyak perubahan besar dimmulai dari sekelompok orang yang sedikit,” papar pria yang juga Ketua MUI Pusat ini.

Karena itu, lanjut dia, Pemilu 2014 dijadikan momentum memilih pemilih yang kuat, mampu melawan penjajahan, penindasan dan hogemoni ekonomi, politik serta budaya.(MCH/Detik)


 

Dibaca : 27 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/898

Tiga Jamaah Wafat di Arafah

Penulis :
14 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)– Hingga Senin (14/10) pagi jemaah haji Indonesia yang wafat di Arafah sebanyak tiga orang antara lain akibat penyakit jantung dan pernapasan, sehingga jumlah yang meninggal telah mencapai 72 orang.

Menurut Kepala Seksi Kesehatan Jeddah dr Masrip Sarumpaet yang bertangung jawab atas kesehatan di Arafah, dua orang meninggal karena serangan jantung, satu karena gangguan pernapasan.

Selain itu, terdapat empat pasien yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi setelah jemaah tiba di Arafah.

“Empat orang dirawat di RS Jabal Rahmah. RS tersebut masih berada di kawasan Arafah sehingga tidak mengganggu wukufnya,” kata Masrip Sarumpaet.

Ia mengatakan, ada satu jemaah yang terpaksa harus keluar dari Arafah untuk cuci darah di RS Annur.

“Ia dijadwalkan dua hari yang lalu tetapi penuh sehingga dijadwal ulang kemarin jam sepuluh malam. Tetapi sekarang dia sudah kembali (ke Arafah),” katanya.

Ada pun 35 jemaah lainnya menjalani rawat inap yang rata-rata karena gangguan jantung, dehidrasi dan penapasan.

“Ada juga beberapa kasus saluran pencernaan,” katanya.

Sementara itu, pada Senin pagi, seorang jemaah yang menjalani perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia di Arafah harus dievakuasi ke rumah sakit Arab Saudi.

Pasien yang dievakuasi menggunakan mobil dinas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu tersebut, menderita penyakit paru-paru kronik.

Hingga hari Senin, menurut catatan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu bidang Kesehatan, total jemaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 72 jemaah, sedangkan yang dirawat inap 1005 orang dan 585 jemaah lainnya harus dirawat inap.(MCH/Ant)

Dibaca : 254 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/897

Jamaah Haji Solo Banyak Lakukan Tarwiyah

Penulis :
14 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Pelaksanaan tarwiyah menjelang puncak wukuf di Arafah juga dilakukan jamaah haji asal Indonesia. Setidaknya ada 7.542 jamaah yang mengikuti sunah Nabi Muhammad itu.

Berdasarkan data yang diterima Media Centre Haji, jamaah yang paling banyak melaksanakan Tarwiyah berasal dari Embarkasi Solo (SOC) yakni 2.861, Minggu (13/10/2013).

Urutan kedua ditempati jamaah haji asal Surabaya atau SUB sebanyak 2.153 orang. Peringkat ketiga ditempati embarkasi asal Embarkasi Bekasi atau JKS.

Disusul Embarkasi Jakarta Pondok Gede atau (JKG) dengan jumlah 1.143 jamaah, kemudian Embarkasi Ujung Pandang (UPG) dengan 383 jamaah.

Kemudian berturut turut yakni Embarkasi Batam (107 jamaah), Balikpapan (87 jamaah), Banjarmasin (64 jamaah), Padang (5 jamaah), dan Palembang (3 jamaah). (MCH/Okezone)

Dibaca : 111 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/896

Jamaah Mulai Kumpulkan Kerikil di Arafah

Penulis :
14 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)–Menunggu pelaksanaan ibadah wukuf di Arafah, sejumlah jamaah memilih untuk menghabiskan waktu dengan mencari kerikil. Salah satunya Rohadi warga asal Jombang, Jawa Timur.

Saat ditemui Tim MCH di Arafah, Arab Saudi, pria yang tergabung dalam embarkasi SUB 12 itu mengaku sengaja mengumpulkan kerikil lebih awal.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi waktu di Musdalifah yang pendek di malam hari,” kata Rohadi yang mengaku mengambil kerikil banyak untuk sang istri, Minggu (13/10) sore waktu Arab Saudi.

Dengan waktu yang pendek, lanjutnya, dirinya khawatir tidak bisa mengambil kerikil sesuai dengan jumlah yang disyaratkan yakni 49 kerikil. “Kan kalau mepet bingung melemparnya. Ini juga disarankan oleh teman lainnya,” tuturnya.

Namun berbeda dilakukan Turmudi (45). Pria yang berasal dari Kulonprogo, DIY, itu memilih untuk tetap mengambil kerikil di Musdalifah.

“Kalau saya nanti ambil di sana (Musdalifah) saja, karena pasti sudah disediakan oleh Pemerintah Arab Saudi,” papar pria yang tergabung dalam Embarkasi SOC 27 itu. (MCH/Okezone)

Dibaca : 82 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/895

Ya Allah Kami Penuhi Panggilan- Mu

Penulis :
14 Oktober 2013

Mekkah (Sinhat)–Hampir 2 juta jamaah haji telah berada di Mina pada hari Ahad (13/10) sebagai bagian tahap peratama ibadah haji. Hari ini mereka bergerak ke Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji.

Mina yang biasanya sepi, kini  dipadati ratusan ribu jamaah haji, pria dan wanita, tua dan muda . Mereka melafalkan ” Labbaik Allahumma Labbaik “(Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu) dan membaca ayat-ayat  Al-Qur’an.

Menteri Dalam Negeri Arab Saudi,Pangeran Mohammed bin Naif mengatakan, jamaah haji   dari luar negeri mencapai 1,37 juta , turun 21 persen dari tahun lalu 1,75 juta . Sekitar 1,29 juta berasal dari 188 negara.

Berkurangnya jumlah jamaah haji ini karena adanya proyek perluasan Masjidil Haram dan pelarangan ketat terhadap jamaah haji ilegal.

Gubernur Makkah Pangeran Khaled Al – Faisal mengatakan, lebih dari 70.000 jamaah haji ilegal yang mencoba masuk ke Mekkah dapat diusir kembal.

“Media internasional memberitakan, berkurangnya jamaah haji ini karena takut virus corona yang sedang berjangkit di Arab Saudi.”Hingga kini belum ada satupun jamaah haji yang terkena virus tersebut,” ucapnya.

Banyak jamaah haji berjalan kaki dari Makkah ke Mina yang jarak 12 km,untuk menghindari kemacetan yang terjadi. Helikopter aparat terbang lalulalang mencermati  setiap kejadian yang tak diinginkan.

Penyiram air yang ditempatkan di trotoar sangat membantu jamaah haji yang berjalan kaki, karena suhu udara cukup panas.

Pusat kegiatan di Mina adalah Masjid bersejarah Al – Qaif. Kebanyakan jamaah haji menaruh barang mereka di tenda-tenda, dan langsung menuju masjid, untuk shalat Dzuhur, Ashar dan Magrib di masjid tersebut yang dipenuhi jamaah haji.

Hari Senin ini, jamaah haji menuju padang Arafah yang secara luas digambarkan sebagai klimaks dari ibadah haji.

Dari Masjid Namira, Arafah Mufti Abdulaziz Al – Asheikh akan menyampaikan khutbah wukuf pada puncak ibadah haji tersebut.(Arabnews/ts)

Dibaca : 122 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/894

Ketua MUI KH. Maruf Amin Sampaikan Khutbah Wukuf

Penulis :
14 Oktober 2013

Mekkah (Sinhat)– Saat ini jamaah haji dari seluruh penjuru dunia telah berada di padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Pelaksanaan Wukuf di tenda utama jamaah haji Indonesia sendiri, akan diisi oleh serangkaian acara yang  diawali dengan pembacaan kitab Suci Al Quran, sambutan Dubes Indonesia di Arab Saudi Gatot Abadullah Mansyur, sambutan Amirul Haj Suryadharma Ali dan kutbah wukuf yang akan disampaikan oleh Ketua MUI  KH Ma’ruf Amin, dan  diakhiri dengan  menunaikan shalat Zuhur dan Asyar dijamak qashar.

Jamaah Indonesia sendiri di masing-masing tenda mereka mengadakan kegiatan sejenis dan memanjatkan doa-doa. Wukuf di Padang Arafah merupakan kegiatan utama ibadah haji. Semua jamaah diwajibkan berada di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah ini hingga terbenam matahari.   

Saat di Arafah inilah Rasulullah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada’ atau khutbah perpisahan, karena tak lama setelah menyampaikan khutbah itu beliaupun wafat.Kegiatan wukuf yang dilaksanakan oleh Pemerintah Arab Saudi sendiri berpusat di Masjid Namirah, Arab Saudi. (ts)

 

Dibaca : 381 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/893

Jamaah Mulai Bergerak ke Arafah

Penulis :
13 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Hari ini jutaan jamaah haji dari berbagai negara yang  berada di Mekkah secara serentak bergerak menuju Arafah.

Bahkan  usai shalat subuh di Masjidil Haram, ribuan jamaah haji yang berjalan kaki melalui jalan-jalan khusus yang dibuat untuk pejalan kaki menujui Arafah lewat Mina. “Talbiyah berkumandang di sepanjang jalan,” kata Syahroni seorang mukimin Indonesia yang berada di Mekkah, Ahad. 

Sementara kepadatan lalulitas, bahkan kemacetan mewarnai hampir seluruh jalan keluar dari kota Mekkah menuju Arafah.

Cuaca di Mekkah dan sekitarnya pada saat wukuf, Senin (14/10) suhu udara cerah, maksimum 35 derajat dan minimun 25 derajat dengan kelembaban udara 39 %, dengan kecepatan angin 29 km per jam.

Pemberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arafah dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan urutan maktab. Kelompok maktab 1 sampai 50 melalui pintu 1 dan maktab 50 sampai 100 melalui pintu 3 Arafah.(ts)
 

Dibaca : 350 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/885

Tidak Mungkin Kontrak Perumahan Jangka Panjang

Penulis :
13 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Sistem kontrak perumahan jangka panjang di Makkah, menurut Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kementrian Agama, Anggito Abimanyu tidak mungkin dilakukan. Alasannya pemilik rumah tidak bisa memastikan apakah rumah mereka dibongkar atau tidak.

“Kita sudah menawarkan kontrak jangka panjang kepada pemilik rumah yang kondisinya baik, namun mereka menolak karena mereka tidak memastikan apakah rumahnya dibongkar atau tidak,” katanya di Makkah, Sabtu, terkait permintaan sejumlah anggota Komisi VIII DPR.

Selain itu, menurut Anggito akan sulit ditentukan nilai kontrak tahun depan karena pemilik rumah pasti menginginkan kenaikan nilai kontrak setiap tahun.

Demikian juga permintaan Komisi VIII terkait dengan kompensasi bagi jamaah yang mendapat perumahaan yang kurang bagus fasilitasnya, Anggito menegaskan, tidak ada kompensasi itu. “Hanya memberikan kompensasi dalam bentuk doa saja,” katanya.

Sebelumnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Makkah, Jumat (11/10) Dirjen mengakui ada beberapa gedung pondokan haji yang fasilitasnya terganggu seperti ketersediaan air, kekurangan kamar mandi dan kerusakan pendingin udara seperti di Sektor I, IV dan IX.

“Kira-kira ada 10 persen perumahan yang masih belum baik dan kita meminta pemiliknya untuk memperbaiki jika ada kerusakan,” katanya. Ia menjelaskan, biasanya ada beberapa yang dimiliki satu keluarga dan mereka meminta seluruh gedung harus disewa termasuk gedung yang fasilitasnya kurang memadai itu.

Berbagai persoalan yang diunggap Dirjen PHU membuat, Ketua DPR Marzuki Alie, dalam rapat dengar pendapat itu mengatakan sudah ada keterbukaan dari Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah haji sehingga berbagai kekurangan diungkap dan berusaha dicari solusinya.

Pada RDP itu, sejumlah anggota Komisi VIII meminta agar jamaah yang mendapat pondokan yang kurang layak mendapat uang kompensasi seperti tahun lalu.(MCH/Rep)

Dibaca : 88 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/889

Ribuan Petugas Dikerahkan Untuk Kelancaran Jamaah Haji

Penulis :
13 Oktober 2013

Mekkah (Sinhat)–Jutaan jemaah haji, yang mengambil hari tarwiyah mulai bergerak ke Mina. Untuk itu, ribuan petugas dikerahkan untuk mengatur kelancaran lalulintas jemaah haji menuju Mina.

Menteri Dalam Negeri Arab Saudi  Pangeran Muhammad bin Naif mengawasi langsung operasi pengamanan terhadap jamaah haji ini, eperti dilansir Arabnews, Ahad (13/10).

Mobil kecil tidak akan diizinkan untuk memasuki kawasan Mina dan Arafah, kecuali kendaraan besar atau bus yang mengangkut jamaah haj.

Pemerintah Arab Saudi  telah menyelesaikan beberapa proyek untuk pelayanan kepada jamaah haji. Tenda di Mina yang berada di lahan 2,5 juta meter persegi, dibuat dari bahan tahan api.

Guna mencipatakan rasa aman kepada jamaah haji,  telah selesai dibangun jaringan pipa air sepanjang 100 km untuk antisipasi bahaya kebakaran di Mina.

Untuk pelayanan puncak haji ini juga telah disiapkan  rumah sakit dan pusat kesehatan di Mina yang siap menangani semua jenis penyakit.

Kementerian Kesehtan Arab Saudi tahun ini fokus terhadap peningkatan fasilitaa untuk mengobati penyakit jantung dan melakukan tindakan operasi.

Rumah sakit Mina memiliki 550 tempat tidur termasuk 103 di unit perawatan intensif dan 108 di ruang gawat darurat . Rumah Sakit Darurat Mina memiliki 190 tempat tidur dan Rumah Sakit Jembatan Mina 150 tempat tidur .Rumah Sakit Alwadi di Mina memiliki 160 tempat tidur. (ts)

Dibaca : 3 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/885

Dirjen PHU Pergoki dan Tangkap Calo Pembayaran Dam

Penulis :
13 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Saat berkunjung ke Pasar Ka’kiyah di Makkah, Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu tidak sengaja menangkap seorang calo pembayaran dam. Nahasnya, calo tersebut berasal dari Indonesia dan diduga akan menipu rombongan jemaah haji Indonesia.

Insiden tersebut terjadi ketika Anggito melakukan harga perbandingan untuk membicarakan rencana bekerja sama dengan Islamic Development Bank mengelola dam pada Jumat (11/20/2013) pagi.

Usai berkeliling pasar dan tempat pemotongan hewan di pasar tersebut, Anggito menghampiri salah satu rombongan jemaah haji Indonesia untuk berbincang-bincang.

Dalam perbincangan tersebut, rombongan haji asal kloter 34 embarkasi Solo, Jawa Tengah, itu mengaku diajak pria untuk melihat hewan-hewan yang akan dipotong di pasar tersebut.

Anggito pun melancarkan segudang pertanyaan pada pria tersebut. Pria yang diduga calo itu mengaku awalnya hanya membantu jamaah haji untuk mendapatkan hewan untuk dam atau kurban secara kolektif dengan harga murah.

Anggito kemudian menanyakan harga domba yang dibeli para jemaah. Sang calo mengaku membeli domba seharga 350 riyal per ekor, namun ketika ditanya tentang kambing-kambing yang dimaksud beserta pedagannya, pria bertubuh gempal itu kebingungan.

Penasaran, Anggito kembali melancarkan pertanyaan kepada otoritas pasar mengenai harga rata-rata termurah kambing, dan dijawab sekira 400 riyal. Diduga ada hal yang tidak benar, pria tersebut kemudian dibawa otoritas pasar.

“Kok malah saya ditangkap?” tutur pria yang mengaku sudah lama tinggal di Makkah tersebut.

Anggito mengatakan, praktik percaloan hewan kurban untuk pembayaran dam masih marak terjadi. “Saya mengimbau jemaah untuk hati-hati. Jangan tergiur oleh harga hewan yang murah,” katanya.

Untuk mengantisipasi penipuan serupa, Anggito mengaku sedang merencanakan kemungkinan menggaet IDB untuk membantu pengelolaan dam. Dalam salah satu MoU tersebut, aku Anggito, pihaknya ingin agar daging-daging hewan kurban itu bisa diantar ke Indonesia untuk dibagikan di tanah air.

Rencana itu, kata Anggito, belum berjalan sekarang. Atas dasar itu, dia meminta para jemaah haji tahun ini agar mewaspadai penipuan dalam pembayaran dam. “Saya mengimbau jemaah untuk hati-hati. Jangan tergiur oleh harga hewan yang murah,” tandasnya. (MCH/Okezone)

Dibaca : 29 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/888

Afarah siap 90 persen

Penulis :
13 Oktober 2013

Arafah (Sinhat)–Ketua Muasasah Asia Tenggara Zuhair Abdul Hamid Sedayu menjelaskan bahwa persiapan kelengkapan wukuf para calon haji di Padang Arafah, Arab Saudi sampai Sabtu sore akan mencapai 90 persen.

“Persiapan tenda, karpet, pendingin runangan, toilet dan dapur sudah mencapai 90 persen sampai sore nanti,” katanya kepada Menteri Agama Suryadarma Ali saat melakukan peninjauan di Arafah, Sabtu.

Zuhair Abdul Hamid mengakui dua hari yang lalu sempat ada hujan disertai angin sehingga sejumlah tenda yang sudah dibangun menjadi roboh dan karpet menjadi basah.

“Tenda yang roboh sudah kembali dipasang, namun karena ada ramalan cuaca malam ini akan hujan. maka sebagian karpet sengaja belum dipasang hari ini,” katanya yang didampingi penanggung jawab Jamaah Indonesia, Zaini Mohamad.

Ia juga menjelaskan sejumlah maktab sudah dilengkapi dengan gedung toilet berlantai dua. Berdasarkan pantuam ANTARA News, gedung toilet itu mempunyai sekitar 40 kamar dan 20 kran berwudlu.

“Musim haji berikutnya setiap maktab akan dilengkapi dengan gedung toilet berlantai dua,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kawasan Asia Tengara terdiri atas 73 maktab dan setiap maktab terdiri atas 400 tenda yang mampu menampung 3.240 jamaah. Untuk Indonesia disediakan 48 maktab di Arafah.(McH/Ant)

Dibaca : 36 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/887

Disiapkan Kantong Urin Antisipasi Antrian Toilet

Penulis :
13 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)– Untuk mengantisipasi antrian di toilet saat wukuf di Arafah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji menyediakan kantung uring yang diutamakan bagi jemaah lanjut usia (lansia).

“Upaya tambahan sebagai antisipasi apabila ada hal-hal darurat, kalau sudah tidak tahan buang air kecil tapi ngantri, pemerintah menyiapkan kantung urin yang bisa mengubah cairan menjadi gel,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat meninjau kesiapan Arafah, Sabtu.

Ia mengatakan kantung urin tersebut tidak meninggalkan bau dan aman serta dapat dibuang ke tempat sampah biasa.

“Ini masih ujicoba, baru disediakan untuk lansia,” kata Suryadharma Ali.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, Jemaah dapat memperoleh kantung urin tersebut di Mina.

“Disediakan sekitar 10.000 unit,” ujarnya.

Untuk mengurangi antrian, pemerintah juga menambah jumlah toilet yang disediakan dengan membuat toilet yang sudah ada menjadi bertingkat.

“Alhamdulillah tahun ini ada tambahan toilet, pengalaman beberapa tahun ke belakang rasio jumlah toilet dengan jemaah sangat jauh. Kita minta tambahan tdiak bisa karena keterbatasan areal, sehingga toilet dibuat dua lantai. Tapi belum semuanya,” kata Menag.

Sebagai pengganti mandi bagi jemaah yang kurang enak badan, Menag juga menyarankan agar jemaah membersihkan badan menggunakan waslap dari bahan tissue.

“Ini bermanfaat bagi jemaah yang kurang sehat,” katanya.(MCH/Ant)

Dibaca : 33 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/886

Terowongan Mina Cukup Sejuk, Dilengkapi 18 Eskalator

Penulis :
13 Oktober 2013

Makkah (Dinhat)– Suasana Terowongan Muaisin di Mina, sepanjang tiga kilometer yang akan mengarahkan jamaah Indonesia ke Jamarat atau areal melontar jumroh cukup sejuk dengan beroperasinya kipas angin dan telah dilengkapi 18 eskalator di sejumlah titik.

“Jaraknya memang lebih jauh dibanding terowongan sebelumnya tetapi selain sejuk juga ada 18 eskalator masing-masing sepanjang 30 meter yang bisa membuat jamaah lanjut usia istirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan berjalan,” kata Kepala Satuan Operasional Mina Akhmad Jauhari yang ditemui di Terowongan Muasim, Sabtu.

Ekskalator itu mempunyai dua lajur yang terletak di bagian tengah terowongan sehingga bagi yang ingin berjalan kaki bisa menggunakan sisi sebelah paling kanan atau paling kiri, sementara orang tua yang perlu istirahat berjalan maka ambil posisi di tengah terowongan.

Bagi jamaah lanjut usia yang tidak terbiasa memulai di eskalator maka bisa meminta bantuan jamaah yang masih muda.

Begitu keluar terowongan, jamaah langsung diarahkan menuju Jamarat dan sebagian harus siap kena paparan sinar matahari karena ada bagian yang tidak dilengkapi peneduh. Pada Jamarat sudah diatur arus jamaah hanya satu arah sehingga tidak mungkin jamaah yang sudah melempar jumrah terakhir tidak mungkin kembali ke jamarat pertama.

Menteri Agama Suryadarma Ali telah mengunjungi terowongan Mina dan mencoba eskalator berjalan bersama Ketua Muasasah Asia Tenggara Zubair Bin Abdul Hamid Sedayu.(MCH/Ant/Foto:Saudi Gazette)

Dibaca : 200 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/885

Transportasi Jamaah di Armina Sudah Siap

Penulis :
12 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Layanan transportasi jamaah haji Indonesia selama berada di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armina) telah disiapkan. Panitia telah menyiapkan 22 bus untuk satu maktab.

Direktur Pelayanan Haji Kemenag Sri Ilham Lubis, menyatakan Muassasah, Naqobah (semacam Organda) telah sepakat dengan layanan transportasi sistem taraddudi (shuttle bus).

Bus berangkat dari Makkah dalam tiga trip, pukul 08.00-12.00, 12.00-18.00, dan 18.00 hingga pukul 22.00-23.00. Setiap bus akan didampingi mursyid (penunjuk jalan/guide). Karena ada 22 bus, kata Sri
Ilham, jadi ada 22 mursyid.

Untuk teknis pemberangkatannya, jamaah yang berada di lokasi  jauh dari Armina dan lalu lintasnya padat akan didahulukan, seperti daerah Misfalah, Bakhutmah, Jarwal, Maabdah. “Mereka didahulukan karena kalau terjebak macet bisa berantai efeknya,” kata Sri Ilham di kantor Daker Makkah.

Armada bus lalu bergerak dari Arafah ke Muzdalifah setelah Maghrib. Jumlah bus untuk rute ini lebih sedikit, yakni 9 bus per maktab. Sengaja jumlah bus dikurangi karena selain jaraknya yang dekat, juga untuk mengurangi kepadatan. Namun, jumlah trip bertambah, dari  dua- tiga trip menjadi 7-9 trip. Busnya berkapasitas 49 sampai 60 orang.

Dari Muzdalifah ke Mina, jamaah akan  diberangkatkan mulai pukul 22.30. Jamaah, kata Sri Ilham, tidak perlu menunggu setelah tengah malam. “Pemberangkatan jamaah dicicil,” katanya.

Transportasi dari Mina kembali ke Makkah ada dua trip, pukul 08.00-12.00 dan 12.00-18.00. Sri meminta ketua kloter  memastikan tidak jamaah ikut berjaga di luar tenda di bawah terik matahari. Biarkan petugas haji saja yang memantau bus.(MCH/Rep)

Dibaca : 11 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/884

Ketua DPR: Soal Permasalahan Haji, Ada Keterbukaan Kemenag

Penulis :
12 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan sudah ada keterbukaan dari Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah haji sehingga berbagai kekurangan diungkap dan berusaha dicari solusinya.

“Telah ada keterbukaan mengungkap berbagai persoalan dan kelemahan dan kita ingin ke depan penyelenggaraan haji bisa lebih baik,” katanya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat DPR dengan Komisi VIII di Makkah, Jumat.

Menurut Marzuki, sebelum DPR menyampaikan kritik ternyata sejumlah persoalan diungkap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimanyu seperti ada bus yang masih jelek dan pemondokan yang kurang layak.

Sebelumnya Dirjen mengakui ada beberapa gedung yang fasilitasnya terganggu seperti ketersediaan air, kamar mandi dan pendingin udara seperti di Sektor I, IV dan IX.

“Kira-kira ada 10 persen perumahan yang masih belum baik dan kita meminta pemiliknya untuk memperbaiki jika ada kerusakan,” katanya.

Ia menjelaskan, biasanya ada beberapa yang dimiliki satu keluarga dan mereka meminta seluruh gedung harus disewa termasuk gedung yang fasilitasnya kurang memadai itu.

Demikian juga soal transportasi dari bandara sampai pemondokan, Dirjen menjelaskan masih ada 30 persen yang menggunakan bus Abu Sharhad yang kondisinya sudah tua dan belum di”up grade”.

“Tahun depan ini akan terus ditekan, kalau dihilangkan tidak mungkin, kita minta prosentasenya paling 10 persen saja,” katanya.

Sejumlah anggota Komisi VIII meminta agar jamaah yang mendapat pondokan yang kurang layak agar mendapat uang kompensasi seperti tahun lalu.

Beberapa hal yang disorot DPR dalam RDP tu antara lain kurangnya petugas di Masjidil Haram, adanya Tim Pembimbing Haji Daerah yang ternyata “orang titipan” sehingga tidak menjalankan fungsnya serta perlunya kontrak perumahan dalam jangka panjang untuk mendapat perumahan yang lebih baik.

Marzuki meminta agar pemda benar-benar menunjuk orang yang tepat sebagai pembimbing haji daerah sehingga bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

“Jangan ada lagi titip-titipan untuk pembimbing daerah,” katanya.(MCH/Ant)

Dibaca : 48 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/883

240 Calhaj Sakit Disafariwukufkan

Penulis :
12 Oktober 2013

Makkah (Sinhat) – Sebanyak 240 jemaah haji Indonesia  akan menjalani safari wukuf karena kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk mengikuti wukuf.

Menurut Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji dr Fidiansjah Sp.KJ di Makkah, Jumat, sebagian besar jemaah yang akan menjalani safari wukuf itu adalah jemaah berusia di atas 60 tahun.

“Mereka akan diangkut dengan media transportasi yaitu enam bus untuk jamaah yang harus berbaring, tiga bus untuk mereka yang duduk, dan sisanya menggunakan ambulans dari rumah sakit Arab Saudi,” katanya seperti dikutip Media Center Haji.

Sebagian dari mereka sedang menjalani perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan fasilitas kesehatan di sektor dan kloter.

Jamaah Indonesia akan menggunakan fasilitas ambulans milik pemerintah Saudi, karena hanya ambulans mereka yang diizinkan masuk ke lokasi wukuf di Arafah.

Namun, kata Fidiansjah, pihaknya menyediakan 14 unit ambulans jika diperlukan.

Adapun jemaah yang akan dibadalkan (diwakilkan) ibadah hajinya, dibagi dua kelompok yakni dibadalkan sepenuhnya atau sebagian.

“Pada periode wukuf di Arafah itu ada yang dibadalkan secara total. Namun, ada juga yang hanya jumrohnya dibadalkan dan tawaf ifadhah dilakukan sendiri,” kata Fisiansjah.
 
Sementara bagi mereka yang dirawat di RS Arab Saudi, Fidiansjah mengatakan, mereka dibadalkan secara total. (MCH/Ant)

Dibaca : 110 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/881

Jemaah Wafat di Embarkasi Dibadalhajikan

Penulis :
11 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Amirul Haj yang juga Menag Suryadharma Ali memastikan, jemaah haji yang wafat di embarkasi di Tanah Air akan dibadalkan (diwakilkan) seperti jemaah yang meninggal di Tanah Suci.

“Yang wafat di embarkasi, di pesawat, dan yang baru tiba (di Arab Saudi) semua dibadalkan. Bagi yang wafat di embarkasi dibadalkan plus asuransi,” kata Suryadharma Ali usai melakukan kunjungan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia di Makkah, Kamis.

Sebelumnya pada kesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Bimbingan Jemaah dan Pembinaan KBIH PPIH Arab Saudi Ali Rochmad mengatakan, tahun ini bagi jemaah yang wafat di Tanah Air dan pesawat akan dibadalkan.

Sementara itu, jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci tercatat 59 orang dan dipastikan akan dibadal-hajikan. Jumlah tersebut menurut catatan seksi kesehatan menurun dibanding periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya yakni 98 jemaah meninggal pada 2012 dan 104 pada 2011.

Amirul haj juga menyampaikan bahwa dokter juga berwenang penuh memutuskan pasien yang akan disafari-wukufkan. “Dokter sudah mempertimbangkan risikonya, tidak perlu izin dari keluarga,” katanya.

Saat meninjau BPHI Makkah, Suryadharma Ali yang didampingi Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mu’thi sempat menjenguk pasien yang akan disafari-wukufkan bernama Sri Ani Andari (64) karena tulang pahanya patah akibat terjatuh di Masjid Nabawi.

Selain itu, Amirul Haj juga menjenguk pasien di ruang ICU, ruang perawatan wanita, dan ruang isolasi bagi pasien kejiwaan serta melihat fasilitas di laboratorium dan apotek.

Suryadharma menilai fasilitas yang tersedia baik di ruang gawat darurat, perawatan pasien, gigi, termasuk klinik kejiwaan cukup lengkap dan siap memberi pelayanan bagi jemaah haji.

“Mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan,” katanya. (MCH/Ant)

Dibaca : 62 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/878

Jemaah yang Wafat Dapat Asuransi

Penulis :
11 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Keluarga jemaah calon haji yang wafat di Arab Saudi akan mendapat asuransi sebesar Rp 35 juta per orang. Selain itu, pemerintah pun akan menanggung biaya badal haji bagi yang bersangkutan. Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Madinah.

”Selain itu, mereka yang meninggal dunia dalam perjalanan dari embarkasi ke Arab Saudi juga akan mendapatkan asuransi tambahan senilai Rp 100 juta dari maskapai penerbangan. Nanti, yang akan mengurusnya adalah para ahli waris,” ujarnya, didampingi oleh Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu bidang kesehatan (Siskohatkes), hingga Kamis (10/10/2013), jemaah calon haji yang wafat mencapai 59 orang.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa tahun depan, pemerintah akan kembali memprioritaskan pemberangkatan jemaah calon haji yang berusia lanjut. Dengan demikian, mereka tidak akan terlalu lama masuk ke dalam daftar tunggu.(MCH/Pr)
 

Dibaca : 189 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/877

Jemaah Diimbau Bawa Payung Saat Wukuf

Penulis :
11 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Jemaah haji Indonesia diimbau membawa payung saat wukuf di Arafah untuk mengantisipasi kemungkinan turun hujan saat puncak proses ibadah haji mengingat Rabu (9/10) lalu hujan mengguyur Arafah, Arab Saudi.

“Untuk jemaah diimbau supaya membawa payung atau jas hujan yang bisa digunakan juga untuk alas tidur agar tidak basah,” kata Direktur Pelayanan Haji Kemenag Sri Ilham Lubis di Makkah, Kamis.

Pada Rabu sore hujan mengguyur Makkah, membuat beberapa tempat tergenang. Beberapa tenda yang disiapkan untuk jemaah di Arafah untuk wukuf juga roboh akibat hujan disertai angin.

“Untuk tenda, kami akan coba koodinasi dengan Muassasah apa antisipasi mereka seandainya pada hari H (wukuf) turun hujan,” kata Sri.

Menurut dia, saat ini Muassasah–lembaga pengelola– dan Maktab sedang memperbaikinya tenda-tenda yang roboh supaya sudah siap saat jemaah datang untuk melaksanakan wukuf pada 9 Dzulhijjah (14 Oktober) mendatang.

Sri mengakui bahwa tenda yang digunakan untuk jemaah Indonesia belum ditingkatkan kualitasnya seperti yang dilakukan pada alas tenda.

“Untuk kemah belum dilakukan upgrade sehingga kita sepenuhnya menerima apa adanya dari Muasasah atau Maktab. Di sini jarang ada hujan sehingga mereka kurang mengantisipasi dengan tenda yang kokoh,” katanya.

Ia berharap, turunnya hujan kemarin akan menjadi masukan yang baik bagi muasasah untuk mengantisipasi seandainya turun hujan pada saat wukuf.(MCH/Ant)

Dibaca : 156 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/876

Ketua Kloter Diminta Cicipi Makanan Sebelum Dibagikan

Penulis :
11 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Ketua kloter diminta untuk mencicipi lebih dulu makanan sebelum dibagikan kepada jamaah saat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina), kata Direktur Pelayanan Haji Kemenag Sri Ilham Lubis di Makkah, Kamis.

“Makanan kotak yang akan dibagikan di Armina perlu dicicipi dulu apakah ada bau basi atau tidak, ini mencegah jamaah mengkonsumsi makanan basi,” katanya kepada wartawan di Media Center Haji.

Sebenarnya makanan kotak yang dibagikan sepanjang pelaksaaan Armina dimasak di dapur-dapur yang ada di setiap Maktab sehingga yang disajikan selalu makanan yang masih hangat, namun ia menegaskan, tetap saja perlu pengawasan ketua kloter dan ketua rombongan karena bisa saja jadwal makan sudah terlewat terlalu lama.

Sri menjelaskan menu yang diberikan adalah menu kering yang mempunyai daya tahan lebih lama. “Ada sayur-sayuran yang sengaja tidak menjadi menu di Armina karena khawatir mempercepat makanan menjadi basi,” katanya.

Terkait jadwal makan, Sri menjelaskan, kotak makanan juga mempunyai warga agar memudahkan jamaah untuk membedakan apakah menu pagi, siang atau malam. “Warna biru merupakan makanan pagi, merah itu siang dan warga hijau untuk makanan malam hari,” katanya.

Setiap kotak makanan juga dicantumkan perusahaan katering dan masa kadaluwarsa yaitu peringatan bahwa makanan maksimal dikonsumsi dua jam setelah diterima.

Jadwal makan dan menu makanan akan ditempel di setiap tenda agar jamaah mengetahui kapan mereka mendapatkan makanan. “Makanan kotak itu akan diantarkan petugas ke tenda masing-masing sehingga jamaah bisa tetap istirahat di tenda,” katanya.

Ia mengimbau jangan membeli makanan dari pedagang di sepanjang jalan karena tidak terjamin kesehatannya. “Kalau sampai membeli jajan di luar dan ternyata tidak bersih maka jamaah bisa kena diare,” katanya.

Jadi jika ada kasus diare maka perlu ditelurusi karena belum tentu disebabkan oleh makanan kotak yang diberikan perusahhaan catering, tambah Sri Ilham.

Sekitar 168.000 jamaah haji Indonesia akan mulai bergerak ke Padang Arafah tanggal 8 Dulhijah atau 13 Oktober 2013. (MCH/Ant)

Dibaca : 140 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/875

Tiga Lantai Masjidil Haram Bisa Digunakan Tawaf

Penulis :
11 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Tiga lantai di Masjidil Haram sudah bisa digunakan untuk tawaf sejak Rabu dinihari sehinggga kapasitas tawaf diperkirakan menjadi di atas 60.000 jamaah per jam dari sebelumnya hanya 32.000 jamaah per jam.

“Alhamdulillah, saat ini semua lantai di Masjidil Haram bisa digunakan untuk tawaf. Ini kabar gembira yang harus diberitahukan kepada jamaah,” kata Kadaker Makkah Arsyad Hidayat di Makkah, Rabu malam.

Ia mengatakan, sehari sebelumnya lantai dua juga sudah bisa digunakan dan sudah disosialisasikan.

Sementara Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Husban Abadi Mallang mengatakan petugas sudah mengarahkan jamaah untuk naik ke lantai dua dan tiga karena lantai satu terlalu padat, namun sebagian besar jamaah Indonesia banyak memilih tetap di lantai satu.

“Mereka merasa afdol jika tawaf di lantai satu, walaupun sangat padat,” katanya.

Ia mengungkap, justru banyak jamaah haji khusus yang lebih senang di lantai dua dan tiga.

“Kalau ada jamaah haji kita naik ke atas kita tempatkan petugas, kalau tidak ada petugas kembali turun. Petugas ini bergerak situasional,” katanya.

Petugas Media Center Haji dari Pikiran Rakyat Hazmirullah merasakan nyaman tawaf di lantai tiga yang sebagian sisinya sudah dilebarkan.

“Sisi utara sudah dilebarkan, hanya saja belum dimarmer. Tapi nyaman karena tidak berdesak-desakan,” katanya.

Berfungsinya semua lantai di Masjidil Haram ada di luar perkiraan sebelumnya. Apalagi, sebelum memberangkatkan kelompok terbang (kloter) 1 dari Tanah Air, 10 September lalu, Menteri Agama Suryadharma Ali masih mengatakan bahwa areal yang hanya digunakan untuk tawaf adalah pelataran Kabah dan mathaf portabel.

Pekerjaan renovasi yang dilakukan siang malam tanpa jeda telah membuat kelegaan bagi semua jamaah yang pada akhir rukun haji akan melaksanakan tawaf ifadah.(MCH/Ant)

Dibaca : 764 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/874

Untuk Keamanan Jamaah Haji, Saudi Kerahkan 95.000 Polisi

Penulis :
10 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)–Arab Saudi  mengerahkan 95.000 personil polisi di kota Makkah dan pusat-pusat kegiatan jamaah haji lainnya untuk  menjamin keselamatan dan keamanan mereka.

Hal itu diungkapkan  Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Naif, seperti dilansir Arabnews, Kamis (10/10).

Pangeran Naif meminta kepada jamaah haji untuk tidak melaksanakan ibadah haji  dengan tujuan-tujuan politik. “Laksanakanlah ibadah haji dengan damai dan tenang,” kata Mendagri Arab Saudi itu.

Pangeran Naif menegaskan,  Arab Saudi tidak akan mentolerir pihak manapun, yang akan menjadikan ibadah haji sebagai ajang konflik politik dan perselisihan.Dia  memperingatkan, gangguan tersebut bakal menjadi bencana bagi jemaah yang jumlahnya besar dan berada di kawasan yang terbatas.

Mendagri Arab Saudi ini menyatakan, aparat keamanan Arab Saudi siap untuk menghadapi setiap kemungkinan serangan teroris maupun gangguan kemanan lainnya.

Pangeran Naif, melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan aparat keamanan yang di tempatkan di Mina. “Aparat kami telah mengambil langkah-langkah untuk menjamin keamanan jemaah haji, “ ucapnya.(ts)

Dibaca : 31 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/873

Selama Musim Haji Penjualan Emas Meningkat 30 %

Penulis :
09 Oktober 2013

Mekkah (Sinhat)–Selama musim haji, penjualan emas di pasaran lokal Arab Saudi, beberapa hari terakhir  mengalami kenaikankan 30 %, dibanding tahun lalu dan beberapa tahun terakhir  hanya naik 10 %. Hal itu diugkapkan Ketua Komite Nasional untuk Logam Mulia Arab Saudi Karim Al – Inizi kepada Arabnews, Rabu.

Al Inizi mengatakan  Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi telah menyarankan, untuk mempekerjakan perempuan di took-toko emas sebagai langkah uji coba. “Saat ini pabrik-pabrik di Saudi mulai mempekerjakan perempuan, ternyata cukup berhasil,” ujarnya.

Al Inizi mengakatakan, pihaknya telah siap untuk menciptakan lingkungan kerja yang sesuai yang memenuhi persyaratan bagi perempuan yang bekerja di toko-toko emas .

Sementara itu Ketua Komite Perdagangan emas pada Kadin Saudi Abdulghani Al  Rmaih, mengatakan dinas tenaga kerja telah meminta para pemilik toko emas untuk melihat ke  kemungkinan mempekerjakan perempuan pada toko mereka .

Abdulghani menambahklan, fluktuasi penjualan emas musiman biasanya tidak mempengaruhi pasar Arab Saudi karena mereka bergantung pada harga internasional .

Musim haji, kata Abdulghani,  sangat menguntungkan bagi pemilik toko emas, karena banyak jemaah haji lebih memilih membeli emas di Arab Saudi, karena i kualitasnya  yang tinggi.(ts)

Dibaca : 95 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/868

Lantai Dua Haram Bisa Digunakan Tawaf

Penulis :
07 Oktober 2013

Makkah (Sinhat) — Menjelang puncak haji, Masjidil Haram terus berbenah. Sedikit demi sedikit proses renovasi tampak mulai sampai pada tahap penyelesaian akhir. Bahkan, beberapa bagian sudah selesai dan dibersihkan sehingga bisa digunakan sebagai sarana ibadah.

Pantauan Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Makkah melihat lantai dua Masjidil Haram sudah bisa digunakan untuk tawaf para jamaah haji sejak Sabtu (05/10). Meski belum sepenuhnya selesai, namun lantai dua itu sudah bisa digunakan sebagai area tawaf.

Sementara ini, lantai dua Masjidil Haram tersebut memang belum dipasang tegel,  namun sudah dicat sehingga nyaman digunakan untuk tawaf. Tidak sedikit jamaah yang sudah melaksankaan tawaf di lantai ini sehingga sedikit mengurangi kepadatan tawaf di lantai dasar areal Ka’bah.

Adapun atap Masjidil Haram, sampai saat ini masih dalam tahap penyelesaian akhir. Masih ada beberapa bagian yang dicat dan dibersihkan. Sepertinya dalam waktu yang tidak lama, atap Masjidil Haram juga sudah bisa digunakan untuk tawaf jamaah haji.

Selain itu, beberapa pintu di areal Sai (Mas’a), khususnya pada sisi kanan jalur Shafa ke Marwah juga sudah dibuka sejak Jumat  (04/10). Bahkan, pantauan terakhir Tim MCH pada Minggu (06/10) juga melihat lima pintu yang ada di situ sudah dibuka semua, yaitu pintu 14, 15, 17 (Bab Ali), 22, dan 25 (Bab Al-Mud’ah). Pintu 16 (Bab Al-Arqam) yang menuju lantai dua Mas’a juga sudah mulai dibuka. (MCH/mkd)

Dibaca : 132 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/857

Amirul Haj Akan Tinjau Persiapan Armina

Penulis :
07 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)– Amirul Haj yang juga Menag Suryadharma Ali akan meninjau kesiapan di Arafah, Muzdalifah dan Mina menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

“Saya akan ke Armina untuk lihat kesiapan di sana, dapur-dapur katering,” kata Suryadharma Ali usai melaksanakan umroh di Masjidil Haram, Makkah, Minggu (6/10).

Soal pelayanan katering, Amirul Haj berharap tidak akan ada lagi jemaah yang keracunan akibat makanan yang basi. Ia juga mengharapkan adanya pengawasan mutu bahan makanan, proses penyiapan, pemasakan dan pendistribusiannya.

Kepada jemaah haji Indonesia, Suryadharma mengimbau agar mereka menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi, cukup minum, dan tidak memaksakan fisiknya.

“Kadang tidak peduli umur, penyakit, sehingga pada saat pelaksanaan haji sudah tidak kuat,” katanya dan menambahkan bahwa kegiatan di Arafah, Muzdalifah dan Mina membutuhkan kekuatan fisik.


Sementara itu, tentang kemungkinan penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Arafah, Suryadharma mengatakan tidak akan ada penambahan karena keterbatasan ruang.

“MCK tidak akan ada penambahan di Arafah maupun Mina karena ada keterbatasan ruang. Kita minta tambahan meja prasmanan saja tidak dapat karena keterbatasan ruang,” katanya. .(MCH/Ant)

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/856

Masjid Tan’eem , Tempat Miqat di Kota Mekkah

Penulis :
06 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)–Waktu menjelang Sabtu dini hari ketika serombongan warga Indonesia sampai di Masjid Tan’eem, namun, masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Aisyah –karena Siti Aisyah pernah berihram di sana– itu sudah sangat ramai.

Ratusan orang berbondong-bondong secara berkelompok datang dan pergi. Umumnya mereka datang untuk berihram sebelum melaksanakan ibadah umroh atau disebut miqat.

Masjid yang berlokasi di kawasan Al Hil, arah kota Madinah dari Mekkah itu memang salah satu masjid yang menjadi miqat bagi siapapun yang ingin melaksanakan umroh.

Bahkan, karena jaraknya yang hanya 7,5 km dari Mekkah, masjid tersebut menjadi pilihan bagi warga Mekkah yang ingin melaksanakan umroh.

Seperti diketahui, untuk melaksanakan umroh maupun haji, seseorang harus berada di luar Tanah Haram untuk melaksanakan niat ihram dan mengenakan pakaian ihram.

Meski demikian, tidak sedikit orang-orang dari luar Makkah, bahkan dari luar Arab Saudi yang memilih berihram di masjid tersebut.

Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, antara lain fasilitas untuk mandi, berganti pakaian bagi mereka yang akan umroh, dan tempat berwudhu bagi yang akan melaksanakan shalat.

Masjid juga menyediakan air zamzam untuk diminum pengunjung masjid. Di luar, sejumlah angkutan umum berupa minubus dan taksi berjejer, yang hampir semua menawarkan jasa angkutan menuju Masjidil Haram.

“Haram, Haram..,” begitu para penjual jasa angkutan itu menawarkan jasa pada para calon penumpang.

Dan para jemaah yang sudah mengenakan pakaian ihram itu tidak perlu waktu lama untuk mencapai Masjidil Haram. Pada saat dini hari seperti itu, tidak sampai setengah jam mereka sudah sampai di Masjidil Haram.(MCH/Rep)

Dibaca : 22 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/852

Kurma Ajwa Memiliki Kandungan Mencegah Kanker

Penulis :
06 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)–Kurma Ajwa  atau  sering disebut dengan kurma nabi produk Madinah ini, sangat dikenl oleh jemaah haji kita, baik karena citarasanya yang enak dan  manfaatnya pun sangat banyak.

Sebuah penelitian baru yang dilakukan King Saud University ( KSU ), Riyadh, Arab Saudi, menemukan kurma ini mengandung unsur aktif yang berguna dalam pencegahan penyakit seperti kanker. Hal itu seperti dilansir Arabnews, kemarin.

Penelitian  tersebut mengatakan, kurma Ajwa memiliki manfaat bagi kesehatan mengandung zat  anti- anti-inflammatory  serupa dengan obat yang tersedia secara komersial seperti ibuprofen dan aspirin . “Ajwa mengandung anti oksidan sama seperti produk komersil yang ada dipasaran,” ujar Prof.Muraleedharan Nair kepala laboratorium di University of Michigan.

Kurma Ajwa  diproduksi di Madinah, dikenal lembut, kering dan memiliki harga yang tinggi di pasaran kurma Arab Saudi.Nabi Muhammad SAW menyebutkan manfaat Ajwa dapat mencegah penyakit tertentu.

Menurut pakar kesehatan , kurma Ajwa mengandung banyak flavonoid glikosida , yang memiliki sifat anti – oksidan . Selain manfaat anti – oksidan dan anti – inflamasi , kandungan gula Ajwa  monosaccharaides, membuat kurma ini bermanfaat bagi orang yang menderita diabetes.

Kurma Ajwa juga memiliki efek penghambatan cyclo – oxygenase yang mirip dengan komersial obat anti – inflamasi seperti aspirin , ibuprofen , dan naproxen celebrex .(ts)

Dibaca : 31 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/851

Sidang Itsbat Tetapkan Idhul Adha 15 Oktober

Penulis :
06 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)–Kementerian Agama menetapkan awal Zulhijah 1434 H jatuh pada hari Minggu, 6 Oktober 2013 dan puncak pelaksanaan ibadah haji, yaitu wukuf pada 14 Oktober dan Idul Adha jatuh pada 15 Oktober 2013.


Penetapan awal Zulhijah 1434 H tersebut diambil melalui sidang isbat di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu petang, Pada rapat terebut hadir perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dari seluruh Indonesia.

Sidang isbat adalah sidang penetapan dalil syar`i di hadapan majelis untuk menetapkan suatu kebenaran atau peristiwa yang terjadi. Sidang isbat itu sendiri dipimpin Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil dan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Tengku Zulkarnain.


Sebelum sidang digelar, seperti juga pada sidang isbat awal Ramadhan dan 1 Syawal, dilakukan paparan mengenai posisi hilal dan matahari oleh Thomas Djamaluddin dari Planetarium Jakarta. Dari sisi astronomi, penjelasan Thomas tak ada yang menyangkal.

Sidang berlangsung sejak Pukul 16.30 WIb, dan usai shalat magrib dilanjutkan dengan pembahasan dan mendengarkan pendapat dari wakil- wakil ormas. Majelis sidang isbat akhirnya menyetujui keptusan yang ditetapkan Dirjen Bimas Islam. (Ant/es)

Dibaca : 26 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/850

DPR Tinjau Pelayanan Haji di Makkah

Penulis :
06 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–16 anggota DPR RI tiba di Makkah, Arab Saudi untuk meninjau sejumlah pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia.

Menurut rencana, para anggota DPR tersebut, Minggu esok antara lain akan meninjau pelayanan katering untuk kegiatan ibadah di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), layanan kesehatan dan transportasi.


Terkait pelayanan transportasi, Wakil Ketua DPR M Shohibul Iman, dalam rapat di Daerah Kerja Makkah, menghargai upaya pemerintah dalam meningkatkan layanan transportasi jemaah.


“Kami sudah berbincang-bincang dengan jemaah, umumnya mereka sangat mengapresiasi dan sangat menikmati fasilitas transportasi yang sekarang disediakan buat mereka,” kata Shohibul Iman yang memimpin rombongan anggota DPR tersebut.

Namun, katanya, ada pula keluhan dari jemaah yang tidak mengetahui bus yang disediakan itu khusus disiapkan bagi jemaah Indonesia.


“Ternyata mereka itu tidak tahu kalau busnya ditujukan buat mereka. Mereka menyangka bus bersama dengan jemaah negara lain. Akibatnya mereka banyak terusir oleh penumpang dari negara lain,” ujarnya.


Selain Komisi VIII yang membidangi agama, anggota DPR yang datang ke Makkah adalah anggota Komisi V terkait transportasi dan Komisi IX yang berhubungan dengan masalah kesehatan.(MCH/Ant)

Dibaca : 29 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/849

Jamaah Non Kuota Berkurang Drastis

Penulis :
06 Oktober 2013

Jeddah (Sinhat)– Jamaah non-kuota atau dikenal dengan jamaah “sandal jepit” dari Indonesia berkurang drastis tahun ini karena baru tercatat ada 41 orang yang tiba di bandara sementara tahun 2010 sebelumnya mencapai 3.000 orang.

“Jumlah jamaah non kuota tahun ini berkurang drastis dan baru terdeteksi hanya 41 orang,” kata Kepala Daker Jeddah Endang Jumali, di Jeddah, Sabtu (5/10).

Ia menjelaskan, jemaah non kuota itu walau mempunyai visa haji, namun soal akomodasi dan biaya layanan umum haji diurus oleh biro perjalanan yang tidak terdaftar di Kementerian Agama, bahkan ada yang mengurus biaya itu secara mandiri.

Mereka yang terekam oleh Daker Jeddah antara lain, adalah sebelas calon jamaah haji Indonesia yang tiba di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Jumat (4/10). Jamaah tersebut karena tidak termasuk jamaah yang diberangkatkan resmi oleh Kementerian Agama maka mereka tidak ada yang mengurus soal biaya layanan umum atau general service kepada asosiasi layanan haji di Arab Saudi.

“Mereka terhambat keluar dari bandara karena belum membayar general service dan naqobah sebesar 1.029 riyal. Kalau jamaah haji yang diberangkatkan resmi maka sudah diurus oleh Kemenag,” kata kepala Seksi Pendataan Haji Khusus Kemenag, Cecep Nursamsi.

Ia menjelaskan general service terdiri atas 594 riyal untuk biaya pelayanan jamaah haji selama di Arab Saudi yang antara lain untuk biaya angkut barang, tenda di Arofah, Mudzdalifah dan Mina serta untuk air zamzam. Sedangkan sisanya sebesar 435 riyal untuk naqobah atau transportasi selama di Arab Saudi.

Ia mengungkap, jamaah haji non kuota yang tertahan di Bandara Jeddah itu berangkat menggunakan jasa travel yang tidak terdaftar di Kementerian Agama dengan membayar Rp70 juta sampai Rp80 juta per orang.

Kementerian Agama berkali-kali mengimbau jamaah Indonesia supaya berhaji lewat jalur resmi untuk menghindari penipuan dan urusan yang merepotkan para jamaah.

Jamaah yang tertahan ini berbeda dengan jamaah haji yang berangkat atas undang resmi Kerajaan Arab Saudi seperti bekas Wapres Jusuf Kalla yang menjadi salah seorang tamu resmi kerajaan lewat Bulan Sabit Merah. Kerajaan Arab Saudi mengundang 1.400 orang dari seluruh dunia untuk berhaji dan sekitar 400 orang diantaranya berasal dari Indonesia. Mereka akan dilayani oleh kerajaan termasuk soal biaya general service itu.(MCH/Ant)

Dibaca : 387 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/848

Mina Jadid Tetap Digunakan Lokasi Mabit

Penulis :
05 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)– Tahun ini, jumlah jemaah calon haji Indonesia berkurang 42.000 orang. Meskipun demikian, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan bahwa Mina Jadid tetap digunakan sebagai tempat mabit (bermalam) bagi sebagian jemaah asal Indonesia.

”Permintaan Indonesia untuk tak menggunakan Mina Jadid ditolak oleh Pemerintah Arab Saudi. Kami sendiri tak diberitahu alasan penolakan tersebut,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari kepada wartawan MCH, Sabtu (5/10/2013).

”Dari total 48 maktab yang disediakan untuk Indonesia, 8 maktab di antaranya berada di wilayah Mina Jadid. Artinya, 8 x 3.250 orang, itulah total jemaah asal Indonesia yang akan mabit di Mina Jadid”.

Meskipun demikian, Jauhari mengakui bahwa pada tahun ini kapasitas setiap maktab mengalami ”penggemukan”. Hal itu mengakibatkan adanya rekonfigurasi penomoran maktab jemaah haji Indonesia di Mina.

”Jumlahnya tetap 48. Namun, kapasitas setiap maktab bertambah, dari semula 2.800 orang menjadi 3.250 orang,” ujarnya.

Dengan adanya rekonfigurasi, kata dia, penomoran maktab tidak lagi berurut dari 1 sampai dengan 48 maktab. Soalnya, lantaran penambahan kapasitas, distribusi jemaah dalam satu maktab akan ”memakan” jatah maktab berikutnya.

”Di Mina itu, areal maktab tak berubah bahkan sudah dipagari. Kapasitasnya pun tetap untuk 2.800 orang. Akibatnya, ada beberapa nomor maktab yang hilang,” ucapnya.

Ia mencontohkan, sebagian jemaah yang bermukim di maktab 1 akan tinggal di perkemahan yang sebenarnya sudah masuk ke maktab 2.

Demikian seterusnya. Oleh karena itu, nanti, ada nomor maktab yang ’hilang’ karena sudah lokasinya sudah penuh. Nah, maktab-maktab inilah yang kemudian berubah, tidak lagi sesuai dengan hasil qur’ah (undian). ”Totalnya, terdapat 15 maktab yang berubah,” tuturnya.

Perubahan konfigurasi penomoran maktab itu ditegaskan melalui surat berkop Kantor Urusan Haji Indonesia Nomor 587/H/IX/2013. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi M Syairozi Dimyathi.

Di dalamnya disebutkan bahwa maktab yang berubah itu adalah Maktab 4 (menjadi 51), Maktab 6 (menjadi 52), Maktab 9 ( menjadi 54), Maktab 12 (menjadi 55), Maktab 14 (menjadi 57), Maktab 17 (menjadi 58), Maktab 19 (menjadi 60), Maktab 22 (menjadi 61), Maktab 27 (menjadi 62), Maktab 30 (menjadi 64), Maktab 33 (menjadi 66), Maktab 34 (menjadi 67), Maktab 39 (menjadi 69), Maktab 41 (menjadi 71), dan Maktab 46 (menjadi 72).

”Perubahan nomor maktab ini sudah diketahui oleh semua kloter sehingga tak lagi menjadi masalah. Justru potensi kebingungan justru ada pada para petugas. Meskipun demikian, insya Allah, para petugas –terutama yang bertugas di Mina– bisa dengan segera menghafal maktab-maktab yang berubah ini,” ucap Jauhari. (MCH/PR)

Dibaca : 35 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/847

Pesan Amirul Haj: Jamaah Haji Agar Jaga Kesehatan

Penulis :
05 Oktober 2013

Jakarta(Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali selaku Amirul Haj meminta agar jamaah Indonesia selalu menjaga kesehatan serta tidak terlalu memaksakan diri melaksanakan ibadah sunnah, kalau  kondisi fisik  tidak memungkinkan.

Hal itu diungkapkan Amirul  Haj Suryadharma Ali di Bandara Soekarnot-Hatta, Cengkareng, Sabtu (5/10), menjelang keberangkatanya menuju Arab Saudi bersama rombongan.

Amirul Haj menambahkan, puncak haji sudah semakin dekat, jamaah haji agar mempersiapkan diri sebaik mungkin. “Kalau merasa kurang sehat, jamaah agar menghubungi pihak kesehatan,” pinta Amirul Haj.

Menag lebih lanjut mengatakan, sampai Sabtu pukul 02.00 WIB, jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi 323 kloter berjumlah 131.940 atau 84 persen dari total jamaah haji reguler yang berjumlah 157. 070 orang jamaah.

“Dari jumlah itu, jamaah yang wafat 34 orang, yang sakit di BPHI 158 orang dan yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi 48 orang,” jelasnya.

Dikatakan, jamaah haji Indonesia akan tinggal di Arab Saudi selama 41 hari. Mereka tinggal di Madinah selama 9 hari dan selebihnya di Makkah, Arafah dan Mina. Pemondokan di Madinah berjumlah 185 hotel, dan seluruhnya berada di wilayah markaziyah dengan jarak maksimal 650 meter dari Masjid Nabawi.

Pemondokan di Makkah berjumlah 196 rumah. 64 persen berlokasi di bawah 2000 meter dari Masjidil Haram, 36 persen berjarak 2001-2700 meter. “Bagi yang pemondokannya diatas 2.000 meter disediakan bus gratis sebanyak 104 bus,” terang Menag.

Menag menambahkan, sebagai Amirul Haj tahun ini didampingi KH Ma’ruf Amin sebagai Naib Amirul Haj dan HM Suparta sebagai sekretaris, dan anggota yaitu: KH M Soebadar, KH Masdar Farid Mas’udi, Syafiq Mughni, KH Amin Noer, Ali Ghufron Mukti, Ananda Danardono, Yusnar Yusuf Rangkuti, Ary Ginanjar, Moh Izzi Mukhsin dan Musyfiq Amrullah. (MCH/ks)

Dibaca : 46 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/846

Hari Ini Amirul Hajj Menuju Ke Tanah Suci.

Penulis :
05 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)– Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Anggito Abimanyu mengatakan,  Amirulhajj Suryadharma Ali dan rombongan akan bertolak ke Arab Saudi,  hari ini  (5/10) untuk memimpin dan memantau langsung pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

 Amirulhajj, kata Anggito, akan didampingi beberapa orang tokoh Islam. “Jumlah rombongan yang berangkat besok sebanyak 12 orang,” kata Dirjen PHU Anggito kepada pers di ruang kerjanya, Jumat (4/10).

Amirulhajj yang juga Menag Suryadharma Ali, kata Dirjen PHU Anggito, berangkat bersama Ketua MUI Ma’ruf Amin , Sekretaris Amirul Haj HM Suparta KH Masdar Farid Mas’udi dari Nahdlatul Ulama (NU), Ali Ghufron Mukti (Wakil Menteri Kesehatan), Ary Ginanjar, Syafig Mughni dan beberapa tokoh Islam lain.

Menurut Dirjen PHU Anggito Abimanyu, rombongan akan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menggunakan penerbangan reguler. Rencananya, rombongan Amirulhajj akan berada di tanah suci selama 20 hari.

Dirjen  juga mengatakan, pemerintah tengah memproses calon anggota Badan Pengawas Dana Abadi Umat (BP-DAU). Saat ini dua belas nama sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi dan tes tertulis. Mereka sudah diusulkan kepada Presiden, sehingga nanti hanya enam orang yang dinyatakan sebagai anggota.

“12 nama sudah diusulkan ke Presiden,” kata Dirjen seraya menambahkan, anggota BP-DAU seluruhnya sembilan orang, disamping enam orang dari unsur masyarakat dan tiga dari unsur pemerintah yaitu Sekjen Kemenag, Irjen dan Dirjen PHU. (MCH/ks/ful)

Dibaca : 36 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/845

Saat Shalat Jumat, Seksi Tranportasi Kewalahan Layani Jamaah

Penulis :
05 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Petugas  seksi  transportasi Daerah Kerja Makkah yang ditempatkan di Terminal Bab Ali mengaku kewalahan menghadapi membludaknya jemaah yang mengikuti shalat Jumat sehingga bus terpaksa tidak dijalankan.

“Jemaah membludak, terowongan penuh jemaah yang shalat sehingga bus tidak dapat dijalankan,” ujar Marzuki Soleh, petugas transportasi yang ditemui di Terminal Bab Ali dekat Masjidil  Haram, Makkah, Jumat (4/10).

Marzuki mengatakan, jemaah shalat Jumat kali ini jauh lebih banyak dibanding sebelumnya, bahkan menurutnya dua kali lipat jumlah jemaah shalat subuh maupun isya.

“Biasanya yang paling padat itu setelah shalat  isya atau subuh. Jemaah  shalat Jumat ini, jumlahnya mungkin ada dua kali lipatnya,” kata Marzuki.

Akibatnya banyaknya jumlah jemaah, calon penumpang bus di Bab Ali yang akan kembali ke pemondokan pun membludak sehingga nyaris di luar kendali.

“Namun karena kami petugas untuk melayani jemaah haji Indonesia, maka yang kami dahulukan adalah jemaah Indonesia. Kalau busnya kepenuhan kami minta sebagian untuk turun dan menunggu  bus berikutnya,” paparnya.

Meski terdapat beberapa jemaah yang pingsan saat menunggu bus, Marzuki memastikan tidak ada  jemaah asal Indonesia yang mengalaminya. “Tadi ada jemaah yang pingsan dan sakit, tetapi tidak ada dari Indonesia,” katanya.

Bus Saptco yang diberangkatkan dari Bab Ali melayani jemaah dari berbagai negara dengan  rute menuju Mahbas Jin lalu berakhir di termila Jamarat, Mina.(MCH/ant)

Dibaca : 46 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/844

Disiapkan 250 Tempat untuk Safari Wukuf

Penulis :
05 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Mendekati puncak ibadah haji, Panitia Penyelanggara Ibadah Haji bidang Kesehatan terus melakukan sejumlah persiapan.

Untuk safari wukuf, tim kesehatan telah menyiapkan 250 tempat untuk jamaah yang tidak bisa mandiri melaksanakan kegiatan Wukuf di Arafah pada 8-9 Zulhijah.

“Mereka akan diangkut dengan menggunakan bus  dan dikategorikan apakah jamaah itu bisa duduk dengan tenang baik dari fisik dan mental,sedangkan bus lainnya menggunakan tidur kapasitas 15 tempat tidur,” kata Kepala Bidang Kesehatan Haji PPIH Arab Saudi Fidiansjah saat ditemui Media Centre Haji di Madinah.

Sedangkan untuk ambulans, PPIH memiliki 31 unit yang akan diterjunkan saat puncak Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

“Sebanyak 14 unit yang sudah memenuhi syarat Arab Saudi, sedangkan 17 unit lainnya memiliki alat pendukung yang sesuai dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, PPIH bidang Kesehatan belum bisa menentukan berapa jumlah pasien yang sudah terdaftar untuk ikut dalam safari wukuf.
“Sejak 1 Oktober, kita sudah melakukan sosialisasi ke setiap kloter agar melakukan pendataan terhadap para jamaahnya. Pada  Zulhijah kita akan melakukan screening awal, kemudian pada 8 Zulhijah baru akan ditetapkan siapa jamaah yang akan mengikuti safari wukuf,” tandasnya.

“Pihak yang bisa memutuskan apakah seorang pasien bisa mengikuti safari wukuf atau tidak diputuskan oleh Kepala BPIH Makkah, termasuksiapa pasien yang akan dibadalkan haji-nya,”tuturnya.

Angka Kematian Pra-Armina Menurun

Sementara itu, gencarnya sosialiasi agar melaksanakan pola hidup yang sehat, membuat jumlah jamaah yang meninggal saat pra-Armina mengalami penurunan.

“Pada tanggal yang sama, jumlah jamaah yang wafat dalam pelaksanaan Pra-Armina ini 33 orang, sedangkan pada 2012 sebanyak 45 jamaah, dan 2011 terdapat 50 jamaah yang meninggal(MCH/okezone)

 

Dibaca : 277 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/843

Petugas Madinah Bergerak ke Makkah 6 Oktober

Penulis :
04 Oktober 2013

Madinah(Sinhat)–Sebanyak 200-an petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah akan diberangkatkan menuju Mekah pada 6 Oktober 2013 mendatang. Selanjutnya, mereka akan menempati 7 pos di Mina selama penyelenggaraan puncak ibadah haji tahun 1434 H/2013 M.

“Petugas Madinah akan berada di Mekah dan Mina selama dua pekan. Sebelum jemaah haji gelombang II diberangkatkan, mereka harus tiba lebih dulu ke Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari. Ia mengatakan itu pada saat rapat operasional di Kantor Daker Madinah,Rabu
 

Ia mengungkapkan bahwa ketujuh pos di Mina yang akan ditempati oleh para petugas Daker Madinah adalah, Muaishim I, Muaishim II, Muaishim III, Jamarat I, Jamarat II, Jamarat III, dan Aziziyah.

“Intinya, mereka bertugas untuk memastikan bahwa semua jemaah haji Indonesia melewati jalur yang benar. Hal itu untuk meminimalkan jemaah yang tersesat, mengingat banyaknya jalur di Mina, khususnya di sekitar Jamarat,” tuturnya. (MCH/pr)

Dibaca : 23 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/841

8 Jamaah Sakit Dievakuasi Dari Madinah ke Makkah

Penulis :
04 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)– Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi melakukan evakuasi terhadap delapan dari 10 jamaah yang menjalani perawatan

di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

“Jamaah tersebut akan dievakuasi dan dikirim ke Makkah dengan menggunakan ambulans,” kata Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi Fidiansjah saat

jumpa pers di Madinah.

Total jamaah yang mendapatkan perawatan berjumlah 20, baik di Rumah Sakit Arab Saudi maupun BPHI.

Sedangkan sisanya, tim PPIH akan melakukan evakuasi secara bergelombang terhadap para jamaah yang sakit tersebut. ”Kita keterbatasan petugas

untuk melakukan evakuasi, maksimal 11 orang, sehingga membutuhkan waktu agar proses tersebut terlaksana,” tuturnya.

“Penyakit yang diderita pasien didominasi ganguan sirkulasi darah atau jantung, paru-paru, sesak napas, diabetesmilitus dengan komplikasi.

Selain itu kasus patah tulang yang kini masih menjalani penyambungan tulang atau masih trauma,” paparnya.

Dari sisi risiko, jamaah tersebut termasuk berisiko tinggi. “Sebanyak 90 persen pasien berusia di atas 60 tahuan dan masuk kelompok risiko

tinggi serta memiliki penyakit bawaan dari Indonesia,” tuturnya. (MCH/okezone)
 

Dibaca : 78 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/840

Petugas Akan Arahkan Pergerakan Jamaah di Mina

Penulis :
04 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)–Petugas akan mengarahkan pergerakan jamaah di Mina agar tidak tersesat dan terjebak dalam kepadatan di areal jumroh, kata

Kabid Keamanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kasmudi di Madinah, Rabu malam.

“Petugas di setiap pos harus terus mewaspadai pergerakan jamaah agar tidak salah arah, dan khusus di Pos Jamarat II akan memantau juga

kepadatan massa, jika terlalu padat maka segera dilaporkan ke Pos Mina untuk menahan laju pergerakan jamaah,” katanya usai Rapat Persiapan

Mina.

Kasmudi yang akan mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Operasi Mina menjelaskan radio komunikasi di Pos Jamarat II harus selalu aktif untuk

melaporkan situasi baik di Lantai I, II dan III, lontar Jumroh.

Ia menjelaskan jamaah yang selesai melempar jumroh aqobah akan diarahkan kembali masuk terowongan Muazim dan melewati pos Mina yang

dilengkapi dengan Pos Balai Pengobatan Haji Indonesia.

“Di Pos itu disediakan petugas-petugas yang akan mengantar jamaah tersesat ke maktabnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Daker Madinah Ahmad Jauhari yang akan bertanggung jawab di Mina mengkhawatirkan tidak diizinkannya kendaraan

operasional memasuki Mina.

“Saya berharap kendaraan operasional bisa masuk Mina, kita tidak bisa membayangkan bagaimana kita melayani jamaah tanpa kendaraan itu,”

katanya.

Sementara itu,Kasubsi Kesehatan BPHI Madinah, Tedy Erfano Rahman meminta para petugas agar bisa membedakan jamaah yang kelelahan dengan

jamaah yang sakit sehingga kursi roda yang disiapkan Tim Teta di Mina hanya digunakan untuk jamaah yang benar-benar sakit.

“Perhatikan betul perbedaaannya. Kalau kelelahan cukup istirahatkan di tempat sejuk dan minum yang cukup, dalam 15 menit biasanya akan pulih

lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, di beberapa titik Pemerintah Arab Saudi menyiapkan ambulan, sehingga jika ada jamaah kita yang sakit bisa langsung diantarkan

ke ambulan terdekat.

“Terserah dia mau bawa kemana ke rumah sakit mana, kecuali kalau petugas ambulan bertanya mau dibawa ke mana, maka arahkan ke BPHI Mina,”

katanya.

Personil Daerah Kerja Madinah yang ditugaskan di Mina akan menyiapkan tujuh pos untuk mengatur rute jamaah haji yang akan melempar jumproh.

Pos itu tidak berbentuk tenda karena dilarang Pemerintah Arab Saudi, jadi hanya petugas yang menggunakan jaket hijau bertuliskan Indonesia

dengan Lambang Bendera yang cukup besar. (MCH/ant)
 

Dibaca : 69 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/839

Sulit Atasi Kesenjangan Pondokan Jemaah

Penulis :
04 Oktober 2013

Jakarta (Sinhat)–Adanya kesenjangan fasilitas pemondokan yang diterima oleh jamaah haji Indonesia di Makkah menjadi sorotan Inspektur Jenderal Kementerian Agama M Jasin. Dia menilai, kesenjangan ini menunjukkan ketidakadilan dan harus diatasi ke depan.

 Menurut Pengamat Haji Ade Marfuddin, penempatan dan fasilitas yang diterima jamaah sudah melalui cara qurah atau pengundian.

Sehingga, apabila ada jamaah yang mendapatkan fasilitas yang baik sekelas hotel bintang lima, berarti dia sangat beruntung. Sampai saat ini, kata dia, belum ada satu cara pun agar jamaah haji bisa mendapatkan fasilitas yang sama merata di pemondokan.

“Karena pemondokannya ada banyak, 200 gedung, yang dibangun oleh orang yang berbeda-beda,” ungkap Ade Marfuddin, Kamis (3/10).

Pemerintah Indonesia pun membayar biaya yang tidak sama pada masing-masing pemondokan tersebut. Selama ini, kata dia, Pemerintah Arab Saudi hanya menerapkan standar pondokan. Namun, untuk fasilitas tambahannya diserahkan semua kepada pemilik rumah.

Selama ini, Pemerintah Indonesia selalu kesulitan mendapatkan pemondokan yang kualitasnya sama, namun bisa menampung seluruh jamaah.


Memang ada rasa ketidakadilan dialami oleh jamaah haji, apalagi mereka membayar dengan besaran biaya sama. “Namun, apa daya, karena memang Pemerintah Indonesia belum mampu mencari pemondokan dengan fasilitas yang sama merata,” katanya menambahkan.

Jika berani, kata dia, pemerintah menetapkan harga berbeda bagi jamaah haji ke depannya. Jika memang ingin mendapatkan gedung yang bagus, biayanya lebih mahal. Di sisi lain, jamaah yang kurang mampu tetap mendapatkan subsidi agar memperoleh pemondokan yang layak.

Usul yang lain, Pemerintah Indonesia bisa meneken kontrak yang lebih panjang. Seperti  Malaysia, yang langsung melakukan kontrak penyewaan pemondokan selama tiga tahun.

“Harus menata diri untuk membuat kontrak dengan jangka yang lebih panjang,” katanya. Dia berharap, nantinya di Makkah ada satu lokasi tersendiri bagi jamaah haji Indonesia.

Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama Sri Ilham Lubis mengatakan, kontrak sewa jangka panjang pemondokan sebenarnya sudah mulai dijajaki pada tahun ini. Namun, itu belum berhasil karena terkendala dengan adanya ta’limatul hajj Pemerintah Arab Saudi.

Ta’limatul hajj Pemerintah Saudi itu menyatakan, Indonesia tidak bisa melakukan kontrak sewa rumah jamaah haji secara jangka panjang, tapi per tahun.

“Kemungkinan, tahun depan kita akan jajaki kontrak jangka panjang selama dua sampai tiga tahun,” kata Sri Ilham seperti dilaporkan wartawan Republika, Nur Hasan Murtiaji, dari Makkah, Rabu (2/10).(MCH/rep)

Dibaca : 67 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/838

Dari Sewa Pondokan Jemaah, Dihemat Rp 540 Miliar

Penulis :
04 Oktober 2013

adinah(Sinhat)–Proses amandemen kontrak perumahan di Mekah rampung. Semua pemilik bangunan setuju bahwa Indonesia hanya membayar sewa untuk 80 persen jemaah calon haji. Dengan demikian, Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 540 miliar.

”Proses penyelesaian akad mu’ahhad yang dilegalisasi oleh Pemerintah Arab Saudi sedang berjalan. Negosiasi dengan para pemilik rumah di Mekah dilakukan setelah kami mendapatkan edaran terkait dengan kebijakan pemotongan kuota jamaah haji sebesar 20 persen,” kata Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis kepada Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Mekah.

Kebijakan pemotongan itu dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi, Juni lalu. Padahal, saat itu, Pemerintah Indonesia sudah menandatangani nota kesepahaman penyewaan pemondokan jemaah pada Februari. ”Proses negosiasi berlangsung alot karena ada sebagian pemilik rumah yang tak setuju. Mereka mengemukakan berbagai alasan. Kami harus bersabar sambil terus bernegosiasi. Alhamdulillah, akhirnya mereka setuju juga,” ujarnya.

Sri Ilham mengatakan bahwa pada kontrak awal, jumlah gedung yang disewa sebanyak 220 unit (untuk total kapasitas 200.960 orang). ”Itu sudah termasuk layanan petugas kloter, klinik, sektor, selisih distribusi, dan cadangan,” tambah Sri Ilham.

Namun, setelah dilakukan amandemen akibat adanya kebijakan pemotongan kuota itu, jumlah gedung yang dibutuhkan hanya 196 rumah untuk total kapasitas 161.380 orang. Keberhasilan negosiasi ini adalah mengurangi kapasitas hingga mencapai 36.434 orang karena pembayaran dilakukan sesuai dengan jumlah penempatan jemaah.

Dari sisi biaya, kata dia, uang yang berhasil dihemat mencapai Rp 540 miliar. Soalnya, semula, total biaya yang harus dikeluarkan untuk sewa pemondokan mencapai 988.583.810 riyal (setara Rp 2,98 triliun). Kini, setelah para pemilik rumah menyetujui perubahan kontrak, total biaya yang dikeluarkan menjadi 810.364.335 riyal (setara Rp 2,44 triliun). (MCH/pr)

Dibaca : 276 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/837

Persediaan Obat Untuk Armina Cukup

Penulis :
03 Oktober 2013

Makkah (Sinhat)–Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah dr Subagyo Sp P memastikan persediaan obat untuk selama aktivitas jemaah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, cukup.

“Persediaan obat-obatan tidak ada masalah,” ujar Subagyo saat ditemui di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja Makkah di Makkah, Kamis.

Subagyo mengatakan untuk kegiatan di Arafah pihaknya telah menyiapkan alat kesehatan, obat-obatan dan petugas.

“Kami masih melobi untuk keleluasaan pelayanan, apakah akan gabung dengan maktab, karena maktab yang bertanggung jawab penuh,” katanya.

Untuk layanan safari wukuf, Subagyo mengatakan telah menyiapkan bus yang dicopot bangku-bangkunya untuk membawa jemaah yang akan menjalankan safari wukuf.

Selain jemaah yang sedang menjalani perawatan karena sakit, mereka yang mengikuti safari wukuf adalah jemaah dengan risiko tinggi (risti) dengan persyaratan tertentu.

Sementara itu, hingga Kamis pagi jemaah haji Indonesia yang masuk ke Makkah tercatat sebanyak 113.203 dengan 16 orang di antaranya meninggal dunia.

Jemaah sakit yang dirawat di RS Arab Saudi sebanyak 27 orang sedangkan yang dirawat di BPHI 44 orang. Adapun jemaah risti sebanyak 51.710 orang atau 46 persen dari total jemaah yang sudah berada di Makkah.(MCH/ant)

Dibaca : 36 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/836

Pemberangkatan Jemaah ke Arafah Tiga Trip

Penulis :
03 Oktober 2013

Makkah(Sinhat)-Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Arafah pada 8 Dzulhijjah (13 Oktober) akan dibagi dalam tiga trip (perjalanan) dengan mendahulukan jemaah di wilayah-wilayah yang padat.

“Trip pertama jam 08.00–12.00 siang. Fokusnya yg terlebih dahulu diberangkatkan adalah wilayah-wilayah yang padat seperti di Jarwal, Misfalah, Maabdah, itu dulu akan diberangkatkan,” ujar Direktur Pelayanan Haji Kemenag Sri Ilham Lubis di Makkah, Kamis.

Ia mengatakan, jemaah di daerah padat didahulukan dengan asumsi lalu lintas pagi hari masih relatif longgar.

“Kita manfaatkan pemberangkatan jamaah pada pagi hari karena pada saat itu lalu lintas agak longgar. Itu yang kami sepakati,” kata Sri mengenai hasil pertemuan dengan Muasasah, ketua Maktab, dan perangkat kloter di Muzdalifah, Rabu malam.

Trip kedua dan ketiga, lanjutnya, berturut-turut akan berangkat pukul 12.00–16.00 dan 16.00–22.00 waktu setempat.

“Tanggal 8 Dzulhijjah jalanan masih lengang, akan dimanfaatkan untuk keberangakatan sebanyak-banyaknya sehingga sebelum jam 10 malam jemaah sudah di Arafah,” katanya.

Menurut Sri kebijakan tersebut baru pertama kali ini dilaksanakan, karena sebelumnya tidak ada mekanisme standar bagi seluruh maktab. Keberangkatan hanya ditentukan oleh Ketua maktab yang berkoordinasi dengan perangkat kloter berdasarkan qurah (pengundian).

Ketika maktab sudah menerima tenda yg akan ditempati jemaah hajinya, lanjut Sri, biasanya ketua maktab mengajak ketua kloter untuk meninjau lapangan untuk mengetahui lokasi yang akan ditempati jamaah.

“Sekarang kami minta agar melibatkan Daker atau misi haji di Daker supaya Daker tahu sejak awal di mana penempatan jemaah hajinya,” katanya.

Sri mengaku baru mendapat denah perkemahan jemaah haji Indonesia. Denah itu akan diberikan kepada maktab.

Daker, katanya, akan membuat denah sendiri supaya tahu persis di mana kloter tertentu ditempatkan. Terkait dengan keberangkatan, Sri mengimbau agar jemaah yang berangkat pagi membawa bekal makanan karena layanan katering baru diberikan pada malam hari. (MCH/ant)

Dibaca : 107 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/835

Atasi Kepadatan Kota Makkah, Dibuka Rute Baru Layanan Bus

Penulis :
03 Oktober 2013

Makkah (Sinhat) — Tim transportasi Daerah Kerja Makkah berunding dengan naqabah (organda-red) dan perusahaan penyedia bus (Rawaheel), agar membuka rute baru untuk mengurai kepadatan menuju Masjidil Haram.

“Mulai 2 Oktober, kita akan membuka rute baru bagi jamaah haji yang tinggal di Bakhutmah. Jalur rute itu adalah dari Halte 1 Bakhutmah menuju Terminal Kudai, lalu dari Terminal Kudai baru menuju Bab Malik Masjidil Haram,” kata Kepala Seksi Pelayanan Transportasi Daker Makkah Akhmad Wahyudi di Makkah, Rabu sore waktu setempat.

Menurut dia, jemaah haji dari Halte 1 Bakhutmah naik ke Kudai dengan Bus Rawaheel, kemudian turun ganti Bus Saptco menuju Bab Malik. Bus Saptco ini diperuntukan juga bagi jamaah dari negara lain, tidak khusus untuk Indonesia.

Bakhutmah, kata Wahyudi, adalah kawasan pemondokan jamaah haji Indonesia yang mencakup sektor 7, 8, dan 9. Total jamaah haji Indonesia yang tinggal di kawasan ini mencapai 70.000 orang atau hampir 50 persen dari total jamaah sekarang.

Di wilayah tersebut terdapat tiga halte pemberhentian bus shalawat (bus pengantar jamaah pada waktu-waktu salat) yang mengantarkan jamaah haji Indonesia ke Masjidil Haram dan beroperasi selama 24 jam.

“Rute baru ini diberlakukan untuk pemberhentian bus halte 1 Bakhutmah dan diharapkan dapat mengangkut sekitar 9.000 jamaah,” kata Wahyudi.

“Adapun halte 2 dan halte 3, tetap menggunakan rute Bakhutmah langsung Terminal Ghazza,” tambah Wahyudi.

Menurut Wahyudi, pembukaan rute baru ini bertujuan agar jamaah lebih nyaman karena jarak dan waktu tempuh lebih cepat.

Selain itu, katanya, pembukaan rute baru ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Ghazza, khususnya pada jam-jam setelah Subuh dan Isya.

Mulai 2 Oktober dioperasikan 34 bus untuk rute Bakhutmah-Ghazza, dan 10 bus untuk rute Bakhutmah-Kudai-Bab Malik.(MCH/ant)
 

Dibaca : 66 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/834

Sebagian Nomor Maktab di Mina Berubah

Penulis :
03 Oktober 2013

Madinah (Sinhat) – Sebagian nomor maktab jamaah haji Indonesia di Mina berubah karena Pemerintah Arab Saudi menambah kapasitas setiap maktab

dari semula 2.800 orang menjadi 3.250 orang, namun jumlah maktab tetap 48.

Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, di Madinah, Rabu menjelaskan, akibat penambahan kapasitas itu maka sebagian jamaah yang bermukim

di maktab satu akan tinggal di perkemahan yang sebenarnya sudah masuk ke maktab dua dan demikian seterusnya sehingga ada nomor maktab yang

“hilang” karena sudah lokasinya sudah penuh sehingga akhirnya nomor maktabnya berubah.

“Maktab yang berubah itu ada 15 buah, artinya tidak sesuai lagi dengan hasil qur`ah atau undian sebelumnya. Ini sudah diketahui semua kloter

sehingga tidak jadi masalah,” katanya.

Perubahan konfigurasi penomoran maktab itu ditetapkan melalui surat Kantor Urusan Haji Indonesia Nomor 587/H/IX/2013 yang ditandatangani

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi M Syairozi Dimyathi.

Maktab yang berubah itu adalah Maktab 4 menjadi 51, Maktab 6 menjadi 52, Maktab 9 menjadi 54, Maktab 12 menjadi 55, Maktab 14 menjadi 57,

Maktab 17 menjadi 58, Maktab 19 menjadi 60, Maktab 22 menjadi 61, Maktab 27 menjadi 62, Maktab 30 menjadi 64, Maktab 33 menjadi 66, Maktab 34

menjadi 67, Maktab 39 menjadi 69, Maktab 41 menjadi 71, dan Maktab 46 menjadi 72.

“Saya harap petugas di Mina bisa dengan segera menghafal maktab-maktab yang berubah ini,” ucap Jauhari.

Seperti berita sebelumnya petugas di Daker Madinah akan menjadi petugas di Mina selama pelaksanaan mabit di Mina dan melontar jumroh. Mereka

antara lain akan menempati tujuh pos untuk memandu pergerakan jamaah saat akan melontar jumroh dan kembali ke maktab masing-masing.(MCH/ant)

Dibaca : 112 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/833

Nama Jamaah Haji yang Wafat di Tanah Suci

Penulis :
03 Oktober 2013

Madinah (Sinhat)-Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci sampai Rabu pukul 14.30 Waktu Saudi Arabia (SAB) tercatat 28 orang,
Demikian menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan.

Berikut daftar nama jamaah yang wafat berdasarkan tempat wafatnya:

Wafat di Madinah

1. AMAQ SAPOAN BIN AMAQ SAPAR (L/58) dari Embarkasi Lombok kloter 5,
2. NASIR BIN SAGRIB (L/62) dari Embarkasi Solo kloter 3,
3. ASMAWATI BINTI ASMAWI (P/52) dari Embarkasi Jakarta kloter 4,
4. AMIN BIN DOLLAH NDURI (L/62) dari Embarkasi Solo kloter 6,
5. ROTENA BINTI MALIK (P/77) dari Embarkasi Palembang kloter 1,
6. ICIH BACHRIYAH BINTI BACHRUDIN (P/63) dari Embarkasi Jakarta kloter 19,
7. UMIYATI BINTI DJASMAD (P/57) dari Embarkasi Medan kloter 10,
8. EDY LUKITA BIN MUCHTAR (L/47) dari Embarkasi Jakarta-Bekasi kloter 28,
9. WAHYUNI DYAH ERNAWATI BINTI SOESILO (P/49) dari Embarkasi Jakarta kloter 11,
10. JEMA BINTI SALIM (P/74) dari Embarkasi Palembang kloter 2,
11. AQ LEMUH BIN AMAQ SUNAYA (L/73) dari Embarkasi Lombok kloter 10.
12. DEWI AYUMI (P/50) dari Embarkasi Batam kloter 14
13. ABDUL MANAN BIN SANI (L/77) dari Embarkasi Batam kloter 12

Wafat di  Makkah

1. ABDURROHMAN BIN MARHAD (L/62) dari Embarkasi Solo kloter 2
2. GOZALI TUSI BIN H. ABD. RAHMAN (L/68) dari Embarkasi Jakarta kloter 8,
3. KIMIN BIN AHMAD SUJAK (L/067) dari Embarkasi Solo kloter 15,
4. INDO CEMMI BINTI LABURANTE (P/54) dari Embarkasi Balikpapan kloter 1,
5. MUSIYANAH BINTI ALWI (P/73) dari Embarkasi Surabaya kloter 1,
6. AMAD MASYIRA BIN AMAD (L/70) dari Embarkasi Jakarta-Bekasi kloter 35,
7. DAN ENAT BINTI TONI (P/65) dari Embarkasi Jakarta-Bekasi kloter 1.
8. INDUN HAYATI BINTI MINHAD (P/54) dari Embarkasi Jakarta-Bekasi kloter 11
9. HUSEN ROBO BIN ROBO MARA (L/66) dari Embarkasi Makassar kloter 10
10. RUKMINI BINTI ABDULLAH (P/67) dari Embarkasi Jakarta-Bekasi kloter 35
11. MULIANA RAMBE BINTI ABDUL RAMBE (P/59) dari Embarkasi Medan kloter 15
12. MANAH BINTI ANAN (P/53) dari Embarkasi Jakarta-Bekasi kloter 34
13. SURATMAN CATAM BIN KARTO WIJAYA (L/73) dari Embarkasi Solo kloter 29
14. AMINAH BINTI CITROREJO (P/83) dari Embarkasi Solo kloter 48

Wafat di Jeddah

1. M. ARIFIN BIN HAPE (L/65) dari Embarkasi Makassar kloter 15. (MCH/ant)

 

Dibaca : 255 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/832

Untuk Kenyamanan Jamaah, Petugas Haji Terus Monitor Pemondokan

Penulis :
23 September 2013

Petugas Transportasi PPIH Daker Makkah mengarhkan jamaah Haji Indonesia menuju Bus Salawat yang terparkir di Terminal Ghazza untuk pulang ke pemondokan masing-masing usai Salat Jum’at di Masjidil Haram, Jum’at (20/09/2013). (foto: affan rangkuti)

Makkah (Sinhat) – Memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah haji Indonesia selama berada di Makkah menjadi tugas utama pemerintah dalam hal ini petugas haji. Sebab, mereka adalah anggota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang kesehariannya bersinggungan langsung dengan para jamaah, baik yang terkait dengan ibadah, fasilitas pemondokan, kesehatan jamaah, maupun hal lainnya.

“Agar jamaah nyaman, kami terus memonitor kondisi pemondokan dan kesehatan jamaah,” kata Kepala Sektor 9 Daerah Kerja (Daker) Makkah yang berada di wilayah Bakhutmah, Sabtu (21/09/2013).

Karena itu, setiap keluhan jamaah, baik itu karena AC kurang dingin, pintu rusak, atau saluran air kamar mandi yang tidak lancar, akan segera ditindaklanjuti yakni disampaikan kepada pemilik pemondokan agar segera diperbaiki.

Bahkan, lanjut Anwar, pihaknya tidak akan menandatangani Berita Acara Penempatan jamaah sebelum catatan-catatan perbaikan yang ada di dalamnya dikabulkan. Berita acara ini strategis karena menjadi bagian persyaratan yang harus dilampirkan dalam pembayaran sewa.

Diinformasikan bahwa dalam berita acara tersebut, termuat beberapa daftar check list tentang fasilitas yang harus tersedia dan berjalan dengan baik di setiap pemondokan. Fasilitas tersebut misalnya, ketersediaan air, dispenser, air minum, lift, AC, ruang tamu, kamar mandi, karpet yang baik untuk penutup lantai, sprei berbahan katun yang diganti seminggu sekali, dan fasilitas lainnya.

Dalam melakukan tugas monitoring, Anwar membagi personilnya menjadi empat kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab menangani beberapa pemondokan. Di Sektor 9 sendiri, terdapat 25 pemondokan dengan 5 maktab.

“Setiap tim bertanggung jawab dengan kondisi pemondokan dan kesehatan jamaah. Setiap keluhan segera dilaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Anwar yang dilansir MCH.

Selain masalah pemondokan, sektor sembilan juga memberlakukan kunjungan dokter ke masing-masing pemondokan. “Kunjungan ke pemondokan juga dilakukan mengingat beberapa pemondokan di huni oleh para jamaah yang masuk dalam kategori kesehatan beresiko tinggi (risti),” tambah Anwar.

Apa yang disampaikan Anwar juga diamini dokter sektor, Tri Agus Y.Sp. Menurutya, beberapa jamaah yang ditempatkan di sektor 9, khususnya dari embarkasi Solo (SOC), banyak yang terkategori risti. Terkait hal ini, lanjut Tri, pihaknya tidak bosan-bosannya memberikan imbauan kepada jamaah, baik secara langsung maupun melalui ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu), agar menjaga kesehatannya serta tidak terlalu memaksakan diri dalam melaksanakan ibadah-ibadah sunah.

“Jangan memaksakan diri dalam melaksanakan ibadah sunah hingga akhirnya justru kelelahan dan tidak siap secara fisik untuk melaksanakan yang wajib. Jamaah harus menjaga kesehatannya,” tegas Tri mengingatkan.

Untuk meningkatkan pemahaman manasik haji jamaah sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, petugas PPIH Sektor 9 melakukan proses bimbingan ibadah secara door to door. “Sosialisasi tentang pelaksanaan ibadah, kondisi iklim dan cuaca, serta imbauan untuk menjaga kesehatan adakalanya kami sampaikan dari pintu ke pintu,” ujar Mahmud, pelaksana Bimbingan Ibadah Sektor 9 ini.

Menurut Mahmud, himbauan tentang pentingnya menjaga kesehatan sudah disampaikan sejak jamaah baru tiba di pemondokan, bahkan sebelum mereka turun dari kendaraan.

Sampai dengan hari ketiga kedatangan jamaah haji Indonesia di Makkah, tampak para jamaah sudah mulai melaksanakan rutinitas ibadahnya, shalat berjamaah di Masjidil Haram. Sementara para petuga memonitor kondisi pemondokannya, memonitor transportasi sehingga tampak sibuk dengan aktivitas penyediaan bus Shalawat bagi jamaah yang akan pergi ke dan pulang dari Masjidil Haram.

Sementara bagi jamaah haji Indonesia yang baru tiba di Makkah, oleh petugas diminta untuk beristirahat dahulu sebelum melaksanakan umrah. Bahkan, bagi mereka yang tiba di Makkah siang hari, oleh Kepala Seksi Pengamanan PAM Daker Makkah, Asep Abdullah Masduki, diminta untuk menunda umrahnya hingga malam hari.

“Selain jamaah bisa istirahat terlebih dahulu, umrah malam lebih longgar dan tidak panas,” ujar Asep. (nm)

Dibaca : 511 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/830

Setoran Awal Haji Akan Menggunakan Sistem Akad

Penulis :
26 Juli 2013

 Jakarta (Sinhat) — Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menegaskan akan menggunakan sistem akad dalam setoran awal haji. “Ke depan akan ke arah sana. Sebab, penggunaan sistem akad dalam setoran awal haji merupakan bagian dari aspirasi ulama dan masyarakat yang segera diwujudkan. Ini kan aspirasi umat. Kalau sistem akad itu baik, kenapa tidak dijalankan,” tuturnya dalam acara seminar Dialog Ramadhan tentang Prospek Keuangan Syariah dan Tantangan Pengelolaan Dana Haji di salah satu hotel bintang lima di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (25/07).

Selain itu,    Kementerian Agama, ke depan, akan menggunakan sistem virtual account atas setoran awal haji. “Sehingga manfaat dari dana setoran awal haji itu, akan diterima langsung oleh jamaah haji, berdasarkan nomor virtual account calon jamaah haji tersebut,” tukas Anggito kembali. Dia kembali menjelaskan, posisi terkini dana haji, berada di angka 56 trilyun rupiah. “31 trilyun rupiah ditempatkan di sukuk negara. Dan sisanya di deposito dan giro,” ujarnya. Ia kembali menegaskan, prinsipnya Kementerian Agama mengedepankan, nilai manfaat yang adil kepada jamaah.

“Jadi, beri saya waktu untuk bekerja dan terus memikirkan pengelolaan dana haji yang berpijak pada syariat dan kemanfaatan umat,” pungkasnya lagi. Kembali dikatakan Anggito, sebenarnya nilai optimalisasi haji di Indonesia, lebih tinggi dari Malaysia. “Di Malaysia 20 persen. Indonesia lebih dari itu. Dan juga perlu saya ingatkan, kepada bank bank penerima setoran, untuk wajib menghilangkan program dana talangan haji.  Apabila masih ada bank-bank yang menggulirkan program dana talangan haji, maka bank itu, akan dicoret dari daftar bank-bank Penerima Setoran Awal Haji,” tegas Anggito lagi. (Rio) 

Dibaca : 304 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/827

Pelunasan Sisa Kuota Haji Khusus 29

Penulis :
23 Mei 2013

 

Jakarta (Sinhat)–Kementerian Agama akan memperpanjang masa pelunasan bagi calon jamaah BPIH khusus atau ONH Plus yang berangkat pada tahun 1434 H/2013 pada 29 sampai 31 Mei mendatang. Demikian disampaikan Kasubdit Pembinaan Haji Khusus Khoirizi kepada pers di Jakarta, Kamis (23/5).

 

“Kuota haji sisa ini untuk calhaj yang terpisah suami dengan istri, anak dengan orang tua, calhaj usia lanjut diatas 83 tahun dan yang sudah pernah berhaji,” kata Khoirizi.

 

Ia mengatakan, masa  pelunasan biaya haji sebesar 8.000 US Dollar AS bagi jamaah haji khusus sebenarnya sudah selesai, berlangsung 22 April sampai 3 Mei lalu.  “Sudah selesai dan akan dibuka kembali,” ujarnya.  

 

Dikatakan, jamaah haji khusus setiap tahun memperoleh kuota sebanyak 17 ribu orang. Namun hingga masa pendaftaran lalu kuota itu tidak habis, sehingga masih tersisa 600-an.  “Kita buka kembali, tapi sifatnya khusus,” jelasnya.  

 

Ditambahkan, Kemenag menetapkan besaran minimal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus  pada  1434H/2013M sebesar 8.000 dollar AS per jamaah. Angka ini merupakan kenaikan 1.000 dollar AS dibanding BPIH Khusus 2012 sebesar 7.000 dollar AS. (ks)

Dibaca : 171 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/824

Pelunasan BPIH 2013 Mulai 22 Mei – 12 Juni

Penulis :
23 Mei 2013

 

Adapun besaran BPIH 2013 adalah, embarkasi Aceh 3.253 dollar AS, embarkasi Medan 3.263 dollar AS, embarkasi Batam 3.357 dollar AS, embarkasi Padang 3.329 dollar AS, embarkasi Palembang 3.381 dollar AS, embarkasi Jakarta 3.522 dollar AS, embarkasi Solo 3.542 dollar AS, embarkasi Surabaya 3.619 dollar AS, embarkasi Banjarmasin 3.733 dollar AS , embarkasi Balikpapan 3.744 dollar AS , embarkasi Makassar 3.807 dollar AS, dan embarkasi Lombok 3.782 dollar AS. (ks)

Dibaca : 128 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/821

Kementerian Agama Peeroleh Penghargaan FutureGov

Penulis :
18 Mei 2013

 Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) meraih penghargaan dari FutureGov, sebuah forum yang peduli pada masalah teknologi informasi dan komunikasi. Demikian dikemukakan Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan dan Keuangan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag Ariyanto Moekardi, di Jakarta, Kamis (16/5). “Kita mendapatkan penghargaan citizen delivery service information technology (IT) untuk pelayanan haji,” ucapnya. Rabu (15/5) lalu, mewakili Dirjen PHU Anggito Abimanyu yang sedang berkunjung ke Arab Saudi terkait persiapan haji 2013, Ariyanto menghadiri konferensi bagi para pejabat eksekutif Indonesia. “Kita mengikuti konferensi bagi para pejabat eksekutif dari seluruh Indonesia. Forum tersebut bertema “FutureGov: Forum Indonesia- Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Di acara itu, kita memperoleh penghargaan dalam bidang citizen delivery service,” katanya. Artinya, tutur dia, customer atau pelanggan, dalam hal ini jemaah haji, dalam mengakses pelayanan publik bisa dilakukan secara mandiri (swalayan) atau self services. Yakni, bisa melalui web services seperti internet banking, reservasi online via telepon seluler, laptop, dan lain-lain,” katanya menjelaskan. Ariyanto yang berpengalaman melayani jemaah karena cukup lama menjadi pejabat di Ditjen PHU, menjelaskan, penghargaan tersebut sejalan dengan kebijakan Dirjen PHU Anggito Abimanyu yang telah banyak melakukan perubahan di institusi yang dipimpinnya. “Kebijakan tersebut adalah mengintegrasikan sistem informasi haji secara komprehensif, yang meliputi sistem pendaftaran, sistem keuangan, sistem penyelesaian paspor dan visa, serta sistem keberngkatan dan pemulangan jemaah haji, dan sebagainya. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap agar sistem informasi penyelenggaraan haji semakin baik. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan data yang kuat dan bukan hanya berdasarkan desas-desus saja. “Tapi karena sistem informasi yang baik segera dijelaskan kepada publik melalui media massa. Dengan demikian keluarga (jemaah Haji) di Tanah Air menjadi sangat tenang,” kata Presiden SBY di Jakarta, belum lama ini. Menurut Presiden, sistem informasi penyelenggaraan haji yang baik, sangat penting karena belajar dari pengalaman selama beberapa tahun memberikan pelayanan kepada rakyat yang melaksanakan Rukun Islam kelima. (Yudhiarma/Suara Karya).

!–[if gte mso 9]xml

/xml![endif]–!–[if gte mso 9]xml
Normal0falsefalsefalseEN-USJAX-NONE
/xml![endif]–!–[if gte mso 9]xml

/xml![endif]–!–[if gte mso 10]
style
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:Cambria;
mso-ascii-font-family:Cambria;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Cambria;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
/style

!–EndFragment–

Dibaca : 390 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/820

303 Peserta Ikuti Tes PPIH Arab Saudi

Penulis :
14 Mei 2013

 

Jakarta (Sinhat)– Sebanyak 303 orang ikut tes seleksi untuk menjadi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi guna mendapatkan tenaga professional dalam penyelenggaraan ibadah haji musim haji 1434H/2013M.

Penyelenggaraan tes itu sendiri dibuka Sesditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU),Cepi Supriatna didampingi Direktur Pembinaan Haji  Ahmad Kartono, dan Kasubdit Pembinaan Petugas Haji Ahda Barori selaku ketua penyelenggara, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa pagi (14/5).

Rekrutmen petugas haji melalui tes tersebut sebelumnya juga sudah diselenggarakan untuk tenaga kelompok terbang (Kloter) sebanyak 968 orang yang berasal dari seluruh provinsi. Untuk tenaga PPIH Arab Saudi yang direkrut melalui tes seleksi sebanyak 303 orang tersebut, menurut Ahda Barori akan diambil sekitar 278 orang.

 Tes tersebut diikuti para pegawai negeri sipil (PNS) dari lingkungan Kementerian Agama di Jakarta, juga berasal dari kalangan Pramuka, Ormas Islam, Perhubungan, Sekretaris DPR, MPR dan Kanwil Kementerian Agama. Termasuk enam orang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) Teladan, yaitu Muhyiddin (Jatim), Ramli (Kaltim), Adib Muhlisin (Jateng), Sutan Syahrir (Sumut), Rohwana (DI Yogya), Abd. Rahman (Sulsel).

Cepi Supriatna dalam sambutannya mengatakan, melalui tes seleksi tersebut diharapkan dapat diperoleh tenaga PPIH Arab Saudi profesional untuk melayani para tamu Allah di tanah suci. Tes akan berlangsung selama satu hari penuh dengan materi pengetahuan manasik haji, pelayanan umum dan materi lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

 ”Kita ingin mendapatkan tenaga profesional dalam melayani tamu Allah,” kata Cepi Supriatna.

Polwan dan Korps Wanita TNI

Menanggapi rekrutmen polisi wanita (Polwan) dan dari ketiga angkatan TNI guna membantu tenaga PPIH Arab Saudi, Ahda Barori menyatakan, untuk tes seleksinya tidak disatukan dengan yang lainnya. Hal itu terkait atas permintaan Panglima TNI dan Kapolri.

Tes seleksi bagi Polwan dan dari ketiga angkatan TNI sudah dilakukan di masing-masing instansi. Meski tes dilakukan secara terpisah, tetapi materinya tetap mengacu dari Kementerian Agama. Tidak ada perbedaan, acuannya tetap sama, kata Ahda menambahkan.

Ia menjelaskan, tercatat 32 orang TNI dan 25 Polri dilibatkan dalam petugas PPIH Arab Saudi pada musim haji 1434H/2013M. Sudah termasuk lima orang berasal dari korps wanita TNI dan enam Polwan.

Mengenai penempatan tugas Polwan ataupun korps wanita yang berasal dari TNI AU, AL dan AD, menurut Ahda, jika melihat kasus dan sukses yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir, mereka itu akan membantu Jemaah haji wanita di Masjid Nabawai Madinah. Sebab, Jemaah di kota itu, ketika beribadah, tempatnya dipisah antara lelaki dan perempuan. Berbeda ketika di Masjidil Haram, perempuan dapat didampingi suami atau tenaga pendamping lainnya yang dibenarkan sesuai tuntunan agama.

Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Kowal, wanita TNI Angkatan Udara atau lebih dikenal dengan WARA, dan Polwan yang bertugas sebagai petugas PPIH Arab Saudi pada tahun lalu telah berhasil mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi jemaah perempuan Indonesia di Madinah, khususnya yang terkait dengan kasus pencurian, penipuan dan tersesat ketika hendak kembali ke pemondokan. “Itulah sebabnya kita menempatkan mereka di tempat sebagaimana mestinya, tepat sasaran,” kata Ahda Barori.(ant/ess)

Dibaca : 133 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/817

Dirjen PHU: Sedang Dikaji Pengadaan Pesawat Haji

Penulis :
14 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) tengah melakukan kajian pengadaan pesawat haji dan akan selesai dalam sebulan, kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu  di Jakarta, Senin petang.

Rencana pengadaan pesawat haji tersebut merupakan terobosan dalam kaitan meringankan biaya penyelenggaraan haji. Sebab biaya penerbangan hampir 60 persen biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

Menteri Agama Suryadharma Ali sebelumnya menyatakan, Kemenag perlu memiliki pesawat haji karena dari sisi investasi bisa menguntungkan bagi jemaah juga dapat meningkatkan aspek pelayanan lebih baik lagi sekaligus dapat menekan harga tiket yang setiap tahun terus makin mahal.

Alasan Suryadharma Ali cukup sederhana. Setiap tahun Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp5 triliun untuk membeli tiket. Dana sebesar itu jika digunakan untuk membeli pesawat bisa dua setengah pesawat. Jika pesawat itu hanya digunakan dua atau tiga bulan, bulan berikutnya ngganggur. Tentu ketika tak digunakan bisa dimanfaatkan oleh maskapai lain yang tentu bisa menambah nilai manfaat bagi penyelenggaraan haji kedepan.

Ia mengakui hal ini tentu perlu kajian lebih matang. Baik dari sisi investasi harus aman, harus menguntungkan dan harus dapat meringankan biaya tiket bagi jemaah haji yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ia mengatakan, dari sisi regulasi bahwa kementerian membeli pesawat haji belum ada. Untuk itu, dari Dirjen PHU perlu pemikiran “loncatan” dengan harapan dapat meringankan jemaah haji.(ant/ess)

Dibaca : 114 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/816

Kloter Pertama Jemaah Haji Diberangkatkan 10 September

Penulis :
14 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)– Kelompok Terbang (Kloter) jemaah haji pertama dari 12 embarkasi secara serentak akan dilaksanakan pada 10 September 2013 dan pemberangkatan tersebut diperkirakan akan selesai dalam 30 hari operasional penerbangan.

     

Hal tersebut terungkap pada acara perjanjian pengangkuan Jemaah haji Indonesia antara Kementerian Agama (Kemenag) yang diwakili Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu dengan Dirut PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, Emir Satar dan pimpinan Saudi Arabia Airlines Abrurrohman Sa’ad Hajar di Jakarta, Senin (13/5).

     

Pada 10 September 2013 itu merupakan awal pemberangkatan Jemaah haji dari tanah air ke Arab Saudi dan akan berangkir pada 9 Oktober 2013. Sementara wukuf diperkiarakan jatuh pada 14 Oktober 2013.

     

Pada 20 Oktober 2013 adalah awal pemulangan Jemaah haji dari Arab Saudi ke tanah air dan akan berakhir pada 18 Nopember 2013.

     

Dirjen PHU menjelaskan, Keputusan Menteri Agama No.63 tahun 2013 menetapkan angkutan udara Jemaah haji Indonesia pada 1434H/2013M adalah PT Garuda Indonesia (GA) dan Saudi Arabia Airline (SV). Kedua penerbangan dipandang mampu dan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pelaksana angkutan udara Jemaah haji Indonesia.

     

GA akan mengangkut Jemaah haji asal embarkasi Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta (khusus Provinsi DKI Jakarta), Banten, Lampung, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok sebanyak 112.688 orang yang tergabung dalam 297 kloter.

     

Sedangkan SV akan mengangkut Jemaah haji asal embarkasi Batam, Jakarta (khusus provinsi Jawa Barat), Surabaya, sebanyak 83.726 orang yang tergabung dalam 187 kloter.

     

Dijelaskan pula bahwa embarkasi yang mendarat dan terbang melalui Bandara KAIA Jeddah yaitu embarkasi Aceh, Medan, padang, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Embarkasi yang mendarat dan terbang melalui AMAA Madinah yaitu embarkasi Batam, Jakarta dan Surabaya.

    

Dijelaskan Anggito Abimanyu, telah terjadi penurunan tarif penerbangan rata-rata sebesar dua persen (dari USD.2201 tahun 2012 menjadi USD.2163 tahun 2013), khsusunya untuk embarkasi besar seperti Jakarta dan Surabaya terif penerbangan turun menjadi iga persen.

    

Disamping penurunan tarif tersebut, beberapa peningkatan pelayanan penerbangan tahun 2013 ini meliputi: mengurangi proses transito di Jeddah, meminta tambahan slot kepulangan via Bandara Madinah, meningkatkan jumlah awak kabin WNI local sesuai dengan daerah embarkasi dan monitoring on-time performance.(ant/ess)

     

Dibaca : 1659 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/815

Enam Pilar Reformasi Keuangan Haji

Penulis :
11 Mei 2013

 

        Seluruh dana haji jamaah, sambung dia, tidak dijamin LPS. “LPS hanya menjamin dana setoran awal atas nama Menteri Agama di rekening Bank Penerima Setoran (BPS),” tegasnya. Padahal, ucap dia, dana yang dijamin LPS, maksimal 2 milyar rupiah. “Dengan begitu, kalau rekening itu ada di 27 BPS, maka, yang dijamin cuma 27 rekening kali 2 milyar. Jadi, hanya 54 milyar yang bisa diselamatkan,” ujar mantan Ketua Panja RUU nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah ini kembali. 

       Sehingga, jika terjadi resesi ekonomi atau gejolak moneter, maka sebagian besar dana jamaah itu, tidak dilindungi LPS. Agar seluruh dana jamaah bisa dijamin, maka LPS memberikan rekomendasi kepada Kementerian Agama, supaya penempatan setoran awal jamaah, menggunakan rekening atas nama Menteri Agama, Cq nama jamaah. Sehingga, dana jamaah itu, bisa dijamin penuh LPS,” pungkas Anggito lagi. 

Dibaca : 1449 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/814

Presiden SBY Telah Tandatangani Perpres BPIH 2013

Penulis :
08 Mei 2013

 

Jakarta (Sinhat)–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitternya @SBYudhoyono menjelaskan telah menandatangani Peraturan Presiden mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2013.

“Hari ini saya tanda tangani Perpres Biaya Ibadah Haji tahun 2013. Alhamdulillah ada penurunan sebesar 90 dolar dari tahun lalu,” kata Presiden dalam tweetnya di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya Menteri Agama Suryadharma Ali dalam keterangan pers mengenai BPIH 2013 di kantor Presiden pada awal April lalu, menjamin penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2013 yang telah disepakati oleh DPR pada 1 April 2013, tidak akan mengubah kualitas pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia.

“Turunnya biaya penyelenggaraan haji tidak berarti turunnya kualitas pelayanan haji. Ini menjadi perhatian kami, kualitas tidak boleh turun,” kata Suryadharma Ali.

 

Menteri Agama mengatakan berdasarkan pembahasan dengan DPR maka diputuskan penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2013 dari rata-rata USD3.617 pada 2012 menjadi rata-rata USD3.527.

 

Menurut Menag, biaya rata-rata itu diambil dari BPIH dari 12 embarkasi yang ada dengan berbagai variasi biayanya.

 

BPIH Embarkasi Banda Aceh pada 2013, sebesar USD3.253, Medan USD3.267, Batam USD3.357, Padang USD3.329, Palembang USD3.381, Jakarta USD3.522, Surabaya USD3.616, dan Lombok USD3.582.

 

Penurunan biaya BPIH 2013 dibandingkan 2012 bervariasi untuk sejumlah daerah, meski secara nasional rata-rata USD90.

 

“Di Jakarta, BPIH 2013 USD3.522; dibandingkan 2012 ada penurunan 116 dolar. Untuk Surabaya, BPIH2013 USD3.619 dan pada 2012 USD3.738, maka ada penurunan USD119,” papar Menteri Agama.

 

Lebih lanjut, Suryadharma Ali mengatakan keputusan DPR ini menunjukkan adanya peningkatan subsidi kepada jamaah haji. Subsidi tersebut berasal dari setoran awal yang jamaah simpan di Kementerian Agama yang kemudian menghasilkan manfaat atau bunga dalam istilah perbankan konvensional.

 

Pada 2010, subsidi yang diberikan sebesar Rp7,6 juta. Pada 2011 sebesar Rp11 juta atau 19 persen dari total BPIH yang harus dibayar saat itu. Pada 2012 sebesar Rp12,9 juta atau 21 persen dari BPIH yang harus dibayarkan dan pada 2013 subsidi yang diberikan.(ant/ess)

Dibaca : 907 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/810

Kemenag perlu Punya Pesawat Haji

Penulis :
01 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, Kementerian Agama (Kemenag) perlu memiliki pesawat haji karena dari sisi investasi bisa menguntungkan bagi jemaah juga dapat meningkatkan aspek pelayanan lebih baik lagi sekaligus dapat menekan harga tiket yang setiap tahun terus makin mahal.
    
Pernyataan tersebut dikemukakan Menag Suryadharma Ali saat membuka rapat pimpinan (Rapim) Kementerian Agama di Jakarta, Rabu, yang dihadiri para pejabat eselon I dan II, para staf khusus Menag, rektor perguruan tinggi dan kantor wilayah kementerian tersebut.
    
Ia menjelaskan, dari tahun ke tahun pelayanan jemaah haji makin baik. Penilaian baik tersebut bukan datang dari Kementerian Agama, tetapi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan lembaga lainnya. Jika penilaian tersebut datang dari diri sendiri tentu bukan penilaian, tetapi memuji sendiri. BPS dengan metodologi tersendiri memberi penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir.
    
Penilaian terhadap penyelenggaraan haji setahun terakhir, diakui oleh Menag mengalami penurunan. Tetapi indeks penurunan tersebut terjadi hanya sedikit, hanya nol koma. Nilainya masih tetap berkisar pada angka delapan.
    
Tentu saja hal itu tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Perbaikan harus terus berjalan. Dan dua tahun lalu, menurut Menag, pihaknyaa sudah mengusulkan kepada Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji (PHU) agar membuat “loncatan” pemikian peningkatan pelayanan haji. Salah satunya adalah membeli pesawat haji.
    
“Kita perlu melakukan loncatan pemikiran hingga 30 tahun ke depan untuk peningkatan pelayanan haji,” katanya.
    
“Usul tersebut disampaikan sebelum Anggito Abimanyu menjadi Dirjen PHU,” Suryadharma Ali menambahkan.
    
Alasan Suryadharma Ali cukup sederhana. Stiap tahun Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp5 triliun untuk membeli tiket. Dana sebesar itu jika digunakan untuk membeli pesawat bisa dua setengah pesawat. Jika pesawat itu hanya digunakan dua atau tiga bulan, bulan berikutnya ngganggur. Tentu ketika tak digunakan bisa dimanfaatkan oleh maskapai lain yang tentu bisa memberi provit bagi Dirjen PHU.
   
 Ia mengakui hal ini tentu perlu kajian lebih matang. Baik dari sisi investasi harus aman, harus menguntungkan dan harus dapat meringankan biaya tiket bagi jemaah haji yang dari tahun ke tahun terus meningkat.
    
Dana haji yang diinvestasikan di Sukuk jelas sudah aman. “Satu lagi, jika diinvestasikan juga harus aman,” katanya menjelaskan.
    
Ia mengatakan, dari sisi regulasi bahwa kementerian membeli pesawat haji belum ada. Untuk itu, dari Dirjen PHU perlu pemikiran “loncatan” dengan harapan dapat meringankan jemaah haji.
    
Suryadharma Ali mengaku sedih ketika ada pihak yang membandingkan ongkos haji Indonesia lebih mahal dibanding Malaysia. Apa lagi orang yang mengomentarinya tidak tahu permasalahan haji, asal bicara. Antrian daftar berangkat haji di Malaysia disebut lebih pendek daripada Indonesia. Padahal hal itu tak benar.(ant/ess)

Dibaca : 557 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/809

Daftar Tunggu Calhaj Kepri Hingga 2023

Penulis :
30 April 2013

Batam (Sinhat)–Daftar tunggu calon haji Provinsi Kepulauan Riau mencapai 10.625 orang yang pemberangkatannya diperkirakan selesai pada 2023, kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Kepri Erizal Abdullah.
        
Bahkan untuk pemberangkatan tahun 2023, Kemenag sudah mencatat 425 orang yang masuk daftar antre, kata Erizal Abdullah, di Batam, Jumat.
       
“Data per tanggal 14 April, untuk tahun 2023 sudah ada 425 orang,” kata Erizal.
        I
Ia mengatakan setiap tahun, Provinsi Kepri, memberangkatkan sekitar 984 orang calon haji.
        
Dengan sedikitnya jumlah pemberangkatan tiap tahun maka daftar tunggu calon yang tersebar di kabupaten dan kota di Kepri, diperkirakan rampung 10 tahun lagi.
        
Untuk mempersingkat daftar tunggu, kata dia, Kantor Kementerian Agama Kepri meminta tambahan kuota jamaah haji kepada Kementerian Agama.
       
Menurut dia, minat masyarakat untuk naik haji tiap tahun meningkat, seiring dengan membaiknya perekonomian.
        
Sementara itu, Bandara Hang Nadim Batam kembali ditunjuk Kementerian Agama menjadi embarkasi-debarkasi pelayanan ibadah haji untuk empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.
        
Penetapan itu berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 62 Tahun 2013 tanggal 11 April 2013 tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 1434 H/2013 M.
        
Embarkasi Batam akan melayani calon haji dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines (SAA) jenis pesawat B747-400 berkapasitas 450 tempat duduk.
        
“Asumsinya dari Bandara Batam memberangkatkan 22 kloter,” kata Erizal pula.(ant)

Dibaca : 746 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/808

Daftar Tunggul Haji Sumsel Hingga 2017

Penulis :
24 April 2013

Palembang (Sinhat)–Umat Islam di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, yang ingin melaksanakan ibadah haji sudah mendaftar atau daftar tunggu sebanyak 31.092 orang, sementara pemerintah pusat tahun 2013 hanya menjatah Sumsel sebanyak 6.300 orang.

Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief di Palembang, Senin, mengatakan jika dikalkulasikan dengan jumlah kuota yang diterima Sumsel setiap tahun sebanyak 6.300 orang, maka butuh waktu sekitar empat tahun mendatang untuk memberangkatkan calon haji Kota Palembang ke Tanah Suci.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan wilayah 11 kabupaten dan empat kota di Sumsel total jumlah daftar tunggu sebanyak 69.315 orang, atau butuh waktu sekitar 11 tahun lagi untuk memberangkatakan calon haji ke Tanah Suci.

Berdasarkan data di Humas Kanwil Kemenag Sumsel, dari total jumlah daftar tunggu calon haji Sumatera Selatan itu, yang paling banyak berasal dari Kota Palembang mencapai 31.092 orang, disusul Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tercatat 7.150 orang, Ogan Komering Ilir 4.640 orang, OKU ada 3.656 orang dan Muaraenim sebanyak 3.462 orang. Sedangkan kabupaten/kota lainnya rata-rata kurang dari 3.000 orang.

Dikemukakannya bahwa pada pemberangkatan musim haji 2013, Pemerintah Pusat telah menetapkan kuota yang diterima Sumsel sebanyak 6.300 orang.

Ia berharap, penambahan kuota tahun ini bisa terjadi jika Kerajaan Arab Saudi mengabulkan permintaan penambahan yang diajukan Menteri Agama Indonesia.

Ia yakin, penambahan secara nasional yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi akan menambah jumlah calon haji asal provinsi berpenduduk sekitar delapan juta jiwa itu untuk melaksanakan rukun Islam ke lima.

Mengenai biaya perjalanan ibadah haji tahun ini, menurut dia, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui, karena masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat.(ant)

Dibaca : 1009 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/807

11 Triliun Dana Haji Dialihkan ke Bank Syariah

Penulis :
17 April 2013

Jakarta(Sinhat)– Dana haji sebesar Rp11 triliun segera dialihkan dari bank konvensional ke bank syariah dengan jangka waktu 1 tahun, dan sesuai dengan tuntutan jamaah haji, ke depan seluruh dana haji sudah dikelola dengan sistem syariah.

Pernyataan tersebut dikemukakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) kepada pers di Jakarta, Rabu (17/4), yang sebelumnya menyelenggarakan pertemuan dengan kalangan perbankan di lantai II Gedung Kementerian Agama (Kemenag).

Bagaimana mekanisme migrasi dana haji sebesar itu, menurut Anggito diserahkan kepada internal bank.  Bank Penerima Setoran (BPS) nanti dikenai persyaratan, yaitu antara lain tidak dibenarkan menjadi bank talangan haji dan bank bersangkutan pun harus masuk dalam program penjamin lembaga penjamin simpanan (LPS). Bank bersangkutan harus menyatakan kesanggupannya. Jika persyaratan tersebut tak diindahkan, maka tidak disertakan sebagai BPS dana haji.

Masa transisi migrasi dana haji dari bank konvensional ke bank syariah durasinya selama satu tahun, tegas Anggito. Ia pun akan menunjuk tiga bank koordinator.

Diakuinya bank syariah tak semua memiliki cabang di daerah terpencil. Karena itu jika ada Jemaah haji menyetor dana ke bank konvensional masih dibenarkan, dengan catatan bank konvensional hanya boleh mengendapkan uang selama lima hari.

Menurut Anggito, seluruh proses migrasi dana haji akan dievaluasi setelah enam bulan berjalan. Tujuan dari pemindahan dana tersebut untuk melayani Jemaah lebih maksimal lagi.

Disebutkan, pemindahan dana haji tersebut sudah sesuai Peraturan Menteri Agama PMA) Nomor 30 tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Kebijakan tersebut, menurut pemerhati haji yang tak mau disebut jatidirinya, kini pengelolaan dana haji makin mencerminkan ketegasan keberpihakan kepada jemaah haji.  Karena itu, regulasi yang dikeluarkan itu diharapkan memberikan ketertiban dan semangat dalam tata kelola biaya penyelenggaraan ibadah haji. Tentu saja unsur akuntabelitas, transparansi dan good governance sebagai pondasi dari implementasii kebijakan tersebut.

Kebijakan yang baru tersebut diharapkan menjadikan pengelolaan dana haji yang makin baik. Selama ini publik memberi stigma bahwa pengelolaan dana haji rentan terhadap kebocoran.

Hal ini merupakan usaha kerja keras dari Ditjen PHU dan jajarannya membuahkan hasil sedemikian rupa, termasuk juga telah ditetapkannya Peraturan Menteri Agama ( PMA) Nomor 30 tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebagai wujud semangat pengelolaan dan implementasi dari kebijakan dana haji.   

Kondisi sekarang  penempatan dana haji di sukuk sebesar Rp35 triliun atau sekitar 63 persen, pada bank syariah sebesar 17 persen dan sisanya di bank non-syariah sebesar 20 persen.(ant/ess)
 

Dibaca : 56 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/806

Dana Haji di Bank Konvensional Dialihkan ke Bank Syariah

Penulis :
17 April 2013

Jakarta (Sinhat)–Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan, seluruh dana setoran awal jamaah haji di tanah air yang ada di bank konvensional sebesar Rp 11 trilyun akan dialihkan ke bank syariah. Upaya ini diharapkan mendorong ekonomi syariah sekaligus mengoptimalisasikan dana haji.

“Jamaah menghendaki agar uang haji dikelola syariah. Ini terlepas dari prinsip riba atau tidak,” kata Anggito Abimanyu kepada pers di Jakarta, Rabu (17/4), didampingi Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriyatna, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis dan Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono.

Anggito mengakui, selama ini dana haji disimpan di bank konvensional atau bank non syariah. “Saya juga diingatkan MUI dalam pertemuan maupun fatwa agar dana haji dikelola bank syariah,” terangnya.

Adapun komposisi penempatan dana haji pada Juli 2012 seluruhnya sebesar Rp 45 trilyun, dengan penempatan di sukuk Rp 35 T (78%), di bank non syariah Rp 6 T (13%) dan di bank syariah Rp 4 T (9%). Pada April 2013 dana haji sebesar Rp 55 T, di sukuk Rp 35 T (63%), bank non syariah Rp 11 T (20%) dan di bank syariah Rp 9 T (17%).

Anggito menjelaskan pengalihan dana itu merujuk pada UU nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji serta Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 30 tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji, bahwa BPS BPIH adalah bank syariah dan bank umum nasional memiliki layanan syariah.

Ia juga menjelaskan, masa transisi pengalihan dana bank konvensional ke bank syariah maksimal 1 tahun. Bank non syariah dapat bertindak sebagai BPS transito dengan dana mengendap selama 5 hari.

Mengenai bank transito menurut Anggito, karena bank syariah belum memiliki jaringan di tanah air. “Bank konvensional difungsikan sebagai BPS transito, penerima sementara di masa pengendapan 5 hari, karena bank konvensional punya jaringan luas,” kata Anggito.

Dengan pengalihan dana haji ke bank syariah, menurut Anggito akan semakin menambah likuiditas bank syariah. “Bank konvensional memiliki aset dan likuiditas cuku kuat dipindah Rp 11 trilyun gak masalah, tapi buat bank syariah cukup besar mendorong ekonomi syariah,” ujarnya. (ks)

Dibaca : 830 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/805

Kanwil Kemenag Jabar Akan Perketat Mutasi Calon Haji

Penulis :
15 April 2013

Bandung (Sinhat)– Kanwil Kemenag Jabar akan memperketat aturan mutasi jemaah calon haji (calhaj). Hal itu disebabkan calhaj luar Jabar memanfaatkan kuota haji Jabar lalu melakukan mutasi ke daerah asalnya.

“Tahun ini kita akan perketat lagi mutasi calhaj sepanjang masih dipertahankan agar bisa berangkat haji dari Jabar,” kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar, H. A. Bukhori, di Hotel Lingga, Senin (15/4/2013).

Menurut Bukhori, persoalan mutasi biasanya terjadi di daerah-daerah perbatasan dengan provinsi lain khususnya DKI Jakarta. Akibat daftar tunggu haji warga DKI Jakarta yang lebih lama daripada di Jabar, maka warga Jakarta mendaftar haji ke Bekasi, Depok, Bogor, maupun Cianjur.

“Mereka memakai KTP kabupaten/kota di Jawa Barat lalu mengurus surat keterangan domisili dari kantor kecamatan. Namun, ketika akan berangkat haji dengan alasan keluarga, tempat kerja, atau alasan lainnya pindah kei Jakarta,” ujarnya.(PR)

Dibaca : 234 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/804

Dirjen PHU: Pelayanan Haji Harus Lebih Baik

Penulis :
03 April 2013

Jakarta(Sinhat)– Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan, meski BPIH 2013 turun rata-rata 90 dolar AS, pihaknya berjanji, pelayanan bagi calon jamaah haji harus lebih baik, ketika di tanah air maupun di Saudi Arabia.

“Kita senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan bagi Jamaah dari tahun ke tahun makin baik,” kata Anggito di kantor Baznas (Badan Amil dan Zakat Nasional) seusai menerima penyematan pin Duta Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4).

Penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) lebih cepat empat bulan sebelum pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, menurut dia, memberi peluang baginya untuk melakukan persiapan penyelenggaraan haji lebih baik. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun penyiapan bagi calon jamaah haji.

Untuk tahun ini pihaknya akan meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji selama di tanah air. Hal ini penting karena esensi dari haji adalah mencari kemabruran.

Tahun-tahun sebelumnya penetapan BPIH sudah mepet menjelang keberangkatan haji. Untuk BPIH 2013 sekali ini lebih cepat. Karena itu, dari sisi waktu seharusnya persiapan pemberangkatan bagi calon jamaah haji dari tanah air harus lebih baik, katanya.

Karena itu pula, lanjut dia, penyiapan pondokan, katering, transportasi dan pengurusan dokumen Jamaah haji harus dilakukan dengan cermat. Dari sisi keuangan, sudah tak ada masalah lagi karena DPR RI sudah memberi persetujuan untuk menggunakan dana optimalisasi untuk subsidi pemondokan di Mekkah, Madinah dan Arafah dan Mina.

Subsidi Rp16,2 juta per orang

Dana subsidi itu diambil dari nilai manfaat setoran awal dana haji. Bukan dari APBN, tapi dari dana Jamaah haji juga ketika mereka menyetor dana. Subsidi per orang yang diambil dari dana optimalisasi sebesar Rp16,2 juta.

Kendati pemondokan musim haji 2013 akan sulit mendapat wilayah yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram, tetapi pihaknya berupaya mendapatkan pondokan dengan jarak rata-rata 2,5 km. Tidak seperti tahun lalu jarak pondokan bisa diperoleh kurang dari 1 km. Hal itu sebagai dampak dari perluasan kompleks masjidil Haram yang hingga kini masih berjalan.

Ia menambahkan, pihaknya pun telah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar tetap memberi tambahan kuota sebanyak 35 ribu orang. Kuota haji Indonesia pada 2012 lalu sebanyak 211 ribu orang.

Diharapkan permintaan tambahan kuota tersebut dapat dipenuhi. Hal lain yang dimohonkan pemerintah Indonesia adalah agar sebanyak 160 unit mobil di kantor teknis haji dapat digunakan.  “Kita sudah minta kelonggaran kepada pemerintah setempat,” kata Anggito.  (ant/ess)
 

Dibaca : 166 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/802

Dirjen PHU Anggito Menjadi Duta Baznas

Penulis :
02 April 2013

Jakarta (Sinhat)– Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu, pendiri PT Saratoga Advisor Sandiago Uno dan Presiden Direktur ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian (ESQ),  diangkat menjadi duta Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dengan ditandai penyematan pin Duta Baznas dan penyerahan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dari Ketua Umum Baznas KH Didin Hafidhuddin di kantor lembaga zakat tersebut di Jalan Kebon Sirih Jakarta, Selasa (2/4).
        
Pada kesempatan itu hadir Dirjen Pajak Fuad Rahwani dan beberapa pejabat Baznas lainnya. Pada kesempatan tersebut Sandiago Uno tak hadir dan namun sudah menyatakan kesediaannya sebagai duta Baznas.  Anggito dan Ary Ginanjar  mengaku merasa gembira mendapat kepercayaan sebagai duta Baznas dan akan mensiarkan kegiatan ini untuk membangun karakter bangsa.
        
Ketua Baznas, Didin Hafidhuddin menyatakan para tokoh yang diangkat sebagai duta Baznas diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk berzakat melalui Baznas, sebagai lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang No.23 tentang pengelolaan zakat menjadi pengelola zakat nasional.
      
Menurut Didin, Anggito dinilai memiliki kepedulian terhadap perzakatan nasional. Demikian juga Ary dan Sandiago, dapat menjadi panutan karena dinilai netral dan bukan milik partai tertentu. “Diharapkan umat Muslim di Indonesia dapat mengikuti jejaknya untuk taat menunaikan zakat,” uajr Didin.
 
Sebagai akademisi, birokrat dan ekonom, Anggito tentu paham betul kontribusi zakat terhadap perekonomian bangsa. Anggito kini mengemban amanah untuk mengelola prgram ibadah haji dinilai mampu mendorong masyarakat untuk melaksanakan kewajiban zakat seperti halnya kewajiban berhaji. Demikian pula pengusaha muda yang mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sandiago Uno telah merasakan zakat bagi usahanya. Mengeluarkan zakat justru memberikan berkah terhadap pertumbuhan perusahaan yang ia dirikan.
      
Didin mengatakan,  penerimaan zakat, infak dan sadakah pada semua organisasi pengelola zakat pada 2011 baru mencapai 1,73 triliun. Angka itu hanya 0,8 persen dari potensi zakat di Indonesia menurut hasil penelitian Baznas bekerja sama dengan IPB pada 2011 adalah sebesar Rp217 triliun per tahun.
      
Rendahnya pengumpulan zakat mengharuskan kerja keras semua pihak untuk memberikan penyadaran akan pentingnya melaksanakan salah satu rukun Islam itu.
     
Menurut Anggito, pihaknya sudah lima tahun membayar zakat dengan memasukkan ke dalam surat pemberitahuan pajak atau SPT. Dengan cara mengisi ke dalam kolom SPT yang ada, pihaknya sudah mendapat pengurangan pajak. Dengan cara itu dapat diketahui berapa penghasilan, berapa zakat dan pajak yang dikeluarkan setiap tahun. Ia berharap masyarakat bisa membiasakan diri mengisi SPT dan pembayaran zakat. Sehingga ke depan akan menambah keyakinan berapa besar dana zakat yang dikeluarkan dari penghasilan setiap tahun.
    
 Sebagai orang Islam, kata Anggito, pihaknya akan berusaha menjadi duta Baznas. Dan paling gampang mengajak mesyarakat membayar zakat 2,5 persen dari penghasilannya. Negara perlu diurus, perlu uang. Karena itu membayar zakat sama seperti halnya membaayar pajak. Di situ ada tanggung jawab dan hak negara.
     
Anggito mengaku NPWP yang dimiliki beralamat di Yogyakarta. Karena saat ini berdomisili di Jakarta, maka hal itu akan diurus kembali untuk pindah ke ibukota.(ant/ess)

Dibaca : 1146 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/801

DPR-Pemerintah Sepakati Besaran BPIH 2013

Penulis :
01 April 2013

Jakarta (Sinhat)–DPR RI dan pemerintah akhirnya menyepakati besaran  Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH) tahun 2013.

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama, Senin (1/4), disepakati BPIH rata-rata sebesar 3527 dolar AS atau turun 90 dolar AS dari tahun lalu sebesar 3617 dolar AS. Dalam mata uang rupiah, BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp 33.859.200. Jumlah itu turun sekitar Rp 140.600 dibanding tahun 2012 lalu.

Untuk masing-masing embarkasi di Indonesia, besaran BPIH bermaacam-macam. Dari 12 embarkasi, BPIH paling besar ada di embarkasi Makasar dengan 3.807 dolar AS. Sedangkan embarkasii yang paling murah BPIHnya adalah embarkasi Aceh dengan 3.253 dolar AS. Selain dua embarkasi tersebut, BPIH 10 embarkasi lainnya antara lain, embarkasi Solo sebesar 3.542 dolar AS, Surabaya 3.619 dolar AS, Banjarmasin 3.733 dolar AS, Balikpapan 3.744 dolar AS, Lombok 3.782 dolar AS, Medan 3.263 dolar AS, Batam 3.357 dolar AS, Palembang sebesar 3.381 dolar AS, Padang 3.329 dolar AS dan embarkasi Jakarta sebesar 3.522 dolar AS.

“Turunnya BPIH sudah disepakati dalam rapat kerja Komisi VIII dengan Kementerian Agama,” kata Anggota Komisii VIII Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amalia pada Republika, Senin (1/4).

Ledia menambahkan, BPIH yang langsung dibayarkan jamaah mencakup biaya penerbangan, pemondokan di Makkah dan Madinah serta ‘living allowance’. Namun, tambah Ledia, pemerintah memberi subsidi pada BPIH sebesar 30 persen.

Pemberian subsidi sebesar ini diambil dari dana optimalisasi setoran awal jamaah. “Subsidi ini diberikan untuk subsidi pemondokan di Makkah dan sewa hotel di Madinah,” tambah wakil ketua Fraksi PKS ini. Selain menyepakati turunnya BPIH, dalam raker dengan Kementerian Agama, juga dibahas masalah calon jamaah haji tahun 2013.

Berdasarkan kebijakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, calhaj yang berusia diatas 83 tahun akan diprioritaskan. Namun, kata Ledia, Kementerian Agama belum mengemukakan nama-nama calhaj yang akan berangkat tahun ini. (Republika)

Dibaca : 1459 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/800

Menag : Tindak Tegas PIHK yang Melanggar

Penulis :
27 Maret 2013


Jakarta (Sinhat)– Dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya terhadapkasus-kasus yang merugikan jemaah haji, pemerintah tidak akan ragu-ragu mengambil  tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku terhadappenyelenggaran haji dan umrah yang tidak bertanggungjawab. Penegasan tersebut disampaikan oleh Suryadharma Ali ketika menyaksikan pengangkatan sumpah anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) di Jakarta, Selasa (26/3).

Lebih lanjut, Suryadharma Ali menyampaikan, dalam rangka menjamin agar kasus pelanggaran dan penipuan terhadap jemaah haji dan umrah tidak terulang lagi, Kementerian Agama telah melakukan kerjasama dengan Polri pada 19 maret 2013 untuk mengawasi dan melakukan tindakan hukum teradap penyelenggarayang melakukan pelanggaran atau penipuan.

Bagi penyelenggara haji khusus dan penyelenggara umrah yang melakukan penyimpangan, maka dari sisi perizinan kementerian agama bisa mencabut, kemudian kalau ada penipuan, pidana, penggelapan dan lainnya itu menjadi domain kepolisian.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji dan merespon tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, Suryadharma Ali mengutarakan beberapa poin penting kunjungannya menemui  pihak berwenang pemerintah Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah  Indonesia meminta tambahan kuota haji dengan jumlah signifikan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013, permintaan untuk membuat petunjuk yang menggunakan bahasa Indonesia di lokasi strategis di Mekkah seperti di Masjidil Haram, di Arafah, di tempat melempar jumroh dan di tempat strategis lainnya. Petunjuk yang menggunakan bahasa Indonesia pada saat ini baru dipergunakan di Mesjid Nabawi.

Permintaan lain yang disampaikan ke pemerintah Arab Saudi adalah permintaan izin agar wartawan Indonesia bisa meliput di Masjid Nabawi,
bisa meliput di Masjidil Haram. Menurut Suryadharma Ali, hal tersebut Menteri Haji akan mengkomunikasikannya dengan Menteri Penerangan Arab Saudi. (DM)
 

Dibaca : 310 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/799

Menag: KPHI Amanat Undang-Undang

Penulis :
27 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali menyaksikan pengambilan sumpah jabatan anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) di kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (26/3). KPHI merupakan lembaga mandiri yang bertugas mengawasi penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

“Selama ini pengawasan dilakukan paralel dan simultan oleh berbagai instansi pengawasan yaitu BPK, BPKP dan DPR serta pengawasan internal oleh Inspektorat Jenderal, juga oleh pemantau lain baik di dalam maupun di luar termasuk media,” kata Menag dalam sambutannya.

Menag mengatakan, KPHI dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji dan umroh. Setelah UU tersebut seharusnya KPHI beberapa bulan kemudian sudah harus terbentuk. Nyatanya, pembentukan KPHI demikian lama dan barulah pada Februari lalu Surat Keputusan pengangkatannya ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski lama, lanjut Menag, hal itu bukan keterlambatan. Pasalnya, sebelum terbentuk panitia seleksi KPHI pihaknya harus menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) dari UU No. 13 tahun 2008 itu. Setelah PP selesai, lalu disusul pembahasan dengan anggota DPR. DPR memberi pertimbangan yang kemudian disampaikan kepada presiden.

Dengan terbentuknya KPHI, kata Menag, ke depan diharapkan pengawasan independen dapat dilaksanakan dengan baik. Fungsi pengawasan dari KPHI bisa dilakukan mulai dari tahap perencanaan, penggunaan keuangan dan kebijakan perhajian yang dilaksanakan pemerintah.

Termasuk pula mengkoordinasikan fungsi pengawasan dari lembaga-lembaga yang ada seperti dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), anggota DPR RI, DPD RI, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Hasil pengawasan itu, lanjut dia, bisa disampaikan kepada presiden. Tidak tertutup kemungkinan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika memang hal itu diperlukan.

Menag tak mau berkomentar apakah dengan adanya KPHI itu akan menambah beban keuangan negara. Yang jelas, KPHI dibentuk atas amat dari undang-undang haji itu sendiri. KPHI akan bekerja selama tiga tahun dan setelah itu akan dipilih kembali pengurus baru.

Sementara itu Ketua KPHI Slamet Effendi Yusuf mengatakan, pihaknya untuk tahap awal akan menyiapkan kelembagaan dari KPHI, termasuk kantor kesekretariatan. Dan secara simultan, bersamaan dengan penyiapan kelembagaan tersebut, akan dilakukan perencanaan tugas yang tentu harus sesuai dengan amanat undang-undang. Melakukan analisis permasalahan dan pemetaan masalah, koordinasi dengan sejumlah lembaga negara terkait.

Untuk kesekretariatan saja, lanjut dia, diperkirakan membutuhkan tenaga 25 orang. “Kita akan kerja secara kolektif,” kata Slamet Effendi Yusuf. Sebagai institusi baru ada beberapa hal yang menjadi program prioritas. Pertama, institusional building atau penataan organisasi. Kedua, mengawasi langsung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013 ini. Selanjutnya, berkordinasi dengan berbagai lembaga pengawasan khususnya pengawasan internal.

Berikut nama anggota KPHI yang baru dibentukadalah 1. Slamet Effendi Yusuf, 2. Imam Addaruquthni, 3. Agus Priyanto, 4. Syamsul Ma’arif, 5. M. Thoha, 6. Ahmed, 7. Abidinsyah Siregar, 8. Samidin Nashir, 9. Lilien Ambarwiyati.

Hadir dalam acara pengambilan sumpah anggota KPHI, hadir Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu serta sejumlah pejabat Kementerian Agama.

Menag mengatakan, KPHI bertugas mengawasi pelaksanaan haji dan memberi masukan kepada pemerintah soal perbaikan pelayanan haji. “Komisi ini bertanggung jawab kepada Presiden,” kata Suryadharma Ali.

Adapun fungsi KPHI, antara lain, memantau dan menganalisis kebijakan operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Selain itu menganalisis hasil pengawasan dari berbagai lembaga pengawas dan masyarakat. Komisi ini juga menerima masukan dan saran masyarakat mengenai penyelenggaraan ibadah haji serta merumuskan pertimbangan dan saran penyempurnaan kebijakan operasional penyelenggaraan ibadah haji.

Menag berharap, kredibilitas penyelenggaraan haji harus terus dipertahankan, transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. “Pengawasan yang lain tetap berjalan,” imbuhnya. (ks)

Dibaca : 908 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/798

Daftar Tunggu Haji Khusus 76 Ribu

Penulis :
21 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Kasubdit Pembinaan Haji Khusus Kementerian Agama Khoirizi mengatakan, saat ini jumlah daftar tunggu calon haji di tanah air mencapai 2 juta orang, termasuk mereka calon jamaah khusus (dahulu ONH Plus) sejumlah 76 ribu orang. Padahal kuota jamaah khusus setiap tahun hanya 17 ribu, sehingga masa tunggu keberangkatan sampai 6-7 tahun.

Karena itu masyarakat harus waspada apabila ada oknum yang menawarkan bisa mempercepat keberangkatan menuju tanah suci. “Jangan percaya kepada oknum yang bisa memberangkatkan haji lebih cepat,” kata Khoirizi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Salah satu kiat untuk mengatasi masalah dari pihak yang menawarkan jasa berangkat haji cepat, kata Khoirizi, yaitu calon haji hendaknya ketika menyerahkan uang setoran haji agar meminta bukti setoran ke bank, disitu terlihat nomor porsi keberangkatan. “Kita akan bisa melihat kemungkinan berangkat tahun berapa,” ujarnya.

Ia menyatakan, mengingat antrian yang cukup tinggi untuk saat ini pemberangkatan haji lebih cepat tidak mungkin bisa dilakukan. “Itu tidak realistis. Masyarakat agar tidak terpengaruh oleh oknum, jangan percaya janji-janji termasuk ustad, kiai bahkan oknum Kemenag,” pesan Khoirizi.

Mengenai haji khusus, ia juga mengingatkan bahwa pelayanan jamaah haji khusus tentu berbeda dibanding jamaah haji reguler, karena sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan. “Biaya termurah haji khusus 7.000 dolar Amerika, kalau ada yang menawarkan tarif dibawah itu melanggar aturan.”

Apabila ada, jamaah tidak akan memperoleh pelayanan yang memadai, tidak sedikit yang diterlantarkan oleh penyelenggaranya.

“Apabila ditemukan indikasi pelanggaran maka dilakukan penegakan norma dengan sangsi peringatan, pembekuan, bahkan bilamana perlu pencabutan ijin,” kata Khoirizi.

Namun bila itu dilakukan perusahaan ilegal, lanjut dia, maka mengacu pada KUHP. “Berdasar laporan masyarakat kepada pihak berwajib yang didukung bukti dan fakta hukum dapat dituntut pidana atau perdata,” jelasnya. (ks).

Dibaca : 1441 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/797

Menag: Waspadai Penipuan Haji

Penulis :
20 Maret 2013

Jakarta(Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, setiap tahun animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji makin meningkat, sehingga daftar tunggu pun makin meningkat. Akibat itu, membuat sebagian calon haji di tanah air menjadi tidak sabar.

“Pihak tertentu memfaatkan orang yang tidak sabar, sehingga muncul penipuan,” kata Menag Suryadharma Ali saat memberi sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agama dengan Kepolisian RI di kantor Kemenag Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (19/3).

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu dan Kepala Pendidikan Polri Komjen Pol Budi Gunawan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yang diwakili Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Fajar Prihantoro. Hadir Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Irjen Kemenag M Jasin.

Menteri Agama mengatakan, haji pada saat ini tidak hanya dilihat dari sisi ibadah, tapi merupakan bisnis yang menjanjikan. Padahal perjalanan haji berbeda dengan wisata, namun diatur oleh Undang Undang nomor 13 tahun 2008 yang menyebutkan penyelenggara haji diatur oleh Menteri Agama.
“Kalau wisata meski ada Kementerian Pariwisata tapi yang menyelenggarakan travel masing-masing. Namun untuk haji dan umrah, seluruh penyelenggara harus mempunyai ijin dari Kementerian Agama” ujar Menag

Ia juga meminta agar dilakukan penertiban penyelenggaraan ibadah umrah. Karena berbagai pihak memanfaatkan visa umrah untuk bekerja, namun setelah umrah melarikan diri, sehingga kasus over stay muncul dari jamaah umrah yang tidak mau kembali ke tanah air. “Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan baik di tanah air dan di Arab Saudi khususnya kepastian keamanan,” imbuh Menag.

Di tempat yang sama Kapolri mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sering dihadapkan kendala dan permasalahan hukum baik di tanah air maupun di arab saudi yang merugikan jamaah yg membuat suasana haji tidak nyaman.

“Polri dan Kemenag harus komitmen sehingg masyarakat tidak dirugikan. Perlu dilakukan pencegahan guna menimbulkan efek jera,”kata Kapolri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Irwasum Polri.

Sebelumnya Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, kerjasama Kemenag dengan Polri sebagai perlindungan jamaah haji dan umrah dari pihak-pihak  yang tidak bertanggungjawab.

Saat ini penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang resmi berjumlah 402 penyelenggara. Dari jumlah itu, penyelenggara umrah dan haji khusus 254 penyelenggara, sedangkan penyelenggara umrah saja 148 penyelenggara. “Terdapat 11 PIHK yang melakukan pelanggaran dan dikenakan sangsi peringatan serta 3 penyelenggara yang tidak memiliki izin dan gagal memberangkatkan jamaah,” ungkap Anggito.

Menurut Kasubdit  Pembinaan Haji Khusus Khoirizi, pihaknya akan menertibkan penyelenggaraan haji khusus dan umrah yang nakal. “MoU ini merupakan salah satu langkah upaya penertiban tersebut.(ks)

Dibaca : 1225 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/796

412 Calhaj Jakarta Pusat Mendapat Pelayanan Haji Biometrik

Penulis :
18 Maret 2013

 

Penggunaan biometrik, kuantitas input data calon jamaah lebih banyak. Misalnya, ada penginputan masa berlaku KTP, tanggal lahir ayah dan ibu kandung, scan data seluruh lembar persyaratan yakni KTP, KK, surat nikah, buku tabungan dan akte kelahiran,” ujarnya. Lanjut Suyadi, sejak diterapkan 15 Januari lalu, sudah 416 jamaah didata dengan Biometrik. (Rio)

Dibaca : 980 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/793

Menag: Pengelolaan Dana Haji Membaik

Penulis :
14 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Pengelolaan dana haji dari waktu ke waktu semakin baik. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kekuatan dana haji dalam memberikan subsidi dalam jumlah yang lebih besar nominalnya dan dalam jumlah orang yang lebih banyak.

Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dalam acara penyampaian Laporan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1433H/2012 M, di Aula HM.Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/03).

Hadir dalam acara ini, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin,Ketua MUI, KH. Umar Shihab, Ketua Komite Pengawas Ibadah Haji (KPIH), Slamet Effendi Yusuf, Dirut PT Garuda Indonesia, serta Pejabat Eselon Idan II Kementerian Agama.

Menurut Menag, perkembangan nilai manfaat yang dikembalikan kepada jamaah haji terus mengalami peningkatan. Pada 2010, setiap jamaah memperoleh pengembalian nilai manfaat sebesar Rp.3.802.000. Ditambah dengan living cost sebesar Rp3.750.000, maka jumlah dana yang dikembalikan kepada setiap jamaah mencapai Rp7.552.000.

Living cost yang diberikan pada 2011 dan 2012 jumlahnya sama, yaitu Rp3.750.000. Namun, nilai manfaat yang dikembalikan terus meningkat, yaitu: Rp7.161.000 (2011) dan Rp9.098.000 (2012). Kalau ditambahkan dengan dana living cost, maka jumlahnya menjadi Rp10.911.000 (2011) dan
Rp12.800.000 (2012) atau 35% dari toral BPIH.

Untuk 2013, lanjut Menag, nilai manfaat yang akan dikembalikan kepada jamaah diperkirakan mencapai Rp12.342.000. Adapun dana living cost-nya tetap, Rp3.750.000. Jika dijumlahkan maka dana tersebut mencapai Rp16.100.000.

“Jumlah Rp16.100.000 ini setara dengan 40% dana BPIH,” terang Menag.

Terkait dengan meningkatnya jumlah orang yang memperoleh, Menag menjelaskan bahwa pada 2009, jamaah yang berada di ring I hanya 27% atau sekitar 26.000 jamaah. Menurut Menag, biaya sewa pemondokan di ring I itu biasanya melampauai biaya sewa yang wajib dibayar jamaah.

“Jadi selalu ada selisih dan selisihnya itu dibayar dari dan manfaat,” tegas Menag.

Tahun 2010, pembayaaran selisih biaya sewa pemondokan ini meningkat, mampu mengcover 63% jamaah atau 125.000 orang. Tahun 2011, 194.000 jamaah (100%), selisih biaya sewa pemondokannya disubsidi dari dana manfaat.

“Tahun 2012 juga sama, 100% selisih biaya sewa pemondokannya bisa disubsidi dari dana manfaat,” tambah Menag.

Yang lebih fantastik lagi, lanjut Menag, adalah komponen-komponen yang semestinya jamaah bayar, sudah tidak dibayarkan lagi. Menag mencontohkan, biaya pembuatan paspor sebesar Rp255.000, sudah tidak bayar jamaah. Asuransi (Rp100.000) dan general service fee (277USD) juga sudah tidak dibayar atau dibebankan dari dana optimalisasi.

“Hal ini yang sering saya ungkapkan tetapi tidak pernah menjadi referensi bagi mereka yang berkepentingan dalam memberikan penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” tutup Menag.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, menyampaikan hasil survei kepuasan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1433H kepada Menteri Agama. Dalam paparannya, Suryamin menjelaskan bahwa secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji tahun 1433 Hijriyah/2012 mencapai angka 81,32 persen, dengan demikian tergolong memuaskan atau di atas standar.

Terkait hal ini, dalam laporannya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Anggito Abimanyu mengatakan bahwa walaupun hasilnya tergolong memuaskan dan di atas standard, namun hal itu tidak akan membuat kami euforia.

“Kami akan menjadikan hasil survei ini sebagai masukan yang positif dan objektif untuk terus berupaya melakukan peningkatan kualitas layanan kepada jamaah haji,” tegas Anggito. (mkd)
 

Dibaca : 30 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/792

Survey BPS: Pelayanan Haji Memuaskan

Penulis :
14 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei kepuasan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji tahun 1433 Hijriyah/ 2012 mencapai angka 81,32 persen, dengan demikian tergolong memuaskan atau di atas standar.

“Tapi jika dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya terjadi penurunan indeks kepuasan jamaah haji sebesar 1,99 persen, tapi pelayanan haji masih memuaskan,” kata Kepala BPS Suryamin saat menyampaikan paparan hasil survei kepuasan jamaah di auditorium Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (14/3).

Di hadapan Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah undangan, Suryamin lebih lanjut memaparkan hasil survei, pelayanan yang diberikan petugas kloter atau petugas yang mendampingi jamaah sejak dari tanah air mendapat respon positif dari jamaah, sedangkan layanan transportasi mendapatkan skor paling rendah di antara layanan-layanan lainnya.

“Aspek petugas kloter meraih angka tertinggi sebesar 88,36 persen, dan kepuasan pelayanan haji 2012 pada aspek transportasi mendapatkan skor 74,00 persen, kata Suryamin.

Salah satu faktor yang mendorong kenaikan angka tersebut adalah karena sikap, keramahan dan kesopanan petugas kloter dalam melaksanakan tugas dan pelayanan. Faktror lainnya adalah penyampaian petugas, kerapian berpakaian dan fasuilitas yang digunakan petugas dalam pelayanan.

Adapun masalah pelayanan transportasi, kata Suryamin, pelayanan ini agak sulit dikontrol karena terkait dengan pihak organda Arab Saudi (naqabah sayarah) yang menjadi pemasok kendaraan bus yang dipakai jamaah haji.

Ketersediaan dan kecukupan jumlah armada transportasi yang melayani jamaah haji dabn kenyamaan yang dirasakan jamaah haji selama menggunkan sarana trans[portasi menjadi fakot penyebab turunnya indeks kepuasan jamaah.

Menanggapi hasil survei BPS, Menteri Agama menyatakan, meski mendapat nilai memuaskan, pihaknya tetap merasa tidak puas, karena itu akan terus berupaya meningktkan pelayanan. “Prioritas tahun ini pada perbaikan transprtasi khususnya transportasi darat di Arab Saudi,” kata Menag menjawab wartawan.

Selain penyampaian paparan BPS di tempat yang sama juga dilaksanakan penyampaian laporan keuangan haji tahun 2012 oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu serta peluncuran buku Talbiyah di Tanah Haram. Acara ini dihadiri Wakil Ketua komisi VIII Said Zakaria, Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia Slamet Effendy Yusuf, dan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (ks)

Dibaca : 357 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/791

Dirjen PHU Lantik Pejabat Baru

Penulis :
08 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV di bidang haji. Diharapkan, pelayanan terhadap jamaah haji akan semakin baik dan lancar.

“Saya minta pejabat baru lebih berjibaku melayani para tamu Allah,” pesan Dirjen Anggito kepada pejabat baru pada acara pelantikan di kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Jumat (8/3). Acara pelantikan dihadiri sejumlah pejabat haji.

Pejabat yang dilantik yaitu; Arif Nurrawi S.IP sebagai Kepala Bagian Organisasi, Tata Laksana dan Kepegawaian, Sunaryo, SE, MM sebagai Kepala Sub Direktorat Transportasi dan Perlindungan Jamaah Haji.

Arsad Hidayat, Lc sebagai Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji Makkah pada Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi, Taufiq Erwin Haryadi, S.Kom sebagai Kepala Seksi Pengawasan PIHK pada Subdit Pembinaan Haji Khusus, Moh. Hasan Afandi, S.Si, M.Sc sebagai Kepala Sub Bagian Pengelolaan Sistem Jaringan pada Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu dan Akhmad Jauhari sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Haji Madinah pada Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi. (ks)

Dibaca : 929 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/790

BPIH 1434H Diharapkan Bisa Ditetapkan Bulan April

Penulis :
21 Februari 2013

Jakarta (Sinhat) — Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau yang biasa
disebut BPIH diharapkan sudah bisa ditetapkan pada bulan April. Hal ini
disampaikan oleh Direktur Pelayanan Haji, Sri Ilham Lubis, ketika menerima kunjungan dari anggota Komisi C DPRD Kab. Tuban, Jawa Timur yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (20/02).

“Tahun ini, sudah disepakati dalam raker Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI  agar pembahasan BPIH dilakukan lebih awal,” tegas Sri.

Sehubungan itu, lanjut Sri, pembahasan BPIH di DPR sudah dilakukan sejak bulan Januari 2013. “Sekarang sedang disiapkan segala sesuatunya, termasuk pembahasan tentang komponen terbesar dalam BPIH, yaitu penerbangan yang mencapai 60%,” kata Sri.

Menurut Sri, alah satu upaya Kementerian Agama untuk mempercepat proses pembahasan BPIH adalah dengan mengirim tim penyewaan perumahan, transportasi, dan katering.  “Tim yang diberangkatkan sejak tanggal 17 Januari ini bertugas melakukan survei harga dan mendapatkan pemondokan yang lebih baik dan lebih dekat,” uajr Sri.

Namun demikian, Sri juga menjelaskan bahwa sekarang ini banyak sekali gedung di sekitar Masjidil Haram yang sudah, sedang, dan akan dibongkar untuk perluasan masjid. Sebagian besar di antaranya bahkan termasuk yang biasa ditempati oleh jamaah haji Indonesia. Sehubungan itu, tugas untuk mendapatkan pemondokan yang lebih dekat dan lebih baik merupakan tanggung jawab berat yang harus dilakukan oleh Tim.

“Mungkin pemondokan akan sedikit menjauh (dari Ka’bah), tapi tetap dekat dengan Masjidil Haram karena adanya perluasan. Sehubungan itu, harga sewa pemondokan pun semakin mahal,” kata Sri.

Agar harga sewa dapat dikendalikan, Menteri Agama, kata Sri, telah
mengirim surat kepada Gubernur Makkah untuk ikut mengatur harga sewa pemondokan di Makkah. “Kita tetap berusaha agar bisa memperoleh yang terbaik,” tutup Sri. (mkd)
 

Dibaca : 844 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/789

Menag Bertemu Menteri Haji Arab Saudi

Penulis :
15 Februari 2013


Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar, di Jeddah, Arab Saudi,  Selasa (12/2). Dalam Pertemuan dibicarakan beberapa hal yang terkait dengan perumahan dan transportasi jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang bimbingan jemaah haji.

Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar menyatakan pentingnya memberi bimbingan kepada jemaah haji sebelum mereka tiba di Arab Saudi.


Pada kesempata tersebut, Menag Suryadharma Ali memuji pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk pengembangan dua masjid suci sehingga dapat menampung jemaah lebih besar lagi. (arabnews/Foto SPA)

Dibaca : 260 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/788

Musim Haji Masih Beberapa Bulan Lagi, Jaga Kesehatan Sejak Dini

Penulis :
14 Februari 2013

Jakarta (Sinhat)– Musim haji memang masih beberapa bulan lagi, tapi tak ada salahnya bagi Anda para calon haji menjaga kesehatan sejak sekarang. Jika tak terbiasa menjaga kesehatan, bisa jadi ibadah haji menjadi tidak maksimal.

“Pertama, para calon haji harus menjaga kesehatan,” kata Dr dr Iris Rengganis, Sp.PD-KAI dalam acara seminar Nyaman Berwisata, Lindungi Diri dengan Vaksinasi di Energy Cafe, Energy Building Lt Mezzanine, SCBD, Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Cara menjaga kesehatan bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi dan tetap menjaga vitalitas fisik. Adapun makanan yang dianjurkan agar tubuh lebih sehat antara lain sayuran, buah, ikan dan daging.

Buah dan sayur akan membantu tubuh memasok antioksidan dan bioflavonoid. Sedangkan khusus jeruk atau lemon, bisa memberi resistan terhadap infeksi yang berasal dari kuman dan penyakit.

Calon haji juga harus meningkatkan sistem imun dengan olahraga dan vaksin. Vaksinasi yang dibutuhkan calon jamaah antara lain vaksinasi meningitis, influenza dan pneumonia.

Vaksinasi paling baik dilakukan maksimal 2 minggu sebelum perjalanan. Karena pembentukan antibodi akan membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Setelah itu, antibodi dari vaksin tersebut akan aktif selama 3 tahun.

Calon jamaah biasanya diwajibkan untuk divaksin meningitis. Tapi tak ada salahnya jika ingin melakukan vaksin influenza dan pneumonia. Nah vaksin pneumonia ini dianjurkan diambil oleh calon haji berusia 50 tahun.(detik)

Dibaca : 196 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/787

Menag Akan Upayakan Jemaah Haji Wafat, Putra-Putrinya Dapat Bea Siswa

Penulis :
08 Februari 2013

Jakarta (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali akan mengupayakan memberikan bea siswa kepada putra/putri yang orangtuanya wafat tatkala melaksanakan ibadah haji dan program ini diharapkan mendapat dukungan dari Bank Penerima Setoran (BPS) haji.
    
Jumlah jemaah haji yang wafat di tanah suci saat menunaikan ibadah haji setiap tahunnya berkisar 400 orang dan sangat wajar jika BPS ikut meringankan anggota keluarga, dengan cara memberikan bea siswa, kata Menteri Agama Suryadharma Ali seusai lauching Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN) di Jakarta, Jumat.
    
Jemaah haji wafat di tanah suci bisa berbagai sebab. Karena sakit, kecelakaan dan sebagainya. Yang jelas, yang wafat ketika melaksanakan ibadah haji pada tahun 2012 lalu saja sekitar 400 orang.
    
Bagi kalangan perbankan sebagai BPS, untuk memberikan bea siswa kepada anggota keluarga jemaah haji yang wafat tentu sangat membantu. Cara itu sangat mulia. Jumlahnya pun tak terlalu besar jika dilihat dari jumlah jemaah haji Indonesia setiap tahunnya mencapai 211 ribu orang.
    
Jemaah haji Indonesia sebanyak itu memasukkan setoran awal Rp25 juta dan dilunasi ketika beberapa tahun kemudian sesuai dengan daftar tunggu (waiting list). “Tentu memberi bea siswa bagi anggota jemaah yang wafat nilainya kecil,” kata Menag.
    
Dana itu, lanjut dia, bisa diambil dari Corporate Social Responsibility (CSR). Meski program ini belum disosialisasikan ke kalangan BPS, diharapkan hal ini mendapat dukungan.
    
Banyak anggota keluarga jemaah haji yang wafat merasa sedih berkepanjangan. Pasalnya, selain merasa ditinggalkan selamanya juga hilang harapan lantaran tulang punggung ekonomi keluarga tak ada lagi, kata Menteri Agama.
    
Karena itu, program ini ke depan mendapat dukungan. “Saya optimis, pihak bank pun bisa memahami hal ini,” katanya. (ant/ess)

Dibaca : 343 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/786

Saudi Keluarkan Kebijakan yang Bakal Menyulitkan Penyelenggaraan Haji Indonesia

Penulis :
04 Februari 2013

Jakarta (Sinhat) –Indonesia bakal mengalami kesulitan dalam penyelenggaraan haji beberapa tahun ke depan, karena pemerintah Arab Saudi  mengeluarkan surat edaran yang menetapkan, kantor misi haji Indonesia tak dibenarkan lagi menggunakan kata misi haji Indonesia.
      
Selama ini kantor misi haji Indonesia atau yang dikenal Teknis Urusan Haji selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jendral RI di Jeddah. Ke depan, sudah harus dipisah, kata Kepala Staf Teknis Urusan Haji pada KJRI Jeddah, DR. M. Syairozi Dimyati   di Jeddah, baru-baru ini.

Surat Edaran (SE) tentang aturan itu sudah diterima dan sudah disampaikan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu dan Menteri Agama Suryadharma Ali.
    
Konsekuensi dari pelarangan menggunakan istilah misi haji itu, lanjut dia, adalah sekitar 153 kendaraan operasional haji yang menggunakan plat nomor kendaraan atas nama KJRI tidak dibenarkan lagi beroperasi. Pihak otoritas setempat sudah memberikan teguran agar kendaraan tersebut segera diurus dan segera diputihkan.
     
Semua yang menggunakan terminilogi misi dan selama ini melekat dengan penyelenggaraan haji tidak dibenarkan lagi untuk digunakan. Jika ingin menggunakan kendaraan, menurut Syairozi, harus dilakukan dengan cara menyewa dan supirnya pun harus orang setempat.“Ini jelas menyulitkan kita,” katanya.
     
Terkait dengan surat edaran itu, disebutkan pula kendaraan operasional untuk kesehatan pun tak dibenarkan lagi mengatasnamakan misi haji. Termasuk ambulannya. Jika ingin menggunakan ambulan, pemerintah setempatlah yang menyiapkan.
     
Untuk penyelenggaraan ibadah haji, kata dia, Pemerintah Arab Saudi memang secara berkelanjutan melakukan perbaikan. Banyak pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya, sekurangnya 17 kementerian di negara itu. Mulai 2013, kebijakan penyelenggaraan haji diubah dan kementerian haji setempat akan berkoordinasi dengan setiap negara Muslim.
    
Meski begitu,  kementerian lain di negara itu juga berperan. Mulai kementerian PU hingga Dalam Negeri. Karena itu pula kata misi harus dihapus karena misi haji bukan termasuk urusan diplomasi.
    
Surat edaran lain yang juga terkait dengan penyelenggaraan haji ke depan adalah pengaturan tentang pemondokan. Rancangan Undang-Undang yang mengatur pemondokan haji di negeri itu sudah disahkan. Bunyinya mengatur bahwa pemondokan ke depan akan diatur oleh muasasah.
     
Muasasah memegang peranan penting untuk menentukan Jemaah haji dari suatu negara berada di lokasi mana. Artinya, otoritas jarak jauh/dekat masjidil haram yang mentukan adalah muasasah. Dengan demikian, katanya, ke depan, tim perumahan yang melakukan negosiasi untuk mendapatkan pondokan terdekat seperti yang dilakukan selama ini. “Semua itu perlu antisipasi,” katanya.
     
Pihak TUH hingga kini masih terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama di Jakarta untuk mencari solusi yang terbaik. “Kita ingin agar perlakuan itu tak dilakukan secara serentak. Maunya secara bertahap mengingat Jemaah haji Indonesia termasuk yang terbesar setiap tahunnya,” ia menjelaskan. (ant/ess)

Dibaca : 484 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/784

DPR-Kemenag Sepakat Bentuk Panja BPIH

Penulis :
31 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Komisi VIII  DPR RI dan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama sepakat untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) Badan Penyelenggara Ibadah Haji 2013  Hal itu adalah kesimpulan rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama, Suryadharma Ali di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (30/1).

“Komisi VIII DPR RI dan Menteri Agama RI sepakat membentuk Panja BPIH tahun 1434H/2013,” demikian dikatakan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ida Fauziah.

Komisi VIII DPR RI juga akan membahas lebih lanjut tentang permohonan persetujuan penggunaan uang BPIH sebesar Rp1,651 triliun (seribu enam ratus lima puluh satu miliar).

Dana itu akan digunakan untuk penyewaan pemondokan jemaah di Makkah dan Madinah sebesar Rp1,483 triliun (seribu empat ratus delapan puluh tiga miliar), katering di Madinah, Arafah, Mina, Jeddah Rp79,5 miliar, pembuatan paspor Rp41,1 miliar, percetakan paket buku manasik dan perjalanan haji Rp2,7 miliar dan, bimbingan manasik dan perjalanan haji senilai Rp48,5 miliar.

“Komisi VIII DPR RI meminta Menteri Agama agar segera menyampai laporan keuangan penyelenggaraan haji tahun 1433 H/ 2012 M sebagaimana pasal 25 ayat (1) UU 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji,” kata Ida.

Kesimpulan lainnya, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, Komisi VIII DPR meminta Menteri Agama menghindari duplikasi anggaran dengan anggaran yang berasal dari APBN.

“Menteri Agama juga diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah dan menyampaikan berbagai data dan informasi yang diperlukan dalam pembahasan BPIH 2013,” kata Ida. (ant)

Dibaca : 467 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/783

Menag: Makin Banyak Maskapai, Harga Tiket Penerbangan Haji Bisa Lebih Murah

Penulis :
30 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama masih membuka peluang bagi maskapai nasional untuk melayani penerbangan haji dengan harapan dapat menekan komponen biaya penerbangan. Meski peluang itu masih dibuka, namun tidak semua maskapai peminatnya mampu memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh pemerintah RI dan Arab Saudi.

“Tadi DPR soroti masalah penerbangan. Kenapa hanya Garuda dan Saudi Arabia, apakah tidak memungkinkan untuk dibuka lebih banyak maskapai? Kita tetap buka agar lebih banyak maskapai yang daftar untuk berangkatkan haji,” kata Menag, Surya Dharma Ali.

“Jika lebih banyak maka kompetisi harga tiket akan lebih baik, sehingga kita akan dapat harga tiket yang lebih murah,” jelasnya kepada wartawan yang mencegat usai rapat dengan Komisi VIII soal haji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Menurutnya, ada lima maskapai yang semula berniat untuk berangkatkan jamaah haji selain Garuda Indonesia dan Saudi Arabia. Mereka adalah Lion Air, Batavia dan Air Asia. Di dalam prosesnya, Lion Air dan Batavia tidak mampu memenuhi syarat.

Proses tender penerbangan ibadah haji, bukan semata-mata masalah harga tiket yang lebih murah. Unsur pelayanan bagi para jamaah haji harus tetap memuaskan.

“Apakah bisa berangkatkan jamaah tepat waktu? Bagaimana pelayanan di dalam pesawat? Kemudian kualitas dan sebagainya,” jelasnya.

Nah, dalam menetapkan sebuah maskapai untuk memberangkatkan haji ke Makkah itu menurut Surya tidak hanya dilakukan oleh Kemenag sendiri, tetapi ada kerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Eksekusi akhir ada pada DPR.

“Kemenhub itu yang akan memuat kriteria, persyaratan sampai dengan estimasi penetapan harga, mereka punya pengetahuan tentang itu. Setelah itu dibahas bersama DPR,” kata politisi PPP itu.(detik.com)

Dibaca : 47 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/782

Disiapkan Kloter Lansia Pada Musim Haji 1434H

Penulis :
30 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Kementerian Agama tengah menyiapkan kloter khusus bagi jamaah usia lanjut (lansia) yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 1434 H/ 2013. Kloter untuk lansia ini akan mendapatkan fasilitas khusus dalam pelayanan kesehatan karena mereka termasuk jamaah beresiko tinggi (risti).

Demikian dikemukakan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Jakarta, Rabu (30/1). “Masa tinggal di Arab Saudi durasinya lebih pendek antara 20-25 hari, serta pemondokan lokasinya dekat Masjidil Haram,” kata Anggito dalam jumpa pers didampingi Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriatna, Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis dan Kapus Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi.

“Selain itu juga mereka akan mendapatkan bimbingan haji yang khusus, karena usia mereka nanti 83 tahun ke atas, yang merupakan usia risiko tinggi dan berbagai keterbatasan,” kata Anggito Abimanyu.

Menurut dia, demi meningkatkan pelayanan, dan keamanan bagi jamaah, maka pihaknya juga akan menambah petugas kesehatan dan petugas keamanan di Arab Saudi. Berbagai langkah ini, menurut dia, jelas menimbulkan konsekuensi penambahan biaya.

“Namun kami upayakan bahwa tambahan biaya penyelenggaraan itu, tidak akan menambah BPIH yang dibayarkan calon haji kita. Maka akan kita usulkan dana optimalisasi setoran awal, yang tahun lalu mensubsidi Rp 9 juta per orang, maka akan kita upayakan bisa mencapai Rp 12 juta per orang pada 2013,” papar mantan Direktur Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan ini.

Mengenai BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) tahun 2013, Anggito mengatakan, pemerintah baru memulai membahas dengan DPR RI. Diharapkan BPIH tahun ini tidak mengalami kenaikan dan dapat ditetapkan bulan April mendatang, dengan demikian lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang penetapannya jatuh pada bulan Agustus. (ks)

Dibaca : 210 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/781

Daftar Tunggu Calhaj Yogya Sampai 2025

Penulis :
30 Januari 2013

Yogyakarta (Sinhat) — Daftar tunggu  menunaikan ibadah haji untuk calon jamaah haji di DIY mencapai 13 tahun. Sehingga apabila tahun ini masyarakat DIY baru mendaftar untuk menunaikan ibadah haji, maka berangkat ibadah hajinya tahun 2025.

Hal itu dikemukakan Kepala Kanwil Kementerian Agama Maskul Haji pada wartawan usai  Peringatan Maulid Nabi Muahammad SAW Tahun 1434 H/2013 Masehi Jajaran Pemerintah Daerah DIY, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (29/1).

Selanjutnya dia mengatakan  BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 2013 sekarang baru dalam proses pembahasan di Komisi VIII DPR RI.” Kementerian agama sedang menyusun draft BPIH.  Kita tunggu saja mudah-mudahan bulan Juni-Juli BPIH sudah keluar. Sehingga waktu pelunasan BPIH lebih lama dan waktu manasik haji juga lebih lama,”tutur dia. Besaran BPIH DIY tahun 2012 yang masuk dalam  embarkasi Solo sebesar USD 3.617 .

Dia mengungkapkan setiap tahun DIY mendapat kuota haji sebanyak 3068 orang. Sehingga sekarang jumlah pendaftar untuk menunaikan ibadah haji di DIY sudah sekitar 39.884 orang.  Tahun lalu DIY tidak ada tambahan kuota, sedangkan tahun 2011 DIY mendapat tambahan kuota haji sebanyak 248 orang.

”Untuk tahun ini kami belum tahu apakah DIY mendapat tambahan kuota atau tdak. Kaena menunggu hasil diskusi dari DPR RI. Kalau Indonesia mendapat tambahan kuota haji maka DIY baru mengajukan tambahan kuota,”tutur dia.

Sementara itu Gubernur DIY Sultan dalam sambutan tertulis  yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX pada  Peringatan Maulid Nabi yang mengatakan  Esensi dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah. Sehingga buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana patut diteladani.

”Perilaku  akhlak mulia akhlakul kharimah yang mampu menebarkan rahmatan  lil’alamin, rahmat bagi semesta alam sekaligus memberikan tauladan kepada kita semua  untuk membangun tatanan kehidupan bernegara yang adil dan sejahtera,”kata Sultan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini ceramah yang disampaikan oleh  KH.Khosim Ali Musthofa dari Bimbingan Mental (Bintal) Rindam IX Diponegoro Magelang.(Rep)

Dibaca : 155 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/780

Dirjen PHU: Ingin Kelola Dana Haji, Wajib Tingkatkan Modal

Penulis :
30 Januari 2013


Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau bank syariah untuk meningkatkan modalnya bila ingin mengelola sepenuhnya dana haji. Per 31 Desember 2012, outstanding dana haji mencapai Rp 50 triliun.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, mengatakan bila modal bank syariah masih di bawah Rp 50 triliun, maka masih diragukan untuk mengelola dana haji. “Selama modal bank syariah masih di bawah Rp 50 triliun, maka belum trustee,” ujarnya dalam Seminar Pengelolaan Dana Umat dengan Prinsip Ekonomi Syariah, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (29/1).

Komitmen menambah modal, menurut Anggito, merupakan suatu bottle neck yang harus diikuti bank syariah. Mengingat pengalihan dana dari bank konvensional ke syariah dilakukan secara gradual.

Anggito mengatakan penyeimbangan penempatan dana akan dilakukan sejalan dengan kebijakan penjaminan dana jamaah di perbankan dan peningkatan kinerja bank syariah. Pengelolaan arus kas akan dilakukan bersama bank koordinator. “Integrasi sistem informasi sedang dilakukan untuk menghubungkan dana jamaah, dokumen dan keuangan,” ucapnya.

Lebih jauh ia menuturkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Keuangan Haji sedang difinalisasi untuk memisahkan kebijakan pengelolaan dana haji dalam lembaga badan layanan umum (BLU). “Pengelolaan dana haji akan dilakukan secara profesional, akuntabel, transparan dan amanah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Anggito mengatakan financial deeping di Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara tetangga. Saat ini aset perbankan syariah nasional terhadap PDB baru mencapai 40 persen, sedangkan nilai kapitalisasi pasar 65 persen terhadap PDB.

Menurutnya perlu pendalaman sektor jasa keuangan Indonesia melalui diversifikasi pendanaan, pengembangan produk-produk baru, seperti syariah dan membuka akses bagi yang belum memiliki kecukupan finansial. Dana-dana keuangan syariah meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, akses pasar keuangan, orientasi investasi ke produk syariah dan kesadaran masyarakat.

Selama ini dana-dana keuangan syariah di Indonesia, kata Anggito, bersumber dari pendapatan masyarakat, zakat, shadaqah, infaq, wadiah dan haji. Dana tersebut disimpan perbankan syariah, obligasi syariah, pasar modal dan instrumen syariah lainnya.

Pendapatan masyarakat yang disimpan di perbankan syariah meningkat, namun masih relatif kecil, yakni 5 persen dari perbankan konvensional. Demikian juga dengan penerbitan obligasi syariah oleh pemerintah maupun swasta masih sedikit.

Anggito menambahkan, dana-dana shadaqah, infaq dan wadiah selama ini tidak teridentifikasi dan tercatat dengan komprehensif. Padahal, dana haji mempunyai nilai manfaat yang besar untuk menggerakkan perekonomian Islam. “RUU Pengelolaan Keuangan Haji memberikan peluang investasi langsung akan meningkatkan nilai manfaat,” katanya.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi, menilai kekhawatiran Kemenag akan kesanggupan bank syariah mengelola dana haji sangat berlebihan. “Akan dicek apakah benar bank syariah tidak sanggup, toh dana haji cuma Rp 50 triliun,” ujar dia.

Pihaknya, ungkap Yuslam, telah membicarakan perihal pengelolaan dana umat ini dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Harus ada surat bahwa dana haji dijamin LPS agar betul-betul jelas,” katanya.(Rep)

Dibaca : 363 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/779

Daftar Tunggu Haji Purwakarta Hingga 2021

Penulis :
28 Januari 2013

Purwakarta (Sinhat) — Daftar tunggu haji di Kabupaten Purwakarta, mengular hingga 2021 mendatang. Kondisi tersebut, disebabkan tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji.

Minat masyarakat ini, tak berbanding lurus dengan kuota haji yang ditetapkan pemerintah. Kuota untuk Purwakarta sedikit, hanya 723 orang.

Kasi Urusan Haji Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Zaenal Mutaqien, mengatakan, kebijakan kuota ini sudah diatur oleh pemerintah. Selama ini, ada dua rumusan yang digunakan, makanya dapatlah kuota untuk Purwakarta sebanyak 723 orang.

Kuota tersebut, tentunya merujuk pada penetapan kuota Jabar.  “Kuota untuk Jabar 2012 yang ditentukan oleh pusat mencapai 37.366 orang,” kata Zaenal, Ahad (27/1).

Kuota Jabar tersebut, merupakan yang terbesar di Indonesia. Akan tetapi, bila Pemprov Jabar akan meminta kuota haji ditambah, pihaknya sangat setuju. Supaya, daftar tunggu haji khususnya di Purwakarta tak sepanjang seperti saat ini. Dengan kata lain, pihaknya setuju bila setiap tahunnya kuota haji tersebut menambah penambahan. Idealnya dua kali lipat.

Dari 26 kabupaten dan kota di Jabar, daftar tunggu haji yang paling banyak yaitu di Karawang. Sampai saat ini, daftar tunggunya sampai 2022 mendatang. Dengan kondisi tersebut, berarti minat masyarakat ini sangat tinggi. Karenanya, urusan haji ini menjadi persoalan tersendiri.

Apalagi, kebijakan kuota haji tersebut tak bisa dibuat sendiri oleh pemerintah. Melainkan, harus merujuk pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Seperti 2012 lalu, pemerintah Arab Saudi memberikan kuota kepada Indonesia sebanyak 211 ribu jamaah. Kuota itu, kemudian dibagi-bagikan ke masing-masing provinsi.

Porsi terbesar, tentunya diraih oleh Jabar. Bahkan, kuota haji Jabar lebih besar dari Jatim, yang hanya 32 ribu orang. Dengan porsi yang terbesar ini, tentunya masyarakat Jabar yang mendominasi para jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi.

Terkait dengan dana awal, lanjut Zaenal, masih tetap sama. Yaitu, Rp 25 juta. Dengan menyetorkan dana awal itu, calon jamaah haji itu sudah bisa mendapatkan kursi. Meskipun, kuncinya hanya satu. Yaitu, harus ekstra sabar dalam menunggu pemberangkatan.

Sementara itu, Yatinah Djuhara (62 tahun), warga asal Gg Beringin, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, mengaku, seharus pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai pendaftar haji ini. Seperti, memprioritaskan warga yang belum pernah berangkat haji. Selain itu, mempriotaskan juga pendaftar yang usianya di atas 50 tahun. (Rep)
 

Dibaca : 152 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/778

Sumsel Bangun Miniatur Kabah dan Pesawat Haji

Penulis :
28 Januari 2013


Palembang (Sinhat)–Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin akan melengkapi Asrama haji embarkasi Palembang dengan miniatur Kabah dan mock up pesawat haji.

Rencana pembangunan miniatur Kabah dan mock up pesawat haji tersebut disampaikan Gubernur Alex Noerdin pada acara dzikir bersama jemaah haji Al Raudhah 2012 dan calon jemaah haji Al Raudhah tahun 2013 di  Masjid Sempurna Igama, Plaju, Ahad (27/1).

Menurut Alex Noerdin, Asrama Haji Embakrasi Palembang merupakan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan asrama haji terbaik di Indonesia.

“Asrama ini satu-satunya asrama haji yang dikelola pemerintah daerah,” katanya.

Dalam pengembangannya ke depan, Alex Noerdin menjelaskan, di dalam komplek asrama haji akan dibangun miniatur Kabah yang mirip dengan ukuran sebenarnya yang di Mekkah.

“Ini dilakukan agar jamaah haji asal Sumatera Selatan terbiasa dalam melakukan manasik,” tambah Alex Noerdin.

Selain miniatur Kabah, menurut Gubernur Sumsel, perusahaan Garuda Indonesia juga akan menyumbang satu contoh pesawat yang akan jadi mock up pesawat haji, yang berguna untuk melatih jemaah selama dalam penerbangan keberangkatan maupun kepulangan dari menunaikan ibadah haji.

“Di pesawat ini jamaah akan dilatih untuk memasang safety belt dan menggunakan toliet di pesawat. Jadi kita berikan latihan dahulu bagi calon jamaah yang belum terbiasa naik pesawat dan jika lulus baru diberikan sertifikat sudah bisa melaksanakan ibadah haji,”  kata Alex Noerdin.

Untuk membenahi Asrama Haji Embarkasi Palembang menjadi asrama haji terbaik dan terlengkap di Indonesia, menurut Alex Noerdin di komplek asrama haji akan dibangun hotel syariah,.

”Di lantai bawah hotel akan dilengkapi restoran yang menyajikan menu makanan Arab dengan tujuan agar calon jamaah haji terbiasa dengan menu di Tanah Haram, Makkah dan Madinah,” ujarnya menambahkan. (Rep)
 

Dibaca : 286 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/777

Menag: Ada Badan Khusus, 1000 Persen Haji ‘Chaos’

Penulis :
25 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Wacana pembentukan badan khusus haji menguat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menteri Agama Suryadharma Ali menilai badan khusus haji itu hanya omong kosong.

Menurutnya, gagasan badan khusus haji tidak memertimbangkan hal-hal kecil yang dampaknya besar di Indonesia. Bahkan, menurut Suryadharma, pihaknya sangat yakin kalau penyelenggaraan haji diurus badan baru, justru akan lebih kacau.

“Seribu persen ‘chaos’ kalau ada sistem baru dan badan baru untuk haji,” kata Suryadharma Ali saat pembukaan Tasyakur Haji dan Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (23/1) malam.

Suryadharma menambahkan, penyelenggaraan haji sangat unik. Tidak boleh diselenggarakan secara serampangan. Menurutnya, gagasan badan khusus haji muncul karena hanya melihat masalah yang terjadi di Arab Saudi. Padahal, kata dia, penyelenggaraan haji sudah dimulai sejak dari tingkat kecamatan di Indonesia.

Menteri Agama membantah kalau penyelenggaraan haji tahun ini masih dinilai kacau. Menurutnya, sudah banyak perbaikan dalam penyelenggaraan haji sampai sekarang. Sukses itu, tambah Suryadharma, bukan menyelesaikan pekerjaan tanpa ada masalah.

Namun, bagaimana menyelesaikan masalah dalam suatu pekerjaan. Artinya, penyelesaian masalah dalam penyelenggaraan haji bukan dengan membuat badan baru, tapi memerbaiki sistem yang sudah ada.

Kementerian Agama, tambah Menteri dari politisi Partai Persatuan Pembangunan itu, sudah sangat profesional dalam penyelenggaraan haji. Sebab, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh sudah puluhan tahun mengemban tugas itu.

Suryadharma Ali menilai pembuatan badan khusus belum ada keunggulannya. Bahkan, pembentukan badan khusus itu hanya akan membuat banyak masalah. Meskipun masalah kecil dan teknis, namun dapat berpengaruh besar dalam penyelenggaraan.

“Kalau dibuat badan khusus baru, siapa yang akan menggaji? Berkantor dimana badan itu?” tegas Menteri Agama.

Dengan adanya badan khusus, justru akan membebani jamaah kalau gaji diambil dari nilai manfaat. Akan membebani APBN juga kalau dibebankan pada negara. Lalu, harus membuat kantor yang banyak sampai tingkat kecamatan untuk mengurusi calon jamaah haji seperti yang sudah dilakukan Kementerian Agama di tiap satuan kerja di 6000an Kecamatan di Indonesia, tegas Suryadharma Ali.

Sebelumnya, wacana pemmbentukan badan khusus haji menguat di Komisi VIII DPR RI. Menurut anggota komisi VIII dari Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Jamil, sebagian anggota komisi VIII sepakat dibentuk badan khusus untuk menyelenggarakan haji. Hal itu untuk menyelesaikan masalah yang selalu berulang setiap penyelenggaraan ibadah haji.

“Masih wacana di Komisi VIII, belum jadi RUU,” kata Nasir Jamil pada Republika.

Saat ini DPR masih menyusun naskah akademis dari badan khusus tersebut. Dengan mendatangkan ahli agar memberi masukan pada gagasan badan khusus. Bahkan, komisi VIII sudah membuat Panja pembentukan badan khusus haji ini.(Rep/Agus R)

 

Dibaca : 509 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/776

Menag: PP Tentang DAU Sudah Ada

Penulis :
24 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). Namun untuk memanfaatkan dana  masih menunggu pembentukan sebuah badan khusus yang mengelola dana dari hasil efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji itu.

“Ada satu persyaratan yang belum selesai, harus ada Badan Pengelola DAU, PPnya sudah terbit,” kata Menteri Agama saat memberi sambutan pada acara Tasyakur Haji 2012 dan Musyawarah Nasional Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (23/1) malam.

Menag mengatakan, penggunaan DAU harus tepat sasaran,  yang lebih bermanfaat bagi umat. Jangan sampai uang ini dipakai untuk program abstrak seperti untuk rapat, pembinaan dan sebagainya.

Ia juga  mengatakan, jumlah dana yang terkumpul dalam DAU dari tahun ke tahun terus bertambah. “Waktu saya dapat tugas pertama Rp 1,7 trilyun. Sekarang sudah 2,2 trilyun, duitnya ada, saya berencana bikin masjid,” katanya.

“Kalau dana sebesar Rp 2,2 trilyun, manfaatnya 5-7 persen berarti Rp 120 milyar pertahun. dalam satu tahun bisa dibangun 120 masjid, sehingga dalam jangka 8 tahun ada 1.000 masjid,” jelas Suryadharma Ali.

Menag juga mengatakan, dana subsidi dari dana optimalisasi bagi setiap jamaah dari  tahun ke tahun meningkat. “Subsidi dari dana manfaat setoran awal bagi jamaah akan terus kita tingkatkan,”  ujarnya Ia mencontohkan, pada 2009 hanya 27 persen jamaah yang pemondokannya berada di jarak 2.000 meter ke bawah dari Masjidil Haram.

Pada 2010, kata dia, jamaah yang pemondokannya mendapat subsidi dari dana optimalisasi haji meningkat menjadi 65 persen. Begitu pula subsidi untuk setiap jamaah dari dana optimalisasi haji untuk pemondokan pada 2011 meningkat. ‘’Pada 2011 dan 2012, seluruh pemondokan jamaah haji reguler berada di Ring I, yakni 2.500 meter ke bawah,’’ ungkap Menag.

Ia mencontohkan, biaya sewa pemondokan yang dibayar jamaah pada 2011 mencapai 3.150 riyal, padahal harga sewa mencapai 3.700 riyal. Setiap jamaah mendapat subsidi sebesar 550 riyal.   Tahun 2012, jamaah hanya membayar sewa pemondokan sebesar 3.100 riyal, padahal sewa pemondokan mencapai 4.300 riyal. 

Menurut Menag, jika pada 2011 jamaah masih dibebankan membayar general service fee  sebesar 100 dolar  AS dari total biaya sebesar 277 dolar AS, maka Musim Haji 2012 ditanggung sepenuhnya oleh dana optimalisasi. ‘’Itu berarti subsidi yang diterima jamaah semakin meningkat,’’ paparnya..

Selain itu, setiap jamaah juga mendapat subsidi untuk biaya katering, asuransi, biaya pembuatan paspor. ‘’Semua digratiskan, karena ditanggung dari dana optimalisasi setoran awal,’’ kata dia. Pihaknya berjanji subsidi untuk jamaah pada musim haji 2013 akan terus ditingkatkan.

Terlebih, kata dia, biaya sewa pemondokan akan terus naik. ‘’Tak ada istilah sewa pemondokan turun,’’ ucap Menag. Apalagi, tutur dia, saat ini Pemerntah Arab Saudi sedang gencar melakukan perluasan Masjidil Haram. Karena itu pemerintah harus mengelola dana optimalisasi ini agar meringankan jamaah haji. Sehingga, manfaatnya menjadi lebih besar.

Tasyakur Haji 2012 dan Munas ASBIHU NU yang berlangsung 23-24 Januari diikuti ratusan peserta, hadir pada acara tersebut mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan, Ketua Umum ASBIHU NU KH Manarul Hidayat, Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Cepi Supriatna, Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono dan Kakanwil Kemenag prov DKI Jakarta Ahmad Murtadho. (ks)

Dibaca : 74 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/775

Selamat Jalan Pak Ghafur

Penulis :
20 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, telah wafat Bapak Abdul Ghafur Djawahir Pada Hari Ahad, 20 Januari 2013, Pukul 22.22 WIB di RS  Dharmais, karena sakit.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jln.H.Amit Rempoa, Ciputat, Tanggerang Selatan. Akan dimakamkan hari ini, ba’da zuhur, di pemakaman Tanah Kusir, Jaksel.

Almarhum merupakan salah satu pejabat karir di lingkungan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, yang memasuki masa pensiun 2-3 tahun yang lalu dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Pria kelahiran Pekalongan, 1 Maret 1954 ini merupakan sosok senior yang telah 27 tahun berkecimpung di bidang perhajian. Abdul Ghafur mulai masuk ke bidang perhajian pada tahun 1976 saat dia diterima kuliah di Universitas al Azhar, Kairo. Pada saat liburan musim panas, Abdul Ghafur pergi ke Jeddah untuk melaksanakan haji. Selama tiga bulan di Jeddah, Abdul Ghafur juga bekerja sebagai temus.

Sekembalinya Abdul Ghafur ke Tanah Air, ada beberapa kantor yang memintanya untuk menjadi pegawai salah satunya adalah Gubernur Tjokropranolo (Gubernur DKI Jakarta). Abdul Ghafur akhirnya diterima di Departemen Agama di bagian Humas.

Tidak berapa lama kemudian, Burhani Tjokrohandoko menarik Abdul Ghafur untuk dijadikan sebagai Sekretaris Pribadi untuk Dirjen Haji. Perjalan karir beliau dari jenjang paling bawah, membawanya hingga menjadi pejabat eselon II di lingkungan Ditjen PHU, termasuk pejabat terlama yang banyak memahami berbagai kebijakan perhajian.

Abdul Ghafur oleh sejumlah wartawan dinilai sebagai “buku pintar haji” karena pengetahuan beliau tentang perhajian sangat luas dan dalam. Dan beliau sangat mudah dihubungi wartawan saat dimintakan konfirmasi tentang perhajian tanpa mengenal waktu.

Selamat jalan Pak.Ghofur…Doa kami selalu menyertai. (ts)
 

Dibaca : 84 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/774

Dirjen Anggito Lantik 10 Pejabat Haji

Penulis :
14 Januari 2013

Jakarta (Sinhat) — Pelantikan pejabat di lingkungan Direktorat Penyelenggaraan haji dan Umrah, Kementerian Agama, berlangsung dengan baik. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menjelaskan rotasi pegawai di lingkungan direktorat jenderal penyelenggaraan haji dan umrah, merupakan kegiatan biasa. “Rotasi itu biasa. Dan, ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi,” katanya usai melantik 10 pejabat eselon III Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, di lantai enam, Gedung Utama Kementerian Agama Lapangan Banteng, Senin pagi (14/01). Setelah eselon III, ucap dia, akan menyusul esolon IV. “Tunggu saja. Yang pasti tak lama lagi,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Anggito kembali menyampaikan sementara ini belum ada eselon III yang naik menjadi eselon II. “Tidak ada. Ini hanya mutasi saja,” jelasnya lagi. Mereka yang dilantik itu, sambung dia, yakni : Ariyanto, yang sebelumnya Kasubdit Pelaksana Anggaran Opreasional Haji kini menduduki pos sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan. Ali Rokhmat, yang sebelumnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, dipercaya menduduki kursi Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji. Ahda Barori, sebelumnya Kasubdit Pembinaan Haji Khusus dipindahkan menjadi Kasubdit Pembinaan Petugas Haji. Khoirizi sebelumnya Kasie Pengawasan PIHK, naik tingkat ke eselon III menjadi Kasubdit Pembinaan Haji Khusus, Triganti Harso sebelumnya Kasubdit Pembinaan Petugas Haji ditugaskan memimpin Kasubdit Pembinaan Umrah, Amin Akkas sebelumnya Kepala Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu dipercaya menduduki pos Kasubdit Pendaftaran Haji, Supardi sebelumnya Kasubdit Akomodasi dan Katering Haji dimutasi ke Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji. Subhan Cholid, sebelumnya Home Staf di TUH dipercaya menduduki kursi Kasubdit Akomodasi dan Katering Haji. Elmiyati, sebelumnya Kasubdit Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji, dipercaya sebagai Kasubdit Pelaksana Anggaran Operasional Haji. M. Sofwan sebelumnya Kasie Perbendaharaan Dana Haji naik ke eselon III sebagai Kasubdit Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji. (Rio)

Dibaca : 216 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/773

Hasan Basri: BPK Tidak Temukan Aliran Dana Haji Ke Rekening Pribadi

Penulis :
09 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Wakil Ketua BPK, Hasan Basri menegaskan bahwa BPK tidak menemukan adanya aliran dana haji ke rekening pribadi. Penegasan ini disampaikan Hasan Basri ketika diwawancari Radio Elshinta dan disiarkan, Rabu (09/12). “Sejauh ini kami tidak menemukan itu, bahwa ada aliran dana ke rekening pribadi,” tegas Hasan.

Hasan justru menanyakan yang dimaksud dengan pribadi itu seperti apa? Menurutnya, bisa saja ada nama seseorang dalam sebuah rekening, namun itu disebabkan melekat kedudukan atau jabatannya. “Misalnya, nama saya tercantum, tetapi sebagai bendahara, itu kan bisa saja,” terang Hasan.

Namun, Hasan menjelaskan, jika rekening pribadi itu dalam artian prifat, tentu menurut aturan keuangan negara tidak boleh. Berdasarkan UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dana haji masuk kategori keuangan negara. Sebab, itu merupakan dana masyarakat yang dikuasai oleh negara dalam rangka memberikan layanan umum.

“Kalau sampai terjadi persoalan, maka negara yang harus menanggung semuanya. Karena itu, dana haji masuk kategori dana masyarakat yang dikelola oleh Pemerintah dan itu salah satu unsur keuangan negara,” jelas Hasan.

Oleh karena masuk kategori keuangan negara, tata cara pengelolaan dana haji harus mengikuti kaidah pengelolaan keuangan negara. Artinya, tidak boleh masuk ke rekening pribadi, tetapi harus rekening official atau rekening kedinasan.

Ketika ditanyakan kembali bahwa apakah dari proses audit yang dilakukan sejak 2005-2010 terhadap laporan keuangan Kementerian Agama, BPK tidak menemukan transaksi-transaksi mencurigakan,

Hasan kembali menegaskan, dia tidak menemukan hal itu. Adapun terkait transaksi valas, Hasan menjelaskan bahwa memang ada sebagian dana yang ditukarkan dengan valas. Namun, hal itu karena Kementerian Agama memang membutuhkan valas, terutama real Arab Saudi.

Menurut Hasan, untuk memperoleh valas dengan nilai tukar yang paling optimal, Kemenag melakukan semacam “beauty contest” atau biding terbatas di antara bank-bank Pemerintah. Biding ini dilakukan untuk memperoleh bank yang paling kompetitif dalam menyediakan valas. Sebab, menyediakan valas dalam jumlah yang sangat besar juga perlu persiapan tersendiri bagi bank yang bersangkutan.

Ketika ditanya apakah temuan PPATK bisa dijadikan landasan bagi auditor BPK dalam proses audit mendatang, Hasan menjelaskan bahwa PPATK merupakan lembaga semacam financial intelligence, di mana informasi yang diperoleh tidak mudah diakses oleh BPK.

“Kami perlu permohonan tersendiri dan terkadang kalau kami minta kepada PPATK, mereka memberikan tapi dengan catatan tidak boleh dipublikasikan,”terang Hasan.

Hal itu, lanjut Hasan, menyulitkan BPK. Sebab, laporan BPK harus disampaikan kepada DPR dan itu artinya terbuka. “Kalau PPATK menemukan hal-hal yang dicurigai, disampaikan saja kepada aparat penegak hukum. Sebab, bagi aparat penegak hukum, informasi itu tidak untuk dipublikasikan, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk penyelidikan dan penyidikan,” tutup Hasan. (mkd)

Dibaca : 466 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/769

Kementerian Agama Wacanakan Kloter Khusus Lanjut Usia

Penulis :
08 Januari 2013

Jakarta (Sinhat) — Keberadaan jamaah haji lanjut usia tetap menjadi perhatian Kementerian Agama. Bahkan, jajaran yang dipimpin Suryadharma Ali itu merencanakan akan mengoptimalkan pelayanan kepada calon jamaah haji yang masuk dalam kategori rusia lanjut. Sekretaris Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, H. Cepi Supriatna menjelaskan tahun ini Kementerian Agama berupaya meningkatkan pelayanan kepada calon jamaah haji berusia lanjut. “Mekanismenya sedang dibahas. Ada yang mengusulkan mau dibentuk kloter khusus lanjut usia. Yang pasti, sekarang, sedang dikaji. Dan, saya berharap, ini bisa segera terwujud,” terang Cepi disela-sela rapat koordinasi kajian tentang pembentukan kloter lanjut usia di salah satu hotel terkemuka di Jakarta Pusat, Selasa (08/01).

Sementara, Direktur Pelayanan Haji dan Umroh, Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis menerangkan calon jamaah haji yang masuk kategori usia lanjut, berusia 83 tahun ke atas. “Rata-rata di usia segitu kemampuan fisik jamaah menurun. Nah, mereka ini masuk kategori resiko tinggi. Jadi, sudah jadi tugas pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada mereka.,” tukasnya.

Kegiatan ini, sambung dia, dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama beserta Kepala Bidang Haji di 15 embarkasi : Jakarta, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Gorontalo, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Rio)

Dibaca : 170 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/768

Menag Siap Mundur, Jika Badan Khusus Haji Dibentuk

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. “Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Suryadharma saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Menag mengatakan, badan Khusus urusan haji direncanakan akan dibentuk karena pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional,” jelasnya.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu.Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Suryadharma, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Kalau memang badan khusus itu terbentuk, saya mundur,” katanya.

Suryadharma juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji.(ant)

Dibaca : 259 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/766

Menag Siap Mundur, Jika Badan Khusus Haji Dibentuk

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. “Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Suryadharma saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Menag mengatakan, badan Khusus urusan haji direncanakan akan dibentuk karena pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional,” jelasnya.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu.Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Suryadharma, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Kalau memang badan khusus itu terbentuk, saya mundur,” katanya.

Suryadharma juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji.(ant)

Dibaca : 259 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/766

Menag: Pelayanan Haji Selalu Meningkat

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pelayanan haji oleh Kementerian Agama dari tahun ke tahun selalu meningkat. Karena itu dia tidak sependapat apabila pelayanan bagi umat untuk menunaikan rukun Islam kelima dilakukan oleh sebuah badan khusus.

“Saya siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Menag saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 67 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Wacana pembentukan badan khusus urusan haji digulirkan oleh pihak-pihak yang menilai pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional?” tandas Menag.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu. Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Menag, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Walau badan khusus itu bertanggungjawab terhadap Menteri Agama, saya mundur, andai bertanggungjawab kepada Presiden, saya mundur,” ucapnya.

Ia juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji. (ks)

Dibaca : 496 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/765

Menag: Pelayanan Haji Selalu Meningkat

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pelayanan haji oleh Kementerian Agama dari tahun ke tahun selalu meningkat. Karena itu dia tidak sependapat apabila pelayanan bagi umat untuk menunaikan rukun Islam kelima dilakukan oleh sebuah badan khusus.

“Saya siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Menag saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 67 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Wacana pembentukan badan khusus urusan haji digulirkan oleh pihak-pihak yang menilai pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional?” tandas Menag.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu. Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Menag, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Walau badan khusus itu bertanggungjawab terhadap Menteri Agama, saya mundur, andai bertanggungjawab kepada Presiden, saya mundur,” ucapnya.

Ia juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji. (ks)

Dibaca : 496 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/765

Ratu Dangdut Dukung Penertiban Umrah MLM

Penulis :
04 Januari 2013

Jakarta (Sinhat) — Potensi penipuan umrah dengan sistem Multi Level Marketing (MLM) cukup besar. Ratu dangdut Elvi Sukaesih mendesak pemerintah turun tangan untuk menertibkan maraknya umrah berkedok MLM. “Ibadah itu jangan dibikin main-main. Jelas, sistem berantai atau lazim dikenal dengan nama MLM itu menodai semangat ibadah umrah umat Islam,” tukasnya usai menjadi bintang tamu di acara kegiatan malam tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke 67 tahun, Kamis malam (03/13).

 

Penyanyi berwajah cantik itu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terpikat oleh penyelenggara ibadah haji atau umrah dengan sistem multi level marketing (MLM) atau sistem berantai. Karena, sambung dia, sistem itu memiliki memiliki potensi penipuan yang tinggi. “Sering dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ada pihak yang bisa berangkatkan umrah Rp 3,6 juta, haji Rp5 juta dengan cara berantai. Ini yang kita sesalkan. Ibadah kok dibikin sistem MLM,” katanya. Acara ini juga diikuti berbagai kepala daerah. Antara lain : Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan,” tukasnya. Minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah lewat jalur MLM, sambung Elvi cukup besar. “Alasannnya, biaya lebih murah ketimbang dengan biaya haji atau umrah travel resmi.(Rio)

Dibaca : 50 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/764

Menag: Kalau Data PPATK Soal Dana Haji Benar, Saya Berhenti Sekarang

Penulis :
04 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga ada ketidaktransparanan pengelolaan ongkos naik haji Rp 80 triliun di Kementerian Agama. Menteri Agama Suryadharma Ali meyakini PPATK mendapatkan data yang salah.

“Silakan dibuktikan. Kalau Rp 80 triliun benar, saya berhenti sekarang!” kata Suryadharma usai meresmikan gedung kantor baru Inspektorat Jenderal Kementerian Agama di Jalan RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2012).

Ketua Umum PPP itu yakin data yang disebut oleh PPATK adalah data yang keliru. Dia mempertanyakan dari mana PPATK mendapatkan data tersebut. “PPATK nggak ngerti dia dapat info yang salah. Dana itu tidak lebih Rp 50 triliun, malah mungkin belum sampai. Saya bingung, dia dapat data dari mana, bingung minta ampun,” ujarnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang melakukan audit biaya ibadah haji. PPATK menduga adanya ketidaktransparanan dalam penggunaan Ongkos Naik Haji (ONH).

“Saat ini kita sedang mengaudit biaya haji. Kita berpendapat ada yang tidak transparan,” kata Kepala PPATK, M Yusuf, di Kantor PPATK, Jalan H Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).

Yusuf mengatakan sejak 2004 hingga 2012 ada sekitar Rp 80 triliun uang Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dengan sebesar Rp 2,3 triliun pertahun. Namun dengan uang dana sebesar itu, fasilitas haji yang diberikan pemerintah kepada jamaah masih kurang memadai.

Menurutnya, seharusnya dengan biaya sebesar itu jamaah haji mendapat fasilitas yang lebih baik. Selama ini jamaah Indonesia mendapat penginapan yang jauh dari Masjidil Haram.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu telah membantah dana penyelenggaraan haji mencapai Rp 80 triliun. “Outstanding dana setoran awal BPIH hingga 19 Desember 2012 berjumlah Rp 48,7 triliun, termasuk nilai manfaat (bunga, bagi hasil dan imbal hasil) sebesar Rp 2,3 triliun,” kata Anggito di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Dana manfaat tersebut, dialokasikan untuk mengurangi BPIH untuk biaya pemondokan Mekkah, Madinah, Jeddah, pelayanan umum di Saudi Arabia, katering dan transportasi, pengurusan paspor, pelayanan embarkasi, bimbingan, buku manasik, asuransi, operasional haji dalam dan luar negeri lainnya. Selain itu, hasil efisiensi dari operasional penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun dimasukkan ke rekening Dana Abadi Umat (DAU).

“Hingga hari ini akumulasi DAU berjumlah Rp 2,2 triliun,” papar Anggito.(detik.com)

Dibaca : 248 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/763

Kemenag Minta PPATK Jelaskan Soal Temuan Mencurigakan Dana Haji

Penulis :
03 Januari 2013

Jakarta(Sinhat)– Kementerian Agama mengklarifikasi kecurigaan PPATK soal pengelolaan dana haji. Kemenag akan segera menyurati PPATK untuk meminta penjelasan.”Kami akan kirimi surat minta kejelasan,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Anggito Abimanyu, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Menurut Anggito, pengelolaan dana haji selama ini sudah sesuai aturan yang berlaku. Pengawas internal di Kemenag juga tak menemukan adanya penyimpangan. “Tidak ada temuan dari pihak pengawas,” ujarnya.

Mengenai kecurigaan terkait penukaran valuta asing untuk penyelenggaraan haji, Anggito mengatakan hal itu dilakukan dengan pelelangan terbuka. Valuta asing yang ditukar juga digunakan untuk biaya hidup jamaah selama di Arab Saudi.

“Pengadaan valuta asing tersebut dilakukan BPS devisa dengan metode pelelangan terbatas dengan prinsip efisiensi beban jamaah,” paparnya.

Begitu juga dengan kecurigaan penggunaan dana jamaah untuk pembelian kendaraan operasional, Anggito membantah. “Pengadaan dana untuk rehabilitasi kantor dan membeli kendaraan operasional dilakukan tahun 2009 dan 2011 dengan sumber dana dari BPIH atas persetujuan DPR,” tuturnya.

Untuk menjawab semua kecurigaan PPATK, Kemenag berharap mendapat penjelasan langsung dari PPATK. Anggito berharap surat yang akan dikirimkan ditanggapi dengan baik. “Kami berharap PPATK dapat bekerja sama dengan Kementerian Agama khususnya Dirjen PHU,” pungkasnya.(detik.com)

Dibaca : 190 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/762

Penjelasan Dirjen PHU Soal Kecurigaan PPATK Terhadap Dana Haji

Penulis :
03 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), M Yusuf, menyebut adanya kejanggalan pengelolaan dana haji. Merasa telah melakukan pengeloloan dana haji dengan baik, Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (DJPHU) mempertanyakan temuan PPATK tersebut.

PPATK menyoroti pengelolaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) oleh Kemenag. Berdasarkan temuan PPATK, dari dana penyelenggaran ibadah haji yang mencapai Rp 80 triliun, ada bunga sebesar Rp 2,3 triliun yang tak jelas pemanfaatannya.

Menanggapi temuan itu Dirjen PHU, Anggito Abimanyu membantah dana penyelenggaraan haji mencapai Rp 80 triliun. “Outstanding dana setoran awal BPIH hingga 19 Desember 2012 berjumlah Rp 48,7 triliun, termasuk nilai manfaat (bunga, bagi hasil dan imbal hasil) sebesar Rp 2,3 triliun,” kata Anggito di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Dana manfaat tersebut, dialokasikan untuk mengurangi BPIH untuk biaya pemondokan Makkah, Madinah, Jeddah, pelayanan umum di Saudi Arabia, katering dan transportasi, pengurusan paspor, pelayanan embarkasi, bimbingan, buku manasik, asuransi, operasional haji dalam dan luar negeri lainnya.

Selain itu, hasil efisiensi dari operasional penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun dimasukkan ke rekening Dana Abadi Umat (DAU). “Hingga hari ini akumulasi DAU berjumlah Rp 2,2 triliun,” papar Anggito.

Nilai manfaat itu juga tak bisa dibelikan apartemen seperti yang dikatakan M Yusuf. Anggito mengatakan pemerintah Saudi Arabia tidak memperbolehkan adanya kepemilikan asing pada aset/properti seperti perumahan. “Yang bisa dilakukan adalah melakukan penyewaan perumahan jangka panjang dan pada saat ini kita sedang menjajaki hal tersebut,” tutur Anggito.

“Pemondokan (Indonesia) Makkah dari dan ke Masjidil Haram telah relatif dekat, yakni maksimal 2,5 km,” imbuhnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang melakukan audit biaya ibadah haji. PPATK menduga adanya ketidaktransparanan dalam penggunaan Ongkos Naik Haji (ONH).

“Saat ini kita sedang mengaudit biaya haji. Kita berpendapat ada yang tidak transparan,” ujar M Yusuf di kantornya kemarin, Rabu (2/1).(detik.com)

Dibaca : 445 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/761

14 Siskohat Tingkat Dua Kalimantan Tengah Online

Penulis :
25 Desember 2012

 

Ubaidillah Ahmad mengungkapkan Siskohat di tingkat provinsi online. Begtitu juga, kata dia, dengan Siskohat di tingkat kabupaten dan kota. “Di sini ada 14 kabupaten dan kota. Yakni Kota Waringin Barat, Lamandau, Seruyan, Kota Waringin Timur, Katingan, Palangkaraya, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya dan Sukamara. Bagi yang hendak mengetahui informasi seputar ibadah haji, persoalan pendaftaran ibadah haji, daftar tunggu, dan jadwal pemberangkatan haji, dapat mengaksesnya secara langsung di Siskohat,” tuturnya. 

Dibaca : 361 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/760

Kementerian Agama Dorong 5 Pilar Perbaikan Haji

Penulis :
22 Desember 2012

 Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menegaskan Kementerian Agama membuka diri untuk menerima pemikiran cerdas dari penggiat haji dan umrah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam melayani jamaah haji. Dewasa ini, ucap Anggito, tantangan penyelenggaraan haji makin besar.

“Untuk menghadapinya, tahun depan, pemerintah menggelar 5 pilar perbaikan haji. Yakni : reformasi birokrasi, optimalisasi pengelolaan dana haji, modernisasi sistem informasi haji, peningkatan manasik haji, dan revitalisasi asrama haji dan aset-aset haji,” ucapnya saat menghadiri seminar nasional Haji Bertajuk  “Perhajian: Evaluasi dan Tantangan” di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu pagi (22/12). Diakui Anggito, akhir-akhir ini, dari lima pilar di atas,  yang paling disorot publik dalam penyelenggaraan haji, adalah menajemen pengelolaan dana haji.

“Dana haji yang tersimpan dari hasil setoran awal jamaah kurang lebih sekitar 43,5 trilyun rupiah.Pengelolaan outstanding dana haji sebesar itu untuk mengurangi beban jemaah dalam membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji. Jadi, subsidi biaya itu diberikan untuk peningkatan pelayanan,” katanya.

Pengelolaan dana, sambung Anggito, diprioritaskan penempatannya melalui instrumen investasi berbasis syariah. “Ditempatkan di sana supaya nilai manfaat buat jamaah bisa optimal. Ujrahnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitas jemaah secara langsung (direct cost). Langkah ini akan menghasilkan multiplier effect, antara lain adalah memperluas basis pembiayaan anggaran negara. Dan, mendorong pertumbuhan pasar keuangan syariah di Indonesia,” ucapnya.

Untuk itulah, ungkap dia, diperlukan  sistem pengelolaan dana, karena semakin banyak dana itu terkumpul, nanti akan semakin rumit. “Terutama menjaga pengelolaan dana haji itu agar amanah, jauh dari fitnah. Dan, tentunya tidak merugikan jamaah,” jelasnya lagi.!–EndFragment–

Dibaca : 232 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/759

Benahi Pelayanan Haji Anggito Rangkul Sesepuh Haji

Penulis :
21 Desember 2012

 

Sambut tahun baru, belasan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama, menggelar ramah tamah dengan beberapa mantan Dirjen PHU antara lain : KH Amidhan, Ghazali, Mubarok, Taufik Kamil dan Slamet Riyanto. Tak ketinggalan juga, ikut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Yogyakarta, Maskul Haji. Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Dirjen PHU Anggito Abimanyu memaparkan pentingnya seorang pemimpin bersinergi dan meminta pendapat kepada yang lebih tua. “Keberhasilan suatu organisasi tidak akan berhasil kalau tidak ada sinergi serta komunikasi antara senior dan junior. Bagaimana pun juga saya adalah manusia biasa. Masukan-masukan dari para sesepuh haji sangat kami perlukan. Sebab, masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Dan, tantangan makin berat. Sehingga, perlu lebih keras lagi bekerja, untuk melayani umat. Khususnya, tamu-tamu Allah yang ingin pergi haji ke Tanah Suci,” ucap Anggito saat memberikan sambutan di hadapan pejabat eselon IV,III, II dan lima mantan Dirjen PHU di hotel Plaza Yogya di Gejayan, Yogyakarta, Jum’at malam (21/12).  

Anggito menambahkan sifat jamaah memang selalu ingin pelayanan yang baik. Dan, pondokan lebih dekat dengan Masjidil Haram. “Dikasih yang baik masih kurang. Diberi pondokan yang dekat, masih kurang. Itu memang sunnatullah. Sifat manusia memang begitu. Tapi, sebagai pengikut Rasulullah SAW dan pelayan tamu-tamu Allah tidak boleh putus asa. Sebab, melayani tamu-tamu Allah jelas, pahalanya luar biasa. Dan, ini pekerjaan paling mulia. Karena, ganjarannya surga,” imbuhnya.

Untuk mencapai itu, kata dia, pemerintah mencanangkan lima program. ”Pertama, reformasi birokrasi. Untuk menjalankan program ini saya tegaskan, saya masih memegang prinsip lebih baik melakukan pembinaan internal. Ketimbang mengambil orang dari luar. Yang kedua, melaksanakan renumerasi berdasarkan reputasi dan beban pekerjaan. Jadi, renumerasi diberikan atas dasar beban pekerjaan dan reputasi. Ketiga, reformasi sektor keuangan. Ini diarahkan untuk mengelola dana haji yang disimpan pemerintah menjadi bermanfaat untuk jamaah. Misalnya, melakukan investasi 44 trilyun dana setoran awal haji serta Dana Abadi Umat (DAU) dengan aman dan layak. Tentunya, di dalamnya juga ikut melibatkan sektor perbankan,” jelasnya.

Untuk mengarah ke sana, ucap dia, perlu payung hukum. “Dan, alhamdulillah, 2013 nanti, sudah ada payung hukumnya. Sehingga, bisa digunakan untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya buat jamaah,” katanya. Keempat, lanjut Anggito, percepatan menuju jamaah haji mandiri. “Salah satunya dengan pembuatan video manasik haji lengkap untuk bahan belajar praktis jamaah. Sehingga, jamaah bisa belajar manasik sendiri di rumah. Dan, kelima, perlu perbaikan dan pembinaan kepada petugas haji dan KBIH.,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Anggito juga menambahkan, akan memperbaiki pengelolaan asrama haji. “Pencatatan asetnya masih buruk. Dan, pengelolaannya masih bermasalah,” katanya. Karena demikian, ucap dia, ke depan, asrama haji akan dijadikan Badan Layanan Umum (BLU).  “Dari 13 asrama haji yang ada, 5 asrama haji akan dijadikan pilot project. Yakni Aceh, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Jogja.  Revitalisasi asrama haji diperlukan. Sehingga, aset tidak mengalami penurunan nilai,” ungkapnya. Bahkan, kata Anggito, yang menyedihkan, ada asrama haji yang status hukumnya masih dipertanyakan. “Ini menyedihkan,” tutur Anggito prihatin. Kembali disampaikan Anggito, pemerintah sedang mengupayakan penerbangan haji yang murah. “Tolong doakan, agar rencana ini berhasil. Kalau perlu, dari dana haji yang dikelola dengan baik itu, nanti bisa digunakan untuk membeli pesawat. “Ke arah sana ada. Dan kuat. Tapi, masih dikaji. Termasuk, rencana untuk menggunakan hasil investasi dana haji buat persiapan pemondokan di Makkah,” katanya lagi.

Anggito kembali menegaskan musim haji mendatang pemerintah akan menghapus Transito Jeddah. “Dihapus karena kurang terawasi. Dan banyak menimbulkan masalah,” katanya. Termasuk, kata dia, pemerintah akan melarang dengan tegas segala bentuk bisnis Multi Level Marketing (MLM) berkedok haji dan umrah. “MLM itu tidak boleh. Kami akan pantau. Ketahuan akan dicabut dan akan kami laporkan ke polisi. Karena, nilai haji dan umrah itu suci. Tidak boleh sembarangan. Haji dan umrah itu ibadah. Tidak boleh dibisniskan seperti itu,” tegas Anggito.

Sementara, mantan dirjen haji dan umrah, KH Amidhan, mengusulkan yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini adalah di sektor pembinaan. “Selama ini sering salah kaprah. Pemerintah lebih mementingkan pelayanan haji ketimbang pembinaan haji. Sehingga, banyak jamaah saat pergi umrah dan haji bukannya memperbanyak ibadah malah lebih banyak shoppingnya (belanja). Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

Amidhan kembali menuturkan fungsi KBIH belum maksimal. Perlu diperbaiki. “Kehadiran KBIH tidak efektif. Malah banyak jamaah yang nggak fokus beribadah. Dan, sebetulnya yang perlu ditambah anggarannya itu, mungkin di bidang pembinaan haji. Zaman saya dulu anggaran pembinaan haji 4.000 rupiah,” katanya. Dan, setelah pembinaan haji dibenahi, ucap dia, jangan lupa juga diperbaiki tata kelola keuangan haji. “Ini juga penting. Sehingga, kehadiran Anggito sebagai seorang ahli keuangan ditengah-tengah lingkungan Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah sangat tepat,” pungkas Amidhan lagi.

Dibaca : 545 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/758

Kesuksesan Penyelenggaraan Haji Berkat Kerjasama Dengan Arab Saudi

Penulis :
19 Desember 2012

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali merasa bersyukur atas kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1433 Hijriyah/2012. Kesuksesan itu menurut Menag, tidak lepas dari dukungan dan kerjasama dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Kita merasa bersyukur, terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik,” kata Menteri Agama pada acara Tasyakuran penyelenggaraan ibadah haji dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia, Mustafa Ibrahim A. Mubarok.

Acara yang berlangsung di sebuah hotel di Jakarta, Selasa (18/12) malam dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggaraa Haji dan Umrah Anggito Abimanyu, Direktur PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Atase Agama Kedubes Arab Saudi Ibrahim Sulaiman An-Nughaymisyi serta pengurus asosiasi haji swasta.

Menag mengatakan, pemerintah Arab Saudi dari tahun ke tahun senantiasa memberi pelayanan bagi jamaah dengan baik, dibuktikan dengan perbaikan fasilitas jamaah haji dari tahun ke tahun. Seperti pelayanan visa yang demikian cepat oleh Kedubes Arab Saudi “Kami mengapresiasi atas pelayanan dan juga respon atas usulan Indonesia, agar dibuat papan petunjuk bagi jamaah dengan Bahasa Indonesia, sehingga sudah dipasang di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.” ucap Suryadharma Ali.

Namun Menag berharap, papan pengumunan mencantumkan Bahasa Indonesia juga dapat dipasang sekitar Masjidil Haram, Mekkah. Menag juga berharap pemerintah Arab Saudi dapat memberi tambahan kuota haji kepada Indonesia. “Saya senang haji Indonesia ‘sedikit’. Sedikit karena tidak ada tambahan (kuota). Kalau diberi tambahan 20 ribu, acara tasyakuran ini kami selenggarakan setahun 3 kali,” gurau menteri disambut tawa hadirin.

Acara tasyarakuran yang berlangsung hangat, penuh kekeluargaan diawali dengan sajian musik oleh kelompok musik nasyid Snada. Dirjen PHU Anggito Abimanyu turut melantunkan dua buah lagu seraya memainkan alat musik flute. (ks)

Dibaca : 445 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/757