Pelunasan BPIH 2013 Mulai 22 Mei – 12 Juni

Penulis :
23 Mei 2013

 

Adapun besaran BPIH 2013 adalah, embarkasi Aceh 3.253 dollar AS, embarkasi Medan 3.263 dollar AS, embarkasi Batam 3.357 dollar AS, embarkasi Padang 3.329 dollar AS, embarkasi Palembang 3.381 dollar AS, embarkasi Jakarta 3.522 dollar AS, embarkasi Solo 3.542 dollar AS, embarkasi Surabaya 3.619 dollar AS, embarkasi Banjarmasin 3.733 dollar AS , embarkasi Balikpapan 3.744 dollar AS , embarkasi Makassar 3.807 dollar AS, dan embarkasi Lombok 3.782 dollar AS. (ks)

Dibaca : 128 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/821

Pelunasan Sisa Kuota Haji Khusus 29

Penulis :
23 Mei 2013

 

Jakarta (Sinhat)–Kementerian Agama akan memperpanjang masa pelunasan bagi calon jamaah BPIH khusus atau ONH Plus yang berangkat pada tahun 1434 H/2013 pada 29 sampai 31 Mei mendatang. Demikian disampaikan Kasubdit Pembinaan Haji Khusus Khoirizi kepada pers di Jakarta, Kamis (23/5).

 

“Kuota haji sisa ini untuk calhaj yang terpisah suami dengan istri, anak dengan orang tua, calhaj usia lanjut diatas 83 tahun dan yang sudah pernah berhaji,” kata Khoirizi.

 

Ia mengatakan, masa  pelunasan biaya haji sebesar 8.000 US Dollar AS bagi jamaah haji khusus sebenarnya sudah selesai, berlangsung 22 April sampai 3 Mei lalu.  “Sudah selesai dan akan dibuka kembali,” ujarnya.  

 

Dikatakan, jamaah haji khusus setiap tahun memperoleh kuota sebanyak 17 ribu orang. Namun hingga masa pendaftaran lalu kuota itu tidak habis, sehingga masih tersisa 600-an.  “Kita buka kembali, tapi sifatnya khusus,” jelasnya.  

 

Ditambahkan, Kemenag menetapkan besaran minimal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus  pada  1434H/2013M sebesar 8.000 dollar AS per jamaah. Angka ini merupakan kenaikan 1.000 dollar AS dibanding BPIH Khusus 2012 sebesar 7.000 dollar AS. (ks)

Dibaca : 171 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/824

Kementerian Agama Peeroleh Penghargaan FutureGov

Penulis :
18 Mei 2013

 Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) meraih penghargaan dari FutureGov, sebuah forum yang peduli pada masalah teknologi informasi dan komunikasi. Demikian dikemukakan Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan dan Keuangan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag Ariyanto Moekardi, di Jakarta, Kamis (16/5). “Kita mendapatkan penghargaan citizen delivery service information technology (IT) untuk pelayanan haji,” ucapnya. Rabu (15/5) lalu, mewakili Dirjen PHU Anggito Abimanyu yang sedang berkunjung ke Arab Saudi terkait persiapan haji 2013, Ariyanto menghadiri konferensi bagi para pejabat eksekutif Indonesia. “Kita mengikuti konferensi bagi para pejabat eksekutif dari seluruh Indonesia. Forum tersebut bertema “FutureGov: Forum Indonesia- Teknologi Informasi dan Komunikasi”. Di acara itu, kita memperoleh penghargaan dalam bidang citizen delivery service,” katanya. Artinya, tutur dia, customer atau pelanggan, dalam hal ini jemaah haji, dalam mengakses pelayanan publik bisa dilakukan secara mandiri (swalayan) atau self services. Yakni, bisa melalui web services seperti internet banking, reservasi online via telepon seluler, laptop, dan lain-lain,” katanya menjelaskan. Ariyanto yang berpengalaman melayani jemaah karena cukup lama menjadi pejabat di Ditjen PHU, menjelaskan, penghargaan tersebut sejalan dengan kebijakan Dirjen PHU Anggito Abimanyu yang telah banyak melakukan perubahan di institusi yang dipimpinnya. “Kebijakan tersebut adalah mengintegrasikan sistem informasi haji secara komprehensif, yang meliputi sistem pendaftaran, sistem keuangan, sistem penyelesaian paspor dan visa, serta sistem keberngkatan dan pemulangan jemaah haji, dan sebagainya. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap agar sistem informasi penyelenggaraan haji semakin baik. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan data yang kuat dan bukan hanya berdasarkan desas-desus saja. “Tapi karena sistem informasi yang baik segera dijelaskan kepada publik melalui media massa. Dengan demikian keluarga (jemaah Haji) di Tanah Air menjadi sangat tenang,” kata Presiden SBY di Jakarta, belum lama ini. Menurut Presiden, sistem informasi penyelenggaraan haji yang baik, sangat penting karena belajar dari pengalaman selama beberapa tahun memberikan pelayanan kepada rakyat yang melaksanakan Rukun Islam kelima. (Yudhiarma/Suara Karya).

!–[if gte mso 9]xml

/xml![endif]–!–[if gte mso 9]xml
Normal0falsefalsefalseEN-USJAX-NONE
/xml![endif]–!–[if gte mso 9]xml

/xml![endif]–!–[if gte mso 10]
style
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:Cambria;
mso-ascii-font-family:Cambria;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Cambria;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
/style

!–EndFragment–

Dibaca : 390 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/820

Kloter Pertama Jemaah Haji Diberangkatkan 10 September

Penulis :
14 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)– Kelompok Terbang (Kloter) jemaah haji pertama dari 12 embarkasi secara serentak akan dilaksanakan pada 10 September 2013 dan pemberangkatan tersebut diperkirakan akan selesai dalam 30 hari operasional penerbangan.

     

Hal tersebut terungkap pada acara perjanjian pengangkuan Jemaah haji Indonesia antara Kementerian Agama (Kemenag) yang diwakili Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu dengan Dirut PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, Emir Satar dan pimpinan Saudi Arabia Airlines Abrurrohman Sa’ad Hajar di Jakarta, Senin (13/5).

     

Pada 10 September 2013 itu merupakan awal pemberangkatan Jemaah haji dari tanah air ke Arab Saudi dan akan berangkir pada 9 Oktober 2013. Sementara wukuf diperkiarakan jatuh pada 14 Oktober 2013.

     

Pada 20 Oktober 2013 adalah awal pemulangan Jemaah haji dari Arab Saudi ke tanah air dan akan berakhir pada 18 Nopember 2013.

     

Dirjen PHU menjelaskan, Keputusan Menteri Agama No.63 tahun 2013 menetapkan angkutan udara Jemaah haji Indonesia pada 1434H/2013M adalah PT Garuda Indonesia (GA) dan Saudi Arabia Airline (SV). Kedua penerbangan dipandang mampu dan memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pelaksana angkutan udara Jemaah haji Indonesia.

     

GA akan mengangkut Jemaah haji asal embarkasi Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta (khusus Provinsi DKI Jakarta), Banten, Lampung, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok sebanyak 112.688 orang yang tergabung dalam 297 kloter.

     

Sedangkan SV akan mengangkut Jemaah haji asal embarkasi Batam, Jakarta (khusus provinsi Jawa Barat), Surabaya, sebanyak 83.726 orang yang tergabung dalam 187 kloter.

     

Dijelaskan pula bahwa embarkasi yang mendarat dan terbang melalui Bandara KAIA Jeddah yaitu embarkasi Aceh, Medan, padang, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Embarkasi yang mendarat dan terbang melalui AMAA Madinah yaitu embarkasi Batam, Jakarta dan Surabaya.

    

Dijelaskan Anggito Abimanyu, telah terjadi penurunan tarif penerbangan rata-rata sebesar dua persen (dari USD.2201 tahun 2012 menjadi USD.2163 tahun 2013), khsusunya untuk embarkasi besar seperti Jakarta dan Surabaya terif penerbangan turun menjadi iga persen.

    

Disamping penurunan tarif tersebut, beberapa peningkatan pelayanan penerbangan tahun 2013 ini meliputi: mengurangi proses transito di Jeddah, meminta tambahan slot kepulangan via Bandara Madinah, meningkatkan jumlah awak kabin WNI local sesuai dengan daerah embarkasi dan monitoring on-time performance.(ant/ess)

     

Dibaca : 1659 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/815

Dirjen PHU: Sedang Dikaji Pengadaan Pesawat Haji

Penulis :
14 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) tengah melakukan kajian pengadaan pesawat haji dan akan selesai dalam sebulan, kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu  di Jakarta, Senin petang.

Rencana pengadaan pesawat haji tersebut merupakan terobosan dalam kaitan meringankan biaya penyelenggaraan haji. Sebab biaya penerbangan hampir 60 persen biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

Menteri Agama Suryadharma Ali sebelumnya menyatakan, Kemenag perlu memiliki pesawat haji karena dari sisi investasi bisa menguntungkan bagi jemaah juga dapat meningkatkan aspek pelayanan lebih baik lagi sekaligus dapat menekan harga tiket yang setiap tahun terus makin mahal.

Alasan Suryadharma Ali cukup sederhana. Setiap tahun Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp5 triliun untuk membeli tiket. Dana sebesar itu jika digunakan untuk membeli pesawat bisa dua setengah pesawat. Jika pesawat itu hanya digunakan dua atau tiga bulan, bulan berikutnya ngganggur. Tentu ketika tak digunakan bisa dimanfaatkan oleh maskapai lain yang tentu bisa menambah nilai manfaat bagi penyelenggaraan haji kedepan.

Ia mengakui hal ini tentu perlu kajian lebih matang. Baik dari sisi investasi harus aman, harus menguntungkan dan harus dapat meringankan biaya tiket bagi jemaah haji yang dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ia mengatakan, dari sisi regulasi bahwa kementerian membeli pesawat haji belum ada. Untuk itu, dari Dirjen PHU perlu pemikiran “loncatan” dengan harapan dapat meringankan jemaah haji.(ant/ess)

Dibaca : 114 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/816

303 Peserta Ikuti Tes PPIH Arab Saudi

Penulis :
14 Mei 2013

 

Jakarta (Sinhat)– Sebanyak 303 orang ikut tes seleksi untuk menjadi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi guna mendapatkan tenaga professional dalam penyelenggaraan ibadah haji musim haji 1434H/2013M.

Penyelenggaraan tes itu sendiri dibuka Sesditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU),Cepi Supriatna didampingi Direktur Pembinaan Haji  Ahmad Kartono, dan Kasubdit Pembinaan Petugas Haji Ahda Barori selaku ketua penyelenggara, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa pagi (14/5).

Rekrutmen petugas haji melalui tes tersebut sebelumnya juga sudah diselenggarakan untuk tenaga kelompok terbang (Kloter) sebanyak 968 orang yang berasal dari seluruh provinsi. Untuk tenaga PPIH Arab Saudi yang direkrut melalui tes seleksi sebanyak 303 orang tersebut, menurut Ahda Barori akan diambil sekitar 278 orang.

 Tes tersebut diikuti para pegawai negeri sipil (PNS) dari lingkungan Kementerian Agama di Jakarta, juga berasal dari kalangan Pramuka, Ormas Islam, Perhubungan, Sekretaris DPR, MPR dan Kanwil Kementerian Agama. Termasuk enam orang berasal dari Kantor Urusan Agama (KUA) Teladan, yaitu Muhyiddin (Jatim), Ramli (Kaltim), Adib Muhlisin (Jateng), Sutan Syahrir (Sumut), Rohwana (DI Yogya), Abd. Rahman (Sulsel).

Cepi Supriatna dalam sambutannya mengatakan, melalui tes seleksi tersebut diharapkan dapat diperoleh tenaga PPIH Arab Saudi profesional untuk melayani para tamu Allah di tanah suci. Tes akan berlangsung selama satu hari penuh dengan materi pengetahuan manasik haji, pelayanan umum dan materi lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji.

 ”Kita ingin mendapatkan tenaga profesional dalam melayani tamu Allah,” kata Cepi Supriatna.

Polwan dan Korps Wanita TNI

Menanggapi rekrutmen polisi wanita (Polwan) dan dari ketiga angkatan TNI guna membantu tenaga PPIH Arab Saudi, Ahda Barori menyatakan, untuk tes seleksinya tidak disatukan dengan yang lainnya. Hal itu terkait atas permintaan Panglima TNI dan Kapolri.

Tes seleksi bagi Polwan dan dari ketiga angkatan TNI sudah dilakukan di masing-masing instansi. Meski tes dilakukan secara terpisah, tetapi materinya tetap mengacu dari Kementerian Agama. Tidak ada perbedaan, acuannya tetap sama, kata Ahda menambahkan.

Ia menjelaskan, tercatat 32 orang TNI dan 25 Polri dilibatkan dalam petugas PPIH Arab Saudi pada musim haji 1434H/2013M. Sudah termasuk lima orang berasal dari korps wanita TNI dan enam Polwan.

Mengenai penempatan tugas Polwan ataupun korps wanita yang berasal dari TNI AU, AL dan AD, menurut Ahda, jika melihat kasus dan sukses yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir, mereka itu akan membantu Jemaah haji wanita di Masjid Nabawai Madinah. Sebab, Jemaah di kota itu, ketika beribadah, tempatnya dipisah antara lelaki dan perempuan. Berbeda ketika di Masjidil Haram, perempuan dapat didampingi suami atau tenaga pendamping lainnya yang dibenarkan sesuai tuntunan agama.

Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Kowal, wanita TNI Angkatan Udara atau lebih dikenal dengan WARA, dan Polwan yang bertugas sebagai petugas PPIH Arab Saudi pada tahun lalu telah berhasil mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi jemaah perempuan Indonesia di Madinah, khususnya yang terkait dengan kasus pencurian, penipuan dan tersesat ketika hendak kembali ke pemondokan. “Itulah sebabnya kita menempatkan mereka di tempat sebagaimana mestinya, tepat sasaran,” kata Ahda Barori.(ant/ess)

Dibaca : 133 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/817

Enam Pilar Reformasi Keuangan Haji

Penulis :
11 Mei 2013

 

        Seluruh dana haji jamaah, sambung dia, tidak dijamin LPS. “LPS hanya menjamin dana setoran awal atas nama Menteri Agama di rekening Bank Penerima Setoran (BPS),” tegasnya. Padahal, ucap dia, dana yang dijamin LPS, maksimal 2 milyar rupiah. “Dengan begitu, kalau rekening itu ada di 27 BPS, maka, yang dijamin cuma 27 rekening kali 2 milyar. Jadi, hanya 54 milyar yang bisa diselamatkan,” ujar mantan Ketua Panja RUU nomor 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah ini kembali. 

       Sehingga, jika terjadi resesi ekonomi atau gejolak moneter, maka sebagian besar dana jamaah itu, tidak dilindungi LPS. Agar seluruh dana jamaah bisa dijamin, maka LPS memberikan rekomendasi kepada Kementerian Agama, supaya penempatan setoran awal jamaah, menggunakan rekening atas nama Menteri Agama, Cq nama jamaah. Sehingga, dana jamaah itu, bisa dijamin penuh LPS,” pungkas Anggito lagi. 

Dibaca : 1449 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/814

Presiden SBY Telah Tandatangani Perpres BPIH 2013

Penulis :
08 Mei 2013

 

Jakarta (Sinhat)–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitternya @SBYudhoyono menjelaskan telah menandatangani Peraturan Presiden mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2013.

“Hari ini saya tanda tangani Perpres Biaya Ibadah Haji tahun 2013. Alhamdulillah ada penurunan sebesar 90 dolar dari tahun lalu,” kata Presiden dalam tweetnya di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya Menteri Agama Suryadharma Ali dalam keterangan pers mengenai BPIH 2013 di kantor Presiden pada awal April lalu, menjamin penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2013 yang telah disepakati oleh DPR pada 1 April 2013, tidak akan mengubah kualitas pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia.

“Turunnya biaya penyelenggaraan haji tidak berarti turunnya kualitas pelayanan haji. Ini menjadi perhatian kami, kualitas tidak boleh turun,” kata Suryadharma Ali.

 

Menteri Agama mengatakan berdasarkan pembahasan dengan DPR maka diputuskan penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2013 dari rata-rata USD3.617 pada 2012 menjadi rata-rata USD3.527.

 

Menurut Menag, biaya rata-rata itu diambil dari BPIH dari 12 embarkasi yang ada dengan berbagai variasi biayanya.

 

BPIH Embarkasi Banda Aceh pada 2013, sebesar USD3.253, Medan USD3.267, Batam USD3.357, Padang USD3.329, Palembang USD3.381, Jakarta USD3.522, Surabaya USD3.616, dan Lombok USD3.582.

 

Penurunan biaya BPIH 2013 dibandingkan 2012 bervariasi untuk sejumlah daerah, meski secara nasional rata-rata USD90.

 

“Di Jakarta, BPIH 2013 USD3.522; dibandingkan 2012 ada penurunan 116 dolar. Untuk Surabaya, BPIH2013 USD3.619 dan pada 2012 USD3.738, maka ada penurunan USD119,” papar Menteri Agama.

 

Lebih lanjut, Suryadharma Ali mengatakan keputusan DPR ini menunjukkan adanya peningkatan subsidi kepada jamaah haji. Subsidi tersebut berasal dari setoran awal yang jamaah simpan di Kementerian Agama yang kemudian menghasilkan manfaat atau bunga dalam istilah perbankan konvensional.

 

Pada 2010, subsidi yang diberikan sebesar Rp7,6 juta. Pada 2011 sebesar Rp11 juta atau 19 persen dari total BPIH yang harus dibayar saat itu. Pada 2012 sebesar Rp12,9 juta atau 21 persen dari BPIH yang harus dibayarkan dan pada 2013 subsidi yang diberikan.(ant/ess)

Dibaca : 907 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/810

Kemenag perlu Punya Pesawat Haji

Penulis :
01 Mei 2013

Jakarta (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, Kementerian Agama (Kemenag) perlu memiliki pesawat haji karena dari sisi investasi bisa menguntungkan bagi jemaah juga dapat meningkatkan aspek pelayanan lebih baik lagi sekaligus dapat menekan harga tiket yang setiap tahun terus makin mahal.
    
Pernyataan tersebut dikemukakan Menag Suryadharma Ali saat membuka rapat pimpinan (Rapim) Kementerian Agama di Jakarta, Rabu, yang dihadiri para pejabat eselon I dan II, para staf khusus Menag, rektor perguruan tinggi dan kantor wilayah kementerian tersebut.
    
Ia menjelaskan, dari tahun ke tahun pelayanan jemaah haji makin baik. Penilaian baik tersebut bukan datang dari Kementerian Agama, tetapi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan lembaga lainnya. Jika penilaian tersebut datang dari diri sendiri tentu bukan penilaian, tetapi memuji sendiri. BPS dengan metodologi tersendiri memberi penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji dalam beberapa tahun terakhir.
    
Penilaian terhadap penyelenggaraan haji setahun terakhir, diakui oleh Menag mengalami penurunan. Tetapi indeks penurunan tersebut terjadi hanya sedikit, hanya nol koma. Nilainya masih tetap berkisar pada angka delapan.
    
Tentu saja hal itu tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Perbaikan harus terus berjalan. Dan dua tahun lalu, menurut Menag, pihaknyaa sudah mengusulkan kepada Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji (PHU) agar membuat “loncatan” pemikian peningkatan pelayanan haji. Salah satunya adalah membeli pesawat haji.
    
“Kita perlu melakukan loncatan pemikiran hingga 30 tahun ke depan untuk peningkatan pelayanan haji,” katanya.
    
“Usul tersebut disampaikan sebelum Anggito Abimanyu menjadi Dirjen PHU,” Suryadharma Ali menambahkan.
    
Alasan Suryadharma Ali cukup sederhana. Stiap tahun Indonesia mengeluarkan dana sebesar Rp5 triliun untuk membeli tiket. Dana sebesar itu jika digunakan untuk membeli pesawat bisa dua setengah pesawat. Jika pesawat itu hanya digunakan dua atau tiga bulan, bulan berikutnya ngganggur. Tentu ketika tak digunakan bisa dimanfaatkan oleh maskapai lain yang tentu bisa memberi provit bagi Dirjen PHU.
   
 Ia mengakui hal ini tentu perlu kajian lebih matang. Baik dari sisi investasi harus aman, harus menguntungkan dan harus dapat meringankan biaya tiket bagi jemaah haji yang dari tahun ke tahun terus meningkat.
    
Dana haji yang diinvestasikan di Sukuk jelas sudah aman. “Satu lagi, jika diinvestasikan juga harus aman,” katanya menjelaskan.
    
Ia mengatakan, dari sisi regulasi bahwa kementerian membeli pesawat haji belum ada. Untuk itu, dari Dirjen PHU perlu pemikiran “loncatan” dengan harapan dapat meringankan jemaah haji.
    
Suryadharma Ali mengaku sedih ketika ada pihak yang membandingkan ongkos haji Indonesia lebih mahal dibanding Malaysia. Apa lagi orang yang mengomentarinya tidak tahu permasalahan haji, asal bicara. Antrian daftar berangkat haji di Malaysia disebut lebih pendek daripada Indonesia. Padahal hal itu tak benar.(ant/ess)

Dibaca : 557 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/809

Daftar Tunggu Calhaj Kepri Hingga 2023

Penulis :
30 April 2013

Batam (Sinhat)–Daftar tunggu calon haji Provinsi Kepulauan Riau mencapai 10.625 orang yang pemberangkatannya diperkirakan selesai pada 2023, kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Kepri Erizal Abdullah.
        
Bahkan untuk pemberangkatan tahun 2023, Kemenag sudah mencatat 425 orang yang masuk daftar antre, kata Erizal Abdullah, di Batam, Jumat.
       
“Data per tanggal 14 April, untuk tahun 2023 sudah ada 425 orang,” kata Erizal.
        I
Ia mengatakan setiap tahun, Provinsi Kepri, memberangkatkan sekitar 984 orang calon haji.
        
Dengan sedikitnya jumlah pemberangkatan tiap tahun maka daftar tunggu calon yang tersebar di kabupaten dan kota di Kepri, diperkirakan rampung 10 tahun lagi.
        
Untuk mempersingkat daftar tunggu, kata dia, Kantor Kementerian Agama Kepri meminta tambahan kuota jamaah haji kepada Kementerian Agama.
       
Menurut dia, minat masyarakat untuk naik haji tiap tahun meningkat, seiring dengan membaiknya perekonomian.
        
Sementara itu, Bandara Hang Nadim Batam kembali ditunjuk Kementerian Agama menjadi embarkasi-debarkasi pelayanan ibadah haji untuk empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi.
        
Penetapan itu berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 62 Tahun 2013 tanggal 11 April 2013 tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 1434 H/2013 M.
        
Embarkasi Batam akan melayani calon haji dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines (SAA) jenis pesawat B747-400 berkapasitas 450 tempat duduk.
        
“Asumsinya dari Bandara Batam memberangkatkan 22 kloter,” kata Erizal pula.(ant)

Dibaca : 746 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/808

Daftar Tunggul Haji Sumsel Hingga 2017

Penulis :
24 April 2013

Palembang (Sinhat)–Umat Islam di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, yang ingin melaksanakan ibadah haji sudah mendaftar atau daftar tunggu sebanyak 31.092 orang, sementara pemerintah pusat tahun 2013 hanya menjatah Sumsel sebanyak 6.300 orang.

Kasubag Humas Kanwil Kemenag Sumsel Saefudin Latief di Palembang, Senin, mengatakan jika dikalkulasikan dengan jumlah kuota yang diterima Sumsel setiap tahun sebanyak 6.300 orang, maka butuh waktu sekitar empat tahun mendatang untuk memberangkatkan calon haji Kota Palembang ke Tanah Suci.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan wilayah 11 kabupaten dan empat kota di Sumsel total jumlah daftar tunggu sebanyak 69.315 orang, atau butuh waktu sekitar 11 tahun lagi untuk memberangkatakan calon haji ke Tanah Suci.

Berdasarkan data di Humas Kanwil Kemenag Sumsel, dari total jumlah daftar tunggu calon haji Sumatera Selatan itu, yang paling banyak berasal dari Kota Palembang mencapai 31.092 orang, disusul Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tercatat 7.150 orang, Ogan Komering Ilir 4.640 orang, OKU ada 3.656 orang dan Muaraenim sebanyak 3.462 orang. Sedangkan kabupaten/kota lainnya rata-rata kurang dari 3.000 orang.

Dikemukakannya bahwa pada pemberangkatan musim haji 2013, Pemerintah Pusat telah menetapkan kuota yang diterima Sumsel sebanyak 6.300 orang.

Ia berharap, penambahan kuota tahun ini bisa terjadi jika Kerajaan Arab Saudi mengabulkan permintaan penambahan yang diajukan Menteri Agama Indonesia.

Ia yakin, penambahan secara nasional yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi akan menambah jumlah calon haji asal provinsi berpenduduk sekitar delapan juta jiwa itu untuk melaksanakan rukun Islam ke lima.

Mengenai biaya perjalanan ibadah haji tahun ini, menurut dia, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui, karena masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat.(ant)

Dibaca : 1009 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/807

Dana Haji di Bank Konvensional Dialihkan ke Bank Syariah

Penulis :
17 April 2013

Jakarta (Sinhat)–Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan, seluruh dana setoran awal jamaah haji di tanah air yang ada di bank konvensional sebesar Rp 11 trilyun akan dialihkan ke bank syariah. Upaya ini diharapkan mendorong ekonomi syariah sekaligus mengoptimalisasikan dana haji.

“Jamaah menghendaki agar uang haji dikelola syariah. Ini terlepas dari prinsip riba atau tidak,” kata Anggito Abimanyu kepada pers di Jakarta, Rabu (17/4), didampingi Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriyatna, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis dan Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono.

Anggito mengakui, selama ini dana haji disimpan di bank konvensional atau bank non syariah. “Saya juga diingatkan MUI dalam pertemuan maupun fatwa agar dana haji dikelola bank syariah,” terangnya.

Adapun komposisi penempatan dana haji pada Juli 2012 seluruhnya sebesar Rp 45 trilyun, dengan penempatan di sukuk Rp 35 T (78%), di bank non syariah Rp 6 T (13%) dan di bank syariah Rp 4 T (9%). Pada April 2013 dana haji sebesar Rp 55 T, di sukuk Rp 35 T (63%), bank non syariah Rp 11 T (20%) dan di bank syariah Rp 9 T (17%).

Anggito menjelaskan pengalihan dana itu merujuk pada UU nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji serta Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 30 tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji, bahwa BPS BPIH adalah bank syariah dan bank umum nasional memiliki layanan syariah.

Ia juga menjelaskan, masa transisi pengalihan dana bank konvensional ke bank syariah maksimal 1 tahun. Bank non syariah dapat bertindak sebagai BPS transito dengan dana mengendap selama 5 hari.

Mengenai bank transito menurut Anggito, karena bank syariah belum memiliki jaringan di tanah air. “Bank konvensional difungsikan sebagai BPS transito, penerima sementara di masa pengendapan 5 hari, karena bank konvensional punya jaringan luas,” kata Anggito.

Dengan pengalihan dana haji ke bank syariah, menurut Anggito akan semakin menambah likuiditas bank syariah. “Bank konvensional memiliki aset dan likuiditas cuku kuat dipindah Rp 11 trilyun gak masalah, tapi buat bank syariah cukup besar mendorong ekonomi syariah,” ujarnya. (ks)

Dibaca : 830 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/805

11 Triliun Dana Haji Dialihkan ke Bank Syariah

Penulis :
17 April 2013

Jakarta(Sinhat)– Dana haji sebesar Rp11 triliun segera dialihkan dari bank konvensional ke bank syariah dengan jangka waktu 1 tahun, dan sesuai dengan tuntutan jamaah haji, ke depan seluruh dana haji sudah dikelola dengan sistem syariah.

Pernyataan tersebut dikemukakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) kepada pers di Jakarta, Rabu (17/4), yang sebelumnya menyelenggarakan pertemuan dengan kalangan perbankan di lantai II Gedung Kementerian Agama (Kemenag).

Bagaimana mekanisme migrasi dana haji sebesar itu, menurut Anggito diserahkan kepada internal bank.  Bank Penerima Setoran (BPS) nanti dikenai persyaratan, yaitu antara lain tidak dibenarkan menjadi bank talangan haji dan bank bersangkutan pun harus masuk dalam program penjamin lembaga penjamin simpanan (LPS). Bank bersangkutan harus menyatakan kesanggupannya. Jika persyaratan tersebut tak diindahkan, maka tidak disertakan sebagai BPS dana haji.

Masa transisi migrasi dana haji dari bank konvensional ke bank syariah durasinya selama satu tahun, tegas Anggito. Ia pun akan menunjuk tiga bank koordinator.

Diakuinya bank syariah tak semua memiliki cabang di daerah terpencil. Karena itu jika ada Jemaah haji menyetor dana ke bank konvensional masih dibenarkan, dengan catatan bank konvensional hanya boleh mengendapkan uang selama lima hari.

Menurut Anggito, seluruh proses migrasi dana haji akan dievaluasi setelah enam bulan berjalan. Tujuan dari pemindahan dana tersebut untuk melayani Jemaah lebih maksimal lagi.

Disebutkan, pemindahan dana haji tersebut sudah sesuai Peraturan Menteri Agama PMA) Nomor 30 tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Kebijakan tersebut, menurut pemerhati haji yang tak mau disebut jatidirinya, kini pengelolaan dana haji makin mencerminkan ketegasan keberpihakan kepada jemaah haji.  Karena itu, regulasi yang dikeluarkan itu diharapkan memberikan ketertiban dan semangat dalam tata kelola biaya penyelenggaraan ibadah haji. Tentu saja unsur akuntabelitas, transparansi dan good governance sebagai pondasi dari implementasii kebijakan tersebut.

Kebijakan yang baru tersebut diharapkan menjadikan pengelolaan dana haji yang makin baik. Selama ini publik memberi stigma bahwa pengelolaan dana haji rentan terhadap kebocoran.

Hal ini merupakan usaha kerja keras dari Ditjen PHU dan jajarannya membuahkan hasil sedemikian rupa, termasuk juga telah ditetapkannya Peraturan Menteri Agama ( PMA) Nomor 30 tahun 2013 tentang Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebagai wujud semangat pengelolaan dan implementasi dari kebijakan dana haji.   

Kondisi sekarang  penempatan dana haji di sukuk sebesar Rp35 triliun atau sekitar 63 persen, pada bank syariah sebesar 17 persen dan sisanya di bank non-syariah sebesar 20 persen.(ant/ess)
 

Dibaca : 56 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/806

Kanwil Kemenag Jabar Akan Perketat Mutasi Calon Haji

Penulis :
15 April 2013

Bandung (Sinhat)– Kanwil Kemenag Jabar akan memperketat aturan mutasi jemaah calon haji (calhaj). Hal itu disebabkan calhaj luar Jabar memanfaatkan kuota haji Jabar lalu melakukan mutasi ke daerah asalnya.

“Tahun ini kita akan perketat lagi mutasi calhaj sepanjang masih dipertahankan agar bisa berangkat haji dari Jabar,” kata Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar, H. A. Bukhori, di Hotel Lingga, Senin (15/4/2013).

Menurut Bukhori, persoalan mutasi biasanya terjadi di daerah-daerah perbatasan dengan provinsi lain khususnya DKI Jakarta. Akibat daftar tunggu haji warga DKI Jakarta yang lebih lama daripada di Jabar, maka warga Jakarta mendaftar haji ke Bekasi, Depok, Bogor, maupun Cianjur.

“Mereka memakai KTP kabupaten/kota di Jawa Barat lalu mengurus surat keterangan domisili dari kantor kecamatan. Namun, ketika akan berangkat haji dengan alasan keluarga, tempat kerja, atau alasan lainnya pindah kei Jakarta,” ujarnya.(PR)

Dibaca : 234 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/804

Dirjen PHU: Pelayanan Haji Harus Lebih Baik

Penulis :
03 April 2013

Jakarta(Sinhat)– Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu menyatakan, meski BPIH 2013 turun rata-rata 90 dolar AS, pihaknya berjanji, pelayanan bagi calon jamaah haji harus lebih baik, ketika di tanah air maupun di Saudi Arabia.

“Kita senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan bagi Jamaah dari tahun ke tahun makin baik,” kata Anggito di kantor Baznas (Badan Amil dan Zakat Nasional) seusai menerima penyematan pin Duta Baznas, di Jakarta, Selasa (2/4).

Penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) lebih cepat empat bulan sebelum pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji, menurut dia, memberi peluang baginya untuk melakukan persiapan penyelenggaraan haji lebih baik. Baik dari sisi penyelenggaraan maupun penyiapan bagi calon jamaah haji.

Untuk tahun ini pihaknya akan meningkatkan kualitas bimbingan manasik haji selama di tanah air. Hal ini penting karena esensi dari haji adalah mencari kemabruran.

Tahun-tahun sebelumnya penetapan BPIH sudah mepet menjelang keberangkatan haji. Untuk BPIH 2013 sekali ini lebih cepat. Karena itu, dari sisi waktu seharusnya persiapan pemberangkatan bagi calon jamaah haji dari tanah air harus lebih baik, katanya.

Karena itu pula, lanjut dia, penyiapan pondokan, katering, transportasi dan pengurusan dokumen Jamaah haji harus dilakukan dengan cermat. Dari sisi keuangan, sudah tak ada masalah lagi karena DPR RI sudah memberi persetujuan untuk menggunakan dana optimalisasi untuk subsidi pemondokan di Mekkah, Madinah dan Arafah dan Mina.

Subsidi Rp16,2 juta per orang

Dana subsidi itu diambil dari nilai manfaat setoran awal dana haji. Bukan dari APBN, tapi dari dana Jamaah haji juga ketika mereka menyetor dana. Subsidi per orang yang diambil dari dana optimalisasi sebesar Rp16,2 juta.

Kendati pemondokan musim haji 2013 akan sulit mendapat wilayah yang dekat dengan kawasan Masjidil Haram, tetapi pihaknya berupaya mendapatkan pondokan dengan jarak rata-rata 2,5 km. Tidak seperti tahun lalu jarak pondokan bisa diperoleh kurang dari 1 km. Hal itu sebagai dampak dari perluasan kompleks masjidil Haram yang hingga kini masih berjalan.

Ia menambahkan, pihaknya pun telah minta kepada pemerintah Arab Saudi agar tetap memberi tambahan kuota sebanyak 35 ribu orang. Kuota haji Indonesia pada 2012 lalu sebanyak 211 ribu orang.

Diharapkan permintaan tambahan kuota tersebut dapat dipenuhi. Hal lain yang dimohonkan pemerintah Indonesia adalah agar sebanyak 160 unit mobil di kantor teknis haji dapat digunakan.  “Kita sudah minta kelonggaran kepada pemerintah setempat,” kata Anggito.  (ant/ess)
 

Dibaca : 166 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/802

Dirjen PHU Anggito Menjadi Duta Baznas

Penulis :
02 April 2013

Jakarta (Sinhat)– Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu, pendiri PT Saratoga Advisor Sandiago Uno dan Presiden Direktur ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian (ESQ),  diangkat menjadi duta Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dengan ditandai penyematan pin Duta Baznas dan penyerahan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dari Ketua Umum Baznas KH Didin Hafidhuddin di kantor lembaga zakat tersebut di Jalan Kebon Sirih Jakarta, Selasa (2/4).
        
Pada kesempatan itu hadir Dirjen Pajak Fuad Rahwani dan beberapa pejabat Baznas lainnya. Pada kesempatan tersebut Sandiago Uno tak hadir dan namun sudah menyatakan kesediaannya sebagai duta Baznas.  Anggito dan Ary Ginanjar  mengaku merasa gembira mendapat kepercayaan sebagai duta Baznas dan akan mensiarkan kegiatan ini untuk membangun karakter bangsa.
        
Ketua Baznas, Didin Hafidhuddin menyatakan para tokoh yang diangkat sebagai duta Baznas diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk berzakat melalui Baznas, sebagai lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang No.23 tentang pengelolaan zakat menjadi pengelola zakat nasional.
      
Menurut Didin, Anggito dinilai memiliki kepedulian terhadap perzakatan nasional. Demikian juga Ary dan Sandiago, dapat menjadi panutan karena dinilai netral dan bukan milik partai tertentu. “Diharapkan umat Muslim di Indonesia dapat mengikuti jejaknya untuk taat menunaikan zakat,” uajr Didin.
 
Sebagai akademisi, birokrat dan ekonom, Anggito tentu paham betul kontribusi zakat terhadap perekonomian bangsa. Anggito kini mengemban amanah untuk mengelola prgram ibadah haji dinilai mampu mendorong masyarakat untuk melaksanakan kewajiban zakat seperti halnya kewajiban berhaji. Demikian pula pengusaha muda yang mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Sandiago Uno telah merasakan zakat bagi usahanya. Mengeluarkan zakat justru memberikan berkah terhadap pertumbuhan perusahaan yang ia dirikan.
      
Didin mengatakan,  penerimaan zakat, infak dan sadakah pada semua organisasi pengelola zakat pada 2011 baru mencapai 1,73 triliun. Angka itu hanya 0,8 persen dari potensi zakat di Indonesia menurut hasil penelitian Baznas bekerja sama dengan IPB pada 2011 adalah sebesar Rp217 triliun per tahun.
      
Rendahnya pengumpulan zakat mengharuskan kerja keras semua pihak untuk memberikan penyadaran akan pentingnya melaksanakan salah satu rukun Islam itu.
     
Menurut Anggito, pihaknya sudah lima tahun membayar zakat dengan memasukkan ke dalam surat pemberitahuan pajak atau SPT. Dengan cara mengisi ke dalam kolom SPT yang ada, pihaknya sudah mendapat pengurangan pajak. Dengan cara itu dapat diketahui berapa penghasilan, berapa zakat dan pajak yang dikeluarkan setiap tahun. Ia berharap masyarakat bisa membiasakan diri mengisi SPT dan pembayaran zakat. Sehingga ke depan akan menambah keyakinan berapa besar dana zakat yang dikeluarkan dari penghasilan setiap tahun.
    
 Sebagai orang Islam, kata Anggito, pihaknya akan berusaha menjadi duta Baznas. Dan paling gampang mengajak mesyarakat membayar zakat 2,5 persen dari penghasilannya. Negara perlu diurus, perlu uang. Karena itu membayar zakat sama seperti halnya membaayar pajak. Di situ ada tanggung jawab dan hak negara.
     
Anggito mengaku NPWP yang dimiliki beralamat di Yogyakarta. Karena saat ini berdomisili di Jakarta, maka hal itu akan diurus kembali untuk pindah ke ibukota.(ant/ess)

Dibaca : 1146 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/801

DPR-Pemerintah Sepakati Besaran BPIH 2013

Penulis :
01 April 2013

Jakarta (Sinhat)–DPR RI dan pemerintah akhirnya menyepakati besaran  Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH) tahun 2013.

Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama, Senin (1/4), disepakati BPIH rata-rata sebesar 3527 dolar AS atau turun 90 dolar AS dari tahun lalu sebesar 3617 dolar AS. Dalam mata uang rupiah, BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp 33.859.200. Jumlah itu turun sekitar Rp 140.600 dibanding tahun 2012 lalu.

Untuk masing-masing embarkasi di Indonesia, besaran BPIH bermaacam-macam. Dari 12 embarkasi, BPIH paling besar ada di embarkasi Makasar dengan 3.807 dolar AS. Sedangkan embarkasii yang paling murah BPIHnya adalah embarkasi Aceh dengan 3.253 dolar AS. Selain dua embarkasi tersebut, BPIH 10 embarkasi lainnya antara lain, embarkasi Solo sebesar 3.542 dolar AS, Surabaya 3.619 dolar AS, Banjarmasin 3.733 dolar AS, Balikpapan 3.744 dolar AS, Lombok 3.782 dolar AS, Medan 3.263 dolar AS, Batam 3.357 dolar AS, Palembang sebesar 3.381 dolar AS, Padang 3.329 dolar AS dan embarkasi Jakarta sebesar 3.522 dolar AS.

“Turunnya BPIH sudah disepakati dalam rapat kerja Komisi VIII dengan Kementerian Agama,” kata Anggota Komisii VIII Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amalia pada Republika, Senin (1/4).

Ledia menambahkan, BPIH yang langsung dibayarkan jamaah mencakup biaya penerbangan, pemondokan di Makkah dan Madinah serta ‘living allowance’. Namun, tambah Ledia, pemerintah memberi subsidi pada BPIH sebesar 30 persen.

Pemberian subsidi sebesar ini diambil dari dana optimalisasi setoran awal jamaah. “Subsidi ini diberikan untuk subsidi pemondokan di Makkah dan sewa hotel di Madinah,” tambah wakil ketua Fraksi PKS ini. Selain menyepakati turunnya BPIH, dalam raker dengan Kementerian Agama, juga dibahas masalah calon jamaah haji tahun 2013.

Berdasarkan kebijakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, calhaj yang berusia diatas 83 tahun akan diprioritaskan. Namun, kata Ledia, Kementerian Agama belum mengemukakan nama-nama calhaj yang akan berangkat tahun ini. (Republika)

Dibaca : 1459 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/800

Menag: KPHI Amanat Undang-Undang

Penulis :
27 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali menyaksikan pengambilan sumpah jabatan anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) di kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (26/3). KPHI merupakan lembaga mandiri yang bertugas mengawasi penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

“Selama ini pengawasan dilakukan paralel dan simultan oleh berbagai instansi pengawasan yaitu BPK, BPKP dan DPR serta pengawasan internal oleh Inspektorat Jenderal, juga oleh pemantau lain baik di dalam maupun di luar termasuk media,” kata Menag dalam sambutannya.

Menag mengatakan, KPHI dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji dan umroh. Setelah UU tersebut seharusnya KPHI beberapa bulan kemudian sudah harus terbentuk. Nyatanya, pembentukan KPHI demikian lama dan barulah pada Februari lalu Surat Keputusan pengangkatannya ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Meski lama, lanjut Menag, hal itu bukan keterlambatan. Pasalnya, sebelum terbentuk panitia seleksi KPHI pihaknya harus menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) dari UU No. 13 tahun 2008 itu. Setelah PP selesai, lalu disusul pembahasan dengan anggota DPR. DPR memberi pertimbangan yang kemudian disampaikan kepada presiden.

Dengan terbentuknya KPHI, kata Menag, ke depan diharapkan pengawasan independen dapat dilaksanakan dengan baik. Fungsi pengawasan dari KPHI bisa dilakukan mulai dari tahap perencanaan, penggunaan keuangan dan kebijakan perhajian yang dilaksanakan pemerintah.

Termasuk pula mengkoordinasikan fungsi pengawasan dari lembaga-lembaga yang ada seperti dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), anggota DPR RI, DPD RI, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat.

Hasil pengawasan itu, lanjut dia, bisa disampaikan kepada presiden. Tidak tertutup kemungkinan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika memang hal itu diperlukan.

Menag tak mau berkomentar apakah dengan adanya KPHI itu akan menambah beban keuangan negara. Yang jelas, KPHI dibentuk atas amat dari undang-undang haji itu sendiri. KPHI akan bekerja selama tiga tahun dan setelah itu akan dipilih kembali pengurus baru.

Sementara itu Ketua KPHI Slamet Effendi Yusuf mengatakan, pihaknya untuk tahap awal akan menyiapkan kelembagaan dari KPHI, termasuk kantor kesekretariatan. Dan secara simultan, bersamaan dengan penyiapan kelembagaan tersebut, akan dilakukan perencanaan tugas yang tentu harus sesuai dengan amanat undang-undang. Melakukan analisis permasalahan dan pemetaan masalah, koordinasi dengan sejumlah lembaga negara terkait.

Untuk kesekretariatan saja, lanjut dia, diperkirakan membutuhkan tenaga 25 orang. “Kita akan kerja secara kolektif,” kata Slamet Effendi Yusuf. Sebagai institusi baru ada beberapa hal yang menjadi program prioritas. Pertama, institusional building atau penataan organisasi. Kedua, mengawasi langsung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013 ini. Selanjutnya, berkordinasi dengan berbagai lembaga pengawasan khususnya pengawasan internal.

Berikut nama anggota KPHI yang baru dibentukadalah 1. Slamet Effendi Yusuf, 2. Imam Addaruquthni, 3. Agus Priyanto, 4. Syamsul Ma’arif, 5. M. Thoha, 6. Ahmed, 7. Abidinsyah Siregar, 8. Samidin Nashir, 9. Lilien Ambarwiyati.

Hadir dalam acara pengambilan sumpah anggota KPHI, hadir Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu serta sejumlah pejabat Kementerian Agama.

Menag mengatakan, KPHI bertugas mengawasi pelaksanaan haji dan memberi masukan kepada pemerintah soal perbaikan pelayanan haji. “Komisi ini bertanggung jawab kepada Presiden,” kata Suryadharma Ali.

Adapun fungsi KPHI, antara lain, memantau dan menganalisis kebijakan operasional penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Selain itu menganalisis hasil pengawasan dari berbagai lembaga pengawas dan masyarakat. Komisi ini juga menerima masukan dan saran masyarakat mengenai penyelenggaraan ibadah haji serta merumuskan pertimbangan dan saran penyempurnaan kebijakan operasional penyelenggaraan ibadah haji.

Menag berharap, kredibilitas penyelenggaraan haji harus terus dipertahankan, transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. “Pengawasan yang lain tetap berjalan,” imbuhnya. (ks)

Dibaca : 908 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/798

Menag : Tindak Tegas PIHK yang Melanggar

Penulis :
27 Maret 2013


Jakarta (Sinhat)– Dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya terhadapkasus-kasus yang merugikan jemaah haji, pemerintah tidak akan ragu-ragu mengambil  tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku terhadappenyelenggaran haji dan umrah yang tidak bertanggungjawab. Penegasan tersebut disampaikan oleh Suryadharma Ali ketika menyaksikan pengangkatan sumpah anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) di Jakarta, Selasa (26/3).

Lebih lanjut, Suryadharma Ali menyampaikan, dalam rangka menjamin agar kasus pelanggaran dan penipuan terhadap jemaah haji dan umrah tidak terulang lagi, Kementerian Agama telah melakukan kerjasama dengan Polri pada 19 maret 2013 untuk mengawasi dan melakukan tindakan hukum teradap penyelenggarayang melakukan pelanggaran atau penipuan.

Bagi penyelenggara haji khusus dan penyelenggara umrah yang melakukan penyimpangan, maka dari sisi perizinan kementerian agama bisa mencabut, kemudian kalau ada penipuan, pidana, penggelapan dan lainnya itu menjadi domain kepolisian.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji dan merespon tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, Suryadharma Ali mengutarakan beberapa poin penting kunjungannya menemui  pihak berwenang pemerintah Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan tersebut, pemerintah  Indonesia meminta tambahan kuota haji dengan jumlah signifikan untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2013, permintaan untuk membuat petunjuk yang menggunakan bahasa Indonesia di lokasi strategis di Mekkah seperti di Masjidil Haram, di Arafah, di tempat melempar jumroh dan di tempat strategis lainnya. Petunjuk yang menggunakan bahasa Indonesia pada saat ini baru dipergunakan di Mesjid Nabawi.

Permintaan lain yang disampaikan ke pemerintah Arab Saudi adalah permintaan izin agar wartawan Indonesia bisa meliput di Masjid Nabawi,
bisa meliput di Masjidil Haram. Menurut Suryadharma Ali, hal tersebut Menteri Haji akan mengkomunikasikannya dengan Menteri Penerangan Arab Saudi. (DM)
 

Dibaca : 310 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/799

Daftar Tunggu Haji Khusus 76 Ribu

Penulis :
21 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Kasubdit Pembinaan Haji Khusus Kementerian Agama Khoirizi mengatakan, saat ini jumlah daftar tunggu calon haji di tanah air mencapai 2 juta orang, termasuk mereka calon jamaah khusus (dahulu ONH Plus) sejumlah 76 ribu orang. Padahal kuota jamaah khusus setiap tahun hanya 17 ribu, sehingga masa tunggu keberangkatan sampai 6-7 tahun.

Karena itu masyarakat harus waspada apabila ada oknum yang menawarkan bisa mempercepat keberangkatan menuju tanah suci. “Jangan percaya kepada oknum yang bisa memberangkatkan haji lebih cepat,” kata Khoirizi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/3).

Salah satu kiat untuk mengatasi masalah dari pihak yang menawarkan jasa berangkat haji cepat, kata Khoirizi, yaitu calon haji hendaknya ketika menyerahkan uang setoran haji agar meminta bukti setoran ke bank, disitu terlihat nomor porsi keberangkatan. “Kita akan bisa melihat kemungkinan berangkat tahun berapa,” ujarnya.

Ia menyatakan, mengingat antrian yang cukup tinggi untuk saat ini pemberangkatan haji lebih cepat tidak mungkin bisa dilakukan. “Itu tidak realistis. Masyarakat agar tidak terpengaruh oleh oknum, jangan percaya janji-janji termasuk ustad, kiai bahkan oknum Kemenag,” pesan Khoirizi.

Mengenai haji khusus, ia juga mengingatkan bahwa pelayanan jamaah haji khusus tentu berbeda dibanding jamaah haji reguler, karena sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan. “Biaya termurah haji khusus 7.000 dolar Amerika, kalau ada yang menawarkan tarif dibawah itu melanggar aturan.”

Apabila ada, jamaah tidak akan memperoleh pelayanan yang memadai, tidak sedikit yang diterlantarkan oleh penyelenggaranya.

“Apabila ditemukan indikasi pelanggaran maka dilakukan penegakan norma dengan sangsi peringatan, pembekuan, bahkan bilamana perlu pencabutan ijin,” kata Khoirizi.

Namun bila itu dilakukan perusahaan ilegal, lanjut dia, maka mengacu pada KUHP. “Berdasar laporan masyarakat kepada pihak berwajib yang didukung bukti dan fakta hukum dapat dituntut pidana atau perdata,” jelasnya. (ks).

Dibaca : 1441 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/797

Menag: Waspadai Penipuan Haji

Penulis :
20 Maret 2013

Jakarta(Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, setiap tahun animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji makin meningkat, sehingga daftar tunggu pun makin meningkat. Akibat itu, membuat sebagian calon haji di tanah air menjadi tidak sabar.

“Pihak tertentu memfaatkan orang yang tidak sabar, sehingga muncul penipuan,” kata Menag Suryadharma Ali saat memberi sambutan pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Agama dengan Kepolisian RI di kantor Kemenag Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (19/3).

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu dan Kepala Pendidikan Polri Komjen Pol Budi Gunawan disaksikan Menteri Agama Suryadharma Ali dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo yang diwakili Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Fajar Prihantoro. Hadir Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Irjen Kemenag M Jasin.

Menteri Agama mengatakan, haji pada saat ini tidak hanya dilihat dari sisi ibadah, tapi merupakan bisnis yang menjanjikan. Padahal perjalanan haji berbeda dengan wisata, namun diatur oleh Undang Undang nomor 13 tahun 2008 yang menyebutkan penyelenggara haji diatur oleh Menteri Agama.
“Kalau wisata meski ada Kementerian Pariwisata tapi yang menyelenggarakan travel masing-masing. Namun untuk haji dan umrah, seluruh penyelenggara harus mempunyai ijin dari Kementerian Agama” ujar Menag

Ia juga meminta agar dilakukan penertiban penyelenggaraan ibadah umrah. Karena berbagai pihak memanfaatkan visa umrah untuk bekerja, namun setelah umrah melarikan diri, sehingga kasus over stay muncul dari jamaah umrah yang tidak mau kembali ke tanah air. “Kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan baik di tanah air dan di Arab Saudi khususnya kepastian keamanan,” imbuh Menag.

Di tempat yang sama Kapolri mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji sering dihadapkan kendala dan permasalahan hukum baik di tanah air maupun di arab saudi yang merugikan jamaah yg membuat suasana haji tidak nyaman.

“Polri dan Kemenag harus komitmen sehingg masyarakat tidak dirugikan. Perlu dilakukan pencegahan guna menimbulkan efek jera,”kata Kapolri dalam sambutan tertulis yang dibacakan Irwasum Polri.

Sebelumnya Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu mengatakan, kerjasama Kemenag dengan Polri sebagai perlindungan jamaah haji dan umrah dari pihak-pihak  yang tidak bertanggungjawab.

Saat ini penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang resmi berjumlah 402 penyelenggara. Dari jumlah itu, penyelenggara umrah dan haji khusus 254 penyelenggara, sedangkan penyelenggara umrah saja 148 penyelenggara. “Terdapat 11 PIHK yang melakukan pelanggaran dan dikenakan sangsi peringatan serta 3 penyelenggara yang tidak memiliki izin dan gagal memberangkatkan jamaah,” ungkap Anggito.

Menurut Kasubdit  Pembinaan Haji Khusus Khoirizi, pihaknya akan menertibkan penyelenggaraan haji khusus dan umrah yang nakal. “MoU ini merupakan salah satu langkah upaya penertiban tersebut.(ks)

Dibaca : 1225 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/796

412 Calhaj Jakarta Pusat Mendapat Pelayanan Haji Biometrik

Penulis :
18 Maret 2013

 

Penggunaan biometrik, kuantitas input data calon jamaah lebih banyak. Misalnya, ada penginputan masa berlaku KTP, tanggal lahir ayah dan ibu kandung, scan data seluruh lembar persyaratan yakni KTP, KK, surat nikah, buku tabungan dan akte kelahiran,” ujarnya. Lanjut Suyadi, sejak diterapkan 15 Januari lalu, sudah 416 jamaah didata dengan Biometrik. (Rio)

Dibaca : 980 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/793

Survey BPS: Pelayanan Haji Memuaskan

Penulis :
14 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei kepuasan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu. Secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji tahun 1433 Hijriyah/ 2012 mencapai angka 81,32 persen, dengan demikian tergolong memuaskan atau di atas standar.

“Tapi jika dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya terjadi penurunan indeks kepuasan jamaah haji sebesar 1,99 persen, tapi pelayanan haji masih memuaskan,” kata Kepala BPS Suryamin saat menyampaikan paparan hasil survei kepuasan jamaah di auditorium Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (14/3).

Di hadapan Menteri Agama Suryadharma Ali dan sejumlah undangan, Suryamin lebih lanjut memaparkan hasil survei, pelayanan yang diberikan petugas kloter atau petugas yang mendampingi jamaah sejak dari tanah air mendapat respon positif dari jamaah, sedangkan layanan transportasi mendapatkan skor paling rendah di antara layanan-layanan lainnya.

“Aspek petugas kloter meraih angka tertinggi sebesar 88,36 persen, dan kepuasan pelayanan haji 2012 pada aspek transportasi mendapatkan skor 74,00 persen, kata Suryamin.

Salah satu faktor yang mendorong kenaikan angka tersebut adalah karena sikap, keramahan dan kesopanan petugas kloter dalam melaksanakan tugas dan pelayanan. Faktror lainnya adalah penyampaian petugas, kerapian berpakaian dan fasuilitas yang digunakan petugas dalam pelayanan.

Adapun masalah pelayanan transportasi, kata Suryamin, pelayanan ini agak sulit dikontrol karena terkait dengan pihak organda Arab Saudi (naqabah sayarah) yang menjadi pemasok kendaraan bus yang dipakai jamaah haji.

Ketersediaan dan kecukupan jumlah armada transportasi yang melayani jamaah haji dabn kenyamaan yang dirasakan jamaah haji selama menggunkan sarana trans[portasi menjadi fakot penyebab turunnya indeks kepuasan jamaah.

Menanggapi hasil survei BPS, Menteri Agama menyatakan, meski mendapat nilai memuaskan, pihaknya tetap merasa tidak puas, karena itu akan terus berupaya meningktkan pelayanan. “Prioritas tahun ini pada perbaikan transprtasi khususnya transportasi darat di Arab Saudi,” kata Menag menjawab wartawan.

Selain penyampaian paparan BPS di tempat yang sama juga dilaksanakan penyampaian laporan keuangan haji tahun 2012 oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu serta peluncuran buku Talbiyah di Tanah Haram. Acara ini dihadiri Wakil Ketua komisi VIII Said Zakaria, Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia Slamet Effendy Yusuf, dan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (ks)

Dibaca : 357 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/791

Menag: Pengelolaan Dana Haji Membaik

Penulis :
14 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Pengelolaan dana haji dari waktu ke waktu semakin baik. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya kekuatan dana haji dalam memberikan subsidi dalam jumlah yang lebih besar nominalnya dan dalam jumlah orang yang lebih banyak.

Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dalam acara penyampaian Laporan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1433H/2012 M, di Aula HM.Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Kamis (14/03).

Hadir dalam acara ini, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin,Ketua MUI, KH. Umar Shihab, Ketua Komite Pengawas Ibadah Haji (KPIH), Slamet Effendi Yusuf, Dirut PT Garuda Indonesia, serta Pejabat Eselon Idan II Kementerian Agama.

Menurut Menag, perkembangan nilai manfaat yang dikembalikan kepada jamaah haji terus mengalami peningkatan. Pada 2010, setiap jamaah memperoleh pengembalian nilai manfaat sebesar Rp.3.802.000. Ditambah dengan living cost sebesar Rp3.750.000, maka jumlah dana yang dikembalikan kepada setiap jamaah mencapai Rp7.552.000.

Living cost yang diberikan pada 2011 dan 2012 jumlahnya sama, yaitu Rp3.750.000. Namun, nilai manfaat yang dikembalikan terus meningkat, yaitu: Rp7.161.000 (2011) dan Rp9.098.000 (2012). Kalau ditambahkan dengan dana living cost, maka jumlahnya menjadi Rp10.911.000 (2011) dan
Rp12.800.000 (2012) atau 35% dari toral BPIH.

Untuk 2013, lanjut Menag, nilai manfaat yang akan dikembalikan kepada jamaah diperkirakan mencapai Rp12.342.000. Adapun dana living cost-nya tetap, Rp3.750.000. Jika dijumlahkan maka dana tersebut mencapai Rp16.100.000.

“Jumlah Rp16.100.000 ini setara dengan 40% dana BPIH,” terang Menag.

Terkait dengan meningkatnya jumlah orang yang memperoleh, Menag menjelaskan bahwa pada 2009, jamaah yang berada di ring I hanya 27% atau sekitar 26.000 jamaah. Menurut Menag, biaya sewa pemondokan di ring I itu biasanya melampauai biaya sewa yang wajib dibayar jamaah.

“Jadi selalu ada selisih dan selisihnya itu dibayar dari dan manfaat,” tegas Menag.

Tahun 2010, pembayaaran selisih biaya sewa pemondokan ini meningkat, mampu mengcover 63% jamaah atau 125.000 orang. Tahun 2011, 194.000 jamaah (100%), selisih biaya sewa pemondokannya disubsidi dari dana manfaat.

“Tahun 2012 juga sama, 100% selisih biaya sewa pemondokannya bisa disubsidi dari dana manfaat,” tambah Menag.

Yang lebih fantastik lagi, lanjut Menag, adalah komponen-komponen yang semestinya jamaah bayar, sudah tidak dibayarkan lagi. Menag mencontohkan, biaya pembuatan paspor sebesar Rp255.000, sudah tidak bayar jamaah. Asuransi (Rp100.000) dan general service fee (277USD) juga sudah tidak dibayar atau dibebankan dari dana optimalisasi.

“Hal ini yang sering saya ungkapkan tetapi tidak pernah menjadi referensi bagi mereka yang berkepentingan dalam memberikan penilaian terhadap penyelenggaraan ibadah haji,” tutup Menag.

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin, menyampaikan hasil survei kepuasan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1433H kepada Menteri Agama. Dalam paparannya, Suryamin menjelaskan bahwa secara keseluruhan indeks kepuasan jamaah haji tahun 1433 Hijriyah/2012 mencapai angka 81,32 persen, dengan demikian tergolong memuaskan atau di atas standar.

Terkait hal ini, dalam laporannya, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Anggito Abimanyu mengatakan bahwa walaupun hasilnya tergolong memuaskan dan di atas standard, namun hal itu tidak akan membuat kami euforia.

“Kami akan menjadikan hasil survei ini sebagai masukan yang positif dan objektif untuk terus berupaya melakukan peningkatan kualitas layanan kepada jamaah haji,” tegas Anggito. (mkd)
 

Dibaca : 30 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/792

Dirjen PHU Lantik Pejabat Baru

Penulis :
08 Maret 2013

Jakarta (Sinhat)–Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV di bidang haji. Diharapkan, pelayanan terhadap jamaah haji akan semakin baik dan lancar.

“Saya minta pejabat baru lebih berjibaku melayani para tamu Allah,” pesan Dirjen Anggito kepada pejabat baru pada acara pelantikan di kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Jumat (8/3). Acara pelantikan dihadiri sejumlah pejabat haji.

Pejabat yang dilantik yaitu; Arif Nurrawi S.IP sebagai Kepala Bagian Organisasi, Tata Laksana dan Kepegawaian, Sunaryo, SE, MM sebagai Kepala Sub Direktorat Transportasi dan Perlindungan Jamaah Haji.

Arsad Hidayat, Lc sebagai Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji Makkah pada Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi, Taufiq Erwin Haryadi, S.Kom sebagai Kepala Seksi Pengawasan PIHK pada Subdit Pembinaan Haji Khusus, Moh. Hasan Afandi, S.Si, M.Sc sebagai Kepala Sub Bagian Pengelolaan Sistem Jaringan pada Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu dan Akhmad Jauhari sebagai Kepala Seksi Penyelenggara Haji Madinah pada Kantor Misi Haji Indonesia di Arab Saudi. (ks)

Dibaca : 929 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/790

BPIH 1434H Diharapkan Bisa Ditetapkan Bulan April

Penulis :
21 Februari 2013

Jakarta (Sinhat) — Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau yang biasa
disebut BPIH diharapkan sudah bisa ditetapkan pada bulan April. Hal ini
disampaikan oleh Direktur Pelayanan Haji, Sri Ilham Lubis, ketika menerima kunjungan dari anggota Komisi C DPRD Kab. Tuban, Jawa Timur yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (20/02).

“Tahun ini, sudah disepakati dalam raker Kementerian Agama dengan Komisi VIII DPR RI  agar pembahasan BPIH dilakukan lebih awal,” tegas Sri.

Sehubungan itu, lanjut Sri, pembahasan BPIH di DPR sudah dilakukan sejak bulan Januari 2013. “Sekarang sedang disiapkan segala sesuatunya, termasuk pembahasan tentang komponen terbesar dalam BPIH, yaitu penerbangan yang mencapai 60%,” kata Sri.

Menurut Sri, alah satu upaya Kementerian Agama untuk mempercepat proses pembahasan BPIH adalah dengan mengirim tim penyewaan perumahan, transportasi, dan katering.  “Tim yang diberangkatkan sejak tanggal 17 Januari ini bertugas melakukan survei harga dan mendapatkan pemondokan yang lebih baik dan lebih dekat,” uajr Sri.

Namun demikian, Sri juga menjelaskan bahwa sekarang ini banyak sekali gedung di sekitar Masjidil Haram yang sudah, sedang, dan akan dibongkar untuk perluasan masjid. Sebagian besar di antaranya bahkan termasuk yang biasa ditempati oleh jamaah haji Indonesia. Sehubungan itu, tugas untuk mendapatkan pemondokan yang lebih dekat dan lebih baik merupakan tanggung jawab berat yang harus dilakukan oleh Tim.

“Mungkin pemondokan akan sedikit menjauh (dari Ka’bah), tapi tetap dekat dengan Masjidil Haram karena adanya perluasan. Sehubungan itu, harga sewa pemondokan pun semakin mahal,” kata Sri.

Agar harga sewa dapat dikendalikan, Menteri Agama, kata Sri, telah
mengirim surat kepada Gubernur Makkah untuk ikut mengatur harga sewa pemondokan di Makkah. “Kita tetap berusaha agar bisa memperoleh yang terbaik,” tutup Sri. (mkd)
 

Dibaca : 844 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/789

Menag Bertemu Menteri Haji Arab Saudi

Penulis :
15 Februari 2013


Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar, di Jeddah, Arab Saudi,  Selasa (12/2). Dalam Pertemuan dibicarakan beberapa hal yang terkait dengan perumahan dan transportasi jemaah haji Indonesia. Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan tentang bimbingan jemaah haji.

Menteri Haji Arab Saudi Bandar bin Mohammed Al-Hajjar menyatakan pentingnya memberi bimbingan kepada jemaah haji sebelum mereka tiba di Arab Saudi.


Pada kesempata tersebut, Menag Suryadharma Ali memuji pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk pengembangan dua masjid suci sehingga dapat menampung jemaah lebih besar lagi. (arabnews/Foto SPA)

Dibaca : 260 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/788

Musim Haji Masih Beberapa Bulan Lagi, Jaga Kesehatan Sejak Dini

Penulis :
14 Februari 2013

Jakarta (Sinhat)– Musim haji memang masih beberapa bulan lagi, tapi tak ada salahnya bagi Anda para calon haji menjaga kesehatan sejak sekarang. Jika tak terbiasa menjaga kesehatan, bisa jadi ibadah haji menjadi tidak maksimal.

“Pertama, para calon haji harus menjaga kesehatan,” kata Dr dr Iris Rengganis, Sp.PD-KAI dalam acara seminar Nyaman Berwisata, Lindungi Diri dengan Vaksinasi di Energy Cafe, Energy Building Lt Mezzanine, SCBD, Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Cara menjaga kesehatan bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi dan tetap menjaga vitalitas fisik. Adapun makanan yang dianjurkan agar tubuh lebih sehat antara lain sayuran, buah, ikan dan daging.

Buah dan sayur akan membantu tubuh memasok antioksidan dan bioflavonoid. Sedangkan khusus jeruk atau lemon, bisa memberi resistan terhadap infeksi yang berasal dari kuman dan penyakit.

Calon haji juga harus meningkatkan sistem imun dengan olahraga dan vaksin. Vaksinasi yang dibutuhkan calon jamaah antara lain vaksinasi meningitis, influenza dan pneumonia.

Vaksinasi paling baik dilakukan maksimal 2 minggu sebelum perjalanan. Karena pembentukan antibodi akan membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Setelah itu, antibodi dari vaksin tersebut akan aktif selama 3 tahun.

Calon jamaah biasanya diwajibkan untuk divaksin meningitis. Tapi tak ada salahnya jika ingin melakukan vaksin influenza dan pneumonia. Nah vaksin pneumonia ini dianjurkan diambil oleh calon haji berusia 50 tahun.(detik)

Dibaca : 196 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/787

Menag Akan Upayakan Jemaah Haji Wafat, Putra-Putrinya Dapat Bea Siswa

Penulis :
08 Februari 2013

Jakarta (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali akan mengupayakan memberikan bea siswa kepada putra/putri yang orangtuanya wafat tatkala melaksanakan ibadah haji dan program ini diharapkan mendapat dukungan dari Bank Penerima Setoran (BPS) haji.
    
Jumlah jemaah haji yang wafat di tanah suci saat menunaikan ibadah haji setiap tahunnya berkisar 400 orang dan sangat wajar jika BPS ikut meringankan anggota keluarga, dengan cara memberikan bea siswa, kata Menteri Agama Suryadharma Ali seusai lauching Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN) di Jakarta, Jumat.
    
Jemaah haji wafat di tanah suci bisa berbagai sebab. Karena sakit, kecelakaan dan sebagainya. Yang jelas, yang wafat ketika melaksanakan ibadah haji pada tahun 2012 lalu saja sekitar 400 orang.
    
Bagi kalangan perbankan sebagai BPS, untuk memberikan bea siswa kepada anggota keluarga jemaah haji yang wafat tentu sangat membantu. Cara itu sangat mulia. Jumlahnya pun tak terlalu besar jika dilihat dari jumlah jemaah haji Indonesia setiap tahunnya mencapai 211 ribu orang.
    
Jemaah haji Indonesia sebanyak itu memasukkan setoran awal Rp25 juta dan dilunasi ketika beberapa tahun kemudian sesuai dengan daftar tunggu (waiting list). “Tentu memberi bea siswa bagi anggota jemaah yang wafat nilainya kecil,” kata Menag.
    
Dana itu, lanjut dia, bisa diambil dari Corporate Social Responsibility (CSR). Meski program ini belum disosialisasikan ke kalangan BPS, diharapkan hal ini mendapat dukungan.
    
Banyak anggota keluarga jemaah haji yang wafat merasa sedih berkepanjangan. Pasalnya, selain merasa ditinggalkan selamanya juga hilang harapan lantaran tulang punggung ekonomi keluarga tak ada lagi, kata Menteri Agama.
    
Karena itu, program ini ke depan mendapat dukungan. “Saya optimis, pihak bank pun bisa memahami hal ini,” katanya. (ant/ess)

Dibaca : 343 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/786

Saudi Keluarkan Kebijakan yang Bakal Menyulitkan Penyelenggaraan Haji Indonesia

Penulis :
04 Februari 2013

Jakarta (Sinhat) –Indonesia bakal mengalami kesulitan dalam penyelenggaraan haji beberapa tahun ke depan, karena pemerintah Arab Saudi  mengeluarkan surat edaran yang menetapkan, kantor misi haji Indonesia tak dibenarkan lagi menggunakan kata misi haji Indonesia.
      
Selama ini kantor misi haji Indonesia atau yang dikenal Teknis Urusan Haji selalu berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jendral RI di Jeddah. Ke depan, sudah harus dipisah, kata Kepala Staf Teknis Urusan Haji pada KJRI Jeddah, DR. M. Syairozi Dimyati   di Jeddah, baru-baru ini.

Surat Edaran (SE) tentang aturan itu sudah diterima dan sudah disampaikan kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu dan Menteri Agama Suryadharma Ali.
    
Konsekuensi dari pelarangan menggunakan istilah misi haji itu, lanjut dia, adalah sekitar 153 kendaraan operasional haji yang menggunakan plat nomor kendaraan atas nama KJRI tidak dibenarkan lagi beroperasi. Pihak otoritas setempat sudah memberikan teguran agar kendaraan tersebut segera diurus dan segera diputihkan.
     
Semua yang menggunakan terminilogi misi dan selama ini melekat dengan penyelenggaraan haji tidak dibenarkan lagi untuk digunakan. Jika ingin menggunakan kendaraan, menurut Syairozi, harus dilakukan dengan cara menyewa dan supirnya pun harus orang setempat.“Ini jelas menyulitkan kita,” katanya.
     
Terkait dengan surat edaran itu, disebutkan pula kendaraan operasional untuk kesehatan pun tak dibenarkan lagi mengatasnamakan misi haji. Termasuk ambulannya. Jika ingin menggunakan ambulan, pemerintah setempatlah yang menyiapkan.
     
Untuk penyelenggaraan ibadah haji, kata dia, Pemerintah Arab Saudi memang secara berkelanjutan melakukan perbaikan. Banyak pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya, sekurangnya 17 kementerian di negara itu. Mulai 2013, kebijakan penyelenggaraan haji diubah dan kementerian haji setempat akan berkoordinasi dengan setiap negara Muslim.
    
Meski begitu,  kementerian lain di negara itu juga berperan. Mulai kementerian PU hingga Dalam Negeri. Karena itu pula kata misi harus dihapus karena misi haji bukan termasuk urusan diplomasi.
    
Surat edaran lain yang juga terkait dengan penyelenggaraan haji ke depan adalah pengaturan tentang pemondokan. Rancangan Undang-Undang yang mengatur pemondokan haji di negeri itu sudah disahkan. Bunyinya mengatur bahwa pemondokan ke depan akan diatur oleh muasasah.
     
Muasasah memegang peranan penting untuk menentukan Jemaah haji dari suatu negara berada di lokasi mana. Artinya, otoritas jarak jauh/dekat masjidil haram yang mentukan adalah muasasah. Dengan demikian, katanya, ke depan, tim perumahan yang melakukan negosiasi untuk mendapatkan pondokan terdekat seperti yang dilakukan selama ini. “Semua itu perlu antisipasi,” katanya.
     
Pihak TUH hingga kini masih terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama di Jakarta untuk mencari solusi yang terbaik. “Kita ingin agar perlakuan itu tak dilakukan secara serentak. Maunya secara bertahap mengingat Jemaah haji Indonesia termasuk yang terbesar setiap tahunnya,” ia menjelaskan. (ant/ess)

Dibaca : 484 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/784

DPR-Kemenag Sepakat Bentuk Panja BPIH

Penulis :
31 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Komisi VIII  DPR RI dan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama sepakat untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) Badan Penyelenggara Ibadah Haji 2013  Hal itu adalah kesimpulan rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama, Suryadharma Ali di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (30/1).

“Komisi VIII DPR RI dan Menteri Agama RI sepakat membentuk Panja BPIH tahun 1434H/2013,” demikian dikatakan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ida Fauziah.

Komisi VIII DPR RI juga akan membahas lebih lanjut tentang permohonan persetujuan penggunaan uang BPIH sebesar Rp1,651 triliun (seribu enam ratus lima puluh satu miliar).

Dana itu akan digunakan untuk penyewaan pemondokan jemaah di Makkah dan Madinah sebesar Rp1,483 triliun (seribu empat ratus delapan puluh tiga miliar), katering di Madinah, Arafah, Mina, Jeddah Rp79,5 miliar, pembuatan paspor Rp41,1 miliar, percetakan paket buku manasik dan perjalanan haji Rp2,7 miliar dan, bimbingan manasik dan perjalanan haji senilai Rp48,5 miliar.

“Komisi VIII DPR RI meminta Menteri Agama agar segera menyampai laporan keuangan penyelenggaraan haji tahun 1433 H/ 2012 M sebagaimana pasal 25 ayat (1) UU 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji,” kata Ida.

Kesimpulan lainnya, kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu, Komisi VIII DPR meminta Menteri Agama menghindari duplikasi anggaran dengan anggaran yang berasal dari APBN.

“Menteri Agama juga diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah dan menyampaikan berbagai data dan informasi yang diperlukan dalam pembahasan BPIH 2013,” kata Ida. (ant)

Dibaca : 467 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/783

Dirjen PHU: Ingin Kelola Dana Haji, Wajib Tingkatkan Modal

Penulis :
30 Januari 2013


Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau bank syariah untuk meningkatkan modalnya bila ingin mengelola sepenuhnya dana haji. Per 31 Desember 2012, outstanding dana haji mencapai Rp 50 triliun.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, mengatakan bila modal bank syariah masih di bawah Rp 50 triliun, maka masih diragukan untuk mengelola dana haji. “Selama modal bank syariah masih di bawah Rp 50 triliun, maka belum trustee,” ujarnya dalam Seminar Pengelolaan Dana Umat dengan Prinsip Ekonomi Syariah, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (29/1).

Komitmen menambah modal, menurut Anggito, merupakan suatu bottle neck yang harus diikuti bank syariah. Mengingat pengalihan dana dari bank konvensional ke syariah dilakukan secara gradual.

Anggito mengatakan penyeimbangan penempatan dana akan dilakukan sejalan dengan kebijakan penjaminan dana jamaah di perbankan dan peningkatan kinerja bank syariah. Pengelolaan arus kas akan dilakukan bersama bank koordinator. “Integrasi sistem informasi sedang dilakukan untuk menghubungkan dana jamaah, dokumen dan keuangan,” ucapnya.

Lebih jauh ia menuturkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Keuangan Haji sedang difinalisasi untuk memisahkan kebijakan pengelolaan dana haji dalam lembaga badan layanan umum (BLU). “Pengelolaan dana haji akan dilakukan secara profesional, akuntabel, transparan dan amanah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Anggito mengatakan financial deeping di Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara tetangga. Saat ini aset perbankan syariah nasional terhadap PDB baru mencapai 40 persen, sedangkan nilai kapitalisasi pasar 65 persen terhadap PDB.

Menurutnya perlu pendalaman sektor jasa keuangan Indonesia melalui diversifikasi pendanaan, pengembangan produk-produk baru, seperti syariah dan membuka akses bagi yang belum memiliki kecukupan finansial. Dana-dana keuangan syariah meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, akses pasar keuangan, orientasi investasi ke produk syariah dan kesadaran masyarakat.

Selama ini dana-dana keuangan syariah di Indonesia, kata Anggito, bersumber dari pendapatan masyarakat, zakat, shadaqah, infaq, wadiah dan haji. Dana tersebut disimpan perbankan syariah, obligasi syariah, pasar modal dan instrumen syariah lainnya.

Pendapatan masyarakat yang disimpan di perbankan syariah meningkat, namun masih relatif kecil, yakni 5 persen dari perbankan konvensional. Demikian juga dengan penerbitan obligasi syariah oleh pemerintah maupun swasta masih sedikit.

Anggito menambahkan, dana-dana shadaqah, infaq dan wadiah selama ini tidak teridentifikasi dan tercatat dengan komprehensif. Padahal, dana haji mempunyai nilai manfaat yang besar untuk menggerakkan perekonomian Islam. “RUU Pengelolaan Keuangan Haji memberikan peluang investasi langsung akan meningkatkan nilai manfaat,” katanya.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Yuslam Fauzi, menilai kekhawatiran Kemenag akan kesanggupan bank syariah mengelola dana haji sangat berlebihan. “Akan dicek apakah benar bank syariah tidak sanggup, toh dana haji cuma Rp 50 triliun,” ujar dia.

Pihaknya, ungkap Yuslam, telah membicarakan perihal pengelolaan dana umat ini dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Harus ada surat bahwa dana haji dijamin LPS agar betul-betul jelas,” katanya.(Rep)

Dibaca : 363 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/779

Daftar Tunggu Calhaj Yogya Sampai 2025

Penulis :
30 Januari 2013

Yogyakarta (Sinhat) — Daftar tunggu  menunaikan ibadah haji untuk calon jamaah haji di DIY mencapai 13 tahun. Sehingga apabila tahun ini masyarakat DIY baru mendaftar untuk menunaikan ibadah haji, maka berangkat ibadah hajinya tahun 2025.

Hal itu dikemukakan Kepala Kanwil Kementerian Agama Maskul Haji pada wartawan usai  Peringatan Maulid Nabi Muahammad SAW Tahun 1434 H/2013 Masehi Jajaran Pemerintah Daerah DIY, di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (29/1).

Selanjutnya dia mengatakan  BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 2013 sekarang baru dalam proses pembahasan di Komisi VIII DPR RI.” Kementerian agama sedang menyusun draft BPIH.  Kita tunggu saja mudah-mudahan bulan Juni-Juli BPIH sudah keluar. Sehingga waktu pelunasan BPIH lebih lama dan waktu manasik haji juga lebih lama,”tutur dia. Besaran BPIH DIY tahun 2012 yang masuk dalam  embarkasi Solo sebesar USD 3.617 .

Dia mengungkapkan setiap tahun DIY mendapat kuota haji sebanyak 3068 orang. Sehingga sekarang jumlah pendaftar untuk menunaikan ibadah haji di DIY sudah sekitar 39.884 orang.  Tahun lalu DIY tidak ada tambahan kuota, sedangkan tahun 2011 DIY mendapat tambahan kuota haji sebanyak 248 orang.

”Untuk tahun ini kami belum tahu apakah DIY mendapat tambahan kuota atau tdak. Kaena menunggu hasil diskusi dari DPR RI. Kalau Indonesia mendapat tambahan kuota haji maka DIY baru mengajukan tambahan kuota,”tutur dia.

Sementara itu Gubernur DIY Sultan dalam sambutan tertulis  yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX pada  Peringatan Maulid Nabi yang mengatakan  Esensi dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sesungguhnya adalah untuk meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah. Sehingga buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana patut diteladani.

”Perilaku  akhlak mulia akhlakul kharimah yang mampu menebarkan rahmatan  lil’alamin, rahmat bagi semesta alam sekaligus memberikan tauladan kepada kita semua  untuk membangun tatanan kehidupan bernegara yang adil dan sejahtera,”kata Sultan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini ceramah yang disampaikan oleh  KH.Khosim Ali Musthofa dari Bimbingan Mental (Bintal) Rindam IX Diponegoro Magelang.(Rep)

Dibaca : 155 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/780

Disiapkan Kloter Lansia Pada Musim Haji 1434H

Penulis :
30 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Kementerian Agama tengah menyiapkan kloter khusus bagi jamaah usia lanjut (lansia) yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 1434 H/ 2013. Kloter untuk lansia ini akan mendapatkan fasilitas khusus dalam pelayanan kesehatan karena mereka termasuk jamaah beresiko tinggi (risti).

Demikian dikemukakan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Jakarta, Rabu (30/1). “Masa tinggal di Arab Saudi durasinya lebih pendek antara 20-25 hari, serta pemondokan lokasinya dekat Masjidil Haram,” kata Anggito dalam jumpa pers didampingi Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriatna, Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis dan Kapus Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi.

“Selain itu juga mereka akan mendapatkan bimbingan haji yang khusus, karena usia mereka nanti 83 tahun ke atas, yang merupakan usia risiko tinggi dan berbagai keterbatasan,” kata Anggito Abimanyu.

Menurut dia, demi meningkatkan pelayanan, dan keamanan bagi jamaah, maka pihaknya juga akan menambah petugas kesehatan dan petugas keamanan di Arab Saudi. Berbagai langkah ini, menurut dia, jelas menimbulkan konsekuensi penambahan biaya.

“Namun kami upayakan bahwa tambahan biaya penyelenggaraan itu, tidak akan menambah BPIH yang dibayarkan calon haji kita. Maka akan kita usulkan dana optimalisasi setoran awal, yang tahun lalu mensubsidi Rp 9 juta per orang, maka akan kita upayakan bisa mencapai Rp 12 juta per orang pada 2013,” papar mantan Direktur Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan ini.

Mengenai BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) tahun 2013, Anggito mengatakan, pemerintah baru memulai membahas dengan DPR RI. Diharapkan BPIH tahun ini tidak mengalami kenaikan dan dapat ditetapkan bulan April mendatang, dengan demikian lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang penetapannya jatuh pada bulan Agustus. (ks)

Dibaca : 210 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/781

Menag: Makin Banyak Maskapai, Harga Tiket Penerbangan Haji Bisa Lebih Murah

Penulis :
30 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Kementerian Agama masih membuka peluang bagi maskapai nasional untuk melayani penerbangan haji dengan harapan dapat menekan komponen biaya penerbangan. Meski peluang itu masih dibuka, namun tidak semua maskapai peminatnya mampu memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh pemerintah RI dan Arab Saudi.

“Tadi DPR soroti masalah penerbangan. Kenapa hanya Garuda dan Saudi Arabia, apakah tidak memungkinkan untuk dibuka lebih banyak maskapai? Kita tetap buka agar lebih banyak maskapai yang daftar untuk berangkatkan haji,” kata Menag, Surya Dharma Ali.

“Jika lebih banyak maka kompetisi harga tiket akan lebih baik, sehingga kita akan dapat harga tiket yang lebih murah,” jelasnya kepada wartawan yang mencegat usai rapat dengan Komisi VIII soal haji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Menurutnya, ada lima maskapai yang semula berniat untuk berangkatkan jamaah haji selain Garuda Indonesia dan Saudi Arabia. Mereka adalah Lion Air, Batavia dan Air Asia. Di dalam prosesnya, Lion Air dan Batavia tidak mampu memenuhi syarat.

Proses tender penerbangan ibadah haji, bukan semata-mata masalah harga tiket yang lebih murah. Unsur pelayanan bagi para jamaah haji harus tetap memuaskan.

“Apakah bisa berangkatkan jamaah tepat waktu? Bagaimana pelayanan di dalam pesawat? Kemudian kualitas dan sebagainya,” jelasnya.

Nah, dalam menetapkan sebuah maskapai untuk memberangkatkan haji ke Makkah itu menurut Surya tidak hanya dilakukan oleh Kemenag sendiri, tetapi ada kerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Eksekusi akhir ada pada DPR.

“Kemenhub itu yang akan memuat kriteria, persyaratan sampai dengan estimasi penetapan harga, mereka punya pengetahuan tentang itu. Setelah itu dibahas bersama DPR,” kata politisi PPP itu.(detik.com)

Dibaca : 47 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/782

Sumsel Bangun Miniatur Kabah dan Pesawat Haji

Penulis :
28 Januari 2013


Palembang (Sinhat)–Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin akan melengkapi Asrama haji embarkasi Palembang dengan miniatur Kabah dan mock up pesawat haji.

Rencana pembangunan miniatur Kabah dan mock up pesawat haji tersebut disampaikan Gubernur Alex Noerdin pada acara dzikir bersama jemaah haji Al Raudhah 2012 dan calon jemaah haji Al Raudhah tahun 2013 di  Masjid Sempurna Igama, Plaju, Ahad (27/1).

Menurut Alex Noerdin, Asrama Haji Embakrasi Palembang merupakan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan asrama haji terbaik di Indonesia.

“Asrama ini satu-satunya asrama haji yang dikelola pemerintah daerah,” katanya.

Dalam pengembangannya ke depan, Alex Noerdin menjelaskan, di dalam komplek asrama haji akan dibangun miniatur Kabah yang mirip dengan ukuran sebenarnya yang di Mekkah.

“Ini dilakukan agar jamaah haji asal Sumatera Selatan terbiasa dalam melakukan manasik,” tambah Alex Noerdin.

Selain miniatur Kabah, menurut Gubernur Sumsel, perusahaan Garuda Indonesia juga akan menyumbang satu contoh pesawat yang akan jadi mock up pesawat haji, yang berguna untuk melatih jemaah selama dalam penerbangan keberangkatan maupun kepulangan dari menunaikan ibadah haji.

“Di pesawat ini jamaah akan dilatih untuk memasang safety belt dan menggunakan toliet di pesawat. Jadi kita berikan latihan dahulu bagi calon jamaah yang belum terbiasa naik pesawat dan jika lulus baru diberikan sertifikat sudah bisa melaksanakan ibadah haji,”  kata Alex Noerdin.

Untuk membenahi Asrama Haji Embarkasi Palembang menjadi asrama haji terbaik dan terlengkap di Indonesia, menurut Alex Noerdin di komplek asrama haji akan dibangun hotel syariah,.

”Di lantai bawah hotel akan dilengkapi restoran yang menyajikan menu makanan Arab dengan tujuan agar calon jamaah haji terbiasa dengan menu di Tanah Haram, Makkah dan Madinah,” ujarnya menambahkan. (Rep)
 

Dibaca : 286 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/777

Daftar Tunggu Haji Purwakarta Hingga 2021

Penulis :
28 Januari 2013

Purwakarta (Sinhat) — Daftar tunggu haji di Kabupaten Purwakarta, mengular hingga 2021 mendatang. Kondisi tersebut, disebabkan tingginya minat masyarakat terhadap ibadah haji.

Minat masyarakat ini, tak berbanding lurus dengan kuota haji yang ditetapkan pemerintah. Kuota untuk Purwakarta sedikit, hanya 723 orang.

Kasi Urusan Haji Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Zaenal Mutaqien, mengatakan, kebijakan kuota ini sudah diatur oleh pemerintah. Selama ini, ada dua rumusan yang digunakan, makanya dapatlah kuota untuk Purwakarta sebanyak 723 orang.

Kuota tersebut, tentunya merujuk pada penetapan kuota Jabar.  “Kuota untuk Jabar 2012 yang ditentukan oleh pusat mencapai 37.366 orang,” kata Zaenal, Ahad (27/1).

Kuota Jabar tersebut, merupakan yang terbesar di Indonesia. Akan tetapi, bila Pemprov Jabar akan meminta kuota haji ditambah, pihaknya sangat setuju. Supaya, daftar tunggu haji khususnya di Purwakarta tak sepanjang seperti saat ini. Dengan kata lain, pihaknya setuju bila setiap tahunnya kuota haji tersebut menambah penambahan. Idealnya dua kali lipat.

Dari 26 kabupaten dan kota di Jabar, daftar tunggu haji yang paling banyak yaitu di Karawang. Sampai saat ini, daftar tunggunya sampai 2022 mendatang. Dengan kondisi tersebut, berarti minat masyarakat ini sangat tinggi. Karenanya, urusan haji ini menjadi persoalan tersendiri.

Apalagi, kebijakan kuota haji tersebut tak bisa dibuat sendiri oleh pemerintah. Melainkan, harus merujuk pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Seperti 2012 lalu, pemerintah Arab Saudi memberikan kuota kepada Indonesia sebanyak 211 ribu jamaah. Kuota itu, kemudian dibagi-bagikan ke masing-masing provinsi.

Porsi terbesar, tentunya diraih oleh Jabar. Bahkan, kuota haji Jabar lebih besar dari Jatim, yang hanya 32 ribu orang. Dengan porsi yang terbesar ini, tentunya masyarakat Jabar yang mendominasi para jamaah haji asal Indonesia di Arab Saudi.

Terkait dengan dana awal, lanjut Zaenal, masih tetap sama. Yaitu, Rp 25 juta. Dengan menyetorkan dana awal itu, calon jamaah haji itu sudah bisa mendapatkan kursi. Meskipun, kuncinya hanya satu. Yaitu, harus ekstra sabar dalam menunggu pemberangkatan.

Sementara itu, Yatinah Djuhara (62 tahun), warga asal Gg Beringin, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, mengaku, seharus pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai pendaftar haji ini. Seperti, memprioritaskan warga yang belum pernah berangkat haji. Selain itu, mempriotaskan juga pendaftar yang usianya di atas 50 tahun. (Rep)
 

Dibaca : 152 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/778

Menag: Ada Badan Khusus, 1000 Persen Haji ‘Chaos’

Penulis :
25 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Wacana pembentukan badan khusus haji menguat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menteri Agama Suryadharma Ali menilai badan khusus haji itu hanya omong kosong.

Menurutnya, gagasan badan khusus haji tidak memertimbangkan hal-hal kecil yang dampaknya besar di Indonesia. Bahkan, menurut Suryadharma, pihaknya sangat yakin kalau penyelenggaraan haji diurus badan baru, justru akan lebih kacau.

“Seribu persen ‘chaos’ kalau ada sistem baru dan badan baru untuk haji,” kata Suryadharma Ali saat pembukaan Tasyakur Haji dan Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (23/1) malam.

Suryadharma menambahkan, penyelenggaraan haji sangat unik. Tidak boleh diselenggarakan secara serampangan. Menurutnya, gagasan badan khusus haji muncul karena hanya melihat masalah yang terjadi di Arab Saudi. Padahal, kata dia, penyelenggaraan haji sudah dimulai sejak dari tingkat kecamatan di Indonesia.

Menteri Agama membantah kalau penyelenggaraan haji tahun ini masih dinilai kacau. Menurutnya, sudah banyak perbaikan dalam penyelenggaraan haji sampai sekarang. Sukses itu, tambah Suryadharma, bukan menyelesaikan pekerjaan tanpa ada masalah.

Namun, bagaimana menyelesaikan masalah dalam suatu pekerjaan. Artinya, penyelesaian masalah dalam penyelenggaraan haji bukan dengan membuat badan baru, tapi memerbaiki sistem yang sudah ada.

Kementerian Agama, tambah Menteri dari politisi Partai Persatuan Pembangunan itu, sudah sangat profesional dalam penyelenggaraan haji. Sebab, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh sudah puluhan tahun mengemban tugas itu.

Suryadharma Ali menilai pembuatan badan khusus belum ada keunggulannya. Bahkan, pembentukan badan khusus itu hanya akan membuat banyak masalah. Meskipun masalah kecil dan teknis, namun dapat berpengaruh besar dalam penyelenggaraan.

“Kalau dibuat badan khusus baru, siapa yang akan menggaji? Berkantor dimana badan itu?” tegas Menteri Agama.

Dengan adanya badan khusus, justru akan membebani jamaah kalau gaji diambil dari nilai manfaat. Akan membebani APBN juga kalau dibebankan pada negara. Lalu, harus membuat kantor yang banyak sampai tingkat kecamatan untuk mengurusi calon jamaah haji seperti yang sudah dilakukan Kementerian Agama di tiap satuan kerja di 6000an Kecamatan di Indonesia, tegas Suryadharma Ali.

Sebelumnya, wacana pemmbentukan badan khusus haji menguat di Komisi VIII DPR RI. Menurut anggota komisi VIII dari Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Jamil, sebagian anggota komisi VIII sepakat dibentuk badan khusus untuk menyelenggarakan haji. Hal itu untuk menyelesaikan masalah yang selalu berulang setiap penyelenggaraan ibadah haji.

“Masih wacana di Komisi VIII, belum jadi RUU,” kata Nasir Jamil pada Republika.

Saat ini DPR masih menyusun naskah akademis dari badan khusus tersebut. Dengan mendatangkan ahli agar memberi masukan pada gagasan badan khusus. Bahkan, komisi VIII sudah membuat Panja pembentukan badan khusus haji ini.(Rep/Agus R)

 

Dibaca : 509 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/776

Menag: PP Tentang DAU Sudah Ada

Penulis :
24 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). Namun untuk memanfaatkan dana  masih menunggu pembentukan sebuah badan khusus yang mengelola dana dari hasil efisiensi biaya penyelenggaraan ibadah haji itu.

“Ada satu persyaratan yang belum selesai, harus ada Badan Pengelola DAU, PPnya sudah terbit,” kata Menteri Agama saat memberi sambutan pada acara Tasyakur Haji 2012 dan Musyawarah Nasional Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU NU) di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu (23/1) malam.

Menag mengatakan, penggunaan DAU harus tepat sasaran,  yang lebih bermanfaat bagi umat. Jangan sampai uang ini dipakai untuk program abstrak seperti untuk rapat, pembinaan dan sebagainya.

Ia juga  mengatakan, jumlah dana yang terkumpul dalam DAU dari tahun ke tahun terus bertambah. “Waktu saya dapat tugas pertama Rp 1,7 trilyun. Sekarang sudah 2,2 trilyun, duitnya ada, saya berencana bikin masjid,” katanya.

“Kalau dana sebesar Rp 2,2 trilyun, manfaatnya 5-7 persen berarti Rp 120 milyar pertahun. dalam satu tahun bisa dibangun 120 masjid, sehingga dalam jangka 8 tahun ada 1.000 masjid,” jelas Suryadharma Ali.

Menag juga mengatakan, dana subsidi dari dana optimalisasi bagi setiap jamaah dari  tahun ke tahun meningkat. “Subsidi dari dana manfaat setoran awal bagi jamaah akan terus kita tingkatkan,”  ujarnya Ia mencontohkan, pada 2009 hanya 27 persen jamaah yang pemondokannya berada di jarak 2.000 meter ke bawah dari Masjidil Haram.

Pada 2010, kata dia, jamaah yang pemondokannya mendapat subsidi dari dana optimalisasi haji meningkat menjadi 65 persen. Begitu pula subsidi untuk setiap jamaah dari dana optimalisasi haji untuk pemondokan pada 2011 meningkat. ‘’Pada 2011 dan 2012, seluruh pemondokan jamaah haji reguler berada di Ring I, yakni 2.500 meter ke bawah,’’ ungkap Menag.

Ia mencontohkan, biaya sewa pemondokan yang dibayar jamaah pada 2011 mencapai 3.150 riyal, padahal harga sewa mencapai 3.700 riyal. Setiap jamaah mendapat subsidi sebesar 550 riyal.   Tahun 2012, jamaah hanya membayar sewa pemondokan sebesar 3.100 riyal, padahal sewa pemondokan mencapai 4.300 riyal. 

Menurut Menag, jika pada 2011 jamaah masih dibebankan membayar general service fee  sebesar 100 dolar  AS dari total biaya sebesar 277 dolar AS, maka Musim Haji 2012 ditanggung sepenuhnya oleh dana optimalisasi. ‘’Itu berarti subsidi yang diterima jamaah semakin meningkat,’’ paparnya..

Selain itu, setiap jamaah juga mendapat subsidi untuk biaya katering, asuransi, biaya pembuatan paspor. ‘’Semua digratiskan, karena ditanggung dari dana optimalisasi setoran awal,’’ kata dia. Pihaknya berjanji subsidi untuk jamaah pada musim haji 2013 akan terus ditingkatkan.

Terlebih, kata dia, biaya sewa pemondokan akan terus naik. ‘’Tak ada istilah sewa pemondokan turun,’’ ucap Menag. Apalagi, tutur dia, saat ini Pemerntah Arab Saudi sedang gencar melakukan perluasan Masjidil Haram. Karena itu pemerintah harus mengelola dana optimalisasi ini agar meringankan jamaah haji. Sehingga, manfaatnya menjadi lebih besar.

Tasyakur Haji 2012 dan Munas ASBIHU NU yang berlangsung 23-24 Januari diikuti ratusan peserta, hadir pada acara tersebut mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan, Ketua Umum ASBIHU NU KH Manarul Hidayat, Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Cepi Supriatna, Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono dan Kakanwil Kemenag prov DKI Jakarta Ahmad Murtadho. (ks)

Dibaca : 74 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/775

Selamat Jalan Pak Ghafur

Penulis :
20 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, telah wafat Bapak Abdul Ghafur Djawahir Pada Hari Ahad, 20 Januari 2013, Pukul 22.22 WIB di RS  Dharmais, karena sakit.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jln.H.Amit Rempoa, Ciputat, Tanggerang Selatan. Akan dimakamkan hari ini, ba’da zuhur, di pemakaman Tanah Kusir, Jaksel.

Almarhum merupakan salah satu pejabat karir di lingkungan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, yang memasuki masa pensiun 2-3 tahun yang lalu dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Pria kelahiran Pekalongan, 1 Maret 1954 ini merupakan sosok senior yang telah 27 tahun berkecimpung di bidang perhajian. Abdul Ghafur mulai masuk ke bidang perhajian pada tahun 1976 saat dia diterima kuliah di Universitas al Azhar, Kairo. Pada saat liburan musim panas, Abdul Ghafur pergi ke Jeddah untuk melaksanakan haji. Selama tiga bulan di Jeddah, Abdul Ghafur juga bekerja sebagai temus.

Sekembalinya Abdul Ghafur ke Tanah Air, ada beberapa kantor yang memintanya untuk menjadi pegawai salah satunya adalah Gubernur Tjokropranolo (Gubernur DKI Jakarta). Abdul Ghafur akhirnya diterima di Departemen Agama di bagian Humas.

Tidak berapa lama kemudian, Burhani Tjokrohandoko menarik Abdul Ghafur untuk dijadikan sebagai Sekretaris Pribadi untuk Dirjen Haji. Perjalan karir beliau dari jenjang paling bawah, membawanya hingga menjadi pejabat eselon II di lingkungan Ditjen PHU, termasuk pejabat terlama yang banyak memahami berbagai kebijakan perhajian.

Abdul Ghafur oleh sejumlah wartawan dinilai sebagai “buku pintar haji” karena pengetahuan beliau tentang perhajian sangat luas dan dalam. Dan beliau sangat mudah dihubungi wartawan saat dimintakan konfirmasi tentang perhajian tanpa mengenal waktu.

Selamat jalan Pak.Ghofur…Doa kami selalu menyertai. (ts)
 

Dibaca : 84 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/774

Dirjen Anggito Lantik 10 Pejabat Haji

Penulis :
14 Januari 2013

Jakarta (Sinhat) — Pelantikan pejabat di lingkungan Direktorat Penyelenggaraan haji dan Umrah, Kementerian Agama, berlangsung dengan baik. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menjelaskan rotasi pegawai di lingkungan direktorat jenderal penyelenggaraan haji dan umrah, merupakan kegiatan biasa. “Rotasi itu biasa. Dan, ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi,” katanya usai melantik 10 pejabat eselon III Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, di lantai enam, Gedung Utama Kementerian Agama Lapangan Banteng, Senin pagi (14/01). Setelah eselon III, ucap dia, akan menyusul esolon IV. “Tunggu saja. Yang pasti tak lama lagi,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Anggito kembali menyampaikan sementara ini belum ada eselon III yang naik menjadi eselon II. “Tidak ada. Ini hanya mutasi saja,” jelasnya lagi. Mereka yang dilantik itu, sambung dia, yakni : Ariyanto, yang sebelumnya Kasubdit Pelaksana Anggaran Opreasional Haji kini menduduki pos sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan. Ali Rokhmat, yang sebelumnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, dipercaya menduduki kursi Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji. Ahda Barori, sebelumnya Kasubdit Pembinaan Haji Khusus dipindahkan menjadi Kasubdit Pembinaan Petugas Haji. Khoirizi sebelumnya Kasie Pengawasan PIHK, naik tingkat ke eselon III menjadi Kasubdit Pembinaan Haji Khusus, Triganti Harso sebelumnya Kasubdit Pembinaan Petugas Haji ditugaskan memimpin Kasubdit Pembinaan Umrah, Amin Akkas sebelumnya Kepala Bagian Sistem Informasi Haji Terpadu dipercaya menduduki pos Kasubdit Pendaftaran Haji, Supardi sebelumnya Kasubdit Akomodasi dan Katering Haji dimutasi ke Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji. Subhan Cholid, sebelumnya Home Staf di TUH dipercaya menduduki kursi Kasubdit Akomodasi dan Katering Haji. Elmiyati, sebelumnya Kasubdit Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji, dipercaya sebagai Kasubdit Pelaksana Anggaran Operasional Haji. M. Sofwan sebelumnya Kasie Perbendaharaan Dana Haji naik ke eselon III sebagai Kasubdit Pengelolaan dan Pengembangan Dana Haji. (Rio)

Dibaca : 216 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/773

Hasan Basri: BPK Tidak Temukan Aliran Dana Haji Ke Rekening Pribadi

Penulis :
09 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)– Wakil Ketua BPK, Hasan Basri menegaskan bahwa BPK tidak menemukan adanya aliran dana haji ke rekening pribadi. Penegasan ini disampaikan Hasan Basri ketika diwawancari Radio Elshinta dan disiarkan, Rabu (09/12). “Sejauh ini kami tidak menemukan itu, bahwa ada aliran dana ke rekening pribadi,” tegas Hasan.

Hasan justru menanyakan yang dimaksud dengan pribadi itu seperti apa? Menurutnya, bisa saja ada nama seseorang dalam sebuah rekening, namun itu disebabkan melekat kedudukan atau jabatannya. “Misalnya, nama saya tercantum, tetapi sebagai bendahara, itu kan bisa saja,” terang Hasan.

Namun, Hasan menjelaskan, jika rekening pribadi itu dalam artian prifat, tentu menurut aturan keuangan negara tidak boleh. Berdasarkan UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dana haji masuk kategori keuangan negara. Sebab, itu merupakan dana masyarakat yang dikuasai oleh negara dalam rangka memberikan layanan umum.

“Kalau sampai terjadi persoalan, maka negara yang harus menanggung semuanya. Karena itu, dana haji masuk kategori dana masyarakat yang dikelola oleh Pemerintah dan itu salah satu unsur keuangan negara,” jelas Hasan.

Oleh karena masuk kategori keuangan negara, tata cara pengelolaan dana haji harus mengikuti kaidah pengelolaan keuangan negara. Artinya, tidak boleh masuk ke rekening pribadi, tetapi harus rekening official atau rekening kedinasan.

Ketika ditanyakan kembali bahwa apakah dari proses audit yang dilakukan sejak 2005-2010 terhadap laporan keuangan Kementerian Agama, BPK tidak menemukan transaksi-transaksi mencurigakan,

Hasan kembali menegaskan, dia tidak menemukan hal itu. Adapun terkait transaksi valas, Hasan menjelaskan bahwa memang ada sebagian dana yang ditukarkan dengan valas. Namun, hal itu karena Kementerian Agama memang membutuhkan valas, terutama real Arab Saudi.

Menurut Hasan, untuk memperoleh valas dengan nilai tukar yang paling optimal, Kemenag melakukan semacam “beauty contest” atau biding terbatas di antara bank-bank Pemerintah. Biding ini dilakukan untuk memperoleh bank yang paling kompetitif dalam menyediakan valas. Sebab, menyediakan valas dalam jumlah yang sangat besar juga perlu persiapan tersendiri bagi bank yang bersangkutan.

Ketika ditanya apakah temuan PPATK bisa dijadikan landasan bagi auditor BPK dalam proses audit mendatang, Hasan menjelaskan bahwa PPATK merupakan lembaga semacam financial intelligence, di mana informasi yang diperoleh tidak mudah diakses oleh BPK.

“Kami perlu permohonan tersendiri dan terkadang kalau kami minta kepada PPATK, mereka memberikan tapi dengan catatan tidak boleh dipublikasikan,”terang Hasan.

Hal itu, lanjut Hasan, menyulitkan BPK. Sebab, laporan BPK harus disampaikan kepada DPR dan itu artinya terbuka. “Kalau PPATK menemukan hal-hal yang dicurigai, disampaikan saja kepada aparat penegak hukum. Sebab, bagi aparat penegak hukum, informasi itu tidak untuk dipublikasikan, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk penyelidikan dan penyidikan,” tutup Hasan. (mkd)

Dibaca : 466 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/769

Kementerian Agama Wacanakan Kloter Khusus Lanjut Usia

Penulis :
08 Januari 2013

Jakarta (Sinhat) — Keberadaan jamaah haji lanjut usia tetap menjadi perhatian Kementerian Agama. Bahkan, jajaran yang dipimpin Suryadharma Ali itu merencanakan akan mengoptimalkan pelayanan kepada calon jamaah haji yang masuk dalam kategori rusia lanjut. Sekretaris Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, H. Cepi Supriatna menjelaskan tahun ini Kementerian Agama berupaya meningkatkan pelayanan kepada calon jamaah haji berusia lanjut. “Mekanismenya sedang dibahas. Ada yang mengusulkan mau dibentuk kloter khusus lanjut usia. Yang pasti, sekarang, sedang dikaji. Dan, saya berharap, ini bisa segera terwujud,” terang Cepi disela-sela rapat koordinasi kajian tentang pembentukan kloter lanjut usia di salah satu hotel terkemuka di Jakarta Pusat, Selasa (08/01).

Sementara, Direktur Pelayanan Haji dan Umroh, Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis menerangkan calon jamaah haji yang masuk kategori usia lanjut, berusia 83 tahun ke atas. “Rata-rata di usia segitu kemampuan fisik jamaah menurun. Nah, mereka ini masuk kategori resiko tinggi. Jadi, sudah jadi tugas pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada mereka.,” tukasnya.

Kegiatan ini, sambung dia, dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama beserta Kepala Bidang Haji di 15 embarkasi : Jakarta, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Gorontalo, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Rio)

Dibaca : 170 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/768

Menag: Pelayanan Haji Selalu Meningkat

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pelayanan haji oleh Kementerian Agama dari tahun ke tahun selalu meningkat. Karena itu dia tidak sependapat apabila pelayanan bagi umat untuk menunaikan rukun Islam kelima dilakukan oleh sebuah badan khusus.

“Saya siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Menag saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 67 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Wacana pembentukan badan khusus urusan haji digulirkan oleh pihak-pihak yang menilai pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional?” tandas Menag.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu. Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Menag, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Walau badan khusus itu bertanggungjawab terhadap Menteri Agama, saya mundur, andai bertanggungjawab kepada Presiden, saya mundur,” ucapnya.

Ia juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji. (ks)

Dibaca : 496 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/765

Menag: Pelayanan Haji Selalu Meningkat

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)– Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pelayanan haji oleh Kementerian Agama dari tahun ke tahun selalu meningkat. Karena itu dia tidak sependapat apabila pelayanan bagi umat untuk menunaikan rukun Islam kelima dilakukan oleh sebuah badan khusus.

“Saya siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Menag saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 67 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Wacana pembentukan badan khusus urusan haji digulirkan oleh pihak-pihak yang menilai pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional?” tandas Menag.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu. Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Menag, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Walau badan khusus itu bertanggungjawab terhadap Menteri Agama, saya mundur, andai bertanggungjawab kepada Presiden, saya mundur,” ucapnya.

Ia juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji. (ks)

Dibaca : 496 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/765

Menag Siap Mundur, Jika Badan Khusus Haji Dibentuk

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. “Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Suryadharma saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Menag mengatakan, badan Khusus urusan haji direncanakan akan dibentuk karena pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional,” jelasnya.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu.Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Suryadharma, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Kalau memang badan khusus itu terbentuk, saya mundur,” katanya.

Suryadharma juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji.(ant)

Dibaca : 259 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/766

Menag Siap Mundur, Jika Badan Khusus Haji Dibentuk

Penulis :
07 Januari 2013

Padang (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan siap mundur bila memang badan khusus urusan haji dibentuk. “Saya tidak paham dengan gagasan itu, kalau ada yang paham, tolong undang saya berikan penjelasan secara menyeluruh. Sedikit pun saya tidak melihat keunggulan dari gagasan itu,” kata Suryadharma saat membuka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama di Hotel Pangeran Beach, Padang, Sumatera Barat, Minggu (6/1).

Menag mengatakan, badan Khusus urusan haji direncanakan akan dibentuk karena pengelolaan haji di bawah Kementerian Agama (Kemenag) masih dianggap kurang profesional dan transparan. “Kemenag sudah puluhan tahun urusin haji, dianggap tidak profesional,” jelasnya.

Ia menyatakan, bila Kemenag dianggap tidak profesional, pihaknya tidak akan melakukan pengelolaan haji dan silahkan bikin badan khusus yang harus merekrut orang baru.

Dengan membuat badan khusus, katanya, berarti harus merekrut orang baru yang profesional, namun siapa yang akan bayar tenaga baru itu.Kemudian, akan dibangun kantor di 33 provinsi, namun siapa yang membangun sebanyak itu?

Menurut Suryadharma, sekarang Kemenag sebagai penyelanggara haji, Menterinya sudah dibayar menggunakan APBN, demikian pula kantor wilayah dan lain-lainnya. “Kalau memang badan khusus itu terbentuk, saya mundur,” katanya.

Suryadharma juga siap mundur bila terbukti ditemukan dana pengelolaan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 80 triliun.

Ia menyatakan janjinya akan dua hal tersebut, karena menurutnya dirinya merasa bersalah secara historis di Kementerian Agama bila Kemenag dianggap tidak profesional dan terbukti menyelewengkan dana haji.(ant)

Dibaca : 259 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/766

Menag: Kalau Data PPATK Soal Dana Haji Benar, Saya Berhenti Sekarang

Penulis :
04 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menduga ada ketidaktransparanan pengelolaan ongkos naik haji Rp 80 triliun di Kementerian Agama. Menteri Agama Suryadharma Ali meyakini PPATK mendapatkan data yang salah.

“Silakan dibuktikan. Kalau Rp 80 triliun benar, saya berhenti sekarang!” kata Suryadharma usai meresmikan gedung kantor baru Inspektorat Jenderal Kementerian Agama di Jalan RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2012).

Ketua Umum PPP itu yakin data yang disebut oleh PPATK adalah data yang keliru. Dia mempertanyakan dari mana PPATK mendapatkan data tersebut. “PPATK nggak ngerti dia dapat info yang salah. Dana itu tidak lebih Rp 50 triliun, malah mungkin belum sampai. Saya bingung, dia dapat data dari mana, bingung minta ampun,” ujarnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang melakukan audit biaya ibadah haji. PPATK menduga adanya ketidaktransparanan dalam penggunaan Ongkos Naik Haji (ONH).

“Saat ini kita sedang mengaudit biaya haji. Kita berpendapat ada yang tidak transparan,” kata Kepala PPATK, M Yusuf, di Kantor PPATK, Jalan H Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2013).

Yusuf mengatakan sejak 2004 hingga 2012 ada sekitar Rp 80 triliun uang Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dengan sebesar Rp 2,3 triliun pertahun. Namun dengan uang dana sebesar itu, fasilitas haji yang diberikan pemerintah kepada jamaah masih kurang memadai.

Menurutnya, seharusnya dengan biaya sebesar itu jamaah haji mendapat fasilitas yang lebih baik. Selama ini jamaah Indonesia mendapat penginapan yang jauh dari Masjidil Haram.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Anggito Abimanyu telah membantah dana penyelenggaraan haji mencapai Rp 80 triliun. “Outstanding dana setoran awal BPIH hingga 19 Desember 2012 berjumlah Rp 48,7 triliun, termasuk nilai manfaat (bunga, bagi hasil dan imbal hasil) sebesar Rp 2,3 triliun,” kata Anggito di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Dana manfaat tersebut, dialokasikan untuk mengurangi BPIH untuk biaya pemondokan Mekkah, Madinah, Jeddah, pelayanan umum di Saudi Arabia, katering dan transportasi, pengurusan paspor, pelayanan embarkasi, bimbingan, buku manasik, asuransi, operasional haji dalam dan luar negeri lainnya. Selain itu, hasil efisiensi dari operasional penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun dimasukkan ke rekening Dana Abadi Umat (DAU).

“Hingga hari ini akumulasi DAU berjumlah Rp 2,2 triliun,” papar Anggito.(detik.com)

Dibaca : 248 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/763

Ratu Dangdut Dukung Penertiban Umrah MLM

Penulis :
04 Januari 2013

Jakarta (Sinhat) — Potensi penipuan umrah dengan sistem Multi Level Marketing (MLM) cukup besar. Ratu dangdut Elvi Sukaesih mendesak pemerintah turun tangan untuk menertibkan maraknya umrah berkedok MLM. “Ibadah itu jangan dibikin main-main. Jelas, sistem berantai atau lazim dikenal dengan nama MLM itu menodai semangat ibadah umrah umat Islam,” tukasnya usai menjadi bintang tamu di acara kegiatan malam tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke 67 tahun, Kamis malam (03/13).

 

Penyanyi berwajah cantik itu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terpikat oleh penyelenggara ibadah haji atau umrah dengan sistem multi level marketing (MLM) atau sistem berantai. Karena, sambung dia, sistem itu memiliki memiliki potensi penipuan yang tinggi. “Sering dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Ada pihak yang bisa berangkatkan umrah Rp 3,6 juta, haji Rp5 juta dengan cara berantai. Ini yang kita sesalkan. Ibadah kok dibikin sistem MLM,” katanya. Acara ini juga diikuti berbagai kepala daerah. Antara lain : Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan,” tukasnya. Minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah lewat jalur MLM, sambung Elvi cukup besar. “Alasannnya, biaya lebih murah ketimbang dengan biaya haji atau umrah travel resmi.(Rio)

Dibaca : 50 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/764

Penjelasan Dirjen PHU Soal Kecurigaan PPATK Terhadap Dana Haji

Penulis :
03 Januari 2013

Jakarta (Sinhat)–Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), M Yusuf, menyebut adanya kejanggalan pengelolaan dana haji. Merasa telah melakukan pengeloloan dana haji dengan baik, Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (DJPHU) mempertanyakan temuan PPATK tersebut.

PPATK menyoroti pengelolaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) oleh Kemenag. Berdasarkan temuan PPATK, dari dana penyelenggaran ibadah haji yang mencapai Rp 80 triliun, ada bunga sebesar Rp 2,3 triliun yang tak jelas pemanfaatannya.

Menanggapi temuan itu Dirjen PHU, Anggito Abimanyu membantah dana penyelenggaraan haji mencapai Rp 80 triliun. “Outstanding dana setoran awal BPIH hingga 19 Desember 2012 berjumlah Rp 48,7 triliun, termasuk nilai manfaat (bunga, bagi hasil dan imbal hasil) sebesar Rp 2,3 triliun,” kata Anggito di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Dana manfaat tersebut, dialokasikan untuk mengurangi BPIH untuk biaya pemondokan Makkah, Madinah, Jeddah, pelayanan umum di Saudi Arabia, katering dan transportasi, pengurusan paspor, pelayanan embarkasi, bimbingan, buku manasik, asuransi, operasional haji dalam dan luar negeri lainnya.

Selain itu, hasil efisiensi dari operasional penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun dimasukkan ke rekening Dana Abadi Umat (DAU). “Hingga hari ini akumulasi DAU berjumlah Rp 2,2 triliun,” papar Anggito.

Nilai manfaat itu juga tak bisa dibelikan apartemen seperti yang dikatakan M Yusuf. Anggito mengatakan pemerintah Saudi Arabia tidak memperbolehkan adanya kepemilikan asing pada aset/properti seperti perumahan. “Yang bisa dilakukan adalah melakukan penyewaan perumahan jangka panjang dan pada saat ini kita sedang menjajaki hal tersebut,” tutur Anggito.

“Pemondokan (Indonesia) Makkah dari dan ke Masjidil Haram telah relatif dekat, yakni maksimal 2,5 km,” imbuhnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang melakukan audit biaya ibadah haji. PPATK menduga adanya ketidaktransparanan dalam penggunaan Ongkos Naik Haji (ONH).

“Saat ini kita sedang mengaudit biaya haji. Kita berpendapat ada yang tidak transparan,” ujar M Yusuf di kantornya kemarin, Rabu (2/1).(detik.com)

Dibaca : 445 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/761

Kemenag Minta PPATK Jelaskan Soal Temuan Mencurigakan Dana Haji

Penulis :
03 Januari 2013

Jakarta(Sinhat)– Kementerian Agama mengklarifikasi kecurigaan PPATK soal pengelolaan dana haji. Kemenag akan segera menyurati PPATK untuk meminta penjelasan.”Kami akan kirimi surat minta kejelasan,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Anggito Abimanyu, di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Menurut Anggito, pengelolaan dana haji selama ini sudah sesuai aturan yang berlaku. Pengawas internal di Kemenag juga tak menemukan adanya penyimpangan. “Tidak ada temuan dari pihak pengawas,” ujarnya.

Mengenai kecurigaan terkait penukaran valuta asing untuk penyelenggaraan haji, Anggito mengatakan hal itu dilakukan dengan pelelangan terbuka. Valuta asing yang ditukar juga digunakan untuk biaya hidup jamaah selama di Arab Saudi.

“Pengadaan valuta asing tersebut dilakukan BPS devisa dengan metode pelelangan terbatas dengan prinsip efisiensi beban jamaah,” paparnya.

Begitu juga dengan kecurigaan penggunaan dana jamaah untuk pembelian kendaraan operasional, Anggito membantah. “Pengadaan dana untuk rehabilitasi kantor dan membeli kendaraan operasional dilakukan tahun 2009 dan 2011 dengan sumber dana dari BPIH atas persetujuan DPR,” tuturnya.

Untuk menjawab semua kecurigaan PPATK, Kemenag berharap mendapat penjelasan langsung dari PPATK. Anggito berharap surat yang akan dikirimkan ditanggapi dengan baik. “Kami berharap PPATK dapat bekerja sama dengan Kementerian Agama khususnya Dirjen PHU,” pungkasnya.(detik.com)

Dibaca : 190 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/762

14 Siskohat Tingkat Dua Kalimantan Tengah Online

Penulis :
25 Desember 2012

 

Ubaidillah Ahmad mengungkapkan Siskohat di tingkat provinsi online. Begtitu juga, kata dia, dengan Siskohat di tingkat kabupaten dan kota. “Di sini ada 14 kabupaten dan kota. Yakni Kota Waringin Barat, Lamandau, Seruyan, Kota Waringin Timur, Katingan, Palangkaraya, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, Murung Raya dan Sukamara. Bagi yang hendak mengetahui informasi seputar ibadah haji, persoalan pendaftaran ibadah haji, daftar tunggu, dan jadwal pemberangkatan haji, dapat mengaksesnya secara langsung di Siskohat,” tuturnya. 

Dibaca : 361 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/760

Kementerian Agama Dorong 5 Pilar Perbaikan Haji

Penulis :
22 Desember 2012

 Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menegaskan Kementerian Agama membuka diri untuk menerima pemikiran cerdas dari penggiat haji dan umrah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam melayani jamaah haji. Dewasa ini, ucap Anggito, tantangan penyelenggaraan haji makin besar.

“Untuk menghadapinya, tahun depan, pemerintah menggelar 5 pilar perbaikan haji. Yakni : reformasi birokrasi, optimalisasi pengelolaan dana haji, modernisasi sistem informasi haji, peningkatan manasik haji, dan revitalisasi asrama haji dan aset-aset haji,” ucapnya saat menghadiri seminar nasional Haji Bertajuk  “Perhajian: Evaluasi dan Tantangan” di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu pagi (22/12). Diakui Anggito, akhir-akhir ini, dari lima pilar di atas,  yang paling disorot publik dalam penyelenggaraan haji, adalah menajemen pengelolaan dana haji.

“Dana haji yang tersimpan dari hasil setoran awal jamaah kurang lebih sekitar 43,5 trilyun rupiah.Pengelolaan outstanding dana haji sebesar itu untuk mengurangi beban jemaah dalam membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji. Jadi, subsidi biaya itu diberikan untuk peningkatan pelayanan,” katanya.

Pengelolaan dana, sambung Anggito, diprioritaskan penempatannya melalui instrumen investasi berbasis syariah. “Ditempatkan di sana supaya nilai manfaat buat jamaah bisa optimal. Ujrahnya akan dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitas jemaah secara langsung (direct cost). Langkah ini akan menghasilkan multiplier effect, antara lain adalah memperluas basis pembiayaan anggaran negara. Dan, mendorong pertumbuhan pasar keuangan syariah di Indonesia,” ucapnya.

Untuk itulah, ungkap dia, diperlukan  sistem pengelolaan dana, karena semakin banyak dana itu terkumpul, nanti akan semakin rumit. “Terutama menjaga pengelolaan dana haji itu agar amanah, jauh dari fitnah. Dan, tentunya tidak merugikan jamaah,” jelasnya lagi.!–EndFragment–

Dibaca : 232 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/759

Benahi Pelayanan Haji Anggito Rangkul Sesepuh Haji

Penulis :
21 Desember 2012

 

Sambut tahun baru, belasan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama, menggelar ramah tamah dengan beberapa mantan Dirjen PHU antara lain : KH Amidhan, Ghazali, Mubarok, Taufik Kamil dan Slamet Riyanto. Tak ketinggalan juga, ikut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Yogyakarta, Maskul Haji. Pertemuan itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Dirjen PHU Anggito Abimanyu memaparkan pentingnya seorang pemimpin bersinergi dan meminta pendapat kepada yang lebih tua. “Keberhasilan suatu organisasi tidak akan berhasil kalau tidak ada sinergi serta komunikasi antara senior dan junior. Bagaimana pun juga saya adalah manusia biasa. Masukan-masukan dari para sesepuh haji sangat kami perlukan. Sebab, masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Dan, tantangan makin berat. Sehingga, perlu lebih keras lagi bekerja, untuk melayani umat. Khususnya, tamu-tamu Allah yang ingin pergi haji ke Tanah Suci,” ucap Anggito saat memberikan sambutan di hadapan pejabat eselon IV,III, II dan lima mantan Dirjen PHU di hotel Plaza Yogya di Gejayan, Yogyakarta, Jum’at malam (21/12).  

Anggito menambahkan sifat jamaah memang selalu ingin pelayanan yang baik. Dan, pondokan lebih dekat dengan Masjidil Haram. “Dikasih yang baik masih kurang. Diberi pondokan yang dekat, masih kurang. Itu memang sunnatullah. Sifat manusia memang begitu. Tapi, sebagai pengikut Rasulullah SAW dan pelayan tamu-tamu Allah tidak boleh putus asa. Sebab, melayani tamu-tamu Allah jelas, pahalanya luar biasa. Dan, ini pekerjaan paling mulia. Karena, ganjarannya surga,” imbuhnya.

Untuk mencapai itu, kata dia, pemerintah mencanangkan lima program. ”Pertama, reformasi birokrasi. Untuk menjalankan program ini saya tegaskan, saya masih memegang prinsip lebih baik melakukan pembinaan internal. Ketimbang mengambil orang dari luar. Yang kedua, melaksanakan renumerasi berdasarkan reputasi dan beban pekerjaan. Jadi, renumerasi diberikan atas dasar beban pekerjaan dan reputasi. Ketiga, reformasi sektor keuangan. Ini diarahkan untuk mengelola dana haji yang disimpan pemerintah menjadi bermanfaat untuk jamaah. Misalnya, melakukan investasi 44 trilyun dana setoran awal haji serta Dana Abadi Umat (DAU) dengan aman dan layak. Tentunya, di dalamnya juga ikut melibatkan sektor perbankan,” jelasnya.

Untuk mengarah ke sana, ucap dia, perlu payung hukum. “Dan, alhamdulillah, 2013 nanti, sudah ada payung hukumnya. Sehingga, bisa digunakan untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya buat jamaah,” katanya. Keempat, lanjut Anggito, percepatan menuju jamaah haji mandiri. “Salah satunya dengan pembuatan video manasik haji lengkap untuk bahan belajar praktis jamaah. Sehingga, jamaah bisa belajar manasik sendiri di rumah. Dan, kelima, perlu perbaikan dan pembinaan kepada petugas haji dan KBIH.,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Anggito juga menambahkan, akan memperbaiki pengelolaan asrama haji. “Pencatatan asetnya masih buruk. Dan, pengelolaannya masih bermasalah,” katanya. Karena demikian, ucap dia, ke depan, asrama haji akan dijadikan Badan Layanan Umum (BLU).  “Dari 13 asrama haji yang ada, 5 asrama haji akan dijadikan pilot project. Yakni Aceh, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Jogja.  Revitalisasi asrama haji diperlukan. Sehingga, aset tidak mengalami penurunan nilai,” ungkapnya. Bahkan, kata Anggito, yang menyedihkan, ada asrama haji yang status hukumnya masih dipertanyakan. “Ini menyedihkan,” tutur Anggito prihatin. Kembali disampaikan Anggito, pemerintah sedang mengupayakan penerbangan haji yang murah. “Tolong doakan, agar rencana ini berhasil. Kalau perlu, dari dana haji yang dikelola dengan baik itu, nanti bisa digunakan untuk membeli pesawat. “Ke arah sana ada. Dan kuat. Tapi, masih dikaji. Termasuk, rencana untuk menggunakan hasil investasi dana haji buat persiapan pemondokan di Makkah,” katanya lagi.

Anggito kembali menegaskan musim haji mendatang pemerintah akan menghapus Transito Jeddah. “Dihapus karena kurang terawasi. Dan banyak menimbulkan masalah,” katanya. Termasuk, kata dia, pemerintah akan melarang dengan tegas segala bentuk bisnis Multi Level Marketing (MLM) berkedok haji dan umrah. “MLM itu tidak boleh. Kami akan pantau. Ketahuan akan dicabut dan akan kami laporkan ke polisi. Karena, nilai haji dan umrah itu suci. Tidak boleh sembarangan. Haji dan umrah itu ibadah. Tidak boleh dibisniskan seperti itu,” tegas Anggito.

Sementara, mantan dirjen haji dan umrah, KH Amidhan, mengusulkan yang perlu diperhatikan pemerintah saat ini adalah di sektor pembinaan. “Selama ini sering salah kaprah. Pemerintah lebih mementingkan pelayanan haji ketimbang pembinaan haji. Sehingga, banyak jamaah saat pergi umrah dan haji bukannya memperbanyak ibadah malah lebih banyak shoppingnya (belanja). Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

Amidhan kembali menuturkan fungsi KBIH belum maksimal. Perlu diperbaiki. “Kehadiran KBIH tidak efektif. Malah banyak jamaah yang nggak fokus beribadah. Dan, sebetulnya yang perlu ditambah anggarannya itu, mungkin di bidang pembinaan haji. Zaman saya dulu anggaran pembinaan haji 4.000 rupiah,” katanya. Dan, setelah pembinaan haji dibenahi, ucap dia, jangan lupa juga diperbaiki tata kelola keuangan haji. “Ini juga penting. Sehingga, kehadiran Anggito sebagai seorang ahli keuangan ditengah-tengah lingkungan Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah sangat tepat,” pungkas Amidhan lagi.

Dibaca : 545 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/758

Kesuksesan Penyelenggaraan Haji Berkat Kerjasama Dengan Arab Saudi

Penulis :
19 Desember 2012

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali merasa bersyukur atas kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1433 Hijriyah/2012. Kesuksesan itu menurut Menag, tidak lepas dari dukungan dan kerjasama dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Kita merasa bersyukur, terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan baik,” kata Menteri Agama pada acara Tasyakuran penyelenggaraan ibadah haji dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia, Mustafa Ibrahim A. Mubarok.

Acara yang berlangsung di sebuah hotel di Jakarta, Selasa (18/12) malam dihadiri Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggaraa Haji dan Umrah Anggito Abimanyu, Direktur PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar, Atase Agama Kedubes Arab Saudi Ibrahim Sulaiman An-Nughaymisyi serta pengurus asosiasi haji swasta.

Menag mengatakan, pemerintah Arab Saudi dari tahun ke tahun senantiasa memberi pelayanan bagi jamaah dengan baik, dibuktikan dengan perbaikan fasilitas jamaah haji dari tahun ke tahun. Seperti pelayanan visa yang demikian cepat oleh Kedubes Arab Saudi “Kami mengapresiasi atas pelayanan dan juga respon atas usulan Indonesia, agar dibuat papan petunjuk bagi jamaah dengan Bahasa Indonesia, sehingga sudah dipasang di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.” ucap Suryadharma Ali.

Namun Menag berharap, papan pengumunan mencantumkan Bahasa Indonesia juga dapat dipasang sekitar Masjidil Haram, Mekkah. Menag juga berharap pemerintah Arab Saudi dapat memberi tambahan kuota haji kepada Indonesia. “Saya senang haji Indonesia ‘sedikit’. Sedikit karena tidak ada tambahan (kuota). Kalau diberi tambahan 20 ribu, acara tasyakuran ini kami selenggarakan setahun 3 kali,” gurau menteri disambut tawa hadirin.

Acara tasyarakuran yang berlangsung hangat, penuh kekeluargaan diawali dengan sajian musik oleh kelompok musik nasyid Snada. Dirjen PHU Anggito Abimanyu turut melantunkan dua buah lagu seraya memainkan alat musik flute. (ks)

Dibaca : 445 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/757

Internasional Islamic Expo Dibuka Dirjen Haji

Penulis :
14 Desember 2012

Jakarta (sinhat), Pameran Intenasional Islamic Expo di gedung Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, yang dibuka oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, Jum’at pagi (14/12), berlangsung meriah. Nampak ratusan pengunjung memadati areal hall utama pameran.


Beberapa diantaranya pejabat Kementerian Agama dan pimpinan Garuda Indonesia dan perusahaan penyelenggara haji umrah. Direncanakan kegiatan itu berlangsung dari tanggal 14 sampai 16 Desember mendatang. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, Anggito Abimanyu menjelaskan  pameran Internasional Islamic Expo ini digelar untuk meningkatkan hubungan kerjasama busines to busines antara para pengusaha penyelenggara umrah dan haji dengan para travel agen penyelenggaran umrah dan haji di kawasan Asia Pacifik.


Serta, ucap Anggito melibatkan pengusaha lokal yang sudah lama bergelut di dalam bidang bisnis ini. Dan, tentunya, tukas dia, pengusaha travel umrah dan haji itu bisa menjual produk-produknya secara langsung kepada masyarakat. Anggito kembali menjelaskan, pameran itu melibatkan sellers dan buyers serta asosiasi wisata dari negara-negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Turki, Syria, Palestina, Uzbekistan, China, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam dan Indonesia. Expo ini, lanjut dia, merupakan pameran perusahaan biro perjalanan ibadah haji –umrah, perhotelan, dan penyelenggara wisata inbound maupun outbound dari seluruh Indonesia.”Digelar tiap tahun. Melibatkan asosiasi travel haji-umrah dan pihak-pihak terkait lainnya,” ucapnya. Yang menarik, kata Anggito, selama kegiatan berlangsung juga dilaksanakan konferensi internasional tentang Reframing modern hajj organization : lesson from moslem countries. “Pembicarannya antara lain Ketua DPR, Marzuki Ali,  Prof. Dr Komarudin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah, dan pembicara di bidang haji dari Inggris, Canada, Libanon dan Uni Emirates,” katanya lagi.
 
 

Dibaca : 690 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/755

ANGGITO: 16 PIHK BAKAL KENA SANKSI

Penulis :
11 Desember 2012

Jakarta, 10/12 (Sinhat) – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Anggito Abimanyu membenarkan bahwa sebanyak 16 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) bakal diberi sanksi, tetapi berat atau ringannya hukuman tergantung pada kesalahan masing-masing.

Hingga kini pihaknya masih meneliti jenis-jenis kesalahan yang dilakukan PIHK, kata Anggito melalui telepon dari Bali kepada pers di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, kesalahan paling banyak pada umumnya PIHK menggunakan dana jemaah haji untuk keperluan pribadi dan perusahaan. Jdelas hal itu merugikan jemaah karena telat pembayarannya yang menyebabkan calon jemaah haji gagal berangkat. “Nah, sekarang kita sedang pilah-pilah derajat kesalahan mereka,” tambah Anggito.

Kalau yang menyebabkan jemaah haji berangkat ke tanah suci, itu yang paling berat hukumannya. Kemudian jika PIHK masih main-main, tetapi jemaah masih bisa berangkat, maka penyelenggara haji itu diberi hukuman ringan berupa teguran.

“Memang kita sedang memikirkan bagaimana caranya dalam memberikan setoran awal dana jemaah haji.  Atau kemungkinan kita pindahkan (ke PIHK lain),” katanya.

Terkait dengan PIHK yang nakal, ia mengatakan, pasti akan diberi sanksi. “Staf kita baru pulang dari Saudi, Insya Allah segera kita eksekusi sanksinya,” ia menjelaskan.

Kemungkinan akhir tahun atau awal tahun depan sudah dilakukan. Hal ini, kata dia, sudah disampaikan ke Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Himpuh) bahwa Dirjen PHU akan memberikan sanksi tegas. Sanksi terberat dicabut izin operasinya sehingga  ke depan tak bisa lagi  mengakses pelayanan.

Umumnya, lanjut Anggito, mereka sadar melakukan itu. Tergantung mereka mau mengembalikan uang itu atau tidak. Misalnya dengan memberikan atau memberangkatkan jamaah tahun depan, itu masih bisa ditolerir. Tapi itu tetap akan diberikan sanksi sesuai kesalahannya.

Terkait dengan calon haji yang mendaftar melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), ia menyatakan, jika ada yang nakal tetap akan diberi sanksi seperti yang terjadi di beberapa kota. Di Surabaya ada KBIH nakal sudah diproses melalui pengadilan. Yang terpenting, harus diupayakan uang jemaah harus kembali utuh.

Jika uang hilang, berarti hak jemaah hilang pula, katanya.

Dibaca : 529 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/753

Tingkat Kesalehan Sosial Jamaah Haji Indonesia Belum Memuaskan

Penulis :
10 Desember 2012

Jakarta (Sinhat) — Jutaan umat Islam Indonesia telah menunaikan ibadah haji. Bahkan, belum lama ini, dilaporkan, sekitar 200 ribu umat Islam telah kembali dari Tanah Suci Mekkah. Mestinya,  mereka ini memiliki potensi besar untuk mengaktualisasikan ajaran Islam secara lebih sempurna untuk kemaslahatan umat. Misalnya, peningkatan kesalehan sosial di lingkungan sekitar tempat tinggal para jamaah. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin, mengatakan saat ini telah terjadi  kemunduran kesalehan sosial di tengah-tengah umat. “Khususnya di lingkungan jamaah haji Indonesia,” tegasnya usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Wilayah III, Majelis Ulama Indonesia di hotel Gren Alia Prapatan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (07/12) lalu. Mestinya, sambung dia, keberadaan jutaan jamaah haji, memiliki nilai strategis buat perbaikan ekonomi masyarakat keseluruhan.

Dibaca : 725 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/752

Perencanaan Haji 2013 Tuntas Desember 2012

Penulis :
30 November 2012

Jeddah (Sinhat) — Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan menuntaskan perencanaan haji 2013 pada Desember 2012 agar pembahasannya bisa dilakukan dengan DPR pada Januari tahun depan.

Dirjen Penyelengaraan Haji dan Umrah Kemenag, Anggito Abimanyu, di Jeddah, kemarin, mengatakan perencanaan haji 2013 mengacu pada hasil pelaksanaan haji 2012.

Ia mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan haji 2012 berlangsung dengan baik. Meski demikian, kata dia, terdapat sejumlah item yang perlu dikaji ulang untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun depan.

Secara garis besar dia menyatakan terdapat tiga item utama, yakni tentang peningkatan pelayanan penerbangan, pemondokan, dan sejumlah akar masalah yang memerlukan perhatian. Akar masalah yang memerlukan perhatian di antaranya rasionalisasi jumlah dan masa kerja petugas, masa tinggal jamaah, hotel transit di Jeddah, pembinaan ibadah bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus, penetapan kuota lansia dan pengawasan lembaga.

Anggito juga menyatakan akan mengkaji ulang metode dan materi pelatihan agar terbina kekompakan dan rasa kebersamaan sesama petugas, baik petugas dari dan binaan Kemenag maupun petugas dari dan binaan Kementerian Kesehatan.

Salah satu terobosan penyampaian informasi agar muncul persamaan persepsi adalah pembuatan video dengan menyampaikan kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan jamah di Saudi, baik di bidang bimbingan ibadah, maupun penjagaan kesehatan. Isi video itu akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada alim ulama dan organisasi massa Islam agar tidak keliru dan tidak melanggar ketentuan agama.(MCH/ant)

Dibaca : 40 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/747

Kemenag Janjikan Bus yang Lebih Baik untuk Musim Haji 2013

Penulis :
30 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Kementerian Agama sudah hampir pada kesimpulan untuk menyewa bus kualifikasi tertentu dari perusahaan tertentu pula, guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi jamaah haji 2013.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Anggito Abimanyu di Jeddah, Rabu, mengatakan dirinya sudah berbicarakan dengan sejumlah perusahaan bus di Saudi untuk memberikan layanan yang lebih baik pada jamaah. Konsekwensinya, akan terjafi penambahan biaya bus, tetapi angkanya tidak sebesar perkiraan semula (100 riyal).

Penambahan biaya tersebut akan dibicarakan dengan DPR pada pembahasan perencanaan dan pembiayaan haji 2013. Terdapat sejumlah negara, diantaranya Iran, Turki dan Malaysia yang menyewa bus pada perusahaan tertentu, diantaranya pada perusahaan bus milik pemerintah Saudi, Saptco.

Selama ini, jamaah haji Indonesia menggunakan jasa bus yang dikoordinir Naqaba (konsorsium perusahaan bus Saudi). Kompensasinya, kualitas bus yang digunakan jamaah berbeda-beda karena anggota konsorsium perusahaan bus mengoperasikan kualitas bus yang tidak sama.

Sejumlah perusahaan bus mengoperasikan bus kualitas pariwisata dengan penyimpanan koper di bawah badan bus, tetapi tidak sedikit perusahaan bus yang mengoperasikan bus model lama dengan penyimpanan koper di atas atap.

Dampaknya, jamaah haji Indonesia hanya bisa pasrah jika mendapat bus lama dan pada lain waktu mendapat bus baru. Pada sebuah kejadian, koper jamaah dari Madinah ke Makkah tertinggal atau tidak terbawa bersama bus karena tempat penyimpanan kopernya kecil dan terbatas.

Pada kejadian lain, sebuah bus terbakar berikut koper jamaah di atasnya. Keluhan lain pada pelayanan bus adalah perilaku pengemudi yang membawa mobil ugal-ugalan, zig-zag atau berhenti dan turun dari bus tanpa alasan jelas.

Sebagian pengemudi meminta uang tips (fee atau sedekah) kepada jamaah, jika tidak diberi atau jumlah yang diterima tidak sesuai harapan maka laju bus dibuat zig-zag, rem mendadak atau saling mendahului.

Pada kasus tabrakan yang mengakibatkan 17 jamaah mendapat perawatan dan belasan lainnya luka ringan, bermula dari sopir yang meminta uang tips pada jamaah, lalu agaknya kurang puas dengan jumlah yang diterima, dua bus saling mendahului dan akhirnya tidak bisa mengelak dari truk di depan maka terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan empat dari delapan bus pengangkut jamaah.(MCH/ant)

Dibaca : 5 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/748

Kloter Terakhir Menuju Tanah Air

Penulis :
30 November 2012

Jeddah (Sinhat)—Direktur Pelayanan Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementeraian Agama Sri Ilham Lubis melepas kepulangan kelompok terbang 365 yang merupakan kloter terakhir ke Indonesia.

Di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Kamis sore waktu Saudi, Sri mengucapkan selamat jalan terima kasih kepada semua pihak, petugas pelayanan Indonesia, Kerajaan Saudi, Muasasah dan Naqaba yang sudah membantu kelancaran pelayanan haji Indonesia.

“Kewajiban pemerintah RI memberi pelayanan terbaik kepada warganya yang menjadi jamaah haji di Saudi,” kata Sri.

Diakuinya, masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan, tetapi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia terus berusaha memberi yang terbaik dan meningkatkan kualitas pelayanan. “Setiap kekurangan dan kendala menjadi masukan terbaik untuk perbaikan pelayanan tahun berikutnya,” kata Sri.

Sementara Kepada Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah yang juga hadir pada kesempatan itu, ia menyatakan pada kondisi tertentu kendala muncul pada situasi yang tidak terduga seperti kecelakaan beruntun empat bus pengangkut jamaah dan lift jatuh di hotel transit pendukung.

“Standar operasi kita, petugas harus segera berada di lapangan untuk membantu dan memberi dukungan pada jamaah dan itu yang kami lakukan,” katanya.

Kelompok terbang ke-365 melalui Jeddah itu terdiri dari 190 haji dari Kalimantan Selatan dan dan 24 dari NTB. Mereka lepas landas pukul 17.00 waktu Saudi atau pukul 21.00 WIB dengan pesawat Garuda. Terdapat 479 kelompok terbang Indonesia ke Saudi dengan total 192.507 orang. Jamaah yang datang melalui Jeddah, 369 kelompok terbang dengan 142.650 orang.

Pada kepulangan melalui Jeddah terdapat 365 kelompok terbang dengan 141.379 anggota. Tahun ini terdapat 425 yang wafat dan satu di antaranya adalah petugas di Makkah.

Kini masih terdapat 22 anggota jamaah yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi dan belum bisa pulang ke daerah asal di Indonesia. Kasi Pelayanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Kamis, menyatakan di Jeddah terdapat satu haji yang dirawat di RS King Fahd, yakni Sulani Ahmad Kasbi (58) anggota kelompok terbang MES-18 embarkasi Medan dirawat karena menderita kencing manis.

Perwakilan RI di Arab Saudi dalam hal ini Kantor Tehnis Urusan Haji (TUH) akan bertanggung jawab dan mendampingi jamaah yang dirawat di rumah sakit di Saudi meski musim haji sudah usai. Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Saudi Syaerozi Dimyati di Jeddah mengatakan keluarga yang orang tua atau famili haji tersebut tidak perlu khawatir. Syaerozi mengatakan tahun lalu terdapat 35 haji yang dirawat di rumah sakit Saudi hingga bulan Ramadhan tahun berikutnya.

“Biaya rumah sakit menjadi tanggungan Pemerintah Kerajaan Saudi. Gratis hingga jamaah kita sembuh dan mendapat izin pulang,” kata Syaerozi yang juga Ketua Teknis Urusan Haji di Saudi.(MCH/ant)

Dibaca : 9 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/749

22 Orang Jemaah Haji Masih Dirawat di Saudi

Penulis :
30 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Saat ini masih terdapat 22 orang jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi dan belum bisa pulang ke daerah asal di Indonesia.

Kasie Pelayanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Kamis (29/11), menyatakan di Jeddah terdapat satu orang jemaah haji yang dirawat di RS King Fahd, yakni Sulani Ahmad Kasbi (58) anggota kelompok terbang MES-18 embarkasi Medan dirawat karena menderita kencing manis.

Jemaah haji yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi di Madinah adalah, 1. Jamaah Yatty Umanah Sunardjo binti Surya pemilik paspor A 0340070 (PIHK). 2. Siti Fatimah binti Abdullah Sumhudi A 3053930. 3. Hapiyeh binti Pusidin U852186. 4. Karnoto bin Kasmuri A3063036. 5. HJ Sukijan bin Darmo A3026338. 6. Umar Hasnan bin H Anang Imtan A2840415. 7. Morahman bin Sahrun A3007223. 8. Aminah binti Sahuri A2167333.

Jemaah haji yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi di Mekkah, 1. Abdullah Toyib Coreng A3256357. 2. Suroto Cokro Darmojo A2893083. 3. Choirudin Wahab Idris A2583652. 4. Mari Sakira Darman A3170112. 5. Makiah Asnawi Hadad A3324755. 6. Ahmad Syarwani V668032. 7. Misiri bin Masrikun A3003667. 8. Nikmatun Sholihun Sarbini A3681174. 9. Moeflichah A Rifa`i A3060986. 10. Hamamah Badai Musa A2733321. 11. M Idris Reniat A3224613. 12. Abdul Djari A3234069. 13. Tasminatun binti Madkusen A2689331.

Tak Perlu Khawatir

Perwakilan RI di Arab Saudi dalam hal ini Kantor Tehnis Urusan Haji (TUH) akan bertanggung jawab dan mendampingi jamaah yang dirawat di rumah sakit di Saudi meski musim haji sudah usai.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Saudi Syaerozi Dimyati di Jeddah sebelumnya mengatakan keluarga yang orang tua atau famili jamaah tersebut tidak perlu khawatir.

Syaerozi mengatakan tahun lalu terdapat 35 anggota jamaah yang dirawat di rumah sakit Saudi hingga bulan Ramadhan meski Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sudah tutup dan petugas haji sudah pulang semua. “Biaya rumah sakit menjadi tanggungan Pemerintah Kerajaan Saudi. Gratis hingga jamaah kita sembuh dan mendapat ijin pulang,” kata Syaerozi yang juga Ketua Tehnis Urusan Haji di Saudi.

Petugas Indonesia akan menjenguk dan memantau jamaah yang dirawat hingga sembuh. Jika, sudah sembuh maka jamaah akan dipulangkan dengan didampingi oleh seorang petugas Indonesia.”Jika pulang dengan berbaring maka akan didampingi dua orang petugas Indonesia,” kata Syaerozi.

Biasanya Garuda menyediakan empat kursi untuk jamaah yang berbaring, sedangkan Saudia enam kursi. Biaya tiket jamaah yang sakit setelah musim haji menjadi tanggung jawab maskapai penerbangan (Garuda dan Saudia). (MCH/ant)

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/750

Tiba Selasa, Kloter Terakhir 19 Debarkasi Medan

Penulis : AR
28 November 2012

Medan (Sinhat)–Rombongan haji kelompok terbang terakhir 19 Debarkasi Medan, Sumatera Utara, direncanakan tiba di Tanah Air, Selasa, sekitar pukul 02.12 WIB dari Tanah Suci Mekkah.
 

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Abdul Rahman Harahap, di Medan, Sabtu, mengatakan, rombongan haji Kloter 19 tersebut terdiri dari tiga daerah, yakni Medan, Aceh dan Palembang.
 

Kedatangan jamaah haji, menurut dia, agak berbeda dengan kloter-kloter sebelumnya, yang tiba di Tanah Air pukul 17.00 WIB dan pukul 19.00 WIB. Namun, untuk Kloter 19 Debarkasi Medan, tiba pukul 02.12 WIB.
 

“Kedatangan jamaah haji pada dini hari itu.Ini jelas agak merepotkan para keluarga jamaah haji yang menjemput di Asrama Haji Medan,” kata Rahman.
 

Sementara itu, hingga kelompok terbang 18 Debarkasi Medan, sebanyak 8.108 haji dari Sumut telah tiba di Indonesia.
 

Seluruh jamaah haji tersebut telah pulang ke daerah masing-masing di 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumut.
 

“Jamaah haji yang masih berada Mekkah hanya tinggal satu kelompok terbang (Kloter), yakni Kloter 19 Debarkasi Medan,” katanya.
 

Jamaah haji Debarkasi Medan yang masih berada di Tanah Suci sebanyak 102 orang lagi, dan jamaah haji yang meninggal dunia tercatat 22 orang.
 

Sementara itu, data yang diperoleh di PPIH Debarkasi Medan, jumlah anggota jamaahhaji asal Sumatera Utara tahun 2012 yang berangkat ke Mekkah tercatat sebanyak 8.137 haji, dan 93 orang petugas TPHI dan TKHI.
 

Salah seorang haji di Kloter 18 Debarkasi Medan atas nama Surahmi Binti Ahmad Raji (57) asal Kabupaten Labuhan Batu Selatan masih tinggal di Mekkah karena menderita sakit diabetes dan gangguan pernapasan.
 

Sementara Haji Surahmi Binti Ahmad Raji, saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Arab Saudi.

Dibaca : 7 kali | Sumber : ANTARA |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/740

Sekilas Optimalisasi Layanan Haji 1433 H di Embarkasi Medan

Penulis :
28 November 2012

Medan (Sinhat)–Kelompok terbang terakhir 19 Debarkasi Medan, Sumatera Utara, direncanakan tiba di tanah air, Selasa, sekitar pukul 02.12 WIB dari Tanah Suci Mekkah. Kepuasan melayani, membina dan memberikan perlindungan yang terbaik telah dilakukan PPIH Embarkasi Medan dalam merebut ladang amal dan sekaligus sebagai tugas yang harus dilaksanakan. Kami bangga dapat melaksanakan tugas ini untuk melayani duyufurrahman, ujar Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Abd Rahman Harahap, di Medan (28/11).

 

Berbagai hal yang telah dilakukan dalam menyosongsong keberangkatan jamaah dalam musim haji tahun ini, yaitu pada aspek merevitalisasi asrama haji untuk menciptakan kenyamanan kepada jamaah dengan meningkatkan layanan dan fasilitas asrama dan sumberdayanya. Penguatan manasik dengan memberdayakan KUA Kecamatan juga dilaksanakan secara intens dengan melakukan pembinaan terhadap calon jamaah secara terpadu dengan frekwensi 7 kali pertemuan di KUA Kecamatan dan 3 kali di Kab./Kota bermateri teori dan praktek.

 

Selain itu, pada aspek konsumsi pada jamaah haji, dilakukan tender secara terbuka berdasarkan Pepres 54 Tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dan perubahannya dengan mengedepankan spesifikasi dan kualitas hasil konsumsi yang akan diberikan. Modernisasi informasi haji juga diimplementasikan dalam rangka open akses bagi publik dengan menerbitkan Buletin Haji pada saat pemberangkatan jamaah haji. Buletin ini memuat ragam berita seputar pemberangkatan jamaah haji ke tanah suci melalui bandara polonia medan, juga berita-berita yang diakses dari Media Centre Haji (MCH)/Pinmas. Tidak sedikit wartawan yang meliput di embarkasi medan yang menjadikannya sumber berita dari Buletin Haji. Untuk melengkapi informasi tersebut,berita haji dimuat pada website Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Humas Kanwil Kemenagsu pada portal http://sumut.kemenag.go.id.

 

Jumlah jemaah haji yang telah diberangkatkan berdasarkan data dari Siskohat Medan, setidaknya berjumlah 8.292 orang dan tergabung dalam 19 kelompok terbang dan Alhamdulillah sekitar pukul 02.15 WIB selasa dini hari ini akan tiba. Sampai dengan hari ini, tercatat 23 orang jemaah asal Sumatera Utara wafat di Arab Saudi, semoga Allah swt menempatkan-Nya dalam derajat yang tinggi, pinta Abd Rahman. (ar)

Dibaca : 669 kali | Sumber : AR |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/746

Tiga Jemaah Haji Padang Masih Dirawat di Saudi

Penulis :
28 November 2012

Padang (Sinhat)–Tiga orang jemaah haji asal Debarkasi Padang masih berada di Tanah Suci karena sakit dan belum dapat dipulangkan kendati seluruh kloter asal Debarkasi Padang telah tiba di Indonesia.

Tiga haji tersebut yakni Chairuddin Wahab (65), Muchlis Murad (70), dan Tati Rosmiati (62). Mereka akan dipulangkan jika kondisinya telah dinyatakan sehat, kata Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang Syamsul Bahri di Padang, Selasa (27/11/2012).

Ia menyebutkan, Chairuddin berasal dari Kabupaten Agam tergabung dalam kloter XVII dan saat ini berada di Jeddah. Sementara itu, Muchlis Murad yang berasal dari Kota Padang tergabung dalam kloter XVIII, sedang dirawat di Rumah Sakit Uhud Madinah. Turut serta mendampingi Muchlis yakni istrinya, Tati Rosmiati, dari kloter yang sama.

Ia mengatakan, pihak keluarga tidak perlu khawatir karena panitia masih berada di Arab Saudi mendampingi dan semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi. “Jika telah dinyatakan sehat oleh tim medis, mereka akan segera dipulangkan ke Tanah Air,” ujarya.

Terkait proses pemulangan, menurut Syamsul, akan menjadi tanggung jawab Garuda Indonesia dan jika semua haji Indonesia telah sehat akan dipulangkan dengan penerbangan reguler.

Total jamaah haji Debarkasi Padang yang berangkat pada tahun ini berjumlah 7.356 orang, terdiri atas 20 kloter berasal dari Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jambi. Jumlah jamaah haji yang wafat di Tanah Suci pada tahun ini mencapai 23 orang atau mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2011 yang hanya 21 orang. (ant)

Dibaca : 60 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/744

Jokowi Akan Sambut Jemaah Kloter Terakhir DKI

Penulis :
28 November 2012

Jakarta (Sinhat)–Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan menyambut kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir DKI Jakarta, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta pada hari Jumat (30/11).

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama DKI Jakarta Muhaimin Luthfie yang dihubungi di Jakarta, Selasa. “Kita telah berkordinasi dengan pihak protokoler Pemprov DKI terkait rencana Pak Jokowi yang akan menyambut kedatangan kloter terakhir DKI Jakarta,” kata Muhaimin.

Menurut dia, Jokowi sendiri yang telah meminta agar dalam acara penyambutannya jemaah haji ini dilakukan dengan sederhana saja. “Jadi Pak Jokowi nantinya akan menyapa langsung para jemaah haji, dan karenanya tidak ada acara seremonial pidato penyambutannya,” papar Muhaimin.

Direncanakan sesuai jadwal, kloter terakhir DKI Jakarta ini merupakan kloter 49 dengan jumlah jemaah haji sebanyak 307 orang. Mereka berangkat dari Bandara Madinah pada tanggal 29 November 2012, pk. 12:30 waktu setempat, atau pk. 16:30 WIB, dan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat dinihari, pk. 02:15 dengan menggunakan penerbangan Garuda.

Selain itu, Debarkasi DKI Jakarta yang akan mengakhiri pemulangan jemaah hajinya pada tanggal 30 November 2012, juga ada Debarkasi Banjarmasin dengan jumlah jemaah hajinya sebanyak 193 orang tiba di Tanah Air, pk. 17:15, termasuk Debarkasi Surabaya juga akan mengakhirinya pemulangannya jemaah hajinya pada hari Jumat (30/11). Sedangkan 10 debarkasi lainnya telah mengakhiri masa pemulangan jemaah haji mereka pada tanggal 29 November 2012. (johara)

Dibaca : 37 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/745

Kloter Terkahir Sumut Tiba Dini Hari Tadi

Penulis :
27 November 2012

Medan (Sinhat)–Kelompok terbang 19 Debarkasi Medan menjadi kelompok terbang terakhir jamaah haji asal Sumatera Utara. Kloter ini mendarat di Bandara Polonia Medan, Selasa (27/11) pukul 02.15 WIB dini hari tadi.

Demikian disampaikan Ketua PPPIH Debarkasi Medan Drs Abd Rahim M.Hum melalui Sekretaris Drs H Abd Rahman Harahap MA kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskan Abd Rahim, jamaah Sumut akan bergabung bersama jamaah asal Aceh dan dari Sumatera Selatan dengan menggunakan pesawat Airbus 338 dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Namun, Jamaah asal Sumatera Selatan tidak turun dari pesawat, karena begitu proses penurunan jamaah Sumut dan Aceh berikut barang bawaan selesai dilaksanakan, segera melanjutkan perjalanan ke daerah asalnya.

Sedangkan jamaah asal Aceh akan istirahat di Medan malam itu dan akan bertolak ke Serambi Mekkah dengan pesawat Garuda pukul 09.35 WIB. “Khusus jamaah Aceh biaya perjalanan menuju daerahnya ditanggung oleh pemerintah,” kata Abd Rahman yang didampingi Humas Drs HM Sazli Nasution.

Ditambahkan Abd Rahman, hingga kini, sebanyak 23 jamaah meninggal dunia di tanah suci. Jamaah haji Medan yang meninggal, Senin (19/11) adalah H Baginda Bangun Tua Harahap bin Japoriaman Harahap (89) eks kloter 10 dari Padang Sidimpuan yang meninggal di Makkah.

Untuk itu, pesan Harahap, diharapkan kepada seluruh ahli waris jamaah yang meninggal untuk mempersiapkan segala sesuatunya guna pengurusan Asuransi dari Beringin Life Syariah. “Setiap jamaah yang meninggal di tanah suci atau selama pelaksanaan haji, maka berhak untuk mendapatkan asuransi senilai Rp 33 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk kedatangan kelompok terbang terakhir ini tidak ada penyambutan khusus di Bandara Polonia Medan oleh Muspidasu ataupun pejabat terkait lainnya. Setibanya di Bandara, jamaah langsung ke Asrama Haji Medan untuk pengembalian paspor maupun urusan perhajian lainnya.(MM)

Dibaca : 629 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/737

72 Jamaah Haji Asal Jatim Wafat di Tanah Suci

Penulis :
27 November 2012

Surabaya (Sinhat)– Kepulangan seluruh jamaah haji asal Jawa Timur (Jatim) akan berakhir pada kloter 80, pada 30 November 2012. Namun di tengah-tengah jamaah yang sudah dan menunggu proses kepulangan, sebagian dari mereka harus lebih dulu pulang ke hadapan Allah.

Informasi yang disampaikan pihak Humas PPIH Debarkasi Surabaya, saat ini sudah ada 72 jamaah haji asal Jatim meninggal di Tanah Suci. Jumlah ini adalah akumulasi selama pelaksanaan ibadah haji di Mekah

. “Mereka meninggal karena sebelumnya memang memiliki riwayat penyakit dengan risiko tinggi. Selain itu juga karena usia sepuh,” terang Humas PPIH Debarkasi Surabaya, Fatchul Arief, Senin (26/11).

Ia mengatakan bahwa setiap jamaah yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji berhak atas asuransi. Besarannya, setiap jamaah meninggal setidaknya mendapat hak asuransi sekitar Rp 33 juta.

Sebagaimana rilis yang disampaikan Humas PPIH, berikut  jemaah haji Jawa Timur yang meninggal terakhir di Tanah Suci. Mereka adalah Selamet Mulyono bin Sukadi (55), asal Kota Malang. Meninggal karena infeksi dan parasit. Berikutnya, Sakdiyah binti Bakar (54), asal Kabupaten Bangkalan. Jamaah ini meninggal juga karena infeksi dan parasit. Lalu, Syaiful Anam (74), asal Kabupaten Tulungagung meninggal karena gangguan sistem sirkulasi. Terakhir, Sukardi bin Musliman (56) asal Kabupaten Kediri. Jamaah yang tergabung dalam kloter 25 ini meninggal karena mengalami gangguan dalam sistem pernapasan. Semua yang meninggal dimakamkan di Mekah.(SM)

Dibaca : 327 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/738

Pemulangan Jemaah Haji Jatim Sisakan 7 Kloter

Penulis :
27 November 2012

Surabaya (Sinhat)–Kepulangan jemaah haji asal Jawa Timur dari Tanah Suci akan berakhir pada 30 November nanti. Saat ini, hampir semua jemaah dari total 33.395 jemaah haji asal Jatim sudah berhasil dipulangkan. Kini tinggal menyisakan 7 kloter terakhir atau sekitar 3.000-an jemaah.

Ketujuh kloter yang tinggal menunggu kepulangan tersebut berasal dari Banyuwangi, Surabaya, Bangkalan, Pamekasan, Kabupaten Malang, dan paling akhir Bondowoso. “Kloter terakhir, kloter 80 asal Bondowoso tiba di tanah air 30 November pukul 07.55. Senin dini hari tadi kloter Situbondo tiba di Juanda.

Kita tinggal menyisakan 7 kloter plus satu kloter dari NTT,” terang Humas PPIH Debarkasi Surabaya, Fatchul Arief, Senin (26/11/2012).

Jemaah haji asal Situbondo yang dini hari tadi tiba kembali ke tanah air adalah kloter 72. Kloter ini tepatnya tiba pukul 00.55. Tidak seperti hari biasanya, sepanjang hari ini hanya ada dua kloter yang dipulangkan. Yakni kloter 72 dini hari tadi dan kloter 73 asal Banyuwangi. “Jemaah Banyuwangi yang tergabung kloter 73 itu tiba Senin tengah malam nanti pukul 23.55. Mereka harus lebih dulu singgah di Asrama Haji Sukolilo untuk mengurus administrasi kepulangan,” tambah Arief.

“Selain Malang, jemaah dari Kabupaten Madiun juga pulang dan tiba di tanah air hari ini. Jemaah asa Madiun ini dijadwalkan mendarat di Juanda pukul 09.55,” tambah Arief.(tribun)

Dibaca : 107 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/739

83 Persen Jamaah Indonesia Sudah Tinggalkan Tanah Suci

Penulis :
26 November 2012

Madinah (Sinhat)– 83 % jemaah haji Indonesia telah kembali kee Tanah Air tinggal, tersisa 32.400 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh kloter atau 2.477 jamaah sudah berada di Jedah menunggu saat pemulangan. Mereka akan pulang dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sisanya, 29.923 jamaah dari 79 kloter, masih berada di Madinah untuk menunaikan ibadah shalat arbain (shalat wajib 40 waktu) di Masjid Nabawi. Jamaah yang telah kembali ke Indonesia mencapai 161.170 orang atau 83,07 persen.

Masa operasional penyelenggaraan ibadah haji akan berakhir 29 November depan. Total jamaah haji Indonesia tahun ini mencapai 211 ribu, terdiri atas 194 haji reguler dan 17 ribu haji plus.

Persentase kepulangan tertinggi dicatat oleh Embarkasi Aceh, yakni 99 persen atau 3.885 jamaah. Dari embarkasi di ujung barat Indonesia itu, jumlah jamaahnya memang sedikit, hanya 3.924 orang. Adapun yang paling sedikit Embarkasi Banjarmasin, yaitu 64,96% atau 3.241 orang dari 4.989 jamaah. Dari Embarkasi Solo, hingga kemarin yang sudah sampai di Tanah Air mencapai 28.016 orang (85,1 persen) dari 75 kloter. Total jamaah yang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo adalah 32.919 orang.

Adapun jamaah dari Embarkasi Bekasi dan Pondokgede (Bandara Soekarno Hatta) yang sudah pulang adalah 30.414 (80,84 persen) dan 15.427 (70,42 persen). Bandara Soekarno Hatta memang digunakan untuk melayani dua embarkasi, yakni Bekasi (Jabar) dan Pondokgede (DKI Jakarta).

Sementara itu, hingga saat ini masih ada 43 jamaah yang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah dan rumah sakit Arab Saudi.

Kepala Seksi Kesehatan Misi Haji Indonesia di Madinah, dokter Tjetjep Ali Akbar, menjelaskan, 20 jamaah dirawat di BPHI, 23 lainnya di rumah sakit-rumah sakit Arab Saudi. “Selain mereka, masih ada 10 jamaah yang rawat jalan,” tambahnya.

Menurut Tjetjep, jamaah yang sakit atau dirawat sebagian besar berasal dari Embarkasi Surabaya dan Solo. “Penyakitnya macam-macam. Ada yang hanya kecapekan, batuk pilek, flu, tapi ada juga yang jantung hingga gagal ginjal,” jelasnya.(MCH)

Dibaca : 490 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/734

Menag Beri Hadiah Umrah Kepada Enam Orang Guru

Penulis :
26 November 2012

Jakarta (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali “membuat kejutan” pada peringatan hari guru ke-67 dan peringatan Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan memberangkatkan umroh masing-masing tiga guru wanita dan tiga guru lelaki.

Pemberian hadiah tersebut merupakan wujud tanda hormat Menteri Agama kepada para guru, karena harus diakui kemajuan bangsa Indonesia terletak pada profesional guru yang didedikasikan bagi kemajuan bangsa, kata Suryadharma Ali seusai melepas lomba gerak jalan hari guru di Jakarta, Minggu.

Hadir pada kesempatan itu Wamenag Nasaruddin Umar, Sekjen Bahrul Hayat, Ketua Umum PGRI Sulistyo dan sejumlah pejabat dari Depdikbud dan instansi lainnya.

Menag memberi apresiasi kepada guru yang antusias ikut lomba tersebut sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap kesehatan. “Dengan sehat berarti guru bisa memberikan darma baktinya lebih baik, lebih profesional dan bekerja dengan mengindahkan kode etik”, katanya.

Lomba tersebut diikuti 11 ribu orang, mempertandingkan nomor beregu dengan hadiah menarik. Syarat mendapatkan hadiah umroh, menurut Suryadharma Ali harus diundi. Bagi pemenangnya, tak bisa dialihkan kepada orang lain atau pun diganti dengan uang. Syarat lainnya, guru bersangkutan dari lima wilayah Jakarta dan satu dari Kementerian Agama.

Ia mengaku gembira bahwa kini kualitas guru makin menunjukkan kemajuan pesat. Termasuk tenaga pengajar di madrasah, pondok pesantren dan lembaga yang berada di bawah Depdikbud. “Indikatornya banyak siswa menjuarai lomba bertaraf internasional. Di sisi lain, secara bertahap kesejahteraannya pun membaik. Meski demikian tanggung jawab guru makin besar ke depan. Pasalnya tawuran dan kekerasan terhadap anak didik membutuhkan perhatian bersama,” katanya.

Karena itu, lanjut Suryadharma, pihaknya setuju kurikulum sekolah diperbaiki. Termasuk menambah pelajaran ekstrakulikuler dalam bidang agama. Sementara peran dewa guru harus ditingkatkan lagi untuk mengawasi para guru sehingga guru semakin profesional dan sejahtera.(ant)

Dibaca : 112 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/735

Kenaikan Setoran Awal BPIH Unutk meningkatkan Manfaat

Penulis :
26 November 2012

Madinah (Sinhat)–Pemerintah mengklaim telah melakukan penghitungan untuk menetapkan kenaikan setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Meski begitu, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu enggan merinci angka pasti kenaikan setoran awal itu. ‘’Kenaikan setoran awal itu bertujuan untuk meningkatkan nilai manfaat,’’ ujar Anggito yang ditemui saat berkunjung ke Madinah, Senin (26/11).

Anggito hanya menyebutkan pihaknya akan merinci soal kenaikan setoran awal itu sekitar Januari 2013. Sebelumnya, Menteri Agama Suryadharma Ali juga sempat mengungkap hal senada.

Menurut Menag, kenaikan dana setoran awal ini juga bertujuan untuk mengurangi daftar tunggu yang semakin panjang. Saat ini, antrean jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci di berbagai daerah semakin panjang. Bahkan, di Wajo, Sulawesi Selatan daftar tunggu untuk bisa naik haji bisa mencapai 19 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Anggito juga memberikan evaluasi terhadap pelayanan haji tahun ini.

Menurut Anggito, penyelenggaraan haji 2012 berjalan baik meski diwarnai munculnya sejumlah kasus yang sempat mengganggu upaya layanan yang lebih baik. Misalnya, kata dia, layanan transportasi yang terasa mengganggu. Ini terutama terkait dengan satu armada bus, yaitu Abu Sarhad. ‘’Tahun depan kami tidak mau memakai lagi bus itu,’’ kata Anggito.

Anggito turut memastikan pihaknya akan melakukan sejumlah penghematan untuk mengoptimalkan sejumlah hal seperti masalah pemondokan dan transportasi terutama soal penerbangan yang mencakup 60 persen dari keseluruhan biaya ibadah haji.

Untuk penerbangan, Anggito mengakui bisa dilakukan penghematan dengan cara melakukan negosiasi dengan pihak penerbangan. Ada pula soal hotel transito di Jeddah. ‘’Kami masih memikirkan apakah perlu atau tidak adanya hotel transito itu,’’ kata dia.

edangkan untuk urusan pemondokan, Anggito berharap pihaknya bisa mendapatkan sewa jangka panjang, terutama untuk pemondokan di Makkah. ‘’Dengan sewa jangka panjang, kita bisa mendapatkan kepastian dan mengurangi biaya pemondokan,’’ ujarnya. MCH/endah hapsari)

Dibaca : 139 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/736

Suhu di Madinah Mendekati Suhu Ekstrem

Penulis :
23 November 2012

Madinah (Sinhat)–Cuaca di madinah Arab Saudi terus mengalami penurunan menjelang peralihan ke musim dingin. Musim dingin di arab saudi diperkirakan akan mulai terjadi pada awal desember mendatang. Namun, pada pagi hari suhu di Madinah bisa mencapai 16 derajat celsius dan maksimal pada siang-sore hari hanya 28 derajat celsius.

Dibaca : 836 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/729

Masjid Qiblatain, Bentuk Ketaatan Kepada Allah

Penulis :
23 November 2012

Madinah (Sinhat)–Hijau dan rimbunnya pohon menyambut kedatangan para peziarah lintas dunia ketika berada di sekitar Masjid Qiblatain Madinah Arab Saudi. Pada pagi hari yang cukup cerah, para jemaah haji dari lintas dunia termasuk Indonesia telah memadati Masjid qiblatain. Masjid ini terletak di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau diatas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah Arab Saudi.

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/730

Paspor Jamaah Haji Debarkasi Makassar Diproses BCM

Penulis :
23 November 2012

Makassar (Sinhat)–Guna mempermudah proses pemulangan jamaah haji di debarkasi Hasanuddin Makassar, imigrasi bandara Hasanuddin menerapan sistem border control management (BCM). Sistem yang baru kali pertama diterapkan ini  untuk memeriksa paspor jamaah haji.

Dibaca : 59 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/732

11.932 Jamaah Debarkasi Makassar Kembali ke Tanah Air

Penulis :
23 November 2012


Makassar (Sinhat)–Proses pemulangan jamaah haji reguler dari Arab Saudi sudah lebih separuh jalan, termasuk juga pemulangan di debarkasi Makassar sudah 11.932 jamaah yang tiba. Dari total 40 Kloter di debarkasi ini hingga Jumat (23/11) sudah 32 Kloter mendarat di bandara Sultan Hasanuddin.

Dibaca : 60 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/733

Setelah Shalat Subuh, Seorang Jamaah Haji Tertabrak

Penulis :
22 November 2012

Madinah (Sinhat)–Setelah menunaikan shalat Subuh di Masjid Nabawi, Madinah, seorang jamaah haji bernama Sadik Karsinan Radi bin Karsinan meninggal dunia lantaran mengalami kecelakaan. ‘’Biasanya, dia ditemani sang istri saat shalat di masjid. Namun, hari itu tidak,’’ ujar Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, Rabu (21/11).

Dibaca : 704 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/726

Jemaah Non Kuota Turun Drastis

Penulis :
22 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Jumlah jemaah haji non kuota (tidak resmi) tahun ini berkisar 600 hingga 700 orang. Angka tersebut turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia sekarang ini lebih memahami kesulitan yang dialami Indonesia.

Dibaca : 117 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/727

GACA Minta Pemulangan Jemaah Melalui Terminal Timur

Penulis :
22 November 2012

Jeddah (Sinhat)– General Authority of Civil Aviation (GACA) of Saudi Arabia ( selaku otoritas bandara King Abdul Aziz) meminta pemulangan jemaah haji Indonesia melalui terminal timur mengingat prosesi pemulangan tidak sepadat seperti waktu-waktu sebelumnya.

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/728

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mekkah

Penulis :
21 November 2012

Mekkah(Sinhat)–Seluruh haji Indonesia telah meninggalkan Mekkah menuju Medinah, Selasa, setelah keberangkatan tiga kloter terakhir masing-masing JKG 50, SUB 80, dan JKG 49.

Keberangkatan tiga kloter itu disaksikan Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekkah Arsyad Hidayat dan Wakil Ketua Muasassah Asia Tenggara dan sekaligus Pengurus Jamaah Haji Indonesia di Arab Saudi Toyib bin Abdurrochim Buhory.

“Kami akan terus memperbaiki pelayanan haji Indonesia di masa depan, dan kondisi pelayanan haji tahun ini relatif lebih baik dibanding dengan pelayanan pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Toyib yang lancar juga berbahasa Indonesia.

“Bila memang dianggap perlu agar ibadah jamaah tidak terganggu, kami siap mengadakan pelayanan katering untuk jemaah haji Indonesia di Mekkah mulai tahun depan,” kata Toyib terkait upaya konkret perbaikan pelayanan yang dijanjikan di tahun-tahun mendatang.

Terkait masalah-masalah keamanan yang terjadi pada pelaksanaan haji tahun ini, misalnya pencurian uang jamaah di pondokan, ia mengatakan, hal itu terjadi hanya dalam konteks individual dan perorangan serta jumlahnya juga tidak signifikan, namun perhatian akan terus ditingkatkan terkait kemananan tersebut.

Sementara itu, Kadaker Arsyad mengatakan, seluruh jamaah haji Indonesia telah berangkat meninggalkan Mekkah Selasa sore dan yang tinggal hanya 30 pasien yang sedang dalam perawatan di rumah sakit Arab Saudi di Mekkah serta sejumlah pasien yang sedang dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekkah.

Setelah kondisinya memungkinkan, maka seluruh pasien tersebut segera disusulkan ke Medinah maupun Jeddah untuk bergabung dengan rombongan dan kembali ke Tanah Air, kata Arsyad, saat melepas jemaah terakhir meninggalkan Mekkah tersebut.

Pada 29 November 2012 merupakan hari terakhir jamaah Indonesia di Arab Saudi dan pada hari itu mereka akan meninggalkan Medinah menuju Tanah Air bagi jamaah yang menggunakan penerbangan Saudi Air dan lewat Jeddah bagi jamaah yang menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.

Jamaah terakhir tersebut merupakan jamaah haji gelombang kedua yang dari Tanah Air langsung menuju Mekkah dan belum mengambil arba`in di Medinah – sholat wajib 40 waktu berturut-turut – seperti haji gelombang pertama yang sebelum ke Mekkah ke Medinah dulu selama delapan hari mengambil arba`in.

Indonesia tahun ini mendapat kuota haji 211.000 dari pemerintah Arab Saudi, dengan komposisi 194.000 jemaah reguler dan 17.000 jemaah khusus yang dulu populer dengan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus.

Sampai Selasa petang, 406 haji Indonesia periode ini telah meninggal di Arab Saudi. Tahun lalu, 517 haji Indonesia meninggal di Arab Saudi.(MCH/ant)
 

Dibaca : 1055 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/721

Penerbangan Haji Garuda Kembali Gunakan Sayap Timur Bandara Jeddah

Penulis :
21 November 2012

Jeddah(Sinhat)–Otoritas Bandara King Abdul Azis memindahkan pelayanan pemulangan haji Garuda Indonesia dari sayap barat Terminal Haji Bandara King Abdul Azis Jeddah ke sayap timur.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah di Jeddah, Rabu mengatakan pemindahan layanan tersebut karena intensitas kepulangan haji di sayap timur mulai berkurang sehingga Garuda sudah bisa menggunakan terminal timur kembali.

Sebelumnya, Garuda menggunkan sayap barat bersama pelayanan haji dari India, sementara layanan kepulangan haji Indonesia yang menggunakan Saudia menggunakan sayap timur bersama seluruh penerbangan haji dari negara lainnya.

Sejak 15 November, layanan pemulangan gelombang pertama berakhir dan Saudia melayani pemulangan haji dari Madinah.

Penggunaan sayap timur oleh Garuda itu dimulai Selasa malam atau Rabu dini hari waktu Indonesia bagian barat di gate 9-10 Bandara King Abdul Azis. Jamaah penumpang Garuda yang menggunakan sayap timur malam ini dimulai dari kelompok terbang UPG-30 embarkasi Makasar dan BDJ-08 Banjarmasin.

Hingga Selasa pukul 21:30 waktu Saudi atau Rabu 01:30 WIB sudah 302 kelompok terbang yang kembali ke tanah air melalui Jeddah dengan total 120.974 anggota jemaah.

Sementara total kelompok terbang yang pulang melalui Jeddah hingga 29 November nanti sebanyak 378 kelompok terbang dengan sekitar 150 ribu anggota jamaah.

Pada senin lalu Panitia Pelayanan Ibadah Haji Indonesia kehilangan salah satu petugasnya, yakni Miskan Choiri Karbolah (58) asal Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, karena sakit gangguan pada hati.

Pemilik paspor A 2982354 itu lahir pada 04 Februari 1954 dan wafat pada 19 Nop 2012 pukul 16.10 waktu Saudi di RS Zahir, Makkah.

“Ini adalah petugas pertama yang meninggal tahun ini dan kita berharap jangan ada lagi petugas yang meninggal setelah ini,” kata Abdullah yang berduka.

Sementara total anggota jamaah yang wafat pada Selasa (20/11) pukul 21:30 atau Rabu pukul 01:30. waktu Saudi sebanyak 408.(MCH/ant)
 

Dibaca : 155 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/722

Pemerintah Hitung Ulang Honor Temus Haji

Penulis :
21 November 2012


Jeddah (Sinhat)–Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu menyatakan Kementerian Agama RI sedang menghitung ulang honor bagi petugas tenaga musiman (temus) terkait munculnya sejumlah pertanyaan tentang besaran honor tersebut pada tahun ini.

Anggito dalam pesan singkatnya yang diterima di Jeddah, Rabu, mengatakan terjadinya perbedaan besaran honor tersebut dimungkinkan karena adanya selisih kurs.

Sebelumnya sejumlah tenaga musiman, khususnya mahasiswa, mempertanyakan besaran honor mereka yang kemungkinan berbeda dengan tahun lalu. Mereka memperkirakan 265 riyal perhari dan ada juga yang memperkirakan 280 per hari, tetapi info yang terima ternyatakan hanya 255 per hari.

“Kami tidak mempermasalahkan besarannya, yang kami harapkan transparansi besaran honor kami,” kata salah seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Mesir dan menjadi temus tahun ini.

Berkaitan dengan itu, mereka menginginkan keterangan reami dari pemerintah mengenaikan penetapan honor tersebut.

Anggito mengatakan perbedaan besaran tersebut murni karena perbedaan kurs karena jika dihitung dalam kurs riyal maka nilainya menjadi turun. Selama ini temus di Jeddah menyatakan sudah menerina 5000 riyal sebagai honor termin pertama dan akan menerima sisanya pada termin kedua.

Sementara temus di Makkah sudah menerima termin kedua karena pelayanan haji di kota Harram itu akan berakhir pada 25 November ini. Besaran honor yang diterima temus di Makkah itu yang menjadi dasar pertanyaan temus di Madinah dan Jeddah.

Anggito mengatakan selisih kurs petugas temus yang direkrut Kementerian Agama RI mungkin tidak akan bermasalah karena instansi itu sudah menyediakan dana cadangan yang disediakan untuk menutupi selisih kurs.

“Yang jadi masalah bukan di temus Kemenag RI karena kita punya dana cadangan selisih kurs, masalahnya ada di temus Kemenkes RI,” kata Anggito.

Solusi untuk memecahkan permasalahan itu agar tidak terjadi perbedaan honor temus, maka Anggito menyatakan akan mengecek ketersediaan dana cadangan selisih kurs di Kemenkes RI.

Sementara Kepala Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah mengatakan memang terjadi perbedaan besaran honor temus karena dikenakan pajak dan selisih kurs.

Honor temus ditetapkan dalam dolar dalam mata anggaran pemerintah lalu dikurskan dalam rupiah. “Karena honor temus dibayarkan di Saudi, maka dana tersebut di transfer ke Saudi. Dana honor itu ditukar dalam mata uang dolar lalu di Saudi ditukar lagi dalam mata uang riyal untuk dibayarkan pada tenaga musiman,” kata Abdullah.

Transfer dana dilakukan karena tidak mungkin membawa dana tunai dari Indonesia ke Saudi. Proses transfer ini yang memungkinkan terjadi penurunan nilai karena tidak mungkin huga menggunakan mata uang riyal dalam transfer uang dari Jakarta ke Saudi.

Terlepas dari itu, Abdullah yakin permasalahan selisih kurs itu akan diatasi karena pemerintah bertekad tidak akan merugikan tenaga musiman.(MCH/ant)

Dibaca : 260 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/723

Kelebihan Barang Jemaah di Madinah, dari Alat Dapur Hingga Pakaian Kotor

Penulis :
21 November 2012

Madinah (Sinhat)–Banyak barang bawaan milik jemaah haji Indonesia yang terpaksa ditinggalkan di Madinah.

Hal itu disebabkan karena melebihi kapasitas yang telah ditentukan oleh maskapai penerbangan pengangkut jemaah haji. Namun jumlah barang bawaan yang ditinggalkan jemaah di Madinah, tidak sebanyak yang ada di Jeddah. Diperkirakan, saat ini jumlahnya mencapai 8-10 ton.

“Saat kita cek di gudang Mazroi masih sedikit, jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” ungkap Sekretaris Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Sofwan Abdul Djani, Rabu (21/11).

Saat Sofwan melihat langsung di gudang penyimpangan milik Mazroi tidak banyak barang bawaan jamaah yang disimpan di tempat itu. Jumlah barang bawaan jamaah yang tidak terangkut hanya tampak berupa gundukan kecil di salah satu sudut gudang. “Tidak sampai menggunung atau memenuhi gudang yang luas. Kebanyakan dibungkus dalam tas kecil atau tas plastik,” tegas dia.

Selain air zamzam, lanjut dia, barang-barang yang tidak terangkut bukanlah barang mahal. Kebanyakan adalah barang-barang yang dipakai sehari-hari seperti alat memasak air dari listrik, teko, panci, rice cooker, setrika, oleh-oleh mainan anak-anak dan lain-lain.

“Saat kami buka dan lihat ternyata ada bungkusan dalam tas plastik berisi pakaian kotor, pakaian dalam, mukena dan buah-buah seperti pisang yang sudah busuk,” katanya.

Sofwan meminta jamaah tetap menaati aturan untuk tidak membawa atau memasukkan air zam-zam ke dalam koper. Bila ketahuan membawa air zamzam akan langsung dibongkar petugas untuk dikeluarkan saat sweeping. “Bila terjadi seperti ini akan memperlambat proses pengangkutan koper jamaah menuju bandara,” katanya.

Dia menambahkan agar jamaah tidak terlalu boros saat berbelanja oleh-oleh. Jamaah hendaknya bisa memilih oleh-oleh yang diprioritaskan untuk dibeli dan bernilai manfaat. “Patuhi aturan penerbangan, berat barang bagasi maksimal 32 kg untuk satu tas koper bukan dua. Sedang tas tentengan atau jinjing maksimal 7 kilogram,” pungkas Sofwan.(MCH/bagus kurniawan)

Dibaca : 98 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/724

Garuda Klarifikasi Soal Memberi 5 Liter Zamzam Kepada Jemaah Haji

Penulis :
21 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengklarifikasi polemik seputar pemberian lima liter air zamzam untuk setiap anggota jemaah haji. Sementara Saudi Arabia Airlines bisa menghadiahkan sepuluh liter zamzam untuk para tamu Allah itu.

Dibaca : 58 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/725

Puluhan Jamaah Masih di Rawat di BPHI dan RSAS Madinah

Penulis :
20 November 2012

Madinah (Sinhat)–Memasuki masa pemulangan jamaah haji Indonesia ke tanah air. Puluhan jamaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) dan RS Arab saudi di Madinah.

Kepala Balai pengobatan Haji Indoneisa (BPHI) dr Septa Ekanita mengatakan jamaah yang dirawat di BPHI mencapai 29 jamaah, sedangkan di rumah sakit arab saudi mencapai 17 jamaah. “Mereka memiliki penyakit yang bervariasi, diabetes, jantung, kanker, gagal ginjal,” ungkap dr. Eka.

Eka Menambahkna sejauh ini, pihaknya juga telah menerima limpahan jamaah yang sakit dari BPHI mekah dengan. “jumlah yang dilimpahkan sebanyak 5 kali, masing ada yang 8, 7,3,4, 5..yang jelas lebih dari 20 jamaah yang diterima,” jelasnya.

Untuk proses Tanajul atau mempercepat kepulangan jamaah yang sakit saat ini ke tanah air, masih terus dilakukan. “Kalo jamaah yang kondisi kesehatannya bagus, maka akan dikembalikan ke kloternya, jika tidak akan kembali di rawat,” tutupnya.

Sementara itu, dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu ( Siskohat) jamaah haji yang meninggal saat ini mencapai total 398 jamaah. Yakni dengan rincian: Madinah 35 jamaah, makkah 318 jamaah, Jedah 9 jamaah, Perjalanan 5 dan armina 31 jamaah.(MCH/akmal)

Dibaca : 424 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/718

Jemaah Diminta Menghindari Pemborosan

Penulis :
20 November 2012

Madinah (Sinhat)–Pasca pelaksanaan haji dan dimasa-masa pemulangan menuju ke tanah air jamaah haji telah mengalihkan perhatian. Banyak jamaah haji Indonesia kemudian membeli buah tangan atau oleh-oleh bagi sanak keluarga di tanah air.

Namun, permasalahan timbul ketika Jamaah, membeli oleh-oleh secara berlebihan dan menyebabkan banyak barang yang tidak terangkut akibat melanggar ketentuan.

Kepala bimbingan Ibadah Daker Madinah, Nurudin mengingatkan, pembelian oleh-oleh buat keluarga di tanah air sebaiknya tidak berlebihan dan mengakibatkan pemborosan serta mubazir.

Menurut Nurudin, pemborosan terjadi ketika barang bawaan berupa oleh-oleh akhirnya tidak ternagkut dan menjadi barang tercecer akibat membeli barang dengan berat melanggar ketentuan.” Oleh karena itu, perlu diprioritaskan mana yang lebih penting di dalam belanja ini dari segi manfaatnya. Perlu dipilah-pilah jadi ada prioritas-prioritas yang pelu di beli dan tidak terlalu boros,” pintanya.

Jika membeli terlalu banyak, maka barang tersebut bisa saja tidak terbawa akibat adanya batas ketentuan berat penerbangan yakni hanya 32 kg.”Kasihan akhirnya menjadi barcer- barang yang tidak bisa dibawa dan dalam kaitan agama juga pemborosan juga tidak diperbolehkan,” jelas Nurudin.

Pemborosan juga dapat dinilai, jika sudah mempunyai barang dirumah, ternyata membeli barang yang sama. “Kadang sudah punya dirumah, ingin beli lagi sehingga dari manfaatnya berkuarang,” imbuhnya.

Kepala seksi pelayanan Ibadah Daker Madinah, Nurudin mencontohkan suka membeli, padahal dirumah sudah punya, seperti jam, sudah punya 1 ingin beli lagi sehingga akan berkurang manfaatnya. ” Perlu juga dipikirkan, Pemerataan hak-hak orang lain yang berkaitan dengan infak, sodaqoh yang lebih manfaat,”

Nurudin menyarankan, untuk pembeliaan oleh-oleh sebaiknya juga diutamakan yang berkaitan dengan ibadah seperti pembelian Al qur’an, sajadah serta tasbih. ” Karena niat ke tanah suci adalah ibadah, maka sebaiknya barang oleh-oleh yang dibawa juga berkaitan dengan ibadah,” sarannya.

Sebelumnya, barang tercecer milik jamaah haji indonesia telah mencapai berat 3 ton setelah dilakukan pemeriksan dibandara Jedah Arab Saudi. Barang tercecer, adalah barang yang tidak boleh dibawa akibat melebihi berat beban barang bawaan 32 kg, air zam dan benda yang dilarang laiinya dalam aturan penerbangan.(MCH/akmal)

Dibaca : 114 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/719

Pasien Perokok Dominasi BPIH Madinah

Penulis :
20 November 2012

Madinah (Sinhat)–Jumlah pasien yang sakit akibat merokok, mendominasi ruang perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, Arab Saudi.Demikian dikemukakan Kepala BPHI Madinah dr Septa Ekanita Hakim, di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini. “Kebanyakan jemaah yang dirawat adalah laki-laki, rata-rata mereka perokok,” ujarnya.

Sejak tiga hari lalu, tutur dia, BPHI Madinah merawat 40 lebih pasien. ”Hampir 80 persen kapasitas BPHI Madinah terisi, 30 persen adalah pasien gangguan paru-paru dan pernapasan,” kata Ekanita.

Dia mengatakan, faktor kelelahan dan suhu udara yang dingin di Madinah, turut memicu penurunan kesehatan jemaah. Apalagi, lanjut dia, sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia yang mengidap penyakit bawaan seperti jantung, pneumonia, diabetes mellitus.

Kondisi tersebut kian diperparah karena yang bersangkutan juga merokok. Bahkan, sebagian besar jamaah lansia yang mengalami gangguan kembang-kempis paru itu, punya kebiasaan merokok. ‘’Kalau hanya dehidrasi, mudah menanganinya. Masalah muncul, karena mereka juga ada dasar penyakit tertentu,’’ ujar Ekanita.

“Bagi jamaah yang mengalami gangguan paru atau PPOK, mereka juga akan lebih mudah terinfeksi,” ujarnya. Ekanita menjelaskan bahwa PPOK adalah Penyakit Paru Obstruktif Kronik, atau dalam bahasa Inggris Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), yakni penyakit paru kronik.

“PPOK ditandai dengan keterbatasan aliran udara di dalam saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel, bersifat progresif, dan biasanya disebabkan oleh proses inflamasi paru yang disebabkan oleh pajanan gas berbahaya yang dapat memberikan gambaran gangguan sistemik,” ujarnya.

Gangguan ini, tutur dia, dapat dicegah dan dapat diobati. Menurut Ekanita, penyebab utama PPOK adalah rokok, asap polusi dari pembakaran, dan partikel gas berbahaya. “Gangguan aliran udara dalam saluran napas disebabkan proses inflamasi paru yang menyebabkan terjadinya kombinasi penyakit saluran napas kecil (small airway disease) dan destruksi parenkim (emfisema),” katanya.

Ekanita menuturkan, gejala dan tanda PPOK, di antaranya adalah sesak napas, batuk kronik, produksi sputum, dengan riwayat pajanan gas/prtikel berbahaya, disertai pemeriksaan faal paru. “Indikator diagnosis PPOK adalah penderita di atas usia 40 tahun, dengan sesak napas yang progresif, memburuk dengan aktivitas, persisten, batuk kronik, produksi sputum kronik, riwayat pajanan rokok, asap atau gas berbahaya di dalam lingkungan kerja atau rumah,” ucapnya. (MCH/yudhiarma)

Dibaca : 81 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/720

Jamaah Haji Wafat 398 Orang

Penulis :
19 November 2012

Madinah (Sinhat)– Seorang jamaah haji asal Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Lihun bin Amir (68) wafat di dalam bus.

Almarhum yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) PLM 20 ini dinyatakan sudah meninggal ketika melakukan perjalanan dari Madinah menuju Jeddah.

Kepala BPHI Jeddah Ananto Prasetya memaparkan, jamaah haji dengan nomor pasport A 3084963 ini menghadap Sang Khaliq karena mengalami gangguan jantung pada Minggu (18/11/2012) pukul 12.00 waktu Arab Saudi.

Lihun langsung di bawa ke Rumah Sakit (RS) Shisha, Makkah. Hingga hari ke-60 pelaksanaan ibadah haji 1433 H/2012 M ini, sebanyak 398 jamaah haji Indonesia wafat di berbagai tempat di Arab Saudi.

Sebagian besar jamaah haji meninggal karena menderita berbagai penyakit. Sebanyak 230 jamaah haji wafat karena gangguan jantung, gangguan pernapasan 111 orang, infeksi dan parasit 34 orang, endoktrin nutrisi 11 orang, gangguan sistem pencernaan 5 orang, sistem syaraf 3 orang, pembuluh darah 2 orang, tanda pemeriksaan hasil klinik 1 orang dan akibat eksternal 1 orang.

Hampir 90 persen jamaah haji wafat di Makkah yakni 318 orang. Selanjutnya jamaah haji yang wafat di Madinah 35 orang, di Mina 25 orang, di Jeddah 9 orang, Arafah 6 orang dan perjalanan lima orang. Jamaah haji wafat didominasi pria yakni sebanyak 228 orang. Sedangkan jamaah haji wanita yang wafat 170 orang.

Sebanyak 259 jamaah haji yang wafat berusia di atas 60 tahun, 104 berusia 50-59 tahun, 33 orang berusia 40-49 tahun dan di bawah 40 tahun 2 orang.

Lokasi jamaah haji wafat BPHI 135 orang, Rumah Sakit 91 orang, Pemondokan 115 orang, Perjalanan 24 orang, Bandara 4 orang, Pesawat 1 orang, Sektor BPHI 17 orang, dan di Masjid 22 orang,

Jemaah haji wafat berdasarkan embarkasi D.I Aceh 9 orang, Medan 22 orang, Batam 16 orang, Jakarta 39 orang, Bekasi 60 orang, Surakarta 68 orang, Surabaya 72 orang, Ujung Pandang 26 orang, Balikpapan 8 orang, Banjarmasin 13 orang, Padang 17 orang, Palembang 16 orang, Lombok 10 orang, dan BPIH Khusus 22 orang. (MCH/fetra)

Dibaca : 719 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/715

Ngotot Bawa Air Zamzam, Kopr Jemaah Belum Terangkut

Penulis :
19 November 2012

Madinah (Sinhat)–Gara-gara tetap nekat membawa air zamzam dalam koper, puluhan jamaah haji harus menerima nasib koper-kopernya belum diangkut di bandara.

Ketua Kloter SOC 64, Muhammad Niam, saat ditemui belum lama ini, mengungkapkan, semua ini bermula dari rasa iri. “Terus terang kami yang memakai pesawat Garuda ini iri dengan jamaah yang pakai Saudi Airlines. Mereka dapat 10 liter dan kami hanya 5 liter air zamzam,” kata dia.

Niam mengaku pihaknya kesulitan memperingatkan jamaah, meski sudah diingatkan secara lisan maupun menggunakan tulisan yang berisi larangan.

Mereka tetap nekad membawa air zamzam. “Mereka tetap membawa air karena dulu banyak yang lolos, itu alasan mereka dan membuat semua repot sekarang,” katanya.

Namun, agaknya situasi saat ini berbeda. Akibatnya, saat ini ratusan air zamzam milik jamaah yang terpaksa ditinggalkan.

Menurut kepala bagian penimbangan Hasan Basri, koper jamaah yang ditemukan ada air zamazam saat dilakukan penimbangan adalah jamaah SOC 63 dan SOC 64 embarkasi Solo. Air zamzam tersebut sebagian sudah dimasukkan ke dalam koper dan ada sebagian yang tidak dimasukkan ke dalam koper.

Bahkan, adapula pula air zamzam yang belum dimasukkan ke koper dan masih tersimpan di dalam kamar. “Kita sebenarnya sudah memperingatkan melalui ketua kloter masing-masing agar menaati aturan,” kata Hasan.

Petugas bagian penimbangan M. Noer Nuh Canafi menambahkan sebagian besar koper milik jamaah SOC 63 dan 64 membawa air zamzam. Saat akan ditimbang petugas sudah curiga dengan koper-koper tersebut. Ternyata setelah diperiksa dan dibuka berisi air zamzam. “Kalau diangkat akan terasa sekali kalau tas itu berisi air dan beratnya akan beda kalau isinya bukan air,” katanya.(MCH/endah hapsari)

Dibaca : 177 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/716

Karena Sakit, Kepulangan Sudarno Ditunda

Penulis :
19 November 2012

Madinah (Sinhat)– Tim dokter Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah menunda keberangkatan seorang jamaah haji atas nama Sudarno bin Ngali Usman (57), karena menderita sakit.

Kepala BPHI Jeddah Ananto Prasetya, yang tengah berada di Madinah menjelaskan, sesuai jadwal Sudarmo terbang menuju Jakarta Minggu kemarin.

Namun tim dokter terpaksa mengevakuai pasien karena mengalami kelainan pencernaan harus mengalami perawatan. “Untuk sementara kami rawat dulu di Madinah. Bila proses pemulihannya berjalan lancar, rencananya Sudarmo akan diterbangkan ke Tanah Air pada 20 November 2012 pukul 12.30 waktu Arab Saudi,” kata Ananto kepada wartawan MCH, Senin (19/11/2012).

Ananto menjelaskan, Sudarmo akan menumpang Garuda Indonesia bersama kelompok terbang JKG 29 dari Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Sementara itu, tiga jamaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di dua rumah sakit Arab Saudi (RSAS). Saeran bin Suwardi (59), jamaah haji kloter SOC 46, dan Sulani Ahmad Kasbi (58), kloter MES 18 masih menjalani pemulihan di RS King Fahd, Jeddah.

Kemudian Hafsah binti Hamzah (63), anggota kloter LOP 12 masih menjalani perawatan di RS Malik Abdul Aziz Jeddah. Ketiga jamaah haji tersebut baru bisa meninggalkan Arab Saudi bila sudah mendapat rekomendasi dari dokter rumah sakit tempat pasien dirawat dan dokter penerbangan.(MCH/fetra)

Dibaca : 73 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/717

Manajemen Hotel Ganti Kehilangan Jamaah

Penulis :
16 November 2012

Madinah (Sinhat)–Jamaah haji Indonesia gelombang 2 yang mengalami pencurian dengan nilai mencapai 5.800 riyal atau sekitar 14 juta rupiah lebih akhirnya berlega hati. Pencurian berlangsung secara beruntun, dipemondokan hotel disekitar masjid Nabawi mendapat penggantian dari pihak hotel.

Dimana, sejauh ini, pihak manajemen hotel telah mengganti kehilangan barang jamaah senilai 5.800 ryal. “Alhamdulilah, pada hari ini pihak manajemen hotel melalui Mazmuah mengganti seluruh kehilangan uang jamaah sebesar 5.800 riyal. Dan diberikan langsung kepada para jamaah,” ungkap Kepala Daker Madinah Ahmad Jauhari kepada MCH Madinah.

Penggantiaan itu tertulis dalam bukti penerimaan uang, yang ditanda-tangani pihak Mazmuah sebesar 5.800 riyal. “ Sebagai ganti barang-barang yang dicuri di hotel dimaksud,” Jelas Ahmad Jauhari.

Ahmad Jauhari mengakui kejadian pencurian ini, berlangsung secara beruntun yakni sebanyak 4 kali di kamar yang sama, namun pada hari yang berbeda. “Jumat, Sabtu, Minggu, Senin dan hari Selasa jamaah baru lapor kehilangan kepada petugas. Mereka kehilangan 400 riyal, 500 ribu, 500 riyal dan 1 juta dengan total 5.800 riyal,” Jelas Ahmad.

Laporan pencurian, jamaah terlambat, lebih disebabkan karena kunci kamar tidak mengalami rusak. “Mereka takut menyinggung atau menuduh yang memegang kunci yang tidak lain adalah juga penghuni kamar. “ Imbuh Ahmad Jauhari.

Namun, menurut Ahmad Jauhari, Setelah lebih dari 4 kali, baru melaporkan atas pencurian ini. “Pihak kami dalam hal ini bagian pengamanan, langsung menemui tanggung jawab hotel. Mereka mau memutarkan CCTV tapi entah karena kendala tehnis, akhirnya tidak terjadi dan akhirnya langsung dari pihak hotel itu bersedia untuk mengganti uang-uang yang hilang tersebut,” kata Kadaker Madinah.

Ahmad Jauhari mengharapkan,dengan kejadian ini, mudah-mudahan pihak manajemen hotel itu lebih berhati-hati lagi. “Antisipasi selalu memberikan himbauan kepada jamaah untuk berhati-hati dalam menyimpan barang-barang berharga. Mudah-mudahan ini menjadi kejadian terakhir,” harap Ahmad Jauhari.

Dan hingga saat ini, tidak ada laporan pencurian yang kembali menimpa jamaah haji Indonesia. “ Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan pencurian lagi,” tuturnya. (MCH/Akmal)

Dibaca : 161 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/712

Daker Madinah Layani Jemaah Dari Tiga Arah

Penulis :
16 November 2012

Madinah (Sinhat)–Sekretaris Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah Sofwan Abdul Djani mengungkapkan, pihaknya terus berupaya memberikan layanan untuk para jamaah haji gelombang dua yang memasuki dan berangkat dari Madinah. ‘’Kami sibuk melayani jamaah dari tiga arah,’’ ujar Sofwan saat ditemui pada Jumat (16/11).

Menurut Sofwan, saat ini pihaknya masih terus menerima kedatangan jamaah haji dari Makkah, sekaligus memberangkatkan para jamaah lain yang menuju Jeddah serta jamaah yang terbang ke Tanah Air melewati bandara Amir Muhammad di Madinah. ‘’Karena itulah saya terus mewanti-wanti pada para petugas untuk terus menjaga kesehatan karena kesibukan ini,’’ kata dia.

Sofwan mengatakan, setidaknya sudah ada 170 kloter yang tiba di Madinah dari Makkah. Sedangkan jamaah yang berangkat dari Madinah ke Jeddah mencapai 16 kloter. Tak ketinggalan, jamaah yang berangkat lewat bandara Madinah pun telah mencapai ribuan jamaah.

Untuk para jamaah yang siap berangkat, Sofwan menambahkan, pihaknya juga telah melakukan penimbangan barang. ‘’Kami mengerahkan tim khusus yang diambil dari sektor Bir Ali untuk membantu penimbangan barang,’’ kata dia.

Sejauh ini, lanjut Sofwan, belum ada masalah berarti terkait dengan barang bawaan jamaah. Namun, pihaknya sempat menemukan barang bawaan yang tercecer saat melakukan penyisiran di Terminal Hijrah, tempat transit jamaah yang datang ke Madinah dengan bus. ‘’Petugas hanya menyisir bagian atas bus. Ternyata setelah ditelusuri ada tas yang tertinggal di bagian bawah bus. Namun, seluruhnya sudah diselesaikan dengan baik,’’ kata dia.(MCH/ endah hapsari)

Dibaca : 23 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/713

Berkah Pelayan Masjid, Lima Kali Berhaji

Penulis :
16 November 2012

Madinah(Sinhat)–Banyak masjid bersejarah di Tanah Suci, dirawat oleh pekerja-pekerja asal Indonesia. Mereka tergabung dalam perusahaan Grup Bin Ladin. Syafruddin dan Miftahuddin, misalnya, adalah bagian dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi pelayan masjid di Arab Saudi.

Di tengah keramaian jemaah beribadah di Masjid Quba’, Madinah sore itu, tampak beberapa orang berpakaian serba coklat sibuk mengepel lantai dan merapikan tempat air zam-zam. Satu per satu mereka menata gelas dan sebagian lagi mengecek isi gentong.

Meski pekerjaan mereka terganggu oleh jamaah yang tak sabar meminum zamzam, namun tak sedikitpun tampak gurat kemarahan. Mereka malah tersenyum dan ikhlas dengan pekerjaannya. Dari 16 para pelayan tamu Allah itu, empat di antaranya berasal dari Banten dan Jawa Barat. Syafruddin misalnya, lahir dan besar di “Kota Hujan” Bogor, dan Miftahuddin dari Pandeglang.

Udin dan Miftah, demikian putra Banten itu biasa disapa, sudah lebih lima tahun menjadi petugas di masjid pertama dalam sejarah Islam itu. Sore itu, Udin dan Miftah dan beberapa rekannya dari Pakistan tengah mengganti gentong-gentong zamzam.

Tiap pergantian shift, gentong dicek dan kemudian diisi ulang. Gentong-gentong ini mencapai puluhan. Satu gentong bisa memuat 65 liter air. Tiap hari rata-rata kebutuhan zamzam di Quba’ mencapai 25 tangki berisi 10.000 liter. Pada Ramadan, kebutuhan zamzam mencapai puncaknya, yakni bisa 23.000 gentong.

“Tugas utama saya ya memeriksa, membersihkan dan sekaligus mengisi penuh lagi,” ujarnya. Selain menata gentong, Udin dan Miftah juga membersihkan gelas-gelas yang bekas sekaligus mengganti yang baru. (MCH/yudhiarma)
 

Dibaca : 20 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/714

Diupayuakan Santunan Bagi Jemaah Korban Bus Tabrakan Beruntun

Penulis :
15 November 2012

Jeddah(Sinhat)–Kantor Misi Haji Indonesia sudah melayangkan surat ke Kementerian Haji Saudi Arabia agar jamaah haji yang menjadi korban tabrakan beruntun mendapat santunan dari perusahaan bus.
    
Kabid Bidang Transportasi Kantor Misi Haji Indonesia Evadayanti di Jeddah, Kamis, mengatakan pihaknya juga sudah mengajukan surat ke Kepolisian Jeddah untuk membuatkan surat keterangan tentang peristiwa kecelakaan tersebut agar bisa menjadi dasar tuntutan kepada perusahaan bus Tamimi Saihati.
    
Permintaan keterangan juga diajukan kepada rumah sakit Saudi di Jeddah yang merawat korban anggota Kelompok Terbang SOC-44 Solo itu setelah peristiwa terjadi.
    
Evadayanti menyatakan santunan yang didapat adalah santunan kerohiman karena dalam perjanjian dengan Naqaba (Konsorsium Perusahaan Bus Saudi) tidak ada biaya asuransi.
    
Dia memperkirakan santunan mungkin hanya akan diberikan kepada Farida Umar yang mengalami fraktur (patah tulang) hidung, sedangkan kepada 16 korban lainnya kemungkinan tidak ada santunan karena tidak mengalami luka serius.
    
Kantor Misi Haji juga mengupayakan santunan dari perusahaan asuransi Beringan Life ditanah air yang melindungi jamaah jika terjadi kecelakaan dengan nilai santunan Rp5-10 juta rupiah.
    
Tabrakan beruntun empat bus Tamimi Saihati yang membawa jamaah Keloter SOC-44 Solo terjadi pada Senin siang (12/11) menjelang memasuki kota Jeddah. Jamaah sebelumnya berasal dari Makkah.
    
Kecelakaan terjadi, menurut sejumlah jamaah, karena sopir membawa mobil secara ugal-ugalan setelah meminta uang tips pada jamaah pada titik pemeriksaan menjelang kota Jeddah.
    
Salah satu sopir mendahului bus lainnya lalu saling kerja-kejaran kemudian terjadi kecelakaan setelah mengelak dari sebuah truk di jalur yang sama.
    
Evadayanti juga menyayangkan praktik pemungutan uang tips oleh sopir bus dan pemberian sedekah atau uang terimakasih dari jamaah.
     
“Daker Jeddah sudah berulang kali mengingatkan pada ketua keloter dan ketua rombongan agar mengingatkan jamaah untuk tidak memberi uang tips kepada sopir. Kantor Misi Haji Indonesia sudah membayar biaya pelayanan umum kepada Muasasah, termasuk didalamnya layanan transportasi,” kata Evadayanti.
    
Namun, di sisi lain dia dia memahami niat baik jamaah yang ingin memberi sedekah atau ucapan terimakasih kepada sopir atau mereka yang membantu mengangkat dan menurunkan koper.
    
Dampaknya, sejumlah sopir menjadikannya sebagai kewajiban sehingga jika tidak diberi menurunkan kualitas pelayanan kepada jamaah. “Ini akan menjadi kajian buat kita untuk memperbaiki sistem layanan transportasi ke depan,” katanya.
    
Ketika menjawab pertanyaan, Evadayanti mengatakan sejumlah kasus pada layanan bus akan menjadi dasar bagi Kantor Misi Haji Indonesia untuk menentukan kebijakan apakah tetap akan mempertahankan penggunaan paket layanan bus seperti saat ini atau mengontrak perusahaan bus tertentu yang bisa melayani jamaah dengan bus dan sopir yang lebih baik.
    
“Konsekwensinya, diperlukan biaya lebih tinggi, mungkin sekitar 100 riyal perorang untuk semua layanan bus di luar prosesi Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina),” kata Evadayanti.
    
Sejumlah negara, seperti Iran dan Turki melakukan hal itu, kata Evadayanti. Untuk itu perlu dukungan dari DPR RI dalam penyusunan anggarannya.
    
Indonesia membeli paket layanan bus Naqaba dimana sejumlah perusahaan bus bergabung dalan suatu konsorsium dengam kualitas layanan (services) dan usia mobil yang beragam pula.
    
Jika nasib, baik maka jamaah akan dilayani dengan baik dan dengan kualitas bus pariwisata, jika tidak maka akan dilayani dengan sopir yang kasar, minta uang tips dan menjalankan bus dengan ugal-ugalan seperti mengebut, memberhentikan bus semaunya atau menjalankan bus dengan tersendat-sendat.(MCH/Erafzon)
 

Dibaca : 355 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/709

Jamaah Haji Gelombang Dua Menuju Jeddah.

Penulis :
15 November 2012

Madinah (Sinhat)–Hari ini, secara bertahap jamaah haji gelombang dua, yang berada di madinah diberangkatkan menuju jeddah untuk proses pemulangan ke tanah air. Proses keberangkatan menuju ke jeddah dilakukan, setelah barang bawaan jamaah menjalani proses penimbangan.

Sekretaris Daker Madinah Sofwan Abdul Djani mengatakan, keberangkatan pada hari ini, di mulai pada pagi tadi hingga berlangsung malam. Jamaah yang berangkat sebanyak 10 kloter, kecuali kloter Medan- MES 14 dijadwalkan berangkat hari ini.” Kloter asal Medan MES 14, telah diberangkatkan pada hari selasa kemarin jam 16.30 waktu arab saudi,” ungkap Sofwan Abdul Djani.

Untuk hari ini, 10 kloter di berangkatkan dari madinah diantaranya  solo-S0C 49, Palembang-PLM 13, Padang- PDG 14, Ujung Pandang UPG 23.

Sekretaris Daker Madinah Sofwan Abdul Djani menambahkan Jamaah yang tiba di jedaah, akan berada 24 jam di hotel transito jeddah.”Sebelum berangkat menuju ke tanah air melalui bandara jedah, jamaah akan berada di hotel transito selama 1 hari,” Jelasnya.

Sementara itu, untuk Tas koper barang bawaan jamaah nantinya akan diperiksa kembali melalui penimbangan dan extray untuk memastikan berat beban tidak boleh melebihi 32 kg, air zam-zam dan benda terlarang lainnya seperti benda tajam. “Kami tidak memiliki alat extray, jadi pengecekan ulang barang bawaan jamaah akan dilakukan oleh pihak bandara,” tambah sofwan.

Jika ditemukan air Zam-zam dan benda yang tidak diperbolehkan untuk dibawa penerbangan. “Resiko dari jamaah, jika nanti terpaksa diboongkar koper-nya jika ditemukan air zam-zam, karena telah dihimbau sebelumnya,” tegas Sofwan

Sejauh ini, dari hasil penimbangan dan pemeriksaan barang bawaan sebelumnya dipemondokan ditemukan berbagai barang tambahan. ” Ditemukan seperti sajadah, baju, dan barang laiinya yang harus ditinggal karena melebihi ketentuan berat batas 32 kg,” tutupnya.(MCH/Akmal)
 

Dibaca : 82 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/710

Jemaah Berburu Pahala Umrah di Mesjid Quba’

Penulis :
15 November 2012

Madinah (Sinhat)–Para jemaah haji Indonesia gelombang dua, semakin memadati Kota Madinah. Begitu tiba di Kota Nabi, mereka tak menyia-nyiakan kesempatan berlomba-lomba mengerjakan ibadah sunah. Antara lain, berziarah dan salat sunah di masjid-mesjid yang dianjurkan Rasul SAW.

“Pahala umrah, tak hanya bisa didapatkan di Masjid Al-Haram. Bagi jemaah yang salat sunat di Mesjid Quba’ di Madinah, maka pahalanya sama dengan umrah. Karena itulah, selain salat sunat arbain di Mesjid Nabawi, kami berencana memperbanyak ziarah dan salat sunat di Mesjid Quba’,” ujar Haji Zainal, asal Kelompok Terbang (Kloter) 16 Palembang (PLM), di Madinah, Arab Saudi, Kamis (15/11). Jemaah asal Ogan Komering Ulu (OKU) ini, di kampungnya juga dikenal sebagai ustad.

Menurut dia, hadis tentang ibadah yang satu ini, sangat kuat. Bahkan, tuntunan Rasulullah SAW yang disertai terjemahan bahasa Inggris itu, dipampang secara khusus di tembok mesjid.

Quba’, tutur dia, merupakan masjid pertama kali yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah. “Mesjid ini dibangun pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi oleh Nabi dan para sahabat saat hijrah dari Mekah ke Madinah,” ucapnya.

Dia menambahkan, mesjid yang berdiri sekitar lima kilometer di bagian tenggara Kota Madinah ini, disebut di dalam Al-Quran sebagai mesjid yang dibangun atas dasar takwa. Seperti tertuang dalam Surat Al-Taubah: 108, Allah memuji mesjid ini yang menjadi tempat salat para penduduk Quba’.
“Firman Allah SWT, ‘Sesungguhnya mesjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba) sejak hari pertama, adalah lebih patut bagimu (hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya, terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri,” katanya.

Dia memaparkan, diceritakan dalam hadis yang disampaikan Ibnu Umar RA, dan diriwayatkan Imam Bukhari, Nabi SAW sering berjalan kaki atau dengan hewan tunggangan untuk berziarah di Mesjid Quba’  pada hari Sabtu, kadang Senin.

“Dalam cerita lain, Rasulullah sering salat sunat di Mesjid Quba’ untuk menunggu sahabat Ali bin Abu Thalib RA, yang rumahnya berada di belakang mesjid ini. Dalam hadis yang riwayatkan Tarmizi, Rasulullah pernah bersabda, ‘Barang siapa yang mengambil wudhu di rumahnya, dan mendirikan salat di dalamnya, maka ganjarannya sama dengan umrah,” ujarnya. (MCH/Yudhiarma)
 

Dibaca : 89 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/711

Korban Tabrakan Beruntun dan Lift Jatuh Diijinkan Pulang

Penulis :
14 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Sebanyak 17 korban tabrakan beruntun bus Tamimi Saihati sudah diizinkan pulang ke tanah air begitu juga dengan empat korban lift jatuh di Hotel Ghusun Al Arak.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah di Jeddah, mengatakan korban tabrakan beruntun pada maghrib Senin malam sudah diizinkan pulang dari tiga rumah sakit Saudi di Jeddah. “Termasuk korban yang mengalami fraktur (luka akibat benturan) pada tulang hidung,” kata Abdullah.

Senin siang (12/11) terjadi tabrakan beruntun empat bus Tamimi Saihati yang mengakibatkan 17 jamaah Kelompok Terbang SOC-44 Solo terluka dan belasan lainnya menderita luka ringan. Bus dari Makkah menuju Jeddah itu diawaki secara ugal-ugalan setelah sopir meminta uang tips kepada jamaah di titik pemeriksaan.

Penumpang yang dimintai keterangan mengatakan sopir bus agaknya kecewa karena tidak mendapat tips sesuai dengan harapannya, sementara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia(PPIH) mengimbau jamaah untuk tidak memberi tips kepada sopir.

Ketika ditanya apakah jamaah korban tabrakan beruntun itu mendapat asuransi, Abdullah mengatakan prosesnya ada di PPIH. Saat kejadian terdapat delapan bus beriringan yang membawa seluruh anggota Kelompok terbang SOC-44 dari Makkah menuju Jeddah.

Sementara empat jamaah Kelompok Terbang SOC-43 Solo yang menjadi korban lift jatuh dari lantai empat Hotel Ghusun Al Arak dan satu diantaranya sempat di rawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia Jeddah sudah diizinkan pulang ke tanah air.

Terdapat sembilan anggota jamaah yang terjebak dalam lift barang yang kemudian meluncur jatuh dari lantai empat hingga ke basement (lantai bawah tanah) hotel. Pengelola hotel mengatakan lift diisi terlalu banyak jamaah dan meluncur jatuh setelah di lantai tiga.

Keempat korban tersebut adalah Sofiatun binti sidik (63) mengalami bengkak di punggung, di kaki kanan dan kiri, Suwarsih binti Suparti (63) mengalami nyeri punggung, Siti Nur Azzah binti M Nasir (46) mengalami nyeri punggung dan Siti Sofiatun binti Sutar (63) mengalami nyeri punggung. Sofiatun sempat mendapat perawatan di BPHI, tetapi setelah maghrib diizinkan kembali bergabung dengan jamaah lainnya di hotel.

“Pengelola hotel memberi santunan senilai 20.000 riyal untuk sembilan jamaah tersebut,” kata Abdullah. Sekretaris Daker Jeddah Nur Alya Fitra sebelumnya mengatakan PPIH sudah memutuskan tidak akan menggunakan hotel pendukung itu untuk transit jamaah selama di Jeddah. Ghusun Al Arak adalah hotel pendukung (back up) yang ditunjuk oleh hotel transit Majlis Al Khalij yang dikontrak PPHI.(MCH/ant)

Dibaca : 695 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/702

Bus Ugal-ugalan Setelah Minta Tips Pada Jemaah

Penulis :
14 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Sopir bus Tamimi Saihati mengendarai dengan ugal-ugalan yang berujung pada tabrakan beruntun setelah meminta uang tips dengan alasan sedekah dari jamaah di titik pengamatan (check point) antara Makkah-Jeddah, Senin.

Ketua Keloter SOC-44 Solo Muhaimin dan sejumlah jamaah di hotel transit Majlis Quraiys di Jeddah, Selasa, mengatakan, setelah berhenti di titik pengamatan dua bus lalu saling mendahului di jalan raya jelang pemisahan jalan menuju Kota Jeddah arah Thoriq Palestine.

Terdapat delapan bus Tamimi dan Saihati yang berjalan beriringan mengangkut jamaah asal Demak itu. “Dua bus lalu saling kejar mengejar,” kata Ali Asadi (54) yang mengalami luka ringan pada hidung karena membentur pegangan pada kursi belakang.

Dia menjelaskan, jamaah perempuan sempat berteriak mengingatkan sopir, tetapi saling mendahului terus berlangsung hingga bertemu dengan sebuah truk yang berjalan lambat di depan. “Sopir bus lalu mengelak dan masuk iringan tetapi laju busnya terlalu cepat sehingga menabrak bus jamaah di depan,” kata Ali.

Dua bus jamaah lainnya di belakang lalu menyusul menabrak dari belakang. Bus ketiga dan kempat mengalami rusak cukup parah dan dan kaca bus pecah. Akibatnya, 17 jamaah dilarikan ketiga rumah sakit di Jeddah, diantaranya RS King Fahd dan sekitar 15 luka ringan yang membutuhkan perawatan di hotel transit Majlis Quraiys.

Mugi Hartoyo, petugas kesehatan perawat Keloter SOC-44 mengatakan, info terakhir satu diantaranya mengalami luka serius, yakni fragtur (luka benturan) pada hidung, 16 lainnya mengalami luka ringan akibat benturan pada kursi dan sayatan pada kulit. “Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini,” kata Mugi.

Muhaimin menyatakan aksi ugal-ugalan itu terkait dengan pemungutan uang tips dari sopir bus di titik pengamatan antara Makkah ke Jeddah. Samrotul Tuada (25) jamaah yang ikut dengan iring-iringan delapan bus itu mengatakan di titik pengecekan kedelapan bus berhenti, lalu sopir mencabut kopiah salah satu jamaah dan meminta tips dengan setengah memaksa. “Alasan untuk urusan bus. Jika, ada yang belum bayar dia balik lagi dan mengacung kopiah di tangannya,” kata Samrotul.

Muhaimin menyatakan aksi ugal-ugalan itu terkait erat dengan permintaan uang tips itu. “Sangat terkait. Mungkin salah satu dari bus yang menabrak kecewa dengan uang tips yang diterima karena tidak sesuai dengan harapannya,” kata Muhaimin.

Setelah di perhentian, salah satu sopir bus menjalankan kenderaannya secara ugal-ugalan dengan mendahului bus rekannya. “Bus yang didahului tidak mau kalah, lalu kebut-kebutan,” kata Muhaimin.(MCH/ant)

Dibaca : 123 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/703

Jemaah Wafat Menjadi 382 orang

Penulis :
14 November 2012

Mekkah (Sinhat)– Sampai hari ke-54 musim hari tahun ini (sejak 20 September 2012) atau 15 hari sebelum berakhir pada 29 November 2012, sebanyak 382 jemaah haji Indonesia telah meninggal dunia di Arab Saudi.

Mereka masing-masing 219 pria dan 163 wanita. Dari jumlah itu, 309 jamaah meninggal di Makkah, 29 jamaah di Madinah, 25 jamaah di Mina, sembilan jamaah di Jeddah, enam jamaah di Arafah, dan empat jamaah di perjalanan.

Penyakit penyebab meninggalnya masing-masing 221 kasus akibat gangguan sistem sirkulasi, 108 kasus akibat gangguan sistem pernafasan, 31 kasus gangguan infeksi dan parasit, dan 11 kasus akibat masalah nutrisi.

Lima embarkasi haji yang jamaahnya sampai saat ini terbanyak meninggal masing-masing, Surabaya (68 orang), Solo (68 orang), Bekasi (58 orang), Jakarta (37 orang), dan Ujungpandang (25 orang).

Dari sisi usia, 251 jamaah meninggal di atas 60 tahun, 97 jamaah berusia antara 50 sampai 59 tahun, 32 jamaah berusia antara 40 sampai 49 tahun, dan dua jamaah berusia di bawah 40 tahun.

Sebagai perbandingan empat tahun terakhir, jamaah yang meninggal selama masa periode haji masing-masing, 2011 berjumlah 517 jamaah, 2010 sebanyak 451 jamaah, 2009 sebanyak 312 jamaah, dan 2008 berjumlah 461 jamaah. Seluruh petugas penyelenggara haji Indonesia dijadwalkan terakhir akan meninggalkan Arab Saudi, masing-masing yang bertugas di Madinah dan Jeddah pada 2 Desember 2012.

Sedangkan petugas di Makkah akan meningalkan Tanah Suci pada 25 November 2012. Indonesia tahun ini mendapat kuota haji 211.000 dari Pemerintah Arab Saudi, masing-masing 194.000 haji reguler dan 17.000 haji khusus yang dikenal dengan sebutan ONH (ongkos naik haji) Plus.(MCH/ant)

Dibaca : 86 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/704

Jemaah Gelombang Pertama Seluruhnya Tinggalkan Mekkah

Penulis :
14 November 2012

Mekkah (Sinhat)– Gelombang pertama haji Indonesia akan tuntas meninggalkan Mekkah setelah pemberangkatan terakhir satu kloter embarkasi Lombok (LOP) Rabu (14/11) pukul 23.00 Rabu menuju Jeddah. Mereka menuju bandara King Abdul Aziz ke Tanah Air setelah 24 jam tinggal di hotel transito Jeddah.

“Sampai Selasa (13/11) sebanyak 101.493 jemaah dan 1.265 petugas telah diberangkatkan ke Jeddah menuju Tanah Air dari Makkah,” kata Kasi Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Mekkah, Imam Teguh Saputro, di Mekkah, Rabu.

Sedangkan jamaah haji gelombang kedua dari Mekkah ke Madinah sampai Selasa tercatat 58.850 orang, termasuk di dalamnya 730 petugas. Secara keseluruhan 161.608 jamaah haji dan petugas telah dipulangkan dari Makkah usai melaksanakan rukun haji wukuf di Arafah 25 Oktober 2012.

Menurut rencana pemberangkatan jamaah haji Gelombang Kedua dari Mekkah ke Madinah tersebut akan selesai pada 20 November 2012. Sejak pemberangkatan terakhir itu, maka selesai pula seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan haji tahun ini khususnya di Makkah, yang puncaknya berlangsung sejak wukuf itu dan dilanjutkan dengan mabit di Musdalifah, lempar jumrah di Mina dan tawaf serta sai di Masjidil Haram.

Sedangkan kepulangan haji terakhir tahun ini ke Tanah Air direncanakan akan berlangsung pada 29 November 2012 dari Jeddah dan Madinah.(MCH/ant)

Dibaca : 67 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/705

Barcer Jemaah Haji Capai 3 Ton

Penulis :
14 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Sekitar tiga ton barang tercecer milik jamaah haji yang tidak terbawa dalam pesawat ditumpuk di sebuah gudang di pinggir Kota Jeddah.

Ali Majro’i yang diberi tanggung jawab menangani barang tercecer itu di Jeddah, Kamis, mengatakan dirinya tidak tahu pasti berat barang yang menggunung di gudangnya di daerah Aburak Raghamah, Jeddah. “Saya tidak tahu pasti berat dan jumlahnya. Anda bisa lihat sendiri, tapi kira-kira mungkin 2-3 ton,” katanya, kemarin malam.

Barang tercecer tersebut milik jamaah haji yang tidak bisa terangkut dengan pesawat karena jumlah dan beratnya berlebihan. Maskapai penerbangan Garuda dan Saudi Arabian Airlines (SAA) hanya mengizinkan jamaah membawa tas tenteng yang dibagikan Kemenag RI pada jamaah dan tas pinggang untuk menyimpan dokumen penting. Sebelum berangkat dan selama di Tanah Suci, jamaah haji sudah diingatkan untuk mengatur barang bawaan agar tidak melebihi batas maksimal, yakni berat koper 32 kilogram dan tas tenteng beserta isinya.

Di luar itu tidak diizinkan dibawa ke pesawat. Di Bandara King Abdul Aziz, jamaah kembali diingatkan agar untuk tidak membawa barang di luar tas tenteng yang berwarna oranye untuk Garuda dan cokelat untuk Saudi.

Pada saat mengantre masuk ke dalam gedung bandara maka petugas kedua maskapai penerbangan mengambil tas dan bawaan di luar tas tenteng. Di awal-awal pemulangan dalam satu shif (12 jam) bisa terkumpul empat gerobak barang tercecer di sayap barat Terminal Haji King Abdul Aziz yang melayani penerbangan Garuda, sedangkan di sayap timur 2-3 gerobak. “Kini hanya satu gerobak gerobak,” kata Ketua Sektor Sayap Timur Zamrori.

Barang tersebut lalu diserahkan pada petugas Majro’i dengan dilengkapi berita acara yang berisikan jumlah dan jenis barang untuk disimpan. Barang tercecer di gudang Majro’i itu sebagain besar berupa kain seperti ihram, sajadah, dan sarung; peralatan rumah tangga seperti penanak nasi elektrik, ceret alumunium, dan cangkir. Ada pula, piring plastik, baskom, termos khas Saudi, sendok; mainan anak-anak seperti boneka, foto-fotoan, handpone plastik; tas, kantong plastik; beras, jeruk, kurma dan apel.

Perusahaan Majro’i diminta Kantor Teknis Urusan Haji Indonesia untuk menangani barang tercecer tersebut. Pada akhir musim haji, dia akan melaporkan jenis barang dan kira-kira total jumlahnya.

Dia memperkirakan rata-rata sekitar 5-6 ton barang tercecer terkumpul di gudangnya. Petugas dari Kantor TUH akan datang melihat dan membuat berita acara. Setelah mendapat persetujuan, Ali akan menawarkan barang tersebut kepada yayasan sosial.(MCH/ant)

Dibaca : 94 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/706

Penyebab Banyak Jamaah Haji Sakit

Penulis :
14 November 2012

Madinah (Sinhat)–Menyusul kedatangan jamaah haji gelombang kedua, ruang perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah terus dipenuhi para pasien baru.

Menurut dokter Septa Ekanita, kepala BPHI Madinah, banyak jamaah yang mengalami penurunan kondisi tubuh pasca masa Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina). ‘’Terlebih untuk mereka yang memang mengidap penyakit bawaan,’’ ujar Septa saat ditemui Rabu (14/11).

Septa mengatakan, faktor kelelahan dan suhu udara yang mulai dingin di Madinah turut memicu penurunan kondisi tubuh itu. Apalagi, lanjut dia, sebagian besar pasien yang juga merupakan jamaah lanjut usia umumnya sudah mengidap penyakit bawaan seperti jantung, pneumonia, diabetes mellitus.

Kondisi tersebut kian diperparah karena jamaah bersangkutan juga merokok. Bahkan, sebagian besar jamaah lansia yang mengalami gangguan untuk kembang kempis paru itu punya kebiasaan merokok. ‘’Kalau hanya dehidrasi mudah menanganinya. Masalah muncul karena mereka juga ada dasar penyakit tertentu,’’ ujar Septa.

Septa mengungkapkan, kondisi tubuh yang menurun ditambah dengan aktivitas yang selalu mengharuskan jamaah berkumpul bersama-sama dalam satu rombongan kian mempermudah penyebaran penyakit,terutama penyakit infeksi seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Bagi jamaah yang mengalami gangguan paru (PPOK), mereka juga akan lebih mudah terinfeksi. ‘’Untuk diketahui, jamaah haji lansia kita juga banyak yang malnutrisi. Dengan adanya dehidrasi, kondisi jamaah akan makin parah,’’ kata dia.

Saat ini BPHI Madinah merawat sekitar 40 orang pasien jamaah haji. ‘’Hampir 70 persen kapasitas BPHI Madinah terisi,’’ kata Septa. Pihaknya juga menerima jamaah haji yang dievakuasi dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan pasien yang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi sekitar empat orang. (MCH/endah hapsari)

Dibaca : 17 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/707

Jemaah Indonesia Dominasi Masjid Nabawi

Penulis :
14 November 2012

Madinah (Sinhat) –Lebih kurang 42 ribu jemaah haji Indonesia berada di Madinah pada gelombang kedua ini. Jumlah mereka mendominasi dibandingkan jemaah dari negara-negara lain.Hal itu terlihat saat shalat di Masjid Nabawi.

Selain Indonesia, jamaah negara lain yang masih banyak berada di Madinah diantaranya dari negara Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Sedangkan jamaah lain diantaranya dari Iran, Irak, Afganistan dan negara-negara pecahan Uni Soviet seperti Kosovo, Uzbekistan dan Rusia. Sedangkan jamaah Turki, Afrika dan Timur Tengah sendiri sudah menyusut drastis.

Situasi di Masjid Nabawi saat salat pun juga tidak penuh sesak hingga halaman masjid. Senmua jamaah bisa tertampung di dalam. Halaman sekeliling masjid banyak yang kosong dan hanya yang dekat dengan pintu yang digunakan untuk salat oleh jamaah.

Berdasarkan data di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jamaah haji Indonesia gelombang kedua yang masuk Madinah dari Mekkah hingga hari ini, Rabu (14/11/2012) sebanyak 58.916 jamaah. Jumlah tersebut terdiri dari 146 kloter. S

emua jamaah tertampung di seluruh pemondokan yang kawasan markaziyah. Sedangkan jumlah jamaah wafat sebanyak 383 orang terdiri 219 pria dan 164 wanita. “Mulai kemarin dan hari ini beberapa kloter gelombang kedua yang ada di Madinah akan kembali ke tanah air,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari di kantor Misi Haji Indonesia, Rabu (14/11).

Menurutnya jamaah gelombang kedua masih terus masuk dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan jamaah yang sudah menyelesaikan salat arbain atau tinggal selama 9 harti di Madinah akan pulang ke tanah air.

Dia mengingatkan agar jamaah mengenakan pakaian hangat terutama saat salat di masjid Nabawi. Sebab suhu udara di Madinah saat memasuki musim dingin akan terus menurun. “Jaga kesehatan dan pakailah jaket, pakaian rangkap agar badan tetap hangat,” katanya. (MCH/Bagus)

Dibaca : 12 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/708

Bus Jemaah Haji Kloter 44 Kecelakaan di Jeddah

Penulis :
13 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Bus yang mengangkut jemaah haji kloter 44 embarkasi Solo mengalami kecelakaan di Bundaran Palestina, Jeddah.

Seperti dilaporkan Tim MCH Heri Ruslan dari Makkah, kecelakaan terjadi akibat empat bus yang mengangkut jamaah haji yang akan kembali ke Tanah Air mengalami tabrakan beruntun.  Sejumlah jamaah dilaporkan menderita luka-luka akibat peristiwa itu. Enam unit ambulans telah dikerahkan dari Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah untuk mengevakuasi jamaah yang luka-luka.

Selain itu, tiga unit bus dan satu unit ambulans dari Jeddah telah dikerahkan untuk mengevakuasi jamaah di lokasi kejadian. Bus yang mengalami tabrakan beruntun itu dilaporkan mengalami kerusakan sehingga tak bisa melanjutkan perjalanan menuju Jeddah.

Menurut laporan dari bagian transportasi,  bus nomor 3 dan 4 yang mengangkut jamaah asal embarkasi Solo itu ugal-ugalan. Akibatnya, bus saling menabrak dari belakang.

Bus yang mengangkut jamaah haji kloter 44 embarkasi Solo itu berasal dari perusahaan Tamimi dan Hafil.(MCH/Heri Ruyslan)
 

Dibaca : 613 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/697

Penyebab Tabrakan Bus Jamaah Haji Indonesia

Penulis :
13 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Penyebab tabrakan beruntun empat unit bus Tamimi yang mengangkut jamaah haji asal Demak, Jawa Timur akibat sopir yang ugal-ugalan.

“Penyebab kecelakaan murni karena ulah sopir yang kebut-kebutan,” ujar Kepala Daerah Kerja Jeddah, Ahmad Abdullah kepada wartawan, Senin (12/11).

Keempat bus tersebut bertabrakan setelah ada tanki yang berhenti mendadak. Akibat ugal-ugalan, bus yang mengangkut jamaah kloter 44 embarkasi Solo itu akhirnya bertubrukan.

Bus bertabrakan di Ring Road Palestine pukul 14.00, Senin (12/11). Tiga unit bus mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan belakang.

Di bawah kursi bus terdapat ceceran darah di tisu. Akibat peristiwa itu sebanyak 17 jamaah mengalami luka-luka pada bagian wajah akibat terbentur kursi.

Sopir keempat bus tersebut berasal dari Mesir. “Saat ini, keempat sopir tersebut sudah ditahan kepolisian Arab Saudi,” ujar Abdullah.(MCH Heri Ruslan)
 

Dibaca : 135 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/698

4 Bus Jamaah yang Tabrakan Beruntun Rusak Parah

Penulis :
13 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Empat unit bus pengangkut jamaah haji kloter 44 embarkasi Solo yang  mengalami kecelakaan di Ring Road Palestine, Jeddah mengalami kerusakan parah di bagian depan dan belakang.

Bus yang mengangkut jamaah asal Demak, Jawa Timur itu mengalami tabrakan beruntun pada pukul 13.00,  Senin (12/11). Diduga bus Tamimi yang mengangkut jamaah haji yang akan kembali ke Tanah Air itu melaju ugal-ugalan.

Berdasarkan pantauan MCH di tempat kejadian,  di dalam bus terdapat tisu bekas darah jamaah. Kemungkinan jamaah banyak yang mengalami benturan keras saat bus mengalami tabrakan beruntun.

Semua jamaah haji asal Demak itu sudah dievakuasi ke Jeddah. Sedangkan jamaah yang mengalami luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit Arab Saudi dan Balai Pengobatan Haji Indonesia, Jeddah.

Polisi Arab Saudi sudah tampak di lokasi kejadian. Bus Tamimi yang rusak pun langsung segera diderek dari lokasi kejadian. (MCH/Heri Ruslan)

Dibaca : 116 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/699

4 Bus Jemaah Haji Kecelakaan Beruntun

Penulis :
13 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Perjalanan pulang jemaah haji Indonesia, tidak sepenuhnya berjalan dengan baik. Ujian kesabaran masih terjadi terhadap jemaah haji Indonesia yang akan menuju ke tanah air melalui Bandara Jeddah, Arab Saudi.

Pada siang ini waktu Arab Saudi (WAS) empat bus jemaah haji Indonesia mengalami kecelakaan beruntun dalam perjalanan menuju Jeddah, Arab Saudi.

“Sejauh ini diketahui tidak ada korban jiwa, namun ada 19 jemaah yang mengalami luka serius. 19 jemaah itu, langsung dievakusi dan menjalani perobatan ke Rumah Sakit Arab Saudi,” ungkap Sekretaris Daker Jeddah Nur Alya Fitra, di Arab Saudi, Senin (12/11/2012).

Nur menuturkan, kecelakaan terjadi sekira pukul 13.00 siang di Bundaran Palestin, Jeddah, ketika empat bus dengan sekira 200 jemaah, dari kloter Solo SOC 44, sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

“Penyebab kecelakaan masih diselidiki dan diduga akibat bus paling depan mengerem secara mendadak. Daker Jeddah masih melakukan sweeping terhadap jemaah yang mengalami luka-luka,” ujarnya.

Sejumlah korban kemudian dibawa ke Jeddah dengan bus yang lainnya. “Jemaah yang luka ringan dan yang mengalami cedera telah dibawa dengan bus lainya milik dari perusahaan bus yang mengalami kecelakaan. Dan sebagaian besar telah tiba di Jeddah,” terangnya.

Nur menegaskan, kecelakaan ini sama sekali tidak menganggu jadwal penerbangan. Sebab keberangkatan kloter SOC 44 baru akan dilakukan Rabu 14 November 2012 nanti.

“Biasanya kedatangan jemaah ke Bandara dijadwalkan satu hari sebelum keberangkatan melalui bandara,” ujarnya. (MCH/Akmal)

Dibaca : 91 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/700

Lift yang Ditumpangi Jamaah Haji Jatuh dari Lantai Empat

Penulis :
13 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Sembilan orang jamaah Kelompok terbang SOC-43 Solo jatuh dari lantai empat bersama lift yang ditumpanginya di hotel transit Ghusun Al Arak di Jeddah pada Senin (12/11) siang.

“Empat dari sembilan anggota jamaah terluka dan satu membutuhkan perawatan di BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia) di Jeddah sedangkan tiga dirawat oleh dokter di hotel tersebut,” kata Sekretaris Daker Jeddah Nur Ala Fitra di lokasi kejadian, Selasa (13/11).

Keempat korban tersebut adalah Sofiatun binti sidik (63) mengalami bengkak di punggung, di kaki kanan dan kiri, Suwarsih binti Suparti (63) mengalami nyeri punggung, Siti Nur Azzah binti M Nasir (46) mengalami nyeri punggung dan Siti Sofiatun binti Sutar (63) mengalami nyeri punggung. Sofiatun sempat mendapat perawatan di BPHI, tetapi setelah maghrib diizinkan kembali bergabung dengan jamaah lainnya di hotel.

Lift yang digunakan adalah lift barang dan jatuh hingga ke lantai basement hotel. Saat ditinjau ke lokasi kejadian, masih terdapat sepasang sepatu sandal perempuan berwarna putih dan dua botol air putih dalam kemasan. Sementara, lantai lift terlihat retak-retak dan dinding bawah yang menyambung dengan lantai berubin cokelat terang terlihat pecah.

Ghusun Al Arab adalah hotel transit pendukung dari Hotel Majlis Al Khalij. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengontrak enam hotel transit untuk jamaah selama semalam menginap di Jeddah sebelum kembali ke tanah air. Keenam hotel itu adalah Norcom, Madinah Palace, Al Mahmal Hotel, Majlis Al Khalij Hotel, Rotana Hotel dan Muchtarah Qurais.

Setiap hotel transit diminta menunjuk hotel pendukung jika terjadi penumpukan jamaah di hotelnya. Terkait dengan insiden tersebut, PPIH sudah memutuskan untuk tidak menggunakan Ghusun Al Arak lagi. “Ini adalah keloter pertama dan terakhir yang akan menginap di hotel ini,” kata Fitra.

PPIH sudah meminta kepada Majlis Al khalij untuk menunjuk hotel pengganti lain yang lebih layak dan aman bagi jamaah. “Kita juga meminta ganti rugi kepada pihak hotel atas kecelakaan dan kerugian ang dialami jamaah,” kata Fitra. Penyebab lift jatuh pada Selasa (12/11) pukul 15.40 itu belum diketahui. “Apakah karena lift diisi terlalu banyak (sembilan orang) atau mengapa, kita belum tau,” kata Fitra. Keloter SOC-43 akan berangkat ke bandara Jeddah pada Selasa, pukul 09.00 waktu Saudi atau pukul 13 WIB. (MCH/ant)

Dibaca : 254 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/701

Lagi, Jamaah Haji Indonesia Tertabrak Mobil di Tanah Suci

Penulis :
12 November 2012

Mekkah (Sinhat)– Jamaah haji Indonesia kembali menjadi korban lalu lintas di kota Mekkah, Arab Saudi. Ahad (11/11) pagi, Riyatun Rifai, jamaah haji asal kloter 68 Surabaya tertabrak sebuah mobil yang sedang melaju kencang. ‘’Jamaah tersebut tertabrak di depan pemondokannya dan mengalami luka di bagian kepala,’’ ujar Kepala Seksi Pengamanan Daker Mekkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir kepada MCH, Ahad (11/11).

Riyatun Rifai tertabrak di depan pemondokan 206, Sektor II, wilayah Mahbas Jin, Makkah sekitar pukul 7.15 waktu Arab Saudi. Korban langsung dilarikan ke RS Malik Faishal Sishah untuk mendapat perawatan medis.

Jaetul Muchlis mengungkapkan, sopir yang menabrak Riyatun sudah diamankan kepolisian Mekkah. Pihaknya berharap luka yang dialami jamaah haji Indonesia itu tak terlalu parah dan bisa segera pulih.

Berdasarkan catatan MCH, ini merupakan peristiwa keempat yang dialami jamaah haji Indonesia.

Pada Kamis (18/10) sore, jamaah haji kloter 12 embarkasi Lomobok, Safar Masdu Ulang meninggal dunia akibat ditabrak mobil di Jalan Qubri Malik Abdul Aziz, Mekkah. Jamaah tersebut meninggal dunia di tempat kejadian. Safar Masdu Ulang memang sering lupa jalan pulang ke pemondokannya nomor 201, sektor II wilayah Mahbas Jin, Mekkah.

‘’Jamaah tersebut sudah lebih dari lima kali diantarkan petugas kembali ke pemondokannya,’’ tutur Jaetul Muchlis.

Pada hari yang sama, jamaah haji asal kloter 10 embarkasi Ujungpandang juga tertabrak mobil di jalan raya. Jamaah yang menjadi korban bernama Lukman Marsuki Palewan (38). Jamaah yang tinggal di pemondokan nomor 753 itu tertabrak mobil saat hendak menuju ke Masjidil Haram. ‘’Lukman tertabrak mobil saat akan menyebrang jalam menuju ke Masjidil Haram sekitar pukul 11.45,’’ papar Jaetul Muchlis.

Akibatnya, Lukman mengalami patah tulang dan langsung dilarikan ke RS Zahir, Makkah untuk mendapatkan perawatan medis. Sopir yang menabrak jamaah haji Indonesia itu langsung ditahan kepolisian Makkah, Arab Saudi. Tak hanya itu, mobil yang menabrak jamaah tersebut juga langsung dibawa ke kantor polisi kota Mekkah.

Sabtu (13/10) sebelumnya, Nurjanah (45) seorang jamaah calon haji Indonesia asal kloter 23 embarkasi Ujungpandang juga menjadi korban lalu lintas. Jamaah tersebut terserempet taksi saat menyebrang jalan di sekitar pemondokannya sektor IX wilayah Bakhutmah. Akibatnya, jamaah tersebut mengalami luka terbuka di bagian kaki. Jamaah langsung dilarikan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah untuk mendapatkan perawatan. (MCH/heri ruslan)

Dibaca : 875 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/692

Jamaah Haji Wafat di Tanah Suci 366 Orang

Penulis :
12 November 2012

Madinah (Sinhat)—Menginjak hari ke-52 penyelenggaraan ibadah haji 1433 Hijriyah, jumlah jamaah haji yang wafat mencapai 366 jiwa.

Menurut data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada Ahad (11/11) pukul 10.00, jumlah tersebut masih lebih rendah ketimbang angka jamaah wafat pada periode yang sama saat penyelenggaraan haji pada 2011 dan 2010.

Pada 2011, di periode yang sama tercatat sekitar 419 jamaah wafat di Tanah Suci sedangkan pada 2010 sekitar 382 jamaah meninggal dunia. Dari jumlah jamaah wafat itu, sekitar 300 orang wafat di Makkah, 27 meninggal dunia di Madinah, 25 saat berada di Mina, lima orang wafat di Jeddah, enam di Arafah, dan tiga lagi mengembuskan napas terakhir saat di perjalanan.

Penyebab utama kematian jamaah adalah penyakit sistem sirkulasi yang disusul oleh gangguan kesehatan pada sistem pernapasan. Selanjutnya, penyebab kematian bervariasi di antaranya penyakit infeksi dan parasit, gangguan sistem pencernaan hingga masalah gangguan mental dan perilaku.(MCH/endah hapsari)

Dibaca : 161 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/693

Banyak Jemaah Haji Langgar Larangan Merokok

Penulis :
12 November 2012

Madinah (Sinhat)–Meski dinilai ramah dan penurut, jemaah Indonesia dianggap paling suka melanggar aturan larangan merokok di Tanah Suci. “Jangankan jemaah, petugas saja banyak yang merokok, meski pengumuman soal larangan itu dipajang di berbagai tempat di di Arab Saudi,” ujar Abdul Halim, di Madinah, Sabtu (10/11).

Ia adalah mukimin yang bekerja di Mesjid Quba’, dan sudah lima tahun tinggal di Kota Nabi. Bahkan, Abdul Halim mengaku beberapa kali menyaksikan jemaah dari Tanah Air yang terpaksa “minta ampun” ketika tertangkap ‘asykar sedang merokok. “Aparat langsung menggiringnya ke bawah papan pengumuman yang bertuliskan mamnu’ al-tadkhin (dilarang merokok-Red).

Sering kali jemaah yang ditegur itu sangat ketakutan, karena tak bisa berbahasa Arab. Untung ada petugas yang langsung membantu melobi ‘asykar agar tak bertindak lebih jauh, serta memaafkan pelaku,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Mufti Besar Kerajaan Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Syaikh, sering mengingatkan semua jemaah haji untuk tidak merokok di Tanah Suci. “Jangan rusak kekhusukan jemaah dengan menebarkan bau rokok yang sangat menganggu. Baik mengganggu ibadah, apalagi kesehatan,” katanya menirukan ulama kharismatik itu.

Menurut Abdul Halim, peringatan Syaikh itu, pernah disampaikan dalam wawancara khusus dengan harian Al-Madinah dan disiarkan koran Saudi, belum lama ini. Tidak merokok, menurut Syaikh, adalah untuk menjaga kesehatan dan menebar persahabatan dengan orang lain.

“Siapa pun, terutama para dokter, menyebut rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Sementara mereka datang ke Kota Suci Mekah dan Madinah, hanya untuk tujuan ibadah. Karena itu, janganlah kotori Tanah Suci dengan rokok,” kata Syaikh.(MCH/yudhiarma)

Dibaca : 171 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/694

Toko Indonesia di Madinah, Pengobat Rindu

Penulis :
12 November 2012

Madinah (Sinhat)–Rindu atas produk barang, makanan serta beragam jenis sayuran asal indonesia menjadi hal yang lumrah ketika jauh dari tanah air. Dalam mengobati rasa rindu ada toko yang membantu jamaah dalam memenuhinya. Toko tersebut adalah Toko Indonesia Asean Center.

Di toko ini, menyediakan berbagai kebutuhan produk barang dan sayuran yang ada di indonesia. Diatas toko tersebut adalah Terpampang Tulisan Besar, Toko Indonesia Asean Center; Sedia Barang dan Makanan Indonesia, Malaysia, Filiphina, dan Thailand.

Toko Indonesia ini terletak disekitar jalan Masane dan tidak jauh dari Masjid Nabawi serta memiliki tempat penjualan yang cukup luas yakni 2 ruang toko di jadikan satu. Di toko ini menjual berbagai produk yang ada di Indonesia, dari makanan kecil hingga minuman dan mie instant. “Toko ini menjual produk barang, kebutuhan bahan baku memasak, seperti ikan asin, sepaket sayur asem, toge, tahu, tempe,” jelas penjaga warung Faisal Bamasak yang juga asli Bali- Indonesia.

Faisal yang juga keturunan Arab Bali, mengakui bahwa toko sembako yang dijaganya dimiliki oleh orang keturunan indonesia-Arab. “ Toko ini milik Pengusaha indonesia dan telah memiliki beberapa cabang di Arab Saudi,” ungkapnya.

Toko ini telah berdiri sejak 2O tahun lalu dan mendapatkan tempat dihati warga Indonesia, asia dan warga arab. “ Alhamdulillah, meskipun tidak terlalu besar tapi dapat memenuhi kebutuhan dan senanglah pelanggan,” imbuh Faisal.

Toko Indonesia Asean Center tidak hanya di datangi dan disukai pengunjung asal Indonesia maupun asia melainkan juga dari warga Arab Saudi dan lintas benua. Kehadiran mereka menjadi puncak dan memberikan keuntungan, ketika musim haji dan umroh. Untuk masalah harga, toko Indonesia ini masih tidak terlalu mahal dan dapat terjangkau oleh warga Indonesia dan asia disana. Salah satu pembeli asal Indonesia.

Firza Arifin mengakui komplitnya barang yang tersedia di Toko Indonesia ini. “Alhamdulillah harganya tidak terlalu mahal. Yang pasti barang yang saya butuhkan seperti produk sampo, sabun, minuman, obat-obatan Indonesia, sayuran serta bahan baku dapat terpenuhi,” Jelas Firza Arifin. (MCH/akmal)

Dibaca : 172 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/695

PPIH Terus Tuntut Ganti Rugi Koper Jamaah yang Terbakar

Penulis :
12 November 2012

Mekkah(Sinhat)– Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah tetap berupaya agar jamaah haji Indonesia yang koper dan tas jinjingnya terbakar mendapat ganti rugi dari perusahaan bus Ummul Qura. ”Kita terus memperjuangkan dan mendesak perusahaan bus Ummul Qura agar segera membayar ganti rugi,” ujar Kepala Daerah Kerja Mekkah, Arsyad Hidayat kepada wartawan di Mekkah.

Menurut Arsyad, Muasasah Asia Tenggara telah meminta agar 35 jamaah yang koper dan tas jinjingnya terbakar membubuhkan tanda tangan. Ia menegaskan, perusahaan bus Ummul Qura harus membayar ganti rugi sebesar 100 persen.

Kantor Misi Haji Indonesia daerah kerja Makkah telah mendata kerugian yang dialami setiap jamah. Total kerugian akibat terbakarnya koper dan tas jinjing jamaah yang menumpang bus Ummul Qura mencapai Rp 340 juta, terdiri dari Rp 282,8 juta dan 26.499 riyal.

Arsyad mengungkapkan, jika perusahaan Ummul Qura telah membayar ganti rugi, maka pembayarannya kepada jamaah akan dilakukan di Tanah Air. Sebab, jamaah haji kloter 13 embarkasi Ujung Pandang telah kembali ke Tanah Air.

Seperti diberitakan sebelumnya, bus yang mengangkut 47 jamaah haji asal Gowa, Sulawesi Selatan dari Madinah ke Makkah terbakar di 25 kilometer sebelum cek poin Jumum atau 60 kilometer sebelum Tanah Suci, Senin (8/10) pukul 16.30 waktu Arab Saudi. Tak ada korban jiwa dan luka akibat peristiwa itu.

Namun, koper dan tas jinjing yang diangkut dalam bus itu hangus terbakar. Petugas haji Indonesia kemudian mendata kerugian yang dialami setiap jamaah. Koper dan tas jinjing yang ludes itu berisi barang belanjaan dari Madinah dan uang tunai.

Sesaat setelah peristiwa itu terjadi, pihak Ummul Qura telah memberi uang santunan sebesar 1.000 riyal kepada 47 penumpang bus yang terbakar itu. Namun, koper yang terbakar di bus itu sebagian besar bukan milik rombangan yang ada dalam bus itu. Sebanyak 35 jamaah calon haji kloter 13 Ujungpandang yang kopernya ludes dalam peristiwa terbakarnya bus Ummul Qura juga telah mendapat santunan dari pemerintah Indonesia. Setiap jamaah yang kopernya hangus terbakar mendapat uang simpati sebesar 1.000 riyal Arab Saudi.

Santunan itu diberikan langsung oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu di pemondokan 819 sektor VIII, Misfalah, Makkah, Kamis (18/10) malam.(MCH/heri ruslan)

Dibaca : 74 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/696

Bus Abu Sarhad Pecah Ban, Penumpang Selamat

Penulis :
11 November 2012

Madinah (Sinhat)–Bus Abu Sarhad yang mengangkut jamaah haji Indonesia Kloter 60 (JKS 60) embarkasi Jakarta mengalami pecah ban menjelang masuk Madinah. Semua penumpang selamat dan bus melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WAS atau 140 km menjelang masuk Madinah.

“Tidak ada korban jiwa, semua penumpang selamat,” ungkap Ny Ade salah satu penumpang bis ketika dihubungi wartawan di Madinah, Sabtu (10/11).

Menurut dia bus melaju kencang di jalan raya Mekkah-Madinah km 140. Tiba-tiba ban kanan bagian dalam mengalami pecah ban. Sopir bus bisa mengendalikan bus sehingga dapat berhenti dengan baik.

“Kita sempat khawatir karena bus berjalan dengan kencang,” ungkap dia.

Setelah bus berhenti lanjut Ade, sopir langsung menghubungi montir bus Abu Sarhad terdekat. Sambil menunggu mobil bantuan atau bus cadangan, sopir bersama kernet langsung mengganti ban yang pecah. Saat ban bus selesai diganti, mobil montir dan bus cadangan tiba.    

“Proses ganti ban juga cepat sekitar 30 menit selesai. Setelah selesai diganti, bus cadangan baru datang,” katanya.

Karena penggantian ban sudah selesai, penumpang tidak jadi ganti dengan bus cadangan. Penumpang tetap melanjutkan dengan bus semula.

“Saat ini kita perjalanan masuk ke Madinah. Alhamdulillah semua penumpang selamat dan lancar,” pungkas Ade. (MCH/Bagus)

 

Dibaca : 580 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/686

Banyak Kelebihan Barang Bawaan Jemaah Tak Terangkut

Penulis :
11 November 2012

Jeddah(Sinhat)–Kelebihan barang bawaan jemaah haji cukup banyak, setiap hari rata-rata 1-2 truk barang jamaah yang tidak terangkut di Terminal Haji Sayap Timur Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Kepala Sektor 1 Daker Jeddah yang melayani sayap timur Terminal Haji Zamrori di Jeddah, Sabtu, mengatakan meski sosialisasi gencar dilakukan tetapi tetap saja masih terdapat 1-2 truk barang jamaah yang tidak terangkut.
    
Truk yang dimaksud adalah truk pengangkut koper beroda empat di bandara. Barang-barang yang tidak terangkut diantaranya penanak nasi listrik, piring, cangkir keperluan jamaah selama di tanah suci, kain dan pakaian, sajadah, mainan, juga paket oleh-oleh yang sudah dituliskan nama penerima untuk sanak saudara.
    
Meski sudah sering diingatkan, jamaah acap lupa koper dan tasnya sudah penuh saat berbelanja karena yang diingat hanya keluarga atau tetangga yang belum mendapat buah tangan.
    
“Jika melihat mainan dan paket oleh-oleh itu kadang hati trenyuh juga karena tidak terangkut, tetapi peraturan penerbangan internasional melarang penumpang membawa barang berlebihan,” kata Zamrori. Petugas penerbangan harus bersikap tegas demi keselamatan penerbangan.
     
Sebelumnya, sudah diimbau agar jamaah hanya diijinkan membawa barang dalam satu koper dan satu tas jinjing yang disediakan Kemenag RI. Koper dan tas jinjing itu berwarna cokelat untuk penumpang Saudia dan oranye untuk Garuda.
     
Petugas pelayanan haji di bandara kembali mengingat agar jamaah menyimpang barang penting dalam tas jinjingnya, seperti paspor, tiket, ATM, dan surat-surat penting lainnya. Tas di luar tas jinjing pembagian akan diambil petugas penerbangan.
     
Terkadang petugas penerbangan masih mengijinkan beberapa jamaah yang membawa oleh-oleh untuk anaknya, seperti boneka atau mobil-mobilan dengan syarat tidak dimasukkan dalam tas.
     
Barang tak terangkut atau biasa disebut petugas sebagai barang tercecer itu diserahkan kepada perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola itu dengan berita acara.
     
Permasalahan lain yang dihadapi Sektor 1 adalah bus jamaah yang belum saatnya tiba di Bandara. “Bus itu tidak ke hotel transit tetapi dari Makkah langsung ke bandara,” kata Zamrori.
     
Bus harus didorong kembali ke hotel transit karena belum saatnya jamaah pulang ke tanah air. Sektor 1 harus mengeluarkan surat perjalanan agar Askar Saudi yang bertugas di titik pemeriksaan mengijinkan bus keluar bandara dengan mengangkut jamaah.
    
“Permasalahan yang lebih pelik jika bus berhenti jauh dari pintu keberangkatan dan menurunkan penumpang yang belum saatnya pulang ke tanah air,” kata Zamrori sementara bus sudah meninggalkan bandara kembali ke posnya.
     
Zamrori terpaksa menghubungi petugas Naqaba (konsorsium perusahaan bus Saudi) untuk memesan bus lain untuk mengangkut jamaah ke hotel transit.
     
Terlepas dari itu semua pelaksanaan pemulangan jamaah melalui terminal timur bandara berjalan lancar, kata Zamrori. Rata-rata 4-6 kelompok terbang lepas landas dari terminal ini.
     
Di Sektor 1 terdapat 24 petugas haji yang melayani terminal timur dan mereka terbagi dalam dua shift kerja per 12 jam. Pelayanan penerbangan haji Indonesia saat kepulangan ini dibagi dua, yakni terminal timur untuk Saudia dan terminal barat untuk Garuda.
     
Pemulangan melalui terminal timur akan berakhir pada 15 November, setelah itu Saudia akan memulangkan jamaah Indonesia melalui bandara di Madinah. Sementara penerbangan jamaah Indonesia terakhir pada 29 November 2012. (MCH/ant)
 

Dibaca : 197 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/687

Kasus Tersesat Jalan Menurun Drastis di Madinah

Penulis :
11 November 2012

Madinah (Sinhat)–Jemaah haji Indonesia yang tersesat jalan di Madinah Arab Saudi mengalami penurunan yang sangat signifikan. Jamaah haji gelombang dua, yang berada di Madinah selama 8-9 hari, untuk mengerjakan sholat arbain dan ziarah  sebelum akhirnya menuju ke tanah air.

Kepala Seksi Keamanan Daker Madinah Payumi Abdul Azis menyatakan hingga hari ke 5 keberadaan jamaah haji indonesia gelombang 2 di Madinah, jumlah jamaah yang tersesat jalan hanya berkisar 7 kasus. ” Jamaah yang tersesat masih dalam hitungan jari, dan dari data yang diperoleh baru hanya 7 jamaah yang mengalami sesat,” ungkap Payumi.

Hal ini berbeda dengan jamaah gelombang pertama yang berada di madinah sebelum pelaksanaan haji. ” Jamaah gelombang pertama yang tersesat jalan mencapai ratusan jamaah, pada hitungan hari yang sama keberadaannya di madinah,” jelas Payumi.

Penurunan angka jamaah tersesat, bisa saja karena pengalaman jamaah ketika berada di Mekah, yang lebih jauh, berbukit dan padat Jamaah dari seluruh dunia yang mencapai 5 juta lebih. ” Ini bisa terjadi disebabkan jamaah telah belajar banyak mengenal lingkungan dan kompak dalam rombongan, sehingga setelah tiba di Madinah pengalaman itu digunakan secara baik,” Kata Payumi sambil tersenyum.

Menurut Payumi, untuk angka kasus penipuan, perampasan atau kehilangan barang dari Jamaah juga tidak ada di Madinah.” Hanya laporan barang tertinggal berupa tas dan telah dikembalikan kepada jamaah haji pemiliknya,” Jelas Payumi.

Dari informasi yang diperoleh Payumi, hal serupa juga terjadi di Mekah, jamaah gelombang pertama yang sebelumnya di Madinah, sejauh ini kasus angka tersesat jalan dan penipuan maupun perampasan mengalami penurunan yang signifikan. ” Hal ini juga bisa terjadi karena adanya pengalaman jamaah gelombang pertama ketika berada di kota Madinah,” Ujarnya.

Namun demikian, para jamaah Haji Indonesia, dihimbau untuk tetap hati-hati selama berada di madinah, kenali lingkugan dan selalu bersama dengan rombongan. ” Jamaah harus tetap hati-hati,” tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga sabtu pukul 7.55 WAS jumlah haji gelombang dua yang berada di madinah arab saudi mencapai 33.250 jamaah  dari 82 kloter.
Kloter pertama, dari gelombang ke 2 yang akan menuju ke tanah air diperkirakan dberangkatkan pada Selasa pekan depan. Kloter pertama yang akan berangkat, diantaranya Medan- Mes 14, S0C 49, Palembang -PLM 13, Padang PDG 14. (MCH/Akmal)

 

Dibaca : 123 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/688

221 Kloter Haji Masih Berada di Makkah

Penulis :
11 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Sebanyak 212 dari 485 kloter haji Indonesia secara keseluruhan hingga kini masih berada di Kota Mekkah dan setiap hari secara berangsur digeser ke Madinah dan Jeddah untuk persiapan kembali ke Tanah Air.

Dari gelombang pertama yang datang berjumlah 254 kloter, kata Kepala Seksi Data dan Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) Imam Teguh Saputro, di Mekkah, Sabtu, dan dari jumlah itu yang telah digeser ke Jeddah untuk dipulangkan ke Tanah Air sebanyak 192 kloter, sehingga sisanya masih 62 kolter.

Sementara yang datang termasuk dalam gelombang kedua, lanjutnya, tercatat 231 kloter dan yang telah diberangkatkan ke Madinah berjumlah 81 kloter sehingga yang tersisa di Mekkah masih 150 kloter. Jumlah haji dalamm satu kloter itu bervarisasi antara 375 sampai 450-an .

Sementara gelombang kedua yang datang dari Tanah Air langsung ke Mekkah lewat Jeddah berjumlah 231 kloter dan yang telah bergeser ke Medinah berjumlah 81 kloter. Sisa terbanyak di Mekkah masing-masing embarkasi Surabaya 31 kloter, Jakarta (JKS) 26 kloter, Solo 25 kloter, Jakarta (JKG) 23 kloter, Ujungpandang 12 kloter dan embarkasi Palembang enam kloter.

Setiap hari diberangkatkan sekitar 18 sampai 20-an kloter dari Mekkah, baik yang ke Medinah maupun yang ke Jeddah. Total pemulangan dari Mekkah sampai Sabtu pagi berjumlah 273 kloter dengan masing-masing terbanyak pertama embarkasi Solo 51 kloter, diikuti terbanyak kedua Jakarta (JKS) 46 kloter dan ketiga Surabaya 42 kloter.

Dari total 273 kloter tersebut, jemaahnya berjumlah 109.288 dan pertugas 1.365 sehingga secara keseluruhan tercatat 110.653 orang, baik jemaah maupun petugas. Sampai Jumat malam, diperkirakan 67.700 haji atau 35 persen jamaah dari kuota 194.000 haji reguler tahun ini, telah tiba di Tanah Air.

Akhir keberangkatan jamaah haji dari Mekkah ke Tanah Air ditetapkan pada 20 November 2012, dan akhir keberangkatan jamaah Indonesia meninggalkan Arab Saudi, baik lewat Madinah maupun Jeddah ditetapikan 29 November 2012. (MCH/ant)

 

Dibaca : 122 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/689

Persediaan Obat di BPHI Mekkah Masih Aman

Penulis :
11 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Tingginya jumlah jamaah haji Indonesia yang menderita batuk dan gangguan lambung sempat membuat persediaan obat di Balai Pengobatan Haji Indonesia Mekkah untuk kedua penyakit tersebut habis.

‘’Ada beberapa jenis obat yang sempat habis, karena tingginya kebutuhan. Namun, sekarang sudah tersedia kembali,’’ ujar Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Mekkah, dr Muh Ilyas Ambo Tuwo kepada MCH.

Pihaknya memastikan, persediaan obat-obatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah masih aman.  Menurut Ilyas, sejumlah obat yang habis persediaannya  telah dipenuhi kembali dengan cara membelinya di Jeddah.

Selain obat batuk dan lambung, kata Ilyas, obat yang juga sempat habis adalah antibiotik. Seiring berkurangnya jumlah jamaah haji Indonesia di Tanah Suci, Makkah, kebutuhan jamaah akan obat-obatan pun mulai menurun.

Ilyas mengungkapkan jumlah jamaah yang dirawat di BPHI juga terus menurun. Jumlah jamaah  yang dirawat di BPHI mencapai 60 orang. Sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi mencapai 54 orang.

‘’Sebagian jamaah haji yang sakit sudah dievakuasi ke Madinah dan Jeddah,’’ tutur llyas. Bahkan, kata dia,  ada 70 jamaah yang sakit sudah dipulangkah lebih awal ke Tanah Air.(MCH/heri ruslan)
 

Dibaca : 94 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/690

Jamaah Wafat Saat Pesawat Hendak Kembali ke Tanah Air

Penulis :
11 November 2012


Jeddah (Sinhat)–Seorang jamaah kelompok terbang (kloter) asal Palembang, Laibek Beduu Ambo Dalle (82) meninggal dunia saat pesawat hendak lepas landas.

Jamaah haji pemilik paspor A3087421 ini meninggak saat pesawatnya hendak bertolak menuju Palembang, Sumsel, di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Jumat (9/11).

Kasie Pelayanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Sabtu, mengatakan Laibek meninggal karena gangguan pernafasan.

“Beliau sempat mendapat pertolongan dari dokter kelompok terbang PLM-008 tetapi tidak terselamatkan,” kata Ananto. Laibek wafat pada Jumat sekitar pukul 17:00 waktu Saudi.

Hingga Sabtu dini hari terdapat 357 anggota jamaah yang wafat. Sejumlah 204 berjenis kelamin pria dan 153 wanita.

Hingga Sabtu dini hari sudah 167 kelompok terbang yang pulang ke Indonesia dengan total jamaah 67.707 orang atau sudah 34,90 persen.(MCH/ant)
 

Dibaca : 73 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/691

21 November Seluruh Jamaah Tinggalkan Mekkah

Penulis :
10 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Jemaah haji Indonesia akan meninggalkan Mekkah terakhir pada 21 November 2012.

‘’Pada 21 November,  jamaah haji Indonesia semua sudah meninggalkan kota Mekkah,’’ ujar Kapala Daerah Kerja Mekkah, Arsyad Hidayat kepada MCH.

Hingga kini, kata dia,  sudah lebih dari 95 ribu jamaah meninggalkan Makkah. Sebanyak 70 ribu bergerak menuju Jeddah dan kembali ke Tanah Air.

Sedangkan, sisanya lebih dari  25 ribu orang begerak ke Madinah untuk menunaikan ibadah arbain.

Berdasarkan pantauan MCH,  kota Mekkah tampak tak terlalu padat. Sejumlah tempat belanja juga sudah mulai kosong, salahsatunya di Pasar Borong Jakfariyah yang terletak di Jalan Sulaimaniyah. Biasanya, toko-toko dan tempat belanja dipenuhi jamaah haji Indonesia yang berbelanja.(MCH/Endah H/Heri R)
 

Dibaca : 335 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/680

21 Ribu Jamaah Haji Masuk Madinah

Penulis :
10 November 2012

Madinah (Sinhat)–Sebanyak 21 ribu lebih jamaah haji Indonesia gelombang kedua telah memasuki Madinah. Di kota ini, jamaah akan melaksanakan salat arbain (40 waktu).

“Total sampai hari ini sudah ada 21.558 jamaah haji gelombang kedua yang masuk Madinah dari Mekkah,” ungkap Sekretaris Daker Madinah, Sofwan Abdul Daji di kantor Misi Haji Indonesia, Jumat (9/11/2012).

Menurut Sofwan dari jumlah 21.558 jamaah itu terdiri dari 53 kloter. Jumlah tersebut akan terus bertambah. Setiap hari rata-rata 15 kloter masuk ke Madinah.

“Semua jamaah sudah masuk ke semua pemondokan yang berada di sekitar Masjid Nabawi. Semua pemondokan di empat sektor itu sudah terisi semuanya,” katanya.

Menurut Sofwan jumlah jamaah yang tersesat di sekitar Masjid Nabawi menurun di bandingkan pada gelombang pertama. Namun dia tetap mengingatkan agar jamaah tidak tergesa-gesa keluar dari pemondokan. Bila hendak ke masjid lebih secara berkelompok atau rombongan.

“Jangan lupa kenali dulu nama hotel, gedung sekitar karena semua bentuknya hampir sama. Dan kalau mau pergi keluar pemondokan mintalah kartu nama hotel di resepsionis,” katanya.

Berkaitan dengan adanya empat buah tas milik jamaah haji asal Medan yang terjatuh dan rusak, kantor Teknis Urusan haji (TUH) di Jeddah telah men]mbuat surat laporan ke naqobah untuk penyelesaian ganti rugi.

“Kita juga sudah membuat laporan, tinggal menunggu penyelesaiannya saja,” katanya. (MCH/Bagus)
 

Dibaca : 57 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/681

Pemerintah Didesak Bangun Kampung Indonesia di Arab Saudi

Penulis :
10 November 2012

Jakarta(Sinhat)– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang juga anggota Tim Pengawas Haji, Eva Kusuma Sundari meendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membangun “Kampung Indonesia” di Makkah,  Arab Saudi. Karenanya Pemerintah harus berdiplomasi dengan Kerajaan Arab Saudi.

Menurut Eva, keberadaan kampung tersebut sangat penting khususnya bagi jamaah haji Indonesia di musim haji. Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, dengan Dana Abadi Umat (DAU) sekitar Rp 44 triliun, yang setiap harinya terus bertambah, maka tidak sulit membangun kampung Indonesia tersebut.

“Kampung Indonesia di Makkah itu meliputi ruang pemondokan (maktab), ruang masak (katering), tempat belanja atau mall, ruang kesehatan, dan transportasi yang terintegrasi ke Masjidil Haram. Kalau pemerintah serius itu bisa diwujudkan. Untuk itu, perlu diplomasi tingkat tinggi Presiden SBY, jika tak cukup Menteri Agama,” ujar Eva dalam diskusi di Gedung DPR, Senayan, Kamis (8/11).

Seperti diketahui, kampung Indonesia itu sebenarnya sudah digagas Prof. Dr. KH. Quraish Shihab (1998-1999), di kala menjadi Menteri Agama. Ironisnya, hingga kini belum terealisasi.

Namun Eva mengakui agak sulit memiliki tanah wilayah di Saudi, karena semuanya dikuasai oleh kerajaan. Padahla, jamah haji Indonesia setiap tahunnya memberangkatkan ratusan ribu jamaah haji dengan nilai triliunan rupiah.

“Pemerintah seharusnya bisa melakukan bargaining posisition seperti dilakukan oleh Bung Karno dan Gus Dur, maka kampung Indonesia di Makkah itu bisa diwujudkan. Masak kalah dengan Malaysia dan Turki, yang jamaahnya jauh lebih besar kita,” kata anggota Komisi Hukum DPR itu.

Pengamat Haji, Muhammad Subarkah mengatakan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Anehnya, setiap pelaksanaan haji selalu menyisakan masalah.

Sebagai contoh, kata Subarkah, permasalahan air di Arab Saudi, ibarat sesuatu yang sangat berharga, sehingga penduduk asli Arab begitu hemat dalam penggunaan air.

“Namun semua itu tidak berlaku untuk jemaah haji Indonesia, yang sudah terbiasa dengan keberadaan air berlimpah dan pola konsumsinya yang bisa dibilang boros.  Walhasil, banyak jemaah yang akhirnya mengeluh karena ketersediaan air,” terang penulis buku ‘Lelaki Buta Melihat Ka’bah’ itu.

Karenanya, pemerintah diharapkan dapat memberikan bekal lebih kepada calon jamaah haji. “Tidak hanya cukup mengajarkan manasik haji, tapi harus mengajarkan bagaimana cara hidup di Makkah,” katanya. (Berita Sore)
 

Dibaca : 46 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/682

Pohon Soekarno, Membuat Tanah Suci Lebih Hijau

Penulis :
10 November 2012


Madinah (Sinhat)–Jutaan tahun lalu, hingga sekitar awal tahun 1960-an, Arab Saudi adalah salah satu negara paling gersang di dunia. Negeri itu didominasi oleh gurun pasir nan luas dan pegunungan batu gersang yang terbentuk sejak masa Palaeozoic atau Pra-Kambrium, saat di mana kehidupan mulai muncul sekitar 700 juta sampai 542 juta tahun silam.

Di negeri berluas 2.217.949 km2 itu, terdapat gurun pasir paling besar di dunia, yakni Rub Al Khali atau ‘‘Kawasan Kosong’‘ seluas 647.000 km2. Di gurun pasir ini nyaris tak ada satu pun kehidupan sehingga disebut Kawasan Kosong.

Sejak minyak bumi ditemukan di Saudi tahun 1938, kehidupan negara itu berangsur berubah. Perlahan namun pasti, rakyat makmur. Kini, Saudi adalah negara kelima terkaya di dunia dengan pendapatan per kapita lebih dari 25 ribu dolar AS per tahun, atau nyaris delapan kali lipat perkapitaIndonesia yang sebenarnya lebih subur dan kaya sumber daya alam. Selain rakyatnya kian makmur, tanah Saudi yang dulu gersang pun kini telah berubah. Jalanan di kota-kota menjadi rindang. Pepohonan banyak ditemukan di sudut-sudut kota, bahkan hingga ke kawasan terpencil. Namun bukan pohon khas Timur Tengah, yakni kurma, yang membuat Arab khususnya Tanah Suci Makah dan Madinah menjadi ijo royo-royo, melainkan pohon Soekarno.

Pohon Soekarno? Iya, pohon soekarno. Nama asli pohon itu sebenarnya mindi (melia azedarach) dan mimba (azadirachta indica), namun generasi tua Saudi lebih mengenalnya dengan nama Syajarah Karno atau Pohon Karno (Soekarno), mengacu pada sang penyumbang benih: Presiden I Indonesia Ir Soekarno.
‘‘Pemerintah Arab Saudi memanfaatkan betul bibit mimba dan mindi yang disumbangkan oleh Pak Karno pada akhir 1950-an. Sekarang, dua jenis pohon itu menjadi peneduh utama di Saudi,’‘ ujar Kol (TNI) Abu Harist, Kepala Operasional Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina) Misi Haji Indonesia di Arab Saudi, kemarin.

Pak Karno naik haji tahun 1955. Ketika itu, Arab Saudi amat gersang. Sang presiden kemudian menawarkan bibit pohon ke Pemerintah Arab untuk dijadikan peneduh. Tawaran tersebut mendapat sambutan positif. Tak diketahui tahun pastinya, yang jelas pada awal 1960-an program penghijauan di Saudi mulai dilakukan memanfaatkan bibit mindi dan mimba sumbangan Soekarno.

Kawasan Arafah tempat jamaah haji melaksanakan wukuf sekarang ini sudah amat hijau. Ribuan pohon mindi dan mimba bertinggi sekitar 7-10 meter tumbuh subur. Arafah bahkan tak pantas lagi jika disebut padang. Lebih cocok jika ceruk kecil yang diapit pegunungan batu itu disebut Taman Arafah karena saking hijaunya dibanding kawasan padang pasir di sekitarnya.

‘‘Ide Pak Karno memang berawal dari saat wukuf di Arafah. Ketika naik haji itu, beliau merasakan Arafah sangat terik. Padahal tiap tahun jutaan Muslim berkumpul di situ. Dengan suhu rata-rata 40 derajat celcius, tiadanya pohon peneduh jelas sebuah masalah,’‘ tambah Abu Harist.

Pemerintah Arab sangat serius merawat dan mengembangkan Syajarah Karno tersebut. Mereka membuat pipa-pipa air bawah tanah khusus untuk menyiram mindi dan mimba. Maklum, hujan hanya sesekali turun di Arab, sehingga tanaman yang bukan asli kawasan itu membutuhkan ‘‘doping’‘ air tambahan.
Tak hanya di perkotaan. Di Arafah —yang berjarak sekitar 25 km dari Makah dan hanya dihuni setahun sekali tiap musim haji— pipa air bawah tanah juga dibuat.

Keseriusan pemerintah Saudi benar-benar membuahkan hasil. Arafah hijau. Makah dan Madinah pun penuh mindi dan mimba. Di kawasan Syariq Mansyur Makah misalnya, puluhan pohon mimba tumbuh kokoh dengan tinggi sekitar 10 meter.

Tetapi tahukan Anda bahwa ternyata di Indonesia sekarang ini pohon mimba ternyata sudah termasuk langka?

Aneh memang. Di Saudi, yang hanya menerima bibit sumbangan, mimba menjadi tanaman yang gampang ditemukan. Sementara di Indonesia yang menjadi asal tanaman, pohon itu justru telah masuk kategori 10 tanaman langka, selangka raflesia arnoldi, balam suntai (Palaquium walsurifolium), bayur (Pterospermum sp), ulin (Eusiderxylon zwageri), cendana (Santalum album), damar atau kopal keruling (Agathis labillardieri), enau (Arenga pinnata), tembesu (Fagraea fragrans), dan jelutung (Dyera costulata).

Selain itu, yang lebih menyedihkan, sari dari kulit, daun, dan getah mimba yang memang berkhasiat obat, ternyata diolah oleh warga Arab Saudi dan sebagian dijual ke Indonesia…(MCH/Gunarso)

 

Dibaca : 50 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/683

Jemaah Wafat 342 orang

Penulis :
10 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Hingga 8 November 2012 sebanyak 342 jemaah wafat di Tanah Suci. Sedangkan yang sudah diberangkatkan ke berbagai debarkasi di tanah air sebanyak 145 kloter [kelompok terbang] berjumlah 58.696 jemaah.

Prosesi kedatangan jemaah dari Makkah ke Jeddah bejakan lancar namun Daker Jeddah terus meminta kepada petugas Daker Makkah termasuk muasasah dan maktab-maktab yang ada di Makkah agar tetap konsisten dengan jadwal keberangkatan jemaah secara tertib karena kalau diberangkatakan ke Jeddah terlalu cepat/tidak sesuai jadwal, itu akan mengganggu prosesi pelayanan daker Jeddah.

Demikian disampaikan Kepala Daerah Kerja [Kadaker] Jeddah, Ahmad Abdullah kepada wartawan di Jeddah, Kamis [8/11].

Kalau diberangkatan ke Jeddah terlalu cepat, akan mengganggu prosesi pelayanan.Pertama, jemaah yang sudah menempati hotel transito harus diminta segera meninggalkan hotel tersebut.Kedua, petugas hotel transito jadi tergesa-gesa membersihkan fasilitas akomodasi.Ketiga, petugas Pelayanan Kepulangan [Yanpul] pun tergesa-gesa melakukan pengambilan lembaran H pada DAPIH dan boarding pass.

“Jadi, ini memang berantai seandainya petugas Daker Makkah, muasasah dan maktab terlalu cepat memberangkatkan jemaah ke Jeddah. Disamping itu akan menganggu sirkulasi jemaah dari hotel transito ke bandara. Untuk itu Saya terus menekan kepada Daker Makkah agar konsisten dengan jadwal yang sudah ditetapkan bersama” tukasnya.(MCH/tengku ben)
 

Dibaca : 46 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/684

Mekkah-Madinah Diguyur Hujan

Penulis :
10 November 2012

Madinah (Sinhat)–Menjelang musim dingin, cuaca Makkah dan Madinah mulai berubah. Bahkan, dalam dua hari ini, dua kota suci ini diguyur hujan.Pada Sabtu (10/11) pagi, udara di Makkah dan Madinah terasa sejuk karena hujan yang cukup lebat. Hujan yang turun di Madinah sendiri berlangsung sekitar satu jam.

Sebelumnya, Jumat (9/11) Madinah telah diguyur hujan di sore hari. Sekitar pukul 16.00 waktu Arab Saudi, hujan turun di Madinah dan berlangsung tak sampai setengah jam. Namun, itu pun sudah cukup untuk membuat suasana kota yang biasanya panas menyengat di sore hari langsung meredup.

Boleh dibilang hujan yang disertai dengan angin dan petir ini adalah yang pertama terjadi di masa pelaksanaan musim haji 2012. Tak ayal, hujan yang cukup deras itu mendapat perhatian warga.

Kendati berlangsung singkat, hujan telah membuat jalan-jalan utama menuju ke Masjid Nabawi dalam kondisi tergenang air. Hal ini karena memang tata kota Madinah tidak siap dengan saluran air lantaran hujan pun jarang terjadi.

Sekretaris Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah Sofwan Abdul Djani membenarkan hujan ini adalah pertama yang terjadi di masa pelaksanaan haji di Madinah. Dan memang suhu di Madinah saat ini telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Pada hari Jumat kisaran suhu di Madinah  sekitar 21-32 derajat Celsius,” ungkap Sofwan.

Untuk para jamaah haji, Sofwan tak lupa mengimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca ini. ”Para jamaah diminta untuk mengenakan baju penghangat atau jaket untuk menghadapi penurunan suhu ini,” kata dia.
(MCH/endah hapsari)
 

Dibaca : 18 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/685

Media Massa Belum Serius Beritakan Persoalan Haji

Penulis :
09 November 2012

Jakarta (Sinhat)–Persoalan haji belum menjadi perhatian serius media massa. Persoalan haji masih dianggap  isu tahunan yang bakal selalu terjadi.

“Media massa tidak serius meilhat masalah haji di Indonesia,” kata pengamat haji cum wartawan, Muhammad Subarkah dalam diskusi “Evaluasi Haji, Masalah Klasik yang Selalu Terulang,” Kamis (8/11) di kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta.

Masalah haji tidak bisa dipandang remeh. Di dalamnya terdapat perputaran uang yang sangat besar. Subarkah mengatakan dana setoran haji jamaah Indonesia tahun ini mencapai Rp 40 triliun lebih. Angka ini jauh lebih besar ketimbang kasus-kasus megakorupsi yang terjadi di Indonesia.

“Dibandingkan kasus Hambalang, kasus haji ini lebih mengerikan,” ujar wartawan senior Republika ini.

Subarkah menyatakan persoalan haji menjadi berlarut-larut karena kompleksitas persoalan yang melingkupinya. Selain miminimnya perhatian media massa, permasalahan haji juga menyangkut kesadaran jamaah.

Subarkah misalnya mencontohkan soal kesadaran kesehatan, banyak jamaah haji yang masih memiliki budaya “eman” membuang makanan. Mereka lebih memilih memakan makanan yang sudah lebih dari delapan jam ketimbang membuangnya. “Alhasil banyak jamaah terserang diare,” katanya.

Selain itu  masyarakat Indonesia belum bisa memisahkan antara urusan teknis dengan urusan ibadah. Para jamaah yang tertipu dan batal berangkat haji misalnya, tidak berani melaporkan penipuan yang mereka alami ke kepolisian karena khawati mendapat stigma negatif dari masyarakat.

Mereka misalnya takut dibilang uang haji yang digunakan bersumber dari cara tidak hal. Subarkah mendesak pemerintah melalui Kementrian Agama memberikan edukasi kepada jamaah haji. “Para jamaah tidak cukup hanya diberi pengetahuan manasik, tapi juga soal budaya masyarakat Arab,” ujarnya.(Rep)
 

Dibaca : 860 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/675

Pemerintah Diminta Segera Memperpanjang Sewa Pemondokan

Penulis :
09 November 2012


Jeddah (Sinhat)– Mengingat masa kontrak (tasrih) untuk pemondokan jamaah haji pada tahun 2012 sudah berakhir. Maka, pemerintah Indonesia diminta segera mencari dan menyewa pemondokan untuk musim haji tahun depan.

“Di kuatirkan untuk mendapatkan pemondokan (hotel) jamaah haji yang bagus, murah, dan dekat dengan masjidil haram (ideal) akan sulit,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi Syaerozi Dimyati kepada MCH Jeddah, Kamis, (8/11).

Dikatakannya, kemungkinan sulit mendapatkan pemondokan yang ideal, karena beberapa factor. Karena factor pelebaran bangunan masjidil haram, banyaknya pembongkaran-pembongkaran bangunan di sekitar masjidil haram. “Begitu juga masa tasrih pemondokan di daerah Makkah selesai tahun ini,” ujarnya.

Dan dalam kontraknya, lanjut Syaerozi, agar mengontrak pemondokan dalam jangka panjang antara 2 sampai 3 tahun, dan tidak seperti tahun ini yang hanya kontrak satu tahun selesai. “Syukur-syukur bisa lebih,” harapnya.

Keuntungan lainnya, kalau mengontrak pada awal tahun, bisa leluasa memilih pemondokan yang kualitasnya baik, tidak ada keluhan, kapasitannya besar. “Untuk itulah pemondokan tersebut harus di kontrak sedini mungkin,” ungkapnya.

Pihaknya juga merekomendasikan, untuk pemondokan yang pada tahun ini kualitas dan pelayanannya buruk untuk di coret (black list), tidak akan di sewa. Begitu juga sebaliknya, kalaupun ada pemondokan yang kualitas pelayanannya baik, maka akan di sewa kembali. “Karena pada prinsipnya tidak ada jamaah haji yang merasa di rugikan,” terang Syaerozi

Untuk jumlah keseluruhan, mana pemondokan yang akan dilakukan kontrak ulang, ataupun pemondokan yang tidak akan di kontrak, pihaknya masih meneliti dan menghitung sampai selesai pemulangan jamaah haji ke Indonesia. “Kalau jamaah haji sudah pulang semua pasti akan ketahuan mana pemondokan yang bagus dan yang jelek,” pungkas Syaerozi.

Sementara hingga saat ini, baik pemerintah maupun swasta belum ada yang berani membangun sendiri pemondokan untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.(MCH/Huda s)
 

Dibaca : 95 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/676

Makanan Jamaah di Armina Diusulkan Gunakan Boks

Penulis :
09 November 2012

Madinah(Sinhat)–Untuk memudahkan pelayanan untuk jamaah haji, penyajian nasi dalam kemasan (nasi boks) dinilai paling tepat. Hal ini diungkapkan oleh Sartoyo Parmo Wiyono, kepala pengawas katering Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Kamis (8/11).

Merujuk saat pelaksanaan Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina), Sartoyo mengatakan, penyajian makanan dalam boks justru lebih efektif. ‘’Semuanya disajikan tanpa bertele-tele, jamaah juga tidak perlu antre lama untuk mendapatkan makanan,’’ ujarnya.

Berbeda dengan penyajian secara prasmanan yang dianggap kurang pas karena jamaah harus antre panjang untuk memperoleh konsumsi. ‘’Bayangkan kalau yang antre adalah jamaah lanjut usia,’’ kata dia.

Sebelumnya, selama masa Armina dalam penyelenggaraan haji tahun ini, jamaah mendapatkan katering dalam bentuk boks dan prasmanan. Menurut Direktur Layanan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Sri Ilham Lubis, kemasan makanan dalam bentuk boks diberikan untuk mengantisipasi kedatangan jamaah calon haji yang terlambat.

Selama di Armina, jamaah empat kali mendapatkan makanan dalam bentuk boks. Empat kali waktu darurat itu adalah saat 8 Dzulhijjah malam, 9 Dzulhijjah sore, 10 Dzulhijjah pagi, serta 12 Dzulhijjah siang. Makanan yang dikemas dalam boks dibuat kering atau tanpa sayuran di dalamnya. Di luar waktu darurat itu, para jamaah mendapatkan makanan dengan sistem prasmanan. Untuk menghindari antrean yang panjang, sistem antrean dibuat per rombongan, bukan per kloter.

Meski begitu, dalam pelaksanaannya, Sartoyo menilai, sistem prasmanan tetap kurang efektif. Alhasil, untuk penyelenggaraan haji mendatang, pihaknya akan mengusulkan agar sepanjang masa Armina jamaah terus mendapatkan makanan dalam bentuk kemasan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sartoyo juga menyatakan pihaknya siap untuk menyambut kedatangan jamaah haji gelombang dua ke Madinah. ‘’Kami sudah melakukan pertemuan kembali dengan para chef untuk melakukan koordinasi masalah menu,’’ kata pria yang biasa disapa Chef Toyo.

Seperti dalam pelaksanaan penerimaan jamaah gelombang satu, ada sekitar 12 perusahaan katering yang siap menyuplai makanan untuk jamaah gelombang dua di Madinah.

Menurut Sartoyo, ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi saat pelayanan jamaah haji gelombang satu. Dia mengungkapkan, masalah pengolahan makanan, soal rasa, dan penyajian perlu diperhatikan lebih detail. Kendati begitu, Sartoyo mengakui pihaknya belum menerima komplain apa pun dari jamaah terkait dengan penyajian makanan selama musim haji ini. (MCH/Endah H)


 

Dibaca : 68 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/677

20 Persen Pesawat Tertunda Diatas Dua Jam

Penulis :
09 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Rata-rata pemulangan jamaah dari Bandara King Abdul Azis Jeddah ke tanah air tertunda di atas dua jam, ada satu penerbangan yang tertunda hampir enam jam.

Kepala Daerah Kerja Jeddah Ahmad Abdullah di Jeddah, Jumat, mengatakan dirinya belum mengetahui penyebab keterlambatan lepas landas tersebut.

Hingga saat ini sudah 145 kelompok terbang dengan 58.696 anggota jamaah yang pulang ke tanah air dengan menggunakan pesawat Saudia dan Garuda dari Jeddah.

Rata-rata kelompok terbang yang kembali ke tanah air melalui Terminal Haji Timur dan Barat King Abdul Azis sebanyak 15-20 kelompok terbang. Angka tersebut akan stabil hingga 15 November mendatang, setelah itu penerbangan Saudia akan lepas landas dari Madinah.

Pada kesempatan itu Abdullah juga sudah berkomunikasi dengan Daker Makkah agar pemberangkatan dari kota suci tersebut dilakukan sesuai jadwal agar tidak terjadi penumpukan jamaah di hotel transit Jeddah.

Daker Jeddah mempersiapkan enam hotel transit dan tiga hotel cadangan. Ketiga hotel cadangan tersebut sudah dipergunakan karena aliran jamaah dari Makkah cukup banyak.

Ketika menyinggung masih banyak barang bawaan jamaah yang tidak terangkut, Abdullah mengatakan meskipun sudah diingatkan berulang-ulang tetapi selalu ada saja jamaah yang membawa barang berlebih.

Dampaknya, petugas Garuda dan Saudia terpaksa menyisihkan barang tersebut agar kapasitas pesawat tidak berlebih dan membahayakan penerbangan.

Berdasarkan pemantauan, masih ditemukan barang-barang yang seharus tidak perlu dibawa tetapi disimpan dalam tas ekstra seperti kantung plastik (kresek), gantungan baju, sabun mandi dan sabun cuci serta barang remeh temeh lainnya.

“Kepada petugas kami imbau agar dalam merazia hendaknya dilakukan dengan sopan karena mereka tamu Allah dan bangsa sendiri,” kata Abdullah.

Sementara kasus jamaah yang menyimpam air zam-zam dalam koper tidak terjadi lagi karena pemberitaan media dinilai efektif memberikan informasi bahwa tindakan itu dilarang oleh peraturan penerbangan internasional dan membahayakan penerbangan.

“Alhamdulillah, tidak ada lagi kasus koper berisi air zam-zam seperti pada kelompok terbang SUB-01 Surabaya sehingga 236 koper harus dibongkar untuk mengeluarkan ratusan air zam-zam yang dikemas dalam jerigen dan botol plastik,” kata Abdullah.(MCH/Erafzon)
 

Dibaca : 128 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/678

BPHI Pulangkan Jamaah Gagal Ginjal Eha Julaeha

Penulis :
09 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Balai Pengobatan Haji Jeddah memulangkan anggota jamaah yang gagal ginjal Eha Djulaeha binti Sulaeman (58) dari kelompok terbang JKS-06 Jakarta setelah dinilai layak terbang ke tanah air.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Daerah Kerja Jeddah Ananto Prasetya di Jeddah, Kamis, mengatakan hari ini dia mendampingi Eha ke Bandara King Abdul Azis Jeddah.

Eha sebelumnya di rujuk ke Rumah Sakit King Fahd Jeddah karena mengalami kelainan ginjal. “Kondisinya membaik setelah menjalani cuci darah,” kata Ananto.

Sementara Rabiatun binti Sabiuddin (59) yang tergabung dalam keloter SUB-16 dan terkena stroke satu bulan lalu di Madinah masih belum bisa dipulangkan karena ijin dari RS King Fahd belum keluar.

Ananto juga mengabarkan bahwa saat ini masih terdapat lima anggota jamaah yang dirawat di King Fahd diantaranya Hasnia binti Suraji (50), anggota kelompok terbang UPG 40 Makasar karena gangguan sirkulasi pembuluh darah. Dia direncanakan pulang esok.

Jamaah lain adalah Arini Asiman Askali (58), pemegang paspor A2885463 sebelumnya mengalami penurunan kesadaran akibat kelainan jantung ketika turun dari bus di Bandara King Abdul Azis.

“Arini kini sudah sadar meski sempat dirawat di ICU King Fahd,” kata Ananto.

Sementara total jamaah yang wafat berdasarkan data Sistem Komputer Haji Terpadu Kemenag RI berjumlah 342 orang. Lima terakhir yang wafat adalah Salmah binti Suliman pemilik paspor A3133574 anggota kelompok terbang BDJ-013 Banjarmasin, Arlanuddin Basaruddin Aligedi bin Basar pemilik paspor A3376246 anggota keloter PDG-007 Padang, Soenarto bin Soemantri pemilik paspor A2854502 anggota kelompok terbang SUB-073 Surabaya, Martulis bin Ratimin pemilik paspor A3004748 anggota kelompok terbang SUB-060 Surabaya dan Siti Ariyah binti Mughni pemilik paspor A2872454 anggota kelompok terbang SUB-030 Surabaya.

Jika berdasarkan lokasi maka terdapat empat wafat di Jeddah, 23 di Madinah, 281 di Makkah, tiga di perjalanan, enam di Arafah dan 25 di Mina.

Jika berdasarkan penyebab wafat maka 25 disebabkan infeksi dan parasit, dua karena penyakit darah dan organ pembuluh darah, sembilan karena endokrin nutrisi, dua karena penyakit syaraf, 198 karena sistem sirkulasi, 100 karena sistem pernafasan, lima larena sistem pencernaan dan satu karena keracunan dan akibat eksternal.

Jika berdasarkan usia, dua anggota jamaah meninggal dalam usia dibawah 40 tahun, 29 pada usia 40-49, sejumlah 90 pada usia 50-59 dan sejumlah 221 di atas 60 tahun. Sementara berdasarkan jenis kelamin 194 pria dan 148 wanita.

Pada hari ke-49 ini pada tahun lalu (2011) terdapat 376 anggota jamaah yang wafat dari 517, sedangkan 2010 sebanyak 369 dari 451 orang.(MCH/Erafzon)
 

Dibaca : 91 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/679

Ketua MUI Amidhan : Pelayanan Haji Tahun Ini Lebih Baik

Penulis :
08 November 2012

Jakarta(Sinhat)–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H.Amidhan yang kini tengah melaksanakan ibadah haji mengakui,  pelayanan haji pada musim haji tahun lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Kita berharap agar tahun-tahun yang akan datang lebih ditingkatkan lagi pelayanannya kepada jemaah haji kita,” tutur Amidhan yang dihubungi di Jakarta, Rabu sore.

Amidhan yang sedang berada di Madinah ini menjelaskan cuaca di Madinah sekarang ini cukup baik, tidak dingin dan juga tidak panas sehingga baik untuk jemaah haji Indonesia dengan cuaca.

Ia menambahkan jemaah haji Indonesia sudah memasuk Madinah karena melaksanakan salat Arbain (salat 40 waktu) selama berada di kota Rasulullah tersebut sebelum pulang ke Tanah Air. (johara)
 

Dibaca : 810 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/669

Ketua Komisi VIII DPR: Umumkan Saja Travel Haji yang Melanggar

Penulis :
08 November 2012

Samarinda(Sinhat)–Anggota Komisi VIII DPR-RI meminta agar pemerintah mengumumkan travel-travel atau biro perjalanan haji dan umrah yang baik atau layak dan yang buruk sehingga penipuan terhadap ribuan calon haji biaya khusus (ONH plus) tidak terulang.

“Penipuan pemberangkatan haji melalui jalur nonkuota seperti ONH plus sudah sangat banyak merugikan masyarakat, perlu ada tindakan serius dari pemerintah,” kata Ketua Komisi VIII DPR-RI Ida Fauziah saat berkunjung ke Banjarmasin, Rabu.

Menurut dia, pemerintah harus segera melakukan pendataan terhadap travel atau biro perjalanan, sehingga bisa melakukan pemantauan operasionalnya dan bisa memberikan teguran bila terjadi pelanggaran.

Selain itu, kata dia, perlu adanya sanksi bagi biro perjalanan yang melakukan pelanggaran, seperti tidak diberikan izin operasional, dan sebaliknya bagi biro perjalanan haji yang kinerjanya, bisa diberikan tambahan kuota.

Saat ini, kata dia, pihaknya juga sedang membahas berbagai persoalan tentang pelayanan haji di Indonesia, mulai dari transportasi hingga masalah kesehatan calon jemaah haji yang cukup buruk.

Menurut dia, banyak jemaah haji mengalami gangguan kesehatan saat berada di tanah suci, sehingga pada saat mereka harus melakukan rukun haji, tidak bisa melaksanakan karena sakit.

“Kondisi-kondisi tersebut yang harus mendapatkan perhatian serius dan perbaikan untuk tahun-tahun mendatang,” katanya.

Selain itu, untuk perbaikan pelayanan bagi pemberangkatan haji, juga akan dipisahkan antara operator dan regulator pelayanan haji, sehingga masing-masing akan memiliki tugas dan kewenangan secara jelas.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Abdul Halim mengatakan, sebagaimana di daerah lain, di Kalsel juga cukup banyak warga yang tertipu atau batal berangkat menunaikan ibadah haji melalui ONH plus.

Hal tersebut antara lain terjadi, karena banyak biro perjalanan yang tidak terdaftar di Kemenag sehingga sulit untuk melakukan pengawasan secara kontinyu dan menegur bila terjadi kesalahan.

Dari puluhan biro perjalanan di Kalsel, kini baru tujuh biro perjalanan yang terdaftar di Kemanag, dan lainnya, tidak diketahui secara pasti kantornya karena berkantor pusat di Jakarta.

Rombongan komisi VIII ke Kalsel dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat terkait masalah pendidikan madrasah, kesehatan, haji dan lainnya.(ant)


 

Dibaca : 185 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/670

Sepertiga Pemulangan Haji Sudah On Time

Penulis :
08 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Penerbangan haji bak telah melewati fase kritisnya, setelah melalui pekan pertama. Kini, tingkat ketepatan waktu atau OTP (on time performance) penerbangan haji, yang dilakukan Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines (Saudia), sudah mencapai 30 persen.

“Alhamdulillah, sekarang penerbangan pemulangan jamaah yang on time sudah 30 persen. Bahkan, ada dua persen lagi yang lebih cepat dari jadwalnya,” kata Kepala Bidang Transportasi Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Edayanti Dasril, di Jeddah, Rabu (7/11).

Kondisi ini, menurut Edayanti, biasanya akan terus membaik. Sebab, fase krusial penerbangan haji biasanya adalah pekan pertama, atau 10 hari pertama. “Insya Allah ke depan akan lebih baik. Yang penting, sepuluh hari pertama penerbangan ini sudah bisa bikin saya tidur,” katanya.

Ketepatan penerbangan yang mencapai 30 persen tersebut, kata Edayanti, adalah berdasarkan data per Rabu siang, pukul 14.00 waktu Arab Saudi (WAS). “Alhamdulillah, sampai saat ini, belum ada delay di atas 360 menit. Ini bagus sekali, terutama bila dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Khusus untuk 68 persen penerbangan haji yang masih kena delay, menurut Edayanti, rinciannya adalah: delay kurang dari 60 menit, 44 persen; delay 60 menit hingga 180 menit, 11 persen; sisanya delay 180 menit sampai dengan 360 menit. “Semua masih dalam batas toleransi.”

Seperti diberitakan sebelumnya, OTP penerbangan ini membaik dibanding data per Ahad malam (4/11), pukul 20.00 WAS. Saat itu, hanya 17 persen penerbangan pemulangan jamaah haji yang tepat waktu atau lebih cepat dari jadwal. Sementara, 83 persen lainnya masih mengalami delay.

Delay tersebut, diklaim PPIH dan pihak Garuda Indonesia lebih banyak disebabkan oleh otoritas bandara King Abdul Aziz. Antara lain, terlambatnya bus yang mengantar penumpang dari ruang tunggu ke pesawat dengan sumbangsih 18 persen, pengisian bahan bakar (refueling), dan lain-lain.

Sementara, dari sisi pesawat yang mengangkut jamaah, rata-rata tiba tepat waktu di Bandara King Abdul Aziz, serta belum ada yang rusak atau mengalami gangguan teknis. Dari sisi jamaah pun, sebagian besar tiba tepat waktu di Bandara, yaitu enam jam sebelum pesawat berangkat.(Rep)
 

Dibaca : 253 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/671

Katering Haji Akan Kembali ke Nasi Box

Penulis :
08 November 2012


Jeddah(Sinhat)–Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia di Arab Saudi mengusulkan katering untuk jamaah haji saat pelaksanaan wukuf di Arafah pada tahun depan agar kembali ke nasi box, tidak lagi memakai model prasmanan. Karena, masih banyak ditemui jamaah haji yang ngantri dan tidak bagian makanan.

“Pasca Armina ada yang mengusulkan katering jamaah haji untuk tahun depan agar kembali memakai nasi box,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi Syaerozi Dimyati kepada MCH Jeddah, Rabu, (7/11).

Dikatakan Syaerozi Dimyati, pihaknya akan melaporkan masalah tersebut kepada panitia pusat untuk di evaluasi dan di putuskan, apakah tetap memakai model prasmanan atau memakai nasi box. “Kalau keputusannnya itukan tetap di panitia pusat,” ujarnya

Menurutnya, kalaupun katering untuk jamaah haji berupa nasih box, dapat mengurangi jamaah haji yang ngantri dan tidak bagian jatah makanan, lebih baik memakai model nasi box dari pada prasmanan. “Selain praktis, panitia juga tidak kerepotan menyiapkan peralatan dapur di tempat,” ungkap Syaerozi

Selain mengevaluasi masalah katering, pihaknya juga mengevaluasi masalah transportasi, pemondokan dan masalah fasilitas kesehatan. Pembahasan tersebut menindaklanjuti hasil evaluasi sementara Amirul Haj dan anggota Amirul Haj pasca Armina.

Sementara itu, dari pantauan MCH Jeddah, pada pelaksanaan wukuf di Arafah, ratusan jamaah haji di berbagai maktab terlihat sedang antri makanan, dan ada juga jamaah yang sudah ngantri lama, tetap tidak kebagian jatah makan, sehingga harus rela menunggu jatah makan pada jam berikutnya.

Bahkan dari jamaah ada yang komplain soal makanan yang kurang nendang di lidah mereka, karena yang masak bukan dari orang Indonesia. Ada juga jamaah yang menerima rasa makanan dan terpenting dapat makanan.(MCH/Huda S)

Dibaca : 256 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/672

4 Buah Tas Jemaah Medan Terjatuh dari Bus

Penulis :
08 November 2012


Madinah (Sinhat)–Empat buah tas milik jamaah haji Indonesia asal Medan Sumatera Utara hancur terjatuh dari bus saat menuju Madinah. Pemilik tas menuntut agar pengelola bus Abu Sarhad memberi ganti rugi.

Kepala Seksi Pengamanan Misi Haji Indonesia, Letkol Payumi Abdul Aziz mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada tanggal 5 November 2012 sekitar pukul 02.00 WAS. Rombongan Kloter 14 Medan rombongan 6 perjalanan menggunakan bus Abu Sarhad no 6 dari Mekkah menuju Madinah. Namun sekitar 56 km menjelang Madinah, tas jamaah yang disimpan di bagasi bawah terjatuh.

“Bagasi bagian kanan terbuka sehingga beberapa tas jinjing jamaah berceceran di jalur jalan tersebut,” katanya.

Setelah mengetahui ada barang yang terjatuh lanjut Payumi, beberapa jamaah kemudian memberitahukan kepada sopir. Dalam keadaan gelap di waktu dinihari dilakukan pencarian hingga sejauh 3 km.

“Tas yang terjatuh berhasil ditemukan. Ada tas jinjing yang masih utuh dan adapula 2 tas hancur beserta isinya. Satu tas rusak namun isinya utuh. Tas tersebut sebagian besar berisi pakaian ganti dan oleh-oleh,” katanya.

Menurutnya ada sebanyak empat tas milik jamaah haji asal Medan yang rusak diantaranya milik Abdullah Kotto berisi pakaian ganti, oleh-oleh kurma, alat dapur dengan total senilai Rp 1,2 juta. Tas jinjing milik Roosna Dewi Siregar berisi pakaian ganti dan oleh-oleh senilai Rp 1,5 juta.

Selanjutnya tas jinjing milik Nurmala berisi pakaian ganti, mukena dan oleh-oleh. Terakhir tas milik Enerya Mangunsong tas rusak namun isinya utuh.

“Total jumlah kerugian senilai Rp 4,7 juta dan mereka menuntut adanya ganti rugi. Sebab sopir bernama Ne’na warga Mesir sudah menyatakan akan bertanggungjawab,” katanya.

Sementara itu Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari menyatakan pihaknya akan membuat laporan kepada kantor Teknis Urusan Haji (TUH) di Jeddah atas peristiwa tersebut. “Kita akan membuat laporan tertulis dan untuk penyelesaian termasuk ganti rugi urusan TUH,” pungkas Jauhari. (MCH)
 

Dibaca : 200 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/673

Jemaah Berburu Air Zamzam di Masjid Nabawi

Penulis :
08 November 2012

Madinah (Sinhat)–Pada gelombang kedua kedatangan jemaah haji dari berbagai negara ke Madinah, para tamu Allah itu berlomba-lomba memanfaatkan air zamzam yang di ada di Masjid Nabawi. Saban hari, jemaah dari berbagai etnis, terutama Asia Selatan, seperti India, Pakistan, dan Afganistan, berburu “air suci” itu.

Mereka biasa mengambil zamzam menggunakan botol-botol minuman kemasan yang sudah dikosongkan. “Mereka mengambil dengan cara menyicil, satu-tiga botol, kemudian dipindahkan ke jeriken berkapaasitas sepuluh liter. Ini bisa memakan waktu lama, karena diisi sedikit demi sedikit,” ujar Fatma Yulia, di Madinah, Arab Saudi, kemarin.

Ia adalah salah seorang petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah) yang biasa melayani jemaah wanita di Sektor I Madinah. Masjid Nabawi saban hari menyediakan ribuan galon air zamzam yang ditempatkan di berbagai sudut tempat ibadah raksasa itu.

Air yang sehat dan menyegarkan ini dipasok dari sumur zamzam yang dialirkan melalui daerah Kudai, Mekah. Sehingga, air zamzam di Masjid Nabi bisa dikonsumsi ribuan jemaah, karena kapasitasnya yang mencapai ribuan liter. “Galon berisi air zamzam ditempatkan di banyak titik di Masjid Nabawi. Ini memang disiapkan untuk jamaah. Jadi, jangan disia-siakan. Minumlah untuk menjaga agar stamina tetap fit dan itu juga bagian dari ibadah yang disunahkan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Ibadah Daker Madinah Ustad H Nurudin.

Menurut dia, bila galon sudah habis, akan dipindahkan ke halaman masjid untuk diisi kembali. “Pada musim haji seperti saat ini, kebutuhan air zamzam lebih meningkat dibandingkan hari biasanya, sesuai dengan jumlah jamaah haji yang mencapai ratusan ribu jamaah yang datang dalam gelombang kedua ke kota suci ini setelah menunaikan haji di Mekah dan Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina),” ucapnya.

Di samping untuk menghilangkan dahaga dan mengenyangkan perut yang lapar, air zamzam diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. “Bila si sakit benar-benar berikhtiar dan memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah,” ucapnya.

Dia menyarankan, selama berada di Madinah, bila berada atau sedang beribadah di Masjid Nabawi, jamaah haji Indonesia sebaiknya menyempatkan diri untuk memperbanyak meminum air zamzam.

Dia menjelaskan, sumur zamzam mempunyai riwayat yang panjang. “Sejarahnya tidak dapat dipisahkan dengan istri Nabi Ibrahim AS, yaitu Siti Hajar dan putranya Ismail AS. Sewaktu Ismail dan ibunya hanya berdua dan kehabisan air untuk minum, Siti Hajar pergi ke Bukit Safa dan Bukit Marwah, bolak-balik sebanyak tujuh kali. Namun, tidak berhasil menemukan air setetes pun, karena tempat ini hanya merupakan lembah pasir dan bukit-bukit yang tandus dan tak ada air dan belum didiami manusia, selain Siti Hajar dan Ismail,” katanya.

Akan tetapi, tutur dia, ketika sampai di Marwah, tiba-tiba Siti Hajar mendengar suara yang mengejutkan. “Ia lalu menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa itu adalah suara air yang memancar dari dalam tanah dengan derasnya. Air itu adalah zamzam yang masih mengalir hingga kini dan diminum oleh jutaan jemaah haji dari berbagai penjuru dunia,” ujarnya. (MCH/Yudhiarma)

Dibaca : 4 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/674

Aljazair akan Pelajari Pengelolaan Haji Indonesia

Penulis :
07 November 2012

Jakarta (Sinhat)–Pemerintah Aljazair berhasrat mempelajari pengalaman Indonesia ihwal pengelolaan jamaah haji yang dinilainya berhasil.

“Kami kagum dan bangga dengan cara Indonesia mengelola jamaah hajinya. Kami ingin belajar dan bertukar pengalaman,” kata Menteri Agama dan Wakaf Aljazair Bouabdullah Ghulamallah seperti dikutip siaran pers KBRI Aljazair, Selasa.

Disebutkan, Menteri Ghulamallah saat menerima Duta Besar RI untuk Aljazair Ahmad Ni’am Salim di kantor Kemenag Aljazair pada Senin (5/11), belasan belajar dari Indonesia karena meski jamaah haji Indonesia jauh lebih banyak dari Aljazair, tetapi pengelolaan jamaahnya lebih baik.

Ia merujuk pada pengelolaan jamaah haji Indonesia setiap musim haji berkisar 200 ribu orang, sementara Aljazair yang berpenduduk 37 juta jiwa memiliki jamaah 37 ribu orang sesuai kuota haji yang ditetapkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Dalam kesempatan itu, Menag Aljazair merencanakan akan segera mengirimkan satu delegasi yang dipimpin direktur jenderal haji Kementerian Haji Aljaziar ke Indonesia untuk menimba pengalaman sistem pengelolaan jamaah haji Indonesia, mulai dari persiapan keberangkatan jamaah ke Tanah Suci hingga kepulangan mereka.

“Diharapkan dengan adanya kunjungan ini, kedua kementerian nantinya bisa menjalin kerja sama yang semakin erat guna menciptakan pelayanan jamaah yang lebih berkualitas,” katanya.

Menanggapi keinginan pemerintah Aljazair tersebut, Dubes Ni’am Salim menyatakan pihaknya menyambut baik dan akan membantu mengkomunikasikannya dengan Kementerian Agama Indonesia.Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Fungsi Politik KBRI Aljer Iskandar Abdullah,

Sekretaris Dubes Muhammad Nur Hayid dan Staf Fungsi Almunir Mukhtar sebagai penerjemah.


Selain soal Haji, Dubes Niam Salim dalam pertemuan itu juga menyingung tentang rencana kerja sama kedua negara dalam upaya pemberantasan terorisme.(ant)
 

Dibaca : 873 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/661

Perumahan Jemaah Diupayakan Kontrak Jangka Panjang

Penulis :
07 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Kementerian Agama akan melakukan kontrak jangka panjang untuk perumahan bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah pada tahun-tahun yang akan datang, karena pemerintah Arab Saudi terus melakukan pembongkaran-pembongkaran disekitar Masjidil Haram yang berdampak kian sulitnya memperoleh perumahan yang layak, yang jaraknya dekat dari/ke Masjidil Haram.

Perumahan-perumahan yang saat ini sudah dikontrak, yang kualitasnya bagus, tidak ada keluhan dari jemaah dan kapasitasnya besar, diharapkan dapat dikontrak sesegera mungkin untuk dikontrak dalam jangka panjang, berkisar 2 hingga 3 tahun.

Sedangkan perumahan-perumahan yang kurang bagus, akan dievaluasi kembali. Kalau masih bisa diperbaiki, tetap dikontrak. Apabila tidak bisa diperbaiki, apalagi ada catatan-catatan yang tidak bisa ditolerir, maka akan di-black list.

Demikian diungkapkan Staf Teknis Haji I, Syairozi Dimyathi kepada wartawan di Jeddah,kemarin.

“Semua itu akan kita kaji. Untuk perumahan yang kualitasnya bagus, tidak ada keluhan jemaah, diharapkan dapat dikontrak dalam jangka panjang, dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun. Sedangkan untuk perumahan yang tidak bagus, yang masih bersedia memperbaiki kualitas pelayananannya, akan kita kaji lagi” tegasnya.(MCH/tengku ben)
 

Dibaca : 140 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/662

Jamaah Haji Indonesia yang Wafat Menjadi 319 Orang

Penulis :
07 November 2012


Mekkah (Sinhat)–Hingga Selasa (6/11) siang, jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi sudah mencapai 319 orang.

Sebanyak 264 jamaah haji wafat di Tanah Suci, Makkah.  Sisanya, 19 orang wafat di Madinah, 3 orang meninggal di Jeddah, 6 orang wafat di Arafah, 24 orang tutup usia di Mina, 3 orang di perjalanan.

Dari 309 jamaah haji yang wafat, sebanyak 175 di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan perempuan sebanyak 134 orang.

Sebanyak 200 jamaah yang wafat berusia di atas 60 tahun. Sedangkan, yang berusia antara 50 hingga 59 tahun mencapai 82 orang. Sisanyajamaah yang berusia 40-49 tahun sebanyak 25 orang dan yang berusia kurang dari 40 tahun sebanyak dua orang.

Sebagian besar jamaah haji wafat saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), yakni mencapai 116 orang. Sebanyak 59 wafat di Rumah Sakit Arab Saudi,  89 orang wafat di pemondokan, 19 orang di perjalanan,  tiga di bandara, 13 di BPHI Sektor, dan 10 jamaah wafat di Masjid.

185 jamaah wafat karena mengalami penyakit sistem pernafasan, yakni terkena serangan jantung. Sedangkan, 88 jamaah meninggal akibat penyakit sistem pernafasan.(MCH/heri ruslan)

 

Dibaca : 159 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/663

Untuk Peroleh Bus Bagus, Harus Tambah Biaya

Penulis :
07 November 2012

Jeddah (Sinhat) –Staf Teknis Haji I, Syairozi Dimyathi mengatakan, untuk memperoleh kualitas bus yang lebih bagus dari yang ada saat ini, harus ada penambahan biaya. Dua hari yang lalu, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan nagabah [penyedia sarana transportasi].

“Mereka selalu menyatakan, itu merupakan paket yang mereka miliki. Kalau ingin mendapatkan kualitas bus yang lebih bagus, harus ada kesepakatan khusus dengan menambah biaya. Ini akan kita kaji ulang karena harus ada penambahan biaya, maka harus ada perencanaan lebih jauh. Mungkin nanti akan ada penambahan anggaran untuk peningkatan kualitas transportasi tersebut” paparnya kepada wartawan di Jeddah, kemarin.

Dalam evaluasi dengan Amirul Hajj dan anggota Amirul Hajj tentang pelaksanaan ibadah haji selama prosesi Arafah-Muzdalifa-Mina [Armina] saat pemulangan hingga Senin [6/11], ada beberapa catatan yang bisa diberitahukan.

Diantaranya, sarana transportasi yang diharapkan akan lebih baik agar insiden kebakaran bus dan tidak bisa mengangkut tas/koper jemaah, tidak terulang kembali.

“Kita sudah berkoordinasi dengan nagabah, kemudian dengan perusahaan Abusharhad. Mereka berjanji akan memperbaiki operasionalnya untuk tahap kedua atau saat pemulangan jemaah” ujar Syairozi.(MCH/tengku ben)

 

Dibaca : 138 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/664

Gara-gara Barang, Keberangkatan 10 Bus Haji ke Madinah Tertunda

Penulis :
07 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Sebanyak 10 bus angkutan haji dari Makkah ke Medinah, Selasa tertunda keberangkatannya selama lima jam karena perbedaan pendapat terkait barang jamaah antara pihak Arab Saudi yang mengurus armada dengan pihak Indonesia bagian transportasi.

Kasi Transportasi Daker Mekkah, Deny Kudyana mengatakan, di Mekkah, Rabu, keberangkatan jamaah kloter 45 embarkasi JKS (Jawa Barat) itu terganggu ketika pihak Kementerian Haji Arab Saudi yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pemberangkatan menurunkan sejumlah barang jamaah dengan alasan keselamatan penumpang.

Tiga dari bus bermerk Abu Sarhad itu tidak bermasalah karena bagasinya berada di lambung bus. Sementara tujuh yang lain tempat bagasinya di atap bus yang volume tempat kopernya juga terbatas karena jenis peralatan alat pendingin (AC)-nya memanjang dan memakan tempat di atas atap bus.

Setelah pihak Kementerian Haji melihat ada barang yang ditempatkan di bagian dalam bus berupa tas tenteng dan dianggap terjadi kelebihan muatan di atas bus, maka barang-barang itu diperintahkan untuk diturunkan.

Barang-barang yang diturunkan itu diminta diangkut dengan truk dan pengurus haji Indonesia diminta bertanggung jawab mengadakan truknya. Padalah, kata Deny, dalam kontraknya barang-barang jemaah diizinkan seberat 45 kg di atas bus, dan koper serta tas jinjing para jemaah semuanya tidak mencapai berat 45 kg.

Menurunkan barang demi keselamatan penumpang itu bagus, kata Deny, tapi jangan tanggung jawab angkutannya dilimpahkan ke pihak panitia haji Indonesia. Jenis tujuh armada bus Abu Sarhad yang tertahan keberangkatannya itu memang relatif kecil dan tidak terdapat tempat barang di bagian dalam.

Pihak Indonesia tetap bertahan tidak mau bertanggung jawab atas barang yang tidak dapat diangkut dengan bus itu didasari kontrak yang mengatakan setiap jemaah berhak membawa 45 kg barang.

Sementara pihak pengurus haji Arab Saudi untuk Asia Tenggara (Muasassah) dan pihak organdanya (Nakobah) akhirnya mengambil keputusan bahwa pengurus haji Arab Saudi (Maqtab) yang menginisiasi pengadaan truk.

“Memang dalam perjanjian dikatakan bahwa pihak kedua yang bertanggung jawab bila terjadi masalah di lapangan. Tetapi pihak kedua dalam hal ini Indonesia tidak ada masalah karena sesuai kontrak jemaah berhak membawa 45 kg barang dan jumlah itu tidak dilanggar,” demikian Deny.

Bus perusahaan Abu Sarhad yang pada umumnya berkelas ekonomi yang jasanya dipakai oleh organda Saudi untuk memenuhi permintaan angkutan jemaah Indonesia, telah beberapa kali dikomplain, termasuk ketika sejumlah barang terbakar dengan bus sejenis ketika mengangkut jemaah dari Medinah ke Mekkah 8 Oktober 2012 di jalan sekitar 50 km menjelang Mekkah.

Angkutan itu pula yang tidak mengangkut barang jemaah haji Indonesia dari Medinah, khususnya tas jinjing, yang akhirnya beberapa kali diangkut truk yang disediakan pihak pengurus haji Indonesia saat menuju Mekkah.

Bus-bus merk lain seperti Saptco dan Hafil tidak pernah bermasalah ketika mengangkut jemaah haji Indonesia, tetapi khususnya bus Abu Sarhad menurut pengalaman telah beberapa kali dikomplain, namun masih tetap bus jenis relatif kecil itu disodorkan pihak arganda Arab Saudi, kata Deny.

Ia meminta di masa depan ketika menjalin kontrak dengan pihak organda Arab Saudi, pihak berwenang Indonesia mencoret saja bus merk Abu Sarhad, walaupun sebagian busnya juga ada yang baru dan berukuran lebih besar dibanding model yang lama yang berjenis ekonomi AC tersebut, untuk keamanan dan kenyamanan angkutan haji Indonesia.(MCH/Ant)
 

Dibaca : 184 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/665

Jelang Musim Dingin, Jamaah Diimbau Jaga Kesehatan

Penulis :
07 November 2012

Madinah (Sinhat)– Bulan November merupakan masa peralihan dari musim panas ke musim dingin. Jamaah haji Indonesia yang berada di Madinah diimbau untuk menjaga kesehatan karena ada perubahan cuaca yang ekstrim.

“Bulan Desember sudah mulai masuk musim dingin dan bulan November ini adalah masa peralihan. Karena itu kami mengimbau agar jamaah benar-benar menjaga kesehatan selama 9 hari di Madinah,” ungkap Kepala Seksi Kesehatan, dr Tjetjep Ali Akbar di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, Rabu (7/11/2012).

Menurut Tjetjep, pada saat musim dingin suhu di Madinah pada pagi hari cukup dingin di bawah 27 derajat Celcius, namun kering. Suhu dingin terjadi pada dini hari hingga subuh. Sedangkan siang hari cuaca juga cukuppanas/terik. Kelembaban udara cukup rendah.

Selain itu lanjut dia, saat musim pancaroba seperti itu beberapa penyakit yang sering muncul adalah gangguan ISPA, batuk dan pilek. Jamaah diimbau untuk banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi, makan teratur dan memperbanyak mengkonsumsi buah-buahan. “Kalau jamaah mau salat di Nabawi hendaknya memakai pakaian tebal, rangkap untuk menahan dingin,” katanya.

Dia mengimbau agar jamaah haji gelombang kedua yang baru tiba dari Mekkah ke Madinah untuk tidak tergesa-gesa melaksanakan salat Arbain. Jamaah diminta untuk beristirahat terlebih dulu, sebab masa tinggal di Madinah selama 9 hari.

Dia kemudian mencontohkan saat salat di Masjid Nabawi suara orang sakit batuk dan pilek bersahut-sahutan seakan tanpa henti dan terputus. Oleh karena itu bila hendak pergi keluar pemondokan hendaknya menggunakan masker basah dan banyak minum air.

“Bila ada jamaah yang mimisan, untuk mengobatinya cukup dengan mengelap dan menutup saluran hidung yang mimisan dengan tisu basah dan air hangat,” pungkas dia. (MCH/Bagus)

Dibaca : 8 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/666

Jemaah Diimbau Bermasker dan Banyak Minum Air Putih

Penulis :
07 November 2012

Madinah (Sinhat)–Terkait konser “balek” (batuk-pilek) yang marak di masjid-mesjid di Kota Nabi, Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Madinah, mengoptimalkan sosialisasi tips menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.

Demikian dikemukakan Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah dr Tjetjep Ali Akbar, di Madinah, Arab Saudi, kemarin. “Gunakan masker dan perbanyak minum air putih, terutama zamzam yang ada hampir di semua masjid bersejarah di Madinah,” ujarnya.

Tjetjep mengingatkan agar jemaah mengutamakan keehatan dalam menjalankan ibadah. Sebab, seperti pantauan Media Center Haji (MCH) Madinah di lapangan, kesadaran menjaga kondisi tubuh tetap fit, masih kurang. Di antara jemaah, yang menggunakan masker bisa dihitung dengan jari. Bahkan, tak sedikit yang pilek membuang ingus sembarangan.

Menurut dr Tjetjep, batuk dan flu ringan, bisa berbahaya bila penyakit yang menyerang infeksi saluran pernapasan atas tersebut menjadi gangguan pada saluran pernapasan bawah. Sehingga, penderita mengalami sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya, dan harus dirawat secara khusus.

Untuk itu, ia mengingatkan agar jemaah memperkuat daya tahan tubuh dengan cara mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan protein, meminum air hingga tiga liter per hari, dan memakai masker.

Jemaah juga diimbau untuk istirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri datang ke Mesjid Nabawi pada dini hari untuk salat subuh karena waktu salat subuh sekitar pukul 05.00 WAS.

“Jemaah yang melakukan salat arbain jangan memaksakan diri salat subuh datang pada pukul 02.00 WAS dini hari, karena udara sangat dingin,” ucapnya. Memakai masker, tutur dia, sangat diperlukan untuk mencegah penularan batuk dan pilek. (MCH/Yudhiarma)

Dibaca : 4 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/667

Separuh Jemaah Haji Indonesia Tinggalkan Mekkah

Penulis :
07 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Separuh dari 211.000 jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mekkah menuju Madinah, dan kembali Tanah Air lewat Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, hingga Selasa (6/11/2012) pagi waktu Arab Saudi.

“Seluruh periode musim haji 2012 akan berakhir pada 29 November,” kata petugas kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekkah, dr Ramon Andreas di Mekkah, Selasa.

Hingga Selasa pagi, jemaah haji yang meninggal dunia berjumlah 319 orang. “Umumnya, karena kelelahan setelah melewati prosesi di Armina (Arafah, Muzdalifah, dan Mina),” katanya. J

emaah haji yang meninggal, antara lain 118 di Balai Pengobatan Haji Indonesia, 94 di rumah sakit Arab Saudi, 63 di pondokan, 20 di mesjid dan 10 di jalan.

Sesuai dengan catatan sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) sampai dengan Selasa, 101.015 jemaah haji telah meninggalkan Mekkah menuju Jeddah, dan selanjutnya terbang ke Tanah Air. Sebagian jemaah juga meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Jemaah yang termasuk gelombang kedua atau kelompok terbang (kloter)-kloter akhir datang ke Arab Saudi langsung dari Tanah Air, menuju Mekkah setelah mendarat di Bandara King Abdul Azis Jeddah.

Mulai 4 November 2012 mereka melanjutkan perjalanan menuju Madinah dengan tujuan melakukan arba’in atau 40 kali sholat wajib di Masjid Nabawi. Jemaah yang tergolong kloter awal atau gelombang pertama, sesampainya di Bandara King Abdul Azis Jeddah, Arab Saudi, langsung menuju Madinah mengambil arba’in dan selanjutnya ke Mekkah. Bersama dengan jemaah gelombang kedua serta jemaah seluruh dunia, melaksanakan prosesi Armina, berupa rukun haji wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melempar jumrah di Mina, serta tawaf dan sa’i di Masjidil Haram.

Saat ini, setelah sebagian jemaah dari seluruh dunia meninggalkan Mekkah, Masjidil Haram masih tetap dipadati jemaah. Jemaah haji yang belum kembali ke negara mereka, secara maksimal memanfaatkan sisa waktu luang melaksanakan ibadah berupa umrah dan shalat wajib, serta tawaf wada di Masjidil Haram.

Sementara itu para pedagang musiman yang banyak tumbuh di sekitar pondokan haji, baik asal Indonesia, Bangladesh, Qatar, Mesir maupun pedagang kulit hitam, ketika musim haji berlangsung di Mekkah, kini mulai berkurang. Sebagian tidak lagi beraktivitas karena pondokannya telah ditinggalkan jemaah haji.(MCH/ant)

Dibaca : 11 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/668

Jemaah Gelombang Dua Bergeser ke Madinah

Penulis :
06 November 2012

Mekkah(Sinhat)–Sebanyak 2.545 jemaah haji yang tergabung dalan delapan kloter gelombang dua akan bergeser ke Medinah dari Mekkah, Senin, menyusul satu kloter dengan 451 jemaah (kloter 14) embarkasi Medan yang telah mengawali pergerakan jamaah dari Mekkah, Ahad (4/11).
          
“Semua pergerakan jemaah itu masih tetap sesuai dengan rencana awal,” kata Direktur Pelayanan Haji dan Umroh Sri Ilham Lubis, ketika dikonfirmasi, di Mekkah, Senin, terkait rencana jadwal pergeseran jemaah dari Mekkah ke Madinah dan kepulangan jemaah gelombang pertama dari Jedddah ke Tanah Air.
          
Sementara itu jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi telah mencapai 309 orang sampai Senin pagi. Musim haji tahun ini akan berakhir pada 29 November 2012. Pada musim haji tahun lalu jemaah Indonesia yang meninggal di Arab Saudi berjumlah 516 orang.
          
Gelombang pertama haji Indonesia memiliki rute dari Tanah Air menuju Jeddah dengan pesawat Garuda Indonesia dan Saudi Airline. Dari bandara King Abdul Aziz, Jeddah, para jemaah diangkut dengan bus ke Medinah untuk melaksanakan arba’in, yaitu sholat 40 waktu di Masjid Nabawi atau delapan hari sebelum akhirnya bergeser ke Mekkah bersiap-siap melaksanakan prosesi haji.
          
Sementara penerbangan gelombang kedua memiliki rute dari Tanah Air langsung menuju Mekkah dengan bus setelah turun di bandara King Abdul Aziz, Jeddah (sekitar 1 jam perjalanan bus). Selanjutnya jemaah gelombang kedua itu mengikuti ritual haji berupa wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan lempar jumrah di Mina bersama-sama dengan jemaah gelombang pertama serta seluruh jemaah haji dunia.
          
Jemaah gelombang kedua itu kemudian melanjutkan perjalanan dari Mekkah ke Medinah – menggunakan bus sekitar tujuh jam perjalanan – untuk mengambil arba’in yang dimulai Minggu (4/11) untuk masa haji tahun ini. Jemaah yang berangkat ke Medinah hari ini masing-masing kloter 49 embarkasi Solo, kloter 13 embarkasi Palembang, kloter 14 embarkasi Padang, kloter 25 embarkasi Ujungpandang, kloter 50 embarkasi Solo, kloter 5 embarkasi Banjarmasin dan kloter 51 embarkasi Solo.
          
Sedangkan jemaah gelombang pertama yang telah meninggalkan Mekkah menuju Jeddah dengan rute terbang dari bandara King Abdul Azis menuju Tanah Air telah mencapai 115 kloter dengan total 46.862 jemaah haji.
          
Suasana di Masjidil Haram, Mekkah, kini, – walaupun sejumlah jemaah haji telah meninggalkan Mekkah,- masih sangat padat karena para jemaah haji yang akan segera meningagalkan Tanah Suci memanfaatkan secara optimal kesempatan yang tersisa  untuk melaksanakan umroh dan tawaf sunah dan tawaf wada sebelum meninggalkan Mekkah.(MCH/ant)

 

Dibaca : 1204 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/653

Jemaah Haji Gelombang Dua Tiba di Madinah

Penulis :
06 November 2012


Madinah (Sinhat)–Setelah pelaksanaan haji, bagi jemaah haji asal Indonesia gelombang pertama, secara bertahap menuju ke tanah air melalui Bandara Jedah, Arab Saudi. Sedangkan, untuk gelombang kedua, jemaah haji Indonesia melanjutkan perjalanan menuju Madinah, Arab Saudi.

“Alhamdulillah, kloter pertama telah tiba di Madinah, yakni kloter medan MES 14 pada pukul 04.00 pagi WAS (waktu Arab Saudi),” kata Sekretaris Daker Madinah Sofwan Abdul DJani, di Arab Saudi, Senin (5/11).

Untuk hari ini, ada sekira sembilan kloter yang akan tiba di Madinah dari pagi hingga malam nanti. Sembilan kloter itu di antaranya yakni Medan-Mes 14, S0C 49, Palembang-PLM 13, Padang-PDG 14.

Dia menambahkan, para jemaah gelombang kedua ini akan berada di Madinah sekitar delapan atau sembilan hari untuk melaksanakan ibadah arbain adalah rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Setelah itu mereka akan pulang ke tanah air lewat bandara Madinah atau dari Jeddah.

Sedangkan untuk persiapan pemondokan telah selesai dilakukan melalui akad atau perjanjian yang disepakati. “Sesuai akad, pemondokan yang akan digunakan jemaah telah siap digunakan,” terangnya.

Dia mengakatakan, untuk katering juga telah siap melayani jemaah haji. Tambahnya, seluruh chef dari 12 perusahaan telah dipanggil dan diberikan arahan kembali untuk penyusunan menu.

“Hal ini guna menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan makanan basi dan tidak layak dimakan atau tidak khas Indonesia,” imbuhnya.(MCH/Akmal)
 

Dibaca : 218 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/654

Jamaah Haji Indonesia yang Wafat Menjadi 309 Orang

Penulis :
06 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Innalillahi wainna illahi rajiun. Hingga Senin (5/11), jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi sudah mencapai 309 orang.

Sebanyak 254 jamaah haji wafat di Tanah Suci, Makkah. Sisanya, 19 orang wafat di Madinah, 3 orang meninggal di Jeddah, 6 orang wafat di Arafah, 24 orang tutup usia di Mina, 3 orang di perjalanan.

Dari 309 jamaah haji yang wafat, sebanyak 175 di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan perempuan sebanyak 134 orang.

Sebanyak 200 jamaah yang wafat berusia di atas 60 tahun. Sedangkan, yang berusia antara 50 hingga 59 tahun mencapai 82 orang. Sisanyajamaah yang berusia 40-49 tahun sebanyak 25 orang dan yang berusia kurang dari 40 tahun sebanyak dua orang.

Sebagian besar jamaah haji wafat saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), yakni mencapai 116 orang. Sebanyak 59 wafat di Rumah Sakit Arab Saudi, 89 orang wafat di pemondokan, 19 orang di perjalanan, tiga di bandara, 13 di BPHI Sektor, dan 10 jamaah wafat di Masjid.

185 jamaah wafat karena mengalami penyakit sistem pernafasan, yakni terkena serangan jantung. Sedangkan, 88 jamaah meninggal akibat penyakit sistem pernafasan. (Heri Ruslan/MCH)

 

Dibaca : 242 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/655

Ahli Waris Jamaah yang Wafat Dapat Santunan Rp 33 Juta

Penulis :
06 November 2012


Mekkah (Sinhat)– Ahli waris jamaah haji yang wafat selama di Arab Saudi akan mendapatkan dana santunan asuransi dari Pemerintah Indonesia. Seluruh jamaah haji Indonesia telah diasuransikan.

Sekretaris Daerah Kerja Makkah, Muhammad Khanif, mengatakan, ahli waris jamaah haji yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji akan mendapat dana santunan dari asuransi sebesar Rp 33 juta rupiah.

‘‘Sedangkan, untuk ahli waris jamaah haji yang wafat akibat kecelakaan selama di Arab Saudi akan mendapat santunan sebesar Rp 66 juta,’‘ ujar Muhammad Hanif kepada MCH Senin (5/11) malam.

Selain itu, kata dia, jamaah yang mengalami kecelakaan saat berada di Arab Saudi juga akan mendapatkan asuransi sesuai dengan jenis kecelakaan yang dialaminya.

‘‘Pencairan asuransi bisa diurus di Indonesia,’‘ ungkap Khanif. Ahli waris jamaah haji yang wafat, kata dia, akan mendapat surat keterangan kematian (SKK) dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Menurut dia, SKK bisa dibawa oleh ketua kloter atau diserahkan melalui Kementerian Agama. ‘‘Setelah mendapat SKK, ahli waris membuat surat keterangan ahli waris dan bisa mengajukan klaim ke kantor asuransi yang memenangkan tender.’‘

Khanif menjamin proses pengurusan asuransi tak akan sulit, selama persyaratan dipenuhi. ‘‘Jika semua syarat sudah dipenuhi, maka dana santunan akan segera cair,’‘ kata dia. Selam ini, tutur Khanif, tak pernah ada keluhan dari ahli waris yang anggota keluarganya wafat.

Untuk jamaah yang wafat di atas pesawat, kata Khanif, akan mendapat dana santunan dari maskapai yang menerbangkannya. ‘‘Jika wafat saat menumpang pesawat Garuda akan mendapat santunan sebesar Rp 100 juta. Sedangkan, yang menumpang pesawat Saudi Arabia Airlines sebesar 10 ribu dolar AS.’‘ (Heri Ruslan/MCH)

 

Dibaca : 220 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/656

Jemaah Haji Solo Paling Taat Soal Barang Bawaan

Penulis :
06 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Jamaah haji asal embarkasi/ debarkasi Solo paling banyak mendapatkan apresiasi dari petugas Garuda Indonesia. Sebab, mereka paling patuh dalam soal barang bawaan.

Jamaah asal Solo umumnya datang ke Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz dengan hanya membawa satu tas troli dan tas paspor. Mereka pun biasanya bisa melenggang ke pesawat dengan mulus, tanpa harus melalui pemeriksaan yang berbelit-belit.

Rapinya jamaah asal Solo itu diungkapkan sejumlah petugas passenger handling Garuda Indonesia, antara lain Sugiarno. “Kalau Solo bagus banget, rapi. Jakarta juga bagus. Yang agak sulit itu Medan, Banda Aceh, dan Ujungpandang,” katanya di Jeddah, Ahad (4/11).

Terhadap jamaah haji asal Banda Aceh, Medan, dan Ujungpandang, petugas passenger handling Garuda Indonesia harus menggunakan berbagai macam jurus. Mulai membujuk, mengimbau, hingga memerintahkan barang bawaan berlebih dikumpulkan,  sambil mengacung-acungkan kertas berisi surat pernyataan barang bawaan yang ditandatangani setiap jamaah haji.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, setiap jamaah haji memang telah menandatangani surat pernyataan barang bawaan. Mereka menyatakan hanya akan membawa satu koper dengan berat maksimum 32 kilogram, tas troli dengan berat maksimum 7 kilogram, dan tas paspor.

Dalam menghadapi jamaah asal Medan dan Banda Aceh, sejumlah petugas passenger handling bahkan mengaku sempat bersitegang dengan panas. Karena, jamaah haji enggan meninggalkan barang bawaannya dengan alasan oleh-oleh untuk keluarga di kampung.

Saat menangani jamaah asal Aceh, pada Ahad siang, misalnya, Sugiarno dan kawan-kawan mendapat perlawanan serius. “Waktu barang bawannya yang berlebih mau kami kami ambil, kami diajak berantem, ada juga yang meneriaki kami pencuri,” kata petugas berbadan ceking ini. (Rep)
 

Dibaca : 246 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/657

35.635 Jamaah Haji Kembali ke Tanah Air

Penulis :
06 November 2012

Madinah (Sinhat)– Hingga Senin (5/11) siang waktu Arab Saudi, jamaah haji reguler yang telah pulang ke Tanah Air mencapai 35.635 orang atau 18,36% dari total 194.000 jamaah.

Mereka terbagi dalam 88 kelompok terbang (Kloter) dari 13 embarkasi. Empat kloter lain yang terdiri atas 8.919 jamaah kemarin sedang dalam perjalanan dari Mekah ke Jedah untuk menyusul kembali ke Indonesia. “Hingga Kamis malam nanti, total yang pulang bakal mencapai 102 kloter,” jelas Sekretaris Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah, Sofwan Abdul Djani, Senin (5/11).

Dari 88 kloter yang telah pulang tersebut, Embarkasi Bekasi (Jabar) menjadi yang terbesar, yakni 14 kloter dengan 6.281 jamaah. Solo 16 kloter terdiri atas 5.976 jamaah, Surabaya (12/5.370), Pondokgede Jakarta (2.723), Medan (6/2.691), Batam (6/2.683), Makassar (6/2.618), Padang (5/1.868), Aceh (5/1.619), Palembang (4/1.428), Balikpapan  (3/1.080), Lombok (3/974), Banjarmasin (1/324).

Menurut Sofwan, jumlah jamaah haji yang pulang gelombang pertama mencapai 102.000. Sisanya, sebanyak 92.000 dari gelombang kedua, akan bergerak dari Mekah ke Madinah untuk menunaikan ibadah shalat arbain di Masjid Nabawi Madinah.

Jamaah haji gelombang pertama telah menunaikan shalat arbain sebelum melaksanakan ibadah haji. Pemulangan terakhir gelombang kedua dilakukan pada 30 Nopember. Jamaah yang masih sakit dan belum dinyatakan stabil oleh dokter hingga tanggal tersebut, akan dipulangkan menyusul.

Sementara itu, Kamis dini hari tadi kloter pertama jamaah gelombang kedua telah tiba di Madinah setelah menempuh perjalanan darat selama tujuh jam dari Mekah. Mereka berasal dari Medan, terdiri atas 451 jamaah.

“Yang dari Mekah ke Madinah datang mulai (Senin) dini hari tadi, terus bergelombang hingga mencapai 92.000-an jamaah. Setiap jamaah akan berada di Madinah selama sembilan hari untuk menjalankan shalat arbain (40 waktu) di Nabawi,” tambah Sofwan.(MCH/Gunarso)

Dibaca : 82 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/658

PPIH Tegur Hotel Tempatkan Jamaah Di Aula

Penulis :
06 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Saudi Arabia menegur hotel transit Al Mahmal Hotel yang menampung jamaah di aula.

“Kini semua jamaah sudah ditampung di dalam kamar sesuai dengan perjanjian,” kata Kepala PPIH Saudi Syaerozi Dimyathi di Jeddah, Selasa.

Sebelumnya, sejumlah 40 jamaah ditampung dalam sebuah aula di hotel tersebut. PPIH melayangkan surat teguran karena praktik seperti itu tidak sesuai dengan perjanjian.

Ketika menjawab pertanyaan tentang nasi basi pada katering jamaah di salah satu hotel transit, Syaerozi mengatakan dirinya sudah mendapat laporan. “Penyebabnya, penanganan katering yang keliru karena nasi masih panas ditutup (diungkep) sehingga jadi lembek dan berbau,” kata Kepala Teknis Urusan Haji itu.

Nasi itu tidak sempat dimakan jamaah karena sudah terdeteksi lebih dahulu sehingga diganti dengan nasi baru. PPIH menyediakan enam hotel transit di Jeddah, yakni Norcom Hotel, Madinah Palace, Al Mahmal Hotel, Majlis Al Khalij Hotel, Rotana Hotel dan Muchtarah Quraisy serta tiga hotel untuk cadangan, yakni Al Baitat Hotel, Salim Regency dan Jeddah Hotel.

Hotel cadangan tersebut dikontrak oleh penerbangan. Artinya, jika maskapai penerbangan terlambat take off dalam masa waktu tertentu maka wajib menyediakan makan dan penginapan bagi jamaah. Hingga saat saat ini ketiga hotel cadangan tersebut sudah dipakai untuk transit jamaah selama di Jeddah.

Waktu sehari semalam itu dipergunakan petugas untuk pengurusan administrasi penerbangan seperti pemeriksaan kembali paspor dan tiket pesawat sementara jamaah bisa menggunakan waktu luang untuk city tour, seperti ke Masjid Terapung di pantai Laut Merah, “sepeda Nabi Adam”, Makam Siti Hawa atau berbelanja di kompleks petokoan Chornice (Balad).(MCH/Erafzon)

Dibaca : 27 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/659

Ketua PPIH Syaerozi: Hasil Evaluasi, Pelayanan Haji lebih Baik

Penulis :
06 November 2012

Jeddah (Sinhat)– Ketua PPIH Arab Saudi Syaerozi Dimyathi mengatakan, bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012 pasca Armina hingga memulangan jamaah haji ke tanah air berjalan baik sesuai harapan. “Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada masalah,” ujarnya kepada MCH Jeddah di Kantor TUH Jeddah, Selasa, (6/11).

Dikatakannya, bahwa evaluasi penyelenggaraaan ibadah haji dilakukan oleh Amirul haj bersama anggota Amirul Haj dari awal kedatangan jamaah hingga pasca Armina. “Dari hasil evaluasi tersebut menghasilkan keputusan sementara bahwa penyelenggaraaan ibadah haji tahun 2012 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” ujar Syaerozi.

Kendati secara umum penyelenggaraaan dan pelayanan ibadah hajii 2012 mengalami peningkatan, kata Syaerozi, masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi menjadi lebih baik pada penyelenggaraan haji tahun mendatang.“Catatan yang utama adalah masalah transportasi,” ujarnya.

Mengapa masalah transportasi menjadi catatan penting, lanjut Syaerozi Dimyathi, karena pada awal musim haji, sudah ada transportasi saat membawa jamaah mengalami kecelakaan, sudah banyak merugikan pihak jamaah haji.

Sehingga evaluasinya, kedepan transportasi harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan kepada jamaah haji. “Jangan sampai tahun depan ada lagi bus yang terbakar, mogok dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Bahkan kata Syaerozi, pasca terbakarnya bus yang membawa jamaah haji Indonesia, pihaknya sudah melakukan protes dan kecaman terhadap muasasah penyelenggara transportasi (nakabah sayarah) untuk memperbaiki pelayanan kepada jamaah haji Indonesia. “Mereka juga berjanji memperbaiki pelayanan transportasi di saat jamaah haji berangkat pulang,” ungkapnya.

Syaerozi berharap, penyelenggaraan dan pelayanan haji tahun 2012 hingga akhir benar-benar ada peningkatan, lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sehingga tidak mengurangi semangat calon jamaah haji untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci.

Sementara itu, tim pengawas haji bentukan DPR RI menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012 belum baik, tidak ada peningkatan. Pasalnya masih ditemukan hal-hal yang merugikan jamaah haji. “Seperti, terbakarnya bus transportasi, makanan kurang dan berjubelnya jamaah di pemondokan,” ujar Yunus Raihan Anggota Komisi VIII dari fraksi Demokrat.(MCH/Huda S)

Dibaca : 20 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/660

Keterlambatan Penerbangan Terkait Otoritas Saudi

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Senior Manager Hajj Policy and Planning Garuda Indonesia, Sofyan Anwar, mengatakan pihaknya sudah berupaya menekan berbagai hambatan penerbangan. Namun, persoalan keterlambatan penerbangan itu terkait dengan otoritas setempat.

Berbagai upaya Garuda adalah dengan membuat pesawat-pesawat yang mengangkut jamaah haji, tiba tepat waktu di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. “Semua pesawat datang ke sini tepat waktu,” katanya di Posko Haji Garuda, Hotel Elaf, Jeddah, beberapa waktu lalu.

Otoritas setempat yang seringkali menjadi penyebab keterlambatan penerbangan adalah di bagian imigrasi, pengisian bahan bakar pesawat (refueling), petugas yang mengoperasikan bus untuk mengantarkan penumpang dari ruang tunggu ke pesawat, sepenuhnya adalah tenaga setempat. “Jadi, ini sudah di luar kemampuan kita,” katanya.

Persoalan imigrasi, misalnya, dari empat gate yang ada di Terminal Barat, hanya dua yang dibuka, yaitu gate 23 dan 25. Sedangkan, gate 22 dan 24 tidak dibuka. Padahal, pada 1 November itu, selain jamaah haji Indonesia, ada pula jamaah haji India yang menggunakan Terminal Barat. “Kita sudah minta supaya gate dibuka, tapi petugas ground landing ternyata masih libur. Kalau dibuka empat gate, akan sangat membantu,” kata Sofyan.

Selain itu, pemeriksaan dokumen imigrasi antara penumpang dan kru pesawat, juga berbeda. Dokumen keimigrasian jamaah haji diperiksa di Terminal Barat, dan biasanya berlangsung cepat. Sementara, pemeriksaan dokumen kru pesawat, dilakukan di Terminal Utara, yang biasanya memakan waktu berjam-jam. “Kalau sudah seperti itu, kita tidak bisa apa-apa,” kata Sofyan.

Bus yang akan mengantar jamaah dari ruang tunggu ke pesawat, juga rata-rata harus ditunggu selama satu jam. Itu belum lagi pemeriksaan macam-macam dari berbagai pos di sana. Antara lain pemeriksaan bus jamaah haji, pemeriksaan kontainer koper jamaah haji, dan lain-lain.

Sebelumnya, Vice President Haji Garuda Indonesia, Hady Syahrean, mengatakan pihak Garuda tak ingin muluk-muluk mematok ketepatan waktu penerbangan atau OTP (on time performance). Tahun ini, pihaknya hanya menargetkan 65 persen, turun dari tahun lalu yang 68 persen. Sebabnya, kata dia, banyak faktor di luar kontrol Garuda yang sangat memengaruhi ketepatan penerbangan.(Rep)

 

Dibaca : 1179 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/645

Keterlambatan Penerbangan Terkait Otoritas Saudi

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Senior Manager Hajj Policy and Planning Garuda Indonesia, Sofyan Anwar, mengatakan pihaknya sudah berupaya menekan berbagai hambatan penerbangan. Namun, persoalan keterlambatan penerbangan itu terkait dengan otoritas setempat.

Berbagai upaya Garuda adalah dengan membuat pesawat-pesawat yang mengangkut jamaah haji, tiba tepat waktu di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. “Semua pesawat datang ke sini tepat waktu,” katanya di Posko Haji Garuda, Hotel Elaf, Jeddah, beberapa waktu lalu.

Otoritas setempat yang seringkali menjadi penyebab keterlambatan penerbangan adalah di bagian imigrasi, pengisian bahan bakar pesawat (refueling), petugas yang mengoperasikan bus untuk mengantarkan penumpang dari ruang tunggu ke pesawat, sepenuhnya adalah tenaga setempat. “Jadi, ini sudah di luar kemampuan kita,” katanya.

Persoalan imigrasi, misalnya, dari empat gate yang ada di Terminal Barat, hanya dua yang dibuka, yaitu gate 23 dan 25. Sedangkan, gate 22 dan 24 tidak dibuka. Padahal, pada 1 November itu, selain jamaah haji Indonesia, ada pula jamaah haji India yang menggunakan Terminal Barat. “Kita sudah minta supaya gate dibuka, tapi petugas ground landing ternyata masih libur. Kalau dibuka empat gate, akan sangat membantu,” kata Sofyan.

Selain itu, pemeriksaan dokumen imigrasi antara penumpang dan kru pesawat, juga berbeda. Dokumen keimigrasian jamaah haji diperiksa di Terminal Barat, dan biasanya berlangsung cepat. Sementara, pemeriksaan dokumen kru pesawat, dilakukan di Terminal Utara, yang biasanya memakan waktu berjam-jam. “Kalau sudah seperti itu, kita tidak bisa apa-apa,” kata Sofyan.

Bus yang akan mengantar jamaah dari ruang tunggu ke pesawat, juga rata-rata harus ditunggu selama satu jam. Itu belum lagi pemeriksaan macam-macam dari berbagai pos di sana. Antara lain pemeriksaan bus jamaah haji, pemeriksaan kontainer koper jamaah haji, dan lain-lain.

Sebelumnya, Vice President Haji Garuda Indonesia, Hady Syahrean, mengatakan pihak Garuda tak ingin muluk-muluk mematok ketepatan waktu penerbangan atau OTP (on time performance). Tahun ini, pihaknya hanya menargetkan 65 persen, turun dari tahun lalu yang 68 persen. Sebabnya, kata dia, banyak faktor di luar kontrol Garuda yang sangat memengaruhi ketepatan penerbangan.(Rep)

 

Dibaca : 1179 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/645

Jemaah Haji Terpuaskan dengan Fasilitas Hotel Transit

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Jamaah yang tinggal di hotel transit, Norcom Hotel, di Jeddah merasa puas dengan fasilitas yang tersedia.

“Alhamdulillah, kamarnya bagus dan makannya enak,” kata Sadiman (53) asal Banyumas, Jateng, di Jeddah, Minggu dini hari.

Jamaah dari kelompok terbang SOC-15 embarkasi Solo itu tiba di hotel tersebut sekitar pukul 08:00 waktu Saudi.

Pada Sabtu (3/11) siang dia bersama rombongannya ke mesjid terapung di pinggir laut merah. Mesjid terapung, pemakaman Siti Hawa, “Sepeda Nabi Adam” dan Pasar Balad adalah tujuan jamaah selama transit di Jeddah.

Di sisi lain, Sadiman dan teman-temannya mengeluhkan penginapan selama di Makkah. “Kami sarankan agar apartemen di Misfalah 813 jangan dipakai lagi tahun depan,” kata Sadiman lalu dibenarkan oleh lima temannya.

“Listriknya mati hingga empat kali dan air juga sering habis atau tidak ngucur,” ucap teman-teman Sadiman bersahut-sahutan.

“Kita kan sudah bayar, masak fasilitas seperti itu,” ucap teman lainnya.

Sadiman mengatakan lokasi apartemen berdekatan dengan tempat sampah sehingga bau menyengat dan lalat sampai masuk ke kamar.

Sadiman dan teman-temannya akan kembali ke tanah air pada Minggu pagi.

Andar Iskandar yang juga tinggal di Norcom Hotel bersama isterinya, Mimi, juga memuji fasilitas di hotel tersebut. “Bagus. Kalau makan relatif, tergantung selera,” kata anggota kelompok terbang JKS-13 Jakarta asal Ciamis Jawa Barat itu.

Dia juga mengapresiasi penginapan di Makkah. “Saya tinggal di Jarwal. Tempatnya bagus,” kata Andar yang disertai anggukan isterinya.

Secara keseluruhan, Sadiman dan teman-teman, juga Andar dan isteri menilai pelayanan yang mereka terima selama berhaji sangat baik.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Saudi menyediakan enam hotel transit di Jeddah, yakni Norcom Hotel, Madinah Palace, Al Mahmal Hotel, Majlis Al Khalij Hotel, Rotana Hotel dan Muchtarah Quraisy serta tiga cadangan, yakni Al Baitat Hotel, Salim Regency dan Jeddah Hotel. (MCH/ant)
 

Dibaca : 283 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/646

Jemaah Haji Terpuaskan dengan Fasilitas Hotel Transit

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Jamaah yang tinggal di hotel transit, Norcom Hotel, di Jeddah merasa puas dengan fasilitas yang tersedia.

“Alhamdulillah, kamarnya bagus dan makannya enak,” kata Sadiman (53) asal Banyumas, Jateng, di Jeddah, Minggu dini hari.

Jamaah dari kelompok terbang SOC-15 embarkasi Solo itu tiba di hotel tersebut sekitar pukul 08:00 waktu Saudi.

Pada Sabtu (3/11) siang dia bersama rombongannya ke mesjid terapung di pinggir laut merah. Mesjid terapung, pemakaman Siti Hawa, “Sepeda Nabi Adam” dan Pasar Balad adalah tujuan jamaah selama transit di Jeddah.

Di sisi lain, Sadiman dan teman-temannya mengeluhkan penginapan selama di Makkah. “Kami sarankan agar apartemen di Misfalah 813 jangan dipakai lagi tahun depan,” kata Sadiman lalu dibenarkan oleh lima temannya.

“Listriknya mati hingga empat kali dan air juga sering habis atau tidak ngucur,” ucap teman-teman Sadiman bersahut-sahutan.

“Kita kan sudah bayar, masak fasilitas seperti itu,” ucap teman lainnya.

Sadiman mengatakan lokasi apartemen berdekatan dengan tempat sampah sehingga bau menyengat dan lalat sampai masuk ke kamar.

Sadiman dan teman-temannya akan kembali ke tanah air pada Minggu pagi.

Andar Iskandar yang juga tinggal di Norcom Hotel bersama isterinya, Mimi, juga memuji fasilitas di hotel tersebut. “Bagus. Kalau makan relatif, tergantung selera,” kata anggota kelompok terbang JKS-13 Jakarta asal Ciamis Jawa Barat itu.

Dia juga mengapresiasi penginapan di Makkah. “Saya tinggal di Jarwal. Tempatnya bagus,” kata Andar yang disertai anggukan isterinya.

Secara keseluruhan, Sadiman dan teman-teman, juga Andar dan isteri menilai pelayanan yang mereka terima selama berhaji sangat baik.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Saudi menyediakan enam hotel transit di Jeddah, yakni Norcom Hotel, Madinah Palace, Al Mahmal Hotel, Majlis Al Khalij Hotel, Rotana Hotel dan Muchtarah Quraisy serta tiga cadangan, yakni Al Baitat Hotel, Salim Regency dan Jeddah Hotel. (MCH/ant)
 

Dibaca : 283 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/646

MUI NTB: Secara Umum Penyelenggaraan Haji 1433H Sukses

Penulis :
05 November 2012

Mataram(Sinhat)–Secara umum penyelenggaraan haji 1433 H/2012 M berlangsung  lebih baik dan sukses, tetapi jika dibicarakan tentang kekurangan, tentu ada saja titik lemahnya mengingat penyelenggaraan ibadah itu melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai instansi dan berlangsung secara kolosal.
           
Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prof. H. Saiful Muslim dalam  percakapan di kediamannya, Ahad, terkait mendekati berakhirnya penyelenggaraan haji tahun ini. Secara umum hal itu, menurut dia, harus diakui karena jemaah haji di tanah suci dapat menunaikan wukuf secara baik.
          
Tetapi jika disinggung kekurangannya. Tentu saja ada, karena penyelenggaraan haji ini melibatkan banyak instansi lain yang sepenuhnya di luar kewenangan Kementerian Agama, seperti kesehatan, imigrasi dan Kementerian Luar Negeri. Namun menyangkut pelayanan muasasah dan petugas penyelenggara haji Indonesia, Kementerian  Agama telah menunaikan kewajiban dengan baik, katanya.
          
Jika dibanding penyelenggaraan haji beberapa tahun silam,ada peristiwa terowongan Mina, kekurangan makanan atau pelayanan katering tak memuaskan hingga pada peristiwa pemondokan terlalu jauh.Jika pada musim haji tahun ini ada pemondokan terlalu jauh, pihak
Kementerian Agama telah menginformasikan kepada publik secara luas dengan memberikan penjelasan bahwa hal itu terjadi lantaran banyaknyabangunan yang digusur sebagai akibat perluasan masjidil Haram.
          
Untuk itu, ke depan, Kementerian Agama harus bekerja lebih ekstra keras lagi. Hal itu jangan sampai dikesankan tidak melakukan apa-apa terhadap kasus-kasus yang terus berulang, mengingat ibadah haji bagi warga NTB termasuk pula di berbagai daerah lainnya
menempati posisi terhormat.
        
Status haji, menurut Kabid Haji NTB,  Maad Umar dapat menempatkan diri sesorang kedudukan terhormat di tengah masyarakat.
Ada satu desa di provinsi ini, seorang yang telah menunaikan ibadah haji diberikan tempat di atas tatkala berlangsung suatu acara hari
besar Islam.  Zaman kolonial, hanya seorang hajilah yang dibenarkan menggunakan kopiah warna putih.
         
Menunaikan ibadah haji adalah hak sebagai pengabdian ibadah kepada Allah. Karena itu bagi masyarakat NTB dinilai sangat penting.
Daftar tunggu haji di NTB hingga kini mencapai 11 tahun. Warga di sini sangat mendambakan pergi haji. Pengorhmatan kepada yang menunaikan ibadah haji pun sangat tinggi.
         
Jadi, kata Maad Umar, tak heran Bandara Internasional Lombok sekarang ini terus dipenuhi oleh penjemput jemaah haji, seperti yang terjadi pada Ahad dini hari,  325 jemaah haji asal Lombok Timur yang baru kembali ke daerahnya.(Edy Supriatna)
 

Dibaca : 214 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/647

MUI NTB: Secara Umum Penyelenggaraan Haji 1433H Sukses

Penulis :
05 November 2012

Mataram(Sinhat)–Secara umum penyelenggaraan haji 1433 H/2012 M berlangsung  lebih baik dan sukses, tetapi jika dibicarakan tentang kekurangan, tentu ada saja titik lemahnya mengingat penyelenggaraan ibadah itu melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai instansi dan berlangsung secara kolosal.
           
Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Prof. H. Saiful Muslim dalam  percakapan di kediamannya, Ahad, terkait mendekati berakhirnya penyelenggaraan haji tahun ini. Secara umum hal itu, menurut dia, harus diakui karena jemaah haji di tanah suci dapat menunaikan wukuf secara baik.
          
Tetapi jika disinggung kekurangannya. Tentu saja ada, karena penyelenggaraan haji ini melibatkan banyak instansi lain yang sepenuhnya di luar kewenangan Kementerian Agama, seperti kesehatan, imigrasi dan Kementerian Luar Negeri. Namun menyangkut pelayanan muasasah dan petugas penyelenggara haji Indonesia, Kementerian  Agama telah menunaikan kewajiban dengan baik, katanya.
          
Jika dibanding penyelenggaraan haji beberapa tahun silam,ada peristiwa terowongan Mina, kekurangan makanan atau pelayanan katering tak memuaskan hingga pada peristiwa pemondokan terlalu jauh.Jika pada musim haji tahun ini ada pemondokan terlalu jauh, pihak
Kementerian Agama telah menginformasikan kepada publik secara luas dengan memberikan penjelasan bahwa hal itu terjadi lantaran banyaknyabangunan yang digusur sebagai akibat perluasan masjidil Haram.
          
Untuk itu, ke depan, Kementerian Agama harus bekerja lebih ekstra keras lagi. Hal itu jangan sampai dikesankan tidak melakukan apa-apa terhadap kasus-kasus yang terus berulang, mengingat ibadah haji bagi warga NTB termasuk pula di berbagai daerah lainnya
menempati posisi terhormat.
        
Status haji, menurut Kabid Haji NTB,  Maad Umar dapat menempatkan diri sesorang kedudukan terhormat di tengah masyarakat.
Ada satu desa di provinsi ini, seorang yang telah menunaikan ibadah haji diberikan tempat di atas tatkala berlangsung suatu acara hari
besar Islam.  Zaman kolonial, hanya seorang hajilah yang dibenarkan menggunakan kopiah warna putih.
         
Menunaikan ibadah haji adalah hak sebagai pengabdian ibadah kepada Allah. Karena itu bagi masyarakat NTB dinilai sangat penting.
Daftar tunggu haji di NTB hingga kini mencapai 11 tahun. Warga di sini sangat mendambakan pergi haji. Pengorhmatan kepada yang menunaikan ibadah haji pun sangat tinggi.
         
Jadi, kata Maad Umar, tak heran Bandara Internasional Lombok sekarang ini terus dipenuhi oleh penjemput jemaah haji, seperti yang terjadi pada Ahad dini hari,  325 jemaah haji asal Lombok Timur yang baru kembali ke daerahnya.(Edy Supriatna)
 

Dibaca : 215 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/647

Jemaah Haji Aceh Kloter 4 Tiba di Bandara Iskandar Muda

Penulis :
05 November 2012

Banda Aceh (Sinhat)–Jemaah haji kelompok terbang (kloter) IV Debarkasi  Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) tiba di  Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh, Sabtu malam, pk. 23:45 WIB.
       
Jemaah haji Kloter IV NAD ini  berasal dari tiga kabupaten, Pidie Jaya, Banda Aceh dan Aceh Besar yang jumlahnya 325 orang, termasuk petugas kloter.
      
Kedatangan mereka ini disambut Bupati Pidie Jaya M Gade Salam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NAD Ibnu Sa’dan, Kabid Haji, Zakat dan Wakaf  Kanwil Kemenag NAD  Daud Pakeh.
       
Kedatangan jemaah haji kloter IV  ini terlambat satu jam dari jadwal semula, pk. 22:30 WIB. Dalam rombongan ini, terdapat tiga jemaah setelah turun dari pesawat langsung dibawa mobil ambulance untuk mendapat pelayanan kesehatan secepatnya.
      
Dua orang di antaranya,dirawat klinik Debarkasi NAD, HJ Basyariah, Hj Nur Zakiah dan H M Yunus  dan satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Zaenal Abidin atas nama, HJ Hadijah,60, karena menurut tim medis terjadinya  penurunan kesadaran.
      
Dalam hal pelayanan ibadah haji, Daud Pakeh mengatakan setelah prosesi pemulangan jemaah haji selesai kita akan mengadakan evaluasi dari mulai pemberangkatan sampai pemulangan.
      
“Nanti masing-masing bidang akan memberikan pandangan apa saja tentang pelayanan  yang perlu diperbaiki di musim haji yang akan datang,” tutur Daud.
      
Sedangkan Ibnu Sa’dan menjelaskan pihaknya berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, baik saat pemberangkatan dan pemulangan, alhamdulillah sampai sekarang kita tidak mendapat keluhan dari keluarga jemaah, maupun jemaah itu sendiri.(johara)
 

Dibaca : 116 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/648

Jemaah Haji Aceh Kloter 4 Tiba di Bandara Iskandar Muda

Penulis :
05 November 2012

Banda Aceh (Sinhat)–Jemaah haji kelompok terbang (kloter) IV Debarkasi  Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) tiba di  Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh, Sabtu malam, pk. 23:45 WIB.
       
Jemaah haji Kloter IV NAD ini  berasal dari tiga kabupaten, Pidie Jaya, Banda Aceh dan Aceh Besar yang jumlahnya 325 orang, termasuk petugas kloter.
      
Kedatangan mereka ini disambut Bupati Pidie Jaya M Gade Salam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NAD Ibnu Sa’dan, Kabid Haji, Zakat dan Wakaf  Kanwil Kemenag NAD  Daud Pakeh.
       
Kedatangan jemaah haji kloter IV  ini terlambat satu jam dari jadwal semula, pk. 22:30 WIB. Dalam rombongan ini, terdapat tiga jemaah setelah turun dari pesawat langsung dibawa mobil ambulance untuk mendapat pelayanan kesehatan secepatnya.
      
Dua orang di antaranya,dirawat klinik Debarkasi NAD, HJ Basyariah, Hj Nur Zakiah dan H M Yunus  dan satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Zaenal Abidin atas nama, HJ Hadijah,60, karena menurut tim medis terjadinya  penurunan kesadaran.
      
Dalam hal pelayanan ibadah haji, Daud Pakeh mengatakan setelah prosesi pemulangan jemaah haji selesai kita akan mengadakan evaluasi dari mulai pemberangkatan sampai pemulangan.
      
“Nanti masing-masing bidang akan memberikan pandangan apa saja tentang pelayanan  yang perlu diperbaiki di musim haji yang akan datang,” tutur Daud.
      
Sedangkan Ibnu Sa’dan menjelaskan pihaknya berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, baik saat pemberangkatan dan pemulangan, alhamdulillah sampai sekarang kita tidak mendapat keluhan dari keluarga jemaah, maupun jemaah itu sendiri.(johara)
 

Dibaca : 117 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/648

Garuda Sediakan 130 Ribu Galon Air Zam-zam

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Garuda Indonesia mengirimkan air zamzam lebih banyak dibanding jumlah jamaah haji yang pulang. Menurut Koordinator Baggage Handling Garuda Indonesia, Yudi Dewanto, jika air zamzam dibuat pas sesuai jumlah jamaah, dikhawatirkan ada jamaah yang tidak mendapatkan air zamzam.

“Karena bisa jadi, saat tiba di Indonesia, ada air zamzam yang bocor atau hilang. Jadi memang sengaja dikirim berlebih dari sini,” kata Yudi Dewanto di Madinatul Hujjaj (Asrama Haji Indonesia) di kawasan Sarafiya, Jeddah, beberapa waktu lalu.

Kelebihan galon air zamzam tersebut, dikirimkan pada setiap penerbangan. Misalnya, untuk penerbangan ke Jakarta, pesawat dinaiki 448 penumpang. Tapi, jumlah jeriken air zamzam yang dikirimkan bersama pesawat itu berjumlah 456. Atau, penerbangan ke Solo, jumlah penumpangnya 373 orang, tapi zamzam yang dikirimkan berjumlah 376.

Air zamzam ini, kata Yudi, sebenarnya gratis. Meski demikian, karena perlu di-packing lagi, ada sedikit biaya yang dikeluarkan. Air zamzam itu dikemas dalam kardus. Setiap kardus berisi dua galon. Bagi jamaah yang berangkat sendirian, harus membuka kardusnya di Tanah Air. “Tapi bagi jamaah suami-istri, tinggal mengambil satu kemasan kardus,” katanya.

Sebelumnya, Vice President Haji Garuda, Hady Syahrean, mengatakan Garuda menyediakan 130 ribu galon air zamzam sebagai hadiah bagi jamaah haji yang naik maskapai tersebut. Setiap galonnya berisi lima liter. Jumlah total galon air zamzam yang disediakan ini jauh lebih banyak dibanding jumlah jamaah haji yang naik Garuda, yaitu 112.473 orang.

Sementara itu, Senior Manager Hajj Policy and Planning Garuda Indonesia, Sofyan Anwar, mengatakan Garuda tidak mungkin menambah air zamzam setiap jamaah dari lima liter menjadi 10 liter, karena spesifikasi pesawatnya sudah berubah. “Sebagian besar pesawat yang digunakan telah mengalami perubahan seat configuration,” katanya di Posko Garuda di Hotel Elaf, Jeddah, kemarin.

Sebagai contoh, kata dia, untuk pesawat Air Bus 330-200 reguler, jumlah tempat duduknya hanya 255, yang terdiri atas 42 tempat duduk kelas bisnis dan 213 tempat duduk kelas ekonomi. Tapi, untuk penerbangan haji, tempat duduknya bertambah secara signifikan. Karena itu, jika pesawat-pesawat Air Bus itu harus menambah air zamzam masing-masing lima liter, maka ada tambahan beban untuk setiap pesawat seberat 1,5 ton. Beban ini cukup signifikan. Selain lebih banyak memerlukan bahan bakar untuk membawanya, juga membahayakan keselamatan penerbangan. (Rep)

Dibaca : 9 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/649

Garuda Sediakan 130 Ribu Galon Air Zam-zam

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Garuda Indonesia mengirimkan air zamzam lebih banyak dibanding jumlah jamaah haji yang pulang. Menurut Koordinator Baggage Handling Garuda Indonesia, Yudi Dewanto, jika air zamzam dibuat pas sesuai jumlah jamaah, dikhawatirkan ada jamaah yang tidak mendapatkan air zamzam.

“Karena bisa jadi, saat tiba di Indonesia, ada air zamzam yang bocor atau hilang. Jadi memang sengaja dikirim berlebih dari sini,” kata Yudi Dewanto di Madinatul Hujjaj (Asrama Haji Indonesia) di kawasan Sarafiya, Jeddah, beberapa waktu lalu.

Kelebihan galon air zamzam tersebut, dikirimkan pada setiap penerbangan. Misalnya, untuk penerbangan ke Jakarta, pesawat dinaiki 448 penumpang. Tapi, jumlah jeriken air zamzam yang dikirimkan bersama pesawat itu berjumlah 456. Atau, penerbangan ke Solo, jumlah penumpangnya 373 orang, tapi zamzam yang dikirimkan berjumlah 376.

Air zamzam ini, kata Yudi, sebenarnya gratis. Meski demikian, karena perlu di-packing lagi, ada sedikit biaya yang dikeluarkan. Air zamzam itu dikemas dalam kardus. Setiap kardus berisi dua galon. Bagi jamaah yang berangkat sendirian, harus membuka kardusnya di Tanah Air. “Tapi bagi jamaah suami-istri, tinggal mengambil satu kemasan kardus,” katanya.

Sebelumnya, Vice President Haji Garuda, Hady Syahrean, mengatakan Garuda menyediakan 130 ribu galon air zamzam sebagai hadiah bagi jamaah haji yang naik maskapai tersebut. Setiap galonnya berisi lima liter. Jumlah total galon air zamzam yang disediakan ini jauh lebih banyak dibanding jumlah jamaah haji yang naik Garuda, yaitu 112.473 orang.

Sementara itu, Senior Manager Hajj Policy and Planning Garuda Indonesia, Sofyan Anwar, mengatakan Garuda tidak mungkin menambah air zamzam setiap jamaah dari lima liter menjadi 10 liter, karena spesifikasi pesawatnya sudah berubah. “Sebagian besar pesawat yang digunakan telah mengalami perubahan seat configuration,” katanya di Posko Garuda di Hotel Elaf, Jeddah, kemarin.

Sebagai contoh, kata dia, untuk pesawat Air Bus 330-200 reguler, jumlah tempat duduknya hanya 255, yang terdiri atas 42 tempat duduk kelas bisnis dan 213 tempat duduk kelas ekonomi. Tapi, untuk penerbangan haji, tempat duduknya bertambah secara signifikan. Karena itu, jika pesawat-pesawat Air Bus itu harus menambah air zamzam masing-masing lima liter, maka ada tambahan beban untuk setiap pesawat seberat 1,5 ton. Beban ini cukup signifikan. Selain lebih banyak memerlukan bahan bakar untuk membawanya, juga membahayakan keselamatan penerbangan. (Rep)

Dibaca : 10 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/649

Sehari, Kelebihan Barang Bawaan Jemaah, Capai Satu Truk

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat) — Hasil sweeping kelebiihan barang bawaan jemaah haji mencapai satu truk setiap hari. Barang-barang tersebut, menurut Wakil Sektor II Daerah Kerja Jeddah, Moh Taslim, setiap hari diangkut dari Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz.

“Barang-barang tersebut di antar ke gudang milik Mazru’ah, lembaga kerja sama Kementerian Agama dengan pihak Saudi. Petugasnya setiap hari datang ke sini membawa truk,” kata Moh Taslim di Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz, Senin (5/11).

Barang-barang hasil sitaan tersebut, kata Taslim, diangkut setiap hari dengan alasan kebersihan. “Otoritas bandara di sini sangat menekankan betul masalah kebersihan, sehingga barang-barang tersebut harus diambil setiap hari,” katanya.

Menurut Taslim, pada hari Rabu dan Kamis lalu, yang merupakan hari pertama dan kedua keberangkatan jamaah haji, barang-barang hasil sitaan sempat menggunung. Pada Jumat dan Sabtu, sempat terjadi pengurangan. “Tapi, hari Minggu dan Senin diperkrakan banyak lagi,” katanya.

Sweeping barang bawaan jamaah masih berlangsung di Terminal Barat dilakukan petugas pack handling Garuda Indonesia. Berdasarkan kontrak antara Kementerian Agama dengan dua maskapai yang mengangkut jamaah haji (Garuda Indonesia dan Saudi Airlines), setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa satu koper dengan berat maksimal 32 kilogram, tas troli dengan berat maksimal 7 kilogram, dan satu tas paspor. Setiap jamaah haji pun sudah menandatangani surat pernyataan barang bawaan ini, sebelum menunaikan ibadah haji. Namun banyak jamaah bandel. Tak urung banyak barang yang harus ditinggal di bandara.(Rep)

Dibaca : 26 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/650

Sehari, Kelebihan Barang Bawaan Jemaah, Capai Satu Truk

Penulis :
05 November 2012

Jeddah (Sinhat) — Hasil sweeping kelebiihan barang bawaan jemaah haji mencapai satu truk setiap hari. Barang-barang tersebut, menurut Wakil Sektor II Daerah Kerja Jeddah, Moh Taslim, setiap hari diangkut dari Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz.

“Barang-barang tersebut di antar ke gudang milik Mazru’ah, lembaga kerja sama Kementerian Agama dengan pihak Saudi. Petugasnya setiap hari datang ke sini membawa truk,” kata Moh Taslim di Terminal Barat Bandara King Abdul Aziz, Senin (5/11).

Barang-barang hasil sitaan tersebut, kata Taslim, diangkut setiap hari dengan alasan kebersihan. “Otoritas bandara di sini sangat menekankan betul masalah kebersihan, sehingga barang-barang tersebut harus diambil setiap hari,” katanya.

Menurut Taslim, pada hari Rabu dan Kamis lalu, yang merupakan hari pertama dan kedua keberangkatan jamaah haji, barang-barang hasil sitaan sempat menggunung. Pada Jumat dan Sabtu, sempat terjadi pengurangan. “Tapi, hari Minggu dan Senin diperkrakan banyak lagi,” katanya.

Sweeping barang bawaan jamaah masih berlangsung di Terminal Barat dilakukan petugas pack handling Garuda Indonesia. Berdasarkan kontrak antara Kementerian Agama dengan dua maskapai yang mengangkut jamaah haji (Garuda Indonesia dan Saudi Airlines), setiap jamaah hanya diperbolehkan membawa satu koper dengan berat maksimal 32 kilogram, tas troli dengan berat maksimal 7 kilogram, dan satu tas paspor. Setiap jamaah haji pun sudah menandatangani surat pernyataan barang bawaan ini, sebelum menunaikan ibadah haji. Namun banyak jamaah bandel. Tak urung banyak barang yang harus ditinggal di bandara.(Rep)

Dibaca : 27 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/650

Kabid Haji NAD Kurangi Tidur Demi Melayani Jemaah Haji

Penulis :
05 November 2012

Banda Aceh (Sinhat)– Kepala Bidang Urusan Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) Daud Pakeh dalam masa pemulangan jemaah haji ini harus mengurangi tidurnya, karena sebagian besar jadwal pemulangan haji NAD pada malam hari.

“Ini biasa tugas kewajiban menjemput dan mengatur jemaah haji NAD saat mereka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, NAD,” kata Daud Pakeh, Minggu dinihari usai menjemput jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 4 Jemaah Haji, NAD.

Dilihat dari jadwal seluruh kedatangan jemaah haji NAD umum mereka datang pada malam hari di atas pk. 23:00, bahkan kloter 5 jemaah haji NAD datang tiba di bandara Senin dinihari, pk. 01:00.

Menurut Daud Pake, kita berusaha memberikan pelayanan kepada jemaah haji, karena itu sejak pemberangkatan sampai dengan pemulangan mereka ke Tanah Air kita terus menemani mereka sampai masuk Debarkasi Asrama Haji Banda Aceh.

Saat kedatangan kloter 4, misalnya, di Bandara Sultan Iskandar Muda dalam situasi hujan ketika itu, Daud Pakeh bersama petugas haji yang lain, termasuk Kakanwil Kemenag NAD Ibnu Sa’dan, menjemput jemaah haji. Bahkan, Daud Pakeh bersama petugas kesehatan setempat langsung mengatur tiga jemaah haji yang sakit dari kloter tersebut dari afron bandara menuju ambulance untuk mendapatkan tindakan medis secepatnya.

Setelah jemaah haji sampai di debarkasi, Daud Pakeh mengawasi sistem pembagian koper milik jemaah haji kloter 4 yang telah diterapkannya. Kemudian, ia ke klinik debarkasi yang ada di asrama untuk melihat kondisi jemaah haji yang sakit. Sampai pk. 04:00 dinihari baru selesai pengaturan kedatangan jemaah haji kloter NAD.

“Biasa kalau saya begadang karena jemaah haji datangnya pada malam hari,” kata Daud Pakeh.

Ia mengatakan dirinya harus mengawasi langsung agar tidak terjadi hal tidak diinginkan, dari mulai jemaah turun dari pesawat sampai debarkasi. “Karena itu saya memberlakukan aturan tegas agar para penjemput jemaah haji tidak masuk asrama haji,” tutur Daud Pakeh yang senantias bersikap ramah kepada jemaah haji. (Johara)

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/651

Kabid Haji NAD Kurangi Tidur Demi Melayani Jemaah Haji

Penulis :
05 November 2012

Banda Aceh (Sinhat)– Kepala Bidang Urusan Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) Daud Pakeh dalam masa pemulangan jemaah haji ini harus mengurangi tidurnya, karena sebagian besar jadwal pemulangan haji NAD pada malam hari.

“Ini biasa tugas kewajiban menjemput dan mengatur jemaah haji NAD saat mereka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, NAD,” kata Daud Pakeh, Minggu dinihari usai menjemput jemaah haji kelompok terbang (Kloter) 4 Jemaah Haji, NAD.

Dilihat dari jadwal seluruh kedatangan jemaah haji NAD umum mereka datang pada malam hari di atas pk. 23:00, bahkan kloter 5 jemaah haji NAD datang tiba di bandara Senin dinihari, pk. 01:00.

Menurut Daud Pake, kita berusaha memberikan pelayanan kepada jemaah haji, karena itu sejak pemberangkatan sampai dengan pemulangan mereka ke Tanah Air kita terus menemani mereka sampai masuk Debarkasi Asrama Haji Banda Aceh.

Saat kedatangan kloter 4, misalnya, di Bandara Sultan Iskandar Muda dalam situasi hujan ketika itu, Daud Pakeh bersama petugas haji yang lain, termasuk Kakanwil Kemenag NAD Ibnu Sa’dan, menjemput jemaah haji. Bahkan, Daud Pakeh bersama petugas kesehatan setempat langsung mengatur tiga jemaah haji yang sakit dari kloter tersebut dari afron bandara menuju ambulance untuk mendapatkan tindakan medis secepatnya.

Setelah jemaah haji sampai di debarkasi, Daud Pakeh mengawasi sistem pembagian koper milik jemaah haji kloter 4 yang telah diterapkannya. Kemudian, ia ke klinik debarkasi yang ada di asrama untuk melihat kondisi jemaah haji yang sakit. Sampai pk. 04:00 dinihari baru selesai pengaturan kedatangan jemaah haji kloter NAD.

“Biasa kalau saya begadang karena jemaah haji datangnya pada malam hari,” kata Daud Pakeh.

Ia mengatakan dirinya harus mengawasi langsung agar tidak terjadi hal tidak diinginkan, dari mulai jemaah turun dari pesawat sampai debarkasi. “Karena itu saya memberlakukan aturan tegas agar para penjemput jemaah haji tidak masuk asrama haji,” tutur Daud Pakeh yang senantias bersikap ramah kepada jemaah haji. (Johara)

Dibaca : 78 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/651

Pelayanan Haji di Mekkah Memuaskan

Penulis :
04 November 2012

Medan (Sinhat)–Pelayanan Jemaah haji tahun 1433 H/2012 M cukup memuaskan bagi jemaah haji Indonesia di Mekkah. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, jemaah haji sering mengeluhkan makanan yang kurang serta terlambat dan penginapan yang tidak memadai.

Seperti halnya pengakuan jemaah haji, Teddy lubis (50). Disebutkannya pelayanan yang diterimanya selama menjalankan ibadah haji cukup bagus walaupun makan yang diberikan tidak sesuai dengan lidahnya.

“Kalau pelayanannya bagus, trsnportasi dan makan disediakan panitia dan sebelum berangkat kami dikasih uang saku dari Pemda,” kata Teddy kloter -1 Embarkasi Medan.

Teddy menambahkan, kalau soal  penginapan yang diberikan cukup memadai untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sewaktu menjalankan ibadah haji, dengan diberikannya satu tenda untuk satu rombongan (kloter). Selain itu, panitia juga tanggap dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Di sana penyakit yang sering menimpa jemaah haji adalah batuk dan flu. Pihak panitia memberikan pelayanan yang bagus,” tambahnya.

Teddy menceritakan sewaktu di Muzdalifah jemaah haji terlantar yang mengakibatkan tujuh orang rombongannya pingsan. “Waktu di Muzdalifah sempat makanan telat diantar petugas dan angkutan dari Muzdalifah kurang sehingga penumpang berdesak-desakan. Tujuh rombongan kami pingsan. Itu sepertinya kurang koordinasi saja,” tambah bapak yang bekerja di Bank Sumut ini.

Hal yang sama juga disampaikan jemaah haji lainnya, Sunarti sewaktu menjalankan ibadah haji, dirinya mendapatkan pelayanan yang bagus.

“Alhamdulillah saya bisa haji tahun ini. Pelayanan yang diberikan panitia kepada jemaah haji cukup bagus,” kata Sunarti.

Dia menceritakan kalau makan yang diberikan sesuai dengan waktunya, pelayanan obat-obatan diberikan sesuai dengan kebutuhan serta tranportasi.

“Semuanya lancar, cuma pernah terlambat makan dan tranportasi yang berdesakan yang disebabkan kurang koordinasi diantara panitia,” tegasnya.

Tempat yang sama, jemaah haji Amiruddin Pohan mengatakan,  pelayanan yang diberikan bagus meskipun pernah terjadi kurang koordinasi antara panitia yang mengakibatkan jemaah haji lapar dan berdesak-desakan

“Namanya mengurus orang yang rame jadi terjadi berdesakan,” tegasnya.

Dia menambahkan untuk panitia kedepannya diharapkan tempat tinggal jemaah haji jangan terlalu jauh dari Masjidil Haram supaya jemaah haji rajin menjalankan ibadah. (waspada)

Dibaca : 467 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/640

Kelebihan Barang Bawaan Per Kloter 1-2 Koli

Penulis :
04 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Setiap kloter [kelompok terbang] rata-rata sekitar 1 hingga 2 koli barang disortir [tidak diperbolehkan dibawa] oleh pihak Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Barang-barang tersebut sebagian besar berupa air zam-zam, piring, belanga, rice cooker, pajangan dan lain-lain.

“Sebelumnya pihak Kementerian Agama dan penerbangan Garuda sudah menginformasikan kepada jemaah agar membawa barang cukup dua tas tentengan kecil dan besar. Namun budaya kita yang membuat keadaan jadi begini” ucap Kepala Sektor Bandara Barat King Abdul Aziz, Jeddah Mochamad Taslim, di Jeddah, Jumat [2/10].

Pengumpulan barang yang tidak boleh dibawa selama 3 hari masa kepulangan jemaah ke tanah air, belum dapat diestimasikan berapa nominalnya. Namun, barang-barang tersebut, katanya, digolongkan barang yang sudah tidak laik pakai.

“Termos-termos itu berisi air zam-zam. Jemaah menganggap tidak terdeteksi oleh pihak bandara apabila air zam-zam tersebut dimasukkan kedalam thermos kemudian dibungkus dengan lakban. Tetapi yang paling jadi perhatian pihak bandara adalah benda cair sebab tidak boleh melebihi seratus mili liter, maka barang-barang itulah yang diambil pihak bandara” tutur Taslim.

Hingga berita ini diturunkan, barang-barang tersebut masih berada di Bandara Barat KAA yang selanjutnya akan diserahkan ke pihak Teknis Urusan Haji [TUH].(MCH/Tengku Ben)


 

Dibaca : 94 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/641

Kriminalitas Terus Mengintai Jamaah Haji

Penulis :
04 November 2012


Jeddah(Sinhat)–Kendati petugas haji sudah ada tim pengamanan untuk mengamankan jamaah haji Indonesia. Namun, tetap saja ada jamaah yang kehilangan, kecopetan hingga perampasan.

Sebelumnya kasus perampokan sudah banyak dialami oleh jamaah haji Indonesia, tapi yang baru terjadi adalah seperti yang dialami Rukmini (65 tahun) jamaah asal embarkasi Medan, saat akan terbang ke Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mengalami perampokan uang 1500 Real, HP dan ATM yang berada didalam tas kecil miliknya.

Diceritakan Rukmini, saat ia berada di parkiran bus tidak jauh dari hotel Norcom transito tempat jamaah transit sebelum berangkat ke Indonesia, tiba-tiba datang orang berkulit hitam dengan mengendarai sepeda motor tanpa basa basi langsung merebut tas miliknya dan langsung kabur. “Saya sudah teriak jambret-jambret, tapi tidak ada orang yang menghiraukan teriakan saya,” ujar Rukmini kepada petugas keamanan bandara saat di bandara, Jeddah, Sabtu, (3/11).

Padahal, kata Rukmini, banyak orang disekelilingnya saat perampok beraksi, tapi tidak ada orang yang menolongnya, sehingga barang-barang berharga miliknya lenyap di bawa maling tersebut. “Ya pasrah sajalah,” ujarnya

Menindaklanjuti laporan jamaah yang kehilangan, Ketua Keamanan Bandara Aminuddin, langsung beraksi dengan melaporkan kepada pihak keamanan bandara, Arab Saudi, dan memproses kejadian tersebut. Namun, karena sedikit birokrasi keamanan Arab Saudi, hingga pesawat jamaah asal Medan berangkat, tidak ada titik terang dari barang yang hilang. “Ya mudah-mudahan bisa ketemulah, karena proses pencarian itukan butuh waktu,” ujar Aminuddin

Menurutnya, sejak akhir kedatangan hingga awal kepulangan jamaah haji Indonesia ke tanah air melalui Bandara Jeddah, kasus perampokan kali pertama terjadi, sehingga pihaknya harus melakukan koordinasi lebih lanjut kepada pihak keamanan bandara.

Namun demikian, atas kejadian tersebut, kata Aminuddin, pihaknya terus meningkatkan pengawsan dan antisipasi kejadian agar tidak terulang kembali kepada jamaah haji Indonesia. “Keamanan kami tingkatkan, dan mudah-mudahan hingga akhir kepulangan tidak ada masalah,” ujarnya

Sementara itu, Amirul Haj Suryadharma Ali ketika menyampaikan evaluasi sementara pelaksanaan haji mengatakan, kasus penipuan, pencopetan, perampasan dan pencurian di kamar jamaah cukup menonjol tahun ini. “Untuk itu, perlu adanya tambahan anggota satuan pengamanan,” ujarnya.

Akan tetapi, katanya, petugas pengamanan bisa menjamin bahwa keamanan jamaah harus 100 persen terjamin. Minimal jangan ada lagi jamaah kehilangan barangnya di pemondokan. “Kalau kehilangan di jalan di luar pemondokan memang susah dikontrol,” ungkapnya. Menteri juga mempertimbangkan penggunaaan kotak pengaman (safety box) pada setiap pemondokan.

Menurut salah satu petugas keamanan bandara, Reban yang juga perwira Kepolisian menilai usul Menteri sangat baik untuk menekan angka kriminalitas karena kehilangan harta berharga akan menjadi trauma dan menjadi beban bagi jamaah. “Jadi, saya kira kedepan, satu orang pengaman disertakan dalan Panitia Pendamping Haji Daerah,” kata penyidik di Mabes Polri itu.

Keterlibatan dari awal akan memudahkan petugas berinteraksi dengan jamaah sehingga saling kenal dan mudah mengingatkan. Petugas akan melakukan indentifikasi anggota jamaah mana yang selalu teledor pada barang-barang laluvdiibgatkan. “Juga untuk membentuk pengamanan mandiri sesama jamaah untuk saling mengingatkan dan saling menjaga,” katanya.

Begitu juga saat di perjalanan dan setelah sampai di tanah suci, satu pengaman akan mendeteksi dini kondisi penginapan, pengaman kunci kamar dan penggunaan gembok pada koper yang yang ditinggal di samping menjalin kerjasama dengan petugas pemondokan di Saudi untuk mencegah masuknya orang tak dikenal. “Dengan pola itu diharapkan bisa mencegah tindak kriminal pada jamaah,” pungkasnya.(MCH/Huda s)
 

Dibaca : 80 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/642

Jamaah Haji Wafat Jadi 256 Orang

Penulis :
04 November 2012


Mekkah (Sinhat)–Innalillahi wainna illaihi rajiun. Jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci terus bertambah.

Jumat (2/11), sebanyak sembilan orang jamaah tutup usia. Sehingga, total jamaah yang meninggal dunia di Arab Saudi mencapai 256 orang.

Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat bertambah semakin cepat setelah pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).

”Setelah puncak ibadah di Armina jamaah haji kita mengalami kelelahan,” ujar Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, dr Muh Ilyas Ambo Tuwo SpPd-KP kepada  MCH.

Sebelum puncak haji di Armina jumlah jamaah yang wafat hanya sebanyak 114 orang.  Itu berarti selama Armina dan pasca-Armina jumlah jamaah yang wafat bertambah sebanyak 142 orang. ”Polanya dari tahun ke tahun memang seperti itu,” tutur Ilyas.

Seharusnya, kata dia, setelah menunaikan prosesi ibadah haji di Armina dan thawaf ifadah jamaah haji beristirahat terlebih dahulu. Namun, tutur Ilyas, jamaah justru kian bersemangat beribadah sunah dan banyak yang melalaikan kesehatannya.

”Saya menemukan ada jamaah yang sesak nafas karena terlalu memporsir ibadah sunah tanpa mempertimbangkan kondisi fisik,” ungkap Ilyas.

Pihaknya meminta agar jamaah haji yang masih berada di Makkah untuk tetap menjaga kondisi fisik dan pola makan. Jamaah diharapkan tak memorsir diri untuk beribadah sudah jika fisik telah kelelahan.

”Jamaah juga harus memperbanyak minum agar tak dehidrasi,” ungkap Ilyas. Jamaah disarankan untuk meminum segelas air setiap jam.

Jamaah juga diimbau untuk mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C. (MCH/Heri Ruslan)


 

Dibaca : 68 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/643

Terjatuh di Pesawat Jamaah Haji Bojonegoro Meninggal

Penulis :
04 November 2012

Surabaya (Sinhat)-–Seorang haji asal Bojonegoro, Suntiani Baderi (51), akhirnya meninggal dunia akibat terjatuh saat turun dari pesawat, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Haji dengan ambulans, namun nyawanya tidak tertolong di perjalanan.

“Tidak ada keluhan apa-apa, bahkan yang dikhawatirkan kesehatan adalah H Abdurrahman, ternyata takdir berkata lain, saat jemaah haji Kloter 4 sampai di Bandara Juanda pada Kamis (1/11) pukul 23.42 WIB,” kata Sekretaris I PPIH Debarkasi Surabaya Drs H Sutarno P di Surabaya, Jumat.

Rencananya, semua haji akan naik bus yang sudah disediakan oleh pihak penerbangan, kecuali H. Abdurrahman yang akan diangkut oleh ambulans, namun ternyata Suntiani mengalami kritis akibat terjatuh dari pesawat.

Berita wafatnya wanita asal Balongan Baleturi Prambon Nganjuk itu segera tersebar saat petugas yang akan berdoa di Hall Zaitun mengumumkann kematiannya.

Bahkan, kakak dari Suntiani yang juga berangkat haji ikut Kloter 4 sebelumnya tidak mengetahui bila adiknya telah tiada. Jenazah Suntiani pun langsung dibawa pulang ke rumah duka di Nganjuk.

Menurut petugas uzur, Tri, dirinya sempat takjub melihat jenazah almarhumah yang wajahnya tampak lebih cantik dari foto yang ada di paspornya dan bau jenazahnya harus, meski berada di kamar mayat RS Haji. “Boleh jadi ini pertanda dari haji yang mabrur,” ujarnya.

Hingga Jumat (2/11) siang tercatat empat 4 kloter yang tiba dengan membawa 1.765 haji dan 20 petugas, sedangkan yang akan datang pada Jumat sore hingga malam adalah Kloter 5, 6 dan 7.(ant)
 

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/644

Hidayat Nurwahid Minta Pemerintah Saudi Tambah Kuota Haji RI

Penulis :
03 November 2012

Mekkah (Sinhat)-– Ketua Fraksi PKS DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta kepada Menteri Haji Arab Saudi Menteri Haji Saudi Arabia DR Bandar bin Muhammad Hajjar untuk menambah kuota haji Indonesia. Hal ini mengingat daftar antrian haji di Indonesia sudah sampai tahun 2022.

Hidayat mengusulkan untuk kuota jamaah haji Indonesia dinaikkan dengan mempertimbangkan realita antrian tersebut, atau mengubah aturan tentang kuota.

Aspirasi umat Islam Indonesia tersebut disampaikan langsung Hidayat Nur Wahid kepada Menteri haji Arab Saudi Menteri Haji Saudi Arabia DR Bandar bin Muhammad Hajjar di sela-sela acara Konferensi Internasional tentang haji di Mekkah Arab Saudi, Selasa (30/10).

“Tambahan kuota itu dengan mempertimbangkan animo berhaji yang berbeda-beda di satu negara dengan negara lainnya, atau dengan menghibahkan sisa kuota haji yang tidak terpenuhi di suatu negara untuk dihibahkan ke negara lain seperti di Indonesia,” kata Hidayat.

Kepada Menteri Haji Arab Saudi, Hidayat Nur Wahid juga mengusulkan agar pemerintah Arab Saudi pentingnya untuk memperlebar wilayah thawaf terutama di lantai dua dan tiga dengan menambah bangunan yang mengitari Kabah yang memungkinkan jamaah haji untuk thawaf dengan leluasa.

Sebagai informasi, wilayah sa’i telah diperlebar dengan sangat memadai. Oleh karenanya penting juga wilayah thawaf untuk diperlebar. (Rep/Indah)
 

Dibaca : 298 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/634

Pemerintah Pertimbangkan Rancang Kloter Khusus Lansia

Penulis :
03 November 2012


Mekkah (Sinhat)– Untuk mempermudah layanan terhadap jamaah calon haji lanjut usia (lansia), pemerintah mempertimbangkan adanya kloter khusus untuk lansia.

Menurut Muh Ilyas, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah, sesuai evaluasi pasca-Armina bersama Menteri Agama Suryadharma Ali, untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang, jamaah lansia tetap menjadi prioritas dengan memberikan kuota lebih awal untuk mereka.

“Ada wacana untuk mengelompokkan para jamaah lansia itu dalam satu kloter khusus,” ujar Ilyas saat ditemui di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, Jumat (2/11). Ilyas mengatakan, jika kloter khusus ini akan diterapkan nantinya para jamaah calhaj lansia ini akan dikelompokkan dari setiap embarkasi.

“Memang membutuhkan teknis dan mekanisme tersendiri untuk mengumpulkan para jamaah ini,” kata Ilyas. Hanya, lanjutnya, kendala yang akan muncul adalah mereka akan terpisah dari keluarga yang menyertai, terutama jika mereka tergabung dengan KBIH. Menurut Ilyas, pihaknya akan mempertimbangkan agar para jamaah lansia itu tetap disertai pendampingnya. “Mereka tidak akan dibiarkan sendiri,” papar Ilyas.

Bagi dia, pengelompokan ini memang ada dampak positif dari sisi layanan karena memudahkan pemantauan pada jamaah lansia. “Namun perlu persiapan tenaga khusus untuk melayani jamaah lansia,” kata dia.(MCH/Endah Hapsari)


 

Dibaca : 59 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/635

Subur Yasin Wafat di Ruang Tunggu Bandara Jeddah

Penulis :
03 November 2012


Jeddah (Sinhat)– Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji’un. Kabar duka kembali menimpa jamaah haji Indonesia yang hendak meninggalkan Arab Saudi (60). Subur Yasin, jamaah haji yang tergabung dalam kloter Batam 03 wafat di Bandara Haji King Abdul Aziz Jeddah.

Kasie Layanan Kesehatan Daker Jeddah Ananto Prasetya menjelaskan, Almarhum wafat akibat gangguan jantung. Subur menghadap Sang Khaliq ketika tengah menunggu di ruang keberangkatan pesawat, Kamis (1/11/2012) pukul 22.00 waktu Arab Saudi.

“Kami terima kabar dari pihak bandara bahwa ada jamaah haji yang wafat saat menunggu keberangkatan pesawat. Lalu pihak bandara membawa Almarhum ke Klinik Bandara,” kata Ananto kepada wartawan di Jeddah, Jumat (2/11) dinihari.

Ananto mengimbau, bagi jamaah haji yang sudah memiliki riwayat gangguan jantung harus mengikuti anjuran atau saran dokter. Kemudian jangan terlalu banyak beraktivitas yang membuat lelah menjelang kepulangan, apalagi terlalu memaksakan diri.

“Saya imbau jamaah yang memiliki riwayat gangguan jantung dan lanjut usia tidak perli mengikuti tour city Jeddah. lebih baik istirahat sebelum ke bandara. Karena di Jeddah hanya transit. Selain itu, perbanyak minum air putih selama di Arab saudi,” papar Ananto.(MCH/fetra)

 

Dibaca : 98 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/636

Sampai Hari Ke-43 Jamaah Wafat 247 Orang

Penulis :
03 November 2012

Jeddah(Sinhat)–Hingga hari ke-43 pelaksanaan haji sejumlah 247 orang jamaah wafat dan meningkat tajam setelah pergerakan ke Armina.

Sebelumnya, pada 23 Oktober 2012 per-pukul 15.00 waktu Saudi, atau sehari sebelum jamaah diberangkatkan ke Armina sejumlah 102 orang jamaah haji Indonesia yang meninggal.

Terjadi peningkatan lebih dua kali lipat dari jumlah sebelum Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Kondisi itu terjadi karena tingkat kelelahan jamaah meningkat setelah menjalankan ritual utama haji.

Ritual utama itu adalah wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan mabit tiga hari di Mina berikut tiga kali melontar jumrah, lalu tawaf ifada dan sa’i.

Dari 247 yang meninggal, penyebab utama adalah gangguan jantung 154 orang, gangguan pernafasan 70, infeksi dan parasit sembilan, endoktrin nutrisi lima, gangguan sistem pencernaan empat, penyakit pembuluh darah dan organ satu, sistem syaraf dua, dan keracunan satu.

Dari segi lokasi, yang wafat di Makkah 194, di Mina 24, di Madinah 19, di Arafah enam, di Jeddah dua dan diperjalanan dua orang. Sementara dari segi jenis kelamin, pria 137 dan wanita 110.

Sementara, Daker Jeddah sudah mempersiapkan surat keterangan wafat untuk dikirim ke ahli waris.

Sekretaris Daker Jeddah Nur Alya Fitra menerangkan isi surat pemberitahuan tersebut itu antara lain data diri almarhum atau almarhumah, seperti Juju binti Lili Adinata di Nagarawangi RT004/004 Nagarawangi, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Almarhum dari embarkasi Jakarta dan tergabung dalam kelompok terbang JKS 8. Bersama surat pemberitahuan itu juga dilampirkan surat keterangan untuk Kepala Kanwil Kemenag Prov Jabar.

Isi pemberitahuan itu, nama almarhum atau almarhumah, nama orang tua, usia, jenis kelamin no paspor, alamat No maktab, embarkasi, kloter, lokasi dan tanggal wafat dan lokasi dimakamkan.

Surat itu diperlukan untuk mengurus santunan dari asuransi.(MCH/erafzon)
 

Dibaca : 65 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/637

361 Jamaah Haji Lakukan Tanazul

Penulis :
03 November 2012


Mekkah (Sinhat)–Sebanyak 361 jamaah haji Indonesia dari berbagai embarkasi telah diizinkan melakukan tanazul atau pulang lebih awal atau memundurkan kepulangannya ke Tanah Air.

”Jamaah diizinkan untuk melakukan tanazul apabila sakit atau mereka yang harus segera pulang ke Tanah Air lebih cepat karena ada tugas yang harus segera mereka kerjakan,” ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat kepada MCH, Jumat (2/10).

Menurut Arsyad, jamaah yang mengajukan tanazul dengan alasan tugas negara atau tugas dari perusahaan harus menunjukkan surat resmi dari instansi atau perusahaan tempat jamaah tersebut bekerja. ”Yang mengajukan tanajul banyak sekali, namun kita seleksi secara ketat,” papar dia.

Pemberian izin tanazul, kata dia, disesuaikan dengan seat pesawat dan tanggal keberangkatan. Jamaah tanajul, kata dia, bisa memanfaatkan kursi jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. ”Pada dasarnya, kita akan membantu jamaah yang mengajukan tanazul, asalkan ada kursi kosong dan sesuai jadwal keberangkatannya,” ungkap Arsyad.

Arsyad menambahkan, banyak pula jamaah yang melakukan tanazul karena keberangkatannya ke Tanah Suci sempat tertunda. ”Mereka datang ke Tanah Suci agak terlambat karena ketika akan berangkat sakit, sehingga tak bisa bergabung dengan kloternya,” ungkapnya.

Saat pulang, kata Arsyad, jamaah tersebut meminta bergabung dengan kloternya yang awal. Sehingga, jamaah tersebut bisa pulang ke Tanah Air lebih cepat. ”Ada pula jamaah yang sakit yang dipulangkan lebih awal ke Tanah Air.”   

Selain itu, tutur dia, banyak pula jamaah sakit yang ditunda kepulangannya ke Tanah Air. Mereka adalah jamaah yang sakit berat dan masih membutuhkan perawatan intensif di Arab Saudi.

Saat ini, ada 34 jamaah haji Indonesia yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi. Mereka adalah jamaah yang dirujuk Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah. Sedangkan, jamaah yang dirawat di BPHI jumlahnya mencapai 84 orang.(MCH/Heri Ruslan)


 

Dibaca : 62 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/638

BPHI Makkah Siapkan Evakuasi Jamaah Sakit ke Madinah

Penulis :
03 November 2012


Mekkah (Sinhat)– Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja MakkaH, Muh Ilyas, menuturkan, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah telah siap melakukan evakuasi terhadap sejumlah jamaah sakit menuju Madinah.

“Jika kondisinya stabil, mereka akan dibawa dengan bus bersama kloternya. Bila tidak, mereka akan dievakuasi dengan ambulan,” kata Ilyas, di Makkah, Arab Saudi, Jumat (2/11).

Saat ini BPHI Makkah masih merawat puluhan pasien yang sebagian berasal dari pasien ketika masa Armina dan yang lainnya adalah pasien yang diikutkan dalam safari wukuf. “Ada juga 49 pasien lain yang masih dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” lanjut Ilyas.

Sebagian besar pasien adalah para lansia dengan kisaran usia 70-80 tahun. Sedangkan penyakit yang diderita umumnya adalah penyakit bawaan dari Tanah Air seperti hipertensi, jantung, hingga paru menahun.

Belakangan, pihaknya juga mempersiapkan untuk mengembalikan lebih dulu pasien sakit ke Tanah Air (tanazul). Rencananya akan ada 13 pasien yang akan mendapatkan tanazul itu karena kondisinya yang membutuhkan perawatan lebih intensif.(MCH/Endah Hapsari)

Dibaca : 45 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/639

Tiga Kloter Awal Jamaah Haji Jabar Tiba di Tanah Air

Penulis :
02 November 2012

Bekasi (Sinhat)– Tiga kloter awal jemaah haji asal Jawa Barat tiba di Tanah Air, Kamis (1/11). Tanpa bermalam di Asrama Haji Jawa Barat debarkasi Jakarta-Bekasi, ketiga kloter jemaah tersebut langsung diberangkatkan ke daerah asal masing-masing, yakni Karawang, Kabupaten Bogor, dan Kota Cimahi.

Jemaah haji asal Karawang ialah kloter I Jabar yang tiba paling dulu di Asrama Haji Kota Bekasi. Rombongan jemaah yang mendarat di Bandara Soekarno Hatta pukul 13.30 WIB itu tiba di Asrama Haji sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebelum kedatangan mereka, puluhan mobil keluarga penjemput jemaah telah terparkir di sekitar asrama yang berlokasi di Jalan Kemakmuran. Kehadiran mobil-mobil penjemput tersebut sempat membuat lalu lintas jalanan yang terbilang sempit itu tersendat.

“Sebenarnya kami sudah mengimbau agar penjemput tidak perlu datang ke mari. Cukup armada penjemput jemaah yang disiapkan pemerintah kota/kabupaten masing-masing yang datang ke asrama. Penjemput lebih baik menunggu sanak familinya di wilayah masing-masing saja,” ucap Kepala Bidang Keamanan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Jabar Abdul Rosyid.

Selain mengantisipasi kemacetan lalu lintas, imbauan tersebut juga disampaikannya sebagai upaya meminimalisasi jumlah orang yang hilir mudik di sekitar asrama. Makin banyak orang yang berseliweran di asrama hanya meningkatkan risiko hilang atau tertukarnya barang bawaan jemaah.

“Kami sudah seketat mungkin mencegah orang-orang tak berkepentingan masuk ke asrama, utamanya aula yang dijadikan tempat penyortiran barang bawaan jemaah berdasarkan rombongannya. Hilang atau tertukarnya barang sangat kami hindari karena akan merugikan jemaah,” ucap Rosyid.

Hanya petugas penyortiran yang diperkenankan bersentuhan dengan barang bawaan jemaah yang sampai ke asrama lebih dulu melalui armada berbeda. Barang bawaan itu kemudian disortir berdasarkan rombongannya, sehingga begitu jemaah tiba, sudah siap dibawa pulang bersama pemiliknya.

Selain penyortiran barang, saat transit di asrama pun jemaah dibagikan air zamzam yang merupakan hadiah dari Raja Arab Saudi. Masing-masing jemaah mendapat jatah air zamzam sebanyak satu galon.

“Hanya itu air zamzam yang diterima jemaah karena mereka tidak diperkenankan membawa sendiri dari sana. Kalaupun nekat membawanya, pasti akan terkena penyisiran petugas bandara Jeddah atau Madinah, sehingga tetap tak bisa dibawa serta ke Indonesia,” kata Rosyid.

Dikarenakan jemaah haji selalu ingin membawa pulang air zamzam dalam jumlah banyak, PPIH memberlakukan pengamanan ekstra saat pembagian jatah air zamzam. Pembagian air zamzam diupayakan dapat berlangsung tertib dengan menandai jemaah yang telah mengambil jatahnya.

“Ada saja jemaah yang tidak sabaran dan ingin buru-buru mendapatkan jatahnya karena takut kebagian. Kami ingatkan mereka untuk tidak khawatir karena air zamzam yang diberikan sudah disesuaikan dengan jumlah jemaah dalam tiap kloternya,” katanya. (PR)
 

Dibaca : 63 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/626

Kloter Pertama Jatim Tiba dengan Selamat

Penulis :
02 November 2012


Surabaya (Sinhat)– Tepat pukul 13.25, pesawat dari maskapai Saudi Arabia Airlines (SAA) mendarat mulus di Bandara Internasional Juanda, Kamis (1/11).

Pesawat yang membawa 445 jamaah haji kloter 1 dari Kabupaten Bojonegor tiba dengan selamat di Tanah Air.

“Pesawat sudah mendarat dengan selamat tepat pukul 13.30,” jelas PTS pejabat tinggi sementara GM BIJ Tulus Pujiono.

Pesawat ini kata Tulus terbang langsung dari Jeddah, ke BIJ Surabaya. Selanjutnya para jamaah haji ini langsung masuk ke bus dan rombongan diangkut menuju Asrama Haji Sukolilo.

Jamaah haji lainnya secara bergelombang akan berurutan tiba  kloter kedua juga dari Bojonegoro pada pukul 15.25. Kloter tiga dari Bojonegoro dan  Nganjuk tiba di  pukul 17.20.

Dan kloter empat dari Nganjuk  sebagian dari  Surabaya dijadwalkan tiba pada pukul 19.25.

Rasa syukur dan ucapan hamdalah berkali kali diucapkan jamaah haji kloter 1 yang menginjakkan kaki di tanah air.

Begitu turun dari pesawat jamaah haji ini ada yang melakukan sujud syukur. Panas lantai apron Bandara Internasional Juanda (BIJ) tidak lagi dirasakan.

“Alhamdulillah, perjalanan lancar semuanya selamat,” kata Laseni,60 jamaah haji asal Desa Kedungrejo, Baureno Bojonegoro, Kamis (1/11/2012).

Laseni berangkat menunaikan ibadah haji bersama suaminya Karsono 70.

“Saya dengan suami dan dua saudara saya,” katanya.

Bersama jamaah haji lainnya, pasutri ini mengaku dapat menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu lima tahun. (Tribun)
 

Dibaca : 5 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/627

Garuda Beri Lima Liter Zam-Zam Untuk Jamaah

Penulis :
02 November 2012


Jeddah (Sinhat)–Maskapai penerbangan Garuda memberi lima liter zam-zam untuk setiap jamaah karena menggunakan pesawat beragam dan agar ada pemerataan.

Wakil Presiden Urusan Haji Garuda Hadi Syahrean di Jeddah, Kamis, mengatakan kebijakan tersebut dibuat agar tidak ada kecemburuan antarsesama jamaah yang menggunakan Garuda.

Dijelaskannya, memang ada permintaan dari Kementerian Agama RI agar Garuda memberikan 10 liter zam-zam bagi jamaah. “Kami tidak bisa memenuhi karena jenis pesawat Garuda beragam dan melayani 10 embarkasi yang berbeda,” katanya.

Garuda mengoperasikan 15 pesawat, yakni tiga Boeing B747-400, sejumlah 11 Air bus A330 dan satu Boeing B767-300 ER dan 556 awak kabin yang 60 persen diantaranya berasal dari daerah-daerah embarkasi.

Pesawat yang memiliki daya tampung cukup besar adalah B747-400 yang bisa membawa zam-zam 10 liter perjamaah, seperti yang diberikan Saudia Airlines.

“Saudia hanya tiga embarkasi dan semua pesawatnya bisa berbadan lebar, sementara kami 10 embarkasi yang kemampuan bandaranya berbeda-beda,” kata Hadi.

Dia menyatakan tidak mungkin juga memberi 10 liter zam-zam kepada jamaah yang menggunakan Boeing B747-400 sementara jamaah penumpang garuda lainnya tidak.

Pada bagian lain, dia menjelaskan bahwa hingga kini belum ditemukan koper yang diisi air zam-zam oleh jamaah. “Demi keselamatan penerbangan dan kenyamanan koper penumpang lainnya maka jika ada air zam-zam yang disimpab di koper akan dikeluarkan,” katanya.

Garuda tidak mengijinkan zam-zam dan kompor di dalam koper jamaah. Jika ditemukan, maka Garuda akan memanggil petugas pelayanan haji Indonesia dari Daker Jeddah untuk mengeluarkannya.

“Kami tidak berani membongkar sendiri tanpa disaksikan petugas dari Kementerian Agama RI,” kata Hadi.

Maskapai penerbangan nasional itu menerima koper jamaah sehari sebelum penerbangan kepulangan. Koper-koper tersebut sebelumnya dikumpulkan petugas pelayanan haji Indonesia, lalu diangkut dan disortir oleh sebuah perusahaan pelayanan, kemudian diserahkab ke Garuda.

“Jika koper lebih 1-2 kilogram masih bisa dimaklumi. Batas berat koper 32 kilogram,” kata Hadi. Di jelaskannya, perusahaannya sudah menerapkab tingkat keselamatan yang sehingga keamanan penumpang jadi prioritas utama,” katanya.(MCH/erafzon)
 

Dibaca : 4 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/628

Berat Koper Jamaah Masih Dibawah Batas Maksimal

Penulis :
02 November 2012


Jeddah (Sinhat)– Berat maksimum koper jamaah haji adalah 32 kilogram. Bila berlebih akan dibongkar dan dikurangi isinya. Demikian ketentuan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan dua maskapai penerbangan yang mengangkut jamaah haji. Namun, sampai dengan Kamis (1/11), rata-rata berat koper jamaah masih di bawah berat maksimum.

Untuk jamaah Kloter 4 Solo, misalnya, berat rata-rata koper jamaah hanya 28,1 kilogram. Jumlah total koper milik 373 jamaah yang diterbangkan oleh Garuda Indonesia, dengan nomor penerbangan GA 6901 tersebut hanya 10,484 ton. Demikian data yang tercatat di Madinatul Hujjaj (Asrama Haji Indonesia) di Jeddah. Alhasil, ada selisih sekitar setengah ton yang tidak digunakan.

Kendati masih ada ruang sekitar setengah ton, namun itu bukan berarti jamaah haji masih dapat menambah koper, atau mengompensasinya dengan menambah tentengan barang bawaan. “Tidak bisa, karena berat 32 kilogram koper setiap jamaah itu merupakan berat maksimum. Bergantung mereka menggunakan atau tidak,” kata Yudi Dewanto, koordinator Hujjaj Handling saat ditemui di Madinatul Hujja, Kamis (1/11).

Berat di bawah kuota maksimum itu juga dialami kloter-kloter lainnya. Seperti Kloter 2 Jakarta (29,9 kg ), Kloter 2 Medan (29,27 kg), Kloter 2 Ujungpandang (31,26 kg), dan Kloter 2 Banda Aceh (29,43 kg).

Yudi menduga, kurangnya berat koper jamaah tersebut karena pihak Kementerian Agama mengambil koper tersebut jauh-jauh hari. Untuk beberapa kloter, diambil H-10 keberangkatan, atau pada 21 Oktober. Padahal, pada tanggal tersebut, jamaah haji belum lagi menggunakan kain ihram untuk wukuf, sehingga kain ihram tak sempat masuk koper. Sementara, bila kain ihram masuk ke dalam tas troli, hanya dengan dua atau tiga stel, tas troli sudah akan sesak.

“Seharusnya sih koper itu diambil pihak Kemenag setelah proses haji selesai, sehingga isi kopernya bisa maksimal. Tapi, soal itu (mengambil tas koper jamaah-red) kebijakan Depag lah,” kata Yudi.

Kendati Kementerian Agama mengambil koper jamaah jauh-jauh hari, nyatanya koper-koper tersebut baru diantar ke Madinatul Hujjaj Jeddah pada H-1 keberangkatan. Di Madinatul Hujjaj, koper-koper tersebut ditimbang lagi, diperiksa dengan x-ray, kemudian dikirim ke bandara menggunakan truk kontainer. “Kita kirim ke bandara 12 jam sebelum pesawat berangkat,” katanya.(Rep)
 

Dibaca : 15 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/629

Jamaah Wafat di Tanah Suci Menjadi 230 Orang

Penulis :
02 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci terus bertambah. Hingga hari ke-42 pelaksanaan haji, jamaah haji yang dipanggil Sang Khaliq mencapai 230 orang.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Kamis (1/11), sekira 70 persen jamaah haji wafat di Makkah. Lainnya wafat di Mina, Madinah, Arafah, dan Jeddah.

Jamaah haji yang wafat di Makkah sebanyak 177 orang, Mina (24 Orang) Madinah (19), Arafah (6 orang), Jeddah (2 orang) dan perjalanan (2 orang). Sementara tidak ada jamaah haji yang wafat di Muzdalifah atau ketika bermalam dan mengambil krikil untuk lontar jumrah.

Sebagian besar jamaah wafat karena mengalami gangguan jantung. Jamaah wafat karena sebab yang juga disebut dengan sistem siskulasi ini sebanyak 145 orang, gangguan pernapasan (65 orang), infeksi dan parasit (6 orang), endoktrin nutrisi (5 orang), sistem pencernaan (4 orang), darah dan organ pembulu darah (2 orang) dan keracunan (1 orang).

Kendati jamaag haji wanita tahun ini lebih besar, namun jamaah haji pria lebih banyak yang wafat yakni 128 orang. Sedangkan jamaah wanita 102 orang. Jamaah haji wafat didominasi usia lanjut atau di atas 60 tahun yaitu sebanyak 147 orang.

Berikut rekapitulasi jemaah haji wafat berdasarkan embarkasi,   Aceh 6 orang, Medan 15 orang,  Batam 7 orang,  Jakarta 18 orang,  Bekasi 38 orang, Solo 41 orang, Surabaya 40 orang, Ujung Pandang 17 orang,  Balik Papan 5 orang,  Banjarmasin 3 orang,  Padang 10 orang dan Palembang 11 orang. (MCH)

Dibaca : 2 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/630

Jamaah Dilarang Bawa Zam zam Dalam Kopor

Penulis :
02 November 2012

Mekkah (Sinhat)– Jamaah haji Indonesia dilarang memasukan air zamzam ke dalam koper. Sejak dari pemondokan, koper jamaah yang membawa zamzam langsung dibongkar petugas.

Kepala Bidang Transportasi Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Edayanti Dasril, mengatakan, pengetatan pemeriksaan barang bawaan jamaah mulai dilakukan ketika penimbangan koper di pemondokan.

”Begitu ditemukan ada koper yang membawa zamzam langsung kita keluarkan,” ungkap Edayanti kepada MCH, Kamis (1/11).

Menurut dia, pengetatan pemerikasaan itu dilakukan agar jangan sampai koper jamaah dibongkar lagi di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. ”Kalau ada koper jamaah yang kedapatan membawa zamzam pasti dibongkar dan itu akan mengganggu jadwal kepulangan jamaah.”

Edayanti mengatakan setiap jamaah akan mendapatkan jatah air zamzam begitu tiba di Tanah Air. Jamaah yang menumpang pesawat Saudi Arabia Airlines akan mendapat 10 liter zamzam. Sedangkan, Garuda menyediakan air zamzam dapat 5 liter.

Ia juga mengingatkan agar jamaah tak membawa barang bawaan terlalu banyak. Sebab, kapasitas barang bawaan jamaah yang diperbolehkan hanya sebanyak 32 kilogram.

Berdasarkan pantauan MCH di Pemondokan 1009 Sektor X wilayah Bakhutmah, Makkah banyak jamaah yang membawa barang bawaan terlalu berat. Akibatnya, jamaah harus membongkar koper dan mengeluarkan barang-barang yang terlalu berat.(MCH/heri ruslan)
 

Dibaca : 4 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/631

Kedatangan Kloter 1 Makassar Terlambat 4 Jam

Penulis :
02 November 2012

Makassar (Sinhat)–Kedatangan pesawat kelompok terbang pertama jamaah haji Sulawesi Selatan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis, terlambat empat jam karena mundurnya waktu berangkat dari bandara King Abdul Azis, Arab Saudi.

“Seharusnya pesawat kelompok terbang (kloter) pertama jamaah haji Sulawesi Selatan tiba di bandara tersebut pukul 04.00 Wita namun karena terjadi pemunduran waktu berangkat dari Arab Saudi, maka tiba di Palembang, Kamis pukul 08.00 Wita, kata Pembimbing Ibadah Haji Kloter 1, Arfin Hamid di Makassar, Kamis (1/11).

Dijelaskannya, keterlambatan pesawat mengangkut pemulangan jamaah haji asal Sulsel itu, karena antrean dari bandara internasional King Abdul Azis yang terlalu banyak. “Dua jam keterlambatan masih termasuk cepat, biasa kloter pertama memang selalu begitu, kloter kedua akan normal lagi,” katanya.

Kloter pertama juga seperti dijelaskannya pulang dengan jumlah yang sama dengan keberangkatan. Molornya jadwal kedatangan jamaah haji tersebut bukan karena kesalahan dari pihak Garuda.

Lebih jauh diungkapkan, bus yang digunakan terbilang cukup tua. Untuk pelayanan transportasi jamaah di tanah suci menggunakan bus dari perusahaan Abu Syarhad. Bus tersebut banyak yang sudah tidak dalam kondisi laik pakai, selain masalah transportasi, dirinya juga mengeluhkan fasilitas pemondokan.

Menurut dia, jumlah kepulangan kloter pertama sesuai dengan yang berangkat yakni 375 orang yang semua jamaahnya berasal dari Kota Makassar ditambah lima orang petugas.

“Sementara ini mereka akan diistirahatkan dulu di asrama haji karena perjalanan yang ditempuh sangat jauh dan melelahkan. nanti setelah menginap selama satu hari baru dipulangkan,” katanya.(Ant) foto: sindonews.com

Dibaca : 8 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/632

Klopter Pertama Aceh Tiba, Alami Keterlambatan 5 Jam

Penulis :
02 November 2012

Banda Aceh (Sinhat)– Tingginya lalu-lintas pesawat di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi, membuat jadwal kepulangan jamaah haji Indonesia molor dari jadwal. Seperti yang terjadi dalam kepulangan jamaah haji asal Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang dua ke Tanah Air.

Kedatangan mereka diperkirakan molor sekitar lima jam setengah dari jadwal tiba Kamis pukul 20.30 WIB. “Molornya waktu ketibaan jamaah haji di Tanah Air akibat kepadatan lalu lintas pesawat di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi,” kata Koordinator Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banda Aceh Darwin di Banda Aceh, Kamis.

Dijelaskannya, jamaah haji asal Aceh Utara tersebut awalnya dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar pada pukul 20.30 WIB, namun karena kepadatan di bandara Arab Saudi akan tiba Jumat sekitar pukul 01.08 WIB.

Darwin tidak bisa memastikan kloter selanjutnya akan tiba tepat waktu atau molor dari waktu yang telah dijadwakan sebelumnya. “Kami tidak bisa memastikan jadwal kepulangan apa lebih cepat atau telat sebab sesuai dengan jatah pemberangkatan saat berada di bandara di Tanah Suci,” katanya.

Ia mengatakan, sebanyak 325 jamaah haji asal kota Banda Aceh yang tergabung dalam kloter pertama telah tiba kembali ke Tanah Air pada pukul 19.54 WIB, Rabu malam pada hari pemulangan jamaah haji asal provinsi ujung paling barat Indoneseia itu.

Pada musim haji 2012, Provinsi Aceh memberangkatkan sebanyak 3.927 jamaah yang tergabung dalam 12 kelompok terbang melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar menuju Arab Saudi.(Rep)

Dibaca : 8 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/633

Tiga Kloter Telah Diberangkatkan Menuju Tanah Air

Penulis :
01 November 2012

Jeddah (Sinhat)–Daerah Kerja Jeddah sudah memberangkatkan tiga kelompok terbang pertama yang dinilai prematur karena slot time yang diterima dari otoritas Bandara mepet dengan pelaksanaan ibadah di Mina.

Kepala Daker Jeddah Ahmad Abdullah mengatakan dampaknya koper jamaah terpaksa dikumpulkan sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah dan jamaah tidak sempat bermalam (transit) di Jeddah seperti jamaah haji lainnya.

Ketiga kelompok terbang tersebut adalah BTJ-01, MES-01, LOP-01. Hari ini diberangkatkan 10 kelompok terbang menuju tanah air baik melalui Jeddah maupun Madinah.

Abdullah menjelaskan alasan tersebut menyusul munculnya sejumlah keberatan dari sejumlah jamaah di Bandara King Abdul Azis yang menilai pengumpulan koper terlalu dini, yakni tanggal 20 Oktober 2012.

Mereka menyatakan tidak sempat membeli buah tangan untuk kerabat dan tetangga karena seusai mabit dan melontar jumrah di Mina langsung berangkat ke Jeddah.

Abdullah menyatakan kondisi yang membuat hal demikian karena yang menentukan jadwal keberangkatan adalah otoritas bandara.

“Garuda sudah mengajukan jadwal kepulangan ke GACA (otoritas Bandara di Jeddah). Lalu jadwal itu dikembalikan dengan perbaikan pemulangan lebih dini untuk tiga keloter awal,” kata Abdullah.

Dia juga menjelaskan Indonesia sudah melobi agar jadwal prematur itu ditinjau ulang, tetapi tidak bisa diubah.

Sosialisasi dan pengumpulan koper dilaksanakan di Makkah lalu dikirim ke Jeddah. Jadwal pengumpulan koper lebih dini untuk mengantisipasi trafik transportasi yang macet di Makkah dan proses di bagian bagasi.

Sementara Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dalam siaran persnya menyatakan mulai Selasa (30/10) jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Jeddah dan Madinah untuk selanjutnya kembali ke tanah air.

Direncanakan kloter terakhir jamaah haji akan diterbangkan pada 29 November 2012. Dengan demikian, seluruh jamaah haji Indonesia diharapkan tiba kembali di tanah air pada 30 November 2012.

Dia berharap seluruh proses pemulangan berjalan dengan baik. “Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak baik otoritas bandara, Kementerian Haji, Muasasah maupun Naqobah (konsorsium perusahaan bus Zaud) agar seluruh proses perjalanan pemulangan ini berjalan dengan baik.

Dia mengimbau jamaah untuk tidak memasukkan air zam-zam ke dalam koper dan tidak membawa barang berlebih.(MCH/ant)
 

Dibaca : 1398 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/617

Kloter Pertama Sumut Mendarat dengan Selamat

Penulis :
01 November 2012

Medan (Sinhat)–Sebanyak 450 orang jemaah haji kloter pertama asal Medan mendarat dengan selamat di Bandara Polonia Medan, Rabu (31/10) sore sekitar pukul 19.00 WIB.

Suasana haru terpancar saat ratusan jemaah haji kloter pertama asal Medan ini tiba di landasan Bandara Polonia Medan, sebahagian jemaah langsung sujud dilandasan melampiaskan kegembiraan mereka setelah tiba di tanah air.

“Jemaah haji kloter pertama ini berangkat 451 orang dan saat pulang hanya tinggal 450 orang, artinya satu orang meninggal dunia ditanah suci atas nama saniah,” ujar Sekretaris Panitia Haji Embarkasih Medan Abdul Rahman Harahap, Rabu (31/10).

Rahman juga mengatakan, kepulangan jemaah haji ini sempat tertunda satu jam lebih akibat kepadatan situasi di Jedah Arab Saudi, namun keterlambatan ini sudah termasuk cepat karena bila dibanding tahun lalu delay mencapai tiga jam.

Kepulangan jemaah haji ini disambut pejabat Wakil Walikota Medan H.Dzulmi Eldin, tokoh MUI dan Panitia Haji Embarkasi Medan.

Jumlah keberangkatan haji untuk wilayah Sumatera Utara tahun ini sebanyak 18 kloter dengan jumlah 8329 orang dan 95 orang diantaranya petugas kloter atau pendamping calon jemaah haji. (GS)

 

Dibaca : 229 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/618

Jamaah Haji yang Wafat Menjadi 200 Orang

Penulis :
01 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Innalillahi wainna illaihi rajiun. Jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci terus bertambah.

Berdasarkan data Siskohat Daerah Kerja Makkah, pada Selasa (30/10) tercatat 28 jamaah haji yang wafat. Total jamaah yang wafat sudah mencapai 200 orang.

Sebanyak 150 jamaah wafat di Makkah, 18 orang di Madinah, 24 orang di Mina, 6 orang di Arafah, dan dua di Jeddah.

Sebanyak 70 jamaah wafat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), 41 orang di Rumah Sakit Arab saudi, 54 orang meninggal di Pemondokan,  18 orang di perjalanan, 10 orang tutup usia di Masjid, 5 orang wafat di BPHI sektor, dan dua orang di bandara.

Penyebab kematian jamaah haji Indonesia didominasi oleh penyakit sistem sirkulasi atau serangan jantung sebanyak 132 kasus. Sedangkan, penyebab kematian kedua adalah gangguan sistem pernafasan.

Jamaah yang wafat kebanyakan adalah pria mencapai 115 orang. Sedangkan, jamaah wanita yang wafat mencapai 85 orang.

Amirul Haj yang juga Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan, banyak atau sedikitnya jamaah yang wafat tak bisa menjadi indikator sukses atau tidaknya penyelenggaraan haji.

Yang jelas, menurut dia, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada jamaah haji tahun ini sudah sangat meningkat.

Meski jumlahnya terbatas, namun dokter yang ada di setiap sektor selalu berkunjung ke pemondokan untuk memeriksa kesehatan jamaah.  ‘’Upaya preventif yang dilakukan para tenaga medis sudah sangat baik,’’ kata Suryadharma.

Imbauan para tenega medis agar jamaah selalu memperbanyak minum, kata dia, sangat membantu performa jamaah.

‘’Saya merasakan sendiri, begitu kurang minum, badan saya terasa tidak enak,’’  tuturnya. Begitu minum diperbanyak lagi, kata Suryadharma,  badan kembali segar.(MCH/Heri Ruslan)
 

Dibaca : 359 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/619

Menag Bantah Pakai Uang Negara

Penulis :
01 November 2012

Mekkah (Sinhat)– Menteri Agama, Suryadharma Ali membantah keluarga dan rombongan yang menyertainya dalam perjalanan dinas sebagai Amirul Hajj telah menggunakan uang negara.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Bahrul Hayat. Menurut Bahrul, semua pendamping Menag sebagai Amirul Hajj adalah mereka yang resmi bertugas.

“Yang terutama selain istri, adalah para ajudan, sekretaris dan staf khusus. Semua itulah yang menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Di luar itu adalah tanggung jawab dari masing-masing individu, dan tidak ada yang dibiayai oleh Kementerian Agama,” ujar dia, Rabu (31/10).

Bahrul mengungkapkan para peserta rombongan itu berangkat dengan biro perjalanan yang mereka pilih sendiri. Sesuai dengan aturan, lanjut Bahrul, Menag disertai sejumlah petugas mengamati. Sebab, Menag banyak bertugas mengamati dan observasi.

“Para staf khusus juga diminta untuk membantu mengamati agar pelaksanaan ibadah haji, khususnya penyelenggaraan ibadah haji di Arafah dan Mina dapat berjalan dengan baik,” lanjut Bahrul.(MCH/Endah Hapsari)
 

Dibaca : 248 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/620

Air Zam-zam Jamaah Haji akan Dibedakan

Penulis :
01 November 2012


Jeddah(Sinhat)–Jamaah haji yang pulang ke Indonesia bisa jadi akan menenteng air zam-zam dengan volume berbeda. Jamaah haji yang naik Garuda Airlines hanya diizinkan membawa lima liter, sedangkan yang naik Saudi Airlines boleh menenteng 10 liter, atau dua kali lipatnya.

Kepala Bidang Transportasi Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Edayanti Dasril, membantah ada diskriminasi pembagian air zamzam kepada jamaah haji. Dia mengatakan, soal air zamzam ini diluar skenario kontrak dengan Departemen Agama.

Dalam kontrak, kata dia, baik Garuda maupun Saudi Airlines, sama-sama hanya membolehkan membawa pulang lima liter air zamzam, dengan alasan keselamatan penerbangan.  “Tapi, tiba-tiba, Saudi Airlines memberikan jamaah haji 10 liter air zamzam, berdasarkan kebijakan pemerintah Saudi. Lima liter tambahan itu sebagai bonus. Kebetulan Saudi Airlines memang masih mampu mengangkut, karena menggunakan pesawat jenis 747-400,” kata Edayanti kepada Republika di Jeddah, Selasa (30/10).

Hanya tiga embarkasi yang dilayani oleh Saudi Airlines yaitu Batam, Surabaya, dan JKS (Jawa Barat). Sementara, Garuda melayani 10 embarkasi yaitu Aceh, Palembang, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Ujungpandang, Balikpapan, Banjarmasin, dan Lombok.

Jumlah jamaah haji yang diangkut Garuda pun lebih banyak. Dari 211 ribu jamaah haji Indonesia –yang terdiri atas 174 ribu jamaah regular dan 17 ribu ONH plus–, Garuda mengangkut 112.473 orang. Selebihnya diangkut Saudi Airlines. Dengan demikian, lebih dari separuh jamaah yang akan pulang menenteng jerigen air zam-zam lima liter.

Sementara itu, pihak Garuda tetap ngotot hanya akan membolehkan jamaah haji membawa pulang lima liter air zamzam. Vice President Haji PT Garuda Indonesia Tbk, Hadi Syahrean, mengatakan lima liter air zamzam itu sepenuhnya akan berasal dari Garuda.(Rep)
 

Dibaca : 411 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/621

Pelayanan Jamaah Haji Perempuan Perlu Ditingkatkan

Penulis :
01 November 2012

Mekkah (Sinhat)–Anggota Komisi VII DPR RI, Wardatul Asriah, menilai pelayanan terhadap jamaah haji wanita perlu lebih ditingkatkan.

Terlebih, kata dia, kesempatan kaum wanita untuk menunaikan rukun Islam kelima itu semakin terbuka. Bahkan, tahun ini jumlah jamaah haji wanita mencapai 56 persen dari 211 ribu orang yang berangkat ke Tanah Suci.

”Jumlah petugas haji wanita, khususnya untuk bimbingan ibadah mungkin harus ditambah pada tahun depan,” kata Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan PPP itu.

Menurut dia, banyak jamaah yang memerlukan bantuan dari petugas wanita selama di Tanah Suci. Ia mencontohkan, saat tiba di Jeddah masih banyak jamaah perempuan yang tak mengerti cara memakai pakaian ihram.

”Hal seperti ini kan tak bisa dilakukan petugas pria, tapi harus oleh wanita,” ungkapnya.

Wardatul Asriah mengapresiasi adanya upaya menempatkan lima petugas pengamanan wanita dari polwan dan TNI. Mereka bertugas untuk melindungi jamaah haji perempuan di Masjidil Haram.

”Jika hasil evaluasi penempatan petugas pengawanan wanita itu sangat bermanfaat bagi jamaah, maka tahun depan bisa pula ditempatkan di Masjidil Haram,” ungkapnya.

yang jelas, kata dia, jamaah haji perempuan membutuhkan perlindungan dan pengamanan ekstra selama berada di Tanah Suci.(MCH/Heri Ruslan)
 

Dibaca : 62 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/622

Kloter Pertama Padang Tiba, Seorang Jamaah Wafat di Pesawat

Penulis :
01 November 2012

Padang (Sinhat)–Pesawat Garuda Indonesia Airbus 330 seri 200 yang membawa kloter pertama debarkasi Padang, Sumatera Barat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Kamis (1/11) pukul 07.45 WIB. Seorang jamaah di kloter ini meninggal dunia di atas udara saat pesawat baru menempuh tiga jam penerbangan.

Kedatangan 369 jamaah haji asal kota Padang dan kabupaten Pasaman Barat dan 5 petugas haji di bandara BIM disambut oleh Gubernur provinsi Sumbar Irwan Prayitno, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumbar Ismail Usman, dan Walikota Padang Fauzi Bahar .

Diantara jamaah itu juga nampak Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim. Kedatangan kloter pertama debarkasi Padang mengalami keterlambatan lebih dari 2 jam. Karena dijadwalkan jamaah tiba pukul 05.15 WIB.

Pada proses pemulangan, keterlambatan dimungkinkan karena keterbatasan gate di bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah. Begitu turun menginjak di bumi bandara, beberapa orang jamaah langsung bersujud syukur.

Setelah proses pemeriksaan imigrasi, para tamu Allah tersebut kemudian dibawa ke asrama haji Tabing Padang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, acara penyambutan di asrama serta menerima barang dari bagasi. Hadir dalam penyambutan jamaah di asrama haji, Asisten Gubernur bidang Ekonomi Syafrial.

“Yang meninggal bernama Haji Mondok jualam Mai, umur 78 tahun pukul 21.05 Waktu Arab Saudi,” kata Sekretaris PPIH Embarkasi Padang yang juga Kabid Haji Zakat dan Wakaf Syamsul Bahri.

Seluruhnya, sampai 1 November sudah 12 orang jamaah embarkasi Padang yang meninggal dunia. Kabid Hazawa saat penyambutan jamaah di asrama haji Padang mengatakan, pada musim haji tahun 1433 Hijriyah/ 2012 jumlah jamaah haji yang berangkat dari embarkasi Padang sebanyak 7.356 orang, meliputi jamaah asal provinsi Sumbar 4.413 orang, asal Jambi 1.198 orang, Bengkulu 1.629 orang, dan mutasi dari embarkasi lain 16 orang serta 100 petugas haji. (ks)

Dibaca : 19 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/623

Dua Kloter Haji Debarkasi Surakarta Mendarat dengan Selamat

Penulis :
01 November 2012

Boyolali (Sinhat)– Dua rombongan haji kelompok terbang pertama dan kedua asal Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali, Debarkasi Adi Soemarmo Surakarta, telah tiba di Tanah Air, Kamis (1/11).

Rombongan haji kloter pertama asal Sukoharjo sebanyak 374 jamaah tersebut telah tiba di Bandara Adi Soemarmo di Boyolali, pukul 03.45 WIB, langsung menuju ke asrama haji Donohudan.

Kedatangan rombongan haji kloter pertama tersebut disambut oleh Asisten III Bidang Kesra H. Edi Susanto, mewakili Gubenur Jateng Bibit Waluyo yang berhalangan hadir di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan. Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jateng H. Iman Haromain Asyari juga selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surakarta, sejumlah pejabat Muspida Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo juga hadir ikut menymbut kedatangan haji kloter pertama.

Rombongan haji kloter pertama setelah menjalani mengecekan surat identitas seperti paspor. Mereka kemudian dijemput puluhan bus untuk dipulangkan ke daerah masing-masing dan dijadwalkan meninggalkan asrama haji pukul 05.14 WIB.

PPIH Debarkasi Surakarta juga telah memulangkan rombongan kloter kedua asal Sukoharjo dan Boyolali sebanyak 373 jamaah. Kloter ini tiba di Bandara Adi Soemarmo, pukul 07.55 WIB. Haji kloter kedua asal Sukoharjo dan Boyolali tersebut tiba di Tanah Air dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6601 dari bandara di Jedah Arab Saudi menuju Bandara Adi Soemarmo.

Menurut Ketua PPIH Debarkasi Surakarta H. Iman Haromain Asyari, jumlah haji kloter pertama sebanyak 374 jamaah yang terdiri dari 184 orang pria dan 190 wanita, sedangkan satu jamaah wafat di Tanah Suci.

Rombongan kloter pertama asal Sukoharjo tersebut sebetulnya dijadwalkan tiba di Adi Soemarmo, pukul 00.15 WIB, tetapi terlambat menjadi pukul 03.45 WIB. Ia menjelaskan, setelah haji kloter pertama tiba kemudian disusul rombongan kloter dua asal Sukoharjo dan Boyolali, pada pukul 07.55 WIB, sedangkan kloter tiga sal Boyolali dijadwalkan tiba di Tanah Air, pukul 16.15 WIB.

PPIH Embarkasi Surakarta sebelumnya telah memberangkatkan sebanyak 33.216 jamaah ke Tanah Suci. Jumlah itu, terdiri dari 29.516 jamaah asal Jateng, 3.087 jamaah (Daerah Istimewa Yogyakarta), dan 168 jamaah (Kalimantan Tengah), serta 445 jamaah petugas kloter.(ant) “Kepulangan rombongan haji asal Debarkasi Surakarta ini, dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 29 November mendatang,” paparnya.(ant)

Dibaca : 11 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/624

Menteri Agama Puas Pelayanan Haji 2012 Berjalan Baik

Penulis :
31 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku puas dengan kinerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) H 2012 meski menurutnya masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki.Dirinyapun berjanji bahwa pelaksanaan haji tahun 2013  akan jauh lebih baik.

“ Haji ini peristiwa luar biasa terutama untuk indonesia yang jumlah jemaahnya sebanyak terbesar yaitu mencapai 211 ribu jemaah. Bayangkan mobilitas jemaah haji yang luar biasa besarnya dan asalnya tiba di tanah suci dan semuanya masuk dalam perumahan di Madinah dan Mekah.Ini bukan peristiwa sederhana,” ujar Suryadharma di sela-sela acara ramah tamah dengan wartawan peliput kegiatan  haji di Mekah kemarin.

Apalagi menurutnya jika melihat pada tanggal 24 Oktober  atau puncak wukuf dimana ada minimal sekitar 3,670.000 orang datang ke Arafah.Walaupun jumlahnya banyak menurutnya tidak ada satupun jemaah yang tertinggal.”Pemerintah berupaya menjamin dalam kondisi apa saja,mereka melaksanakan ibadah haji baik sehat,sakit maupun meninggal,” tambahnya.

Pihaknya menurut Suryadharma terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan,dari tahun ketahun dan  ini terbukti selalu membaik. Dari sisi jarak pemondokan ke Masjidil Haram di Mekah misalnya jarak terjauh 7 km dan ada 2 ring dimana ring satu 2000 m kebawah,sementara ring jaraknya antara 2000-7000 m.Itu terus berubah sehingga kini jarak terjauh 2500 meter.

“Dari sisi kemampuan subsidi manfaat dana setoran awal jemaah juga meningkat.Jika tahun 2009 hanya 27 persen yang tinggal di ring satu dan mendapatkan subsidi dana optimalisasi maka pada 2010 menjadi 65 persen yg ada di ring satu.demikian juga di Madinah pada 2009 63 persen,tahun 2010, 95 persen dan tahun 2011 dan 2012 sudah semuanya.Begitu juga dengan biaya-biaya lainnya seperti asuransi, paspor yang sudah  digratiskan.

Dirinya pun merasa gembira bahwa transportasi relatif lancar,yaitu dari Mekah ke Arafah,Musdalifah,Mina.” Memang ada yang terlambat yang disebabkan ketidakdisiplinan supir.Banyak bis ditinggalkan supirnya.Untuk itu kita akan minta pemerintah Arab Saudi untuk benar-benar menertibkan,” tegasnya.

Dari semua itu yang paling mengecewakan dirinyaadalah  banyaknya jemaah haji yang gagal berangkat ke tanah suci oleh karena ulang PIHK yang tidak bertanggungjawab.”Minimal ada 16 PIHK seperti itu yang menelantarkan jemaah. Para jemaah ada yang sudah membayar tapi uangnya tidak disetorkan.Ada yang berjanji bisa memberangkatkan tahun  ini, tapi ternyata  tidak berangkat,” tegasnya.

Surya menegaskan pihaknyaakan menindak tegas sampai pencabutan izin operasional.Selain itu Kemenag juga meminta polisi memproses itu secara hukum.”Oleh karena itu kepada masyarakat saya himbau supaya tidak memaksakan diri pergi haji tanpa kementrian agama.Bohong kalau ada lembaga bilang Anda pasti berangkat tahun ini.Yang bisa memastikan itu kementrian agama,” tegasnya.

Dirinya pun mengakui banyak hal yang masih harus dibenahi yang harus dilakukan oleh kementrian agama sendiri, pemerintah Arab Saudi maupun calon jemaah haji itu sendiri.Kesemua masalah menurutnya sudah diinventarisir,mana yang menjadi bagian kemenag maka akan dikoreksi sendiri,yang menjadi bagian pemerintah Arab Saudi maka oitu akan disampaikan.Yang berkaitan dengan jemaah akan disampaikan lewat manasik.

“Hal hal yang perlu dilakukan perbaikan oleh pemerintah Arab Saudi misalnya agar di Muzdalifah disediakan tenda karena panas yang terik.Kita juga minta agar keberhsilan terutama di Armina diperhatikan karena sampah yang berserakan menimbulkan bau dan penyakit.Kita juga akan menyampaikan apresiasi kita ke pemerintah Arab Saudi terkait   petunjuk jalan di Mesjid Nabawi yang sudah menggunakan bahasa Indonesia.Hanya masjidil haram yang belum,” tegasnya.(MCH/Deny)
 

Dibaca : 1454 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/607

Kemenag Minta Saudi Tertibkan Sopir Bus Jamaah Haji

Penulis :
31 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)– Kementerian Agama (Kemenag) akan melayangkan protes kepada pemerintah Arab Saudi terkait perlakuan indisipliner sopir bus yang menganarkan jamaah haji Indonesia. Sopir sengaja memarkirkan, lalu meninggalkan bus yang dikemudikannya.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, Kemenag akan meminta pemerintah Arab Saudi lebih menertibkan sopir bus agar mengoperasionalkan busnya sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Jadwal tersebut terkait waktu prosesi haji yang harus dilakukan seluruh jamaah haji Indonesia.

“Secara umum, transportasi memang jauh lebih lancar dibanding tahun sebelumnya. Namun kami tetap melakukan koreksi agar jamaah haji bisa lebih cepat lagi mencapai Padang Arofah, Muzdalifah dan Mina.
 Jadi keterlambatan angkutan para jamaah haji karena sopir tidak disiplin,” kata Suryadharma Ali kepada wartawan di Makkah, Senin (29/10/2012) malam.

Suryadharma Ali, yang juga Amirul Haj Indonesia juga meminta kepada pemerintah Arab Saudi agar kedatangan jamaah haji ke Arafah, Muzdalifah dan Mina lebih cepat dibandingkan tahun ini. Sehingga, ritual haji yang dijalankan jamaah bisa maksimal secara waktu.

Selain itu, Kemenag juga menyoroti jamaah haji yang belum dijemput bus terjebak di Muzdalifah. Padahal Muzdalifah merupakan bukit tandus yang sengatan mataharinya langsung dirasakan jamaah haji. Bila terlalu lama dalam suasana panas, bisa membuat jamaah jatuh sakit.

“Kami akan minta pemerintah Arab Saudi mendirikan tenda, sehingga bila ada hal tidak diinginkan seperti keterlambatan bus tidak membuat jamaah haji terlalu lelah. Ini menjadi perhatian Amirul Haj dan tim. Kami tidak ingin jamaah terlantar kerena indisipliner sopir atau persoalan yang bukan kesalahan jamaah,” paparnya.

Menag mengapresiasi lebih lancarnya transportasi tahun ini, meski bukan berarti bebas dari kemacetan parah yang terjadi di Makkah. Namun sebagian besar jamaah bisa menuju Arofah, Muzdalifah dan Mina sesuai skenario.(MCH/Fetra)

Dibaca : 279 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/608

Menag : Bahas BPIH, DPR Tidak Perlu Tunggu Laporan Pertanggungjawaban

Penulis :
31 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma  Ali mengatakan  laporan keuangan  pertanggungjawaban haji bukanlah hal yang signifikan untuk digunakan sebagai dasar pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama DPR. Menurut Suryadharma, DPR tidak bisa beralasan bahwa lambannya pengambilan keputusan  BPIH karena dirinya tidak memberikan laporan tersebut.

“Itu tidak signifikan untuk membahas BPIH. Sekarang saya contohkan jika pemerintah mengajukan APBN untuk 2013, kan pembahasannya tidak harus menunggu laporan pertanggungjawaban berupa audit BPK terlebih dahulu.Jadi laporan keuangan pertanggungjawaban tidak menjadi alasan pembahasan BPIH,” ujar Suryadharma dalam acara ramah tamah dengan wartawan peliput kegiatan haji di Mekah, Senin malam WAS (29/10).

Surya menegaskan untuk memberikan laporan pertanggungjawaban tentunya harus dalam bentuk yang sudah diaudit oleh BPK.Kalau laporan keuangan yang belum diaudit maka tentunya akan meragukan dan juga akan kerap berubah-ubah.”Dimana-mana laporan akhir itu kan setelah selesai proses audit oleh BPK.Kalau dikasih lansung setelah pelaksanaan haji maka itu masih bisa berubah-ubah,” jelasnya.


Suryadharma menjelaskan bahwa pada intinya lamanya proses pembahasan itu dikarenakan logika kementrian agama sebagai penyelenggara haji yang berbeda dengan logika yang digunakan DPR.Pihak kemenag sendiri akan sudah siap memberikan draft pada bulan Januari 2013.

”Kami sendiri sudah siap untuk mulai membahas BPIH untuk tahun depan pada bulan Januari nanti.Kita mohonkan kepada DPR untuk lebih cepat membahas itu bersama kami. Dengan demikian maka kuota yang tidak terserap akan jauh lebih kecil, karena jamaah  memiliki waktu yang cukup untuk melunasi dan tidak dianggap mendadak atau tiba-tiba,”tegasnya.

Dirinya pun menambahkan dalam rangka untuk bisa memproyeksikan BPIH, pihaknya akan melakukan kontrak pemondokan jangka panjang mulai tahun 2013 ini.  Pendekatan kepada pemilik rumah menurutnya sudah dilakukan dan diharapkan tidak  ada kesulitan.Untuk itu pihak kemenag akan meminta payung hukum kepada DPR.

“Sewa pemondokan payung hukumnya yah keputusan DPR.Kalau misalnya kontrak 3 thn sekaligus,tapi bukan berarti dibayar 3 thn sekaligus.Kita akan beritahu pemilik rumah bahwa kita tidak bisa membayar sekaligus  karena sisem kita tidak mengizinkan hal itu,”  tegasnya lagi.

Sebelumnya Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, K.H Muhammad Busro Suhud, menyangkal alasan pihak kemenag bahwa jauhnya pemondokan jemaah haji Indonesia dari Masjidil Haram akibat keterlambanan anggota DPR RI dalam mengambil keputusan penentuan biaya penyelenggaraan ibadah haji, sehingga banyak rumah yang lebih dulu diambil negara lain dan membuat rumah yang tersisa menjadi mahal.

“Selalu alasan itu yang mereka kemukakan bahwa DPR yang terlalu lambat mengambil keputusan sehingga waktunya tidak cukup untuk mencari pemondokan yang dekat dengan pusat kegiatan ibadah haji. Tapi itu alasan klasik mereka atas ketidakbecusan mereka mengelola haji,” ujar Busyro.

Menurut Busyro keterlambatan DPR mengambil keputusan justru disebabkan oleh Mentri Agama sendiri yang tidak pernah menjalankan kewajibannya selama tiga tahun masa jabatannya. “Sesuai ketentuan aturan perundangan, menteri agama wajib memberikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan haji paling lambat 3 bulan setelah pelaksanaannya. Tapi hal itu selama ini oleh menag tidak pernah dilakukan,” tambahnya.

Dirinya pun menegaskan, tanpa laporan pertanggungjawaban itu maka sulit bagi DPR untuk memulai membahas BPIH untuk tahun berikutnya. ”Sekarang bagaimana kita mau membahas BPIH untuk tahun berikutnya kalau laporan pertanggungjawaban yang berisi audit dan segala hal mengenai pertanggungjawaban tidak bisa diberikan? Bagaimana kita bisa punya dasar untuk menentukan BPIH kalau tidak tahu bagaimana pertanggungjawaban keuangannya?,” ungkapnya.

Kementrian agama menurutnya pun seperti me-fight a-comply DPR dengan masyarakat terkait hal ini. Satu sisi DPR memiliki kewajiban terkait penentuan BPIH selanjutnya, sementara sisi lainnya DPR tidak mempunyai dasar untuk menentukan besaran BPIH tanpa laporan sebelumnya.

”Ini yang masyarakat tidak tahu. Kita selalu disalahkan atas lambannya penentuan BPIH. Kita terpaksa menentukan BPIH tanpa dasar pertanggungjawaban karena hal itu harus diputuskan dan dilaksanakan,” tegasnya. (MCH/Deny)

Dibaca : 235 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/609

Tahun Depan Setoran Awal BPIH Kemungkinan Naik

Penulis :
31 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)–Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan ada kemungkinan tahun depan pihaknya akan menaikan dana setoran awal BPIH. Ini  bertujuan untuk meningkatkan pendayagunaan dana setoran awal sebagai dana optimalisasi.Dengan menaikan dana setoran awal maka biaya yang dikeluarkan para calon haji bisa ditekan.

“Jemaah haji yang berangkat tahun ini menikmati dana optimalisasi sebesar total Rp12.750.000, dimana 9 juta digunakan untuk  keperluan mengurangi biaya pemondokan,makan dan lainnya serta sisanya digunakan sebagai biaya hidup atau living cost selama berada di Mekah. Nilai itu menurutnya pada tahun  mendatang tidak boleh berkurang  meski yang namanya biaya pemondokan, biaya makan dan biaya transportasi pesawat tidak ada sejarahnya konstant apalagi turun,” ujar Suryadharma kepada wartawan di sela-sela acara ramah tamah dengan wartawan peliput kegiatan haji di Mekkah, Senin malam kemarin.

Selain itu menurutnya dengan menaikan dana setoran awal BPIH maka diharapkan daya serap  kuota haji semakin  besar.Hal ini karena beban jemaah untuk melunasinya disaat pemberangkatan semakin kecil.”Selama ini banyak terjadi jemaah tidak jadi berangkat karena tidak melunasi pada saat dipanggil.Kuota hajinya pun menjadi tidak terserap.Nah ini untuk mengurangi hal itu juga,” imbuhnya.

Peningkatan dana setoran  haji menurutnya juga diharapkan akan berdampak pada berkurangnya jumlah antrian. “Untuk menekan jumlah antrian, karena dengan biaya setoran yang lebih besar maka yang menyetorkan uang untuk naik haji akan berkurang dan dengan demikain kita punya kesempatan menghabiskan antrian,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu dirinya juga menceritakan telah bertemu dengan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar membicarakan pembiayaan pembelian pesawat khusus haji yang akan mengambil dana setoran calon jemaah haji. Namun menurutnya sampai sekarang belum ada proposal resmi yang diajukan oleh pihak Garuda Indonesia terkait hal itu. “Kami  masih menunggu proposal Garuda Indonesia untuk membeli pesawat khusus haji  yang akan dibiayai oleh dana setoran awal jemaah haji,” ujarnya lagi.

Suryadharma menjelaskan bahwa dalam pembicaraan itu dirinya memberikan 3 syarat untuk membiayai pembelian pesawat tersebut.Ketiga syara itu menurutnya adalam jaminan keamanan dana jemaah haji, jaminan keuntungan dan meringankan beban jemaah haji.

“ 3 syarat aman,menguntungkan dan meringankan itu sudah kita dapatkan  dari penempatan dana jemaah pada sukuk pemerintah.Nah kalau Garuda  mau maka tentunya selain  ketiga aspek tadi harus dijamin, juga bahwa aspek meringankan jemaahnya  harus bertambah atau dengan kata lain keuntungan yang didapatkan jemaah yang dikembalikan dalam bentuk dana opimalisasi juga bertambah,” tegasnya.

Sebelumnya Dirut Garuda menyatakan bahwa jika Garuda Indonesia dibelikan sejumlah pesawat dari dana setoran  para calon jemaah haji, maka Garuda bisa menerbangkan jemaah  haji secara gratis selama kurang lebih 3 bulan musim haji. Garuda kemudian dapat menggunakan pesawat itu  untuk penerbangan komersial selama 9 bulan lainnya  sehingga selain jemaah bisa gratis menggunakannya juga  beban pemeliharaan  ditanggung oleh Garuda.(MCH/Deny)

Dibaca : 438 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/610

Anggito Abimanyu Naik Bajaj di Padang Arafah

Penulis :
31 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)– Bajaj-kendaraan roda tiga — ternyata tak cuma ada di Jakarta dan kota-kota di India. Di Padang Arafah pun kendaraan yang bunyinya sangat khas itu juga dikerahkan untuk membantu jamaah haji.

Anggito Abimanyu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah adalah salah satu jamaah yang beruntung bisa menumpang bajaj di Padang Arafah. ‘’Salah satu hal yang paling berkesan buat saya bisa naik bajaj di Arafah,’’ tutur Anggito sembari tersenyum.

Ia mengaku tak menyangka bisa naik bajaj. Saat itu, Anggito berkunjung ke maktab-maktab untuk melihat langsung kondisi jamaah haji Indonesia yang sedang wukuf di tenda-tenda.

‘’Waktu itu, saya sedang berkunjung ke maktab jamaah khusus,’’ ungkap pria kelahiran Bogor, 19 Februari 1963 itu. Ia memantau langsung pelayanan yang diberikan haji khusus bersama tim pengawas dan pengendali penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK).

Namun, saat akan pulang ke tenda di maktab Misi Haji Indonesia, hari sudah sore. ‘’Saat itu, bus juga jarang dan penuh terus,’’ tutur mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan itu.

Anggito pun memutuskan berjalan kaki menuju maktab Misi Haji Indonesia. Saat akan berjalan kaki, datanglah bajaj melintas. Kemudian, bajaj pun disetop. ‘’Ada petugas yang bilang pada sopir bajaj kalau yang naik adalah Dirjen Haji dan Umrah. Wah, sopirnya langsung senang,’’ papar dosen UGM itu.

Dengan riang sang sopir mengantarkan Anggito ke maktab Misi Haji Indonesia. ‘’Sopirnya bilang senang mengantar saya dan tak perlu membayar alias gratis,’’ kata Anggito berkisah.

Bajaj-bajaj itu memang disediakan Pemerintah Arab Saudi untuk sarana transportasi bagi jamaah yang membutuhkan. Wah, senangnya bisa naik bajaj di Padang Arafah. (MCH/Heri Ruslan)

Dibaca : 215 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/611

Dirjen PHU Bantah Ada Jamaah Terlantar di Pemondokan

Penulis :
31 Oktober 2012

Jakarta (Sinhat)–Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu membantah ada rombongan jamaah yang telantar saat dikonfirmasi.

Namun, Anggito mengaku memang ada keterlambatan keberangkatan untuk jamaah kloter pertama. Keterlambatan itu, kata dia, karena adanya masalah transportasi naqobah.

“Tidak betul, memang ada keterlambatan karena ada masalah di transportasi naqobah,” kata Anggito melalui pesan singkatnya pada Republika.

Menurut Anggito, jamaah sudah memahami kondisi keterlambatan tersebut. Adanya keterlambatan membuat panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) menerapkan skenario lain bagi jamaah. Yaitu, keberangkatan tetap dilakukan, namun langsung menuju bandara. Tidak lagi mampir ke Laut Merah.

Anggito menambahkan, tidak ada jamaah yang tidak mendapat makanan. Seluruh jamaah sudah mendapat makanan sejak pukul 4 sore waktu Arab Saudi. “Jamaah kloter SOC1, BPN1, UPG1, PLM1, SOC2 dan JKG1 sudah seluruhnya mendapatkan makanan dari jam 4 sampai 6 sore,” tegas Anggito.(Rep)

Dibaca : 32 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/616

Dirjen PHU Bantah Ada Jamaah Terlantar di Pemondokan

Penulis :
31 Oktober 2012

Jakarta (Sinhat)–Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu membantah ada rombongan jamaah yang telantar saat dikonfirmasi.

Namun, Anggito mengaku memang ada keterlambatan keberangkatan untuk jamaah kloter pertama. Keterlambatan itu, kata dia, karena adanya masalah transportasi naqobah.

“Tidak betul, memang ada keterlambatan karena ada masalah di transportasi naqobah,” kata Anggito melalui pesan singkatnya pada Republika.

Menurut Anggito, jamaah sudah memahami kondisi keterlambatan tersebut. Adanya keterlambatan membuat panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) menerapkan skenario lain bagi jamaah. Yaitu, keberangkatan tetap dilakukan, namun langsung menuju bandara. Tidak lagi mampir ke Laut Merah.

Anggito menambahkan, tidak ada jamaah yang tidak mendapat makanan. Seluruh jamaah sudah mendapat makanan sejak pukul 4 sore waktu Arab Saudi. “Jamaah kloter SOC1, BPN1, UPG1, PLM1, SOC2 dan JKG1 sudah seluruhnya mendapatkan makanan dari jam 4 sampai 6 sore,” tegas Anggito.(Rep)

Dibaca : 33 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/616

Dirjen PHU Anggito: Pelayanan Haji 2012 Cenderung Membaik

Penulis :
30 Oktober 2012

Mekkah (SInhat)–Sebagian besar pelaksanaan Haji, telah terlewati dengan wukuf di Padang Arafah dan melempar jumroh di Mina. Dari hasil Evaluasi Pelayanan haji tahun 2012 ini, berjalan baik dan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulilah secara umum lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini dipantau dari pengalaman dan praktek di lapangan,” ungkap Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh Kementrian Agama Anggito Abimanyu, Senin (29/10) di Mekkah.

Anggito mengatakan indikator lebih baik terkait masalah transparansi, transportasi dan perlindungan jamaah. Soal Transparansi, secara perlahan dapat diterapkan untuk masalah kuota dan unsur pengawasan. “Untuk masalah transportasi,  jalur pergerakan jamaah dari tanah air, embarkasi, hingga penerbangan dan transportasi Jedah, Makkah dan Armina umumnya lancar dengan terpenuhi waktu yang ditentukan,” jelasnya.

Untuk yang ketiga, Abimanyu menambahkan dari sisi perlindungan terhadap jamaah, tahun ini travel yang tidak mempunyai izin tidak boleh memberangkatkan jamaah.

“Dengan cara ini, menyebabkan jamaah banyak yang tidak berangkat namun haji nonkuota tidak banyak,” tambahnya.

sementara itu, untuk masalah tenda dan WC di Mina yang dikeluhkan banyak dari jamaah, Anggito berjanji akan memperbaikinya. “Ini agak sulit, sebab fasilitas tenda, dan WC menjadi wewenang pemerintah Arab Saudi akibat lahan lokasi yang tidak berubah,” tutupnya.(MCH/Akmal)
 

Dibaca : 2006 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/595

Hari ini, Wapres Boediono Tiba di Tanah Air Sepulang Tunaikan Haji

Penulis :
30 Oktober 2012

Jakarta(Sinhat)–Wakil Presiden H Boediono dan Ny Hj Herawati Boediono   dijadwalkan akan tiba di Tanah Air Selasa (30/10) pagi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
       
Hal itu disampaikan Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat dalam pesan singkatnya, Senin, saat ditanya kepulangan Boediono dari melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
      
Yopie menerangkan bahwa rombongan Boediono hari ini meninggalkan Mekkah menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan berangkat dari Bandara Jeddah, Senin (29/10) siang, pk. 11:00 waktu setempat, atau pk. 15:00 WIB.
       
Ia mengatakan perjalanan pulang rombongan Boediono memang lebih lama dari pesawat Garuda karena harus transit dua kali untuk isi bahan bakar.
        
” Pak Wapres kan memakai  pesawat Boeing 737-400 milik TNI AU, yang tidak bisa terbang nonstop Jeddah-Jakarta. Jadi pesawat harus transit di Dubai dan Colombo untuk mengisi bahan bakar, masing-masing selama satu setengah jam,” kata Yopie. (Johara)

Dibaca : 343 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/596

Hari Ini 24 Kloter Tinggalkan Mekkah

Penulis :
30 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)–Prosesi ibadah haji 1433 H telah selesai.  Sebagian jamaah haji Indonesia mulai meninggalkan Makkah pada Selasa (30/10).

‘’Hari ini,  24 kloter yang akan meninggalkan Mekkah menuju Jeddah, selanjutnya kembali ke tanah air,’’ ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, M Syairozi Dimyathi.

Para jamaah itu akan menginap selama satu malam di hotel transit di Jeddah.  Sebanyak 123 kloter akan terbang ke Tanah Air pada 31 Oktober.  

Ke-13 kloter yang akan meninggalkan Jeddah pada 31 Oktober itu antara lain;  kloter 1 embarkasi Solo, kloter 1 Balikpapan, kloter 1 Ujungpandang,  kloter 1 Padang, kloter 1 Palembang, kloter 2 Solo,  kloter 1 Jakarta, kloter 1 Batam,  kloter 1 Surabaya,  serta kloter 1 Bekasi.

Selain itu, kloter 1 Medan, kloter 1 Banda Aceh,  dan kloter 1 Lombok.  Jamaah dari ke-13 kloter itu akan tiba di Tanah Air pada 1 November.

Sedangkan, kloter lainnya akan terbang dari Jeddah pada 1 November 2012 dan akan tiba di Indonesia pada 1 November, yakni;  kloter 2 Batam, kloter 2 Surabaya, kloter 2 Bekasi,  kloter 4 Solo, kloter 3 Surabaya,  kloter 2 Jakarta,  kloter 3 Bekasi, kloter 2 Medan, serta kloter 2 Banda Aceh.(MCH/Heri Ruslan)
 

Dibaca : 496 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/597

Kawasan Jamarat Mina Sudah Sepi

Penulis :
30 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)–Memasuki hari tasrik ketiga atau 13 Dzulhijah, seluruh jamaah haji  termasuk asal Indonesia telah meninggalkan kawasan Mina, Arab Saudi.

Mina merupakan kawasan untuk melempar jumroh batu baik wusto, ula, dan aqobah sebagai bentuk perlawanan terhadap setan. Mina merupakan salah tempat aktifitas rangkaian haji setelah sebelumnya melakukan wukuf.

Para jamaah yang meninggalkan kawasan Mina, membuat temapt melempar jumroh tersebut, saat ini dalam keadaan relatif lebih sepi. Dan sejauh ini, hanya terlihat tumpukan sampah yang berserakan di sekitar kawasan Mina. Tidak ada lagi jamaah haji yang membludak, memenuhi dan memadati kawasan sekitar jamarat Mina.

Mereka yang meninggalkan kawasan Mina termasuk jamaah Indonesia, memilih nafar awal, yakni hanya berdiam dan melakukan jumroh selama dua hari. Setelah itu para jamaah, menuju ke Makkah untuk melakukan rangkaian rukun haji selanjutnya. Yakni Thawaf ifadah, dan sai di Masjidil Haram.

Sejauh ini, jalan-jalan menuju ke Masjidil Haram sudah relatif mencair dan tidak  menimbulkan antrean yang panjang. Hal Ini disebabkan, sudah berkurangnya  antrean bus besar dan mobil-mobil pribadi secara bersama menuju ke Makkah.

Pada malam hari kemarin, antrean kendaraan masih terjadi dan menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, bisa mencapai 4-5 jam lebih untuk ke Masjidil Haram yang sebelumnya hanya setengah jam. Sebagian besar dari jamaah memilih untuk berjalan kaki ke Masjidil Haram.(MCH/Akmal)
 

Dibaca : 359 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/598

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Menjadi 172 Orang

Penulis :
30 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)–Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci terus bertambah. Berdasarkan data pada Siskohat, jamaah yang tercatat meninggal pada Senin (29/10) mencapai 27 orang.

Total jamaah haji yang wafat di Tanah Suci menjadi 172 orang.  Penyebab utama jamaah haji wafat di Tanah Suci adalah ganguan sistem sirkulasi atau serangan jantung. Umumnya jamaah yang wafat karena kedinginan.

Amirul Haj yang juga Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengatakan, banyak atau sedikitnya jamaah yang wafat tak bisa menjadi indikator sukses atau tidaknya penyelenggaraan haji.

Yang jelas, menurut dia, pelayanan kesehatan yang diberikan kepada jamaah haji tahun ini sudah sangat meningkat.

Meski jumlahnya terbatas, namun dokter yang ada di setiap sektor selalu berkunjung ke pemondokan untuk memeriksa kesehatan jamaah.  ‘’Upaya preventif yang dilakukan para tenaga medis sudah sangat baik,’’ kata Suryadharma.

Imbauan para tenega medis agar jamaah selalu memperbanyak minum, kata dia, sangat membantu performa jamaah.

‘’Saya merasakan sendiri, begitu kurang minum, badan saya terasa tidak enak,’’  tuturnya. Begitu minum diperbanyak lagi, kata  Suryadharma,  badan kembali segar. (MCH/Heri R)
 

Dibaca : 344 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/599

Kloter Pertama Jakarta akan Disambut di Bandara Soetta

Penulis :
30 Oktober 2012

Jakarta (Sinhat)–Tanggal satu November mendatang dijadwalkan jamaah haji yang terdaftar dalam kelompok terbang (kloter) pertama, akan tiba di Tanah Air. Penyambutan kepulangan rombongan jamaah haji kloter pertama asal Embarkasi Jakarta ini, akan dilaksanakan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Perwakilan dari pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta, mengatakan, penyambutan kepulangan jamaah tidak dilaksanakan di Embarkasi Jakarta atau gedung Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. ”Direncanakan seperti itu, penyambutannya di bandara,” tutur Idham Khalid Baedowi, Senin (29/10).

Idham mengatakan, rombongan jamaah asal Embarkasi Jakarta yang pertama kali tiba di Tanah Air yaitu jamaah dari Provinsi Banten. Sehingga, direncanakan pula Gubernur Banten lah yang akan hadir dalam prosesi penyambutan di bandara tersebut.

”Jadi bukan di asrama haji,” ucap Idham, yang merupakan Kepala Bidang Akomodasi PPIH Embarkasi Jakarta, ini.

Lanjutnya, kegiatan pembubaran jamaah haji pun, tidak seluruhnya dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede. Idham mengatakan, melainkan pembubaran dilakukan di wilayah tingkat pemerintah daerah II, asal masing-masing jamaah, seperti di kota wilayah atau pun kabupaten.

Pelaksanaan penyambutannya pun berarti dilakukan oleh masing-masing pimpinan tingkat. ”Kalau untuk wilayah kota ya wali kota, kalau di kabupaten mungkin oleh bupatinya,” papar Idham.

Namun, kata Idham, untuk jamaah provinsi DKI Jakarta, pembubarannya tetap dilaksankan di Asrama Haji Jakarta. ”Selain itu jamaah asal Tangerang Selatan dan Tangerang Kota, juga bubar di pondok gede.”(Rep)

Dibaca : 13 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/601

Kloter Pertama Debarkasi Padang Tiba 1 November

Penulis :
30 Oktober 2012

Jakarta (Sinhat)–Kloter pertama debarkasi Padang direncanakan tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Padangpariaman, Kamis 1 Nopember pukul 05.15 WIB. Kloter yang membawa 369 jamaah serta 5 petugas haji diharapkan tidak mengalami keterlambatan.


”Mudah-mudahan tidak terjadi delay,” kata Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang Syamsul Bahri melalui telepon, Senin (29/10). Sesuai jadwal, kloter dengan pesawat Garuda GA3601 ini bertolak dari bandara King Abdul Azis Jeddah, Rabu 31 Oktober pukul 16.15 Waktu Arab Saudi.

Berdasarkan pengalaman, keterlambatan kepulangan telah menjadi hal rutin yang terjadi setiap tahun karena semua jamaah haji dari seluruh dunia pulang bersamaan ke negara masing-masing. Pasalnya,  untuk pemulangan jamaah haji Indonesia hanya terdapat satu pintu di bandara Jeddah sehingga  pemeriksaan dokumen dan barang menjadi lama.

Mengenai penyambutan jamaah, menurut Syamsul Bahri, begitu tiba semua jamaah akan dibawa ke Asrama Haji Tabing Padang untuk kemudian dilepas secara simbolis kepada panitia daerah.

Ia mengatakan, karena pertimbangan keamanan dan keselamatan jemaah, panitia tidak membubarkan di Bandara Internasional Minangkabau dan semuanya akan terlebih dahulu dibawa ke asrama haji.

Setiba di asrama haji, jemaah yang ingin langsung pulang ke daerah masing-masing, PPIH mempersilakan dan untuk yang ingin menginap, panitia akan memfasilitasi. Selain itu, setiap jemaah akan memperoleh air zam-zam sebanyak lima liter yang dibagikan di asrama haji.

Pada musim haji tahun 1433H/ 2012 ini, total jamaah haji yang berangkat melalui embarkasi Padang berjumlah 7.443 terdiri atas 20 kloter. Dari 7.443 orang tersebut sebanyak 4.498 berasal dari Sumatera barat, 1.614 dari Bengkulu dan Jambi 1.231 orang serta didampingi 100 petugas haji. (ks)
 

Dibaca : 77 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/602

10 Tahun Lagi, Seluruh Armina Terhubung Railway

Penulis :
30 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)–Terowongan bawah tanah yang menghubungkan Mina, Arafah dan Muzdalifah akan segera dibangun untuk memudahkan transportasi angkutan jamaah, angkutan barang, ambulans, serta peralatan kebersihan. Hal itu disampaikan Wali Kota Makkah, Dr Osama Al-Bar dalam pernyataannya kemarin (28/10).

“Para ahli di Makkah tengah menggarap Proyek Pengembangan Transportasi Makkah. Diharapkan proyek tersebut dapat segera dieksekusi dalam beberapa bulan kedepan.” Ungkap Al-Bar.

Al-Bar dalam presentasinya menunjukkan bahwa stasiun yang berada di area pelontaran (Jamrat) adan langsung terhubung dengan transportasi Railway bawah tanah. Selanjutnya, railway tersebut kedepannya akan menghubungkan seluruh tempat-tempat manasik para jamaah haji seperti Arafah, Mina, Muzdalifah, dan terus ke Makkah.

Sebagaimana dilansir arabnews.com, Proyek senilai 62 miliar Real Saudi tersebut direncanakan dapat terlaksana pada awal tahun depan.

Selain itu, Al-Bar mengatakan bahwa jaringan metro bawah tanah sepanjang 182 km tersebut diprediksi akan selesai seluruhnya dalam 10 tahun. “Pengerjaannya dibagi dalam empat tahapan. Tahap pertama dijadwalkan akan selesai dalam tiga tahun dan yang mencakup 122 km,” jelas Al Bar.

Mega proyek transportasi tersebut adalah salah satu upaya pengembangan komprehensif bagi tempat-tempat manasik yang setiap tahunnya pasti dikunjungi jamaah haji. Proyek tersebut sudah mendapat persetujuan pihak kerajaan.

Mengenai kendala dari proyek tersebut, Wali Kota Makkah tersebut sempat mengeluhkan tentang kehadiran jamaah haji ilegal yang tidak memiliki dokumen haji yang sah.
 
“Kehadiran sejumlah besar jamaah haji tidak berdokumen cukup memberi dampak negatif dari jalannya proyek ini. Mereka yang menginap di tempat umum dan tidak memiliki tempat tinggal, bisa jadi mengganggu jalannya proyek ini. (Rep)
 

Dibaca : 138 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/600

Survei: Jamaah Haji Habiskan Rp 53 Juta untuk Belanja

Penulis :
30 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)–Beribadah haji dan berbelanja, tampaknya dua hal yang satu sama lain sulit terpisahkan. Sebuah temuan hasil riset tentang kebiasaan belanja jamaah Haji ternyata cukup mengagetkan.

Studi kasus yang dilakukan pada tahun 2011 lalu menyebutkan, rata-rata para jamaah haji menghabiskan uang 21.622 Real Saudi (53 juta Rupiah) untuk berbelanja.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Ahmed Al-Naqa dan Essam Al-Jefri dari Departemen Administrasi dan Kemanusiaan Makkah. Penelitian tersebut dilakukan di Institut Jami’ah Khadimah Al Haramain untuk studi kajian Ibadah haji.

“Banyaknya jamaah haji yang berbelanja sekitar 77 persen dari biaya berangkat haji yang mereka keluarkan. Biaya tersebut seperti biaya akomodasi, makanan dan minuman, dan suvenir,” ungkap Ahmed.

Penelitian tersebut melibatkan sebanyak 3.546 jamaah haji non-saudi dari berbagai kewarganegaraan. 60,8 persen dari sampel memiliki penghasilan bulanan antara 1.000 Real Saudi hingga 4.900 Real Saudi. Pengeluaran maksimal mereka untuk berbelanja adalah 24.400 Real Saudi dan minimum sebanyak 16.000 Real Saudi.

Penelitian ini membagi responden kepada lima kategori. Kategori tersebut dibagi berdasarkan pendapatan bulanan, jenis pekerjaan, kualifikasi pendidikan, dan kelas perjalanan haji mereka.

Jamaah haji tersebut menghabiskan uang mereka untuk penginapan rata-rata 5.652 Real Saudi, untuk yang tertinggi. Sedangkan untuk akomodasi sebanyak 26 persen dari total belanja. Demikian juga 21,7 persen untuk biaya perjalanan, yaitu 4.706 Real Saudi.

Seperti yang dipaparkan Saudi Press Agency kemarin (28/10) bahwa biaya akomodasi, perjalanan, makanan, dan berbelanja oleh-oleh rata-rata dibutuhkan 16.612,22 Real Saudi. Sebanyak 77 persen dari responden mengeluarkan biaya diatas jumlah tersebut.(Rep)
 

Dibaca : 189 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/603

Menag Kaji Calon Haji 80 Tahun Prioritas Berangkat

Penulis :
30 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)–Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali sedang mengkaji kebijakan, yang memprioritaskan pendaftar haji berusia 80 tahun ke atas bisa langsung berangkat tanpa perlu masuk daftar tunggu.

“Usia berapa lagi mereka akan berangkat, kalau sudah 80 tahun masih harus menunggu 10 tahun,” kata Menag dalam konferensi pers, di Mekkah, Selasa (30/10).

Menag menyampaikan hal itu, saat melakukan evaluasi tahap awal pelaksanaan haji yang baru saja usai tahap ritual pokok berupa wukuf di Arafah, mabit dan melontar jumrah di Mina, serta dan tawaf dan sa’i di Masjidil Haram.

Menurut Suryadharma, kajian matang perlu dilakukan mengenai batasan umur yang akan diprioritaskan yaitu di atas 80 tahun atau di atas 85 tahun, yang tidak mengganggu daftar tunggu yang sudah tersusun.

Sementara mengenai rencana pembuatan kloter (kelompok terbang) khusus manula (manusia lanjut usia) dengan penambahan jumlah petugas bagi kelompok ini, Menag mengatakan, ide itu sedang dipertimbangkan, karena bisa saja kelompok manula tersebut dibentuk saat turun dari pesawat di Jeddah. “Kalau dari daerah asal mereka datang sulit membentuk kelompok tertentu jemaah berusia lanjut, karena mereka berasal dari berbagai pelosok di Tanah Air,” kata Menag.

Berkaitan dengan banyaknya tindak kejahatan terhadap jemaah haji Indonesia di Tanah Suci berupa pencopetan, penipuan, perampasan, pencurian, Menag mengatakan akan memperbanyak petugas keamanan, agar lebih menjamin keamanan terutama di pondokan-pondokan.

“Namun upaya pencegahan harus ditingkatkan dengan memberikan informasi mengenai tindak kejahatan yang mengancam jemaah, karena di pondokan pengamanan bisa dilakukan, namun jika di mesjid sulit dikontrol,” tambahnya.

Suryadharma, yang didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Anggito Abimayu dan Sekjen Kemenag Bachrul Hayat, juga mengatakan tahun depan simbol indentitas Indonesia pada pakaian jemaah haji Indonesia dan petugas akan ditambah, berupa bendera di pakaian atau tulisan Indonesia. Penambahan identitas itu akan membantu petugas mengenali jemaah Indonesia, serta memberi rasa kebanggaan terhadap nasionalisme berbangsa.

Ia juga akan mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi, agar di Mekkah dipasang tanda-tanda lalu-lintas berbahasa Indonesia seperti yang telah ada di Madinah. Jemaah Indonesia paling besar jumlahnya dan sering mengalami kesulitan, karena rambu-rambu lalu-lintas dan simbol-simbol petunjuk lainnya bertulisan Arab dan Inggris yang tidak dimengerti jemaah Indonesia.

Kementerian Agama, kata Suryadharma, mulai tahun depan juga mempertimbangkan kenaikan jumlah setoran awal biaya ongkos naik haji (ONH), dengan tujuan mengurangi daftar tunggu dan memudahkan para jemaah haji saat melakukan pelunasan.

Sejauh ini, ujarnya, penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya, terutama kelancaran transportasi saat mulai proses wukuf di Arafah, selanjutnya transportasi menuju Muzdalifah dan Mina, serta kembali ke Mekkah. Tahun ini tergolong sangat lancar, walaupun terjadi hambatan sedikit di Muzdalifah karena para supir meminggirkan busnya di tepi jalan.

Namun umumnya tergolong lancar, karena hanya makan waktu sekitar 1,5 sampai dua jam dibandingkan dengan proses yang sama tahun lalu, yang memakan waktu antara empat sampai enam jam perjalan bus pada rute tersebut.(MCH/ant)

Dibaca : 29 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/604

Jemaah Bergerak Tinggalkan Mina

Penulis :
29 Oktober 2012

Mina (Sinhat)–Sebagian jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal mulai meninggalkan Mina pada Ahad (28/10) pagi. Jamaah yang melakukan nafar awal hanya melempar jumrah sebanyak tiga kali pada 10, 11, dan 12 Dzulhijah 1433 H.

‘’Jamaah yang mengambil nafar awal harus meninggalkan Mina terakhir sebelum Maghrib tiba,’’ ujar Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat kepada MCH, Ahad (28/10) pagi.

Menurut Arsyad, jamaah haji hampir dari semua negara mengambil inisiatif untuk mengambil nafar awal. Jamaah haji yang mengambil nafar awal jumlahnya lebih banyak dari jamaah yang mengambil nafar tsani. Mereka memilih segera kembali ke pemondokan karena fasilitas di Mina terbatas.

Akibat banyaknya jamaah haji yang mengambil nafar awal, kata dia, arus jamaah yang masuk dan keluar dari Mina akan semakin padat. ‘’Kemacetan akan terjadi di mana-mana, semoga jamaah haji Indonesia bisa kembali ke pemondokan di Mekkah dengan lancar,’’ kata Arsyad.(MCH/Heri Ruslan)

Dibaca : 652 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/584

59.469 Jamaah Haji Indonesia Ambil Nafar Awal

Penulis :
29 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)–Jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal mencapai 59.469  orang. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah PHU, Anggito Abimanyu mengatakan, sejak Ahad (28/10)  jamaah yang eksodus dari Mina menuju Makkah sudah mulai terjadi. ‘’Semoga proses pergerakan jamaah bisa berjalan lancar dan selamat,’’ tutur Anggito.

Berdasarkan pemantauan Media Centre Haji, gelombang jamaah yang keluar dan masuk ke jamarat tak pernah berhenti hingga Ahad (28/10) pagi.  Sekitar pukul 24.00 waktu Arab Saudi sempat terjadi benturan arus jamaah yang akan masuk ke Jamarat dari arah Aziziyah dan yang akan keluar dari jamarat menuju Aziziyah.

Seharusnya, jamaah yang keluar  tak masuk ke jalur masuk menuju Jamarat. Rombongan jamaah haji berbendera Indonesia juga tampak memaksa keluar dari arah masuk ke Jamarat.  Untung saja, pihak keamanan Arab Saudi segera bergerak cepat.

Benturan antar-jamaah tak berlangsung lama. Jamaah saling berteriak. Aparat keamanan segera menghalau jamaah yang keluar dari Jamarat kembali ke jalurnya. Akibatnya, jamaah yang sedang mabit atau berdiam di sekitar Jamarat diusir petugas dan diminta untuk bangun.(MCH/ Heri Ruslan)

Dibaca : 116 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/585

Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Jadi 150 Orang

Penulis :
29 Oktober 2012


Mekkah (Sinhat)–Jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci terus bertambah. Hingga Sabtu (27/10) malam,  jamaah haji yang wafat  di Mina mencapai sembilan orang.  Mereka wafat umumnya akibat kelelahan setelah melempar jumrah.

Total jamaah yang wafat tercatat mencapai 150 orang. Sebanyak 115 jamaah wafat di Makkah, 18 orang di Madinah, empat di Arafah, dan dua orang di Jeddah.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr Ajimal, mengatakan, selain jamaah yang wafat jumlah jamaah haji yang sakit juga bertambah. ‘’Kini jumlah pasien yang sakit di BPHI satuan kerja Mina sebanyak 116 orang,’’ ungkapnya.

Sebagian jamaah yang sakit dan kondisinya kritis telah dievakuasi ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah. Menurut Ajimal, pasien terpaksa dievakuasi karena kapasitas rawat BPHI Mina hanya mencapai 30 tempat tidur.

‘’Kendati jumlah pasien jamaah yang sakit terus bertambah, namun jumlah tempat tidur tidak bisa ditambah mengingat kapasitas BPHI Mina tidak memadai,’’ tutur Ajimal. Selain dievakuasi ke BPHI Makkah,  sebanyak 15 pasien jamaah dievakuasi di Rumah Sakit Arab Saudi.

Pihaknya meminta agar jamaah memperhatikan asupan makanan dan minum selama di Mina. Agar tak dehidrasi, jamaah harus sering minum. Setiap jam harus meminum air segelas setiap jam.(MCH Heri R) Foto: Sripo

Dibaca : 64 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/586

DPR Kritisi Penempatan Jamaah di Mina Jadid

Penulis :
29 Oktober 2012

Mekkah (Sinhat)– Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Chairunnisa mengkritisi penempatan jamaah haji di Mina Jadid karena jaraknya terlalu jauh dengan tempat melempar jumrah.

”Jaraknya lebih dari 4 kilometer, sehingga jamaah harus berjalan terlalu jauh untuk melempar jumrah,” ujar Chairunnisa kepada MCH, Ahad (28/10).

Pihaknya meminta agar pada musim haji tahun depan, pemerintah menolak jika jamaah haji Indonesia ditempatkan di Mina Jadid.

Akibat jarak yang terlalu jauh, kata Chairunnisa, banyak jamaah yang memilih tak mabit di tenda yang telah disediakan di Mina Jadid.

”Mereka memilih kembali ke Aziziyah atau Mahbas Jin. Kalau sudah begitu, jamaah kan nggak dapat katering.”

Sekjen Kementerian Agama, Bahrul Hayat menegaskan bahwa Menteri Agama telah berkirim surat kepada Kementerian Haji Arab Saudi agar jamaah haji Indonesia tak ditempatkan di Mina Jadid.

”Kami telah sampaikan hal itu kepada Kementerian Haji Arab Saudi,” ungkap Bahrul Hayat. Bahkan, kata dia, pemerintah Indonesia juga meminta agar tenda jamaah haji Indonesia ditempatkan di dekat jamarat.

Bahrul menuturkan, pemerintah telah meminta agar tenda jamaah di Mina Jadid tak dikhususkan untuk jamaah Indonesia. ”Harusnya digunakan secara bergiliran dengan jamaah haji dari negara lain.” (MCH Heri R)

Dibaca : 58 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/587

Dirjen PHU Anggito Prihatin dengan Sanitasi Lingkungan di Mina

Penulis :
29 Oktober 2012

Mina (Sinhat)–Direktur Jenderal Penyelenggaraan  Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Anggito Abimanyu mengaku sangat prihatin dengan sanitasi lingkungan di tenda-tenda jamaah haji Indonesia di Mina. Kondisi kamar mandi/toilet yang berdekatan dengan tenda jamaah berbau pesing.

“Fasilitas dan sanitasi lingkungan sangat buruk. Ini sudah tidak sehat,” ungkap Anggito ketika berkeliling mengunjungi tenda-tenda jamaah di Maktab 56 di Mina, Minggu (28/10/2012).

Anggito mengunjungi Maktab 56 bersama Direktur Pelayanan Haji, Sri Ilham Lubis. Di Maktab 56 tersebut terdapat tenda jamaah asal SOC 37 Sleman, Provinsi DIY, jamaah asal Klaten dan Banjarnegara serta Jawa Timur.

Saat datang di maktab tersebut Anggito langsung mengecek fasilitas alat pendingin/AC yang dilaporkan rusak dan belum diperbaiki. Di tenda SOC 37 Sleman yang bersebelahan dengan kamar mandi/toilet banyak jamaah yang antri. Baik jamaah pria dan wanita yang hendak buang air kecil atau mandi harus antri lama.

Sebanyak 20 bilik kamar mandi pria dan wanita tidak mampu menampung antrean panjang jamaah. Oleh karena toilet penuh antrean, banyak jamaah yang sudah tidak kuat menahan untuk buang air, terpaksa ada yang buang air dengan jongkok di luar kamar mandi dan hanya ditutup dengan selembar tikar plastik.

Bau pesing tidak sedap pun menyerebak ke mana-mana hingga ke tenda-tenda jamaah yang berdekatan dengan fasilitas tersebut. Air luberan tersebut sempat meluber ke pinggir tenda jamaah. Namun untungnya terhalang oleh kayu yang menjadi penahan tenda bagian bawah sehingga tidak masuk ke tenda.

“Ini bisa menimbulkan penyakit,” kata Anggito sekali lagi.

Saat berkeliling di sekitar Maktab, Anggito juga menemukan tumpukan sampah yang sudah dimasukkan ke dalam plastik besar berada di pinggir tenda jamaah. Tumpukan plastik tersebut belum dibuang oleh petugas kebersihan sehingga menimbulkan bau tak sedap. Mobil petugas kebersihan belum bisa mengambil sampah karena padatnya jamaah di maktab kawasan Asia Tenggara itu.

Dia mengatakan masalah tersebut akan menjadi fokus kemenag untuk melakukan perbaikan pelayanan haji tahun-tahun mendatang. Salah satu yang akan dilakukan pada tahun depan adalah menambah jumlah kamar mandi, terutama yang khusus untuk kencing dan buang air besar.

“Kita upayakan dibuat fasilitas tambahan kamar buang air besar/kecil yang tidak boleh digunakan untuk mandi. Tujuannya untuk memperpendek antrian jamaah yang menggunakan fasilitas tersebut,” katanya.(MCH/Bagus)
 

Dibaca : 46 kali | Sumber : |
File :

Article source: http://haji.kemenag.go.id/index.php/subMenu/informasi/berita/detailberita/588